cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
MODEL CELLULAR AUTOMATA MARKOV UNTUK PREDIKSI PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH PERMUKIMAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Arrizqa Laili Fitriana; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.724 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan kota yang pesat. Hal tersebut terjadi akibat dari peningkatan populasi dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Karena faktor-faktor tersebut, maka terjadi pertumbuhan pembangunan serta perubahan penggunaan lahan yang membawa pada perubahan fisik kota. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian perubahan penggunaan lahan di Kota Surakarta. Metode yang digunakan untuk menentukan pola arah perkembangan fisik wilayah permukiman adalah Global Moran’s Index sedangkan untuk memprediksi perkembangan fisik wilayah Kota Surakarta tahun 2031 digunakan software IDRISI SELVA 17 metode CA Markov. Data-data yang digunakan antara lain citra satelit Landsat-7 SLC-on path row 119/65 tahun 2003, satelit Landsat-7 SLC-off path row 119/65 tahun 2010, citra satelit Landsat-8 OLI/TIRS path row 119/65 tahun 2017, peta tata guna lahan Kota Surakarta tahun 2010, peta RBI skala 1:25.000 tahun 2001, peta RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031, peta jaringan jalan tahun 2011, serta peta batas administrasi Kota Surakarta tahun 2011. Hasil dari Global Moran’s I menunjukkan bahwa pola perkembangan fisik permukiman Kota Surakarta adalah acak (random) dengan arah ekspansi bergerak keluar wilayah Kota Surakarta menuju ke selatan yaitu Kabupaten Sukoharjo. Prediksi perkembangan Kota Surakarta tahun 2031 untuk peruntukkan lahan permukiman sebesar 81,7% yang mengarah keluar menuju selatan (Kabupaten Sukoharjo) sedangkan tutupan lahan kosong sebesar 10,7% mengarah ke utara (Kabupaten Karanganyar). Kesesuaian yang diperoleh dari peta prediksi perkembangan fisik wilayah Kota Surakarta tahun 2031 dengan peta RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031 yaitu sebesar 61,3%. Persentase kesesuaian tersebut mengindikasi bahwa hasil prediksi CA Markov bersifat substansial dengan rentang kepercayaan 61%-80%.
APLIKASI MOBILE IP (TELKOMSEL,INDOSAT,XL) UNTUK VERIFIKASI TDT ORDE-3 MENGGUNAKAN METODE RTK-NTRIP (Studi Kasus : Stasiun CORS UNDIP) Dzaki Adzhan; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.066 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan teknologi GPS yang pesat melahirkan metode-metode pengukuran dapat menambah efisiensi dalam pengukuran seperti metode RTK-NTRIP. Pengukuran GPS metode RTK-NTRIP menggunakan internet protokol  (IP) secara mobile dalam pengiriman data koreksi GPS, sebagai solusi pengukuran yang lebih efisien dari segi teknis dalam pengukuran terestris.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketelitian titik yang dihasilkan provider  Telkomsel berada pada posisi terendah dibandingkan providerXL. Hasil dari uji hipotesis komparatif uji t dapat dibuktikan tidak ada perbedaan yang signifikan koordinat hasil pengamatan antara provider Telkomsel,Indosat dan XL dalam pengukuran GPS menggunakan metode RTK-NTRIP. Provider XL menjadi provider yang paling baik dipakai pada pengukuran ini karena memiliki nilai standar deviasi (S) yang paling kecil yaitu sebesar 0,112341229 m sedangkan provider Telkomsel yang paling rendah karena memiliki Standar deviasi (S) sebesar 0,191590617 m Kata Kunci :GPS , RTK-NTRIP, Provider, TDT-Orde 3   ABSTRACTAlong with technological growth fast GPS bear the measurement method can increase the efficiency in measurement of like method RTK-NTRIP. Measurement of GPS of method RTK-NTRIP use the internet protokol  ( IP) by mobile in corrective data delivery of  GPS, as more efficient measurement solution from technical aspect in field measurement.These results indicate that the accuracy of the resulting point Telkomsel provider is at the lowest position compared XL provider. Results from comparative hypothesis t test can be conclude it was no significant difference between Telkomsel , Indosat and XLcoordinateproviders in GPS measurement using RTK – NTRIP method .XL Provider best in measurement because it has a standard deviation ( S ) value 0,112341229 m , and the lowest provideris Telkomsel provider because it has a standard deviation ( S )value 0,191590617 Keyword: GPS , RTK-NTRIP, Provider, TDT-Orde 3           *) Penulis PenanggungJawab
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MENGETAHUI ARAH PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS:KABUPATEN DEMAK) Astriana Dewi; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.124 KB)

Abstract

Penggunaan lahan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi struktur perkembangan wilayah. Hal ini dapat dilihat pada ketersediaan lahan yang terbatas karena adanya perubahan penggunaan lahan pada wilayah tertentu. Perkembangan fisik Kabupaten Demak dipengaruhi oleh perkembangan jumlah penduduk yang meningkat karena Kabupaten Demak merupakan wilayah pinggiran dekat dengan Kota Semarang. Hal ini mengakibatkan terjadinya perkembangan fisik wilayah pada penggunaan lahan permukiman, industri serta perdagangan dan jasa. Data yang digunakan pada penelitian ini antara lain Batas Administrasi tahun 2017, Citra Landsat 7 tahun 2007, 2012 dan Citra Landsat 8 tahun 2018 dengan path/row 120/65, Citra Quickbird Kabupaten Demak tahun 2015 dan Data Kependudukan Kabupaten Demak tahun 2017. Perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Demak pada tahun 2007 dan 2012 sebesar 3.139,119 hektar dan perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Demak pada tahun 2012 dan 2018 sebesar 1.395,284 hektar. Pola perkembangan permukiman yang berkembang Kecamatan Sayung, Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Karanganyar. Arah perkembangan fisik wilayah pada tahun 2007 dan 2012 mengarah ke sebelah barat Kabupaten Demak yaitu Kecamatan Sayung, Karangtengah dan Mranggen. Sedangkan arah perkembangan fisik wilayah pada tahun 2012 dan 2018 mengarah ke sebelah barat Kabupaten Demak yaitu Kecamatan Sayung dan Kecamatan Karangtengah. Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik wilayah di Kabupaten Demak adalah jumlah penduduk, faktor aksesbilitas dan lapangan pekerjaan seperti industri.
PENGGUNAAN PARAMETER ORIENTASI EKSTERNAL (EO) UNTUK OPTIMALISASI DIGITAL TRIANGULASI FOTOGRAMETRI UNTUK KEPERLUAN ORTOFOTO Syarifa Naula Husna; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.665 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam pelaksanaan pemetaan fotogrametri udara dibutuhkan titik-titik yang diketahui dan memiliki referensi koordinat tanah lokasi dimana pengukuran dilaksanakan. Titik-titik ini disebut dengan Ground Control Point atau titik kontrol (Seker dan Duran, 2011). Namun selain hanya menggunakan GCP, pengolahan fotogrametri udara juga dapat dilakukan dengan menambahkan parameter orientasi eksternal (EO) hasil ekstraksi GNSS dan IMU yang terpasang pada kamera. EO ini berupa koordinat posisi principal point (X, Y, Z) dan rotasi (omega, phi, kappa) masing-masing foto udara. Penggunaan orientasi eksternal (EO) dalam menghasilkan ortofoto dapat meminimalisir kebutuhan tie point pada wilayah overlap foto udara (Ip dkk, 2007).Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi udara digital dengan menambahkan parameter orientasi eksternal (EO) pada tiga sampel penelitian yang memiliki jumlah panjang basis yang berbeda untuk menghasilkan ortofoto. Sampel-sampel tersebut yakni foto udara dengan 8 basis, 4 basis, dan 2 basis. Seluruh pelaksanaan penelitian yang akan dilaksanakan menggunakan perangkat lunak Inpho Application Master.Setelah ortofoto seluruh sampel terbentuk didapatkan nilai RMSEX GCP untuk foto udara 8 basis sebesar 0,547 meter, RMSEY 0,670 meter dan RMSEZ 1,162 meter. Kemudian untuk foto udara 4 basis dihasilkan RMSEX sebesar 0,392 meter, RMSEY 0,573 meter dan RMSEZ 0,527 meter. Sedangkan untuk foto udara 2 basis dihasilkan RMSEX sebesar 0,137 meter, RMSEY 0,428 meter, dan RMSEZ 0,377 meter. Untuk nilai ketelitian horizontal yang didapatkan adalah 0,617 meter skala 1:5000 pada foto udara 8 basis, 0,605 meter skala 1:5000 pada foto udara 4 basis, serta 0,477 meter skala 1:2500 pada foto udara 2 basis. Kata Kunci : Fotogrametri, GCP, Orientasi Eksternal, Ortofoto, Triangulasi Udara. ABSTRACTAerial photogrammetry mapping needs points which are has been identified and have a ground reference coordinates of the location where the points was measured. Those points are called Ground Control Point (Seker and Duran, 2011). However, the aerial photogrammetry can be measured just by adding exterior orientation parameters which extracted from GNSS and IMU that applied on camera. EO is a data that consist six parameters in a two groups, first group named coordinates principal point (X, Y, Z), second group named camera’s rotation (omega, phi, kappa). The use of exterior orientation parameters (EO) in producing orthophoto can minimize the needs of tie points in the overlap region of aerial photos (Ip et al, 2007).This study is using digital aerial triangulation methodology by adding exterior orientation parameters (EO) on three samples which has different gap to produce orthophoto. The samples have three kinds of gaps which is 8 gaps, 4 gaps and 2 gaps. Overall implementation of the research are using Inpho Application Master software.After all of orthophotos are formed, RMSEX GCP values was obtained for 8 gaps aerial photos amounted to 0.547 meters long, RMSEY amounted to 0.670 meters long and RMSEZ amounted to 1.162 meters long. Furthermore, 4 gaps aerial photos produced RMSEX amounted to 0.392 meters, RMSEY amounted to 0.573 meters and RMSEZ amounted to 0.527 meters. Last, 2 gaps aerial photos produced RMSEX amounted to 0.137 meters, RMSEY amounted to 0.428 meters and RMSEZ amounted to 0.377 meters. The horizontal accuracy value is 0.617 meter with scale 1: 5000 for 8 gaps aerial photos, 0.605 meter with scale 1: 5000 for 4 gaps aerial photos, and 0.477 meter with scale 1: 2500 for 2 gaps aerial photos. Keywords : Photogrammetry, GCP, Exterior orientation, Orthophoto, Aerial triangulation. *)  Penulis, PenanggungJawab
PENGOLAHAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTI TEMPORAL DENGAN METODE BILKO DAN AGSO UNTUK MENGETAHUI DINAMIKA MORFOMETRI WADUK GAJAH MUNGKUR Denni Apriliyanto; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.841 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Gajah Mungkur merupakan salah satu waduk buatan yang berlokasi kurang lebih 3 km arah selatan Kota Wonogiri tepat di bagian hilir pertemuan kali Keduang. Luas daerah genangan 13.600 ha (Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah DAS Solo Hulu, 1985). Seiring dengan perkembangan kondisi alam yang sangat dinamis, umur pakai waduk diperkirakan hanya tinggal 10-15 tahun lagi. Hal ini disebabkan oleh laju sedimentasi yang sangat tinggi terutama dari 6 Sub Daerah Aliran Sungai yang menyebabkan semakin kecilnya daya tampung air. Kondisi penurunan fungsi waduk yang terjadi akibat sedimentasi dan erosi menyebabkan berbagai macam dampak bagi ekosistem sekitar, khususnya untuk pendayagunaan waduk itu sendiri. Untuk itu perlu dilakukannya pemantauan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya pemantauan yang dapat dilakukan adalah dengan teknologi penginderaan jauh.Pada penelitian ini digunakan metode pengolahan citra satelit Landsat dengan menggunakan metode BILKO yang dikembangkan oleh UNICEF dan metode pemetaan perairan dangkal dari citra (shallow water image mapping) yang dikembangkan oleh Australian Geological Survey Organization (AGSO) yang pernah digunakan oleh Hanifa et.al, 2004, untuk penentuan batas maritim negara yang difokuskan pada penentuan garis pangkal sebagai acuan penarikan garis batas maritim antara Indonesia dan Singapura. Sedangkan untuk penelitian ini kedua metode digunakan untuk menetukan batas antara darat dan air untuk perairan darat, dalam hal ini perairan waduk yang terfokus pada batas antara darat dan air untuk waduk Gajah Mungkur wonogiri dengan tujuan untuk mengkaji dinamika morfometri Waduk Gajah Mungkur Provinsi Jawa Tengah dalam periode ± 5 tahun dimulai dari tahun 1994 sampai dengan awal tahun 2014.Dari uji validasi lapangan hasil pengolahan rumus BILKO dan AGSO menggunakan metode confusion matrix, didapat akurasi sebesar 85,71 % untuk hasil metode BILKO dan 82,86 % untuk hasil metode AGSO, yang berarti kedua metode bisa digunakan untuk penentuan batas perairan waduk.Hasil pengolahan citra Landsat dengan menggunakan metode BILKO pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 1994 – 2000 waduk Gajah Mungkur mengalami sedikit perluasan yaitu sebesar 1.544.400 m2. Sedangkan pada periode 2000 – 2009 waduk Gajah Mungkur mengalami penyempitan yang sangat signifikan dengan total perubahan luas sebesar 14.958.900 m2, dimana arah perubahan waduk Gajah Mungkur terjadi pada arah timur dan selatan waduk, pada bagian timur terjadi pada daerah sub DAS Keduang dan sub DAS Wiroko, dan pada bagian selatan terjadi pada daerah sub DAS Alang dan Solo Hulu. Kemudian untuk periode tahun 2009 – 2014 waduk kembali mengalami perluasan sebesar 1.602.000 m2. Kata Kunci : Waduk Gajah Mungkur, Morfometri, metode BILKO, metode AGSOABSTRACTGajah Mungkur reservoir is one of the artificial reservoir located approximately 3 km south of the Wonogiri town on the lower reaches of the river Keduang. The area of inundation is 13,600 ha (Field Engineering Plan for Land Rehabilitation and Soil Conservation of Solo Hulu Watershed, 1985). Along with the high dynamic of natural conditions’s development , lifespan reservoirs probably only 10-15 years away. This is due to the very high rate of sedimentation, especially from 6 sub Watershed which causes water capacity has narrowed. Reservoir function decline that occurs as a result of sedimentation and erosion make any kind of impact to the surrounding ecosystem, especially for the utilization of the reservoir itself. So that should be monitoring from year to year. One of the monitoring efforts that can be done is by remote sensing technology.In this study used Landsat satellite image processing methods using BILKO which developed by UNICEF and shallow water mapping methods using imagery which developed by the Australian Geological Survey Organization (AGSO) that have been used previously by Hanifa et.al, 2004, for the determination of the maritime’s boundary of countries focused on the determination of the base line as a withdrawal’s reference of maritime’s boundary between Indonesia and Singapore. While for this study, two methods are used to determine the boundary between land and water for inland waters, in this case which focused on the boundary between land and water in the Gajah Mungkur reservoir wonogiri with the aim to assess the dynamics of morphometry of Gajah Mungkur reservoir Central Java Province within ± 5 year period starting from 1994 to early 2014.From the field validation test for the results of two processing formula, BILKO and AGSO, using confusion matrix method, obtained an accuracy is 85.71% for the results for BILKO method and 82.86% for the results of AGSO method, which means that both methods can be used for the determination of the maritime’s boundary of reservoirs.In this study, Landsat image processing results using the BILKO method show that in the period of 1994 - 2000 Gajah Mungkur reservoir having a little expansion in the amount of 1.544.400 m2. While in the period of 2000 - 2009 Gajah Mungkur reservoirs suffered significant narrowing with total area of 14.958.900 m2 changes, which the direction changing of Gajah Mungkur reservoir occurs in the eastern and southern reservoirs, occur in the eastern part of the Keduang sub-watershed and Wiroko sub-watershed, and occurs in the southern part of the Alang and Solo Hulu sub-watershed. Then, for the period of 2009 - 2014 the reservoir expanded again by 1.602.000 m2.Keywords : Gajah Mungkur Reservoir, Morphometry, BILKO method, AGSO method
ANALISIS PENGARUH FENOMENA INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI PULAU JAWA NOFIANA DIAN RAHAYU; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.126 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara beriklim tropis yang hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Secara umum, musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan Maret sampai Oktober dan musim kemarau terjadi pada bulan April sampai September. Meskipun musim terjadi secara periodik tetapi musim dapat bergeser. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran musim di wilayah Indonesia adalah fenomena Indian Ocean Dipole (IOD). Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan bahasa pemograman untuk mengolah data suhu permukaan laut Reynolds dan data curah hujan TRMM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial dan hubungan antara suhu permukaan laut serta curah hujan saat terjadi fenomena IOD di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh fenomena IOD terhadap intensitas curah hujan dan suhu permukaan laut terjadi secara bersamaan pada bulan Juli sampai bulan November. Saat IOD positif nilai suhu permukaan laut 23,949 0C - 29,179 0C sedangkan intensitas curah hujan 0,250 mm/hari - 14,308 mm/hari. Saat IOD negatif nilai suhu permukaan laut 26,425 0C - 30,036 0C sedangkan intensitas curah hujan 0,586 mm/hari -14,982 mm/hari. Korelasi curah hujan dan suhu permukaan laut  menunjukkan korelasi searah yang sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan jika penurunan suhu permukaan laut saat IOD positif akan berpengaruh terhadap penurunan intensitas curah hujan dan peningkatan suhu permukaan laut saat IOD negatif berpengaruh terhadap peningkatan intensitas curah hujan.Kata Kunci: Curah hujan, IOD, Suhu Permukaan Laut  ABSTRACTIndonesia is a tropical country which has two seasons, wet season and dry season. In general, wet season occurs in October to March and dry season occurs in April until september. Although the season occurs periodically but sometimes the seasons are shifting. One of the factors that caused the change of season is the Indian Ocean Dipole (IOD) phenomenon. Method of processing data in this research used programming language to processed sea surface temperature from Reynolds SST data and rainfall from TRMM data.The aim of this research is to determine the spatial pattern and relationship between sea surface temperature and rainfall during the IOD phenomenon in java island. The IOD phenomenon affects the rainfall intensity and sea surface temperature simultaneously in July to November. In positive IOD, sea surface temperature is 23.949 0C – 29.179 0C while rainfall intensity is 0.250 mm/day – 14.308 mm/day. In negative IOD, sea surface temperature is 26.425 0C – 30.036 0C while rainfall intensity is 0.586 mm/day -14.982 mm/day. The correlation of rainfall and SPL shows a high correlation. The results of this research show that decrease of sea surface temperature when IOD positive influence the decrease of rainfall intensity and increase of sea surface temperatire when IOD negatively influences the increase of rainfall intensity. Keywords: Rainfall, IOD, Sea Surface Temperature
DETEKSI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LINEAR SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS PADA CITRA LANDSAT 7 TAHUN 2002 DAN CITRA LANDSAT 8 TAHUN 2013 (Studi Kasus:Klaten, Jawa Tengah) Raditya Wahyu Utomo; Bandi Sasmito; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.781 KB)

Abstract

ABSTRAK Tutupan lahan memiliki informasi yang sangat penting dan signifikan dalam pembuatan suatu informasi secara tematik, yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam  pengambilan suatu keputusan secara berlanjut. Dalam hal ini penginderaan jauh dapat digunakan untuk memperoleh informasi tersebut. Informasi tentang tutupan lahan dapat diperoleh secara baik, dari nilai piksel masing-masing obyek.Namun dalam kenyataanya sering didapati adanya piksel campuran, dengan menggunakan metode Linear Spectral Mixture Analysis dapat diperoleh informasi hingga tingkat subpiksel. Piksel campuran yang ada dapat diatasi menggunakan metode pemisahan linier dengan menggunakan data Citra Landsat 7 ETM+ dan Citra Landsat 8. Sehingga dapat dilakukan klasifikasi dan penentuan piksel murni masing-masing tutupan lahan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah fraksi endmember tutupan lahan dan luas tiap masing-masing tutupan lahan. Dimana dapat dideteksi perubahan peningkatan luas tutupan lahan rawa sebesar 12,870 Ha, pemukiman sebesar 16.324,167 Ha dan sawah irigasi sebesar 9.687,786 Ha. Sedangkan penurunan luas terjadi pada tutupan lahan kebun sebesar 5.246,172 Ha, tegalan sebesar 15.260,363 Ha dan sawah tadah hujan sebesar 5.518,290.Kata Kunci :Endmember, Linear Spectral Mixture Analysis, Tutupan lahan  ABSTRACT Land cover has significant and important information for making thematic information, which will serve as a material consideration in making a decision. In this remote sensing can be used to obtain the information. Land cover information can be obtained,  from each pixel value object.But in fact often there was pixels a mixture, by using the method linear spectral mixture analysis can be obtained information untill the level of subpixels. The mixing pixel can be overcome using linear separation method by using a data image of Landsat 7 ETM + and Landsat Imagery 8. So that it can be done pure pixel determination and classification of each land cover.The results from this research is endmember fraction of land cover and area of each land cover respectively. Where detectable changes in land cover a broad increase in the swamp of 12,870 Ha, settlement of 16.324 .167 Ha irrigated rice paddiesand amounted to 11,099,786 Ha. While the broad decline occurred in land coverage of the gardens of 5,393,172 Ha, moor of 15.260 206,439 Ha of rice field and rainwater of 5.518 3,945.Keywords :Endmember, Land Cover, Linear Spectral Mixture Analysis  *) Penulis, Penanggung jawab
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DAN CONTINGENT VALUATION METHOD (CVM) UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DENGAN SIG (Studi Kasus : Kawasan Taman New Balekambang, Kabupaten Karanganyar) Kusmaryudi, Alan; Yuwono, Bambang Darmo; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.576 KB)

Abstract

Potensi pariwisata di Indonesia yang beraneka ragam. Besarnya potensi wisata yang ada di Indonesia dapat berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu tempat wisata dengan keunikan isinya yang dapat dijadikan tujuan wisata adalah Taman New Balekambang. Besarnya potensi Kawasan Taman New Balekambang maka perlu dibuat Peta ZNEK untuk mengetahui nilai ekonomi kawasan berdasarkan Willingness To Pay dengan metode TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) pada kawasan tersebut, dan Peta Utilitas Kawasan berdasarkan tipologi kawasan.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik sampling insidental, yaitu responden yang ditemui secara kebetulan datang berkunjung di Kawasan Taman New Balekambang. Data yang digunakan adalah 80 responden untuk TCM dan 90 responden untuk CVM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear menggunakan Microsoft Excel dan perhitungan menggunakan Maple 17. Serta dilakukan juga uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas), validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 23.Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik menunjukkan semua data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, terbebas dari autokorelasi dan tidak memiliki multikolinearitas. Uji validitas dan reliabilitas menunjukan hasil valid dan reliabel pada model yang digunakan. Hasil perhitungan nilai total ekonomi diperoleh nilai guna langsung sebesar Rp. 326.848.291.120,-. Nilai keberadaan sebesar Rp. 25.312.836.650,- sehingga diperoleh nilai total ekonomi Taman New Balekambang  sebesar Rp. Rp. 352.161.127.770,-.
PEMODELAN SPASIAL ALIRAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT TERRA ASTER-GDEM DI DAERAH TANGKAPAN HUJAN WADUK RAWA PENING PROVINSI JAWA TENGAH Tika Murni Asih; Muhammad Helmi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.191 KB)

Abstract

Waduk Rawa Pening merupakan salah satu kawasan prioritas di Jawa Tengah dan memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh kawasan lainnya,sehingga perlu didayagunakan secara optimal dan berkelanjutan. Kondisi Waduk Rawa Pening saat ini mengalami penurunan dalam hal daya dukung dan fungsi utama sebagai akibat sedimentasi dan pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran permukaan dan pengaruh penggunaan lahan di daerah tangkapan hujan yang aliran airnya masuk ke dalam Waduk Rawa Pening. Penelitian ini dilakukan dengan metode penginderaan jauh yaitu dengan interpretasi citra satelit ALOS AVNIR-2 dan citra satelit Landsat 7 ETM+  untuk memperoleh peta penggunaan lahan tahun 2009. Pemetaan daerah tangkapan hujan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengolahan data ASTER-GDEM produk satelit Terra. Berdasarkan daerah tangkapan hujan tersebut kemudian dilakukan analisa komposisi penggunaan lahan yang ada di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aliran yang terbentuk di daerah tangkapan hujan Waduk Rawa Pening adalah pola aliran yang menyerupai percabangan pohon (dendritic). Berdasarkan analisa penggunaan lahan yang telah dilakukan pada 25 daerah tangkapan hujan, ada 4 daerah tangkapan hujan yang mengalami kerusakan, yaitu Gajahbarang, Panjang Timur, Parat Kidul dan Tranah. Empat daerah tangkapan hujan ini memiliki persentase hutan kurang dari 30%, sehingga dikatakan kondisi lahannya sangat buruk. Kata kunci : ASTER-GDEM, Aliran Permukaan, Daerah Tangkapan Hujan
PENGUJIAN AKURASI DAN KETELITIAN PLANIMETRIK PADA PEMETAAN BIDANG TANAH PEMUKIMAN SKALA BESAR MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) Anggoro Pratomo Adi; Yudo Prasetyo; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.735 KB)

Abstract

ABSTRAKKebutuhan pengukuran dan pemetaan bidang tanah di Indonesia masih sangat tinggi, dimana masih banyak bidang-bidang tanah yang belum terpetakan. Untuk itu dibutuhkan metode pengukuran dan pemetaan bidang tanah yang efektif dan efisien untuk menunjang terlaksananya pemetaan bidang tanah tersebut.Salah satu metode efektif dan efisien yang dapat digunakan selain terestris adalah metode fotogrametri menggunakan wahana pesawat tanpa awak atau biasa disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Untuk mengetahui apakah pemetaan bidang tanah menggunakan wahana UAV memenuhi standar ketelitian geometri dan planimetrik dari BIG maupun BPN, maka perlu dilakukan pengujian mengenai ketelitian geometri dan planimetrik pada pemetaan bidang tanah menggunakan wahana pesawat tanpa awak atau UAV. Pengujian ketelitian geometri dilakukan dengan berpedoman pada Perka BIG Nomor 15 Tahun 2014. Sedangkan pengujian ketelitian planimetrik dilakukan dengan membandingkan luas serta jarak dari sampel bidang-bidang tanah antara hasil pengukuran menggunakan UAV (metode fotogrametri) dengan hasil pengukuran terestris yang berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997. Dari pengujian yang dilakukan, seluruh orthofoto yang dihasilkan memenuhi standar ketelitian geometri peta RBI serta ketelitian planimetrik peta dasar pendaftaran. Selain itu, berdasarkan hasil uji statistika F (Fisher) tidak terdapat perbedaan ketelitian geometri yang signifikan antara orthofoto yang dibentuk dari dua buah perangkat lunak baik pada daerah yang memiliki topografi relatif datar maupun berbukit.Kata Kunci : Bidang Tanah, Ketelitian Geometri, Ketelitian Planimetrik, UAVABSTRACTNeeds of measurements and plot mapping in Indonesia is very high, it shown by many unmapped plot. So required the effective and efficient method to support the plot mapping implementation. One of the effective and efficient method that can used besides terrestrial is photogrammetric method using an UAV (Unmanned Aerial Vehicle). To determine whether the plot mapping using UAV meets the geometric and planimetric accuracy standard of BIG and BPN, it needs the geometric and planimetric accuracy test.. Testing of geometric accuracy is based on the Perka BIG 15/2014. While testing of planimetric accuracy did by comparing the area and distance from sample plot between the measurement results using UAV (photogrammetric method) with the measurement results using a Total Station (terrestrial method) that based on PMNA 3/1997. Based on the tests, generated orthophotos meet the geometric accuracy of RBI map also the planimetric accuracy of base map registration. In addition, based on the results of F statistics test ( Fisher), there are no significant differences of geometric accuracy between orthophotos that generated by two software on flat and hilly topography.Keywords: : Geometric Accuracy, Planimetric Accuracy, Plot, UAV

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue