cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN NDVI DAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN DI KOTA SEMARANG Ayu Hapsari Aditiyanti; L. M. Sabri; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.598 KB)

Abstract

Sebagai salah satu Kota tujuan transmigrasi yang cukup aktif di Pulau Jawa, Kota Semarang beberapa tahun ke belakang ini sudah dirasa mengalami peningkatan panas yang cukup signifikan. Terlebih lagi di daerah urban atau yang biasa disebut daerah Semarang Bawah. Pertumbuhan penduduk menjadi pemicu beralihnya area bervegetasi menjadi perumahan atau akses jalan.                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan tutupan lahan dan vegetasi melalui NDVI terhadap perubahan suhu permukaan berdasarkan interpretasi citra satelit Landsat tahun perekaman 2001, 2006, dan 2011. Penginderaan jauh dilakukan untuk memperoleh data spasial dalam waktu singkat dengan akurasi tinggi. Hal ini akan sangat memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi tanpa harus melakukan survey di lapangan.                Superfised Classification digunakan untuk mendapatkan data perubahan tutupan lahan, kemudian untuk mendapatkan nilai NDVI dan suhu permukaan dilakukan konversi digital number dari setiap pixel pada citra tersebut. Pengolahan citra satelit Landsat tersebut dilakukan dengan menggunakan software ER Mapper. Kemudian dilakukan pengambilan sambel dengan metode simple random sampling dan systematic sampling untuk dilakukan analisis statistik dengan metode regresi linier menggunakan software SPSS 17.0.                Hasil penelitian menunjukkan dari tahun ke tahun Kota Semarang mengalami penurunan luas area vegetasi dan peningkatan area terbangun. Secara keseluruhan perubahan suhu permukaan dipengaruhi signifikan oleh NDVI dan tutupan lahan secara bersama-sama dengan koefisien determinasi (R2) sebesar  82,6% (tahun 2001), 76,7% (tahun 2006),  78,8% (tahun 2011). Secara parsial NDVI memberikan pengaruh sebesar 78,9% (tahun 2001), 70,3% (tahun 2006), 73,0% (tahun 2011) terhadap suhu permukaan. Secara parsial tutupan lahan memberikan pengaruh sebesar 74,0% (tahun 2001), 70,7% (tahun 2006), 70,4% (tahun 2011) terhadap suhu permukaan.Kata Kunci : Perubahan Suhu Permukaan, NDVI, Tutupan Lahan, Regresi Linier, Penginderaan Jauh.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TCM DAN CVM UNTUK PEMBUATAN PETA ZNEK DENGAN SIG (Studi Kasus : Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kab. Wonosobo Dan Kab. Banjarnegara) Dian Rizqi Ari Wibowo; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.882 KB)

Abstract

ABSTRAKDengan begitu besar potensi  Kawasan Dataran Tinggi Dieng berdasarkan pemanfaatan Willingness To Pay, oleh karena itu diperlukan pengkajian mengenai manfaat nilai ekonomi Kawasan Dataran Tinggi Dieng dalam hal ini dilihat dari kunjungan yang dilakukan oleh wisatawan pada objek wisata ini untuk menduga dan mengetahui seberapa besar nilai ekonomi yang diberikan oleh wisatawan yang berasal dari zona-zona kunjungan wisatawan yang kemudian diduga akan mempengaruhi permintaan wisata serta pengkajian terhadap nilai manfaat yang diperoleh masyarakat dari keberadaan Kawasan Dataran Tinggi Dieng tersebut. Manfaat Willingness To Pay pada penelitian ini yaitu keuangan jadi dikelola dengan baik dan jadi mengerti pentingnya keberadaan Kawasan Dataran Tinggi Dieng bagi pengelola ataupun pengunjung. Perhitungan yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method untuk menentukan Total Economic Value dari Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibuat Peta ZNEK pada kawasan tersebut.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah sampling non probability sampling dengan teknik sampling incidental, yaitu responden yang ditemui secara kebetulan datang berkunjung di Dataran Tinggi Dieng. Data yang digunakan adalah 180 responden untuk TCM dan 120 responden untuk CVM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan menggunakan software Maple 17. Serta dilakukan juga uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas), validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 23.Dalam penelitian tugas akhir ini, uji asumsi klasik menunjukkan semua data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, terbebas dari autokorelasi dan tidak memiliki multikolineritas. Uji validitas dan reliabilitas menunjukan hasil valid dan reliabel pada model yang digunakan. Hasil perhitungan nilai total ekonomi didapatkan nilai DUV sebesar Rp. 3.951.129.350.000,-. Nilai EV sebesar Rp. 228.275.872.100,- sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Dataran Tinggi Dieng sebesar Rp. 4.179.405.222.100,-.
MONITORING PERUBAHAN AREA PERSAWAHAN DENGAN PENGINDERAAN JAUH DATA LANDSAT MULTITEMPORAL (Studi Kasus Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah) Dwi Nugroho; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.055 KB)

Abstract

ABSTRAKLahan Persawahan memiliki peran dan fungsi strategis bagi masyarakat yang bercorak agraris dimana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun saat ini banyak alih fungsi lahan persawahan menjadi lahan non persawahan, contohnya di Kabupaten Boyolali. Jadi, jika terjadi alih fungsi lahan persawahan ke lahan non persawahan pasti akan berdampak pada perekonomian masyarakatnya dan ketersediaan pasokan beras terkait dalam hal ketahanan pangan lokal penduduk Kabupaten Boyolali per tahunnya.Penelitian ini memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh dalam mendeteksi perubahan lahan persawahan dari tahun 2010-2014 dengan lokasi penelitian di Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah Supervised Classification dan menggunakan proses Raster to Polygon. Dimana hasil yang diperoleh adalah adanya penurunan luas lahan persawahan dari tahun 2010-2014. Pada tahun 2010 diperoleh luas lahan persawahan sebesar 37.571,68 Ha, dan pada tahun 2014 diperoleh luas lahan persawahan sebesar 18.877,33 Ha.Dengan memanfaatkan metode Supervised Classification, maka dapat diketahui bahwa Kabupaten Boyolali defisit dalam ketersediaan pasokan beras terkait Ketahanan Pangan Lokal. Dengan kebutuhan beras per kapita per hari sebesar 0,24 kg, sedangkan angka ketetapan dari Dinas Ketahanan Pangan sebesar 0,3 kg. Kata Kunci : Lahan Sawah, Perubahan Lahan, SIG dan Penginderaan Jauh, Kabupaten Boyolali  ABSTRACTRice field land has a strategic role and function for people who figured agrarian society where most rely on the agricultural sector. But now many conversion of paddy fields into non paddy fields, for example in Boyolali. So, in case of paddy land conversion to non-paddy fields will definitely have an impact on society and the economy related supply of rice in terms of food security of local residents Boyolali per year.This study utilizes the application of Geographic Information Systems (GIS) and remote sensing to detect changes in the paddy fields of 2010-2014 with research sites in Boyolali. The method used in the data processing is Supervised Classification and use the Raster to Polygon. There the results are a decrease in paddy land area of 2010-2014. In 2010 acquired land area of 37571.68 hectares of rice fields, and in 2014 obtained a land area of 18877.33 hectares of rice fields. By utilizing the Supervised Classification method, it can be seen that the Boyolali deficit in the supply of rice Related Local Food Security. With the demand of rice per capita per day of 0.24 kg, while figures from the Department of Food Security provisions of 0.3 kg. Keywords: Rice field, Change of Land, GIS and Remote Sensing, Boyolali
VISUALISASI PETA WISATA DAN FASILITAS PENUNJANG DI KABUPATEN TEMANGGUNG MENGGUNAKAN APLIKASI CARRYMAP DAN ARCGIS ONLINE (STUDI KASUS : POSONG, PIKATAN WATER PARK, TAMAN KARTINI KOWANGAN) Nurrahmawati Nurrahmawati; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.409 KB)

Abstract

Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan potensi dan prioritas pengembangan bagi sejumlah negara. Terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan daya tarik wisata yang cukup besar. Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata tersebut sangat membutuhkan informasi tempat wisata beserta sarana penunjangnya. Informasi yang kredibel mengenai gambaran lokasi wisata sangat dibutuhkan oleh wisatawan untuk merencanakan perjalanan dari tempat tinggal ke tempat tujuan, selama berada di lokasi wisata hingga pulang kembali ke tempat tinggal. Kabupaten Temanggung merupakan salah satu kabupaten di Jawa tengah yang terkenal akan keindahan alamnya, banyak tempat wisata bernuansa alam di sana. Salah satu tempat wisata bernuansa alam yang terkenal yaitu Posong, selain itu ada juga kolam renang yang memiliki sumber air dari gunung yaitu Pikatan Water Park dan Taman Kartini Kowangan. Hingga saat ini pelayanan informasi yang berkaitan dengan pariwisata di Kabupaten Temanggung masih bersifat konvensional. Berkenaan dengan hal itu dibuatlah penelitian tugas akhir ini yang bertujuan untuk membuat aplikasi peta wisata dan persebaran fasilitas penunjang menggunakan aplikasi CarryMap dan ArcGIS Online sedangkan untuk penyebarluasan aplikasi ini dibuat sebuah website dengan alamat website www.wisatakabtemanggung.wixsite.com/basemap-carrymap. Hasil aplikasi yang dibuat menggunakan aplikasi CarryMap maupun ArcGIS Online dapat dijalankan pada platform desktop pc dan smartphone. Ketelitian posisi dari aplikasi adalah 7,230 meter. Uji usability didasarkan dari hasil penyebaran kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil uji usability tersebut antara lain komponen efektifitas dengan prosentase 84,67%, komponen efisiensi dengan prosentase 83,33%, dan komponen kepuasan dengan prosentase 78,33%. Peta pelayanan informasi wisata yang dapat diakses dengan smartphone diharapkan dapat mempermudah wisatawan dalam memperoleh berbagai informasi pariwisata serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata.
ANALISIS KUALITAS DEM DENGAN MEMBANDINGKAN METODE ORTHOREKTIFIKASI MEMAKAI CITRA RESOLUSI TINGGI (Studi Kasus: Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah) Pratama Irfan Hidayat; Sawitri Subiyanto; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.151 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Citra satelit saat ini dipakai untuk keperluan peta skala besar. Untuk membuat peta dengan data citra satelit membutuhkan data tambahan yaitu data Digital Elevation Model (DEM) dan data Ground Control Point (GCP). Penggunaan data DEM digunakan untuk menghilangkan efek relief displacement pada area yang memiliki elevasi tinggi. Namun, penggunaan data DEM yang berbeda akan menentukan hasil otho image. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kualitas DEM terhadap ketelitian horizontal (koordinat X dan Y) hasil ortho image dengan membandingkan 2 model matematis orthorektifikasi dan 2 data DEM yang berbeda karakteristiknya.                Data DEM yang digunakan ada dua yakni DEM TerraSAR-X dan DEM SRTM 30m. Penggunaan DEM dengan resolusi tinggi diharapkan mampu memperbaiki kualitas ortho image. Data GCP pada satu scene photo ada tujuh titik ditambah dengan 10 check point (ICP).  Pada penelitian ini model matematis orthorektifikasi yang dipakai yakni model Toutin dan Model RPC (Rational Polynomial Coeficient). Pemilihan model ini dilakukan karena masing-masing model dapat dimasukan informasi DEM dan GCP. Untuk menganalisis pengaruh DEM menggunakan informasi data check point.                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Toutin dengan DEM SRTM dan jumlah ICP sebanyak 10 titik memiliki RMSE yang lebih kecil dengan selesih 0,01 meter dibandingkan dengan DEM TerraSAR-X. Untuk model RPC nilai RMSE terkecil menggunakan DEM TerraSAR-X dengan nilai selisih 0,028 meter. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan DEM untuk menghilangkan pergeseran relief kurang berpengaruh pada ketelitian citra tegak. Hasil ortho image pada masing-masing model memiliki akurasi kurang sari 2,5 meter.Kata Kunci    : Orthorektifikasi, TerraSAR-X, SRTM, WorldView2A, RMSE, Standard Deviasi. ABSTRACT Satellite image of the currently used for large scale map.. To create a map with satellite imagery should be to data requires like data Digital Elevation Model (DEM)  and Ground Control Point (GCP) data. The use of DEM made for eliminate the effects of relief displacement in areas that have a high elevation. However, the use of different DEM data will determine the outcome otho image. This study aimed to evaluate the influence of the quality of the DEM against the accuracy of horizontal (X and Y coordinates) ortho image by comparing the results of two mathematical models orthorectification and 2 different DEM data characteristics.DEM data are used that have two TerraSAR-X DEM and DEM SRTM 30m. The use of high-resolution DEM expected to improve the quality of ortho image. Data GCP at the scene of photo seven points plus 10 check point (ICP). In this study used a mathematical model that models orthorectification Toutin and Model RPC (Rational Polynomial coeficient). Model selection is performed for each model can be included information DEM and GCP. To analyze the effect of using the DEM data information check point. The results showed that the use of models Toutin with SRTM DEM have a smaller RMSE different DEM 0.01 meters compared with TerraSAR-X. And the other model RPC smallest RMSE values using TerraSAR-X DEM with the differences 0,028 meters then use SRTM. This shows that the use DEM to eliminate the shift relief less influence on the accuracy of the image upright. Results ortho image on each model has an accuracy of less than 2.5 meter. Key words      : Orthorektifikasi, TerraSAR-X, WorldView2A, RMSE, Standard Deviation.  *) Penulis Penanggung Jawab
Analisis Cakupan Pelayanan Shelter Bus Trans Semarang Terhadap Kawasan CBD Menggunakan Network Analysis Tyas Arni Putri; Bambang Darmo Yuwono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.823 KB)

Abstract

In this moment, Semarang has a transportation mode that expected to answer the needs of the community, that is Bus Trans Semarang. Bus Trans Semarang use transportation system that called Bus Rapid Transit (BRT). BRT apply One Stop Bus system, the system that can make a bus only stop in order to take passengers in one object that called shelter. This system has function to avoid a long bus-runtime that caused from undiscipline passengers and traffic jam. But, one stop bus system also has weakness in BRT transportation system because the position of shelter as bus stoppage become the most important thing. If the position of shelter cannot serve many significant areas like CBD (Central Business District), this system cannot work properly.In this research, GIS with its network analysis facility can be used to find out,”is Bus Trans Semarang shelter service could serve people in CBD areas?” There is one realization metodology cconsist of 4 phase, there are data collecting, preparation, processing (network analysis using software ArcGIS), and analysis.The result after doing analysis with network analysis method about all shelter in coridor I and coridor II is 119 shelter, and 11 shelter do not serve CBD. So the writer suggest to add 8 shelter. 3 shelter in coridor I and 5 shelter in coridor II. In coridor I exist 4 optimum shelter, there are Simpang 5 shelter, Bukopin shelter, Gramedia shelter, and Pandanaran shelter.While in coridor II only has 1 optimum shelter, that is BDP Johar shelter.Keywods: Bus Trans Semarang, Network Analyst, Central Business District
ANALISIS DEFORMASI DI WILAYAH JAWA TIMUR DENGAN MENGGUNKAN CORS BIG Renaud Saputra Purba; Moehammad Awaluddin; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.598 KB)

Abstract

ABSTRAK Jawa Timur terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar antara lain Eurasia, Hindia-Australia, dan Pasifik. Aktivitas seismik tersebut mengakibatkan terjadinya pergerakan lempeng dan mempengaruhi posisi suatu objek dapat berubah secara dinamis. Perubahan yang terjadi menandakan adanya deformasi. Deformasi merupakan perubahan yang terjadi pada posisi, bentuk dan dimensi dari suatu objek yang berada di bumi. CORS meruapakan stasiun pengamatan GNSS bersifat statik yang beroperasi selama 24 jam. Data pengamatan CORS dapat digunakan untuk memantau arah dan kecepatan pergeseran deformasi  yang terjadi di suatu daerah.Penelitian ini berfokus pada penentuan kecepatan pergeseran dan regangan menggunakan data pengamatan tujuh CORS yang berada di wilayah Jawa Timur yaitu CTUL, CNGA, CMJT, CMLG, CMAG, CPAS dan CLUM pada tahun 2013 sampai dengan 2016. Titik IGS yang digunakan yaitu AIRA, ALIC, BAKO, COCO, DARW, LHAZ dan PIMO. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT.Penelitian ini menghasilkan arah pergeseran menuju ke arah tenggara. Kecepatan pergeseran CORS adalah sebesar -0,00162 m/tahun sampai dengan -0,01463 m/tahun untuk komponen utara, 0,02529 m/tahun sampai dengan 0,03600  m/tahun untuk komponen timur dan -0,00182 m/tahun sampai dengan 0,02810 m/tahun untuk komponen vertikal. Regangan yang terjadi pada titik pengamatan berkisar -5,25926458 x 10-9 strain/year sampai dengan 7,03391481 x 10-8 strain/year.
APLIKASI PGROUTING UNTUK PENENTUAN JALUR OPTIMUM AMBULAN DALAM PROSES MOBILISASI KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS MENUJU UNIT GAWAT DARURAT BERBASIS DESKTOP (Studi kasus : Kota Semarang) Ratih Kumala Dewi; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.995 KB)

Abstract

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan salah satu kejadian gawat darurat yang memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin agar nyawa korban bisa tertolong dengan pertolongan Ambulan dalam pencarian rute optimum menuju ke Unit Gawat Darurat (UGD). Pgrouting merupakan fungsi routing yang terdapat pada postgreSQL yang dapat membantu dalam pencarian rute optimum. Untuk mendapatkan rute optimum dari lokasi kecelakaan menuju UGD dilakukan pemetaan lokasi sebaran lokasi kecelakan dengan menggunakan GPS navigasi dan didukung dengan data atribut lokasi kecelakaan seperti lokasi, fungsi jalan, alamat, dan lain-lain. Selanjutnya pembuatan basis data dari data spasial dan data atribut menggunakan software PostgreSQL versi 9.4.0 dan PostGIS versi 2.1 dengan fitur PgRouting dan disajikan dalam bentuk sebuah aplikasi menggunakan Microsoft Visual Studio. Dari beberapa metode tersebut diperoleh informasi mengenai jalur optimum Ambulan menuju UGD.Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi SIG berbasis desktop yang memberikan kemudahan bagi instansi terkait yang mengatur proses mobilisasi Ambulan untuk mengetahui rute optimum yang disertai dengan rute yang dilewati, jarak, dan waktu tempuh dan dapat digunakan oleh pengguna untuk memperbarui data dan informasi secara lengkap.Kata Kunci : Ambulan, Aplikasi SIG, Rute Optimum, dan Sistem Informasi Geografis (SIG)   ABSTRACKTraffic accident is an incident that requires emergency medical services in order to save the victim. Pgrouting is one the best application to find the shortest route from the incident location to the nearest hospital. Therefore, the victim could be treated in quick. Pgroutingis a function contained in PostgreSQL that can help to search for the optimum route.First data from GPS Navigation, supported with attribute data such as incident location, road function, address are processed with PostgreSQL 4.4 version and PostGIS 2.1 version software to get the basic data Microsoft visual studio is applied to process basic data into an optimum route application.The result from this study is a desktop based GIS application. This application could ease to regulate the ambulance is mobilization process by giving the optimum route. The optimum route consist of route, distance and time frame. Keywords : Ambulance, Geographic Information System, GIS Application, and Optimum Route,  *) Penulis, Penanggungjawab
KAJIAN PENGARUH PENAJAMAN CITRA UNTUK PENGHITUNGAN JUMLAH POHON KELAPA SAWIT SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN FOTO UDARA (Studi Kasus : KHG Bentayan Sumatra Selatan) Devi Irsanti; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.322 KB)

Abstract

      Teknologi foto udara dapat digunakan pada proses pemetaan dalam bidang perkebunan dan pertanian termasuk komoditas kelapa sawit. Komoditas kelapa sawit, baik berupa bahan mentah maupun hasil olahannya, menduduki peringkat ketiga penyumbang devisa nonmigas terbesar bagi negara. Kelapa sawit mengalami perkembangan yang cukup pesat hampir setiap tahunnya sehingga  diperlukan strategi monitoring lahan yang efektif dan efisien. Salah satu data yang dapat digunakan untuk monitoring adalah foto udara. Monitoring kelapa sawit dapat dilakukan dengan menerapkan metode template matching dalam proses penghitungan pohon kelapa sawit secara otomatis. Metode ini dapat menghasilkan output berupa jumlah pohon kelapa sawit yang akurat dengan waktu yang cepat. Penelitian ini digunakan data foto udara yang memiliki kualitas spasial tinggi serta dilakukan teknik penajaman citra untuk memperbaiki visual dari data orthophoto sehingga deteksi objek dapat lebih mudah dilakukan. Penelitian ini menerapkan algoritma template matching pada luasan area 100m x 100m, 200m x 200m, dan 250m x 250m sebagai proses pengujian awal, kemudian luasan 1 blok kebun kelapa sawit untuk penelitian keseluruhan. Hasil penghitungan otomatis jumlah pohon kelapa sawit pada data foto dengan teknik HSV diperoleh presentase sebesar 82,4% untuk luasan 1 blok, 88% untuk luasan 250m x 250m, 91,4% untuk luasan 200m x 200m dan 89,8% untuk luasan 100m x 100m. Hasil penghitungan otomatis jumlah pohon kelapa sawit pada data foto original diperoleh presentase sebesar 79,1% untuk luasan 1 blok, 83,2% untuk luasan 250m x 250m, 94,2% untuk luasan 200m x 200m dan 84,4% untuk luasan 100m x 100m.
APLIKASI PETA PROPERTI KOTA BERBASIS MOBILE GIS YANG TERINTEGRASI PADA GOOGLE MAP PADA SMARTPHONE ANDROID Mutiaraning Pertiwi; Andri Suprayogi; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.893 KB)

Abstract

Bidang properti sektor perumahan merupakan salah satu bidang bisnis dan kebutuhan bertujuan untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi, integrasi teknologi mobile, GIS, dan GPS telah memungkinkan dikembangkan aplikasi mobile GIS yang interaktif. Dalam penelitian ini aplikasi peta properti berbasis Mobile GIS yang terintegrasi pada google Map pada Smartphone Android diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan properti di sektor perumahan dengan berbagai kemudahan dan kecepatan pengguna dalam mencari dan mengidentifikasi properti yang diinginkan. Dengan bantuan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi, Location Based Service (LBS) yang menyediakan informasi berdasar letak geografis perangkat mobile, serta adanya fasilitas Google Map yang telah built in dalam handphone Android, maka aplikasi ini akan semakin mudah untuk digunakan. Aplikasi ini dibangun dengan FrameworkAndroidSDK, Java dan PHP sebagai bahasa pemrograman yang dikembangkan dengan software Eclipse, MySQL sebagai basis data,dan Google Map API. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi mobile pada handphone Android yang menyajikan informasi informasi terkait properti dijual di beberapa lokasi di Semarang yang disertai dengan peta dan arah kemudi. Informasi disajikan dalam beberapa kategori, yaitu kategori harga, luas tanah, dan luas bangunan.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue