cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR UNTUK MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang) Meilina Fika Mayangsari; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.823 KB)

Abstract

ABSTRAKZona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama dan mempunyai perbedaan nilai antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Berdasarkan Perda Kota Semarang No. 13 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) merupakan dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan yang merupakan salah satu pendapatan daerah yang sangat penting untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu diwujudkan informasi nilai tanah sebagai rujukan nasional untuk mewujudkan fungsi tanah. Salah satu perwujudan informasi nilai tanah adalah Peta ZNT (Zona Nilai Tanah).Peta ZNT dibentuk berdasarkan nilai tanah dengan penilaian massal (tidak memperhatikan properti dan karakteristik khusus dari objek pajak tersebut) dan menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative) dimana objek pajak yang akan dinilai dibandingkan dengan objek pajak lain sejenis yang sudah  diketahui nilai jualnya. Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan software ArcGis 10.1 dan Microsoft Office 2010.Hasil penelitian ini berupa Peta Zona Nilai  Tanah yang terdiri dari 54 zona dari data NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan data Survei Transaksi Harga Tanah. Sedangkan peningkatan pendapatan daerah rata-rata yang dapat digali dari peta ZNT hasil penelitian yaitu sebesar  adalah 522,24%. Kata Kunci : Zona Nilai  Tanah (ZNT), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). ABSTRACTLand Value Zone (ZNT) is an area that illustrates the value of land relatively same and have a difference value between the value of each other based on a comparative analysis of market prices and costs. Based on the Semarang City Regulation No. 13 of 2011 on Land and Building Tax, Tax Value of tax Object (NJOP) is the bases of land and building tax revenues, which is one area that is very important for the improvement of services to the community. Therefore, it is necessary to realize the information value of the land as a national reference for the realization of the functions of the land. One of realization the information value of land is a map of ZNT (Land Value Zone). Map of ZNT formed based on the appraisal value of the land mass (not paying attention to property and the specific characteristics of the tax object) and using the sales comparison approach (comparative sales) where the object of the tax is to be assessed in comparison to other similar tax objects already known resale value. In this study data processing using ArcGIS 10.1 software and Microsoft Office 2010.Results of this study are Land Value Zone Map that consists of 54 zones of the data NJOP (Value of tax Objects) and data transactions Land Price Survey. While the analysis of the increase in the average income of the magnitude of the increase in local revenues is 522.24%. Keywords: Land Value Zone (ZNT), the Value of the tax Object (NJOP), Land and Building Tax (PBB).  *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS KARAKTERISTIK SEGMEN BATAS ADMINISTRASI DESA SECARA KARTOMETRIK (STUDI KASUS : KABUPATEN DEMAK, KABUPATEN SEMARANG) Rizky Arga Himawan; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.18 KB)

Abstract

Setiap wilayah memiliki batas daerah yang jelas dan diakui atau disepakati oleh masing-masing pihak yang memiliki wilayah tersebut. Batas yang membatasi setiap daerah bisa berada di darat dan laut. Dalam batas darat dibagi menjadi dua jenis batas yaitu batas alam dan batas buatan. Batas alam adalah jenis batas yang disesuaikan  dengan kondisi alam sekitar seperti menggunakan sungai atau gunung sebagai daerah pemisah. Sedangkan batas buatan adalah jenis batas yang dibuat oleh manusia seperti jalan yang dijadikan sebagai pemisah daerah. Pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan luas wilayah yang terjadi dari data RBI dengan data hasil digitasi secara kartometrik dan mengetahui karakteristik jenis segmen batas administrasi di daerah pesisir Kabupaten Demak dan di daerah pegunungan Kabupaten Semarang. Hasil dari peneitian ini didapatkan bahwa di Kabupaten Demak terjadi perbedaan luas sebesar 0,11% atau sebesar 37,82 Hektar (Ha) dengan luas awal sebesar 35.913,36 (Ha) meningkat menjadi 35.951,19 (Ha). Sedangkan untuk Kabupaten Semarang perubahan yang terjadi sebesar 0,04% atau sebesar 7,57 Ha dengan luas awal sebesar 18.756,66 Ha menjadi 18.764,23 Ha. Karakteristik segmen batas pada Kabupaten Demak di dominasi oleh batas alam sebesar 39,02% atau 112 segmen batas persawahan dengan total segmen 287. Dan Kabupaten Semarang di dominasi oleh segmen batas alam sebesar 61,29% atau 95 segmen batas di perkebunan dari total 155 segmen batas.
TRANSFORMASI KOORDINAT PADA PETA LINGKUNGAN LAUT NASIONAL DARI DATUM 1D74 KE WGS84 UNTUK KEPERLUAN PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT Anyelir Dita Permatahati; Sutomo Kahar; LM. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.376 KB)

Abstract

Datum adalah sekumpulan parameter yang mendefinisikan suatu sistem koordinat dan menyatakan posisinya terhadap permukaan bumi. Permendagri Nomor 1 Tahun 2006 menyebutkan bahwa Peta Lingkungan Laut Nasional digunakan dalam penentuan batas laut provinsi. Peta Lingkungan Laut Nasional ini masih menggunakan Indonesia Datum 1974 (ID74). Untuk itu perlu suatu model transformasi datum antara datum lokal ID74 ke datum global WGS 84.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis metode transformasi yang paling tepat untuk pemetaan batas wilayah laut provinsi, mengetahui data pengamatan optimal, dan koordinat batas wilayah laut dalam WGS 84.Data yang digunakan adalah Peta Lingkungan Laut Nasional, dan data hasil pengukuran dengan GPS Handheld. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Lauf adalah metode yang paling baik dilihat dari ketelitian geometrik dan dari hasil uji statistik  Chi-Squares.  Batas wilayah laut provinsi Jawa Tengah dan Barat ditentukan dengan prinsip Equidistance Line sejauh 12 mil laut.
PERHITUNGAN VELOCITY RATE CORS GNSS DI PULAU SULAWESI Haris Yusron; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.579 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Sulawesi terletak pada zona pertemuan diantara tiga pergerakan lempeng besar yaitu pergerakan lempeng Hindia-Australia dari selatan, lempeng Pasifik dari arah timur dan lempeng Asia bergerak relative pasif ke tenggara. Data pengamatan stasiun CORS bisa digunakan untuk mempelajari aktivitas tektonik dan karakteristik fenomena alam dan deformasi yang terjadi di suatu daerah. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian mengenai velocity rate stasiun CORS di Pulau Sulawesi untuk mengetahui nilai dan vektor arah pergeseran posisi titik CORS.Penelitian ini menggunakan data pengamatan lima stasiun CORS yang berada di Sulawesi yaitu CBIT, CKEN, CMAK, CTOL dan PALP pada tahun 2013 sampai dengan 2016. Titik IGS yang digunakan yaitu AIRA, ALIC, ANKR, CUSV, DARW, GUAM, IISC, KARR, KIT3, PIMO, POL2, XMIS, dan YARR. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT.Penelitian ini menghasilkan arah pergeseran dari masing-masing stasiun CORS dan kecepatan pergeseran. CBIT arah pergeserannya ke tenggara dengan kecepatan -0,00508 ± 0,00064 m/tahun untuk komponen utara, 0,02307 ± 0,00081 m/tahun untuk komponen timur, dan -0,00703 ± 0,00307 m/tahun untuk komponen vertikal. CKEN arah pergeserannya ke timur laut memiliki kecepatan 0,00739 ± 0,00045 m/tahun untuk komponen utara, 0,02569 ± 0,00054 m/tahun untuk komponen timur, dan 0,07917 ± 0,00177 m/tahun untuk komponen vertikal. CMAK arah pergeserannya ke tenggara dengan kecepatan -0,00632 ± 0,00042 m/tahun untuk komponen utara, 0,02569 ± 0,00053 m/tahun untuk komponen timur, dan 0,00238 ± 0,00166 m/tahun untuk komponen vertikal. CTOL arah pergeserannya ke timur laut memiliki kecepatan 0,02839 ± 0,00079 m/tahun untuk komponen utara, 0,02425 ± 0,00092 m/tahun untuk komponen timur, dan 0,00858 ± 0,00410 m/tahun untuk komponen vertikal. PALP arah pergeserannya ke timur laut memiliki kecepatan 0,00974 ± 0,00040 m/tahun untuk komponen utara, 0,02071 ± 0,00051 m/tahun untuk komponen timur, dan -0,01167 ± 0,00163 m/tahun untuk komponen vertikal.Kata Kunci : CORS, Kecepatan Pergeseran, GAMIT  ABSTRACT Sulawesi Island is located in the zone of meeting between three large plate movement is the movement of the Indian-Australian plate from the south, the Pacific plate from the east and Asian plate moves relatively passive to the southeast. CORS station observation data can be used to study the tectonic activity and characteristics of natural phenomena and deformations that occur in an area. Therefore conducted this research on the velocity rate CORS station on the island of Sulawesi to know the value and the vector direction of the shift position CORS point.This study used five observational data CORS stations located in Sulawesi, namely CBIT, CKEN, CMAK, CTOL and PALP in 2013 until 2016. The point IGS used are AIRA, ALIC, ANKR, CUSV, DARW, GUAM, IISC, KARR, KIT3, PIMO, POL2, XMIS, and YARR. Data processing using scientific software GAMIT.This research resulted in a shift direction of each station CORS and speed the shift. CBIT direction of the shift to the southeast with speeds -0.00508 ± 0.00064 m / year for the northern parts, 0.02307 ± 0.00081 m / year for the eastern component, and -0.00703 ± 0.00307 m / year for components vertical. CKEN direction of the shift to the northeast has a speed of 0.00739 ± 0.00045 m / year for the northern parts, 0.02569 ± 0.00054 m / year for the eastern component, and 0.07917 ± 0.00177 m / year for the vertical component , CMAK direction of the shift to the southeast with speeds -0.00632 ± 0.00042 m / year for the northern parts, 0.02569 ± 0.00053 m / year for the eastern component, and 0.00238 ± 0.00166 m / year for the vertical component , CTOL direction of the shift to the northeast has a speed of 0.02839 ± 0.00079 m / year for the northern parts, 0.02425 ± 0.00092 m / year for the eastern component, and 0.00858 ± 0.00410 m / year for the vertical component , Palp direction of the shift to the northeast has a speed of 0.00974 ± 0.00040 m / year for the northern parts, 0.02071 ± 0.00051 m / year for the eastern component, and -0.01167 ± 0.00163 m / year for components vertical. Keywords : CORS, Velocity Rate, GAMIT
APLIKASI OPENSTREETMAP UNTUK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KANTOR PELAYANAN UMUM (Studi Kasus: Kota Salatiga) Aufan Niam; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.463 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Salatiga merupakan kota  dengan wilayah yang padat dan perkembangan yang pesat baik dari segi ekonomi, sosial, industri maupun budaya. Secara administratif Kota Salatiga terbagi menjadi empat kecamatan dan 22 kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2012 sebanyak 186.087 jiwa. Kantor pelayanan umum mempunyai tugas untuk melaksanakan pelayanan sesuai tugasnya kepada masyarakat di Kota Salatiga. Guna menunjang dan mendukung pelayanan secara maksimal  perlu adanya suatu aplikasi dari sistem informasi geografis yang menampilkan lokasi persebaran dan  informasi terkait dari kantor pelayanan umum tersebut.Salah satu media penyampaian informasi yang lengkap dan dapat diakses dimana saja dengan cepat adalah dengan menggunakan website.Dalam penelitian ini menggunakan data spasial koordinat posisi hasi survei dengan GPS Handheld dan data atribut yang berupa informasi yang didapat dari kantor terkait. Untuk merancang dan membangun sebuah informasi geografis kantor pelayanan umum di wilayah Kota Salatiga yaitu dengan memanfaatkan fasilitas OpenStreetMap (OSM) yang kemudian dikembangkan menggunakan kerangka website HTML, MySQL dengan  fitur phpMyadmin yang digunakan sebagai basis data dan OpenStreetMap API.Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG untuk kantor pelayanan umum di Kota Salatiga yang menyajikan informasi dari masing-masing kantor kelurahan, kecamatan, KUA dan Puskesmas menggunakan fitur-fitur dan peta dari fasilitas OpenStreetMap.Kata Kunci: Kota Salatiga, Kantor Pelayanan Umum, SIG, OpenStreetMap ABSTRAKSalatiga is a city with populous region and growths rapidly in every aspects such economy, social, indusry and culture. Salatiga Municipality was administratively divided into four districts and 22 villages, with the total population in 2012 were 186.087 persons. Public office is responsible to provide services according their responsibility to public in Salatiga Municipality. To support and facilitate how to provide services effectively, there is a way to use an application based Geographic Information System (GIS) to display the distributed location and related information from each public offices. One of media to share the information completely and easily access anywhere is  by using website.This research using spatial data coordinates of the position from collected coordinate points using GPS Handheld and atributtes data are the information from related offices. To stake and build a geographic information to public office in Salatiga Manicipality is using facilities of OpenstreetMap then developed using  HTML website framework, MySQL with phpMyAdmin features used as database and OpenStreetMap API.The final result of this research is the application of GIS public service offices in Salatiga Municipality equipped with information of each village offices, district offices, religious offices, and public health service offices. The application used features and fasilities from OpenStreetMap.Keywords : Salatiga Municipality, public service offices, GIS, OpenStreetMap
ANALISIS KERENTANAN PADA WILAYAH PERMUKIMAN AKIBAT BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI (STUDI KASUS : KABUPATEN SLEMAN) Siti Haeriah; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.931 KB)

Abstract

ABSTRAK Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang paling aktif di Indonesia. Melihat status Gunung Merapi yang sampai sekarang masih terbilang cukup aktif, diperlukan upaya tindakan mitigasi bencana. Salah satunya dengan membuat Peta Kerentanan bencana erupsi yang dapat meminimalisir kerugian yang terjadi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Peta Kerentanan ini mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012 dengan menggunakan empat parameter, yaitu : sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Pembuatan Peta Kerentanan menggunakan metode pengolahan serta analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode scoring, pembobotan, dan overlay. Penambahan informasi permukiman didapatkan menggunakan teknologi Penginderaan Jauh dengan metode Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Metode NDBI dapat memudahkan pendeteksian lokasi-lokasi permukiman yang terletak di lereng gunung api pada radius bahaya. Data yang digunakan untuk pendeteksian permukiman adalah citra Landsat-8 OLI. Peta Kerentanan erupsi Gunung Merapi dan sebaran permukiman di overlay untuk mengetahui seberapa rentan wilayah permukiman yang berada di wilayah penelitian. Penelitian ini menghasilkan peta dengan informasi kerentanan bencana erupsi Gunung Merapi. Tingkat kerentanan tinggi sebanyak 41 Desa dan tingkat kerentanan sedang 1 Desa. Dampak erupsi Gunung Merapi pada radius <5 km, 5-15 km, dan >15 km terhadap permukiman sangat tinggi. Pada radius <5 km wilayah permukiman yang berada pada kerentanan tinggi seluas 500,828 ha dan pada kerentanan sedang seluas 27,448 ha. Pada radius 5-15 km wilayah permukiman yang berada pada kerentanan tinggi seluas 2.366,381 ha dan pada kerentanan sedang seluas 178,737 ha, sedangkan pada radius >15 km wilayah permukiman berada pada kerentanan tinggi seluas 8.064,543 ha.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERKEBUNAN KOPI DI KABUPATEN SEMARANG Sindy Pariamanda; Abdi Sukmono; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.642 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang berada di dataran tinggi dan memiliki suhu relatif rendah, sehingga banyak komoditas perkebunan dihasilkan. Salah satu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Semarang adalah kopi. Berdasarkan pada data statistik Kabupaten Semarang dalam Angka Tahun 2009, luas lahan perkebunan kopi meningkat 60% dari luas sebelumnya. Penggunaan lahan sebagai kebun kopi tidak selalu sesuai dengan kondisi dan kemampuan lahan yang sebenarnya. Potensi suatu lahan biasanya ditentukan oleh keadaan biofisik dan lingkungan lahan sehingga dengan menerapkan prinsip tersebut dapat mengoptimalkan produktivitas tanaman dan membuat kualitas lahan terjaga.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian lahan perkebunan kopi di Kabupaten Semarang sehingga lahan dapat digunakan sesuai dengan kemampuannya. Dengan berdasarkan pada metode yang ditetapkan FAO, penentuan kelas kesesuaian lahan dilakukan menggunakan metode pencocokkan (matching) dan metode skoring (AHP).Dari penelitian ini didapat hasil bahwa dengan metode matching kesesuaian lahan kopi arabika adalah seluas 46.938,81 Ha sesuai marginal (S3) dan 5.387,25 Ha tidak sesuai (N). Kesesuaian untuk kopi robusta adalah seluas 238,11 Ha sangat sesuai (S1), 33.372,84 Ha cukup sesuai (S2), 17.920,25 Ha sesuai marginal (S3) dan 790,81 Ha tidak sesuai (N). Hasil kesesuaian lahan kopi arabika  dengan metode AHP yaitu 14.089,93 Ha sangat sesuai (S1), 34.167,95 Ha cukup sesuai (S2), 4.062,13 Ha sesuai marginal (S3), dan 6,35 Ha tidak sesuai (N). Kesesuaian lahan kopi robusta seluas 37.211,36 Ha sangat sesuai (S1), 14.994,20 Ha cukup sesuai (S2) dan 8,28 Ha sesuai marginal (S3). Kata Kunci : AHP, FAO, Kesesuaian lahan, Matching.  ABSTRACT Semarang Regency is located on the high ground and has relatively low temperature, so many commodities of plantation produced. One of the plantation commodities in Semarang Regency is coffee. Based on statistical data Semarang Regency in Figures 2009, the area of coffee plantation increased 60% from before. Land use for coffee plantations are not always in accordance with the conditions and actual capability of the land. Potential of the land  is usually determined by the state of the biophysical and environment of the land,  so by applying that  principle, the  plant productivity can be optimized and keep the quality of the land.                 This study was conducted to determine the suitability of coffee plantation in Semarang Regency. So, based on that suitability of coffee plantation, the land can be used in accordance with its capabilities. On the basis of the method by FAO, the determination of land suitability classes conducted using the method of matching and scoring method (AHP). The result from this study are the land suitability of arabica coffee based on matching method are 46.938,81 Ha marginal suitable (S3) and 5.387,25 Ha not suitable (N). The land suitability of robusta coffee are 238,11 Ha very suitable (S1), 33.372,84 suitable (S2), 17.920, 25 Ha marginal suitable (S3)  and 790,81 Ha not suitable (N). The results of the land suitability of arabica coffee based on AHP are 14.089,93 Ha very suitable (S1), 34.167,95 Ha  suitable (S2), 4.062,13 Ha marginal suitable (S3) and 6,35 Ha not suitable (N). The land suitability of  robusta coffee are 37.211,36 Ha very suitable (S1), 14.994,20 Ha suitable (S2), and 8,28 Ha not suitable (N). Keywords : AHP, FAO, Land suitability, Matching*) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS AKURASI DTM HASIL EKSTRAKSI DATA PEMETAAN AIRBORNE LiDAR SKALA BESAR MENGGUNAKAN ALGORITMA CLOTH SIMULATION FILTERING, PARAMETER-FREE GROUND FILTERING DAN SIMPLE MORPHOLOGICAL FILTERING TERHADAP SLOPE BASED FILTERING Franstein Kevin J.B; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.427 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pembangunan infrastruktur yang belum merata. Sehingga Indonesia harus melakukan percepatan dalam pembangunan infrastruktur agar kualitas hidup masyarakat semakin baik. Percepatan pembangunan infrastruktur membutuhkan penataan ruang yang baik agar ruang wilayah menjadi aman, nyaman dan produktif untuk ditempati. Penataan ruang yang baik didapatkan dari parameter waktu yang singkat dan hasil yang optimal dalam pembuatan rencana tata ruang kota yang dimana Airborne LiDAR menjadi jawabannya. Maka diperlukan Digital Terrain Model (DTM) yang didapatkan dari proses penapisan Digital Surface Model (DSM). Teknik penapisan DSM menjadi DTM adalah Cloth Simulation Filtering (CSF), Parameter-Free Ground Filtering (Mongus), Simple Morphological Filtering (SMRF) dan Slope Based Filtering (SBF). Untuk menguji keefektifan dari empat metode filtering, setiap metode diuji dalam enam bentuk topografi seperti daerah aliran sungai (DAS) melintang, DAS memanjang, lereng diatas 30 persen, lereng dibawah 30 persen, terrain datar pedesaan dan terrain datar perkotaan. Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa DTM hasil pengolahan metode Mongus merupakan metode paling teliti setelah dibandingkan dengan ketiga metode lainnya serta rentang nilai RMSEz metode Mongus terhadap enam bentuk topografi adalah yang terendah sebesar 0,003 meter dan yang tertinggi sebesar 0,664 meter. Kata Kunci : DSM, DTM, LiDAR ABSTRACTIndonesia is a country that has high population growth and uneven infrastructure development. So that Indonesia must accelerate infrastructure development so that the quality of life of the community is getting better. Acceleration of infrastructure development requires good spatial planning so that the area of space becomes safe, comfortable and productive to be occupied. Good spatial planning is obtained from short time parameters and optimal results in making city spatial plans where Airborne LiDAR is the answer. Then a Digital Terrain Model (DTM) is needed from the Digital Surface Model (DSM) screening process. DSM screening techniques to DTM are Cloth Simulation Filtering (CSF), Parameters-Free Ground Filtering (Mongus), Simple Morphological Filtering (SMRF) and Slope Based Filtering (SBF). To test the effectiveness of the four filtering methods, each method is tested in six topographic forms such as transverse watersheds, longitudinal watersheds, slopes above 30 percent, slopes below 30 percent, rural flat terrain and urban flat terrain. After testing, it was found that the DTM results from the Mongus method were the most accurate method after being compared with the other three methods and the RMSEz value range of the Mongus method for the six topographic forms was the lowest at 0,003 meters and the highest at 0,664 meters. Keyword : DSM, DTM, LiDAR
ANALISIS ZONASI DAERAH RENTAN BANJIR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KOTA KENDAL DAN SEKITARNYA) Jhonson Paruntungan Matondang; Sutomo Kahar; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.469 KB)

Abstract

Kota Kendal merupakan daerah dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Laut Jawa yang sering dilanda bencana banjir, tidak terkecuali daerah-daerah di sekitar Kota Kendal. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota Kendal dan sekitarnya akan memberikan dampak terhadapan pembangunan pemukiman yang baru yang akan mempersempit ruang resapan air. Disamping Kota Kendal dan sekitarnya yang memiliki drainase yang buruk dan banyaknya sungai yang sering meluap ketika hujan turun akan menimbulkan terjadinya banjir. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangatlah penting, dimana kurangnya aplikasi SIG yang bisa menjelaskan, mempresentasikan objek daerah rentan banjir dari dunia nyata yang digunakan di dalam bentuk digital. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah data kemiringan lereng, jenis tanah, jaringan drainase, curah hujan, dan penggunaan lahan tahun 2008 yang diperoleh dalam bentuk peta digital. Peta digital akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3. Setiap data parameter akan diskoring dengan pemberian harkat dan bobot sesuai pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay intersect. Pada tahap akhir dilakukan validasi yang bermanfaat untuk menguji kebenaran kerentanan banjir di lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Peta Kerentanan Banjir Kota Kendal dan Sekitarnya. Kata Kunci : Banjir, Sistem Informasi Geografis, Kota Kendal dan Sekitarnya.
PENGEMBANGAN APLIKASI SEBARAN PETA KANTOR PELAYANAN JASA EKSPEDISI TIKI BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID (Studi Kasus : Kota Semarang) Singgih Wahyu Nugroho; Andri Suprayogi; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.287 KB)

Abstract

ABSTRAKPengiriman barang melalui jasa pengiriman baik itu kedalam kota maupun antar kota merupakan hal yang sangat wajar, terlebih lagi saat ini kebutuhan barang secara online sedang menjadi tren baru dikalangan masyarakat Indonesia. Permasalahannya adalah semakin tinggi kebutuhan akan permintaan barang berbanding lurus dengan tingkat pengiriman barang yang harus dilakukan, hal ini menyebabkan semakin dibutuhkannya informasi pos-pos atau kantor pelayanan terdekat yang dapat digunakan untuk melakukan pengiriman barang.Dengan bantuan dari Global Positioning System (GPS) pada smartphone Android dalam kegunaannya untuk menentukan lokasi suatu objek, Location Based Server (LBS) yang memberikan layanan informasi lokasi berdasarkan informasi letak geografis, kemudian disatukan dan divisualisasikan melalui Google Maps, maka akan dapat dibuat sebuah aplikasi yang dibangun dengan bahasa pemrograman java menggunakan software MIT App Inventor 2 sebagai editor bahasa pemrograman secara visual block.Hasil akhir dari penelitian ini berupa sebuah Aplikasi TIKI Online berbasis mobile GIS yang memiliki beberapa fitur utama seperti menampilkan informasi status pengiriman paket, informasi biaya pengiriman, menampilkan info agen yang tersebar di Kota Semarang, dan menampilkan daftar agen yang terdekat dari posisi user. Dengan menggunakan provider Tri (3) yang dilakukan di lokasi Pura Agung Girinatha Semarang, kecepatan jaringan yang terbaik adalah jaringan WLAN dengan rata-rata waktu 2.77 detik dan kesalahan rata-rata jarak ± 0.026 Km.Kata Kunci : Tracking, Jasa Ekspedisi, GPS, Mobile GIS, Aplikasi, Android ABSTRACKThe delivery of goods using an expedition service either from the same area or from every single town is a usual thing nowadays, moreover with the online trade phenomenon becomes a daily activity in Indonesia. The problem is the more increasing demand of goods make the more goods delivered too, which mean the information needed about logistic agents are increased.With the GPS (Global Positioning System) in Android smartphone which can find an object location or make a navigation, the LBS (Location Based Server) which can give a location information using a server provider, and the Google maps that can show the navigation route, developer can make a new application using MIT App Inventor 2 as the visual block program language.The result of this study is an android application named TIKI Online which based on mobile GIS. The application have some main features like giving the package status information, delivery price, the information of TIKI agent in Semarang, and showing the nearest agent. Using Tri (3) as a service provider, the best data process is WLAN which can make 2.77 second as the average time, and ± 0.026 km as the distance accuracyKeywords: Tracking, Service Expedition, GPS, Mobile GIS, Application, Android

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue