cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
Pemanfaatan Pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Untuk Pembuatan Peta Citra Desa Metode Fotogrametri Dengan Studi Kasus : Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo Haque, Muhammad Izzul
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42880

Abstract

Pemanfaatan pesawat UAV untuk pembuatan peta citra desa dengan metode fotogrametri di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil peta citra desa, mengkaji akurasi dan resolusi citra yang dihasilkan, serta memaparkan manfaatnya dalam pemetaan desa yang lebih efisien, akurat, dan relevan. Metode penelitian meliputi studi literatur, perencanaan, akuisisi data, dan pengolahan data GNSS. Hasil akurasi horizontal citra foto udara di Desa Kalipecabean adalah 0,2483 m dengan resolusi 2,81 cm/pix. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan pesatnya perkembangan dan kebutuhan akan foto udara mulai tahun 2021 dengan citra foto udara sebagai percepatan pekerjaan dan pembuatan peta kerja instansi pemerintahan serta perusahaan swasta. Pengaturan terbang UAV menggunakan ketinggian terbang 120 meter di atas permukaan, dengan Ground Sampling Distance (GSD) untuk foto udara Desa Kalipecabean sebesar 2,81 cm/pix. Proses koreksi horizontal pada citra foto menghasilkan pergeseran horizontal dari posisi yang sebenarnya. Pengolahan foto udara meliputi georeferensi, interpretasi, pembuatan peta, validasi, dan verifikasi. Untuk akurasi horizontal(CE90) yang dihasilan citra foto udara didapati 0,2483 m, dengan 14 titik uji yang tersebar pada area Desa Kalipecabean hal ini terpengaruh juga dengan persebaran titik GCP yang tersebar pada seluruh area sehingga berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan metode tabel uji akurasi didapatkan bahwa citra foto memiliki akurasi tinggi yaitu 0,2483m (CE90). Data ini cukup untuk melakukan pembuatan peta citra desa. Menurut ( SNI 8202 Tahun 2019 Tentang Ketelitian Peta Dasar) Jika Akurasi Horizontal (CE90) didapati dengan skor 0,2483m maka Citra foto Kalipecabean dapat dikategorikan kedalam Kelas 1 dengan Skala Peta 1:1000 atau dapat dilayout dengan kertas A3 Skala Peta 1:10000.
Analisis Laju Erosi Daerah Aliran Sungai Cacaban Menggunakan Sistem Informasi Geografis Pada Periode 2013-2022 Rampu, Jelly Resky Kelana; Sukmono, Abdi; Bashit, Nurhadi
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38054

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) cacaban terletak di wilayah Kabupaten Tegal dan salah satu DAS yang termasuk dalam DAS prioritas karena sering terjadi bencana banjir. Bencana banjir terjadi karena sedimentasi akibat erosi tanah. Kajian pemetaan daerah rawan erosi di dalam DAS merupakan salah satu langkah dasar yang diperlukan untuk pengelolaan DAS yang baik. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui laju erosi pada periode tahun 2013 hingga tahun 2022 di area DAS Cacaban dan klasifikasi tingkat bahaya erosinya. Metode yang digunakan adalah Universal Soil Loss Equation (USLE) pada Sistem informasi Georafis (SIG) menggunakan data curah hujan, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), data jenis tanah, citra landsat 8, dan data administrasi. Hasil perhitungan diperoleh laju erosi pada tahun 2013 sebesar 213,676 Ton/ha, tahun 2016 sebesar 249,741 Ton/ha, tahun 2019 sebesar 173,651 Ton/ha serta tahun 2022 sebesar 348,899 Ton/ha. Laju erosi meningkat setiap tahun tetapi pada tahun 2019 menurun akibat curah hujan yang berkurang oleh fenomena El-Nino. Berdasarkan hasil tersebut Tingkat Bahaya Erosi DAS Cacaban temasuk pada kelas Berat. Faktor tutupan lahan yang paling mempengaruhi erosi adalah tutupan lahan pertanian kering yang luasnya bertambah tiap tahun dengan erosi rata-rata 3.298.360 ton.
Analisis Penilaian Kerusakan Pada Wilayah Permukiman Akibat Ancaman Banjir Di Kabupaten Cirebon Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) (Studi Kasus : Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon) Sartika, Sartika; Nugraha, Arief Laila; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia sering terjadi fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscillation) dan La Nina yang dapat  menjadi penyebab terjadinya bencana alam seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Bencana alam seperti banjir sering terjadi dan menjadi pemicu kerusakan dan kerugian. Kerusakan tersebut dapat di hitung melalui nilai kerusakan. Salah satu studi kasus banjir pada penelitin ini berada pada Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon yang secara geografis berada pada 108o 40’ 58” Bujur Timur dan 6o 54’43” Lintang Selatan memiliki 12 desa dengan luas wilayah 22,7 km2. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung penilaian kerusakan ekonomi kerugian dari luasan wilayah yang terancam banjir menggunakan nilai kerusakan permukiman dengan persamaan berlandaskan Lampiran Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 51 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengkajian Kebutuhan Pasca-Bencana (Jitu-Pasna)  menggunakan metode skoring dan pembobotan pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian menghasilkan peta ancaman banjir dengan tingkat kelas ancaman banjir rendah, sedang dan tinggi. Klasifikasi kelas ancaman banjir rendah seluas 3,85 ha, kelas ancaman banjir sedang 1.784,77 ha dan kelas ancaman banjir tinggi 1.279,40 ha. Hasil nilai kerusakan permukiman tingkat tinggi yang terancam banjir dapat diestimasikan biaya kerusakannya sejumlah Rp.4.252.618.155.562,00, nilai kerusakan permukiman tingkat sedang  yang terancam banjir dapat diestimasikan biaya kerusakannya berjumlah Rp.33.152.181.349,00 dan tidak memiliki nilai kerusakan permukiman tingkat rendah di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Kelurahan yang mengalami nilai kerusakan permukiman tingkat tinggi yang terancam banjir terbanyak berada di Desa Cikulak dengan estimasi biaya kerusakan sebesar Rp.499.656.742.620,00, kelurahan yang memiliki nilai kerusakan permukiman tingkat sedang yang terancam banjir terbanyak terletak di Desa Waled Kota dengan estimasi biaya kerusakan sebesar Rp.13.196.883.398,00 dan tidak memiliki nilai kerusakan permukiman di tingkat rendah. Perhitungan estimasi nilai kerusakan tersebut semoga bermanfaat untuk instansi maupun lembaga yang memiliki kepentingan dalam mitigasi bencana.Kata Kunci: Nilai Kerusakan, Banjir, Permukiman, Sistem Informasi Geografis (SIG), Skoring dan Pembobotan, Estimasi Biaya Kerusakan dan Kerugian
Identifikasi Perubahan Suhu Permukaan Tanah Menggunakan Citra Satelit Multitemporal di Kabupaten Gresik Mahardianti, Melisa Amalia; Prabawa, Septa Erik; Effendi, Anita Fatmawaty
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41901

Abstract

Kabupaten Gresik mengalami peningkatan kepadatan penduduk dan pembangunan infrastruktur di tahun 2021. Peningkatan kepadatan penduduk dan infrastruktur memicu perubahan tutupan lahan dan perubahan alih fungsi lahan. Perubahan tersebut akan memberikan dampak lingkungan, seperti perubahan distribusi suhu permukaan tanah. Identifikasi perubahan Suhu Permukaan Tanah (SPT) perlu diketahui karena SPT merupakan salah satu faktor pengaruh perubahan iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan distribusi SPT. Penentuan nilai SPT dilakukan dengan memanfaatkan nilai emisivitas dari tanah dan gelombang thermal (band thermal) pada Citra Landsat 8 multi-temporal dari tahun 2018 hingga 2022. Proses identifikasi SPT dilakukan dengan menggunakan metode Penginderaan Jauh untuk pengolahan dan analisis data. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata SPT di Kabupaten Gresik tahun 2018 sebesar 26,20°C; tahun 2019 sebesar 26,24°C; tahun 2020 sebesar 24,55°C; tahun 2021 sebesar 26,52°C; tahun 2022 sebesar 22,92°C. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa di tahun 2020 dan 2022 mengalami penurunan suhu permukaan tanah yang cukup signifikan. Penurunan suhu ini disebabkan akibat  kondisi curah hujan yang relatif tinggi pada tahun 2020 dan 2022.
Pemetaan Zona Resapan Air Untuk Pengelolaan Genangan Daerah Aliran Sungai Banjir Kanal Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis Rofi'i, Nur Izha Jannah; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37111

Abstract

Bertambahnya kebutuhan konsumsi air saat ini memerlukan pemanfaatan sumber daya air yang direncanakan dan dikelola dengan tepat melalui sistem pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Kota Semarang memiliki delapan DAS salah satunya DAS Banjir Kanal Timur yang memiliki panjangnya ±17,8 km dan luas 54,70 km². DAS Banjir Kanal Timur memiliki permasalahan pada musim kemarau air menjadi kering namun ketika musim penghujan air meluap serta memiliki daerah yang rawan banjir dan genangan tinggi dimana hampir setiap hujan turun akan terjadi titik-titik genangan yang dapat mencapai tinggi hingga satu meter, sehingga perlu adanya langkah optimal dalam pengelolaan DAS dan daerah resapan air yang tepat. Pembuatan daerah resapan air pada DAS Banjir Kanal Timur menggunakan metode scoring sesuai jurnal Mardi Wibwo pada tahun 2006 yang telah membahas mengenai cara menentukan bobot dan skor tanpa mengimplementasikan pada suatu wilayah sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan jurnal tersebut dalam suatu daerah untuk mengetahui kesesuannya terhadap suatu kondisi wilayah dengan mengkategorikan kedalam lima kategori yaitu baik, normal alami, mulai kritis, agak kritis, kritis dan sangat kritis. Hasil dari penelitian ini memuat jika daerah DAS Banjir Kanal Timur memiliki daerah dengan kategori tertinggi normal alami dengan persentase 59,01% dengan luas 3.194,0419 Ha, kemudian setelah dilakukan validasi dengan genangan air didapatkan jika daerah genangan terjadi pada daerah dengan kategori normal alami dan baik menjadikan hasil pemetaan ini dirasa tidak sesuai dengan keadaan wilayah penelitian.
Pemetaan Kemacetan Lalu Lintas di Universitas Diponegoro (Studi Kasus: Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Maliha, Arnetta Tia Nur; Prasetyo, Yudo; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39381

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah yang sering dihadapi oleh kota-kota besar. Adanya perubahan kondisi jalan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan namun tidak diimbangi dengan kapasitas jalan dapat menimbulkan kemacetan. Kemacetan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu adanya peningkatan jumlah kendaraan, ketidakmampuan suatu jalan dalam menampung kendaraan dalam satu waktu sehingga berakibat pada tingginya volume kendaraan, tingginya tingkat kepadatan, rendahnya laju kecepatan, hiingga berpengaruh pada waktu tempuh kendaraan dari satu ruas jalan. Apabila kondisi tersebut tidak diatasi maka kemacetan akan terus terjadi sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Universitas Diponegoro sendiri kerap terjadi adanya kemacetan yang sebagian besar aktivitasnya dipengaruhi oleh mahasiswa sekitar. Dengan peraturan yang baru yaitu kuliah secara tatap muka, maka kondisi di wilayah Universitas Diponegoro menjadi sibuk setelah sebelumnya melakukan pembelajaran secara daring. Adanya perubahan aktivitas tersebut tentu memberi perubahan kondisi termasuk kondisi lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kemacetan jalan dengan berdasarkan tingkat pelayanan jalan atau Level of Service. Aspek yang dikaji dalam penelitian ini yaitu tingkat pelayanan jalan untuk suatu ruas jalan pada waktu tertentu, dalam hal ini mengambil 3 waktu dengan intensitas lalu lintas tertinggi yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dengan begitu dapat diperoleh tingkat pelayanan jalan yang dapat menjadi pemicu kemacetan pada 3 waktu tersebut, serta penentuan rute jalan alternatif guna menghindari kemacetan tersebut serta mengantisipasi terjadinya kemacetan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah kendaraan ketika perkuliahan telah dimulai hinga mencapai 3 kali lipat. Untuk tingkat pelayanan jalan mencapai pada level D dan E yang mana merupakan pelayanan jalan yang rendah sehingga timbul kemacetan di beberapa titik
Analisis Bahaya Bencana Tsunami di Kota Cilegon Menggunakan Sistem Informasi Geografis Bilqis, Ramadhani Sarah Alicya; Awaluddin, Moehammad; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42147

Abstract

Kota Cilegon yang berada di daerah pesisir barat pulau Jawa memiliki resiko tinggi terhadap bencana tsunami dan gempabumi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai bahaya bencana tsunami yang dapat terjadi di Kota Cilegon. Sistem Informasi Geografis digunakan sebagai metode dalam proses penelitian yang dilakukan. Bahaya bencana tsunami diketahui dengan melakukan analisis terhadap parameter bahaya tsunami dengan menambahkan perhitungan matematis berdasarkan inundasi. Berdasarkan proses yang telah dilakukan sebanyak 2605,639 Ha wilayah kota Cilegon berada dalam tingkat ancaman sangat rendah, 7273,651 Haberada dalam tingkat rendah,  2920,306 Ha dalam tingkat sedang, 2717,829 Ha dalam tingkat tinggi dan 679,390 Hatermasuk kedalam tingkat ancaman sangat tinggi terhadap bencana tsunami. Inundasi tsunami yang terjadi di kota Cilegon mencapai 742,497 Ha dan tersebar di pesisir pantai Kota Cilegon, Sebanyak 13 wilayah administrasi kelurahan dari 43 kecamatan di wilayah Kota Cilegon merupakan daerah terdampak inundasi tsunami.
Implementasi Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process Dalam Pembuatan Peta Ancaman Banjir (Studi Kasus: Kota Bekasi, Jawa Barat) Septian, Alvin; Sabri, Laode Muhammad; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39071

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia. Sekitar 13,56% dari keseluruhan bencana yang terjadi di Provinsi Jawa Barat adalah banjir. Perubahan klim, cuaca ekstrem, dan juga penyumbatan irigasi dan sungai menjadi salah satu faktor utama banjir. Kota bekasi adalah salah satu kota yang memiliki angka kejadian banjir yang tinggi. Untuk mengurangi risiko dan kerugian yang disebabkan oleh banjir, penting untuk memahami dan menganalisis ancaman banjir dengan akurat. Pemetaan ancaman bencana banjir adalah contoh dari banyak upaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan dampak bencana banjir. Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) digunakan untuk mengatasi ketidakpastian dan ambiguitas dalam memodelkan ancaman banjir. Langkah-langkah pembobotan dengan FAHP meliputi pembentukan hirarki kriteria, penentuan bobot relatif, dan perankingan kriteria. Kriteria yang dipertimbangkan dalam penelitian ini mencakup faktor-faktor yang relevan dengan ancaman banjir, seperti kelerengan, topographic index wetness (TWI), plan curvature, elevasi, tutupan lahan, litologi, jarak ke sungai, serta curah hujan. Setelah bobot dari tiap parameter ditentukan, penyusunan peta ancaman banjir dilakukan dengan menggunakan metode skoring dan overlay dan didaptkan tiga tingkat ancaman yakni rendah,sedang, dan tinggi. Kelas ancaman rendah memiliki persentase sebesar 7,53% atau 1.577 Ha dari total luasan Kota Bekasi, untuk kelas sedang sebesar 91,98% atau 19.259 Ha dari total luasan Kota Bekasi, dan untuk kelas tinggi 0,49% atau 102, 845 Ha dari total luasan Kota Bekasi. Kemudian, peta ancaman dilakukan validasi dengan melakukan wawancara langsung kepada warga setempat pada 100 titik yang didapatkan melalui metode stratified random sampling dan didapatkan tingkat akurasi peta sebesar 81%.
Pemetaan Ancaman Bencana Banjir Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process (Studi Kasus : Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang) Rochim, Vianka -; Nugraha, Arief Laila; Sabri, L.M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41111

Abstract

Salah satu wilayah di Indonesia yang sering terdampak bencana banjir yaitu Kota Semarang. Secara administratif, Kota Semarang terbagi atas 16 wilayah Kecamatan dan 177 Kelurahan. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kota Semarang, tercatat pada tahun 2019 bencana banjir di Kota Semarang terjadi sebanyak 18 kejadian, sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 19 kejadian, dan pada 2021 bencana banjir mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebanyak 88 kejadian, dengan puncaknya berada pada bulan Februari dimana terjadi 64 kejadian, dengan daerah yang cukup terdampak yaitu Kecamatan Semarang Utara, Gayamsari, Tugu, Semarang Barat, dan Genuk. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang yang merupakan salah satu kecamatan yang sering terdampak bencana banjr. Tujuan penelitian untuk membuat peta ancaman bencana banjir hingga tingkat Kelurahan. Adapun metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap indikator-indikator banjir seperti curah hujan, sistem lahan, historis kejadian banjir, tutupan lahan, dan kelerengan. Curah hujan dengan bobot pengaruh sebesar 0,479; parameter sistem lahan memiliki pengaruh 0,244; historis kejadian banjir dengan bobot 0,145; tutupan lahan memiliki pengaruh 0,089; dan kelerengan memiliki pengaruh terkecil yaitu 0,043. Hasil pemetaan ancaman banjir di Kecamatan Gayamsari didominasi oleh kelas rendah dengan luas 362,151 ha atau 62,27%. Kemudian untuk kelas sedang memiliki luas 14,351 ha atau 2,47%, dan untuk kelas tinggi memiliki luas 35,26% atau 205,095 ha. Ancaman kelas tinggi didominasi Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Kaligawe, dan Kelurahan Sawah Besar. Sedangkan untuk keempat kelurahan lainnya mendominasi ancaman tingkat rendah yaitu Kelurahan Siwalan, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Pandean Lamper, dan Kelurahan Gayamsari. One of the areas in Indonesia that is often affected by floods is Semarang City. Administratively, Semarang City is divided into 16 sub-districts and 177 villages. Based on the recapitulation data of BPBD Semarang City, it was recorded that in 2019 floods in Semarang City occurred as many as 18 incidents, while in 2020 it increased to 19 incidents, and in 2021 floods experienced a considerable increase of 88 incidents, with a peak in February where 64 incidents occurred, with the most affected areas being North Semarang, Gayamsari, Tugu, West Semarang, North Semarang, Genuk, and Ngaliyan sub-districts. This research was conducted in Gayamsari Sub-district, Semarang City, which is one of the sub-districts that is often affected by flood disasters. The purpose of the research is to create a flood hazard map up to the sub-district level. The method used is Analytical Hierarchy Process (AHP) on flood indicators such as rainfall, land system, historical flood events, land cover, and slope. Rainfall with an influence weight of 0.479; land system parameters have an influence of 0.244; historical flood events with a weight of 0.145; land cover has an influence of 0.089; and slope has the smallest influence of 0.043. The results of flood threat mapping in Gayamsari Sub-district are dominated by the low class with an area of 362.151 ha or 62.27%. Then for the medium class has an area of 14,351 ha or 2.47%, and for the high class has an area of 35.26% or 205,095 ha. The high threat class is dominated by Tambakrejo Village, Kaligawe Village, and Sawah Besar Village. The other four villages dominated by low-level threats are Siwalan, Sambirejo, Pandean Lamper, and Gayamsari.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue