cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
PENGGUNAAN POSTGRESQL DAN OPENSTREETMAP DALAM PEMBANGUNAN WEBGIS TENTANG PERSEBARAN LAPANGAN FUTSAL DAN LAPANGAN SEPAK BOLA KOTA SEMARANG Muhamad Arif Debalano; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.768 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah yang berkembang pesat memiliki masyarakat yang mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan dunia olahraga. Olahraga sudah menempati posisi yang penting dalam kehidupan sehari – hari masyarakat di Kota Semarang bahkan meningkatnya minat masyarakat ditunjukkan dengan semakin bertambahnya klub–klub atau kelompok–kelompok dari berbagai cabang olahraga di Kota Semarang (Ramadani, 2008). Tak terkecuali bagi olahraga ini, futsal dan sepak bola.Peningkatan minat dan antusias masyarakat terhadap olahraga tersebut, hendaknya diimbangi dengan perkembangan sistem informasi geografis yang baik tentang persebaran lapangan futsal dan lapangan sepak bola Kota Semarang. WebGIS merupakan solusi yang tepat sebagai media persebaran informasi karena fungsi dan kegunaannya yang dapat diakses dengan cepat dan mudah.Dilatar belakangi oleh pemanfaatan aplikasi-aplikasi Opensource, sehingga untuk proses perancangan aplikasi pada penelitian kali, WebGIS ini dalam perancangannya memanfaatkan basis data dari PostgreSQL yang diolah dengan beberapa aplikasi Opensource seperti QGIS, PgAdminIII, PhpPgAdmin, WappStack dan PostGIS. Dan pada bagian webmap memanfaatkan OpenStreetMap sebagai basemapnya.Hasil akhir pada penelitian kali ini berupa aplikasi SIG berbasis Web utnuk persebaran Lapangan Futsal dan Lapangan Bola Kota Semarang. Yang diharapkan dapat bermanfaat bagi tersedia sistem informasi yang memadai bagi pengguna lapangan futsal ataupun lapangan sepak bola yang ada di Kota Semarang. Kata Kunci : Kota Semarang, lapangan bola, lapangan futsal, PostgreSQL dan OpenStreetMap  ABSTRACTSemarang city as the capital of central Java that is rapidly developed has high-aspirated communities on sport development. Sport has already become necessary thing in the daily life of Semarang communities. Moreover, the increasing of communities’ interest towards sport is shown by the increasing numbers of subsidiaries sport clubs in Semarang (Ramadani, 2008) includes futsal and soccer.                 The increasing of communities’ interest and enthusiasm towards futsal and soccer should counterbalanced with the increasing of a good geography information system of futsal and soccer fields distribution in Semarang. WebGIS is a right solution as media of distribution information due to the function and the use that can be accessed rapidly and easily.                 This research is supported by the utilization of Opensource applications. Moreover, in the designing process of this WebGIS, the writer utilizes the data base of PostgreSQL processed by several Opensource applications as QGIS, PgAdminIII, PhpPgAdmin, WappStack and PostGIS. Furthermore, for the webmap, the writer utilizes OpenStreetMap as the basemap.                   The final result of this research is an application of GIS based on Web for the distribution of futsal and soccer fields in Semarang. The information given in this application is expected to be useful for futsal and soccer users in Semarang.  Key words: Semarang, futsal field, soccer field, PostgreSQL, OpenStreetMap      *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS ESTIMASI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI LOKASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (Studi Kasus : Kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah) Galuh Puteri Saraswati; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.943 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan terutama di sektor industri. Salah satu faktor penunjang laju pertumbuhan ekonomi yaitu ketersediaan energi listrik yang memadai. Potensi panas bumi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia memberi keuntungan tersendiri untuk pengembangan energi listrik ramah lingkungan. Pemanfaatan teknologi pengindraan jauh dengan menggunakan citra Landsat 8 yang memiliki sensor Thermal Infrared Sensor (TIRS) pada kanal 10 dan 11 dapat membantu dalam mendeteksi perbedaan suhu permukaan bumi. Hasil dari suhu permukaan dilakukan pengolahan dengan algoritma Radiative Heat Flux (RHF) sehingga didapatkan estimasi energi panas bumi. Selain itu, hasil dari suhu permukaan dilakukan pembobotan metode Analitychal Hierarchy Process (AHP) bersama dengan data Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), deliniasi kelurusan untuk didapatkan area potensial panas bumi. Area potensial panas bumi dan Peta RBI dilakukan analisis SIG untuk mendapatkan rekomendasi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa area potensi panas bumi di WKP Ungaran salah satunya berada pada kawasan cagar budaya Candi Gedongsongo dengan luas area sebesar 182,585 Ha. Estimasi energi yang didapat pada kawasan Candi Gedongsongo yaitu sebesar 25,059 MW. Hasil dari analisis Sistem Informasi Geografis didapatkan rekomendasi lokasi pembangunan PLTP dengan area yang sesuai sebesar 44,476 km2 dan area yang tidak sesuai sebesar 252,587 km2.
ANALISIS DEFORMASI DAN VOLUMETRIK MENGGUNAKAN METODE PENGAMATAN 3 DIMENSI UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) (Studi Kasus: Brown Canyon, Semarang) Setiawan, Thoriq Fajar; Prasetyo, Yudo; Hani'ah, Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.261 KB)

Abstract

ABSTRAKKawasan Brown Canyon merupakan destinasi wisata baru di Kota Semarang. Namun kawasan tersebut masih aktif digunakan untuk aktivitas tambang, selain itu Brown Canyon juga belum terurus dengan baik untuk kepentingan pariwisata. Diperlukan tindakan lebih lanjut apabila ingin menjadikan Brown Canyon kawasan pariwisata di masa yang akan datang, termasuk melakukan analisis dinamika aktivitas pertambangan di Brown Canyon.Pada penelitian kali ini dilakukan analisis dinamika fisik dari Brown Canyon menggunakan metode kombinasi pengamatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Global Positioning System (GPS) dan survei terestris untuk menganalisis volume dan deformasi yang terjadi di Brown Canyon. Hal ini dilakukan dengan cara menganalisis perubahan volume dengan menggunakan Digital Elevation Model (DEM) yang terbentuk dari data multitemporal foto udara UAV. Pembentukan data DEM tersebut didapat dari data foto udara yang diolah menggunakan prinsip fotogrametri, yang kemudian dikonversi kedalam bentuk pointclouds dan kemudian menjadi data DEM. Hasil dari analisis perubahan volume diverifikasi menggunakan data deformasi dari DInSAR untuk mendapat data yang lebih realistis. Hasil dari pengolahan data dilakukan validasi menggunakan metode terestris untuk mengetahui kondisi topografi sebenarnya.Hasil dari penelitian ini menunjukan penurunan volume yang terjadi Brown Canyon menurut analisis DEM dan sudah terverifikasi dengan data DInSAR, penurunan volume yang terjadi adalah sebesar 14070,7 meter kubik terhitung dari tanggal 25 Maret 2016 hingga 15 April 2016. Hasil tersebut sudah meliputi perubahan volume akibat kegiatan tambang dan faktor lain seperti genangan air, deformasi jalan dan pertumbuhan vegetasi. Dengan hasil analisis pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pihak terkait untuk pengambilan keputusan mengenai pengembangan Brown Canyon untuk kedepannya dibidang pertambangan dan pariwisata.Kata Kunci: Brown Canyon, Deformasi, DInSAR, Fotogrametri, UAV. ABSTRACTBrown Canyon area is a new tourist destination in Semarang. However the area is still being used for mining activities because of that the Brown Canyon also has not been well maintained for tourism purposes. Further  actions are required if we want to make Brown Canyon as a tourism area in the future, including do some dinamical activity mining analysis in Brown Canyon. In this research, physical dynamic of Brown Canyon is analyzed using a combination method of Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Global Positioning System (GPS) and terristrial survey to analyze the volume and deformation in Brown Canyon. It has done by volume changes analysis using Digital Elevation Model (DEM) which is created from the multitemporal data using an UAV aerial images. The DEM data was built by constructed from aerial images which is processed using the principles of photogrammetry and converted into pointclouds data to and become DEM data. Later, this results of volume change analysis have to verified using deformation data from DInSAR in order to acquire realistic results. The result of data processing will be validate with terrestrial surveying to know the real topography. The research results have been indicated decreasing volume in Brown Canyon based on the DEM analysis which is has been verified by the DInSAR data. There are 14,070.7 cubic meters decreasing volume in Brown Canyon calculated from March 25, 2016 until April 15, 2016. This result include changes in volume due to mining activities and other factors such as pond, road deformation and vegetation growth. The result in this research is expected to be consideration for related parties on decision making regarding the development of Brown Canyon for future mining and tourism purposes. Keywords : Brown Canyon, Deformation, DInSAR, Photogrammetry and UAV.*) Penulis, Penanggung jawab
PEMBUATAN PETA ZONA RAWAN TANAH LONGSOR DI KOTA SEMARANG DENGAN MELAKUKAN PEMBOBOTAN PARAMETER Jerson Otniel Purba; Sawitri Subiyanto; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.398 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian yang berjudul “Pembuatan Peta Zona Rawan Tanah Longsor di Kota Semarang dengan Melakukan Pembobotan Parameter” ini dilatarbelakangi oleh  data yang didapat dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Semarang, yaitu terhitung sejak Januari hingga Juni 2012 (kurun waktu 6 bulan) terdapat 20 kejadian tanah longsor. Untuk itu perlu dibuat peta zona rawan longsor guna menghasilkan informasi mengenai posisi yang berkaitan dengan tingkat kerawanan longsornya di kota Semarang. Peta ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam pengambilan keputusan guna tindakan pencegahan terjadinya tanah longsor di daerah yang rawan, sehingga mengurangi jumlah korban jiwa maupun materi dan juga perencanan dalam pembangunan sarana dan prasarana.Penelitian ini menggunakan data citra pengindraan jauh dan SIG (Sistem Informasi Geografis) dengan melakukan pembobotan terhadap parameter yang mempengaruhi terjadinya longsor, yaitu: kelerengan, penggunaan lahan, jenis tanah, dan curah hujan.Hasil dari Penelitian ini adalah peta kerawanan longsor yang dibagi menjadi lima kelas kerawanan, yaitu: tidak rawan, agak rawan, cukup rawan, rawan, dan sangat rawan. Dan informasi yang didapatkan adalah sebagian besar wilayah kota Semarang masuk dalam kelas “Agak Rawan”, yaitu 60,51% (23266,315 ha), sedangkan sisanya masuk dalam kelas “Tidak Rawan” sebesar 24,66% (9480,007 ha), “Cukup Rawan” 13,32% (5120,050 ha), “Rawan” 1,20 (463,091 ha), dan “Sangat Rawan” 0,31% (120,547).Kata kunci: Tanah longsor, Peta, Sistem Informasi Geografis, Kota Semarang                                     Abstract  This study, entitled "Making the Landslide Prone Zones Map in Semarang City with Doing Weighting Parameters" is motivated by data obtained from BPBD (Badan Pengangulangan Bencana Daerah) Kota Semarang, which is commencing from January to June 2012 (the period of 6 months ) there were 20 landslide occurrences. For that need to be made map landslide prone zones to inform about the position with regard to the level of vulnerability to landslides in the city of Semarang. This map can be used as a reference in decision making for preventive measures in the landslide prone areas, thereby reducing the number of casualties and material and also planning the construction of facilities and infrastructure.The study was conducted using data of remote sensing image and GIS ( by weighting the parameters that influence the occurrence of landslides, namely: slope, land use, soil type, and rainfall.Results from this study is that the landslide susceptibility map is divided into five classes of vulnerability, ie: not prone, somewhat prone, quite prone, prone , and very prone. And the information obtained is most regions Semarang enroll in classes "Somewhat Prone", ie 60.51% (23266.315 ha), while the rest goes in the class "Not Prone " ie 24.66 % (9480.007 ha) , "Quite Prone" 13.32 % (5120.050 ha) , "Prone" 1.20 (463.091 ha), and "Highly Prone" 0.31% (120.547).Keywords: Soil Erosion, Map, Geographical Information System, Semarang City*)Penulis Penanggung Jawab
ANALISIS KETELITIAN DATA PEMODELAN 3 DIMENSI DENGAN METODE TRAVERSE DAN METODE CLOUD TO CLOUD MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER Alvatara Partogi Hutagalung; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.029 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Tingkat ketelitian dalam suatu pengukuran saat ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, tingkat ketelitian dalam suatu pengukuran juga semakin bergerak ke arah yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Salah satunya yang berkembang saat ini teknologi untuk melakukan survei suatu objek tiga dimensi adalah Terrestrial Laser Scanner (TLS). Metode pengukuran TLS tersebut sendiri ada 4 yaitu : metode Cloud to Cloud, metode Target to Target, metode Traverse, dan metode kombinasi.                Ketelitian metode Traverse dan metode Cloud to Cloud ini akan diuji tingkat ketelitiannya dengan melakukan pengujian pada dua parameter, yakni pada metode registrasi dan hasil visualisasi model tiga dimensi. Metode yang dilakukan dalam uji ketelitian ini melakukan uji internal dengan perhitungan ketelitian hasil registrasi model point cloud antar metode registrasi pada software dan uji eksternal dengan melakukan analisis perbandingan jarak sisi bangunan menggunakan Total Station dan perhitungan uji statistik serta melakukan analisis hasil visualisasi model tiga dimensi antar metode sehingga akan didapatkan hasil metode mana yang lebih teliti antara metode Traverse atau metode Cloud to Cloud pada pemodelan tiga dimensi suatu objek.                Penelitian ini menghasilkan perbandingan ketelitian metode Traverse sebesar ±0,0285 meter dan metode Cloud to Cloud sebesar ±0,0173 meter dengan ketelitian linear jaring poligon 7 titik kategori orde 4 sebesar 1 : 6867,9 meter pada Patung Pangeran Diponegoro serta ketelitian metode Traverse sebesar ±0,0401 meter dan metode Cloud to Cloud sebesar ±0,0213 meter dengan ketelitian linear jaring poligon 13 titik kategori orde 4 sebesar 1 : 6246,6 meter pada Gedung Prof. Sudarto S.H. Berdasarkan hasil ketelitian yang telah didapat dapat disimpulkan bahwa metode Cloud to Cloud akan menghasilkan model tiga dimensi dengan tingkat ketelitian geometrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode Traverse serta metode Cloud to Cloud akan menghasilkan model tiga dimensi yang lebih teliti apabila digunakan untuk melakukan pemodelan tiga dimensi terhadap objek yang memiliki dimensi kecil. Berdasarkan hasil visualisasi model tiga dimensi antara kedua metode registrasi didapatkan hasil bahwa kedua metode menghasilkan model yang tidak berbeda dan sama baiknya apabila digunakan pada satu jaring poligon serta mode pengukuran yang sama yakni ­mode detail dengan daya scan maksimal hingga 120.000 titik/detik yang digunakan pada penelitian ini terhadap objek penelitian.                Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pengguna Terrestrial Laser Scanner sebagai referensi mengenai tingkat ketelitian antara metode Traverse dan Cloud to Cloud dalam pelaksanaan pengukuran sehingga dapat menentukan metode mana yang dianggap lebih baik diterapkan terhadap suatu objek pada pemodelan tiga dimensi menggunakan alat Terrestrial Laser Scanner. 
ANALISIS POLA KEKERINGAN LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN KENDAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA THERMAL VEGETATION INDEX DARI CITRA SATELIT MODIS TERRA Munir, Muchammad Misbachul; Sasmito, Bandi; Haniah, Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.46 KB)

Abstract

ABSTRAK                Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang terkena dampak kekeringan karena kemarau panjang. Ancaman kekeringan akibat pengaruh iklim tidak dapat dihindari, tetapi dapat diminimalkan dampaknya jika pola kekeringan di suatu daerah dapat diketahui.Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi dari penginderaan jauh yaitu melalui pengolahan dan analisis menggunakan algoritma Thermal Vegetation Index (TVI) yang merupakan rasio antara Land Surface Temperature (LST) dan Enhanced Vegetation Index (EVI) untuk mengkaji sebaran dan pola kekeringan pertanian Kabupaten Kendal tahun 2010-2014 yang kemudian akan dihubungkan dengan karakteristik wilayahnya untuk mengetahui keterkaitannya dengan kekeringan di Kabupaten Kendal.Kejadian kekeringan sangat luas terjadi pada bulan September 2012 dengan luas 17.275,792 ha, sedangkan yang terendah terjadi pada bulan September 2010 seluas 998,699 ha. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa karakteristik fisik lahan berpengaruh terhadap kejadian kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Kendal. Kata Kunci: EVI, Kekeringan lahan pertanian, LST, MODIS, TVI  ABSTRACT Kendal is one of the areas affected by drought. Threat of drought due to climate influences can not be avoided but the impact can be minimized if the pattern of drought in a region may be known.One way that used by using the application of remote sensing is through the processing and analysis algorithms Thermal Vegetation Index (TVI) which is the ratio between Land Surface Temperature (LST) and Enhanced Vegetation Index (EVI) to assess the distribution and patterns of agricultural drought Kendal in the year 2010-2014 will be connected to the characteristics of the region to determine its relevance to the drought in Kendal.The widest drought occurred in September 2012 with an area of 17275.792 ha, while the lowest drought occurred in September 2010 covering an area of 998.699 ha. Statistical analysis showed that the physical characteristics of the land effect on the incidence of agricultural drought in Kendal. Keywords: Agricultural drought, EVI, LST, MODIS, TVI *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS ARAH PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH KABUPATEN KENDAL MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Khoirul Isnaini Aulia; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.52 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal memiliki potensi perkembangan wilayah yang cukup besar. Pertumbuhan wilayah tersebut banyak dipengaruhi oleh bertambahnya penduduk yang tinggal di Kabupaten Kendal. Dampak dari pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk di Kabuapaten Kendal adalah terjadinya perubahan fisik khususnya penggunaan lahan sebagai daerah pemukiman. Selain itu, pemerintah setempat juga mengembangkan infrastruktur pendukung yang menyebabkan peningkatan penggunaan lahan kosong.  Penelitian ini menggunakan data antara lain batas administrasi Kabupaten Kendal, citra Landsat 7 tahun 2007, 2012 dan citra Landsat 8 tahun 2018, data kependudukan Kabupaten Kendal tahun 2017 dan citra Worldview tahun 2016. Metode yang digunakan umtuk mengetahui pola perkembangan fisik suatu wilayah adalah Global Moran’s I. Dengan menggunakan metode Overlay Intersect untuk mengetahui arah perkembangan fisik wilayah dilihat dari penggunaan lahan pada tahun 2007-2012, dan 2017-2018. Wilayah Kabupaten Kendal yang mengalami perkembangan pada pola perkembangan permukiman yang pesat yaitu Kecamatan Boja, Kecamatan Singorojo, dan Kecamatan Brangsong. Penggunaan lahan pada tahun 2007-2012 arah perkembangan fisik wilayah yang mengarah ke sebelah Timur Kabupaten Kendal menyebabkan alih fungsi lahan penggunaan lahan menjadi kawasan permukiman dan pada tahun 2012-2018 arah perkembangan fisik wilayah yang mengarah ke sebelah Timur Kabupaten Kendal menyebabkan alih fungsi menjadi lahan kawasan permukiman.
UJI KETELITIAN HASIL REKTIFIKASI CITRA QUICKBIRD DENGAN PERANGKAT LUNAK GLOBAL MAPPER Arfian Setiadi; Bambang Sudarsono; LM. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.887 KB)

Abstract

Uji ketelitian Hasil Rektifikasi Citra Quickbird dengan Perangkat Lunak Global Mapper dengan studi kasus daerah Semarang, Jawa tengah. Tugas akhir ini disusun untuk mengetahui nilai pergeseran titik ICP hasil pengukuran dengan GPS dari citra Quickbird yang sudah di rektifikasi menggunakan Global Mapper. Citra Quickbird yang digunakan dalam penelitian ini daerah Semarang, scene 005688952040_01 tanggal 19 November 2007. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, rektifikasi citra dapat dilakukan menggunakan salah satu software Geodesi yaitu Global Mapper. Keunggulan menggunakan software Global Mapper adalah ringan dan praktis karena tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang terlalu besar, software Global Mapper hanya berkapasitas 51 MB setelah terinstal pada komputer. Beberapa metode yang digunakan untuk rektifikasi dalam penelitian ini yaitu metode Helmert, Affine, Polinomial dan Triangulasi. Dari proses rektifikasi menggunakan titik-titik GCP dari pengukuran GPS statik singkat diperoleh hasil RMSE dari masing-masing metode sebagai berikut: Metode Helmert mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 3,16 m sampai 43,04 m. Metode Affine mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 0,75 m sampai 24,40 m. Metode Polinomial mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 0,26 m sampai 15,32 m. Metode Triangulasi mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 0,00 m sampai 11,52 m. Nilai pergeseran titik dari hasil rektifikasi dengan menggunakan masing-masing metode yang memenuhi syarat penelitian yaitu dibawah 2 piksel atau sekitar 1,20 meter yaitu metode Helmert sebesar 2.5 %, metode Affine sebesar 25 %,  metode Polinomial sebesar 10 % dan metode Triangulasi sebesar 30 %. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa hasil dari rektifikasi citra yang telah dilakukan belum memenuhi syarat penelitian.
PEMODELAN POTENSI BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN ANALISIS SIG DI KABUPATEN SEMARANG Ramadhan, Taufik Eka; Suprayogi, Andri; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.483 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk daerah yang rawan terjadi bencana. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Semarang yakni tanah longsor, kekeringan, puting beliung, dan banjir.Dalam penelitian ini, telah dilakukan pembuatan pemodelan potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Semarang dengan menggunakan metode analisis SIG dan metode skoring dan pembobotan dengan mengacu pada Permen PU No. 22/PRT/M/2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor dan metode Analytical Hierarchy Proccess (AHP) dengan narasumber Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang.Dari Penelitian ini didapatkan hasil berupa, terdapat enam faktor penyebab potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Semarang, yaitu tata guna lahan dengan bobot 20% untuk Permen PU dan 0,250 untuk AHP, curah hujan dengan bobot 20% untuk Permen PU dan 0,304 untuk AHP, kelerengan dengan bobot 25% untuk Permen PU dan 0,161 untuk AHP, Jenis Tanah dengan bobot 15% untuk Permen PU dan 0,131 untuk AHP, Keberadaan Sesar dengan bobot 10% untuk Permen PU dan 0,102 untuk AHP, dan Infrastruktur dengan bobot 10% untuk Permen PU dan 0,053 untuk AHP. Selanjutnya dari analisis Overlay peta potensi tanah longsor didapatkan tiga kelas potensi yaitu Tinggi dengan luas 18,641% untuk Permen PU dan  6,635% untuk AHP, Sedang dengan luas 51,455% untuk Permen PU dan 47,167% untuk AHP dan Rendah dengan luas 30,084% untuk Permen PU dan 46,199% untuk AHP. Kata Kunci : AHP, Permen PU, Skoring dan Pembobotan, SIG, Tanah Longsor.  ABSTRACT Semarang District is one of region in Indonesia which included in disaster prone-areas. Data from BPBD Semarang District’s mention that the most frequent disaster in Semarang District are Landslides, Droughts, Waterspouts, and Floods.This research has been conducted to create a modeling of potential landslides in Semarang District using GIS analysis method and Scoring and Weighting Method which refers to Permen PU No. 22/PRT/M/2007 on Guidelines Spatial Landslides Prone Areas and Analytical Hierarchy Proccess (AHP) method with the speaker is Section Chief of Prevention and Preparadness BPBD Semarang District.From this research showed there were six potential factors causing Landslides in Semarang District, that were Land Use with a weight of 20% for Permen PU and 0,250 for AHP, Precipitation with a weight of 20% for Permen PU and 0,304 for AHP, Slope with a weight of 25% for Permen PU and 0,161 for AHP, Soil Types with a weight of 15% for Permen PU and 0,131 for AHP, Presence Fault with a weight of 10% for Permen PU and 0,102 for AHP, and Infrastructure with a weight of 10% for Permen PU and 0,053 for AHP. Furthermore, from the Overlay analysis of potential landslides map obtained three classes of potential that were, High Potency with an area of 18,641% for Permen PU and 6,635% for AHP, Medium Potency with an area of 51,455% for Permen PU and 47,167% for AHP, and Low Potency with an area of 30,084% for Permen PU and 46,199% for AHP. Keywords : AHP, Permen PU, Scoring and Weighting, GIS, Landslides
ANALISIS HUBUNGAN PRODUKTIVITAS IKAN LEMURU DENGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS (Studi Kasus : Selat Bali) Bagus Yuli Arianto; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.245 KB)

Abstract

 ABSTRAKSelat Bali merupakan perairan yang terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Bali yang merupakan daerah potensial dengan hasil ikan nya yang komoditas utamanya ikan Lemuru. Karena letaknya yang dipengaruhi oleh Laut Jawa dan Samudera Hindia ini menyebabkan perairan selat Bali terdapat banyak nutrien sumber makanan dari ikan.Seiring dengan  berkembangnya teknologi, maka untuk mengetahui keaadaan perairan Selat Bali dalam penelitiaan ini menggunakan metode Penginderaan Jauh dengan mengolah citra Aqua Modis untuk diambil informasi Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a sebagai parameter kelimpahan ikan Lemuru di Selat Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan korelasi antara jumlah hasil tangkapan ikan Lemuru denagan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di perairan Selat Bali pada tahun 2011-2013.Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rentang waktu 3 tahun jumlah hasil tangkapan ikan Lemuru mengalami peningkatan yang  fluktuatif dengan puncak rata-rata penangkapan terjadi pada musim barat (November-April). Pada tahun 2011 produksi ikan Lemuru tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 580.803 kg, tahun 2012 produksi tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 752.470 kg, tahun 2013 produksi tertinggi terjadi pada bulan Oktober sebesar 2.120.447 kg. Dari hasil analisis regresi tunggal hasil tangkapan ikan Lemuru dengan Suhu Permukaan Laut dan hasil tangkapan ikan Lemuru dengan Klorofil-a didapatkan nilai regresi pada musim barat lebih besar dibandingkan dengan musim timur, hal ini menunjukan bahwa ikan Lemuru lebih banyak pada musim barat di perairan Selat Bali. Sedangkan nilai regresi ganda antara hasil tangkapan ikan Lemuru dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a menunjukan hasil bahwa ada hubungan nya antara jumlah tangkapan ikan lemuru dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a.Kata Kunci : Selat Bali, Lemuru, Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a ABSTRACTBali Strait is water territory located between Java Island and Bali Island where Sardinella is the the main commodity. Because of its location which influenced by Java Sea and Indian Ocean, it causes this area to have lots of nutrient for fish food source.As the technology advances, so to determine the Bali Strait in this using remote sensing method to process the captured image for information Modis Aqua Sea Surface Temperature and Chlorophyll-a as a parameter Sardinella abundance of fish in the Bali Strait sotfware processed using ENVI, ER Mapper , and ArcGIS 10. The aim of this research is to know the correlation between the catch result of Sardinella and the Sea Level Surface temperature in Bali Strait from 2011 to 2013.The result of this research shows that during those three years the catch result of Sardinella has been increased fluctuating with the peak average is occurred during the west monsoon (November-April) In 2011 the highest production of Sardinella was occurred in November as 752 470 kg, in 2013 the highest production occurred in October as up to 2,120,447 kg. From the single regression analysis between Sardinella catching with Seal level Surface Temperature and Sardinella catching with A-chlorophyll obtained regression mark in west monsoon is greater than east monsoon means Sardinella is bigger in the west monsoon in Bali Strait. Whereas, the double regression mark between the Sardinella catching result with of sea surface level temperature and A-chlorophyll shows that there is relationship between the amount of Sardinella catching with the  sea surface level temperature and A-chlorophyll.Keywords: Bali Strait, Sardinella, sea surface level temperature, A-chlorophyll

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue