cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH KAITANNYA DENGAN BANJIR DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Mashita Rahati; Sutomo Kahar; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.503 KB)

Abstract

ABSTRAKNilai tanah merupakan suatu kondisi ketersediaan dan kebutuhan tanah (supply and demand) di dalam kekuatan pasar tanah. Nilai biasanya diwujudkan dengan nilai jual pasar dalam situasi yang kompetitif antara penjual dan pembeli. Sedangkan Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. Zona Nilai Tanah di Kecamatan Pedurungan sendiri berbeda dengan daerah lain yang dipengaruhi oleh faktor penentu nilai dan harga tanah, tapi berkaitan dengan daerah banjir juga.Banjir merupakan genangan pada daerah datar yang biasanya tidak tergenang. Banjir dibagi menjadi 3 yaitu Banjir Rob, Banjir Lokal, dan Banjir Musiman. Banjir yang terjadi di Kecamatan Pedurungan disebabkan oleh banjir musiman, yaitu banjir yang terjadi saat musim penghujan tiba saja.Dalam penelitian dibentuk peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian massal menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar yang dioverlay dengan Peta Tata Guna Lahan, Peta Jaringan Jalan, Peta Daerah Genangan Banjir, Peta Administrasi Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang tahun 2010 dan dibandingkan dengan zona nilai tanah pada zona banjir. Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan software aplikasi pengolahan data spasial (ArcView) versi BPN, software SIG, dan Microsoft Office 2007.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 49 Zona Nilai Tanah berdasarkan Survei Transaksi Harga Tanah dan 70 Zona Nilai Tanah berdasarkan zona banjir di Kecamatan Pedurungan. Sedangkan dari analisis perubahan nilai tanah kaitannya dengan banjir perubahan nilai tanah tertinggi terletak pada zona 64 tepatnya di Kelurahan Gemah yaitu sebesar 203%.  Sedangkan zona yang mengalami perubahan nilai tanah terendah terletak pada zona 67 di Kelurahan Pedurungan Kidul yaitu sebesar 14%.Kata Kunci : Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah, Banjir, Metode Penelitian Tanah. ABSTRACTThe value of land is a land supply and demand conditions ( supply and demand ) in the market strength of the land . Value is usually realized by selling the market value in a competitive situation between the seller and the buyer . While the Land Value Zone ( ZNT ) is an area that illustrates the value of the land is relatively the same . Land Value Zone in District Pedurungan itself different from other regions that are affected by factors determining the value and price of land , but also related to the flooded areas .Flooding is a puddle on a flat area which is usually not flooded . Flood divided into 3 : Rob Flood , Local Flood and Seasonal Flood . Floods that occurred in District Pedurungan caused by seasonal flooding , its flooding that occurred during the rainy season arrives alone .In the study formed the map Zone Land Value ( ZNT ) based on the value of the land with a mass appraisal using the market price comparison approach overlay the Land Use Map , Map of the road network , Flood Inundation Map of Regions , Map Pedurungan Subdistrict Administration  Semarang in 2010 and compared with zone land values in the flood zone . In this study, data processing using spatial data processing application software ( ArcView ) version of BPN , GIS software , and Microsoft Office 2007 .The results showed there are 49 zones based on the Land Value Survey Transaction Price Land and Land Value 70 zones based on the flood zones in the District Pedurungan. While the analysis of changes in land value changes in relation to flood the highest land value lies in the zone 64 to be exact in the village Gemah that is equal to 203 %. While the zone change the value of the lowest land is located in zone 67 in the Village of the South Pedurungan at 14 % .Keywords : Land alteration, soil’s value
ANALISIS PENGARUH KOREKSI ATMOSFER TERHADAP DETEKSI LAND SURFACE TEMPERATURE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KOTA SEMARANG Kalinda, Icha Oktaviana Putri; Sasmito, Bandi; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.764 KB)

Abstract

Atmosfer mampu mempengaruhi perjalanan gelombang elektromagnetik baik dari matahari ke objek maupun dari objek ke sensor yang menyebabkan adanya perbedaan pada nilai radian citra. Radian citra digunakan untuk pengolahan untuk mendapatkan nilai suhu permukaan tanah. Untuk band thermal level koreksi hanya pada konversi nilai piksel menjadi radian spektral. Radian ToA (Top of Atmosphere) merupakan radian yang tertangkap oleh sensor dan diperoleh dari kalibrasi radiometrik sedangkan radian BoA (Bottom of Atmosphere) dilakukan proses koreksi atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua radian tersebut guna mengetahui pengaruh penggunaan koreksi atmosfer dalam deteksi nilai LST (Land Surface Temperature). Kota Semarang dipilih sebagai wilayah penelitian karena merupakan salah satu kota dengan fenomena Pula Bahang.Metode koreksi atmosfer untuk koreksi BoA yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode koreksi atmosfer menurut Coll dkk pada tahun 2010 dan metode Single-Channel (SC) menurut Jiménez-Muñoz dan Sobrino,untuk mendapatkan sebaran nilai LST. Membandingkan LST hasil pengolahan dari citra terkoreksi ToA serta BoA terhadap data LST in situ ,berupa data sampel LST dari hasil survei lapangan.Hasil uji hipotesis dan validasi menunjukkan bahwa koreksi atmosfer berpengaruh signifikan terhadap deteksi LST di Kota Semarang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan citra radian BoA (terkoreksi atmosfer) memiliki nilai deteksi LST lebih mendekati nilai LST in situ, dengan metode koreksi atmosfer terbaik adalah metode Single-Channel (SC) menurut Jiménez-Muñoz dan Sobrino. Hal ini diketahui dari nilai RMSE (Root Mean Squared Error) berturut-turut pada pengolahan 1 dan 2 untuk radian ToA yaitu 10,4◦C; 9,07◦C, radian BoA metode koreksi atmosfer Coll dkk berturut-turut yaitu 3,82◦C; 4,86◦C dan radian BoA metode SC berturut-turut yaitu 3,25◦C dan 4,50◦C. Hasil pengolahan 1 dan 2 LST metode SC diketahui bahwa sebaran nilai deteksi LST Kota Semarang didominasi oleh kelas suhu 30.1◦C-35◦C.
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY DALAM PERHITUNGAN NILAI EKONOMI KAWASAN (Studi Kasus : Candi Gedong Songo, Vihara Buddhagaya Watugong, Dan Masjid Agung Jawa Tengah) Suwirdah Pebriyanah; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.524 KB)

Abstract

ABSTRAKCandi Gedong Songo, Masjid Agung Jawa Tengah dan Vihara Buddhagaya Watugong merupakan kawasan yang mempunyai nilai sejarah yang digunakan sebagai obyek wisata yang sering di kunjungi oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu peta zona nilai ekonomi kawasan (ZNEK) terhadap obyek wisata candi gedong songo, masjid agung jawa tengah dan vihara buddhagaya watugong untuk pemanfaatan willingness to pay dalam perhitungan zona nilai ekonomi kawasan pada objek wisata tersebut.Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik incidental sampling. Dalam survei lapangan dibutuhkan kuisioner TCM (Travel Cost Method) yang digunakan untuk menghitung nilai guna langsung (DUV) dan kuisoner CVM (contingent valuation method) yang digunakan untuk menghitung nilai keberadaan (EV). Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak maple 14.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh hasil berupa peta zona nilai ekonomi kawasan. Candi gedong songo dengan nilai WTP sebesar Rp 39.734,- dengan surplus konsumen sebesar Rp,739.022,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total candi gedong songo sebesar Rp.221.071.179.400,00 . Vihara buddhagaya watugong dengan nilai WTP sebesar Rp 30.055,- dengan surplus konsumen sebesar Rp129.953,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total vihara buddhagaya watugong sebesar Rp1.859.627.753,00. Dan untuk masjid agung jawa tengah dengan nilai WTP sebesar Rp 49.008,- dengan surplus konsumen sebesar Rp 6.260.711,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total masjid agung jawa tengah sebesar Rp 1.366.531.749.000,-Kata Kunci : Willingness To Pay (WTP), Zona Nilai Ekonomi Kawasan,  regresi linear berganda, maple 14. ABSTRACTGedong Songo Temple, Grand Mosque Of Central Java and Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery are some areas as vacation objects that have many historical value frequented by tourists both local and foreign tourists. Based on this, we need a mep of the region’s economic value zone (ZNEK) of the Gedong Songo Temple, The Grand Mosque Of Central Java and Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery to use the willinengss to pay in the calculation of economic value zone in this area of these attractions.Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with incidental sampling technique. In a field survey questionnaire needed TCM (Travel Cost Method) which is used to calculate the direct use value (DUV) and questionnaire CVM (Contingent Valuation Method) used to calculate the existence value (EV). Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculations software WTP using Maple 14.In this research, the results obtained in the form of  a map Zone Economic Value Area. Gedong Songo Temple with WTP value of Rp 39.734,- with consumer surplus of Rp 739.022,- in order to obtain the total economic value of Gedong Songo Temple Rp 221.071.179.400,- . Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery with WTP value of Rp 30.055,- with consumer surplus amounted Rp129.953,- in order to obtain the total economic value of Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery Rp1.859.627.753,- . The Grand Mosque Of Central Java with WTP value of Rp 49.008,- with consumer surplus of Rp 6.260.711,- in order to obtain the total economic value of The Grand Mosque Of Central Java Rp 1.366.531.749.00,- Kata Kunci : Willingness To Pay (WTP), Zone Economic Value ,  Multiple Linear Regression, maple 14.   *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAS BLORONG TERHADAP PENINGKATAN DEBIT MAKSIMUM SUNGAI BLORONG KENDAL Saraswati, Galuh Febriana; Suprayogi, Andri; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.763 KB)

Abstract

ABSTRAK            DAS Blorong merupakan Daerah Aliran Sungai yang melintasi 2 kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Kendal dan Kabupaten Kota Semarang. Perubahan penggunaan DAS Blorong, dimana adanya perluasan kawasan dan perubahan lahan menjadi kawasan permukiman yang akan mengurangi kawasan peresapan air hujan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan debit aliran Sungai Blorong di Kabupaten Kendal khususnya di bagian hilir DAS. Dalam beberapa tahun terakhir ini banjir yang diakibatkan oleh meluapnya sungai Blorong Kabupaten Kendal disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meningkatnya besar debit maksimum yang melebihi kapasitas sungai, dikarenakan banyaknya perubahan lahan yang terjadi di kawasan tersebut.            Penelitian ini dilakukan dengan metode penginderaan jauh yaitu dengan interpretasi dan klasifikasi citra Landsat untuk memperoleh peta tutupan lahan, selanjutnya dilakukan perhitungan nilai koefisien run off berdasarkan kelas tutupan lahannya, kemudian dengan data intensitas hujan maksimum, dan luas daerah tangkapan air hujan dilakukan perhitungan debit maksimum dengan Metode Rasional.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2003–tahun 2013 peningkatan luas lahan terbesar terjadi pada kelas lahan permukiman yaitu sebesar 118,022 ha, dan lahan ladang mengalami penurunan luasan paling besar yaitu sebesar 52,539 ha. Pada tahun 2003–tahun 2013 nilai koefisien run off meningkat sebesar 0,029. Peningkatan nilai koefisien run off ini diikuti dengan peningkatan besarnya debit puncak atau debit maksimum sebesar 0,228 m³/dt. Kata Kunci : Tutupan Lahan, DAS, Koefisien run off, Debit Maksimum  ABSTRACTBlorong wateshed is across two districts in Central Java are Kendal and Semarang. Blorong watershed land cover changes, where the regional expansion and land cover changes into a resident areas that will reduce the water infiltration of rain and resulting in an increase in the river flow of blorong in the district of Kendal, especially in the downstream part of the watershed. In recent years the flood caused by the overflow of the river blorong of kendal caused by high rainfall and increasing the maximum discharge that exceeds the capacity of the river, due to a lot of land cover changes in the region.The research was carried out by remote sensing method is by interpretation and classificatio of Landsat imagery to obtain the land cover map, then was calculated of the run-off coefficient based on land cover classes, then with the maximum rainfall intensity data, and the wide catchment area was calculated the maximum discharge with Rasional method.The result of this research show that the largest increases occured in the area of settlement land class that is equal to 118,022 ha, and field class land area experienced the greatest decline in the amount of5 2,539 ha in 2003 to 2013. In 2003 – 2013 the run-off coefficient increased by 0,29. Increased run-off coefficient is followed by an increase of the peak discharge / maximum discharge of 0,228 m³/dt. Keyword : Land cover, Watershed, Run off coefficient, Maximum discharge
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Agatha Dimitri V. D. Kusumo; Sutomo Kahar; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.268 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia  yang terletak di  6°58 ′0 ″ LU 110°25 ′0 ″BT. Semarang terdiri dari 16 kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Tembalang dengan jumlah kelurahan 12. Semakin bertambahnya tahun, Tembalang menjadi salah satu kecamatan yang cukup padat. Banyaknya penduduk dan aktifitas yang terjadi menyebabkan perubahan lahan di Tembalang. Sehingga berpengaruh pada perubahan nilai/harga tanah di wilayah tersebut.          Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan peta zona nilai tanah Kecamatan Tembalang menggunakan software microsoft excel dan software pengolahan SIG. Kemudian untuk pembuatan peta perubahan penggunaan lahan juga menggunakan software pengolahan SIG.Hasil Penelitian menunjukkan dalam rentang waktu tahun 2010 sampai 2013 perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan terjadi di 19 titik dengan empat tipe perubahan yaitu tegalan menjadi perumahan, tegalan menjadi tanah kosong, sawah menjadi perumahan, tanah kosong menjadi perumahanKata Kunci : Perubahan lahan, nilai tanah ABSTRACTSemarang is the capital city of East Java, Indonesia, which is located in 6o58 ‘0 “ N 110o25 ‘0 “E. Semarang consist of 16 sub-district, one of them is Tembalang sub-district with 12 village. With years to come, Tembalang is becoming one of the most populous sub-districts. With the increasing amount of inhabitant and activity, it leads to land alteration in Tembalang. So it reacts in the changes of value/cost of land in that area.This study was originally conducted a zone map making of Tembalang sub-district using Microsoft Excel software and SIG processing. Later on, to make map of land use alteration, it is also use SIG processing software.The result show that in 2010 until 2013 time span, the land value alteration because of land use alteration that happened in 19 point with the changing type that is moor changing into housing, moor changing into wasteland, field changing into housing, wasteland changing into housing. Keywords : Land alteration, soil’s value
STUDI KORELASI KAPASITAS AKUIFER TERHADAP PENURUNAN MUKA TANAH DENGAN METODE PS-InSAR (STUDI KASUS : KOTA SEMARANG) DIYANAH DIYANAH; Yudo Prasetyo; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.077 KB)

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang menjadi hal pokok yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pemakaian air dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun kegiatan industri masih mengandalkan dari alam, yaitu berupa air tanah. Pengambilan air terus menerus terutama di kota-kota besar yang ada di Indonesia akan berdampak buruk bagi lingkungan yang mengakibatkan perubahan dari lingkungan itu sendiri. Perubahan lingkungan akibat dari dampak pengambilan air yang mungkin terjadi adalah penurunan muka tanah (PMT). Untuk itu pada penelitian ini akan mengkaji hubungan korelasi antara dua hal tersebut.Pengamatan perubahan akuifer pada penelitian ini diamati pada dua jenis akuifer, yaitu akuifer dalam dan akuifer dangkal menggunakan data muka air tanah (MAT) dari sumur pantau pada akuifer dalam dan data MAT sumur dangkal pada akuifer dangkal. Sedangkan untuk pengamatan penurunan muka tanah menggunakan metode PS InSAR. Metode tumpang susun digunakan untuk mengorelasikan pengaruh perubahan akuifer dangkal terhadap PMT di Kota Semarang. Pengamatan pada akuifer dalam, digunakan hubungan korelasi yang dilihat dari kenaikan dan penurunan grafik dari MAT akuifer dalam dan kenaikan dan penurunan muka tanah rata-rata dari PS InSAR.Hasil pengolahan PS InSAR didapatkan nilai rata-rata penurunan muka tanah rata-rata pertahun dengan rentang 0±3,4 cm hingga 4,5±3,4 cm dan dari hasil pengolahan didapatkan infomasi penurunan muka tanah terbesar terdapat pada daerah Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Pedurungan dan Genuk. Hasil korelasi menunjukan bahwa perubahan akuifer dangkal memiliki pengaruh dengan penurunan muka tanah dengan tingkat korelasi yang sangat tinggi, sebesar 47,58%, korelasi tinggi sebesar 16,09%, korelasi sedang sebesar 16,29% dan rendah sebesar 20,02 %. Sedangkan pada perubahan kapasitas akuifer dalam tidak berpengaruh pada penurunan muka tanah.
ANALISIS SEBARAN KAWASAN POTENSIAL PANAS BUMI GUNUNG SALAK DENGAN SUHU PERMUKAAN, INDEKS VEGETASI DAN GEOMORFOLOGI Sukendar, Putri Mariasari; Sasmito, Bandi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.612 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia terletak pada tiga pertemuan lempeng tektonik yang memberikan kontribusi dalam ketersediaan energi panas bumi. Langkah awal kegiatan eksplorasi potensi panas bumi yaitu dengan kajian karakteristik daerah potensi panas bumi. Dalam hal ini kajian karakteristik potensial panas bumi akan dilakukan pada kawasan Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.Pada penelitian ini data yang digunakan adalah citra LANDSAT 8 dan GDEM Aster. GDEM Aster digunakan untuk analisis kelurusan dan morfologi wilayah penelitian dengan efek shading cahaya matahari untuk memberikan efek gelap pada morfologi seperti gunung, tebing yang membentuk pola kelurusan struktur. Karena daerah yang memiliki banyak kelurusan merupakan daerah zona lemah dimana pada daerah ini dapat menjadi jalan air menuju permukaan yang menjadi sumber panas di permukaan dari sistem panas bumi yang ada. Dalam penelitian ini kelurusan ditemukan pada morfologi kerucut gunung api. Sedangkan citra LANDSAT 8 digunakan untuk analisis distribusi temperatur permukaan (kanal termal) dan indeks vegetasi dengan metode NDVI (kanal gelombang infamerah). Dilakukan komparasi antara NDVI dan suhu permukaan untuk membedakan nilai temperatur permukaan yang berasal dari aktifitas vulkanik terhadap aktifitas manusia.Hasil dari suhu permukaan menunjukan suhu terendah pada rentang kelas 1 yaitu 6oC sampai 11oC dan suhu tertinggi pada rentang kelas 6 yaitu >35oC Sedangkan untuk hasil dari indeks vegetasi dengan metode NDVI didapatkan hasil nilai terendah pada rentang kelas 1 yaitu 0,09 sampai 0,22 dan tertinggi pada rentang kelas 4 yaitu > 0,48. Dalam penelitian ini dilakukan analisis statistik dengan metode regresi linear untuk mengetahui hubungan antara suhu permukaan dan NDVI. Berdasarkan hasil regresi menunjukan adanya pengaruh antara suhu permukaan dan NDVI dengan ditunjukannya hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,529 atau 52,9%, dan nilai korelasi sebesar -0,727 yang termasuk ke dalam korelasi kuat dengan tanda negatif (-) menunjukan hubungan antara kedua variabel suhu permukaan dan indeks vegetasi berkebalikan arah.Kata Kunci : GDEM Aster, Kelurusan, LANDSAT 8, NDVI, Suhu Permukaan  ABSTRACTIndonesia is located on the intersection of three tectonic plates which contributes to the availability of geothermal energy. Studying characteristics of geothermal potential areas is the first step in the geothermal exploration. Studying the characteristics of geothermal potential conducted at Mount Salak, Sukabumi, West Java. The study was conducted using LANDSAT 8 and GDEM Aster. GDEM Aster used to analyze lineament and geomorphology. The Pattern of lineaments structure is caused by the shadow effect of sunlight that cause the dark effect on geomorphology such as mountain, and cliff. The area has a lot of lineament is weak zone. So, The weak zone could be the way out water flow onto the surface. The water flow out is Colled geothermal manifestations. In this study, lineament was found in the morphology of volcanic cones. LANDSAT 8 used to analyze of surface temperature distribution (thermal channel) and vegetation index. The Vegetation Index used NDVI method (infrared wavelength channel). The results of surface temperature indicated that the lowest temperature is in range of class 1, which is 60C to 110C, and the highest temperature is in the range of class 6, which is >350C. While the results of vegetation index indicated that the lowest value is in the range of class 1, which is 0.09 to 0.22, and the highest value is in class 4, which is > 0.48. The Statistical analysis conducted using the linear regression method. This method conducted to determine the relationship between surface temperature and NDVI.  The results of linear regression indicated the infulence of surface temperature and NDVI. The influence of both is showed by the determination coefficient (R2) of 0.529 or 52.9%. So, the correlation value of -0.727 indicated strong correlation.  The negative sign (-) of correlation value showed the opposite direction relationship between the two variables (surface temperature and vegetation index).Keywords :, GDEM Aster, LANDSAT 8, Lineament, NDVI, Surface Temperature *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN INDUSTRI DAN LAHAN TERBANGUN TERHADAP RTRW DI KECAMATAN BAWEN DAN KECAMATAN PRINGAPUS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rika Enjelina Pidu; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.784 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan penduduk di  suatu daerah berdampak pada meningkatnya pembangunan daerah. Oleh karena pembangunan yang pesat maka akan membuat masalah dalam penataan ruang. Semakin banyak lahan yang dibangun maka akan menimbulkan pembangunan yang tidak sesuai dengan RTRW. Salah satu Kecamatan yang kawasan industrinya berkembang pesat yaitu Kecamatan Bawen dan Kecamatan Pringapus yang berada di Kabupaten Semarang. Mendukung perkembangan industri di Kecamatan Bawen dan Kecamatan Pringapus maka dikembangkan beberapa kawasan industri yang cukup banyak seperti industri garmen dan industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kesesuaian antara rencana penggunaan lahan kawasan industri dan lahan terbangun dengan keadaan lapangan. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini adalah peta penggunaan lahan tahun 2015 dan 2018 dengan melakukan proses digitasi on screen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode overlay intersect untuk medapatkan data informasi perubahan, kesesuaian penggunaan lahan dan kesesuaian perubahan penggunaan lahan terhadap RTRW. Data yang digunakan pada penelitian adalah data  Citra Worldview-3 Tahun 2015 dan Citra SPOT-6 Tahun 2018. Analisis dari interpretasi citra yang hasilnya dianalisis perubahan dan kesesuaian terhadap RTRW. Hasil dari penelitian didapatkan peningkatan dan penurunan luas persebaran penggunaan lahan. Jumlah perubahan penggunaan lahan sebesar 471,678 ha (3,86%). Jumlah perubahan penggunaan lahan yang bertambah ± 181,897 ha (1,93%). Sedangkan jumlah perubahan penggunaan lahan yang berkurang ± 235,839 ha (1,93%). Sementara itu, Kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW pada tahun 2015 sebesar 9.828,567 ha (80,42%) dan pada tahun 2018 sebesar 9.675,471 ha (79,16%) dari luas wilayah penelitian. Selama kurun waktu 3 tahun kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW terjadi penurunan sebesar 153,096 ha (1,26%). Kata Kunci: Analisis Kesesuaian , Penggunaan Lahan, RTRW, SIG. ABSTRACTThe development of population in an area has an impact on increasing regional development. The impact of the rapid development will create problems in spatial planning. The more land that is developed, it will lead to incompatibility development that is not in accordance with the RTRW. One of the subdistricts that rapidly growing is Bawen and Pringapus Districts in Semarang regency. Several industrial estates have been developed, such as the garment and textile industry to support industrial development in Bawen and Pringapus District. This study aims to analyze how the suitability of industrial estate land use plans with built up land with field conditions. The process carried out in this research is the land use maps in 2015 and 2018 by digitizing on screen. The method used in this study is the intersect overlay method to obtain information on changes in data, the suitability of land use and land use change with RTRW. The data used in the study are the 2015 Worldview Image 2 and 2018 SPOT-6 Image. Analysis of the image interpretation whose results are analyzed changes and conformity to the RTRW. The results of the study found an increasing and decreasing in the spread of land use. Total land use change was 471,678 ha (3.86%). The number of changes in land use increased ± 181,897ha (1.93%). While the number of changes in land use is reduced ± 235,839 ha (1.93%). Meanwhile, the suitability of land use to the RTRW in 2015 amounted to 9.828,567 ha (80,42%) and in 2018 amounted to 9.675,471 ha (79,16%) of the area of the study area. Over this 3 years period, the suitability of land use to the RTRW decreased by 153.096 ha (1.26%).  Keywords: Suitability Analysis, Land Use, RTRW, GIS.
PEMBUATAN PROGRAM PERHITUNGAN PERATAAN JARING SIPAT DATAR Setiaji Nanang Handriyanto; Moehammad Awaluddin; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.44 KB)

Abstract

Sipat datar bertujuan menentukan beda tinggi antara titik-titik di atas permukaan teliti.Di dalam geodesi, tinggi suatu titik didefinisikan sebagai jarak terhadap suatu bidang referensi. Bidang referensi yang dipakai adalah bidang equipotensial gaya berat (bidang nivo) yang berimpit dengan muka air laut rata-rata yang tidak terganggu. Bidang tersebut dinamakan geoid.Dalam pengukuran jaringan Sipat Datar, untuk mendapatkan titik tinggi yang akurat terlebih dahulu dilakukan pengolahan beda tinggi kemudian dilakukan perataan jaringan (Network Adjustment).Perataan jaringan menggunakan metode kuadrat terkecil. Kuadrat terkecildimaksudkan untuk mencari suatu nilai akhir sehingga jumlah kuadrat dari residu adalah minimum. Sehingga tidak mungkin ada nilai hasil hitungan yang lain yang jumlah kuadrat residunya lebih kecil.Seiring dengan kemajuan di bidang komputer dan pemrograman, maka perhitungan perataan jaring Sipat Datar menjadi lebih praktis dalam pengolahannya. Aplikasi GLN 1.0 menggunakan bahasa pemrograman berbasis windows yaitu Visual Basic 2008. Aplikasi GLN 1.0 dapat meratakan jaring Sipat Datar dengan dua metode yaitu parameter dan Bersyarat. Hasil perataan pengamatan jaring Sipat Datar dari aplikasi GLN 1.0 dibandingkan dengan hasil perataan dari Adjust dan Microsoft Office Excel menunjukan hasil yang relatif sama. Berdasarkan hal tersebut, maka disimpulkan bahwa aplikasi yang dibuat dapat digunakan untuk keperluan perataan jaring Sipat Datar.Kata Kunci : visual basic, Sipat Datar, beda tinggi, perataan kuadrat terkecil.
ANALISIS POLA SEBARAN AREA UPWELLING MENGGUNAKAN PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-A, ANGIN DAN ARUS SECARA TEMPORAL TAHUN 2003-2016 (Studi Kasus : Laut Banda) Putra, Ikhlas Ika; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.065 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah laut terluas di dunia, dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2 . Laut Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam laut yang sangat beragam. Laut Banda merupakan salah satu perairan yang memiliki kekayaan tersebut yang memiliki muatan unsur hara yang melimpah. Sebaran unsur hara tersebut dapat diketahui dengan adanya fenomena upwelling di laut Banda. Salah satu cara untuk menganalisis upwelling tersebut menggunakan citra Aqua MODIS (klorofil-a dan suhu permukaan laut) sebagai parameter upwelling, citra Quickscatt untuk arah dan kecepatan angin, serta data permodelan Aviso untuk pola arus.Metode pengolahan pada penelitian ini menggunakan bahasa pemograman ENVI-IDL untuk mengolah data dari citra Aqua MODIS dan citra Quicscatt dari tahun 2003-2016, serta pengolahan untuk data arus menggunakan SeaDAS dari tahun 2010-2015. Hasil dari pengolahan tersebut nantinya akan didapatkan nilai sebaran dari klorofil-a, suhu permukaan laut, dan angin serta pola arah arus untuk mengidentifikasi upwelling dan kriteria upwelling yang terjadi setiap musim dalam 14 tahun maupun setiap tahunnya dari tahun 2003-2016. Kemudian dilakukan uji korelasi terhadap parameter klorofil-a, suhu permukaan laut, dan angin untuk mengetahui kekuatan hubungan parameter upwelling.Fenomena upwelling yang terjadi di laut Banda terjadi pada musim timur, dimana puncak tertinggi terjadi pada bulan Agustus. Kandungan klorofil-a pada bulan ini mencapai 0,446 mg/ 15m3">  seiring dengan meningkatnya kecepatan angin mencapai 6,626 m/s dan suhu permukaan laut menurun sampai nilai 26,818 15℃">  dan fenomena upwelling di laut Banda ini terjadi setiap tahun dengan pola yang sama. Fenomena upwelling yang terjadi di laut Banda dapat diketahui dengan adanya arus eddy di sekitar area tempat terjadinya fenomena ini. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui parameter upwelling klorofil-a, suhu permukaan laut, dan angin memiliki hubungan yang kuat dengan nilai korelasi klorofil-a dengan suhu permukaan laut sebesar -0,993 dan klorofil-a dengan angin sebesar 0,951

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue