cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
IDENTIFIKASI FREE SPAN PADA JALUR PIPA LEPAS PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SIDE SCAN SONAR Ahmad Faishal Matazah Putra; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.572 KB)

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan  kegiatan  pengeboran  dan  pengolahan pada industri minyak dan  gas  perlu dilakukanpemeriksaan terhadap setiap komponen yang menunjang untuk menjalankan seluruh kegiatan dari hulu hingga hilir. Salah satu komponen yang penting untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan adalah pipa. Pipa berfungsi sebagai sarana pengaliran atau media transportasi minyak atau gas bumi. Dalam pemasangan pipa bawah laut terdapat tahapan-tahapan yang umumnya dilakukan saat pemasangan pipa. Pada pemeriksaan pipa bawah laut, hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah meninjau aspek lingkungan dan struktur pada pipa agar tidak terjadi gangguan pada pipa. Permasalahan yang dapat terjadi pada pipa adalah free span. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data multibeam echosounder (MBES) dan side scan sonar (SSS). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data multibeam echosounder, sound velocity profiler, pasang surut, dan side scan sonar. Identifikasi free span dilakukan secara visual berdasarkan interpretasi pada bayangan yang terbentuk pada jalur pipa tersebut. Pada area penelitian memiliki kondisi topografi yang beragam. Hal ini dapat menyebabkan free span pada jalur pipa. Hasilnya terdapat 24,15% dari total panjang keseluruhan pipa diidentifikasi sejumlah 60 titik free span sepanjang 1376,7 m dari total panjang pipa sebesar 5,7 km. Panjang maksimal di lokasi penelitian sebesar 59,0 meter dengan tinggi pada titik free span tersebut sebesar 0,5 meter. Tinggi maksimal free span pada lokasi penelitian sebesar 1,6 meter dengan panjang pada titik free span tersebut sebesar 25,8 meter. Indikasi free span dari hasil pengolahan data MBES dan SSS dapat membantu identifikasi hazard yaitu berupa tinggi, panjang dan koordinat free span pada pipa di lokasi penelitian.
ANALISIS FASE TUMBUH PADI MENGGUNAKAN ALGORITMA NDVI, EVI, SAVI, DAN LSWI PADA CITRA LANDSAT 8 Sudarsono, Nur Wahidah; Sudarsono, Bambang; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.681 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman padi (Oryza sativa, sp) termasuk kelompok tanaman pangan yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dengan produksi yang cukup besar adalah kabupaten Kendal. Pada tahun 2013, produksi padi di Kendal mencapai 234.557 ton dari luas panen 45.221 Ha.Dalam era globalisasi informasi untuk mendukung program ketahanan pangan, dituntut kecepatan dan ketepatan informasi sumberdaya pertanian yang lebih kuantitatif. Teknologi penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk memperoleh kecepatan dan ketepatan informasi sumberdaya pertanian tersebut. Dalam hal ini teknologi peginderaan jauh dapat berperan dengan memanfaatkan citra satelit temporal untuk menentukan fase tumbuh tanaman padi dengan mencari nilai indeks vegetasi dari tanaman padi, sehingga dapat diperkirakan berapa luas panen padi setiap tahunnya.Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian untuk menganalisa fase tumbuh tanam padi pada daerah Kabupaten Kendal menggunakan teknologi penginderaan jauh, dimana penginderaan jauh merupakan teknologi yang sangat ideal digunakan mengingat beberapa kelebihan seperti jangkauan yang luas dan cepat.Beberapa metode yang selama ini digunakan menentukan indeks vegetasi antara lain NDVI, EVI, SAVI, dan LSWI. Selanjutnya metode-metode tersebut akan coba digunakan untuk menetukan fase tumbuh tanam padi. Dimana pada penelitian ini dianalisa metode mana yang memiliki model terbaik dalam menentukan fase tumbuh tanaman padi. Dan diperoleh kesimpulan bahwa metode NDVI memiliki pemodelan yang lebih baik dibandingkan metode-metode lainnya. Nilai koefisien determinasi (R2) NDVI sebesar 0,868 dan model yang diperoleh yaitu        y = - 0,0199X2 + 0,2298X + 0,0539.Menurut hasil pengolahan citra satelit Landsat 8 menggunakan metode NDVI dan pemodelan NDVI yang telah dilakukan pada citra perekaman bulan Mei 2015, diperoleh hasil perkiraan luas panen padi untuk daerah Kabupaten Kendal seluas 1.872,655 Ha. Kata kunci            : Fase tumbuh tanam padi, Citra Satelit Landsat 8, Indeks Vegetasi, Luas panen.ABSTRACTPaddy (Oryza sativa, sp) is including to a group of crops food which very important and useful for the life of the Indonesian people. One of regency in Central Java with a large of paddy production is Kendal regency. In 2013, paddy production in Kendal reached 234.557 tons by 45.221 hectares harvested area .In this globalization era, to support the information for food security program, required more quantitative high rate and accuracy of agricultural resources. Remote sensing technology is one of technology that can be utilized to obtain the high rate and accuracy of information about the agricultural resources. In this case, remote sensing technology can play a role by using temporal satellite images to determine the growth stage of paddy plants by looking at the vegetation index value of the paddy plant, so it can be estimated paddy harvested area annually.Based on the description above, the research conducted to analyze the phase of paddy growth in the Kendal area using remote sensing technology, where remote sensing is a technology that is ideally used considering several advantages such as wide coverage and fast.Some of the methods that have been used for determine vegetation index are NDVI, EVI, SAVI, and LSWI. Furthermore, these methods will be used for trying to determine the phase of paddy growth. In this study will be analyzed which method that has the best model for determining the phase of paddy growth. Then concluded that the NDVI has a modeling method which better than other methods. The coefficient of determination (R2) of NDVI is 0,868 with obtained model is       y = - 0,0199X2 + 0,2298X + 0,0539.According to the results of Landsat 8 satellite image processing using NDVI method and NDVI modeling that has been done to the recording image  in May 2015, the estimation result of paddy harvested area on Kendal regency about 1872,655 Ha. Keywords       :        The phase of paddy growth, Landsat 8 Satellite Imagery, Vegetation Index, Harvested area. *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT Fetra Kristina Harianja; Moehammad Awaluddin; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.353 KB)

Abstract

ABSTRAKBatas pengelolaan wilayah laut antar daerah merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah adanya konflik atau sengketa batas wilayah antar daerah yang bersangkutan, karena laut menyimpan banyak sekali sumber daya alam yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh daerah tersebut. Ketentuan tentang penetapan dan penegasan batas pengelolaan wilayah laut daerah, diatur dalam Permendagri No. 141 Tahun 2017. Berdasarkan Permendagri tersebut, garis pantai memiliki peranan penting dalam penentuan batas pengelolaan wilayah laut, karena garis pantai digunakan sebagai acuan dalam penentuan titik dasar dan garis dasar yang nantinya akan digunakan dalam penarikan garis batas pengelolaan laut. Tetapi, garis pantai sangat rentan mengalami perubahan, disebabkan oleh beberapa faktor seperti abrasi, akresi, maupun pengaruh dinamika air laut.Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang pengaruh perubahan garis pantai terhadap batas pengelolaan wilayah laut daerah Provinsi Sumatera Utara sisi bagian Samudera Hindia yang berbatasan dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Barat dalam kurun waktu 10 tahun, yaitu dari tahun 2009 sampai 2019 menggunakan citra Landsat 7 dan Landsat 8. Pemilihan citra disesuaikan dengan kondisi pasang surut, yaitu citra pada keadaan pasang air tertinggi. Penajaman garis pantai pada citra dilakukan dengan algoritma BILKO.Hasil pengamatan citra Landsat tahun 2009 dan 2019 menunjukkan adanya perubahan garis pantai yang menyebabkan pergeseran batas pengelolaan laut. Pergeseran tersebut dapat dilihat dari perubahan garis batas klaim 12 mil laut, garis batas yang terbentuk dari equidistant line dan median line, serta luas pengelolaan wilayah lautnya. Luas pengelolaan wilayah laut dari tahun 2009 sampai tahun 2019 berkurang sebesar 1.407,125 Ha. Kunci : Batas Pengelolaan Wilayah Laut, BILKO, Garis Ekuidistan, Garis Pantai, Garis Tengah ABSTRACTThe boundaries of the management of sea areas between regions are things that need to be considered to prevent conflicts or disputes over territorial boundaries between the regions concerned, because the sea holds a lot of natural resources that can be managed and utilized by the area. Provisions concerning the stipulation and confirmation of the boundaries of regional marine management are regulated in Permendagri No. 141 of 2017. Based on the Permendagri, the coastline has an important role in determining the boundaries of marine management, because the coastline is used as a reference in determining the bases and baselines which will later be used in the sea management boundaries draw. However, the coastline is very vulnerable to change, caused by several factors such as abrasion, accretion, and the influence of the dynamics of sea water.Therefore, this study will discuss the effect of shoreline changes on the management of the regional sea area of North Sumatra Province on the Indian Ocean which borders the Nanggroe Aceh Darussalam Province and West Sumatra Province in 10 years, namely from 2009 to 2019 using Landsat images 7 and Landsat 8. The image selection is adjusted to the tidal conditions, namely the image on the highest tide state. The sharpening of the coastline in the image is done by the BILKO algorithm.The results of observations of Landsat images in 2009 and 2019 indicate a change in the shoreline which has caused a shift in the boundaries of sea management. The shift can be seen from the change in the boundary line of claims for 12 nautical miles, the boundary line formed from the equidistant  line and the median line, as well as the area of sea area management. The area of sea area management from 2009 to 2019 has decreased by 1.407,125 hectares. Keywords: BILKO, Coastlines, Equidistant Line, Median Line , Sea Area Boundary
VISUALISASI HASIL IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN TAMPILAN FLASH (STUDI KASUS KOTA SEMARANG) Muhammad Ulya; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.275 KB)

Abstract

Kecelakaan adalah suatu rentetan kejadian yang biasanya mengkibatkan kematian, luka atau kerusakan harta benda yang tidak disengaja dan terjadi di jalan atau tempat terbuka untuk umum dan digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Kecelakaan lalulintas adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh banyak faktor, yang  pada dasarnya disebabkan oleh gabungan dari faktor-faktor utama, yaitu : pemakai jalan (manusia), kendaraan, jalan, dan lingkungan. Kriteria Daerah Rawan Kecelakaan ini di ambil dari Dinas Perhubungan, dan Pekerjaan Umum , yaitu : berdasarkan jumlah korban manusia, jumlah pelaku kecelakaan, dan tingkat kecelakaan yang terjadi. Pemilihan Peta Flash karena jaman yang semakin modern, maka kebutuhan peta digital meningkat, pemilihan flash yang berbentuk virtual membuat tampilan menarik dan mudah dipakai penggunanya. Dari hasil perhitungan diketahui ada 4 jalan yang berstatus sangat rawan yaitu : Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Kaligawe, dan Jalan Yos Sudarso. Sedangkan dari perbandingan dengan faktor penyebab,  ada 4 jalan rawan yang mempunyai potensi kecelakaan dari faktor penyebabnya yaitu : Jalan Brigjend Sudiarto, Dr Setiabudi, Perintis Kemerdekaan dan Siliwangi. Aplikasi peta daerah rawan kecelakaan Kota Semarang berbentuk Flash dapat di publish dalam format *.swf (perlu flash player plugin) untuk web browser dan  android. Sedangkan format *.exe (stand alone) hanya untuk windows Kata kunci : Kecelakaan, Lalulintas, Flash, Semarang
PEMETAAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM DAN FASILITAS SOSIAL BERBASIS WEBGIS (Studi Kasus Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten) Damar Ismoyo; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.483 KB)

Abstract

ABSTRAKAngkutan umum merupakan salah satu bagian dari transfortasi perkotaan maupun pedesaan yang telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat kota yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.Objek penelitian ini yaitu berupa aplikasi sistem informasi tentang pemetaan trayek angkutan kota dan fasilitas sosial berbasis web dengan studi kasus di Kecamatan Rangkasbitung, Lebak Banten.  Webgis adalah aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdistribusi dalam suatu jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografis secara visual pada World Wide Web. Webgis jika dibandingkan dengan desktop SIG menawarkan beberapa kelebihan seperti efesiensi biaya, efisiensi beban kerja sumber daya manusia untuk instalasi, pemeliharaan dan dukungan teknis, pemangkasan kurva pembelajaran untuk pengguna akhir dan keunggulan dalam hal integrasi data spasial dan data non spasial.Hasil penelitian ini berupa sebuah aplikasi SIG berbasis web yang menggunakan Google map API sebagai penyedia peta gratis yang akan diintegrasikan ke dalam website untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang baru pertama kali pergi ke Rangkasbitung agar bisa mengetahui rute/trayek angkutan kota yang sedang beroperasi dan juga mengetahui fasilitas sosial yang dilalui oleh rute angkot tersebut.Analisis dalam penelitian ini dibagi menjadi dua analisis yaitu trayek angkutan kota yang banyak melewati fasilitas sosial dan juga pengujian aplikasi SIG berbasis web, dengan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu pengujian validasi jarak trayek dan tarif angkot, pengujian aplikasi dengan web browser dan pengujian usabilityKata Kunci : Transportasi, Angkutan Kota, Fasilitas Sosial, WebGIS ABSTRACKPublic transport is one part of the urban and rural transfortasi which has become a staple of urban society that can not be separated from the life of society in general.The object of this study in the form of information system applications on urban transportation route mapping and web-based social facilities with a case study in the District of Gecko, Banten. Web-based GIS (WebGIS) is the application of geographic information systems (GIS) are distributed in a computer network to integrate and disseminate geographic information visually on the World Wide Web. WebGIS compared to desktop GIS offers several advantages such as cost efficiency, the efficiency of the workload of human resources for the installation, maintenance and technical support, trimming the learning curve for end users and excellence in terms of the integration of spatial data and non-spatial data.The results of this study in the form of a web-based GIS applications that provide convenience to the people who first went to Gecko order to know the route / city transportation route running and also know the social facilities at the pass by the public transportation route.The analysis in this study is divided into two, namely the analysis of urban transportation route that passes many social facilities and also testing a web-based GIS applications, to be divided into three groups: validation testing distance routes and public transportation fare, with a web browser application testing and usability testingKeywords: Transportasi, City Transportation, Social Facility, WebGIS
APLIKASI PETA WISATA BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID (STUDI KASUS DESA GUCI, KABUPATEN TEGAL) EVAN BRILLIANTO; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.323 KB)

Abstract

Objek Wisata Guci merupakan ujung tombak pariwisata pada kabupaten Tegal, terletak di kaki Gunung Slamet kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Sebagai tempat wisata unggulan Objek Wisata Guci memiliki banyak wahana dan fasilitas. Banyaknya keberadaan wahana dan fasilitas wisata ini menyulitkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Maka dari itu Objek  Wisata Guci harus memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata beserta fasilitas, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang berkunjung.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat dan deskripsi dari masing – masing objek wisata yang didapat dengan cara survei langsung ke lapangan dengan menggunakan A-GPS. Langkah selanjutynya adalah membangun sebuah aplikasi menggunakan aplikasi CarryMap. Pada tahap akhir dilakukan uji validitas dengan dua tahap yaitu uji aplikasi dan uji usability.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi peta wisata yang dapat diakses menggunakan smartphone melalui aplikasi CarryMap Apps. Informasi yang dapat diakes pengguna adalah lokasi objek wisata dan fasilitas penunjangnya seperti penginapan, dan tempat ibadah. Ketelitian titik dari aplikasi ini didapatkan rata - rata 4,018 meterdan standar deviasi sebesar 3,913 meter, dan ketelitian jarak didapatkan rata - rata 11,850 meterdan standar deviasi sebesar 3,772 meter. Kriteria efisiensi dengan nilai 82,33 dan kriteria kepuasan dengan nilai 80,5 yang diperoleh dari uji usability. Diharapkan dengan adanya peta wisata yang dapat diakses dengan smartphone ini dapat mempermudah wisatawan dalam memperoleh berbagai informasi pariwisata serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMBUATAN ENVIRONMENTAL SENSITIVITY INDEX (ESI) MAPS DI PESISIR KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Hartomo Haryo Kuncoro; Bandi Sasmito; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.398 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam kawasan pesisir dan pantai Kabupaten Demak dihuni oleh beragam ekosistem seperti terumbu karang, tumbuhan mangrove, ikan, burung pemakan ikan, udang, dan sebagainya. Karena keberagamannya, ekosistem ini dirasa cukup rentan terhadap gangguan dari luar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya perlindungan dan pelestarian kawasan pesisir dan pantai.Penelitian ini menggunakan metode berupa penggabungan teknologi penginderaan jauh dan SIG untuk pembuatan Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps. Penelitian dimulai dengan pembuatan Peta Tutupan Lahan Kawasan Pesisir Kabupaten Demak, kemudian pengidentifikasian ekosistem pesisir melalui citra satelit Ikonos, pengklasifikasian garis pantai dan habitat sumber daya hayati dan selanjutnya masuk ke tahap kartografi pembuatan Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps Kawasan Pesisir Kabupaten Demak.Hasil penelitian menunjukan jenis dan habitat flora dan fauna yang berhasil dipetakan dan diidentifikasi sebanyak 19 spesies yang tersebar sepanjang pesisir Kabupaten Demak. Klasifikasi kerentanan garis pantai yang sering muncul berada pada tingkat 10C (Swamps) dan terdapat 7 variasi tingkat kerentanan lainnya. Variasi klasifikasi yang terjadi akibat perbedaan struktur tanah yang menyusun garis pantai dan kawasan pesisir Kabupaten Demak. Produk peta yang dihasilkan adalah Peta Environmental Sensitivity Index (ESI) Kawasan Pesisir Kabupaten Demak dengan skala peta 1 : 25.000 dan berjumlah 6 (enam) lembar peta. Dalam uji usability yang dilakukan terhadap produk peta, menunjukkan 70% responden dapat memahami dan menerima informasi yang ditampilkan dalam peta. Sehingga dapat diasumsikan bahwa Peta Environmental Sensitivity Index (ESI) Kawasan Pesisir Kabupaten Demak ini dapat dipahami oleh pembaca maupun pengguna peta serta dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kawasan pesisir Kabupaten Demak.Kata Kunci : kawasan pesisir, ESI Maps, Kabupaten Demak, kerentanan garis pantai, uji usability  ABSTRACT In coastal areas and beaches Demak are populated by a variety of ecosystems such as coral reefs, mangroves, fish, fish-eating birds, shrimp, and so on. Because of its diversity, these ecosystems are considered susceptible to interference from outside. Therefore, it is necessary to protect and preserve the coastal areas and beaches.This study uses a method of integrating remote sensing and GIS technology for assembling the Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps. Study began with the creation of Land Cover Map Demak Coastal Area, then the identification of coastal ecosystems through IKONOS satellite imagery, classification of shoreline and biological resources and subsequently entered into the stage of manufacture cartography Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak.The results showed species and habitats of flora and fauna that successfully mapped and identified, there are as many as 19 species are scattered along the coast of Demak. Sensitive shoreline classification that often appear to be at the level of 10C (Swamps) and there are 7 other variations in the level of vulnerability. Classification variations are caused by differences in the structure of land that formed the shoreline and coastal area of Demak. The resulting product is a map: Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak, the scale of the map was 1:25,000 and amounted to 6 (six) map sheet. In usability tests conducted on the product map, showing 70% respondents can understand and accept the information displayed in the map. So it can be assumed that the Environmental Sensitivity Index (ESI) Maps of the Coastal Zone Demak can be understood by the reader and user of the map, and can be used as a reference for the development of coastal areas of Demak.Keywords : coastal area, ESI Maps, Demak District, sensitive shoreline, usability test  *) Penulis, PenanggungJawab
ESTIMASI TINGKAT PRODUKTIVITAS PADI BERDASARKAN ALGORITMA NDVI, EVI DAN SAVI MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 MULTITEMPORAL (Studi Kasus: Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah) Dita Ariani; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.585 KB)

Abstract

ABSTRAK Beras merupakan salah satu sumber pangan pokok bagi kehidupan, khususnya bagi masyarakat Indonesia selain sagu, jagung dan singkong. Sebagai komoditas pertanian yang paling dominan, tingkat permintaan akan beras sebagai kebutuhan yang mendasar sangatlah tinggi. Estimasi mengenai produktivitas padi pun sangat diperlukan guna mengoptimalkan perencanaan penanaman yang tepat dan produksi padi yang maksimal untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Indonesia mempunyai banyak daerah yang berfungsi menjadi penyangga pangan nasional, salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan. Pengindraan jauh merupakan salah satu teknologi yang cocok untuk pengaplikasian estimasi produksi padi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Keunggulan teknologi ini terkait dengan pemrosesan data dan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Penelitian ini menggunakan citra Sentinel-2A berbasis open source untuk pengolahan estimasi produktivitas padi. Pada citra Sentinel-2A multitemporal diterapkan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), EVI (Enhanced Vegetation Index) dan SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) untuk mengetahui tingkat persebaran indeks vegetasi di Kabupaten Pekalongan. Model persebaran nilai indeks vegetasi tersebut didasarkan pada analisis regresi untuk mendeskripsikan nilai produktivitas padi. Hasil pengolahan fase tumbuh padi menggunakan NDVI, EVI dan SAVI menunjunjukkan bahwa pola sebaran indeks vegetasi di Kabupaten Pekalongan bersifat heterogen. Hasil regresi linier berganda masing-masing variabel NDVI, EVI dan SAVI secara berturut-turut menghasilkan koefisien determinasi sebesar 0,332, 0,269, dan 0,283. Berdasarkan model regresi tersebut diperoleh RMSE estimasi produktivitas padi menggunakan transformasi NDVI, EVI dan SAVI terhadap data dinas secara berturut-turut 4,24 kw/ha, 4,54 kw/ha dan 4,47 kw/ha. Sehingga dapat diketahui bahwa dari 3 model estimasi produktivitas padi yang telah diperoleh, hasil estimasi yang hampir mendekati nilai produktivitas yang dikeluarkan oleh DKPP adalah model dengan variabel NDVI dibandingkan dengan  variabel EVI dan SAVI.Kata Kunci: Citra Sentinel-2A, EVI, NDVI, Produktivitas Padi, SAVI ABSTRACT Rice is one of the main sources of food for life, especially for the Indonesian in addition to sago, corn and cassava. As the most dominant agricultural commodity, the level of demand for rice as a basic needed is very high. So the estimation of rice productivity is also very necessary to optimize the proper planting planning and maximum rice production to support national food security. Indonesia has many regions that become national food buffer, one of them is Pekalongan District. Remote sensing is one of the technologies suitable for the application of estimated rice production in the Pekalongan District. These technological advantages are associated with fast, precise and accurate data and information processing. This study uses the Sentinel-2A image based on open source for processing rice productivity estimates. In the multitemporal Sentinel-2A images, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), EVI (Enhanced Vegetation Index) and SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) algorithms are applied to determine cropping pattern in Pekalongan District. The vegetation index value distribution model is based on a regression analysis to describe the value of rice productivity. The results of processing the rice-growing phase using NDVI, EVI and SAVI show that the pattern of vegetation index distribution in Pekalongan District is heterogeneous. The results of multiple linear regression of each NDVI, EVI and SAVI variables produce a coefficient of determination, respectively 0,332, 0,269, and 0,283. Based on the regression model, it is obtained that RMSE estimates rice productivity using NDVI, EVI and SAVI transformations to DKPP data, respectively 4,24 kw/ha, 4,54 kw/ha and 4,47 kw/ha. So it can be seen that from the 3 rice productivity estimation models that have been obtained, the estimation results that are almost close to the DKPP yield data is model with NDVI variables compared with EVI and SAVI variables.
PENGAMATAN LENDUTAN VERTIKAL JEMBATAN KALI BABON DENGAN METODE TERRESTRIAL LASER SCANNER Rizal Adhi Pratama; Sutomo Kahar; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.301 KB)

Abstract

Jembatan Kali Babon dibangun sekitar tahun 2005 dengan panjang 33,5 meter menggunakan tipe elastik. Jembatan akan mengalami dua macam deformasi yang berbeda, yaitu gerakan jangka panjang dan gerakan jangka pendek. Deformasi jembatan jangka panjang tidak dapat kembali ke bentuk aslinya, sedangkan deformasi jembatan jangka pendek atau yang biasa disebut (deflection) yaitu objek yang terdeformasi akan kembali ke posisi dan bentuknya semula jika terlepas dari seluruh muatannya.Dalam Penelitian ini menggunakan Teknologi FARO Laser Scanner Focus 3D untuk memantau besarnya deformasi jangka pendek yang terjadi pada Jembatan Kali Babon. Jumlah titik yang diamati sejumlah tujuh titik sepanjang bentang panjang jembatan. Dalam pemantauan deformasi ini dilakukan scanning sebanyak sebelas kali untuk memperoleh selisih lendutan maksimal yang terjadi pada jembatan. Hasil proses scanning ini berupa point clouds dalam bentuk tiga dimensi. Pengolahan data pengukuran ini menggunakan software scene 5.1.Teknologi Terrestrial Laser Scanner mampu mendeteksi lendutan vertikal Jembatan Kali Babon. Hasil pengukuran metode terrestrial laser scanner diperoleh lendutan maksimal sebesar 0.039 meter dengan lama pengamatan selama sembilan menit dalam sekali proses scanning. Berdasarkan perhitungan teknis pembebanan jembatan berdasarkan bridge management system 1992 untuk beban hidup pada jembatan, maksimal toleransi lendutan vertikal yang diperbolehkan adalah 0.083 meter. Hal ini menunjukan bahwa lendutan Jembatan Kali Babon masih memenuhi standar.Kata Kunci : Jembatan Kali Babon, Terrestrial Laser Scanner, Lendutan Vertikal
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK AKIBAT PENGARUH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SIG (Studi Kasus : Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka) Farid Burhanudin Yusup; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.9 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini Indonesia sedang dalam tahap pembangunan yang cukup besar mulai dari pembangunan fasilitas umum, jalan, dan lainnya. Pengaruh dari pembangunan ini dirasa cukup besar dampaknya bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kawasan pembangunan. Salah satu contohnya yaitu pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di kawasan Majalengka yaitu Kecamatan Kertajati dampaknya yaitu naiknya harga nilai tanah yang cukup signifikan yang megakibatkan harga tanah di sekitar kawasan pembangunan melonjak. Oleh sebab itu diperlukan informasi nilai tanah yang dipresentasikan dalam bentuk peta Zona Nilai Tanah guna dijadikan sebagai pertimbangan dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan yaitu nilai jual objek pajak (NJOP).Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penilaian masal caranya dengan melakukan wawancara menggunakan formulir SPT. 112 –A dari Badan Pertanahan Nasional. Data yang digunakan adalah 503 sampel dan dokumen data NJOP bumi Kecamatan Kertajati tahun 2016. Metode pengolahan data yang digunakan adalah regresi linier berganda, menghitung pengaruh aksesibilitas dan faktor lokasi terhadap sampel harga tanah. Serta menghitung peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan dengan cara membandingkan antara NIR tahun 2016 dengan NJOP dari DPPKAD tahun 2016.Perubahan harga tanah yang terjadi di Kecamatan Kertajati pada saat pembangunan BIJB terjadi peningkatan yang signifikan dengan peningkatan yang tertinggi berada pada zona 23 yaitu sebesar 280% dan terendah pada zona 11 dan 63 sebesar 45%. Sedangkan berdasarkan perbandingan harga antara NJOP dengan harga tanah dari zona nilai tanah (ZNT) hasil survei ketika pembangunan BIJB serta perhitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) atas bumi (tanah) menunjukkan adanya peningkatan PBB atas bumi (tanah) di Kecamatan Kertajati rata-rata berkisar  89%, dengan nilai tertinggi berada pada Kelurahan Mekarmulya sebesar 99% dan terendah berada pada Kelurahan Kertajati sebesar 50%.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue