cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA NJOP DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Rama Aditya Wiwaha; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Pedurungan merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang memiliki pembangunan yang cukup pesat mengingat Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Pedurungan sendiri juga mengalami pembangunan yang cukup pesat dimana terdapat pembangunan mal baru, hotel, tempat makan modern dan relokasi Pasar Barito. Nilai tanah dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan baik kenaikan maupun menurunnya nilai tanah, dalam hal ini memiliki banyak faktor penyebabnya, perubahan guna lahan dan pembangunan suatu wilayah akan sangat berpengaruh pada nilai tanah di sekitar wilayah tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode overlay yang merupakan salah satu analisis dari SIG. Analisis dilakukan dengan melakukan pembuatan zona nilai tanah tahun 2015 dan 2019 dengan menggunakan data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Kecamatan Pedurungan tahun 2015 dan 2019, pada zona nilai tanah di bagi menjadi 49 zona kemudian dilakukan overlay zona nilai tanah tahun 2015 dan 2019 untuk mengetahui perubahan nilai tanahnya. Hasil dari penelitian ini perubahan zona nilai tanah yang terjadi pada Kecamatan Pedurungan berdasarkan NJOP tahun 2015 dan 2019 memiliki rata rata  164,56% dengan kenaikan dalam persentase terbesar sebesar 270,55% dan persentase terkecil sebesar 94,27%. Berdasarkan nilai NIR yang berdasarkan dari nilai NJOP Kecamatan Pedurungan Tahun 2015 dan 2019 mengalamai perubahan nilai terbesar sebesar Rp. 7.165.000/m2 yang berada pada lokasi sekitar jalan Majapahit yang sering dilewati orang dari dalam kota maupun luar kota.
ANALISIS DEFORMASI KOSEISMIK GEMPA NIAS 3 JUNI 2019 MENGGUNAKAN DATA CORS BIG DAN SUGAR Sry Suando Sinaga; Moehammad Awaluddin; LM Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAktivitas subduksi yang terjadi di Pulau Sumatra sering menimbulkan gempa sehingga Pulau Sumatra dianggap sebagai salah satu wilayah tektonik aktif di dunia. Pada tanggal 3 Juni 2019 telah terjadi gempa dengan magnituda sebesar 5,8 Mw yang berlokasi pada bagian selatan Pulau Nias tepatnya pada 0,378°U 97,722°T. Gempa bumi yang terjadi akan mengakibatkan deformasi pada objek di sekitarnya. Deformasi Pulau Nias dan sekitarnya dapat dilakukan dengan menggunakan data pengamatan stasiun CORS BIG dan SuGAr. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ilmiah GAMIT/GLOBK 10,7. Deformasi yang diamati dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu deformasi koseismik gempa Nias 3 Juni 2019 dan deformasi akibat proses subduksi di Pulau Sumatra. Pengamatan deformasi koseismik diperoleh dengan menggunakan data koordinat harian 10 hari sebelum dan sesudah gempa terjadi (21 DoY). Sementara itu, pengamatan deformasi subduksi Pulau Sumatra diperoleh dengan menghitung velocity rate dari data koordinat harian stasiun CORS selama setahun (71 DoY). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa deformasi koseismik gempa Nias 3 Juni 2019 tidak memiliki perubahan yang signifikan terhadap pergerakan stasiun GPS yang diamati. Deformasi subduksi di Pulau Sumatra terjadi secara signifikan dengan vektor pergeseran terbesar terjadi pada stasiun NIAN (Nias) sebesar 0,021 m mengarah ke barat daya. Vektor pergeseran stasiun CORS yang mengarah ke barat daya menunjukkan bahwa gempa Nias 3 Juni 2019 merupakan gempa yang terjadi pada fase postseismic gempa. Kata Kunci: Deformasi, Koseismik, Nias, Subduksi, SuGAr ABSTRACTSubduction activities that occur on the island of Sumatra often cause earthquakes so that Sumatra Island is one of the most active tectonic areas in the world. On June 3rd, 2019 an earthquake with magnitude of 5,8 Mw was located in the southern part Nias island precisely at 0,378 °N 97,722 °E, with a locking depth of 19 km. An earthquake that occurs will cause deformation of objects around it. Deformation of Nias Island and its surroundings can be determined by processing the observation data of the CORS BIG and SuGAr stations. The data processing was processed using scientific software GAMIT / GLOBK 10,7. The deformations observed in this study were divided into two parts, namely the coseismic deformation of the Nias June 3rd 2019 earthquake and deformations due to the subduction process on the island of Sumatra. Coseismic deformation observations were obtained using daily coordinate data 10 days before and after the earthquake occurred (21 DoY). Meanwhile, observations of subduction deformation in Sumatra Island were obtained by calculating the velocity rate from the daily coordinates of the CORS station for a year (71 DoY). The results of this study indicate that the coseismic deformation of the Nias earthquake June 3rd, 2019 did not have a significant shift to the observed GPS station. The subduction deformation in Sumatra Island occurs significantly with the largest vector shift occurring at NIAN station (Nias) of 0,021 m towards the southwest.  The shift vector of the CORS station that points to the southwest shows that the Nias June 3rd earthquake was an earthquake that occurred in the postseismic phase of the earthquake.
ANALISIS SPASIAL DENGAN GRAVITY MODEL DAN NETWORK ANALYSIS DALAM PERHITUNGAN NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA RELIGI DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS : MASJID AGUNG JAWA TENGAH, SAM POO KONG, DAN MASJID KAPAL) Wijayanti Hutomo Putri; Bambang Sudarsono; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah sekaligus metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini juga merupakan pusat kegiatan industri, pemerintahan, dan juga termasuk pusat kawasan wisata dengan menawarkan sejumlah destinasi wisata yang beragam.  Salah satu bentuk wisata unggulan di Kota Semarang adalah wisata religi, dimana banyak kawasan peribadatan yang justru memiliki daya tarik nilai wisata tersendiri dengan ragamkeunikannya masing-masing, seperti kawasan peribadatan Masjid Agung Jawa Tengah, Sam Poo Kong, dan Masjid Kapal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk memetakan zona nilai ekonomi kawasan (ZNEK) terhadap ketiga kawasan tersebut untuk menganalisis nilai guna langsung, nilai keberadaan dan nilai total ekonomi. Pada penelitian ini, penulis juga menganalisis ketertarikan pengunjung berdasarkan data penduduk per kecamatan dengan metode Gravity Model serta analisis akesesbilitas berdasarkan fasilitas umum seperti bandara, terminal, dan stasiun dengan metode Network Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, perhitungan dilakukan dengan perangkat lunak Maple 19. Survei toponimi dilakukan dengan survei lapangan menggunakan Mobile Topographer. Hasil dari penelitian ini adalah nilai TEV kawasan Masjid Agung Jawa Tengah sebesar Rp. 10.772.093.919.000,-, TEV Sam Poo Kong sebesar Rp. 1.953.077.167.900,-, dan TEV Masjid Kapal sebesar Rp.2.120.220.538.630,-. Hasil nilai interaksi spasial dipengaruhi oleh faktor jarak dan letak lokasi wisata religi. Pada network analysis dihasilkan data jarak dan kecepatan dari fasilitas umum seperti bandara,stasiun dan terminal ke wisata religi. Kata Kunci : Gravity Model, Kota Semarang, Network Analysis, Nilai Ekonomi Kawasan,Wisata Religi ABSTRACTSemarang City is the capital of Central Java province as well as the largest metropolitan in Central Java Province. The city is also the center of industrial, governmental activities, and is also the center of a tourist area by offering a number of various tourist destinations. One of the leading forms of tourism in the city of Semarang is religious tourism, where many religious areas have their own tourist attractions with their various uniqueness, such as the religious areas of the Great Mosque of Central Java, Sam Poo Kong, and Masjid Kapal. Based on this, this research is intended to map the zone of regional economic value (ZNEK) to the three areas to analyze direct use value, existence value and total economic value. In this study, the authors also analyzed visitor interest based on population data of each sub-district and religious population data with the Gravity Model and accessibility analysis based on public facilities such as airports, terminals and stations using the Network Analysis method. The method used in this research is multiple linear regression, the calculation is done with Maple 18 software. The toponymy survey was conducted by field survey using a Mobile Topographer. The results of this study are the TEV value of the Great Mosque of Central Java area of Rp. 10,772,093,919,000, -, TEV Sam Poo Kong of Rp. 1,953,077,167,900, -, and TEV of the Ship Mosque of Rp. 2,120,220,538,630, -. The results of the spatial interaction value are influenced by the distance and location of religious tourism sites. In network analysis, data on distance and speed are generated from public facilities such as airports, stations and terminals to religious tourism.
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH (PMT) MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR) (Studi Kasus: Pesisir Kabupaten Demak) Atina Qothrunnada Salsabila; Yudo Prasetyo; firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya penggunaan air tanah yang disebabkan oleh banyaknya kawasan pabrik serta pembangunan yang berlangsung merupakan beberapa faktor yang menyebabkan topografi Kabupaten Demak semakin turun. Kondisi ini membuat banjir pasang di bagian barat Kabupaten Demak. Akibat terjadi banjir yang terus menerus, maka diperlukannya pemantauan khusus sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Pemanfaatan metode pengindraan jauh saat ini sudah memiliki banyak inovasi salah satunya yaitu untuk pemantauan Penurunan Muka Tanah (PMT). Penelitian ini menggunakan Citra Sentinel 1-A yang diakuisisi bulan Oktober 2018 dan Januari 2020. Data SLC digunakan untuk mengetahui nilai PMT dengan metode Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Hasil dari penelitian ini adalah Peta PMT wilayah pesisir Kabupaten Demak. Nilai PMT terbesar berada di desa Morodemak, Jatigoro, Serangan, dan Wedung Kecamatan Bonang yang masing-masing sebesar ± 10 cm/tahun. Kecamatan Sayung memiliki nilai Kenaikan Muka Tanah (KMT) yang paling besar yaitu ± 10 cm/tahun karena adanya peninggian jalan untuk pembangunan jalan tol Demak-Semarang pada tahun 2020.
ANALISIS FAKTOR AKSESBILITAS DAN LOKASI FASILITAS UMUM FASILITAS SOSIAL TERHADAP HARGA TANAH DI KELURAHAN CATURTUNGGAL, KABUPATEN SLEMAN Anggit Swarna Bumi; Sawitri Subiyanto; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKelurahan Caturtunggal merupakan daerah yang sangat kompleks dengan beragam aktivitasnya yang merupakan kawasan trans-sosial antara kawasan perkotaan dengan kawasan pedesaan. Dengan hal tersebut maka di kelurahan ini berkembang pesat berbagai komunitas, baik itu pedagang, pengusaha, para pebisnis, dan juga adanya mahasiswa yang beragam dari berbagai daerah yang mengeyam pendidikan di beberapa kampus di Caturtunggal. Berkembang pesatnya wilayah ini tentunya akan mempengaruhi peningkatan harga tanah di kawasan itu. Data harga tanah yang digunakan selama ini adalah data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berbasis bidang tetapi sering pada sebagian lokasi tidak sesuai dengan harga tanah pasar wajar. Perhitungan harga tanah berbasis bidang berdasarkan harga tanah pasar wajar dapat dilakukan dengan membuat simulasi model matematis berdasarkan interpolasi data harga pasar wajar dengan menggunakan proses regresi linier berganda berdasarkan variabel jarak pusat bidang tanah terhadap aksesbilitas, lokasi fasilitas umum, dan fasilitas sosial. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah peta blok PBB dan NJOP Kelurahan Caturtunggal yang diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman tahun 2019. Dari hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 14.995 bidang tanah. Berdasarkan Rumus Slovin jumlah bidang tanah untuk permodelan menggunakan sebanyak minimal 201 sampel harga tanah pasar wajar. Metode yang digunakan berupa uji statistik regresi linier berganda untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh terdapat 4 model. Diperoleh model ke empat adalah model terbaik dengan jumlah variabel sebanyak 13 buah diperoleh rata-rata variabel yang berpengaruh terhadap harga tanah pasar wajar dari koefisien R square sebesar 21,3 %. Proses yang dilakukan untuk memvalidasi model digunakan Uji T, uji asumsi klasik, dan koefisien model regresi linier berganda. Sebagai perbandingan harga bahwa dengan permodelan menggunakan NJOP diperoleh harga prediksi tertinggi Rp2.356.418, dan harga prediksi terendah Rp444.635, sementara itu untuk harga pasar wajar diperoleh harga prediksi tertinggi Rp28.881.570, dan harga prediksi terendah Rp1.574.537.
ANALISIS DAN VISUALISASI PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KARANGANYAR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN METODE PERMEN PU DAN FUZZY AHP Wahyu Adi Rochmadi; Hana Sugiastu Firdaus; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang termasuk dalam kategori tinggi dalam risiko bencana tanah longsor menurut Indeks Rasio Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2018. Berdasarkan rekap data bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar pada tahun 2018 telah terjadi bencana sebanyak 213 kejadian dengan rincian 93 tanah longsor, 37 angin ribut, 55 kebakaran, 8 banjir, 1 tanah gerak, 19 rumah roboh dan 4 laka/mayat. Metode pembuatan ancaman tanah longsor dengan menggunakan metode PERMEN PU dan Fuzzy AHP dan dilakukan validasi lapangan. Pembuatan peta kerentanan dan peta kapasitas menggunakan telaah dokumen PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 dan telaah dokumen penelitian sebelumnya. Pembuatan peta risiko bencana tanah longsor dengan perkalian matriks VCA (Vulnerability Capacity Analysis) berdasarkan dengan PERKA BNPB No.2 Tahun 2012. Pemetaan risiko bencana tanah longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode pembobotan dan tumpang tindih (overlay) antar parameter penyusunnya menggunakan perangkat lunak SIG. Pengolahan peta ancaman metode PERMEN PU diperoleh 0,559 % tingkat tinggi, 25,173% tingkat sedang, 73,744 % tingkat rendah dan 0,523 % tingkat sangat rendah. Untuk pengloahan peta ancaman metode Fuzzy AHP diperoleh sebesar 1,05 % tingkat tinggi, 26,90 % tingkat sedang, atau 70,432 % tingkat rendah dan 1,614 % tingkat sangat rendah. Untuk peta kerentanan diperoleh 6 kecamatan tingkat kerentanan tinggi, 6 kecamatan tingkat kerentanan sedang, dan 5 kecamatan tingkat kerentanan rendah. Peta kapasitas diperoleh 4 kecamatan tingkat kapasitas tinggi, 5 kecamatan tingkat kapasitas sedang, 8 kecamatan tingkat kapasitas rendah. Sedangkan untuk pemetaan risiko bencana diperoleh 74,26% rendah, 23,48% sedang, dan 2,25 % tinggi. Visualisasi hasil pemetaan dihasilkan dengan menggunakan software ArcGIS Online dalam uji sistem dan uji usablity memiliki hasil yang baik. Kata Kunci: Fuzzy AHP, PERMEN PU, SIG, Tanah Longsor, VCA. ABSTRACTKaranganyar Regency is one of the districts in Central Java which is included in the high category in the risk of landslides according to the  Indonesian Disaster Ratio Index (IRBI) 2018. Based on the BPBD disaster data recap of Karanganyar Regency in 2018 there were 213 disasters with details of 93 landslide, 37 windstorm, 55 fires disaster, 8 floods, 1 movable ground, 19 houses collapsed and 4 accident. The method of making landslide hazard using the PERMEN PU and Fuzzy AHP methods and field validation. Preparation of vulnerability maps and capacity maps using document review PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 and review previous research documents. Making a landslide disaster risk map by multiplying the VCA (Vulnerability Capacity Analysis) matrix based on PERKA BNPB No.2 of 2012. The mapping of landslide risk using Geographical Information System (GIS) with a weighting method and overlaps between the constituent parameters using GIS software. In the processing of the hazard map method PERMEN PU obtained 0.559% high level, 25.173% medium level, 73.744% low level and 0.523% very low level. For the processing of the hazard map using Fuzzy AHP method, it was obtained 1.05% high level, 26.90% medium level, or 70.432% low level and 1.614% very low level. For the vulnerability map, it was obtained 6 sub-districts with high vulnerability levels, 6 sub-districts with medium vulnerability levels, and 5 sub-district with low vulnerability levels. The capacity map shows 4 sub-districts at high capacity level, 5 sub-districts at medium capacity level, and 8 sub-districts at low capacity level. Meanwhile, for disaster risk mapping, it was found that 74.26% area were low, 23.48% area were moderate, and 2.25% area were high. Visualization of the results of the mapping generated using software ArcGIS Online in the system test and usability test has good results.
PEMBUATAN PETA JALUR EVAKUASI BENCANA GUNUNG API DAN PERSEBARAN LOKASI SHELTER MENGGUNAKAN METODE NETWORK ANALYST (STUDI KASUS : GUNUNG MERAPI, BOYOLALI-MAGELANG) Wahyudi Adri; L.M Sabri; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGunung Merapi merupakan salah satu gunung api di pulau Jawa dengan ketinggian 2.968 mdpl dengan status masih aktif. Secara administratif, Gunung Merapi berada pada perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta atau terletak pada Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten dan Yogyakarta. Posisi geografinya terletak pada 7° 32'30" Lintang Selatan dan 110° 26'30" Bujur Timur. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi berada di tingkat waspada (level 2) sejak 21 Mei 2018 hingga 17 November 2019 disertai kolom asap setinggi 1.000 m dari puncak diikuti awan panas dengan jangkauan kurang dari 3.000 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalur alternatif evakuasi bencana. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode Network Analyst akan membantu dalam pemetaan jalur evakuasi dengan parameter dari Perka Badan Nasional Penanggulan Bencana No. 2 tahun 2012 dan parameter lainnya. Peta jalur evakuasi akan mempermudahkan dalam pengambilan keputusan untuk perencanaan evakuasi, membatu proses evakuasi saat terjadi bencana akibat aktivitas Gunung Merapi serta membatu dalam penempatan shelter atau posko pengungsian. Total pengungsi yang dapat dilayani berjumlah 30.990 jiwa. Shelter yang melayani pengungsi paling sedikit terdapat pada Gedung Perikanan Kelurahan Muntilan berjumlah 2 jiwa yang dapat dilayani dan pengungsi terbanyak adalah Balai Desa Kamongan Kecamatan Srumbung berjumlah 2.523 jiwa yang dapat dilayani. Terdapat 8 shelter yang menjadi tujuan evakuasi bencana Gunung Merapi. Rute evkuasi terpanjang adalah evakuasi dari SMPN 2 Selo ke Balai Desa Krogowanan dengan total jarak sejauh 18.823 m dan rute terpendek adalah evakuasi dari SDN 2 Ngagrong ke Bumi Perkemahan Indra Prastha dengan total jarak sejauh 3.536 m.
ANALISIS SIMULASI EVAKUASI BENCANA KEBAKARAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODEL (BIM) Farhan Ardianzaf Putra; Abdi Sukmono; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStrategi evakuasi gedung merupakan salah satu elemen penting dalam keselamatan kebakaran gedung bertingkat. Salah satu strategi yang dapat membantu meminimalisir kerugian akibat bencana kebakaran yaitu pembuatan suatu model simulasi evakuasi bencana kebakaran dalam sebuah gedung. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui tingkat kelaikan jalur evakuasi yang ada di gedung Dekanat Baru Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan berbasis model simulasi. Pemodelan simulasi evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan Building Infomation Model (BIM) gedung Dekanat Baru Fakultas Teknik. Pembentukan BIM dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran Terrestrial Laser Scanner (TLS). Hasil akuisisi data dengan TLS diperoleh data point cloud untuk menghasilkan BIM dengan menggunakan aplikasi Autodesk Revit. BIM yang terbentuk dilakukan proses simulasi evakuasi bencana secara virtual dengan memanfatkan algoritma A* search algorithm. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan jarak maksimal jalur evakuasi pada gedung ini adalah 21,251 m pada lantai dasar; 17,290 m pada lantai 1; 17,718 m  pada lantai 2 dan 17,851 m pada lantai 3. Hasil simulasi evakuasi bencana terbagi menjadi 2 kasus, pada kasus pertama kondisi pintu keluar lantai dasar hingga 3 dalam kondisi tertutup sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu 96,3 detik dengan rata-rata proses evakuasi dalam waktu 47,6 detik. Kasus kedua, kondisi akses keluar gedung dalam keadaan terbuka sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu 89,8 detik dengan rata-rata proses evakuasi dalam waktu 44 detik. Hasil dari panjang jalur tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku, yang mana menurut PERMEN PU no. 26 tahun 2008 jarak tempuh maksimal pada gedung hunian pendidikan adalah 62 m.
ANALISIS SPASIAL PERKEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN PATI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN MODEL CELLULAR AUTOMATA MARKOV Tristika Putri; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi Kabupaten Pati khususnya wilayah sekitar jalan lingkar selatan selatan selatan yang melingkupi 4 Kecamata terjadi perubahan penggunaan lahan akibat aktivitas dan mobilitas masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan infrstruktur yang memadai dalam mendukung produktifitas masyarakat agar terlaksana secara maksimal. Salah satu infrastruktur yang harus diperhatikan adalah infrastruktur jalan lingkar selatan sebagai pendukung perkembangan wilayah. Analisis spasial dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan lahan yang selanjutnya ditinjau kesesuaiannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang ketelitian peta RTRW. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh adanya jalan lingkar selatan terhadap perkembangan wilayah Kabupaten Pati dengan metode CA Markov serta melakukan prediksi kondisi wilayah perkembangan Kabupaten Pati Tahun 2030 dan mengetahui pola perkembangan wilayah Kabupaten Pati dengan Global Moran’s Index. Hasil penelitian berupa analisis kesesuaian prediksi penggunaan lahan Tahun 2030 dengan RTRW dengan katagori sesuai sebesar 21144,98 Ha (95,41%). Persebaran pola perkembangan pola pada prediksi Tahun 2030 sesudah dibangun jalan lingkar selatan membentuk pola clustered di Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Jakenan. Kata Kunci: CA Markov, Global Moran’s Index, Jalan lingkar selatan, Kabupaten Pati, Perkembangan Wilayah, Penggunaan Lahan ABSTRACTIn Pati Regency, especially the area around the southern southern ring road which covers 4 districts, there has been a change in land use due to increasingly complex community activities and mobility requiring adequate infrastructure to support community productivity so that it is carried out optimally. One of the infrastructure that must be considered is the ring road infrastructure to support regional development. Spatial analysis is carried out to identify land changes which are then reviewed for compliance with the Regional Spatial Plan (RTRW) in accordance with Government Regulation Number 8 of 2013 concerning the accuracy of the RTRW map. This study aims to determine the effect of a ring road on the development of Pati Regency with the CA Markov method and to predict the condition of the development area of Pati Regency in 2030 and determine the development pattern of Pati Regency with the Global Moran's Index. The result of the research is the analysis of the suitability of the prediction of land use in 2030 with the RTRW with the appropriate category of 21144,98 Ha (95,41%). The distribution of the pattern development pattern in the 2030 predictions after the construction of the ring road forms a clustered pattern in Margorejo District and Jakenan District. Keywords:  CA Markov, Global Moran’s Index, Pati Regency, Regional Development, Land Use
ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN TANAMAN MANGROVE TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN PATI TAHUN 2017-2020 DENGAN METODE PENGINDRAAN JAUH DAN APLIKASI DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) Thia Prahesti; Yasser Wahyudin; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Pati memiliki garis pantai sepanjang 60 km dengan karakteristik pantai yang berlumpur. Masyarakat pesisir di Kabupaten Pati sangat bergantung pada hasil pantai dan laut, sehingga wilayah pesisisr perlu dijaga kelestariannya. Penurunan kualitas lingkungan pesisir dapat diindikasi dengan melihat kualitas tanaman mangrove. Pemerintah Kabupaten Pati melakukan penanaman mangrove secara berkala untuk memperbaiki kualitas hidup di lingkungan pesisir pantai, namun belum ada pengawasan. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui hubungan antara perubahan kerapatan tanaman mangrove dengan perubahan garis pantai di Kabupaten Pati tahun 2017-2020. Penelitian ini menggunakan metode pengindraan jauh dan SIG dengan menggunakan metode transformasi indeks air NDWI dalam penentuan garis pantai pada Citra Sentinel-2 tahun 2017-2020, reduksi garis menggunakan DEMNAS dan MSL, kemudian diolah dengan SIG menggunakan DSAS untuk mendapatkan hasil perubahan garis pantai (NSM) serta klasifikasi terbimbing untuk tutupan lahan dan indeks vegetasi NDVI dan GNDVI yang digunakan untuk memetakan kerapatan vegetasi mangrove di pesisir Kabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata perubahan garis pantai di Kabupaten Pati mengalami penambahan sebesar 22,260 m. Perubahan luasan mangrove di pesisir Kabupaten Pati mengalami kenaikan sebesar 86,634 Ha. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan perubahan kerapatan mangrove dengan perubahan garis pantai di pesisir Kabupaten Pati menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,089 dan koefisien korelasinya (R) sebesar 0,299. Hasil ini menunjukkan korelasi cukup. Perhitungan uji F untuk mengetahui perubahan kerapatan mangrove dengan perubahan garis pantai memiliki pengaruh signifikan, sehingga jika nilai kerapatan mangrove semakin tinggi maka perubahan garis pantai akan cenderung bertambah (akresi). Kata Kunci: DSAS, garis pantai, mangrove, pengindraan jauh  ABSTRACTPati Regency has a coastline of 60 km with a characteristic muddy beach. The coastal community in Pati Regency is very dependent on coastal and marine products, so it needs to be preserved. A decrease in coastal environment quality can be indicated by looking at the mangrove of quality plants. The Government of Pati Regency carries out regular mangrove planting to improve the quality of life in the coastal environment, but there is no supervision. This study uses remote sensing technology and GIS to determine the relationship between changes in mangrove plant density and changes in coastlines in Pati Regency from 2017 to 2020. This study uses remote sensing methods using the NDWI water index transformation method to determine the shoreline from Sentinel-2-year image. 2017-2020, MSL reduction using DEMNAS and MSL, then processed with a Geographical Information System using DSAS to obtain the results of shoreline changes (NSM) as well as guided classifications for land cover and vegetation indexes NDVI and GNDVI which are used to map mangrove vegetation density on the coast of the Pati Regency. The results showed that the average change in the coastline in Pati Regency has increased by 22,260 m. Changes in the area of mangroves on the coast of Pati Regency have increased by 86.634 hectares. The results also showed that the relationship between changes in mangrove density and shoreline changes on the coast of Pati Regency used simple linear regression with the coefficient of determination (R2) of 0,089 and the correlation coefficient (R) of 0,299. These results indicate a correlation enough. The calculation of the F test to determine changes in mangrove density with changes in shoreline has a significant effect, so that if the value of mangrove density is higher, changes in shoreline will tend to increase (accretion).

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue