cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN WISATA PANTAI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Afriyanto Afriyanto; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.848 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang potensial memiliki wisata pantai yang menarik diantaranya Pantai Krakal, Pantai Slili, Pantai Sadranan, Pantai Ngandong, Pantai Sundak dan Pantai Pulangsawal (Indrayanti). Pengkajian kesesuaian lahan terhadap kawasan wisata pantai sebagai salah satu pertimbangan sebelum melakukan pengembangan kawasan wisata lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian kawasan wisata pantai. Adapun metode yang digunakan adalah Pembobotan AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk penentuan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dengan 10 parameter yaitu kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, kemiringan pantai, biota berbahaya, penutup lahan, aksesibilitas jalan, kecepatan arus, material dasar perairan dan ketersediaan air tawar. Hasil penelitian berupa analisis kesesuaian wisata pantai luas wilayah pantai dengan kategori Sesuai adalah 96,983 Ha (81,196 %) sedangkan luas kawasan dengan kategori Sesuai Bersyarat adalah 24,460 Ha (18,804 %). Persebaran fasilitas mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 Pasal 25 terdiri atas prasarana umum, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata dengan persebaran yang baik dan memungkinkan sharing facilities. Kata Kunci: AHP, Indeks Kesesuaian Wisata, Wisata Pantai ABSTRACTGunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta is one area that has the potential to have attractive beach tourism including Krakal Beach, Slili Beach, Sadranan Beach, Ngandong Beach, Sundak Beach and Pulangsawal(Indrayanti) Beach. Assessment of land suitability for coastal tourism areas as one of the considerations before further developing the tourist area. This study aims to determine the suitability level of the beach tourism area and visualization of beach tourism locations and supporting facilities, design of application design and to know the web application test. The method used is the AHP (Analytical Hierarchy Process) Weighting for the determination of the Tourism Conformity Index (IKW) with 10 parameters namely water depth, beach type, beach width, beach slope, dangerous biota, land cover, road accessibility, current speed, base material waters and availability of clean water. The results of the study were in the form of an analysis of the suitability of the coastal tourism area of the beach area with the appropriate category is 96,983 Ha (81,196 %) while the area of the area with the Conditional appropriate category is 24,460 Ha (18,804 %). Distribution of facilities refers to Government Regulation Number 50 of 2011 Article 25 consisting of public infrastructure, public facilities and tourism facilities with a good distribution and probably to sharing facilities.
ANALISIS POTENSI PERUNTUKAN LAHAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS: BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) I KOTA SEMARANG) Resi Diansismita; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kebutuhan perumahan di Kota Semarang tidak hanya disebabkan oleh aktivitas perdagangan, jasa, perkantoran, dan perindustriannya. Oleh karena itu, salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kebutuhan perumahan pada lahan yang semakin terbatas yaitu melakukan pembangunan apartemen. Pembangunan apartemen wajib mempertimbangkan dan memilih lokasi dengan tepat agar kegiatan dalam perkotaan dapat berlangsung secara produktif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian potensi lahan apartemen di Bagian Wilayah Kota (BWK) I Kota Semarang menggunakan metode weighted overlay dan pembobotan menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Adapun kriteria yang digunakan yaitu kemiringan lahan dengan bobot 19%, daerah potensi banjir 16%, harga lahan 14%, jaringan air bersih 12%, jenis tanah 9%, jaringan jalan 8%, ketersediaan angkutan umum 7%, sarana pendidikan 7%, sarana kesehatan 6%, pusat perbelanjaan 2%. Hasil kesesuaian potensi lahan untuk pembangunan apartemen di BWK I Kota Semarang untuk klasifikasi Sesuai (S2) terdapat 85,60% dari total luas wilayah BWK I Kota Semarang yaitu seluas 1.464,86 ha. Sedangkan, klasifikasi Cukup Sesuai (S3) terdapat 14,40% dari total luas wilayah BWK I Kota Semarang yaitu seluas 246,50 ha. Hasil kesesuaian lahan yang telah diperoleh dilakukan intersect dengan tata guna lahan peruntukan kawasan permukiman, perdagangan dan jasa untuk mendapatkan lokasi alternatif apartemen, kemudian dihasilkan lima pilihan lokasi alternatif untuk pengembangan lokasi properti apartemen di BWK I Kota Semarang dengan prioritas lokasi alternatif secara berturut-turut yaitu Lokasi B, Lokasi E, Lokasi A, Lokasi C, dan Lokasi D. Kata Kunci: Apartemen, Fuzzy AHP, Potensi Lahan, SIG, Weighted Overlay ABSTRACTThe increasing demand for housing in the Semarang City is not only caused by trade, services, offices and industrial activities. Therefore, one of the government's efforts to address housing needs on increasingly limited land is to build apartments. Apartment construction must consider and choose the right location so that urban activities can take place productively and efficiently. This study aims to determine the level of land potential suitability for apartments in BWK I Semarang City using the weighted overlay method and weighting using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). The criteria used are the slope of land with a weight of 19%, a potential flood area 16%, land price 14%, 12% clean water network, 9% land type, 8% road network, 7% availability of public transportation, 7% educational facilities, health facilities 6%, shopping centers 2%. The results of the suitability of land potential for apartment development in BWK I Semarang City for the Suitable classification (S2) are 85.60% of the total area of BWK I Semarang City, which is 1,464.86 ha. Meanwhile, the Sufficiently Suitable classification (S3) is 14.40% of the total area of BWK I Semarang City, which is 246.50 ha. The results of the land suitability that have been obtained are carried out intersect with land use designation for residential areas, trade and services to obtain alternative apartment locations, then produced five alternative location options for the development of apartment property locations in BWK I Semarang City with alternative location priorities in succession, namely Location B, Location E, Location A, Location C, and Location D.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN TAMAN AKTIF KECAMATAN DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS : TAMAN TIRTO AGUNG, TAMAN PARANG KUSUMO, DAN TAMAN SAMPANGAN) Hilman Djalu Sadewo; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 16 Kecamatan dan 117 Kelurahan dengan perkembangan di sektor pariwisata yang cukup baik. Peningkatan fasilitas umum khususnya taman kota juga menjadi daya tarik bagi masyarakat, dimana hal ini menjadikan taman kota memiliki nilai ekonomi yang didasari atas penilaian responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) untuk mengukur nilai ekonomi kawasan taman aktif Kota Semarang serta dilakukan analisis perbandingan taman berdasarkan variabel TCM dan CVM. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan penarikan dari responden yaitu non probability sampling dengan teknik yang secara kebetulan ditemui dan melakukan wawancara dengan pengunjung yang datang di taman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan Nilai Ekonomi Total (TEV) dari perhitungan TCM dan CVM pada ketiga taman yaitu TEV Taman Tirto Agung Rp 111.550.261.883,6; TEV Taman Parang Kusumo Rp 15.074.462.891,2; dan TEV Taman Sampangan Rp 2.368.732.047,6. Kata Kunci: Contingent Valuation Method, Nilai Ekonomi Kawasan, Travel Cost Method, Taman Kota ABSTRACTSemarang City is the capital of Central Java Province which consists of 16 Districts and 117 Sub-Districts with good development in the tourism sector. The increase in public park facilities is also a public attraction, where economic value based on respondents assessment. The method used in this study is TCM (Travel Cost Method) and CVM (Contingent Valuation Method) approach to measure the economic value of the active park area in Semarang City and a comparative analysis of parks based on TCM and CVM variables. Sampling was carried out using non-probability sampling using a technique that happened to be encountered and interviews with visitors who came to the parks. Based on the research conducted, it was obtained the Total Economic Value (TEV) from the TCM and CVM calculations in the three parks, namely TEV of Tirto Agung Park Rp 111.550.261.883,6; TEV of Parang Kusumo Park Rp 15.074.462.891,2; TEV of Sampangan Park Rp 2.368.732.047,6. Keywords: Contingent Valuation Method, Regional Economic Value, Travel Cost Method, Urban Park
PEMODELAN MODEL 3D MENGGUNAKAN METODE TLS (TERRESTRIAL LASER SCANNER) (STUDI KASUS : CANDI PLAOSAN LOR, KABUPATEN KLATEN) Nabila Rahmawati; Yudo Prasetyo; firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Candi Plaosan merupakan cagar budaya yang menjadi salah satu detinasi wisatawan untuk berkunjung saat berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Guna mempertahankan dan melestarikan candi, dibutuhkan generasi penerus yang paham akan Candi. Kendati hal itu, untuk tetap menjaga dan melestarikan Candi tersebut diperlukan langkah rekonstruksi dan konservasi. Hal ini dapat dilakukan dengan pendokumntasikan 3D Candi secara digtal. Salah satu jalan keluar yang ditawarkan oleh teknologi kini adalah pemodelan 3D dengan wahana TLS. TLS dipilih karena perkembangannya yang lebih baik jika di bandingkan dengan pemodelan mebggunakan UAV (Bernard Ray, 2017)TLS melakukan 11 kali perekaman data mengelilingi objek Candi Plaosan. Proses perekaman data dilakukan dengan bantuan BLK seris 360. Setelah data didapatkan, kemudian melakukan registrasi dengan bantuan registrasi software Autodesk RecapPro. Tahap selanjutnya adalah pemodelan 3D pada software CloudCompare dengan metode Poisson Surface Reconstruction. Model 3D yang dihasilkan dianalisis dengan mengganakan standar kualitas Level of Detail (LoD) yang dikembangkan oleh City Geography Markup Language (CityGML) menurut Biljecki, et al. (2016).Penelitian ini menghasilkan nilai registrasi point cloud pada overlap dengan nilai rata-rata 20.2 %, balance dengan nilai rata-rata 7.6%, dan points dngean nilai rata-rata 95.3%. Model 3D yang tercipta dari proses Poisson Surface Reconstruction data TLS menghasilakn. 12.959.390 faces. Hasil uji kualitatif model menggunakan 5 sampel bagian yang dimiliki model 3D dan kenampakan pada lapangan tingkat kedetailan model 3D yang dihasilkan oleh TLS memiliki tangka kedetilan pada LoD3.1.
ANALISIS PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN REGRESI LOGISTIK DI KOTA BALIKPAPAN Maharany Shandra Ayu Hapsary; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan suatu kota menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan akibat dari meningkatnya kebutuhan lahan dan aktifitas penduduk dalam menjalankan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Sistem Informasi Geografi (SIG) dapat digunakan untuk memonitor dan memprediksi perubahan penggunaan lahan dengan menghubungkan faktor-faktor perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Kota Balikpapan periode tahun 2009-2019, memprediksi penggunaan lahan dengan model Artificial Neural Network (ANN) dan Regresi Logistik, serta menentukan kesesuaian penggunaan lahan hasil prediksi tahun 2029 dengan peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan tahun 2012-2032. Data primer yang digunakan untuk penelitian adalah peta penggunaan lahan hasil klasifikasi terbimbing (supervised) dari citra Landsat 7 tahun 2009, citra SPOT 5 tahun 2014, dan citra SPOT 7 tahun 2019. Pemodelan perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan menggunakan sebuah plugins yaitu MOLUSCE (Modules for Land Use Change Simulations) pada perangkat lunak QGIS. Variabel faktor pendorong perubahan yang digunakan berupa jarak ke jalan, jarak ke sungai, jarak ke permukiman dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan Kota Balikpapan tahun 2009-2019 mengalami penurunan luas pada kebun campuran berkurang sebesar 3.499,69 Ha (6,85%) dan mangrove meningkat sebesar 2.515 Ha (4,92%). Pemodelan perubahaan penggunaan lahan dengan metode ANN memiliki nilai akurasi model yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode regresi logistik melalui validasi model antara peta prediksi penggunaan lahan dengan peta eksisting yang menghasilkan nilai indeks kappa sebesar 0,620 untuk model ANN dan 0,588 untuk model regresi logistik. Tingkat kesesuaian setelah dilakukan overlay antara peta prediksi penggunaan lahan tahun 2029 dengan model ANN dan Regresi Logistik terhadap peta RTRW dinyatakan cukup baik yaitu sebesar 44,25% dan 43,49%.
PEMANTAUAN DEFORMASI BENDUNGAN JATIBARANG MENGGUNAKAN SURVEI GNSS TAHUN 2017-2020 Dery Rizki Purwanto; lm Sabri; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBendungan Jatibarang menghalau air pada Waduk Jatibarang yang memiliki daerah tangkapan seluas 54 km2 dan luas genangan yang mencapai 189 Ha. Latar belakang didirikannya Bendungan Jatibarang adalah adanya banjir di Semarang yang sempat memakan korban jiwa (BBWS Pemali Juana, 2015). Bendungan rentan mengalami perubahan dimensi karena adanya tekanan oleh air yang terus menerus. Hal tersebut membuat bendungan perlu dilakukan pemantauan yang berkala sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat apabila terdapat kerusakan pada bendungan. Pemantauan deformasi menggunakan GNSS menjadi salah satu cara untuk melakukan pemantauan perubahan dimensi yang terjadi pada tubuh bendungan. Pemantauan deformasi bendungan dapat dilakukan dengan menggunakan metode survei GNSS. Data yang digunakan dalam penelitian ini memiliki rentang waktu tahun 2017-2020 dan pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak ilmiah GAMIT/GLOBK. Nilai deformasi pada Bendungan Jatibarang didapatkan dari pergerakan koordinat 12 titik pantau yang tersebar di badan bendungan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terjadi pergeseran di tiga titik pantau yaitu CP01, BM10, dan BM11. Pergeseran horizontal terbesar terjadi pada titik CP01 dengan nilai 0,0301 m ke arah barat laut, sedangkan pergeseran vertikal terbesar terjadi penurunan pada titik BM11 dengan nilai 0,103 m. Nilai pergeseran horizontal terkecil terjadi pada titik BM09 dengan nilai 0,0009 m ke arah barat laut, sedangkan nilai pergeseran vertikal terkecil terjadi kenaikan pada titik BM12 sebesar 0,006 m. Kata Kunci: Bendungan Jatibarang, Deformasi, GAMIT, GNSS ABSTRACTThe Jatibarang Dam dispels water on the Jatibarang Reservoir which has a catchment area of 54 km2 and inundation area 189 Ha. The Jatibarang Dam was established to be a solution to the flood that had claimed lives(BBWS Pemali Juana, 2015). Dams are prone to dimensional changes due to continuous water pressure. The dam need to carry out periodic monitoring so that can be handled properly if there is damage to the dam. Deformation monitoring using GNSS is one of several ways to monitor dimensional changes that occur in the dam body. Dam deformation monitoring can be carried out using GNSS survey method. The data used in this study have time span of 2017-2020 and data processing by GAMIT / GLOBK scientific software. The deformation value at the Jatibarang Dam is obtained from the movement of the 12 monitoring points coordinates spread over the dam body. The results show that there is a shift in the points CP01, BM10, and BM11. The largest horizontal shift occurred at point CP01 with a value of 0,0301 m to the northwest, while the largest vertical shift occurred at point BM11 with a value of 0,103 m. The smallest horizontal shift value occurs at point BM09 with a value of 0,0009 m to the northwest, while the smallest vertical shift value occurs at point BM12 of 0,006 m.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR ASKSESBILITAS, JENIS PENGGUNAAN TANAH, FASILITAS UMUM, FASILITAS SOSIAL TERHADAP HARGA TANAH SERTA VISUALISASI WEBGIS (Studi Kasus: Kelurahan Tambakharjo Semarang Barat, Kota Semarang) Laisa Usrini; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Jawa Tengah yang menjadi pusat pembangunan, pemerintahan dan pusat perekonomian di Jawa Tengah sehingga Kota Semarang dapat berkembang pesat. Kelurahan Tambakharjo merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang yang merupakan lokasi dari Bandara Internasional Ahmad Yani. Perkembangan dan pembangunan di Kelurahan Tambakharjo menyebabkan perbedaan harga tanah di kelurahan ini, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor aksebilitas, jenis penggunaan tanah, dan juga faktor fasilitas umum dan fasilitas sosial dan faktor lainnya. Namun di Tambakharjo belum terdapat kepastian tentang harga tanah di kawasan tersebut serta belum adanya visualisasi dalam bentuk WebGIS dari harga tanah di Kelurahan Tambakharjo. Dalam menentukan prediksi harga tanah di Kelurahan Tambakharjo peneliti menggunakan data Peta Blok PBB, NJOP, Peta Jaringan Jalan, data harga pasar wajar  yang  dapat diselesaikan dengan persamaan regresi linier berganda dimana variabel yang digunakan adalah perhitungan jarak antar centeroid fasilitas dengan bidang tanah. Hasilnya Faktor Aksesbilitas, Fasilitas Umum dan Fasiltas Sosial mempengaruhi harga tanah pasar wajar sebesar 88,1% sedangkan pada NJOP sebesar 77,2% . Besar kecilnya pengaruh suatu faktor dapat dilihat dari nilai beta pada model prediksi, dimana aksesbilitas yang paling berpengaruh adalah Jalan Graha Padma, fasilitas umum yang paling berpengaruh adalah Sekolah Menengah Pertama,  fasilitas sosial yang paling berpengaruh adalah ruko dan jenis penggunan tanah yang paling mempengaruhi adalah jenis penggunaan sebagai ruko. Kesesuaian hasil prediksi dengan harga pasar wajar sebesar 84% dan kesesuaian prediksi dengan NJOP sebesar 87%. Visualisasi dari harga pasaar wajar, fasilitas, dan juga prediksi harga tanah dalam bentuk WebGIS dapat diakses pada: https://bit.ly/3mxNdDS .Hasil uji usability mendapatkan nilai 91,7% dengan kategori sangat berhasil.
ANALISIS PENGARUH LIMPASAN SEDIMEN TERSUSPENSI TERHADAP PERUBAHAN KERAPATAN DAN LUAS HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A MULTITEMPORAL (STUDI KASUS : TELUK BENOA, BALI) I Komang Ary Sukma Putra; nurhadi Bashit; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeluk Benoa merupakan teluk semi tertutup yang memiliki beberapa muara sungai dan hutan mangrove. Muara sungai tersebut akan memberikan sumbangan sedimen yang menimbulkan dampak positif bagi keberadaan mangrove. Sejak reklamasi di pulau Serangan dan pembuatan jalan tol laut Bali Mandara, banyak pohon mangrove ditebang dan tidak ditanami kembali sehingga sedimentasi tidak tertahan dan kembali ke sungai. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan keberadaan sedimen dan pengaruhnya terhadap keberadaan mangrove. Pemanfaatan penginderaan jauh merupakan salah satu metode pendeteksi keberadaan sedimen TSS dan mangrove, memungkinkan analisis spasial secara ekonomis dan efisein. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui hubungan antara perubahan sedimen TSS dengan kerapatan dan luas mangrove di kawasan Teluk Benoa. Penelitian ini menerapkan identifikasi mangrove dan nilai konsentrasi TSS menggunakan citra satelit Sentinel-2A tahun 2016, 2018 dan 2020. Penentuan kerapatan memanfaatkan algoritma NDVI dan band Red Edge dengan algoritma mRE-SR. Luas mangrove memanfaatkan komposit band RGB 8, 11, 4. Metode klasifikasi menggunakan klasifikasi terbimbing dan untuk mengekstrasi kosentrasi TSS digunakan tiga algoritma yaitu algoritma Laili, NSMI dan C2RCC. Hasil penelitian menunjukkan algoritma C2RCC adalah algoritma yang mampu mendeteksi kandungan TSS dibandingkan dengan algoritma Laili dan NSMI dengan akurasi mencapai 51,39%. Algoritma kerapatan mangrove menghasilkan akurasi 82,81% dan 71,14%  serta klasifikasi terbimbing menghasilkan luasan mangrove sebesar 1022,91 ha, 1032,12 ha dan 1049,43 ha. Hasil uji korelasi antara TSS dengan kerapatan mangrove didapat bahwa hanya kelas kerapatan jarang saja yang memiliki korelasi dengan kelas kerapatan TSS. Hasil uji korelasi antara TSS dengan luas mangrove didapat bahwa tidak adanya hubungan antara kedua variabel tersebut.
ANALISIS IDENTIFIKASI FASE TUMBUH PADI UNTUK ESTIMASI PRODUKSI PADI DENGAN ALGORITMA EVI DAN NDRE MULTITEMPORAL PADA CITRA SENTINEL-2 DI KABUPATEN DEMAK Nida Shabrina; Abdi Sukmono; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten penghasil produktivitas padi terbesar di Jawa Tengah. Tahun 2009 Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penghasil produktivitas padi terbesar di Indonesia.  Informasi prediksi produksi padi dapat dilakukan sebagai upaya pendukung untuk pemerintah dalam melaksanakan program ketahanan pangan. Ketahanan pangan bertujuan agar Indonesia dapat kembali swasembada pangan. Peningkatan produksi padi harus diiringi dengan peningkatan hasil dan perluasan area sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi fase tumbuh padi yang dapat digunakan untuk mengestimasi produksi padi menggunakan citra satelit Sentinel-2. Algoritma yang digunakan dalam penentuan fase tumbuh padi adalah algoritma EVI (Enhanced vegetation Index) dan algoritma NDRE (Normalized Difference Red-Edge Index). Model peramalan statistika ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average ) digunakan untuk menentukan estimasi produksi padi. Hasil penelitian berupa analisis algoritma terbaik dalam penentuan fase tumbuh padi yaitu algoritma NDRE yang lebih baik dibanding dengan algoritma EVI dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6095 sehingga memiliki nilai keterpengaruhan sebesar 60,95% dengan model persamaan y = -0,0131 x2 + 0,1484 x + 0,0758. Hasil estimasi produksi padi Kabupaten Demak tahun 2020 pada fase 1 yaitu 780.832,062 kwintal, fase 2 yaitu 134.158,68 kwintal, fase 3 yaitu 67.007,979, fase 4 yaitu 30.042,981 kwintal, fase 5 yaitu 51.665.364 kwintal, fase 6 yaitu 677.001,807 kwintal, fase 7 yaitu 311.704,848 kwintal, fase 8 yaitu 620.269,812 kwintal, fase 9 yaitu 833.853,285 kwintal, dan fase 10 yaitu 753.001,272 kwintal. Kata Kunci: EVI, Fase Tumbuh Padi, NDRE, Produksi Padi, Sentinel-2. ABSTRACTDemak Regency is one of the largest paddy producing districts in Central Java. In 2009 Central Java became the province with the largest paddy productivity producer in Indonesia. Information on rice production predictions can be used as a support effort for the government in implementing food security programs. Food security aims so that Indonesia can return to food self-sufficiency. Increased rice production must be accompanied by increased yields and expansion of rice fields. This study aims to determine the distribution of rice growth phases which can be used to estimate rice production using Sentinel-2 satellite imagery. The algorithms used in determining the phase of rice growth are the EVI (Enhanced Vegetation Index) algorithm and the NDRE (Normalized Difference Red-Edge Index) algorithm. As well as to determine the estimated rice production used the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) statistical forecasting model. The results of the research are the best algorithm analysis in determining the phase of rice growth, namely the NDRE algorithm which is better than the EVI algorithm with a coefficient of determination (R2) of 0,6095 so that it has an influence value of 60,95% with the equation model y = -0,0131 x2 + 0,1484 x + 0,0758 . The results of the estimated rice production for Demak Regency in 2020 in phase 1 are 780.832,062 quintals, phase 2 is 134.158,68 quintals, phase 3 is 67.007,979, phase 4 is 30.042,981 quintals, phase 5 is 51.665,364 quintals, phase 6 is 677.001,807 quintals, phase 7 is 311.704,848 quintals , phase 8 is 620.269,812 quintals, phase 9 is 833.853,285 quintals, and phase 10 is 753.001,272 quintals. 
Analisis Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap RTRW Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi kasus : Kec.Pedurungan dan Kec.Tembalang,Kota Semarang) Nur Aris Adi Nugroho; Bambang Sudarsono; LM Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Pertumbuhan Penduduk di  Kota Semarang berakibat pada kemajuan wilayah tersebut terutama perkembangan pembangunan wilayah. Pembangunan yang cepat maka menimbulkan masalah pada saat penataan ruang. Perubahan penggunaan lahan yang cepat maka akan berpengaruh terhadap kesesuaian terhadap RTRW tahun 2011-2031.Jumlah pertumbuhan penduduk yang cepat ada di Kecamatan Pedurungan dan Tembalang.Aktivitas yang dikerjakan pada analisis ini yaitu dengan menggunakan citra satelit penggunaan lahan pada tahun 2016 serta 2019 beserta metode digitasi on screen. Tata cara yang direncanakan oleh analisis ini yaitu dengan menggunakan cara overlay union yang berfungsi untuk mengetahui informasi transisi penggunaan lahan,kesesuaian atas penggunaan lahan serta kesesuaian ata perubahan kegunaan lahan dengan dibandingkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah.Referensi data yang diperuntukkan untuk analisis kali ini ialah citra SPOT-6 edisi tahun 2016 serta 2019Kata Kunci : Kesesuaian ,Penggunaan Lahan,RTRW,Sistem Informasi Geografis  ABSTRACTPopulation growth in Semarang City results in the progress of the region, especially the development of regional development. The rapid development creates problems during spatial planning. Rapid land use changes will affect the suitability of the RTRW for 2011-2031. The number of rapid population growth is in Pedurungan and Tembalang Districts. Activities carried out in this analysis are using satellite images of land use in 2016 and 2019 along with the digitization method. on screen. The procedure planned by this analysis is to use the overlay union method which functions to find out information on land use transitions, suitability of land use and suitability or land use changes compared to the Regional Spatial Plan. The data reference intended for this analysis is image SPOT-6 editions in 2016 and 2019

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue