cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ESTIMASI NILAI ASET GEDUNG DAN TANAH KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG DENGAN MEMANFAATKAN DATA FOTO UDARA TAHUN 2015 ADYVICTURA TINAMBUNAN; Yudo Prasetyo; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.911 KB)

Abstract

Sejak ditetapkan Universitas Diponegoro sebagai Universitas Negeri pada tanggal 15 Oktober 1960, Universitas Diponegoro terus mengalami perkembangan yang pesat khususnya di sektor aset gedung dan tanah. Jika dilihat saat ini pembangunan infrastruktur penunjang perkuliahan di kampus Universitas Diponegoro Tembalang terus mengalami peningkatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk menghitung total nilai aset gedung dan tanah di kampus Universitas Diponegoro Tembalang.Penelitian ini menggunakan data foto udara UAV akuisisi tahun 2015yang sudah dilakukan proses orthorektifikasi dengan resolusi spasial 0,1 meter. Data tersebut didigitasi sehingga dapat dianalisis aset gedung dan tanah kampus Universitas Diponegoro Tembalang. Estimasi nilai aset gedung dan tanah dilakukan dengan perhitungan matematis menggunakan data harga perolehan aset kampus Universitas Diponegoro dan data harga transaksi tanah di Kecamatan Tembalang tahun 2015.Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah aset gedung yang mempunyai data harga perolehan aset sebanyak 141 aset dari total 171 aset gedung Kampus Universitas Diponegoro Tembalang. Total harga perolehan aset yaitu sebesar Rp.876,251 Miliar. Pertumbuhan aset gedung tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 19 aset, kemudian tahun 1995 sebesar 18 aset. Dari hasil estimasi nilai aset gedung, total nilai aset gedung kampus Universitas Diponegoro Tembalang per tahun 2015 sebesar Rp.1,360 Triliun. Luas aset tanah kampus Universitas Diponegoro Tembalang sebesar 150,536 hektar. Estimasi nilai aset tanah menggunakan 7 (tujuh) sampel zona tanah yang berada di luar kampus Universitas Diponegoro Tembalang dengan Nilai Indeks Rata-rata (NIR) sebesar Rp.3.912.700,- dan standar deviasi sebesar 28%. Hasil estimasi nilai aset tanah kampus Universitas Diponegoro Tembalang per tahun 2015 sebesar Rp.5,89 Triliun.
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR DENGAN METODE PENDEKATAN PENILAIAN MASSAL DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Leur P. Maranatha Sitorus; Sawitri Subiyanto; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.906 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan Pasal 6 ayat 1 UU No. 12 Tahun 1985, yang menjadi dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP tersebut ditentukan melalui model analisis tertentu berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku di Direktorat Jenderal Perpajakan. Prosedur untuk menentukan NJOP diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Nomor : KEP.533/PJ/2000 yang telah diubah dengan Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor : KEP.115/PJ/2002. Penentuan NJOP disesuaikan dengan Nilai Pasar Wajar (NPW), dengan tujuan NJOP sesuai dengan harga pasar. Namun yang sering terjadi NJOP tidak sesuai dengan NPW. Kemudian berkembanglah sistem penilaian harga pasar dengan menggunakan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT).Penilaian dilakukan dengan penilaian massal (tidak memperhatikan properti khusus). Penelitian ini dimulai dengan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel. Kemudian membuat Peta ZNT berdasarkan Harga Pasar dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Kecamatan Mijen Kota Semarang. Perhitungan penilaian menggunakan Microsoft Excel 2007. Pembuatan Peta ZNT Kecamatan Mijen Kota Semarang Tahun 2015 menggunakan teknologi analisis SIG (Sistem Informasi Geografis).Hasil penelitian ini berupa Peta ZNT yang terdiri dari 122 zona. Berdasarkan NJOP tahun 2014 di Kecamatan Mijen Kota Semarang, NJOP terendah Rp 27.000,00 dan tertinggi Rp 1.416.000,00. Sementara dari hasil penelitian NIR terendah Rp 57.000,00 sedangkan NIR tertinggi Rp 3.172.000,00. Tinggi rendahnya peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh faktor lokasi dan akses jalan. Kata Kunci : : Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Nilai Pasar Wajar (NPW), Zona Nilai Tanah  (ZNT), Nilai Indikasi Rata-rata (NIR), Sistem Infomasi Geografik (SIG), Kecamatan Mijen, Kota Semarang. ABSTRACT According to Article 6 clause 1 UU Number 12 1985, The bases on land and building tax is Tax Object Sales Value (NJOP). NJOP is determined by specific analysis model by technical provisions applicable on Direktorat Jenderal Perpajakan. Procedur to determinate NJOP set in Keputusan Direktorat Jenderal Number : KEP.533/PJ/2000 which has been converted in to Keputusan Direktur Jenderal Pajak Number : KEP.115/PJ/2002. Determinate NJOP is adapted with fair market value (NPW), with goal that NJOP match with market value. But it is often NJOP not match with NPW. Then it is come market value assessment system that use land value zone (ZNT) map. Assessment with mass appraisal (do not look at special properties). This research was start with construction zone to determinate sample point. Then create ZNT map of market value and NJOP. Mijen district Semarang City. Assessment calculation is using Microsoft Excel 2007. Contruction ZNT map Mijen district Semarang city 2015 use GIS (Geographic Information System) analysis technology. The result of this research is ZNT map that consists of 122 zones. Base on NJOP 2014 in Mijen district Semarang city, the lowest NJOP is Rp 27.000,00 and the highest is Rp 1.416.000,00. While from this research too the lowest NIR is Rp 57.000,00 and the highest NIR is Rp 3.172.000,00. The Enhancement is influenced by location and accessibility.  Keywords : Tax Object Sales Value (NJOP), fair market value (NPW), Land Value Zone (ZNT), NIR, Geographic Information System (GIS), Mijen District, Semarang City. *) Penulis, PenanggungJawab
PEMODELAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) DI KOTA SEMARANG Rahmah, Azizah Nur; Subiyanto, Sawitri; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.068 KB)

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan yang terjadi di Kota Semarang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan dan meningkatnya kebutuhan akan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan, memprediksi penggunaan lahan di Kota Semarang menggunakan model Artificial Neural Network (ANN) dan Cellular Automata (CA), serta menentukan kesesuaian prediksi terhadap Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang tahun 2011-2031. Data yang digunakan untuk penelitian adalah citra Quickbird tahun 2010, citra SPOT 6 tahun 2014 dan 2018, serta Peta RTRW Kota Semarang. Metode digitasi dipakai untuk mendapat peta penggunaan lahan, overlay intersect untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan ANN untuk melakukan pemodelan dan prediksi. Variabel yang digunakan pada proses pemodelan yaitu jarak ke jalan, jarak ke sungai, jarak ke permukiman dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan Kota Semarang tahun 2010-2018 mengalami penurunan luas pada perkebunan sebesar 64,45% atau 2546,839 Ha, dan pertumbuhan lahan terbangun sebesar 25,65% atau 1039,292 Ha. Pemodelan perubahan penggunaan lahan dengan ANN menunjukan hasil model yang baik, dibuktikan dengan validasi model. Validasi model dilakukan dengan metode kappa dan analisis spasial yaitu menghitung perbedaan titik centroid dan perbedaan luas. Hasil validasi menunjukan nilai Indeks Kappa sebesar 0,95, nilai RMS sebesar 2,58 m dan 85% luas antara kedua peta sesuai. Adapun kelas penggunaan lahan yang berpeluang besar untuk berubah menjadi penggunaan lahan lain adalah perkebunan sebesar (0,67). Hasil kesesuaian prediksi penggunaan lahan tahun 2026 terhadap peta RTRW Kota Semarang tahun 2011-2031 menunjukkan kesesuaian lahan sebesar 69,30% sesuai dan 30,70% tidak sesuai. Dengan tingkat kepercayaan > 60% atau 0,61 hasil kesesuaian dinyatakan baik dan sesuai. Kata Kunci: ANN dan CA, Perubahan Penggunaan Lahan, Prediksi Penggunaan Lahan, RTRW, SIG. ABSTRACT Growth and development that occured in the Semarang City led to the land use change and increased demand for land. This study aims to determine land use change, to project the future land-use in Semarang city using an Artificial Neural Network (ANN) model and Cellular Automata (CA), and also to determine the suitability between prediction result with the Semarang City Spatial Plan (RTRW) map in 2011-2031. The data used for research are Quickbird imagery in 2010, SPOT 6 imagery in 2014 and 2018, and Semarang City RTRW Map. The digitization method is used to obtain land use maps, intersect overlays to analyze land use changes and ANN to do modeling and predictions. The variables used in the modeling process are the distance to the road, distance to the river, distance to residential and population density. The results showed changes in land use in Semarang City in 2010-2018 experienced a deacrease in plantatation area of 64,45% or 2546,839 Ha, and an increase in bult up area by 25,65% or 1039,292 Ha. Modeling land use change with ANN shows good model results, proven by model validation. Model validation is carried out by the kappa method and spatial analysis that is calculating the difference in centroid points and area differences. The validation results show the Kappa Index value is 0.95, the RMS value is 2.58 m and 85% of the area between two maps is appropriate. The land use class which has a great opportunity to change to another land use is plantation (0.67). The results of the suitability of land use predictions in 2026 against the Semarang City RTRW map in 2011-2031 show that land suitability of 69.30% is suitable and 30.70% is not suitable. With a confidence level >60% or 0,61 the comformity result is declared as good and appropriate. Keywords: ANN and CA , Land Use Change, Land Use Prediction, RTRW, GIS.
ANALISIS PRESISI PEMERUMAN DI DAERAH PERAIRAN SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN GARMIN GPS MAP 420S Restu Maheswara Ayyar Lamarolla; Bandi Sasmito; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.458 KB)

Abstract

Pemeruman adalah proses untuk memperoleh model atau bentuk dari permukaan (topografi) dasar perairan (seabed surface), dimana data pemeruman sangat dibutuhkan dalam industri lepas pantai maupun transportasi laut. Beberapa pekerjaan yang sangat membutuhkan data tersebut, antara lain pemasangan platform lepas pantai, pemasangan pipa bawah laut, dan pengeboran minyak dan gas. Sedangkan untuk di bidang transportasi laut, data pemeruman dibutuhkan untuk pembuatan peta pelayaran, sehingga dapat digunakan untuk navigasi jalur pelayaran yang aman.IHO selaku organisasi internasional pada bidang hidrografi telah menetapkan standarisasi prosedur pengambilan data pemeruman maupun tingkat orde data yang dihasilkan pada kegiatan tersebut. Di Indonesia, standarisasi survei hidrografi dengan menggunakan singlebeam fishfinder maupun echosounder diatur oleh Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI) dengan klasifikasi ketelitian orde khusus, orde 1, orde 2, dan orde 3 sebagaimana tercantum pada SNI 19-6726-2002. Pada penelitian ini data pemeruman dilakukan menggunakan alat singlebeam fishfinder Garmin GPS Map 420S, dan pengambilan data penelitian dilakukan di kawasan pantai Marina, Semarang, Jawa Tengah.Proses analisis presisi data singlebeam fishfinder Garmin GPS Map 420S dilakukan dengan cara menghitung standar deviasi antara sampel data lajur perum pergi dan sampel data lajur perum pulang yang saling bertampalan, dengan menggunakan rumus  σ = ± √a2 + (bxd)2. Hasil dari penelitian ini adalah kepresisian data singlebeam fishfinder Garmin GPS Map 420S masuk pada orde 1, dan alat ini dapat direkomendasikan untuk pembuatan peta LPI pada perairan dangkal.Kata kunci: Pemeruman, klasifikasi ketelitian, analisis presisi.
PEMBUATAN APLIKASI SEBARAN LOKASI WISATA KULINER DI KOTA SURAKARTA BERBASIS ANDROID (Studi Kasus : Kota Surakarta) Prya Adhi Surya Nugraha; Moehammad Awaluddin; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.122 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta memiliki beragam jenis objek wisata kuliner yang menawarkan menu makanan bervarisasi. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana mereka dapat menemukan tempat yang belum pernah atau yang ingin mereka kunjungi dengan mudah. Melihat kondisi tersebut maka perlu adanya suatu media informasi geografis bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar kota Surakarta untuk dapat mengetahui lokasi serta informasi yang terkait dengan objek kuliner tersebut.Aplikasi Mobile GIS kini telah menjadi kebutuhan. Dalam penelitian ini, aplikasi Kulineran Solo berbasis Mobile GIS pada Smartphone Android dijadikan sebagai pilihan karena pertimbangan mobilitas masyarakat semakin tinggi dan tidak membutuhkan resource bandwidth yang besar dalam pengaksesannya. Kecepatan dan kemudahan pengguna dalam mencari dan mengindentifikasi tempat kuliner yang diinginkan menjadi tujuan utama dari penelitian ini.Dengan bantuan teknologi Global Positioning System (GPS) yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi sera Location Based Service (LBS), yang menyediakan informasi berdasarkan letak geografis perangkat mobile, maka aplikasi ini akan semakin mudah digunakan. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan Framework Android SDK, bahasa pemrogaman (Java dan PHP), JSON (Javascript Objek Notation) sebagai bahasa pemograman server side, MySQL sebagai basis data, dan Google Maps.Aplikasi Android persebaran objek wisata kuliner di Kota Surakarta ini dapat dijadikan paduan wisata karena dilengkapi dengan fitur-fitur seperti posisi objek wisata kuliner, navigation (arah kemudi), list terdekat, nomor telepon, dan informasi seputar tempat kuliner di Kota Surakarta. Data disajikan dalam empat kategori (rumah makan, restoran, wedangan, galabo), disertai kolom pencarian dan fitur lainnya.
VISUALISASI 3D PETA KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN (KKOP) BANDARA NGURAH RAI BALI Elceria Susanti; Arief Laila Nugraha; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.573 KB)

Abstract

Abstrak Bandara Ngurah Rai adalah bandara yang berada di Bali tepatnya di Kabupaten Badung Kecamatan Kuta yang secara geografis terletak pada koordinat 8°44′53″LU 115°10′3″BT. Lokasi Bandara Ngurah Rai berada di tengah jalur antara Kuta Utara dan Kuta selatan di mana banyak obyek pariwisata sehingga menunjang pembangunan baik hotel, villa, BTS, menara maupun antena yang berpotensi menimbulkan gangguan pada aktivitas penerbangan (obstacle) yang berada di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) terutama kawasan sekitar bandara agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan pesawat udara (Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan).Metode yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah metode overlay identity dengan menggunakan software ArcGIS 10. Pembuatan peta menggunakan software ArcGIS 10 selesai, kemudian peta ditampilkan pada Google Earth namun sebelumnya dibuat versi 3D pada software Google SketchUp Pro 2014.Dari hasil pengolahan data menggunakan metode tersebut, maka didapat informasi mengenai wilayah yang termasuk ke dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Ngurah Rai dan zona ketinggian di setiap pembagian kawasan. Dengan demikian, dapat diketahui persebaran obstacle menurut wilayah dan zona ketinggian pada KKOP Bandara Ngurah Rai yaitu sebagian besar berada di Kecamatan Kuta Selatan (Desa Ungasan, Pecatu, Benoa dan Kutuh). Penelitian ini bermanfaat untuk membuat perencanaan pembangunan, pemantauan obstacle, dan pembaharuan dari peta sebelumnya. Kata Kunci : Bandara Ngurah Rai, KKOP, ketinggian, obstacle. Abstract Ngurah Rai airportis  located on Bali, Badung. Geographically, it is located in coordinate 8°44′53″ S 115°10′3″ E. Ngurah Rai airport is in between of North Kuta and South Kuta near with tourism places that will improving building development like hotel, villa, BTS, tower althought antenna that have potensials to make disturbance to flight activity (obstacle) in Safety of Flight Operations Area (KKOP) especially near airport area in order to have no disturbance the flight activity (Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan).The method that used in this final task research is overlay identity  method by using ArcGIS's software 10. Cartography utilizes ArcGIS's software 10 all through, then map is featured on Google Earth yet 3D versions are made with Google SketchUp Software Pro 2014.The result of data processing are information about region which most turns in at Safety of Flight Operations Area (KKOP) of  Ngurah Rai Airport and height zone at any given area division. Thus, can be known about obstacle’s spread is according to region and height zone on KKOP Ngurah Rai Airport which is dominated in Kuta Selatan (Desa Ungasan, Pecatu, Benoa dan Kutuh). This research utilitarian to make urban planning development, monitoring the obstacles, and update of previous map.  Key word: Ngurah Rai Airport, KKOP, elevation, obstacle.
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH TAHUN 2010-2030 MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN PATI Muhammad Annis Wichi Luthfina; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.906 KB)

Abstract

Kecamatan Pati merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pati. Kecamatan Pati merupakan kecamatan sekaligus menjadi pusat pemerintahan (ibukota) Kabupaten Pati. Pembangunan yang terjadi di Kecamatan Pati mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang ada. Pembangunan tersebut dapat menimbulkan masalah apabila tidak dapat dikendalikan dengan baik dan terjadi ketidaksesuaian penggunaan lahan dengan Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pati Tahun 2009 – 2017 dan kesesuaian antara penggunaan lahan yang ada di lapangan dengan rencana tata ruang/wilayah (RTRW). Proses dalam penelitian ini yaitu membuat peta penggunaan lahan Kecamatan Pati pada tahun 2009 dan 2017 dengan melakukan digitasi on-screen. Peta penggunaan lahan Kecamatan Pati tahun 2009 berdasarkan interpretasi dari Citra Quickbird yang sudah terkoreksi dan untuk tahun 2017 berdasarkan interpretasi Citra Sentinel 2A. Dari penggunaan lahan tersebut akan dilakukan analisis perubahan dan kesesuaiannya dengan RTRW. Perubahan penggunaan lahan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu berupa peningkatan atau penurunan luas penggunaan lahan Kecamatan Pati dari tahun 2009 hingga tahun 2017. Untuk peningkatan luas penggunaan lahan di Kecamatan Pati yaitu pada penggunaan lahan Permukiman Perkotaan 60,09 ha atau 1,33%, Permukiman Perdesaan sebesar 0,82 ha atau 0,02%, dan Industri sebesar 19,73 ha atau 0,44%. Penurunan luas penggunaan lahan yang terjadi di Kecamatan Pati terjadi pada penggunaan lahan Pertanian Lahan Basah sebesar 78,68 ha atau 1,74% dan Pertanian Hortikultura sebesar 1,96 ha atau 0,04%. Kesesuaian penggunaan lahan pada Kecamatan Pati tahun 2017 terhadap Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati tahun 2010-2030 adalah sebesar 55,96% atau dengan luas 2.536,73 ha dari total luas Kecamatan Pati. Sedangkan untuk ketidaksesuaian penggunaan lahan pada Kecamatan Pati tahun 2017 terhadap Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati tahun 2017 adalah sebesar 44,04% atau dengan luas 1.996,73 ha.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PERSEBARAN KANTOR POS DI KOTA SEMARANG DENGAN GOOGLE MAPS API Paundra Ksatrio Wahyutomo; Andri Suprayogi; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.837 KB)

Abstract

ABSTRAK Kantorpos sebagai fasilitas umum layanan masyarakat yang berfungsi sebagai penyedia jasa layanan pengiriman dan juga lembaga keuangan non bank masih memiliki keterbatasan mengenai letak lokasi yang persebarannya tidak merata di Kota Semarang dan dikarenakan sebagian kantor pos cabang memiliki masa kontrak Hak Guna Bangunan dengan jangka waktu 3 sampai 5 tahun, Oleh sebab itu Penelitian ini juga mencangkup mengenai analisis penentuan lokasi baru kantorpos di Kota Semarang dengan memanfaatkan data spasial yang telah didapat baik dari survey lapangan melalui metode Buffering dan overlay dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 9.3Internet merupakan media informasi yang tergolong cepat dan murah sehingga media tersebut sangat cocok untuk perkembangan SIG (Sistem Informasi Geografis). Sedangkan SIG yang dikembangkan berbasis Internet melalui media web dikenal sebagai webGIS.Adanya internet sebagai media teknologi informasi dan komunikasi yang mempengaruhi dalam kehidupan manusia saat ini memberikan banyak kemudahan, salah satunya memudahkan masyarakat dalam pencarian informasi tempat danpencarianlokasi.Dikarenakan kurangnya informasitentang kantorpos di kota Semarang. Disamping itu, Informasi yang disediakan selama ini hanyabersifat statis. Mengacu pada pemahaman tersebut maka penelitian ini mengkaji persebaran kantorpos kota Semarangdengan menciptakan aplikasiWebGIS  menggunakan Google Maps API. Dan sebagai alternatif dalam memberikan informasi yang cepat, tepat, dan up to date bahasa pemrograman menggunakan HTML dan PHP sebagai dasar dari halaman situs yang disajikan dan didukung oleh Database MySQL pada sistem operasi windows 7.Aplikasi Sistem Informasi Geografis persebaran kantorpos kota Semarang ini diharapkan dapat membantu bagi para pengguna dalam memperoleh informasi spasial dan juga non spasial mengenai kantorpos yang ada di kota Semarang, dengan mengakses melalui alamat situs www.semarang-pos.com yang berbasis desktop melalui perangkat komputer dengan media Internet. Kata Kunci: Analisis Penentuan LokasiBaru, Buffering,Lokasi Kantor Pos, WebGIS,  ABSTRACT The post office as a public facility which serves delivery service provider and nonbank financial institutions still has limitations because of the unequal location spreading in Semarang. Most of post offices branch have a contract period of 3 to 5 years. Therefore, this research aims to analysis a determining locations of new post offices in Semarang city by utilizing spatial data which have been obtained from field surveys through Buffering and overlay methods using ArcGIS 9.3.Internet is an information tool which is fast and cheap so that it is very suitable for the GIS (Geographic Information System) development. Besides, GIS is developed based on the Internet via web media known as WebGIS. The existence of the Internet as an information and communication technology that affect human life at this time provides a lot of convenience, one of which allows people to search for informations andlocations.Due to lack and staticinformation about the post offices in Semarang, this study examines the distribution of post office in Semarang by creating a Web GIS application using the Google Maps API. As an alternative to provide fast, accurate and up to date nformations, it uses the programming language HTML and PHP. And therefore the basis of the site pages presented and supported by a MySQL database on Windows 7 operating system. Post officedistribution in Semarangby using Geographic Information Systems Application is expected to help to the users for obtaining information on the spatial and non-spatial regarding the post office in Semarang. Which can be accessed through the website address www.semarang-pos.combased desktops through a computer device with Internet Keywords :Buffering, New Location defined Analysis, Post Office Location,WebGIS *) Penulis, Penanggungjawab
Penentuan Jalur Optimal Menuju Stasiun Kereta Api Tawang Kota Semarang Menggunakan Analisis Jaringan Nina Ratnaningrum; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.88 KB)

Abstract

As the development of human life, roads as a means of transportation facing increasingly complex problems, which affect the use of the road network is mainly related to the travel time required to reach a location. Tawang railway station in Semarang City is one of the common facilities are often used by people as a long-distance mass transportation infrastructure During the development, people needs to reach Tawang railway station fast and optimal, views of time to reach the location at an interval of morning, afternoon, and evening.This research aimed to obtain information about the approximate travel time of traffic that will be very useful for the users of the road so that the road users can pick and choose the best travel interval at a predetermined route before traveling. Geographic Information Systems can be used as an alternative to analyze the road network and the travel time which determines the most optimal track towards the Tawang railway station, as well as analyzing the time the plan is prepared to road users could get the location on time. The calculation of travel time based on Travel Time Reliability that will give result Planning Time.The results obtained for an optimal route in the Mangkang Bus Station – Tawang Railway Station Route is via Jl. Imam Bonjol in the evening which has a length of 17.099 km road with Travel Time is 26.34 minutes, 48.79 minutes for Planning Time, and Validation Time is 30.81 minutes; the Terboyo Bus Station – Tawang Railway Station Route is via Jl. Letjend Suprapto at afternoon which has a length of 5.707 km road with Travel Time is 9.04 minutes, Planning Time is 16.79 minutes and 15.51 minutes for the Validation Time; the Penggaron Bus Station – Tawang Railway Station Route via Jl. Soekarno Hatta in the evening of a long road that has 10,694 km with Travel Time is 19.96 minutes, 35.82 minutes for Planning Time, and Validation Time is 20.49 minutes; and the Banyumanik Bus Station – Tawang Railway Station Route via Jl. MT. Haryono in the afternoon which has a length of 13.851 km road with Travel Time is 23.28 minutes, Planning Time is 48.79 minutes and 31.18 minutes for the Validation Time.Keywords : Geographic Information System, ArcGIS, Network Analysis, optimal track.
ANALISIS DEFORMASI POSTSEISMIK GEMPA NIAS 2005 MENGGUNAKAN DATA GPS Ika Nurdianasari; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.059 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Sumatera merupakan wilayah yang terletak pada pertemuan dua lempeng, yaitu Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Sumatera merupakan pulau di Indonesia yang memiliki potensi gempa bumi yang cukup besar.Gempa Bumi Sumatera 2005 terjadi pada pukul 23.09 WIB pada 28 Maret 2005 dengan kekuatan magnitude sebesar 8,7. Pusat gempanya berada di 2° 04′ 35″ LU 97° 00′ 58″ BT, 30 km di bawah permukaan Samudra Hindia.Sebagai salah satu bentuk langkah dalam mitigasi bencana bagi masyarakat di zona gempa, pengamatan aktivitas geodinamika saat ini dibutuhkan untuk pembuatan model potensi gempa bumi.Penelitian ini menggunakan data pengamatan stasiun SuGAr sebanyak sembilan stasiun yaitu, ABGS, BSIM, LEWK, LHWA, MSAI, NGNG, PBAI, PSKI, dan PSMK dengan data pengamatan selama 1 tahun (365 DOY) dimulai dari sehari setelah gempa yaitu Maret tahun 2005 s.d. bulan Maret tahun 2006. Titik ikat IGS yang digunakan yaitu BAKO, COCO, DGAR, HYDE, IISC, dan PIMO. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT 10.6. Selanjutnya menghitung koordinat harian stasiun SuGAr dan menganalisis pencocokan pola (curve fitting) akibat proses deformasi postseismik gempa Nias 2005.                 Hasil koordinat harian menunjukkan besar pergeseran rata-rata stasiun GPS SuGAr akibat proses deformasi postseismik gempa Nias 2005 besar pergeseran secara horizontal sebesar 0.221636 m, sedangkan untuk besar pergeseran secara vertikal memiliki sebesar 0.00643 m. Nilai RMS pada kombinasi IV menunjukkan bahwa parameter-parameter pada kombinasi IV lebih cocok atau mendekati pola deformasi postseismik gempa Nias 2005 dengan hasil koordinat harian. Dari perlakuan empat kombinasi coseismic and postseismic parameters, diketahui bahwa parameter decay amplitude (a) memiliki pengaruh lebih besar (dominan) dalam pemodelan pola deformasi postseismik.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue