cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
DETEKSI PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG DENGAN TEKNIK DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR) MENGGUNAKAN SOFTWARE ROI_PAC BERBASIS OPEN SOURCE Saputro, Eko Andik; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.708 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang terletak di koordinat -6°58’ LS dan +110°25’ BT. Semarang terbentuk dari endapan alluvial yang terdiri dari material berukuran lempung dan pasir. Lapisan pembentuk tersebut berumur muda (sekitar 10.000 tahun) yang memiliki derajat kompaksi rendah sehingga masih memungkinkan tahapan pemadatan dan berpengaruh dengan penurunan muka tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penurunan muka tanah di Kota Semarang dengan teknik DInSAR. DInSAR adalah teknologi pencitraan radar kesamping dengan memanfaatkan informasi fase, amplitudo dan panjang gelombang dalam pengolahannya untuk mendapatkan topografi dan deformasi. Metode yang digunakan adalah two-pass interferometric dengan menggunakan 3-arsec (90 m) Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) sebagai Digital Elevation Model (DEM) referensi untuk menghapus unsur fase topografi. Data yang digunakan adalah tiga citra satelit ALOS PALSAR (Level 1.0) dengan akuisisi data Juni 2007 sampai September 2009. Teknik DInSAR ini diproses dengan menggunakan software ROI_PAC berbasis open source. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju penurunan muka tanah dengan teknik DInSAR rata-rata sebesar 0.78 cm/tahun hingga 14.13 cm/tahun. Hasil pengolahan DInSAR dibandingkan dengan hasil penurunan muka tanah menggunakan teknik levelling yang menghasilkan nilai standar deviasi sebesar 1.217 cm. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik DInSAR dapat digunakan dalam mendeteksi penurunan muka tanah di kota Semarang.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL ORTHOREKTIFIKASI METODE RANGE DOPPLER TERRAIN CORRECTION DAN METODE SAR SIMULATION TERRAIN CORRECTION MENGGUNAKAN DATA SAR SENTINEL – 1 Bambang Septiana; Arwan Putra Wijaya; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.922 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu metode yang digunakan untuk pembuatan peta adalah dengan memanfaatkan satelit penginderaan jauh. Pembuatan peta dengan memanfaatkan satelit penginderaan jauh dinilai efektif dengan cakupan yang luas, biaya yang murah dan cepat. Banyak satelit yang telah menyediakan data penginderaan jauh baik sensor aktif maupun sensor pasif,citra dengan resolusi tinggi, resolusi sedang dan resolusi rendah. Sensor aktif memiliki kelebihan yaitu akuisisi data yang bisa dilakukan siang dan malam hari, menggunakan gelombang elektromagnetik radar sehingga tidak terganggu dengan tutupan awan dan tidak terpengaruh oleh kendala cuaca. Salah satu metode yang digunakan untuk sesnsor aktif adalah Synthetic Apperture Radar.Penelitian ini menggunakan data Sentinel-1. Sentinel-1 akan diolah hingga ke tahapan orthorektffikasi pada tahapan ini image Sentinel-1 yang belum berkoordinat lapangan akan memiliki koordinat lapangan. Metode orthorektifikasi yang digunakan adalah metode Range Doppler Terrain Correction dan metode SAR Simulation Terrain Correction. Hasil dari kedua metode orthorektifikasi tersebut kemudian akan dibandingkan dengan titik ICP dan peta RBI skala 1:25.000.Setelah dikaji dengan data pembanding hasil ukuran ICP di lapangan, peta RBI skala 1:25.000 metode Range Doppler Terrain Correction dan metode SAR Simulation Terrain Correction memiliki perbedaan ketelitian geometrik. Masing-masing metode memiliki variasi kesalahan yang beragam, untuk metode Range Doppler Terrain Correction dengan pembanding titik GCP memiliki nilai rmse sebesar 23,299 meter, dengan pembanding peta RBI skala 1:25.000 memiliki nilai rmse 21,286 meter. Metode SAR Simulation Terrain Correction dengan pembanding titik ICP memiliki nilai rmse 30,202 meter, dengan pembanding peta RBI skala 1:25.000 memiliki nilai rmse 30,981 meter. Kata Kunci : Orthorektifikasi, Range Doppler Terrain Correction, SAR Simulation Terrain Correction, Sentinel-1 ABSTRACT One of the methods used to produce a map is to utilize remote sensing satellite. Map production using remote sensing satellite is considered effective for compressive coverage, low cost, and fast. Many satellites have provided remote sensing data, either active or passive sensor with high, medium or low resolution of an image. Active sensor has the advantage for data acquisition that can be done in day or night by using electromagnetic waves radar. So that, the acquisition is not interfered by cloud cover and is not affected by weather constraints. One of the methods used for the active sensor is Synthetic Apperture Radar.This research uses Sentinel-1 data. Sentinel-1 will be processed to ortorectify stage. In this stage, Sentinel-1 that is not field coordinated yet will have field coordinate. Orthorectification method used are Range Doppler Terrain Correction and SAR Simulation Terrain Correction methods. The result of both orthorectification methods will be compared to ICP point and RBI map of scale 1:25.000.Having assessed with comparing data of the result of ICP size in field, RBI map of scale 1:25.000. Range Doppler Terrain Correction and SAR Simulation Terrain Correction have different geometric accuracy. Each of these methods have a variety of errors, for Range Doppler Terrain Correction method with ICP comparing point has 23,299 meters of rmse value. Meanwhile, in RBI map of scale 1:25.000 has 21,286 meters of rmse value. SAR Simulation Terrain Correction method with comparison of ICP point has 30, 202 meters of rmse value. Meanwhile, in comparison of RBI map of scale 1;25.000 has 30.981 meters of rmse value.  Keywords : Orthorektifikasi, Range Doppler Terrain Correction, SAR Simulation Terrain Correction, Sentinel-1
PENENTUAN POSISI STASIUN GNSS CORS UNDIP PADA TAHUN 2013 DAN 2014 MENGGUNAKAN SOFTWARE GAMIT Laksana, Indra; Yuwono, Bambang Darmo; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.087 KB)

Abstract

ABSTRAKStasiun GNSS CORS (Global Navigation Satelite System) stasiun aktif yang mengukur letak posisi suatu titik terus menerus selama 24 jam. Stasiun ini merupakan teknologi yang dikembangkan dan digunakan oleh departemen pertahanan dan transportasi USA. Stasiun GNSS CORS UNDIP yang mulai beroperasi pada bulan Desember tahun 2012, pada kampus Universitas Diponegoro Fakultas Teknik Program Studi Geodesi. Pemasangan ini didasarkan pada kebutuhan tentang navigasi berbasis satelit.Penelitian ini berfokus pada penentuan kecepatan posisi stasiun GNSS CORS UNDIP pada tahun 2013 dan 2014. Stasiun tersebut perlu dilakukan penentuan posisi CORS untuk memperkirakan pergerakan titik tersebut setiap tahun dan pendefinisian koordinat secara kontinyu dan berkala. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan GPS pada tahun 2013 dan 2014.  Penelitian ini terdiri dari project udp1, udp2, udp3, udp4 yang menggunakan 14 stasiun IGS yaitu cnmr, coco, cusv, darw, dgar, guam, iisc, karr, kunm, ntus, pbr2, pimo, sey1, dan udip. Pengolahan menggunakan perangkat ilmiah GAMIT.Penelitian ini menghasilkan nilai posisi tahun 2013 dan 2014 pada  strategi pengamatan udp1 memiliki nilai -0,01217 m/tahun ± 2,24 mm untuk komponen X, 0,02201 m/tahun ± 7,05 mm untuk komponen Y, -0,01550 m/tahun ± 1,59 mm untuk komponen Z. pada strategi pengamatan udp 2 nilai yang didapat adalah -0,01133 m/tahun ± 2,00 mm untuk komponen X, 0,02469 m/tahun ± 5,86 mm untuk komponen Y, -0.00005 m/tahun ± 1,37 mm untuk komponen Z. Pada strategi pengamatan udp3 didapat -0,01188 m/tahun ± 2,27 mm untuk komponen X, -0,02419 m/tahun ± 7,04 mm untuk komponen Y, -0,01773 m/tahun ± 1,59 mm untuk komponen Z. Pada strategi pengamatan udp4 didapat -0.01180 m/tahun ± 2,56 mm untuk komponen X, 0.02487 m/tahun ± 5,91 mm untuk komponen Y, -0.00004 m/tahun ± 1.39 mm untuk komponen Z.Kata Kunci : Stasiun CORS, posisi definitif, GAMIT ABSTRACTStation CORS GNSS (Global Navigation Satellite System) is a station that can measure the current position of a station point continuously for 24 hours. This station is a technology that developed and used by the department of defense and transportation, USA. GNSS CORS station of UNDIP began operating in December 2012, on the Geodesy major, Faculty of Engineering, Diponegoro University. This installation is based on the requirements of satellite-based navigation. This study focuses on determining the speed of GNSS CORS station UNDIP position in the year 2013 until 2014. The station CORS positioning needs to be done to estimate the movement of the point defining the coordinates of each year, continuously and periodically. The data used in this study include GPS observations in the year 2013 until 2014. This research project consists of udp1, udp2, udp3, and udp4 total using 14 observations stations, the stations is cnmr, coco, cusv, darw, dgar, guam, iisc, karr, kunm, ntus, pbr2, pimo, sey1, and udip. Processing is done by using a scientific software, GAMIT.This study resulted the value of the position in 2013 and 2014 on udp1 observation strategy that has value -0.01217 m/year ± 2.24 mm for the X component, 0.02201 m/year ± 7.05 mm for the Y component, -0.01550 m/year ± 1.59 mm for the Z component. The value that resulted by the observation strategy udp 2 is -0.01133 m/year ± 2.00 mm for the X component, 0.02469 m/year ± 5.86 mm for component Y, -0.00005 m/year ± 1.37 mm for the Z component. The value that resulted by the observation strategy udp3 is -0.01188 m/year ± 2.27 mm for the X component, 0.02419 m/year ± 7.04 mm for the Y component, -0.01773 m/year ± 1.59 mm for the component Z. The value that resulted by the observation strategy udp4 is -0.01180 m/year ± 2.09 mm for the X component, 0.02487 m/year ± 5.91 mm for the Y component, -0.00004 m/year ± 1.39 mm for the component Z.  Keywords: CORS station, Definitive position, GAMIT
PEMBUATAN APLIKASI WEBGIS UNTUK INFORMASI PERSEBARAN SARANA DAN FASILITAS KESEHATAN DIKABUPATEN KUDUS Soraya Rizky Puspitasari; Moehammad Awaluddin; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.069 KB)

Abstract

Sarana dan fasilitas kesehatan mempunyai peranan penting dalam penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan perorangan, baik preventif, promotif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Terlebih adanya peraturan pemerintah yang mengatur tentang sarana dan fasilitas kesehatan guna menjamin kesehatan dari pasien. Di Kabupaten Kudus mempunyai sarana dan fasilitas kesehatan yang tersebar di beberapa lokasi.Penelitian ini berupa aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) tentang persebaran sarana dan fasilitas kesehatan bebasis web dengan wilayah penelitian di Kabupaten Kudus. Webgis digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih informatif serta mempresentasikan kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dibuat menggunkan struktur website HTML, bahasa pemrograman (javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuat database, serta menggunakan peta dasar Google Map.Hasil penelitian ini berupa aplikasi SIG persebaran sarana dan fasilitas kesehatan berbasis web di Kabupaten Kudus sebanyak 50 lokasi persebaran yang terdiri dari 13 lokasi rumah sakit, puskesmas 14 lokasi, klinik 9 lokasi, apotek 12 lokasi, BPJS dan PMI menggunakan google map API yang merupakan aplikasi opensource terintegrasi dalam website. Selain itu tentunya menyajikan informasi mengenai letak lokasi sarana dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus yang tepat.
APLIKASI WEBGIS UNTUK INFORMASI PERSEBARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN KUDUS MENGGUNAKAN HERE MAP API Habib Azka Ramadhani; Moehammad Awaluddin; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejak dulu Kabupaten Kudus dikenal sebagai kota “santri”. Orang dari berbagai kota sekitar banyak yang menuntut ilmu di kota ini. Tidak hanya belajar di pondok saja, namun sekolah Madrasah Aliyah di Kudus juga sudah terkenal dalam pengajaran ilmu agama. Selain itu, Kudus juga mempunyai sekolah umum setingkat yang diminati masyarakat di sekitar kota ini. Oleh karena itu, diperlukan adanya sistem informasi persebaran sekolah tingkat menengah atas khususnya untuk SMA dan MA.Sistem informasi ini dibangun berupa aplikasi webGIS Sekolah Menengah Atas. WebGIS digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih menarik serta merepresentasikan kondisi sebenarnya. Lokasi sekolah ditampilkan dalam bentuk poligon area sekolah. Sebuah peta interaktif menampilkan lokasi sekolah yang dapat diubah oleh seorang admin dengan password tertentu, sehingga dapat disebut sebagai webGIS yang dinamis. Aplikasi ini dibuat menggunakan struktur website HTML, bahasa pemrograman (Javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuatan database, serta menggunakan peta dasar HERE Map.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi webGIS (smamakudus.com) yang berisi peta persebaran dan data informasi sekolah SMA dan MA di Kabupaten Kudus. Harapan dari aplikasi ini adalah dapat digunakan masyarakat untuk mengakses informasi data sekolah menengah atas menjadi lebih mudah, cepat, dan mudah digunakan. Kata Kunci : Kabupaten Kudus, SMA, Madrasah Aliyah, Aplikasi WebGIS, HERE Map  ABSTRACT Since a long time ago, Kudus is well-known as “santri” town. Many people from several nearby cities are studying in this city. Not only in Islamic boarding schools, but also in Kudus Madrasah Aliyah schools already well-known in the teaching of religious knowledge. Beside that, Kudus also has the same level of public school which favored by people around the city. With these conditions, it would require information system of distribution senior high school in Kudus especially for SMA and MA.Information system can be development by Senior High School WebGIS Application. The WebGIS is used to represent based on the actual conditions of school in an eye-catching view and presenting geographical information system. School location described as polygon. An interactive map displayed school location which can be changed by an administrator with a special password that can make this webGIS is dynamic. This application developed with HTML website structure, programming language (JavaScript and PHP), MySQL as the database and base map from HERE Map.Results from this study is a webGIS application (smamakudus.com) that contains map distribution and data information of SMA and MA in Kudus. The expectation of this application can be used for public to access senior high school data information to be more easier, quickly and user friendly. Keywords : Kudus Regency, Senior High School, Madrasah Aliyah, WebGIS Application, HERE Map.  *) Penulis, Penanggungjawab
Studi Land Subsidence dengan Kondisi Sumur Milik Masyarakat di Wilayah Utara Semarang dan Demak Diqja Yudho Nugroho; Bambang Darmo Yuwono; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.788 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki karakteristik geografis yang unik dimana  wilayah Semarang   terbagi  menjadi dua  yaitu dataran  rendah di  bagian utara  dan dataran tinggi di bagian selatan. Wilayah Semarang bagian utara merupakan dataran rendah yang  berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Land Subsidence atau disebut juga penurunan permukaan tanah pada dasarnya merupakan perubahan (deformasi) permukaan tanah secara vertikal ke bawah dari suatu bidang referensi tinggi. Maka dari itu penulis mencoba untuk mencari dan menyajikan informasi mengenai korelasi antara kondisi air sumur galian terhadap penurunan muka tanah yang terjadi di wilayah Utara Semarang dan Demak. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data toponimi sumur, data peta penurunan muka tanah, data peta tata guna lahan, serta data peta struktur geologi Kota Semarang, pelaksaan dimulai dengan survey lapangan yang selanjutnya di plot-kan titik-titik observasi yang sudah didapat dari survey lapangan serta di digitasi, sehingga menghasilkan Peta Zona Penelitian yang selanjutnya ditambahkan ditambahkan data shapefile yang di satukan dalam satu geodatabase yang selanjutnya di topologi untuk kemudian di overlay menggunakan menu Intersect, sehingga dapat di analisis. Hasil dari penelitian ini adalah peta overlay antara peta penurunan muka tanah dengan peta zona penelitian, peta struktur geologi dengan peta zona penelitian, peta tata guna lahan dengan peta zona penelitian, setelah dilakukan analisis maka dapat disimpulkan bahwa:  Kondisi sumur yang ada pada daerah yang mengalami penurunan muka tanah, kandungan air sumur galian mengalami kepayauan. Sedangkan korelasi antara laju penurunan muka tanah dengan kondisi sumur galian di daerah yang mengalami laju penurunan muka tanah secara signifikan belum bisa di simpulkan secara pasti, hal ini disebabkan karena kurang nya distrbusi data penulis serta time seris dari penelitian ini. Kata Kunci : ArcGIS, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Sumur, Sistem Informasi Geografis, Penurunan Muka Tanah ABSTRACTSemarang City as the Capital of Central Java Province has unique geographical characteristics where the Semarang region is divided into two namely lowlands in the north and highlands in the south. The northern part of Semarang is a low-lying area on the north coast of Java Island. Land Subsidence or also called land subsidence is basically a change (deformation) of the land surface vertically downward from a high reference field. Therefore the author tries to find and present information about the correlation between the condition of dug well water on land subsidence that occurred in the northern part of Semarang and Demak. The data needed in this study are well toponimi data, land subsidence map data, land use map data, as well as Semarang City geological structure map data, the implementation begins with a field survey which is then plotted observation points that have been obtained from field survey and digitization, so that the resulting Research Zone Map is then added shapefile data added together in a geodatabase which is then topologized and then overlaid using the Intersect menu, so it can be analyzed. The results of this study are overlay maps between land subsidence maps with research zone maps, geological structure maps with research zone maps, land use maps with research zone maps, after analysis it can be concluded that: Condition of wells in the affected area land subsidence, the water content of dug wells has been subjected to headache. While the correlation between the rate of land subsidence and the condition of dug wells in areas experiencing significant land subsidence rates cannot yet be concluded with certainty, this is due to the lack of distribution of author data and time series of this study. Keywords: ArcGIS, Geografis Information System, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Land Subsidence, Well
ANALISIS FAKTOR AKSESIBILITAS JALAN TERHADAP NILAI TANAH DI SEKITAR KAMPUS TEMBALANG UNIVERSITAS DIPONEGORO Siti Khoeriyah; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.917 KB)

Abstract

ABSTRAKAda berbagai macam faktor yang mempengaruhi harga tanah, , namun secara umum dalam penilaian tanah dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu faktor terukur (tangible) dan faktor tidak terukur (intangible). Melalui faktor terukur inilah nilai harga tanah dapat dipertimbangkan beberapa hal yang terkait kondisi, posisi dan aspek-aspek lainnya yang dapat dikaji secara logis dan empiris. Berbeda halnya dengan faktor tak terukur yang sangat sulit sekali untuk dapat dinilai karena mengarah kepada hal yang abstrak seperti, kenyamanan, kenyamanan serta faktor-faktor lainnya yang bersifat psikologis.Salah satu hal yang mempengaruhui dalam pembelian tanah adalah kedekatan terhadap tempat tujuan melakukan aktivitas harian. Adapun jarak adalah salah satu faktor yang mempengaruhinya, sebagaimana dalam teori yang dinyatakan oleh Von Thunen. Pada penelitian ini akan mengkaji faktor aksesibilitas yang terdiri dari variabel-variabel jarak bidang tanah terhadap kampus, jalan kolektor sekunder dan arteri sekunder, akses angkutan umum, dan ukuran lebar jalan.Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa data pemodelan tahun 2010 berdasarkan harga pasar dan pemodelan tahun 2013 berdasarkan harga NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) hanya tiga variabel yang mempengaruhi harga tanah berdasarkan analisis statistik , berbeda dengan data pemodelan tahun 2013 berdasarkan harga pasar keempat variabel mempengaruhi harga tanah. Walaupun demikian data pemodelan tahun 2013 berdasarkan harga NJOP  yang memiliki harga perkiraan persamaan model yang terbaik untuk memprediksi harga sesungguhnya dibanding hasil persamaan pemodelan lainnya. Nilai COV (Coefficient Of Variation) sebesar 2% (kurang dari 5%) dapat diterima karena memiliki kriteria sangat baik dan harga perkiraan dari uji PRD (Price Related Differential) sebesar 1,12 berada diluar nilai 0,98 sampai 1,03.Kata Kunci : Penilaian tanah, Faktor Aksesibilitas, NJOP. ABSTRACTThere are many factor that affect the soil prices, but generally, the soil estimation are grouped into two factor, measurable factor (tangible) and immeasurable factor (intangible). Through the measurable factor, the soil value price can be considered some things related to the condition, position, and other aspects that can be studied logically and empirically. Unlike the measurable factor, the immeasurable factor is very difficult to measure because it leads to the abstract things such as, comfortable, also other factor which is psychologically.One of the things that influence the land purchase is the adjacency to the destination places to perform daily activities. The distance is one of the factors that influence the land purchase, as expressed in Von Thunen theory. This study will review the accessibility factors that consist of the distance variables toward the campus, secondary collector road and secondary artery, the access of public transportation, and the width measure of the road.Based on the calculation result, it showed that the 2010’s data modeling based on the market price and the 2013’s modeling based on the NJOP price (The sale value of tax object) based on the statistic analysis, only three variables that influenced the land price, it’s different from the 2013’s data modeling, based on the market price, all four variables influenced the land price. Nevertheless, the 2013’s data modeling based on the NJOP price that which has the estimation price the best model equation to predict the real price than the other equation modeling result. A COV value (Coefficient Of Variation) OF 1,7% (less than 5%) is acceptable because it has a very good criteria and an estimation price from PRD testing (Price Related Differential) of 1,11 are beyond the 0,98 to 1,03 value.Keywords : Land assessment, Accessibility Factors, NJOP
ANALISIS PENGUKURAN METODE RAPID STATIC DENGAN SINGLE BASE DAN MULTI BASE (STUDI KASUS: TITIK GEOID GEOMETRI DI KOTA SEMARANG) ORY ANDRIAN APSANDI; Bambang Darmo Yuwono; L M Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.254 KB)

Abstract

Pengukuran GNSS pada saat ini sudah mengalami perkembangan yang pesat. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan penentuan posisi secara teliti dan cepat. Pengamatan GNSS dapat digunakan untuk melakukan pengukuran bidang tanah, gcp, dan pengukuran titik orde 1 sampai 3. Untuk memenuhi kebutuhan pengukuran posisi yang semakin berkembang, diperlukan efektifitas dalam penentuan posisi, yaitu dengan mempersingkat waktu pengamatan. Metode rapid static dapat dilakukakan untuk menghemat waktu dan biaya dengan ketelitian yang dihasilkan mencapai milimeter. Untuk mencapai ketelitian milimeter diperlukan titik kontrol unutuk melakukan proses post-processing.  Penelitian ini adalah pengukuran GNSS metode rapid static dengan single base dan multi base. Pengukuran dilakukan pada 20 titik geoid dan geometri di Kota Semarang. Titik kontrol yang digunakan dalam pengukuran ini adalah GRAV11, CORS BIG Kota Semarang, dan CORS Universitas Diponegoro. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran rapid static 20 menit dan satu jam, serta perbandingan hasil pengolahan pada sampling rate satu detik, lima detik, 15 detik, dan 30 detik. Pengolahan dilakukan secara post –processing dengan single base dan multi base. Pengukuran rapid static dengan menggunakan receiver yang menerima sinyal dari satelit GPS dan GLONASS dengan lama pengamatan 1 jam pada panjang baseline 0-13,5 km dan nilai PDOP <10 menghasilkan nilai simpangan baku horizontal sebesar 0,002-0,020 meter, dan nilai simpangan baku vertikal sebesar 0,004-0,026 meter. Pengukuran rapid static dengan menggunakan receiver yang menerima sinyal dari satelit GPS dan GLONASS dengan lama pengamatan 1 jam pada multi base (GRAV11, CSEM, dan UDIP) menghasilkan nilai simpangan baku horizontal sebesar 0,002-0,010 meter dan nilai simpangan baku vertikal sebesar 0,003-0,017 meter. Nilai simpangan baku horizontal pada pengukuran rapid static 20 menit pada multi base sebesar 0,002-0,092 meter dan nilai simpangan baku vertikal sebesar 0,002-0,96 meter. Pengukuran rapid static multibase menghasilkan nilai presisi yang lebih bak dibandingkan dengan single base.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PERSEBARAN HOTEL DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Anisa Isna Yesiana; Andri Suprayogi; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.928 KB)

Abstract

ABSTRAK                Hotel merupakan salah satu jenis akomodasi yang mempunyai fungsi bukan hanya untuk menginap, beristirahat, makan dan minum tetapi juga sebagai tempat melangsungkan berbagai macam kegiatan sesuai dengan tujuan pasar hotel tersebut. Kota Semarang sebagai salah satu kota besar memiliki perkembangan hotel yang cukup pesat, sehingga perlu diimbangi dengan pengadaan informasi berupa aplikasi berbasis webGIS.                WebGIS didefinisikan sebagai suatu jaringan berbasis layanan informasi geografis yang dapat diakses secara online melalui internet/web. Pembuatan aplikasi ini memanfaatkan software XAMPP sebagai server localhost,  Google Maps untuk peta online yang akan disajikan ditampilan website serta Dreamweaver dan Notepad++ untuk pembuatan desain website dan melakukan coding. Setelah itu, penggunggahan dapat dilakukan menggunakan Filezilla agar website bisa diakses melalui internet.                Hasil dari penelitian ini berupa sebuah aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) persebaran hotel yang ada di Kota Semarang berbasis web yang dapat diakses oleh masyarakat secara online. Aplikasi ini dapat memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan pencarian sehingga kebutuhan informasi untuk setiap pengguna dapat terpenuhi. Kata Kunci : Hotel, Semarang, WebGIS                                                                                             ABSTRACTHotel is one type of accommodation that has a function not only to stay, relax, eat and drink but also as a place to carry out various activities in accordance with the purpose of the hotel market. Semarang City as one of the major cities have a fairly rapid development of the hotel, so it needs to be balanced with the provision of information in the form of web-based GIS applications.WebGIS is defined as a network-based geographic information services that can be accessed online via internet / web. Making these applications using software  XAMMP  as a server localhost, Google Maps for maps online that will be presented in website interface, as well as Dreamweaver and Notepad ++ for the manufacture of website design and coding. After that,  uploading can be performed using FileZilla so the website can be accessed via internet.The results of this study in the form of an application of Geographic Information Systems (GIS) distribution of hotel in Semarang City-based web that is accessible to the public online. This application can be provide convenience the society to searching so that the information needs for each user's can be fulfilled. Keyword : Hotel, Semarang, WebGIS *) Penulis Penanggung Jawab
ANALISIS KERENTANAN SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASALAH SOSIAL DENGAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) (STUDI KASUS:KOTA SEMARANG) Ilmawan Muhammad Hida; Abdi Sukmono; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.005 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah dengan jumlah penduduk yang tinggi. Berdasarkan data BPS Jawa Tengah sebanyak 1.757.686 jiwa berada di Kota Semarang. Hal ini mempengaruhi banyaknya permasalahan sosial yang terjadi seperti kemiskinan dan kriminalitas dimana pada tahun 2018, sebanyak 73.600 jiwa masyarakat Kota Semarang masuk sebagai keluarga pra sejahtera. Kasus kriminalitas juga tinggi dengan jumlah 1.309 kasus, dengan hanya 40-50 persen diantaranya yang dapat terselesaikan. Kajian mengenai penentuan nilai kerentanan sosial diperlukan untuk mengetahui tingkat kerentanan suatu daerah dan pengaruhnya terhadap permasalahan sosial. Metode yang dapat digunakan yaitu Social Vulnerability Index (SVI) dan Geographically Weighted Regression (GWR). Social Vulnerability Index (SVI) dapat digunakan untuk memetakan kerentanan sosial, menggunakan faktor-faktor internal masyarakat. Pengaruh kerentanan sosial dengan permasalahan sosial dapat dimodelkan menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR). Metode GWR menggunakan pembobotan spasial untuk menghilangkan efek heterogenitas spasial dalam analisis data geostatistik. Penelitian ini memodelkan hubungan antara kriminalitas dan kemiskinan sebagai variabel terikat dengan faktor kerentanan sebagai variabel bebas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kota Semarang dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas kerentanan yaitu tidak rentan, normal, rentan, dan sangat rentan dimana pada tahun 2015 Kecamatan Genuk, Gunungpati, Ngaliyan, Pedurungan, Tugu masuk kelas tidak rentan dan Semarang Timur masuk kelas sangat rentan. Banyumanik, Genuk, Ngaliyan, Pedurungan, Tembalang, dan Tugu pada tahun 2018 masuk kelas tidak rentan dan Candisari, Semarang Timur masuk kelas sangat rentan. Selain itu pola kerentanan berpola mengelompok dari kecamatan dengan kerentanan tinggi di pusat kota pada tahun 2015 (Moran’s I = 0,534) dan semakin menyebar ke arah timur kota pada tahun 2018 (Moran’s I = 0,323). Model GWR dalam pemodelan terhadap permasalahan sosial dapat digunakan, dimana model ini memiliki nilai determinasi lebih tinggi (R2 = 0,326) dan RSS lebih rendah (15,733) dari model global, dengan variabel yang signifikan hanya pada faktor kepadatan penduduk dengan nilai thitung = 2,065 ≥ t0,025;25,452 = 2,059. Pemodelan ini diharapkan dapat membantu dalam menekan tingkat kerentanan sosial dalam masyarakat. Kata Kunci : GWR, Kemiskinan, Kerentanan Sosial, Kriminalitas, SVI. ABSTRACT Semarang City is a capital of Central Java with a high population. Based on data from BPS Central Java about 1,757,686 people are in Semarang. This affects the number of social problems that occur such as poverty and crime, where in 2018, 73,600 people was a poor family. Crime cases were also high with 1,309 cases, where only 40-50 percent of them could be resolved. Studies on determining the value of social vulnerability are needed to determine the level of vulnerability of an area and its influence on social problems. The methods that can be used are Social Vulnerability Index (SVI) and Geographically Weighted Regression (GWR). Social Vulnerability Index (SVI) can be used to map social vulnerability, using internal faktors of the community. The effect of social vulnerability to social problems can be modeled using Geographically Weighted Regression (GWR). The GWR method uses spatial weighting to eliminate the effects of spatial heterogeneity in the analysis of geostatistical data. This study models the relationship between crime and poverty as a dependent variable with vulnerability as an independent variable. The results of this study prove that social vulnerability in Semarang City can be classified as a not vulnerable, normal, vulnerable, and very vulnerable class where in 2015 Genuk, Gunungpati, Ngaliyan, Pedurungan, Tugu belonged to not vulnerable class and East Semarang very vulnerable class. Banyumanik, Genuk, Ngaliyan, Pedurungan, Tembalang, and Tugu in 2018 belonged to vulnerable class and Candisari, East Semarang belonged to very vulnerable class. In addition, the pattern of vulnerability is clustered from districts with high vulnerability in the center of the city in 2015 (Moran’s I = 0.534) and increasingly spread towards the east of the city in 2018 (Moran’s I = 0.323). GWR model in modeling of social problems can be used, where this model has a higher determination value (R2 = 0.326) and RSS (15.733) lower than the global model, with significant variables only on the population density faktor with tcount = 2.065 ≥ t0, 025; 25,452 = 2,059. This modeling is expected to help in reducing the level of social vulnerability in society. Keywords: GWR, Crime, Poverty, Social Vulnerability, SVI.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue