cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
SURVEI PENDAHULUAN DEFORMASI MUKA TANAH DENGAN PENGAMATAN GPS DI KABUPATEN DEMAK (Studi Kasus : pesisir pantai Kecamatan Sayung) Moh Kun Fariqul Haqqi; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.296 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah pesisir pantai utara Jawa sangat rentan terhadap tekanan lingkungan, baik secara alamiah maupun yang disebabkan oleh manusia. Wilayah pesisir pantai Kecamatan Sayung Kabupaten Demak sering terkena dampak banjir pasang surut atau yang lebih dikenal dengan banjir rob. Damaywanti (2013) menyatakan bahwa terjadinya banjir rob di Desa Bedono telah menenggelamkan dua dusun yaitu dusun Tambaksari dan Senik. Peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai fenomena tersebut dengan melakukan survei deformasi untuk pertama kali . Deformasi adalah perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda (Kuang,1996). Dalam melakukan penelitian mengenai deformasi ini, peneliti melakukan perencanaan dan pemasangan tujuh titik pengamatan. Pengukuran titik pengamatan tersebut menggunakan GPS dual frequency dan diolah menggunakan tiga metode pengolahan yaitu metode radial, jaring dan ikat IGS. Perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak ilmiah GAMIT.                Pembuatan rancangan desain jaringan titik pengamatan untuk deformasi muka tanah ditinjau dari peta geologi,  peta jenis tanah, peta abrasi, peta DAS, dan peta tata guna lahan dalam RTRW Kabupaten Demak tahun 2011-2031 dapat disimpulkan bahwa semua titik pengamatan sesuai untuk pemantauan deformasi muka tanah di pesisir pantai Sayung tersebut. Hasil pengolahan komponen tinggi titik pengamatan mempunyai simpangan baku rata-rata untuk metode radial = 0,004953 m, metode jaring = 0,004876 m, metode ikat IGS = 0,004855 m. Dari uji statistik ke tiga metode mempunyai ketelitian yang sama.Kata kunci : Deformasi, GAMIT dan GPS ABSTRACT The north coastal area of Java is highly susceptible to environmental stress, either nature or human. The costal area of Sayung, District Demak often affects by flood tides which is more known as tidal flood. Damaywanti (2013) states that the tidal flood which happened in Bedono village has sunk two hamlets/orchards that are Tambaksari and Senik. Researcher wants to deeply study about this phenomenon so that using deformation survey for the first time in the that area. Deformation is the change of shapes, positions, and dimension of objects (Kuang, 1996). In order to do this survey, researcher will plan  and install  seven control points. Measuring those control points is using Dual Frequency GPS and being analysed using three analysed methods. Those are radial method, network method, and IGS Method, respectively. Software which is used for those methods is GAMIT Scientific Software.In order to designing the control points network for land surface deformation is studied by geology map, soil type map, abrasion map, watershed map, and land use map of Demak District during 2011 – 2031. It can be concluded that all control points is suitable with monitoring of land surface deformation in that location. The average standard deviation result of high point observation for radial method = 0,004953 m, the net method = 0,004876 m, IGS fastening methods = 0,004855 m. From the F statistical test, all of the methods has the same accuracy.Keywords: Deformation, GAMIT and GPS  *) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS PERBANDINGAN PENINGKATAN SEDIMENTASI DI WADUK MRICA DENGAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MERAWU MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT Muhammad Asadullah Al Fathin; Bambang Sudarsono; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.101 KB)

Abstract

Waduk Mrica terletak di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan waduk Mrica memiliki tujuan untuk PLTA dan irigasi. Namun Waduk Mrica mengalami sedimentasi yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengamatan terhadap peningkatan sedimentasi yang terjadi di Waduk Mrica. Pengamatan tersebut dilakukan dengan pemetaan batimetri waduk secara berkala. Di sisi lain, teknologi pengindraan  jauh merupakan salah satu teknologi yang efektif dan efisien dalam pemetaan batimetri perairan dangkal, diantaranya dengan menggunakan algoritma Van Hengel dan Spitzer. Pengolahan algoritma tersebut dianalisis dengan uji regresi menggunakan data pemeruman yan dilakukan pihak pengelola waduk, yakni Indonesia Power UP Mrica. Analisis klasifikasi tutupan lahan dilakukan dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan analisis kerapatan vegetasi menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R2 pada data Landsat 7 tahun 2003 sebesar 0,741 atau 74,1%, sedangkan pada data tahun 2013 sebesar 0,440 atau 44,0%. Hasil algoritma Van Hengel dan Spitzer, diperkirakan terjadi peningkatan sedimen sebesar 76.243.184,23 m3. Perubahan tutupan lahan dan kerapatan vegetasi DAS Merawu memiliki hubungan korelasi yang tidak konsisten terhadap peningkatan sedimentasi Waduk Mrica dimana terjadi peningkatan sedimentasi namun pada beberapa kelas tutupan lahan terjadi perubahan yang tidak sejalan.
PENYAJIAN INFORMASI KOMODITAS PERTANIAN BERBASIS WEBGIS DI KABUPATEN KENDAL Adinda Thana A. Pertiwi; Andri Suprayogi; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.44 KB)

Abstract

Pertanian merupakan sektor yang memiliki peran strategis, karena merupakan sumber utama penghidupan dan pendapatan sebagian besar masyarakat, sebagai penyedia hasil dan penyedia pangan,penampung lapangan pekerjaan, sebagai sumber devisa dan sebagai salah satu unsur pelestarian lingkungan hidup terutama di Kabupaten Kendal.Penerapan aplikasi teknologi SIG dalam berbagai bidang pun terus berkembang, tidak terkecuali dalamsektor pertanian.  Informasi mengenai komoditas pertanian akan lebih mudah di akses oleh masyarakat dengan adanya sistem informasi geografis berbasis web.Dengan adanya aplikasi sistem informasi geografis yang berbasis web untuk sektor pertanian maka masyarakat bisa mendapatkan informasi non spasial dan juga informasi spasial dari komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Kendal secara online. Hasil akhir  penelitian ini bisa diakses pada alamat web http://adindawebgis.web.id/.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN METODE OVERLAY DENGAN SCORING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Kurnia Darmawan; Hani’ah Hani’ah; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.419 KB)

Abstract

ABSTRAK Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng dan ketinggian lahan, jenis tanah dan penggunaan lahan serta kerapatan sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir.Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital.Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana lokasi yang sangat rawan tersebar di hampir seluruh bagian selatan dengan rincian 359.266 km2 (29.3%) berkategori sangat rawan, 803.250 km2 (65.52%) cukup rawan, dan 63.497 km2 (5.18%) tidak rawan. Sementara itu, kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan 0-8% di hampir seluruh wilayah bagian selatan mempunyai kategori sangat rawan akan bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air ketika hujan yang mengakibatkan terjadi banjir. Kata Kunci : Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis ABSTRACT Sampang is one of regency in Madura which always flood when rain. Beside the rainfall was too high, other factors likes slope and elevation of land, soil type and land use, and the last is density of river used as a parameter to study the vulnerability of flood.This research used overlay method with scoring between the existing parameters, each parameters is done by assigning weights scoring process and the value associated with each classification then be overlaid using ArcGIS software 10.2.1. This software use Geographic Information Systems (GIS) to explain and present the object of flood-prone areas in digital form.The results is a map of flood-prone areas that spread throughout the southern part with details of 359.266 km2 (29.3%) which very vulnerable category, 803.250 km2 (65.52%) was quite vulnerable, and 63.497 km2 (5.18%) was not vulnerable. Beside that, slope is the main factor causing flood. In addition to larger given weight, slope with 0-8% were spread in most part of southern region wich has extreme prone category to floods. This situation caused by region tend to be flat and low that it could potentially be a bin of water when it rains so that it can make flood. Keywords: Flood, Geographic Information System, Overlay, Sampang Regency, Scoring.
ANALISIS ANCAMAN BENCANA EROSI PADA KAWASAN DAS BERINGIN KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Avianta Anggoro Santoso; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.245 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Aliran Sungai Beringin merupakan salah satu daerah aliran sungai terbesar di Kota Semarang dengan curah hujan tertinggi. Wilayah hulu adalah daerah yang berfungsi sebagai daerah konservasi, tangkapan  hujan, dan pengelolaan  lingkungan DAS. Tujuan pengelolaan DAS antara lain mengendalikan dan mencegah erosi tanah, mengoptimalkan air tanah, dan menjaga lingkungan hidup. Faktanya lahan konservasi  pada wilayah hulu telah banyak yang beralih fungsi. Hal itu akan memicu kejadian bencana salah satunya disebut erosi.Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada wilayah DAS Beringin pada tahun 2013 dan mengkaji parameter yang mempengaruhi besarnya tingkat erosi. Perhitungan erosi menggunakan metode RUSLE (Revised Soil Lost Equation) dan indeks topografi dihasilkan dengan menghitung faktor kemiringan dan panjang lereng. Tutupan  lahan terbaru dihasilkan dari digitasi on screen citra google earth  tahun  perekaman 2012. Perhitungan erosi dan pengolahan parameter erosi dilakukan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis.Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya erosi yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu : sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Dari hasil perhitungan dihasilkan tingkat bahaya erosi dengan tingkat sangat ringan sebesar 20,39 km2 (68%), ringan sebesar 3,83 km2 (13%), sedang sebesar 3,77 km2 (12%), berat sebesar 1,68 km2 (6%), sangat berat sebesar 0.19 km2 (0,6%).Kata kunci : Erosi, RUSLE, DAS Beringin, SIG ABSTRACTBeringin watershed is one of the largest watersheds in the Semarang City with the highest rainfall in Semarang City. The upstream area is an area that served as conservation area, rain catchment, and watershed environmental management. The purposes of watershed management is controling and preventing soil erosion, optimizing groundwater, and  protecting  the environment. The fact is land conservation in the upstream area has switched into others function. It will trigger one of catastrophic incident which is called erosion.The purpose of this study is  to determine the danger level of erosion in Beringin watershed area in 2013 and to  review the parameters that affect the level of erosion. Erosion calculation is using RUSLE (Revised Soil Lost Equation) method and  the topography index was  generated from  the slope value and slope length factors. Latest land  cover was generated from  on-screen digitized image from 2012 google earth image. The erosion level calculation and  the erosion parameter  are using  Geographic Information System technology.The results of this study is erosion potential maps that  is divided into five classes, namely: very mild, mild, moderate, severe, and highly severe. From the calculation result of erosion hazard  potential, as a very mild level at 20,39 km2 (68%), mild at 3,83 km2 (13%), moderate at 3,77 km2 (12%), severe at 1,68 km2 (6%), very severe at 1,9 km2 (0,6%).Keywords : Erosion , RUSLE, Beringin Watershed, GIS
ANALISIS KESESUAIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG/WILAYAH DI KECAMATAN PENJARINGAN KOTA ADMINISTRATIF JAKARTA UTARA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Restu Fadilla; Bambang Sudarsono; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.825 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Penjaringan merupakan sebuah kecamatan di Jakarta dengan lokasi dan akses yang sangat strategis karena terletak di antara bandara dan pelabuhan. Hal tersebut yang membuat banyaknya pengembang untuk membangun perumahan baru sehingga pertumbuhan penduduk semakin meningkat, dimana pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan bertambahnya tuntutan permukiman. Akibatnya penggunaan lahan di Kecamatan Penjaringan akan mengalami perubahan penggunaan lahannya sehingga kawasan perumahan akan membuat masalah dalam penataan ruangnya, yaitu akan timbul lahan yang fungsinya tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesesuaian antara rencana dengan keadaan yang ada di lapangan dengan pemetaan. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu membuat peta penggunaan lahan Kecamatan Penjaringan pada tahun 2013 dan 2017 dengan melakukan digitasi on-screen berdasarkan interpretasi citra satelit SPOT 6 yang hasilnya akan dianalisis perubahan dan kesesuaiannya dengan RTRW. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan didapatkan hasil berupa peningkatan dan penurunan luas penggunaan lahan. Luas lahan yang bertambah yaitu Kawasan Industri dan Pergudangan sebesar 18,674 ha (3,81%), Kawasan Perkantoran, Perdagangan dan Jasa sebesar 40,903 ha (9,87%) dan Kawasan Ruang Terbuka Biru sebesar 15,242 ha (6,11%), sedangkan luas lahan yang berkurang yaitu Kawasan Perumahan sebesar 14,026 ha (1,05%), Kawasan Hijau Budidaya sebesar 58,714 ha (6,35%) dan Kawasan Hijau Lindung sebesar 2,079 ha (0,97%). Sementara itu, berdasarkan analisis kesesuaian perubahan penggunaan lahan dengan RTRW didapatkan sebesar 2.848,019 (77,84%) penggunaan lahan pada tahun 2013 sesuai dengan RTRW dan sebesar 2.890,246 ha (79,00%) penggunaan lahan pada tahun 2017 sesuai dengan RTRW sehingga dalam kurun waktu 4 tahun kesesuaian perubahan penggunaan lahan Kecamatan Penjaringan mengalami peningkatan sebesar 42,227 ha (1,16%).Kata Kunci : Citra Satelit SPOT, Penggunaan Lahan, Rencana Tata Ruang/Wilayah ABSTRACT Penjaringan Sub-district is a sub-district in Jakarta with a strategic location and access as it is located between the airport and the port. That makes many developers eager to build new housing which resulted in an increasing of population growth. In addition, human population growth is directly proportional to the increasing demand of settlements. The land use of Penjaringan Sub-district will experience changes in land use. Moreover, the residential area will create problems in the spatial arrangement, which will lead to the emergence of land that is not in accordance with Spatial Planning. This study aims to see how the suitability between the plan and the implementation in site. The conducted process involved with create a map of Penjaringan Sub-district’s land use in 2013 and 2017 by doing on-screen digitization based on SPOT 6 satellite image interpretation that the results will be analyzed for changes and suitability with Spatial Planning. Based on the analysis of land use change, the result is increase and decrease of land use area. The increased land areas are Industrial and Warehousing Area of 18.674 ha (3.81%), Office, Trade and Services Area of 40.903 ha (9.87%) and Blue Open Space Area of 15.242 ha (6.11%). While decreased land areas are Housing Area of 14,026 ha (1.05%), Green Area of Cultivation of 58,714 ha (6,35%) and Protected Green Area of 2,079 ha (0,97%). Meanwhile, based on the analysis of the suitability of land use change with Spatial Planning obtained 2,848,019 (77.84%) of land use in 2013 in accordance with RTRW and 2,890,246 ha (79,00%) of land use in 2017 in accordance with Spatial Planning. So that during the period of 4 years the suitability of land use change Penjaringan Sub-district was increased by 42,227 ha (1.16%).Keywords: Spatial Planning, SPOT Image, Land-Use
PENGAPLIKASIAN PENGINDERAAN JAUH DAN SIG UNTUK PEMANTAUAN ALIRAN PERMUKAAN DALAM PENGENDALIAN PENDANGKALAN WADUK JATIBARANG Avini Sekha Rasina; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.596 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Waduk dibuat karena sungai-sungai di Indonesia memiliki kelebihan air saat musim penghujan dan debit sungai sangat kecil saat musim kemarau. Sebagai tempat penampungan air, Waduk Jatibarang mempunyai kapasitas daya tampung air tertentu sementara kapasitas tersebut dapat berubah karena adanya pendangkalan waduk yang disebabkan aktivitas alami maupun antropogenik. Salah satu penyebab pendangkalan waduk karena adanya aliran permukaan yang mengangkut sedimen dari beberapa daerah tangkapan hujan dalam suatu daerah aliran sungai (DAS) yang terdegradasi.                Penelitian ini dilakukan melalui pemantauan aliran permukaan dari pemanfaatan data ASTER GDEM versi-2 dan Landsat-8. Pemantauan dilakukan secara berkala terhadap penutupan vegetasi pada catchment area Waduk Jatibarang sebagai faktor utama pengendali degradasi dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan algoritma NDVI.                Hasil penelitian tugas akhir ini mengenai pola aliran permukaan yang terbentuk dan kondisi daerah tangkapan hujan yang mengacu pada penutupan lahan permanen/ hutan beserta empat kelas kerapatan hutannya yaitu non lebat, lebat, sangat lebat dan ekstra lebat. Berdasarkan analisis, pola aliran permukaan yang terbentuk adalah radial karena arah alirannya mengalir ke segala arah dari puncak gunung dan membentuk beragam sudut. Analisis selanjutnya menunjukan terdapat 14 daerah tangkapan hujan berkondisi buruk dan 2 daerah tangkapan hujan berkondisi baik yaitu daerah tangkapan hujan Kreo 08 dan Kreo 15. Kedua daerah tangkapan hujan tersebut diidentifikasikan berkondisi baik karena persentase hutannya lebih dari 30%. Selain itu, analisis kerapatan hutan menyatakan bahwa daerah tangkapan hujan Waduk Jatibarang memiliki luas hutan yang tergolong lebat (dengan nilai spektral >= 0,6) sebesar 1001,618 Hektar dari total luas hutan 1041,712 Hektar sehingga hutan yang ada telah berperan baik dalam pengendalian pendangkalan Waduk Jatibarang.Kata Kunci: Aliran Permukaan, Waduk Jatibarang, Daerah Tangkapan Hujan, Hutan ABSTRACTReservoir is made because the rivers in Indonesia have too much water during the rainy season and the river debit is less water in the dry season. As the water reservoir, the Jatibarang Reservoir has a limited water capacity while the capacity can change because of the silting reservoir caused by natural and anthropogenic activity. One of the causes of the silting reservoir due to surface runoff carrying sediment from several catchment area in a degraded watershed (DAS).                This research was done through the monitoring of surface runoff from data utilization of ASTER GDEM version-2 and Landsat-8. The monitoring is done periodically for the landcover in the catchment area of Jatibarang Reservoir as a main factor of controlling the degradation using the method of supervised classification and NDVI algorithms.                Results of this minithesis are about the pattern of formed surface runoff and condition catchment areas which refer to the permanent landcover/ forest along with four density classes of the forest, those are non-dense, heavy, very heavy and extraordinary heavy. Based on the analysis, formed surface runoff pattern is radial because flowdirection to all directions of mountain top and creating various angles. The next analysis shows that there are 14 catchment areas in critical condition and 2 catchment areas in good condition, those are catchment area on Kreo 08 and 15. Both of catchments are identified to be good condition because their  percentage of  forest are more than 30%. On the other hand, forest density analysis shows that Jatibarang Reservoir’s catchment areas have a relatively dense forest area of 1001.618 hectares of the total forest area of 1041,712 hectares so a relatively dense forest (with a spectral value > = 0,6) so the existing forest has been well in Jatibarang Reservoir siltation control.Keyword: Surface Runoff, Jatibarang Reservoir, Catchment Area, Forest*) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA OPEN STREET MAP (OSM) DAN INASAFE Viona Yashinta; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.279 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu permasalahan yang sering terjadi setiap tahunnya adalah masalah banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, pada tahun 2018 terdapat 36 kejadian bencana banjir yang jumlahnya meningkat sejak dua tahun terakhir. Pada tahun 2016 terdapat 30 kejadian banjir serta 28 kejadian banjir pada tahun 2017. Bencana banjir tidak hanya berakibat kerusakan fisik bangunan rumah dan sarana prasarana umum, tetapi juga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.Salah satu upaya untuk mengurangi kerugian adalah mengidentifikasi kawasan rawan banjir dan dampaknya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan perangkat lunak QGIS dengan plugin InaSAFE serta menggunakan data dari Open Street Map (OSM). Pemetaan daerah rawan banjir Kota Semarang menggunakan dua metode yaitu Atlas BMKG dan SNI 8197 tahun 2015. Kedua metode tersebut dibandingkan dan diambil salah satu diantaranya yang merupakan metode terbaik. Metode terbaik didasarkan dari validasi data kejadian banjir tahun 2018 dari BPBD dan data lapangan. Identifikasi bangunan dan infrastruktur jalan terpapar diproses menggunakan plugin InaSAFE.Kesesuaian model rawan banjir Kota Semarang 97,84% untuk model rawan banjir atlas BMKG dan 76,29% untuk model rawan banjir metode SNI. Model rawan banjir Kota Semarang menggunakan metode atlas BMKG menghasilkan tingkat rawan banjir rendah seluas 12.541,1 Ha. Tingkat rawan banjir menengah seluas 16.368,7 Ha. Tingkat rawan banjir tinggi seluas 10.176,1 Ha. Kecamatan dengan daerah terpapar rawan banjir tinggi adalah Kecamatan Pedurungan dengan luas rawan banjir tinggi 1.911,9  Ha yang merupakan 87,234% dari keseluruhan luas Kecamatan tersebut. Jumlah bangunan yang terpapar rawan banjir sebanyak 243.114 bangunan. Jalan utama Kota Semarang yang terpapar rawan banjir sebanyak 30 ruas jalan dan jenis jalan regional sebanyak 44 ruas jalanKata Kunci : Atlas BMKG, Banjir Kota, InaSAFE, Open Street Map, SNI 8197ABSTRACTSemarang is a big city with a fast-growing population that continues to increase every year. One problem that often occurs every year is the problem of flooding. Based on the data from the Semarang City Disaster Management Agency (BPBD), in 2018 there were 36 flood disasters, the number has increased since the last two years. In 2016 there were 30 flood events and 28 flood events in 2017. The flood disaster not only caused physical damage to buildings or structures and public infrastructure but also disrupted social and economic activities of the community.To prevent a big damage from flood disaster is to identify flood hazard areas and their exposure using Geographic Information Systems (GIS). This research will use QGIS InaSAFE plugin and use the data from Open Street Map (OSM). There will be a comparison between the results of flooding hazard mapping using the Atlas BMKG method and SNI 8197 of 2015 method and one of them is taken as the best method. The best method is based on the validation process using 2018 flood disasters data from BPBD and field survey. Furthermore, determining the number of buildings and flood-affected roads will be processed using the InaSAFE plugin.The suitability of Semarang's flood hazard model using the Atlas BMKG method is 97,845%, and 76,293% using the SNI flood hazard models method.The Semarang City flood hazard model using the Atlas BMKG method produced a low flood hazard level of 12.541,1 Ha. The level of medium flood hazard is 16.368,7 Ha. High level of flood hazard area is 10.176,1 Ha. Subdistrict that is most exposed to high level flood hazard is Pedurungan District with 1.911,9 Ha which represents 87,234% of the total area of Pedurungan District. The number of buildings exposed to flood hazards is 243.114 buildings. The roads in Semarang City that are exposed to the flood hazard are 26  primary roads and 44 secondary roads. Key Words: Atlas BMKG, City Flood, InaSAFE, Open Street Map, SNI 8197
PEMBUATAN APLIKASI PETA RUTE BUS TRANS JOGJA BERBASIS MOBILE GIS MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID Danang Budi Susetyo; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.05 KB)

Abstract

Sebagai salah satu kota pariwisata, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi oleh Yogyakarta untuk mempermudah wisatawan, sehingga mereka dapat merasa nyaman untuk menikmati suguhan wisata di Yogyakarta. Salah satu komponen itu adalah transportasi. Transportasi yang baik meningkatkan mobilitas wisatawan yang menjadikan mereka tidak perlu repot untuk mengakses seluruh tempat wisata di Yogyakarta. Sejak Maret 2008, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memberlakukan moda transportasi bus Trans Jogja. Trans Jogja sudah beroperasi dengan cukup baik dan memberikan kemudahan kepada masyarakat Yogyakarta sendiri maupun wisatawan. Namun ketersediaan informasi mengenai pedoman penggunaan Trans Jogja yang mudah diakses masyarakat masih sangat minim. Masih sangat sedikit informasi rute dan shelter yang tersedia baik secara manual maupun internet. Peningkatan popularitas smartphone Android merupakan opsi menarik untuk menjadikannya sebagai platform informasi bus Trans Jogja. Aplikasi berbasis mobile GIS adalah salah satu pilihan yang banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi Android. Dengan teknologi Global Positioning System (GPS) yang dikombinasikan dengan Location Based Service (LBS) melalui visualisasi pada Google Map, kita dapat mendapatkan informasi berdasarkan letak geografis pada perangkat mobile. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Framework Android SDK, bahasa pemrograman java dan PHP, MySQL sebagai basis data, dan Google Map. Kata Kunci : Trans Jogja, Aplikasi, GIS, Mobile GIS, GPS, LBS, Android
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB DAN ANDROID UNTUK PEMILIHAN JALUR ALTERNATIF MENUJU TEMPAT PARIWISATA (Studi Kasus: Kota Wisata Cibubur Dan Jungleland, Kabupaten Bogor) Tatag Abiyoso Utomo; Bambang Darmo Yuwono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.213 KB)

Abstract

ABSTRAK Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan potensial dan prioritas pengembangan bagi sejumlah Negara.Terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan daya tarik wisata yang cukup besar. Salah satu problematika yang harus dipecahkan adalah masalah infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) dan strategi promosi wisata yang masih konvensional.Penelitian ini dilakukan pada jalur alternatif  yang telah dipilih pada saat penentuan jalur alternatif yang akan dilakukan survei lapangan. Data yang didapat dari survei lapangan terdiri dari gambar foto, koordinat marking, jalur tracking, dan kepadatan jalan. Selain data-data hasil survei, data yang didapat dari penelitian ini adalah jalur padat. Data jalur padat didapat dari informasi sehari-hari. Pada penelitian ini data yang terpakai adalah gambar foto, koordinat marking, jalur tracking, dan data jalur padat. Metodologi penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilihat pada pengambilan gambar foto, koordinat marking, jalur tracking, dan kepadatan jalan. Sedangkan metode kuantitatif dapat dilihat pada pengambilan data jalur padat.Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG untuk pemilihanjalur alternatif menuju tempat pariwisata berbasis web yang terkoneksi android di Kabupaten Bogor menggunakan google map API sebagai  penyedia peta  gratis  yang diintegrasikan  ke  dalam website dan aplikasi android. Kata Kunci: Pariwisata, Webgis, Android, Jalur Alternatif  ABSTRACT  Tourism sector as the economic activity has become a mainstay of potential and priorities for the development for a number of countries, especially Indonesia as a developing country that has the large potential area with high tourist attraction. One of the problems that must to be solved is the problem of infrastructure of Information and Communication Technology (ICT) and tourism promotion strategy that is still conventional.  This research is observed on alternative road which has been decided when pre survey. Observed data which have been got from field observed consist of coordinate of marking, photo picture, tracking road, and intentcity of road. Besides of observed data’s, that is data of traffic road. Data of traffic road are got from daily news. Used data in this research consist of photo picture, tracking road, coordinate of marking, and traffic road. Method of observation in this research those are qualitative and quantitative. Qualitative method can be seen when taking photo picture, marking coordinate, tracking road, and road intensity. Then quantitative method can be seen when taking traffic road data.The final result of this research is a GIS using web and android based for alternative road toward tourism place in Bogor using Google map API as the free provider map that is integrated into website and android.  Keywords: Tourism, Webgis, Android, Alternative Road

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue