cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
SURVEY DEFORMASI SESAR KALIGARANG DENGAN METODE PENGAMATAN GPS TAHUN 2016 Bobby Daneswara Indra Kusuma; Moehammad Awaluddin; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.707 KB)

Abstract

ABSTRAK Semarang terletak pada bagian utara Pulau Jawa memiliki kemungkinan terjadinya pergerakan lempeng tektonik, yaitu sesar. Salah satu sesar yang berada di Semarang adalah Sesar Kaligarang. Sesar Kaligarang adalah sesar yang telah ada sejak zaman tersier dan aktif kembali di zaman kuarter. Sesar Kaligarang terdapat pada lembah Sungai Kaligarang yang membelah wilayah Semarang pada arah hampir utara – selatan. Penentuan deformasi Sesar kaligarang dapat ditentukan dengan pengamatan secara berkala.Pengamatan deformasi Sesar Kaligarang dapat dilakukan dengan pengamatan GPS Dual Frequency. Perencanaan untuk pemasangan titik kontrol pengamatan dilakukan sesuai dengan bidang sesar. Perencanaan dan pemasangan titik pengamatan berdasarkan analisis mengenai geomorfologi dari Sesar Kaligarang untuk mengetahui segmen sesar yang aktif. Pemasangan titik kontrol pengamatan dipasang sesuai bidang pusat sesar yang aktif. Pengamatan pada titik kontrol dilakukan dengan metode statik, dan berlangsung selama 7-8 jam. Data pengamatan GPS diolah menggunakan software ilmiah yaitu GAMIT 10.6. Hasil pengolahan dari GAMIT 10.6 pada file GLOBK adalah koordinat kartesian 3D dan koordinat toposentrik yang masing – masing memiliki simpangan baku.Hasil pada penelitian ini adalah desain titik kontrol baru pengamatan GPS yang dipasang tegak lurus terhadap bidang pusat Sesar Kaligarang yang aktif. Jarak antara titik kontrol pengamatan sebesar 1-2 kilometer. Pengolahan data yang diikatkan terhadap stasiun IGS BAKO, COCO, DARW, GUAM, IISC dan PIMO menghasilkan rata-rata simpangan baku n = 0,004401 m; e = 0,004641 m; z = 0,004972 m.                                                                                   Kata Kunci : Sesar, Sesar Kaligarang, Jaringan Titik Kontrol, GPS, GAMIT 10.6 ABSTRACT Semarang City located in the northern of Java Island has the possibility of tectonic plate movement, for the example is fault. One of the faults in Semarang is Kaligarang Fault. Kaligarang Fault is a fault that has existed since the time of tertiary and active back in the days of the quarter. Kaligarang Fault located in Kaligarang River’s valley that divides the area of Semarang in the direction nearly north - south. Determining Kaligarang Fault deformation can be determined by periodic observation.Kaligarang Fault deformation can be observed with Dual Frequency GPS observations. Planning for the installation of the control point observations were made in accordance with the fault plane. Planning and installation of observation points based on the geomorphology analysis of Kaligarang Fault to reveal the segments of active faults. Setting-up the control points must be installed in accordance field observations about the center of active faults. Observations on the control point is done with static methods, and lasts for 7-8 hours. GPS observation data is processed using scientific software, which is GAMIT 10.6. The results of the processing from GAMIT 10.6 on GLOBK file is a 3D cartesian coordinates and toposentrik coordinate that each has a standard deviation.The results of this research is design of new control points GPS observations, that are mounted perpendicular to the center active plane of Kaligarang Fault. The distance between control point observation is 1-2 kilometers. Data processing is tied to the IGS station BAKO, COCO, DRAW, GUAM, IISC and PIMO produces an average standard deviation n = 0,004401 m; e = 0,004641 m; z = 0,004972 m. Keywords : Fault, Kaligarang Fault, Network Control Point, GPS, GAMIT 10.6
ANALISIS PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP KEPADATAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( Studi Kasus : Kecamatan Tembalang, Semarang ) Elsa Regina Rizkitasari; Bambang Sudarsono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.956 KB)

Abstract

ABSTRAKKemacetan adalah permasalahan pelik yang berdampak luas kepada masyarakat pengguna jalan serta pelaku ekonomi. Kemacetan berhubungan dengan volume lalu lintas yang melintas pada suatu ruas jalan. Pada penelitian ini dilakukan analisa pengaruh nilai kepadatan penduduk terhadap nilai kepadatan ruas jalan di Kecamatan Tembalang kota Semarang. Pada penelitian ini jumlah penduduk dibagi dalam zona kelurahan.Untuk membantu proses analisa menggunakan software statistika dan untuk pemetaan menggunakan software SIG. Nilai kepadatan jalan dihitung dengan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI,1997). Untuk memperoleh nilai kapasitas (C) dan nilai derajat kejenuhan (DS) berdasarkan Permenhub No. 14 Tahun 2006, nilai derajat kejenuhan tersebut dibagi menjadi 4 kriteria.Hasil dari penelitian menyatakan kondisi kapasitas beberapa ruas jalan di Kecamatan Tembalang masih dapat menampung arus lalu lintas dan beberapa ruas jalan lainnya tidak mempunyai kapasitas yang besar sehingga nilai derajat kejenuhan ruas jalan tersebut tinggi. Berdasarkan hasil analisa, kepadatan penduduk mempengaruhi kepadatan jalan sebesar 75,4% dan 24,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Dalam SIG terdapat 2 data yaitu data spasial berupa peta dan data atribut berupa tabel. Berdasarkan data atribut yang disusun, maka dapat dibuat peta Kepadatan Jalan, Peta Lalu Lintas Harian Rata – Rata, dan Peta Kapasitas Jalan.Kata kunci : Kepadatan ruas jalan, kepadatan penduduk, Manual Kapasitas Jalan Indonesia, SIG. ABSTRACTJam is a complicated issue that have broad impact to the user community as well as the way economic actors. Jam associated with the volume of traffic passing on a road segment. This research analyzes the effect of population density value to the value of the density of roads in the city of Semarang District Tembalang. In this study, the population is divided into sub zones.To assist the process of analysis using statistical software and for mapping use the GIS software. Road density values calculated using reference Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI, 1997). To obtain the value of capacity (C) and the degree of saturation (DS) based Permenhub No. 14 In 2006, the degree of saturation is divided into 4 criteria.The results of the study stated conditions the capacity of some roads in the District Tembalang can still accommodate traffic flow and some other roads do not have a large capacity so that the degree of saturation of the high road. Based on the analysis, the population density affect road density of 75.4% and 24.6% are influenced by other factors. In GIS there are 2 kinds of data, the spatial data such as maps and attribute data such as tables. Based on data compiled attributes, it can be made road Density Map, The Average Daily Traffic Map, and Highway Capacity Map.Key words : Road density, population density, Indonesian Highway Capacity Manual, GIS.
STUDI DEFORMASI WADUK PENDIDIKAN DIPONEGORO TAHUN 2017 Raka Angga Prawira; Bambang Darmo Yuwono; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.955 KB)

Abstract

ABSTRAKBendungan Waduk Pendidikan Diponegoro berlokasi di kawasan Tembalang, Semarang. Waduk ini mampu menampung genangan air normal sampai 478.240 m3 dengan luas daerah tangkapan air mencapai 7,1338 Ha. Tahap pertama, pembangunan dimulai awal bulan Maret hingga Desember 2013 dengan dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp 42 miliar. Pembangunan waduk ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan, serta pengendali banjir di kawasan sekitar kampus Undip Tembalang. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengamatan deformasi terhadap Waduk Pendidikan Diponegoro, dengan metode pengamatan GNSS (Global Navigation Satellite System) dilakukan pengamatan terhadap 9 titik pantau deformasi (bench mark) yang tersebar di sekitar tubuh bendungan. Data hasil pengamatan GNSS diolah menggunakan scientific software GAMIT 10.6. Titik pantau deformasi juga diamati perubahan jarak dan tingginya terhadap titik kontrol yang dipasang diluar tubuh bendungan. Pengamatan deformasi dilakukan dari bulan April sampai dengan Juni 2017 dengan dua kali periode pengamatan. Hasil dari pengamatan GNSS selama periode pengamatan menunjukkan titik pantau deformasi mengalami perubahan koordinat. Berdasarkan pada sistem koordinat kartesian toposentris, nilai perubahan berkisar antara 0,4 mm sampai dengan 45 mm untuk sumbu X, 0,02 mm sampai dengan 10 mm untuk sumbu Y, dan 1,8 mm sampai dengan 91 mm untuk sumbu Z. Perubahan jarak dan tinggi dari hasil pengamatan total station dan waterpass selama periode pengamatan berkisar antara 0,2 mm sampai dengan 1,7 mm dan 0,2 mm sampai dengan 8,7 mm. Dari hasil pengamatan deformasi bendungan menggunakan metode pengamatan GNSS dan total station pada sumbu horizontal terhadap titik pantau deformasi tidak menunjukan adanya deformasi, sedangkan pada metode pengamatan GNSS dan waterpass pada sumbu vertikal terhadap titik pantau deformasi menunjukan adanya deformasi pada beberapa titik pantau.Kata Kunci: Bendungan, Deformasi, GAMIT, GNSS ABSTRACTThe dam of Diponegoro Education Dam is located in Tembalang, Semarang. This dam is able to accommodate the normal water puddle up to 478,240 m3 with the water catchment area reaches 7,1338 Ha. The first phase, construction starts from March to December 2013 with grants from the Ministry of Public Works of the Directorate General of Water Resources amounting to Rp 42 billion. The construction of the reservoir is intended to maintain the balance of ecosystems and environment, as well as flood control in the area around the campus Undip Tembalang. In this research will be observation of the deformation of Pendidikan Diponegoro dam, with observation methods GNSS (Global Navigation Satellite System) will be observed of 9 monitoring points deformation (bench mark) spread around the body of the dam, the observed data GNSS processed using scientific software Gamit 10.6, deformation monitoring points were also observed changes in distance and height from the control points are placed outside the body of the dam, deformation observations carried out from April to June 2017, with twice the period of observation.  The results of GNSS observations during the observation period showed deformation monitoring points change the coordinate. Based on topocentric cartesian coordinate system, value with ranging from 0.4 mm to 45 mm for the X axis, 0.02 mm to 10 mm for the Y axis, and 1,8 mm to 91 mm for the Z axis. Distance and height changes based on total station and waterpass measurement during the observation period ranging from 0.2 mm to 1.7 mm and 0.2 mm to 8.7 mm. From observation of dam deformation with GNSS observation method and total station on horizontal axis to deformation monitoring point did not show deformation, whereas for GNSS and waterpass observation method on vertical axis to deformation monitoring point showed deformation at some monitoring point. Keywords: Dam, Deformation, GAMIT, GNSS
ANALISIS FREE SPAN PADA JALUR PIPA BAWAH LAUT MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SIDE SCAN SONAR Studi Kasus: Pipa Gas Transmisi SSWJ (South Sumatera West Java) Jalur Pipa Gas Labuhan Maringgai-Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Persero (Tbk) Sindi Rahma Erwanti; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.703 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara dengan kondisi yang rawan terjadi bencana alam, kondisi tersebut dikenal sebagai hazard. Pemicu dari hazard ini berupa aktivitas manusia. Salah satu aktivitas manusia yang menjadi pemicu hazard yaitu pembangunan jembatan pipa bawah laut. Pada area penelitian memiliki kondisi ketidakrataan topografi dan adanya jembatan pipa bawah laut. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya free span.Analisis free span dilakukan setelah proses inspeksi pasca instalasi. Pendeteksian free span pada jalur pipa bawah laut tersebut menggunakan metode multibeam echosounder dan side scan sonar. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain raw data multibeam echosounder, data side scan sonar setelah real-time processing, data sound velocity profile dan data pasang surut. Multibeam echosounder (MBES) dimanfaatkan untuk survei batimetri, yaitu survei yang dimaksudkan untuk mendapatkan data kedalaman dan topografi dasar laut. Sedangkan, Side Scan Sonar (SSS) dimanfaatkan untuk interpretasi obyek secara kualitatif maupun kuantitatif.Penelitian ini menghasilkan kondisi dasar laut yang memiliki kondisi topografi yang relatif curam. Area penelitian yang memiliki topografi yang relatif curam terdapat pada KP 111.62 – KP 111.83. Kondisi free span teridentifikasi pada 4 lokasi di area penelitian. Lokasi FS_1 memiliki panjang span sebesar 94,4 meter dan tinggi span sebesar 3,31 meter.  Lokasi FS_2 memiliki panjang span sebesar 93,94 meter dan tinggi span sebesar 10,66 meter.  Lokasi FS_3 memiliki panjang span sebesar 58,12 meter dan tinggi span sebesar 1,87 meter.  Lokasi FS_4 memiliki panjang span sebesar 98,4 meter dan tinggi span sebesar 4,93 meter. Indikasi free span dari hasil pengolahan data multibeam echosounder dan side scan sonar tidak dapat mengidentifikasi hazard yang membahayakan pada lokasi penelitian.Kata Kunci          : Pipa, Free Span, Multibeam Echosounder, Side Scan Sonar, Hazard ABSTRACTIndonesia is a country with the condition which is prone to trigger a natural disasters and it is called a hazard. The trigger of hazard could be a human activity. The human activity which triggers hazards is the construction of pipe bridge under the sea. This research area has an unevenness topography and pipe bridge under the sea. The impact of these conditions can lead to a free span.Free span analysis carried out after post-installation inspection process. The detection of free span on the underwater pipeline uses Multibeam Echosounder and Side Scan Sonar. The data which is used for this research are raw data Multibeam Echosounder, Side Scan Sonar data after real-time processing, sound velocity profile data and tide data. Multibeam Echosounder (MBES) is used for the the bathymetric survey to obtain the depth data and the seafloor topography. Meanwhile, Side Scan Sonar (SSS) is used for the interpretation of topography qualitative and quantitative objects.This research resulted in the condition of the sea floor that is a relative steep. Areas of the research that has a relative steep topography contained in KP 111.62- KP 111.83. Conditions of the free span  identified in four locations in the study area. Location FS_1 has a span length of 94.4 meters and a span height of 3.31 meters. Location FS_2 has a span length of 93.94 meters and a span height of 10.66 meters. Location FS_3 has a span length of 58.12 meters and a span height of 1.87 meters. Location FS_4 has a span length of 98.4 meters and a span height of 4.93 meters. The free span indication which is resulted of multibeam echosounder and side scan sonar data processing can not identify the hazard on the study area.Key words             : Pipe, Free Span, Multibeam echosounder, Side Scan Sonar, Hazard*) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS AKSESIBILITAS SHELTER BRT TERHADAP SMP DAN SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS M Khoirul Baihaqi; Andri Suprayogi; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.489 KB)

Abstract

ABSTRAK           Pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang pertahunya sebesar 12%. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9% pertahun. Begitu juga dengan tingginya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan penduduk yang ikut menyumbang kepadatan jalan di Kota Semarang. Faktor tersebut tidak diimbangi oleh fasilitas angkutan umum yang memadai. Salah satu angkutan umum yang digunakan oleh masyarakat Kota Semarang adalah Bus Rapid Transit (BRT). Tidak hanya masyarakat umum yang menggunakan BRT, tetapi juga pelajar. Menurut data penumpang BRT tahun 2018, 30% dari penumpang BRT adalah pelajar. Pelayanan BRT Trans Semarang untuk saat ini memiliki 7 koridor. Jumlah koridor BRT Trans Semarang yang mencapai 7 koridor belum cukup untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama siswa sekolah. Aksesibilitas shelter BRT Trans Semarang sangat penting untuk mendukung fasilitas umum pada sistem wajib belajar. Analisis aksesibilitas digunakan untuk mengetahui cakupan layanan shelter terhadap sekolah. Analisis tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis aksesibilitas tersebut berupa analisis jarak dengan menggunakan network analysis. Setelah dianalisis kemudian didapatkan sekolah yang terakses maupun yang tidak terakses. Sekolah yang tidak terakses direncanakan rute tercepat dengan menggunakan closest facility dan rekomendasi penambahan shelter dengan menggunakan network analysis. Hasil dari analisis tersebut diperoleh dari 44 SMP Negeri di Kota Semarang, hanya 15 sekolah yang memiliki akses. Sementara pada jenjang SMA, dari 16 sekolah yang ada hanya 8 sekolah yang memiliki akses. Dan rekomendasi penambahan shelter ada 4 titik, yaitu untuk menjangkau SMP N 4 Semarang, SMP N 8 Semarang, SMP N 10 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Kata Kunci : Aksesibilitas, Network Analysis, Shelter BRT, SMA Negeri, dan SMP Negeri.  ABSTRACT            The growth of vehicles in Semarang City is 12%. While road growth is only 0.9% per year. Likewise, the high mobility of the people and population growth contributed to the density of roads in the city of Semarang. This factor is not balanced by adequate public transportation facilities. One of the public transportation used by the people of Semarang City is Bus Rapid Transit (BRT). Not only the general public uses BRT, but also students. According to BRT passenger data in 2018, 30% of BRT passengers are students. The Trans Semarang BRT service currently has 7 corridors. The number of Trans Semarang BRT corridors reaching 7 corridors is not enough to accommodate the needs of the community, especially school students. Accessibility of Trans Semarang BRT shelter is very important to support public facilities in the compulsory education system. Accessibility analysis is used to determine the coverage of shelter services to schools. This analysis can be done by utilizing the Geographic Information System (GIS). Accessibility analysis is in the form of distance analysis using network analysis. After being analyzed, it was found that accessible and non-accessible schools. Schools that are not accessible are planned for the fastest route by using the closest facility and recommendations for adding shelter by using network analysis. The results of the analysis were obtained from 44 Public Middle Schools in Semarang City, only 15 schools were accessed The results of the analysis were obtained from 44 state junior high schools in Semarang, only 15 schools has access. While at the high school level, out of the 16 schools there are only 8 schools that has access. And the recommendation for the addition of shelters is 4 points, namely to reach SMP N 4 Semarang, SMP N 8 Semarang, SMP N 10 Semarang, and SMP N 32 Semarang. Keywords : Accessibility, BRT Shelter, Network Analysis, Public High School, and Public Middle School.
KAJIAN KETELITIAN PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD PADA GOOGLE EARTH UNTUK PEMETAAN BIDANG TANAH (STUDI KASUS KABUPATEN KARANGANYAR) Antoneta Yuanita; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4560.448 KB)

Abstract

Citra yang diperoleh dari google earth memiliki beberapa keterbatasan diantaranya adalah tidak ada informasi metadata mengenai perolehan citra yang digunakan dan tidak diketahui seberapa besar akurasi citra yang diberikan. Citra yang ditampilkan dapat di download oleh pengguna pada tinggi pengamatan dan ukuran penyimpanan file yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui akurasi citra yang diperoleh dari google earth dan pemanfaatannya pada kegiatan pemetaan bidang tanah. Citra penelitian diperoleh dari google earth. Citra dikoreksi dengan rektifikasi. Hasil digitasi luas bidang tanah pada citra terkoreksi disbandingkan dengan hasil pengukuran luas bidang tanah di lapangan sehingga dapat diketahui Root Mean Square Error (RMSe) citra quickbird yang diperoleh dari google earth untuk daerah relatif tinggi dan relatif rendah. Peta citra yang dihasilkan pada penelitian ini untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada pemukiman di daerah relatif rendah pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi adalah 24.177 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 3.176 (m2) dan yang terkecil adalah 1.097 (m2). Untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada persawahan di daerah relatif rendah pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi adalah 24.339 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 2.971 (m2) dan yang terkecil adalah 1.097 (m2). Sedangkan untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada pemukiman di daerah yang relatif tinggi pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi 56.08 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 6.978 (m2) dan yang terkecil adalah 3.527 (m2). Untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada persawahan di daerah yang relatif tinggi pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi 62.346 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 6.897 (m2) dan yang terkecil adalah 1.651 (m2). Kata Kunci : Akurasi, Citra Quickbird, Google Earth, Pemetaan Bidang Tanah
PEMANTAUAN DEFORMASI BENDUNGAN JATIBARANG MENGGUNAKAN SCIENTIFIC SOFTWARE GAMIT 10.6 DENGAN TITIK IKAT IGS DAN CORS CSEM TAHUN 2016 Fajar Rudi Purwoko; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.077 KB)

Abstract

ABSTRAKBendungan atau dam merupakan konstruksi multifungsi yang dibangun untuk menahan laju air yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Suatu bangunan jika mendapatkan tekanan maka akan mengalami perubahan dimensi ataupun bentuk. Hal ini juga berpengaruh terhadap bendungan. Jika tubuh bendungan mendapatkan tekanan dari efek loading air danau serta tekanan dari tubuh bendungan tersebut, maka tubuh bendungan memiliki potensi mengalami deformasi. Sehingga perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan dengan melakukan pemantauan deformasi secara berkala.Metode pengukuran deformasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengukuran relatif dengan alat ukur GPS dual frequency pada 10 titik pengamatan yang terletak di tubuh utama bendungan. Titik ikat yang digunakan yaitu IGS dengan empat stasiun (BAKO, COCO, PIMO, TOW2) dan titik ikat CORS Semarang (CSEM). Perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data GPS adalah perangkat lunak GAMIT 10.6. Penelitian dilakukan selama tiga periode : Agustus, September dan Oktober 2016 dengan titik pada periode Maret 2015 sebagai titik nol deformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai deformasi serta arah pergerakan titik pengamatan yang terdapat pada tubuh utama bendungan. Selanjutnya melakukan uji statistik untuk mengetahui signifikansi pergerakan dari setiap titik pengamatan.Hasil pengolahan titik ikat IGS menghasilkan nilai perubahan koordinat terbesar pada sumbu n = 0,04870 m, sumbu e = 0,04381 m, sumbu u = 0,17681 m. Nilai perubahan koordinat terkecil pada sumbu n = 0,00158 m, sumbu e = 0,00073 m, sumbu u = 0,00761 m dengan rata-rata nilai simpangan baku pada sumbu n = 0,00364 m, sumbu e = 0,00466 m, sumbu u = 0,0032 m. Pada pengolahan titik ikat CSEM menghasilkan rata-rata nilai simpangan baku pada sumbu X = 0,00991 m, sumbu Y = 0,02673 m, sumbu Z = 0,00667 m. Dari hasil penelitian dengan titik ikat IGS yang telah dilakukan uji statistik untuk mengetahui perubahan posisi titik pengamatan dengan tingkat kepercayaan 95% terdapat beberapa titik mengalami deformasi yang cukup signifikan baik pergeseran dan/atau penurunan pada periode Maret 2015 hingga Oktober 2016.Kata Kunci : Bendungan, Deformasi, GPS, GAMITABSTRACTDam is a multifunctional construction is built to withstand the rate of water which has an important role in human life. If a building is under pressure, it will change the dimension or the shape. As well as the dam. If the construction of it gets pressure from the effects of lake water loading and pressure of the dam body, then the body of the dam has the potential of being deformed. So we need to do the maintenance and care by conducting periodic of deformation monitoring.The deformation measurement methods used in this research is a relative measurement with dual frequency GPS measuring devices at 10 observation points located in the main body of the dam. This research uses IGS with four stations (BAKO, COCO, PIMO, TOW2) and CORS Semarang (CSEM) as the connective point. The software used for data processing is GAMIT 10.6. The study was conducted during three periods: August, September and October 2016 with zero point of deformation in the period March 2015. This study aimed to quantify the value of deformation as well as the direction of movement of the observation point located on the main body of the dam. Subsequently perform a statistical test to determine the significance of the movement for each observation point.The results of the processing using connective point IGS produces the biggest change of the coordinate value on the n axis = 0. 04870 m, e axis = 0. 04381 m, u axis = 0. 17681 m. The smallest change of the coordinate value on the n axis = 0. 00158 m, e axis = 0. 00073 m, u axis = 0. 00761 m and the average standard deviation values on the n axis = 0.00364 m, e axis = 0.00466 m, u axis = 0.0032 m. At connective point CSEM produces an average standard deviation values on the X axis = 0.00991 m, Y axis = 0.02673 m, Z axis = 0.00667 m. Based on the results of the research with connective point IGS has done a statistical test to determine the change of the position of the observation point with a 95% confidence level, there are several points deforms significantly better shifting and/or decreasing in the period from March 2015 until October 2016.Keywords: Dam, Deformation, GPS, GAMIT
ANALISIS POTENSI DESA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang) DEDI SETYAWAN; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.561 KB) | DOI: 10.14710/jgundip.2018.22401

Abstract

Peta secara sederhana diterjemahkan sebagai gambar wilayah dimana informasi diletakkan dalam bentuk simbol-simbol. Peta disajikan untuk memberikan informasi-informasi berupa batas wilayah, sarana prasarana, bangunan, penggunaan lahan dan jalan. Desa atau kelurahan dipandang sebagai titik awal pemberdayaan potensi daerah. Dengan adanya pemetaan potensi desa/kelurahan ini dapat digunakan untuk mengetahui informasi tentang potensi-potensi yang terdapat, serta dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pengembangan desa/kelurahan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari pemetaan partisipatif, citra satelit beresolusI tinggi, dan survey lapangan dengan menggunakan GPS navigasi. Pengolahan pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang.Dari hasil pengolahan diperoleh batas wilayah, administrasi jalan, dan titik-titik potensi. Potensi di Kelurahan Sumurboto ini didominasi dari sektor ekonomi. Berdasarkan hasil analisis kerapatan tidak tedapat perbedaan yang signifikan dari wilayah satu dengan  yang lainnya.
ANALISIS PENGARUH POLA PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN RUANG PUBLIK TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Adi Nur Ikhsan; Bambang Sudarsono; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang memiliki alun-alun sebagai ruang publik di Kecamatan Ungaran Timur, tepatnya di Kelurahan Sidomulyo. Namun pada tahun 2011 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang, ruang publik yang semula di Kelurahan Sidomulyo, dipindahkan ke Kelurahan Kalirejo. Hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya aktifitas masyarakat yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Tentu saja akibat dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap perubahan nilai tanah.Penelitian ini menggunakan citra tahun 2009, citra tahun 2013, dan Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Semarang tahun 2011. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2009-2014. Selanjutnya analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah hasil data transaksi dan penawaran survei lapangan tahun 2009 dan 2014. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah yang dikaitkan dengan pengaruh perpindahan alun-alun di Kecamatan Ungaran Timur.Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu, terjadi perubahan penggunaan lahan tertinggi yang terdapat pada zona 40 dengan perubahan penggunaan lahan tegalan/ladang menjadi tanah kosong sebesar 11,87 ha. Namun kenaikan harga tanah tertinggi tidak terletak pada zona tersebut melainkan terletak pada zona 28 sebesar Rp. 2.726.000 /m². Hal ini dapat dianalisis karena zona 28 merupakan lokasi perpindahan ruang publik yang baru (alun-alun baru Bung Karno), sehingga wajar jika kenaikan harga tanah tertinggi terletak pada zona tersebut. Kata Kunci : Zona Nilai Tanah, Perubahan Lahan  ABSTRACT Semarang Regency has a plaza or square as a public space in the District of East Ungaran, precisely in the Village Sidomulyo. But in 2011 according to the Medium Term Development Plan (RPJMD) of Semarang Regency, a public space that was originally in the Village Sidomulyo, moved to Village Kalirejo. This will increase the activity of the community that would result in changes in land use. As the result, there will be changes in the value or price of land, so it is necessary to research on land use changes and its effects on the value of land changes.This study used the satellite image of the year 2009 and 2013, and the map of Semarang Regency’s land use in 2011 to analyze its changes in 2009-2014. To analyse the changes in the value of land, the zone map of land values is used resulted from data transactions and field surveys offers in 2009 and 2014. From these result, an analysis of land use changes on land value zone associated with the effect of displacement of the square to East Ungaran District.The result of this these study is the location of maximum changes in land use is zone 40 with changes in land use fields into a wasteland of 11.87 ha. However, the highest increase in the price of land is not located in the same zone. It lies in zone 28 with the change of value by Rp. 2,726,000 /m². It can be concluded that zone 28 is the new location of the public space (Bung Karno New Square), so it is rational that the zone has the highest price of land increase. Keywords : Value of Land Zones, Land Changes *) Penulis, Penanggung Jawab
ANALISIS KERUSAKAN TUTUPAN LAHAN AKIBAT BENCANA TSUNAMI SELAT SUNDA DI KAWASAN PESISIR PANTAI KECAMATAN CARITA DAN KECAMATAN LABUAN KABUPATEN PANDEGLANG Muhammad Alimsuardi; Andri Suprayogi; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.648 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada titik temu empat lempeng utama bumi, keempat lempeng tersebut merupakan lempeng pasifik, lempeng eurasia, lempeng samudra hindia-australia, dan lempeng philipina. Bencana alam yang terjadi di Indonesia khususnya bencana alam kebumian, sangat dipengaruhi oleh posisi tektonik Indonesia tersebut. Bencana alam tsunami dapat mengakibatkan kerusakan dan kehancuran karena tsunami merupakan hasil langsung dari terjangan gelombang dan arus tsunami, sementara korban jiwa muncul karena tenggelam dalam gelombang tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tutupan lahan akibat bencana tsunami selat sunda di kawasan pesisir pantai Kabupaten Pandeglang tepatnya pada Kecamatan Carita dan Kecamatan Labuan dengan menggunakan metode digitasi on screen, serta dalam penelitian ini diketahui luasan wilayah yang terkena tsunami Selat Sunda dengan menggunakan pemodelan genangan tsunami dengan menggunakan persamaan Berryman dan Luas wilayah yang terdampak tsunami Selat Sunda dihitung menggunakan hasil dari pemodelan tsunami dan menggunakan fungsi cost distance pada ArcGIS. Hasil dari penelitian ini tutupan lahan yang terkena dampak tsunami paling besar pada Kecamatan Carita yaitu, kebun/perkebunan (24,11 Ha), Tutupan lahan yang terkena dampak tsunami pada Kecamatan Labuan yaitu,  kebun/perkebunan (57,68 Ha). Jumlah desa yang terkena dampak tsunami pada Kecamatan Carita sebanyak enam desa, desa yang terkena dampak tsunami paling besar adalah Desa Sukarame (13,59 Ha). Jumlah desa yang terkena dampak tsunami pada Kecamatan Labuan sebanyak lima desa, desa yang terkena dampak tsunami yang terbesar adalah yaitu Desa Sukamaju (33,51 Ha). Kata Kunci : Cost Distance, Digitasi on screen, Pemodelan Tsunami, Persamaan Berryman, Tsunami ABSTRACTIndonesia is one of the country which located at the meeting point of the four main plates of the earth which are the Pacific plate, the Eurasian plate, the Indian-Australian oceanic plate, and the Philippine plate. Natural disasters that occur in Indonesia, especially natural disasters  are strongly influenced by Indonesia's tectonic position. Tsunami  can cause damage and destruction because tsunami is a direct result from the lunge of tsunami waves and currents, while fatalities arise due to being submerged in tsunami strikes. This study aims to find out how land cover due to selat sunda tsunami in the coastal area of Pandeglang Regency precisely in Carita and Labuan Districts use on-screen digitization method, moreover  this study aims to find the extent of the area affected by selat sunda tsunami by using tsunami inundation modeling which is Berryman equation and the area affected by  selat sunda tsunami is calculated by using the results of tsunami modeling and  the cost distance function in ArcGIS. The results of this study show that the lands cover which are affected by tsunami in carita subdistrict are gardens / plantations (24.11 Ha), rice fields (2.70 Ha), buildings (4.91 Ha). Lands cover which are affected by  tsunami in Labuan subdistrict are gardens / plantations (57.68 Ha), waters (0.78 Ha), rice fields (4.67 Ha), and buildings (9.72 Ha). The number of villages which are affected by tsunami in Carita Subdistrict are six villages with total area (33.24 Ha) namely Sukarame Village (13.59 Ha), Carita Village (2.11 Ha), Pejamben Village (3.23 Ha), Sukajadi Village (5.14 Ha), Banjarmasin Village (2.85 Ha), and Sukanegara Village (6.31 Ha). The number of villages which are affected by  tsunami in Labuan Subdistrict are five villages with total area (75,68 Ha) namely, Sukamaju Village (33.51 Ha), Labuan Village (0.27 Ha), Teluk Village, (10.22 Ha), Caringin Village (14.35 Ha).Keywords       : Berryman Equation , Cost Distance, On screen digitizing, Tsunami, Tsunami Inundation Modeling

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue