cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS: KABUPATEN MAGELANG) Muhammad Bagus Fathur Ra'is
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk dalam kategori negara industri di Asia Tenggara. Maraknya pembangunan yang dilakukan terus-menerus menyebabkan perlu diadakannya evaluasi pada setiap lahan industri agar perencanaan dan pengelolaan suatu lahan dapat tertata dengan baik. Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (fuzzy AHP) merupakan salah satu metode pengambilan keputusan Multi Criteria Decision Making (MCDM) dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Penelitian ini menggunakan fuzzy AHP karena dapat menghasilkan bobot yang cukup akurat berdasarkan wawancara terhadap pakar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesesuaian lahan industri dengan membandingkan dua metode pembobotan fuzzy AHP yaitu triangular fuzzy AHP dan gaussian fuzzy AHP. Peta potensi lahan industri dibuat dengan proses weighted overlay dan evaluasi potensi lahan industri baik terhadap lahan industri eksisting maupun RTRW menggunakan intersect. Hasil perbandingan prioritas kriteria pembobotan fuzzy AHP dengan rekomendasi pakar adalah metode gaussian fuzzy AHP dinilai lebih teliti karena selisih nilai bobot yang lebih kecil dari kriteria yang berbeda. Hasil tingkat kesesuaian terbesar dengan triangular fuzzy AHP pada kelas cukup sesuai (S3) sebesar 1082,395 Ha (80,448%) dan gaussian fuzzy AHP sebesar 1807,071 Ha (80,795%). Sedangkan evaluasi peta dengan RTRW pada kelas cukup sesuai sebesar 304,368 Ha (95,283%) pada triangular fuzzy AHP dan 301,867 Ha (94,5%) pada gaussian fuzzy AHP. Hasil validasi lapangan pada Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Salaman membuktikan metode gaussian fuzzy AHP memiliki tingkat akurasi yang lebih baik daripada triangular fuzzy AHP dalam pembuatan peta kesesuaian lahan industri.
ANALISIS USIA TEGAKAN BERDASARKAN BIOMASSA BAGIAN ATAS PERMUKAAN (ABOVE GROUND BIOMASS) POHON KARET DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-1A (STUDI KASUS : KEBUN SIDOREJO DAN AFDELLING SETRO KEBUN NGOBO, PTPN IX) Galih Pratiwi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontribusi tanaman karet (Hevea brasiliensis) dalam mengurangi emisi karbon di atmosfer sangat besar setiap tahunnya sehingga tanaman karet dikenal sebagai tanaman ramah lingkungan. Tanaman karet yang berumur panjang di suatu wilayah disebut gudang penyimpanan karbon yang berarti bahwa usia tegakan memengaruhi jumlah karbon yang diserap. Potensi karbon hutan di suatu wilayah dapat diketahui berdasarkan nilai biomassa hutan yang ada di dalamnya sehingga membutuhkan perhitungan biomassa yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh usia tegakan terhadap kapasitas biomassa prediksi tanaman karet. Perhitungan biomassa bagian atas permukaan (Above Ground Biomass atau AGB)  tanaman karet menggunakan metode non-destructive sampling serta pemanfaatan backscatter Sentinel-1A untuk pemodelan AGB tanaman karet. Pemodelan AGB menggunakan metode Multivariate Linear Regression (MLR). Hubungan antara backscatter dengan biomassa lapangan menunjukkan hubungan kuat (R2 = 0,592) sehingga dihasilkan model estimasi biomassa. Hasil estimasi nilai kapasitas AGB di Kebun Sidorejo sebesar 20.950,16 ton dengan luas 136 ha, sedangkan nilai AGB di Kebun karet Afdelling Setro, Kebun Ngobo, PTPN IX sebesar 84.158,840 ton dengan luas 702 ha. Berdasarkan hasil uji validasi, pemodelan biomassa menggunakan backscatter citra SAR menunjukkan tingkat saturasi pada nilai biomassa diatas 100 ton/ha, hal ini ditunjukkan pada banyaknya variasi kesalahan dari nilai biomassa yang diprediksi. Nilai biomassa prediksi menggunakan citra Sentinel-1A dalam setiap kelas usia menunjukkan grafik yang cenderung fluktuatif. Tingkat hubungan antara kelas usia dengan biomassa prediksi memiliki hubungan yang rendah yaitu nilai R sebesar 0,121 (R2 = 0,015). Penelitian ini menunjukkan bahwa usia tegakan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai AGB prediksi menggunakan Sentinel-1A. 
PEMETAAN BADAN AIR MENGGUNAKAN CITRA OCEAN AND LAND COLOUR INSTRUMENT SENTINEL-3A DENGAN METODE SUPER RESOLUTION (STUDI KASUS : WADUK GAJAH MUNGKUR, KABUPATEN WONOGIRI) Bagas Ramadhan
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mengamati fenomena yang ada di lautan semakin berkembang. Salah satu perkembangan tersebut yaitu terciptanya citra Ocean Land and Colour Instrument (OLCI) sentinel-3 untuk mendapatkan peta badan air dengan resolusi spasial kurang lebih sebesar 300 m dan resolusi temporal selama 1,9 hari. Hal ini membuat citra OLCI sentinel-3 mempunyai keunggulan dalam segi pengawasan, tetapi dalam segi resolusi spasial masih kurang baik. Metode Super Resolution (SR) memungkinkan untuk menghasilkan peta badan air yang berasal dari citra OLCI sentinel-3 dengan resolusi spasial sebesar 40-50 m. Pada penelitian ini metode Super Resolution (SR) yang digunakan yaitu Enhanced Deep Super-Resolution network (EDSR). Tujuan penelitian ini menghasilkan peta dengan informasi badan air menggunakan citra OLCI Sentinel-3A SR. Citra OLCI Sentinel-3A SR mempunyai resolusi spasial sebesar 44,550 m yang sebelumnya mempunyai resolusi spasial sebesar 320,763 m. Proses SR tidak dapat menambahkan fitur pada citra sehingga lekukan citra OLCI Sentinel-3A tidak alami daripada data pembandingnya yaitu citra Landsat-8 dan Planet.Uji ketelitian pada penelitian ini menggunakan uji resampling dengan hasil Citra OLCI Sentinel-3A sebelum SR mempunyai luas resampling 4.590,367 ha2, citra OLCI Sentinel-3A SR mempunyai luas 6.049,902 ha2, citra Landsat-8 mempunyai 6.535,934 ha2 dan citra Planet mempunyai luas 7.015,930 ha2. Citra OLCI Sentinel-3A SR mempunyai mempunyai nilai terdekat dengan citra Landsat-8 dengan selisih nilai 486,032 ha2 lebih kecil . Perhitungan ketelitian menggunakan RMSE menghasilkan nilai RMSE X sebesar 105,939 m, RMSE Y sebesar 100,752 m dan RMSE Koordinat sebesar 146,199 m. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap nilai akurasi geometrik yang kurang baik pada penelitian pengawasan badan air.
Optimalisasi Teknologi Terrestrial Laser Scanner (Tls) Dalam Pembuatan Building Information Model (Bim) (Studi Kasus: Gedung Dekanat Baru Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro) Rianty, Naftalie Dinda
Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia konstruksi di Indonesia yang meningkat pesat menimbulkan peningkatan teknologi pendukung yang lebih efektif dan efisien dimana salah satu teknologi yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia adalah teknologi Building Information Model atau disingkat dengan BIM yang diawali dengan pembuatan model 3D as-built dimana dalam model ini akan digambarkan kondisi existing bangunan. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan metode pengukuran menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS) dalam proses akuisisi data, namun pada pelaksanaan akuisisi data pada bagian eksterior bangunan terdapat bagian yang tidak terbentuk yakni bagian atap sehingga diperlukan metode pengukuran lain yang digunakan untuk membuat model yang lebih optimal yakni dengan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) agar model eksterior bangunan dapat lebih terbentuk. Hasil registrasi untuk data point cloud TLS memiliki nilai yang cukup baik dimana nilai overlap sebesar 44.9% (minimal 30%), balance sebesar 41.2% (minimal 20%), points < 6mm sebesar 98.9% (minimal 90%). Hasil pengukuran menggunakan UAV memiliki nilai RMSE GCP sebesar 0,266m dan RMSE ICP sebesar 0,455m. Penggabungan hasil pengukuran TLS dan UAV dilakukan dengan menggunakan bantuan software 3DReshaper dengan menggunakan empat titik align.  Hasil akhir pembuatan model BIM ini memiliki level of detail (LOD) 3 dimana model ruangan seperti kolom, lantai, tangga, dan dinding tergambarkan dengan baik, sedangkan untuk model aset seperti furnitur juga tergambarkan walaupun masih berupa objek sederhana. Metode survey terestris menggunakan TLS dapat menghasilkan point cloud dengan kerapatan point yang cukup baik, akan tetapi terdapat bagian yang masih belum ter-cover yakni bagian atap bangunan. Untuk membentuk model tiga dimensi yang lebih lengkap dan mendetail maka diperlukan akuisisi data tambahan menggunakan UAV. Hasil kombinasi TLS dan UAV saling melengkapi sehingga hasil point cloud dapat membentuk bangunan dengan lebih detail. Berdasarkan kombinasi kedua data tersebut dapat dibuat BIM yang dimana dapat membantu memberikan visualisasi aset dalam Gedung secara tiga dimensi, selain itu BIM juga memberikan kemudahan dalam melacak lokasi aset, pembaruan informasi dan perencanaan pengembangan Gedung.
ANALISIS PERUBAHAN URBAN HEAT ISLAND MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 TAHUN 2014 DAN 2019 (STUDI KASUS DAERAH JAKARTA SELATAN) Tutut Rachmawati
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the capital of the State of Indonesia, Jakarta is also the largest central city with all the activities in it with a population per 2019 reaching 10.5 million according to the Central Statistics Agency. Many of its activities leave a carbon footprint as one of the contributors to Urban Heat Island, a minimum of 456.420 tons / km, and a maximum of 2.053.248 tons / km for 2014, and a minimum of 638.239 tons / km and a maximum of2.731.801 tons / km in 2019 based on the Carbon Footprint method using DKI Jakarta sectoral statistics. From these results, it was obtained an analysis of the increase in the temperature of the Land Surface Temperature in Landsat8 imagery from 2014 to 2019 amounting to 0.8 ° and an increase in the value of Urban Heat Island by 2 ° c. If this phenomenon continues, these values will increase so that the earth's temperature cannot be controlled. This research is handled as an illustration of society to save carbon energy and for the government as an effort to prevent disasters in urban areas.
ANALISIS PERHITUNGAN JUMLAH POHON KELAPA SAWIT BERDASARKAN ALGORITMA CANOPY HEIGHT MODEL (CHM) DAN LOCAL MAXIMA (LM) Kharisma Srinarta
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Buku Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2020 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, disebutkan bahwa Indonesia adalah peringkat 1 dalam ekspor sawit dunia dan luas areal perkebunan sawit dunia. Sejak tahun 1980, produksi kelapa sawit dalam bentuk crude palm oil (CPO) terus mengalami peningkatan sebesar 11,8 % tiap tahunnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara untuk mempermudah dalam proses manajemen perkebunan kelapa sawit supaya hasil produksi terus meningkat, salah satu caranya adalah dengan melakukan perhitungan pohon kelapa sawit secara otomatis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dari Canopy Height Model (CHM) dengan metode Local Maxima (LM) dalam hal perhitungan pohon secara otomatis dengan memanfaatkan 2 parameter Sliding Window Size (SWS) yaitu SWS 3x3 dan SWS 5x5.Objek penelitian dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan dengan kerapatan pohon per hektar, dimana ada kelas optimal (120-150 pohon/ha), kelas tidak optimal (sedang = 60-119 pohon/ha) dan kelas tidak optimal (jarang = 1-59 pohon/ha). Hasilnya diperoleh bahwa pemanfaatan CHM dengan metode LM dapat mendeteksi pohon kelapa sawit otomatis dan memberikan hasil overall accuracy yang tinggi untuk 2 kelas. Kelas optimal memiliki rata-rata overall accuracy sebesar 0,943 untuk SWS 3x3 dan 0,926 untuk SWS 5x5. Pada kelas tidak optimal (sedang), rata-rata overall accuracy-nya adalah 0,845 untuk SWS 3x3 dan 0,852 untuk SWS 5x5. Pada kelas tidak optimal (jarang) didapatkan overall accuracy yang rendah yaitu 0,670 untuk SWS 3x3 an 0,706 untuk SWS 5x5. Oleh karena itu dilakukan perhitungan dengan metode thresholding khusus untuk kelas tidak optimal (jarang), dan didapatkan overall accuracy sebesar 0,919. Pada penelitian ini, komisi error banyak disebabkan oleh banyaknya rumput/semak dan omisi error disebabkan oleh pohon yang terpotong batas plot dan pohon dengan diameter kecil/ketinggian rendah.
ANALISIS SPASIAL TINGKAT RISIKO AKIBAT PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID – 19) (STUDI KASUS : KABUPATEN INDRAGIRI HULU, PROVINSI RIAU) Ghinaa Rahda Kurnila; Arief Laila Nugraha; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka perkembangan kasus COVID-19 yang pesat dan meluas dalam waktu singkat di Kabupaten Indragiri Hulu memerlukan pengkajian tingkat risiko sebagai upaya mitigasi dalam rangka percepatan penanggulangan COVID-19. Pengolahan dan penyajian data kesehatan terkait sebaran COVID-19 di Kabupaten Indragiri Hulu masih berupa jumlah kasus yang disajikan dalam tabel statistik. Hal ini dirasa belum cukup karena masyarakat tidak dapat mengetahui pola persebaran tingkat risiko dari COVID-19 tersebut, sehingga diperlukan suatu analisis keruangan dan pengkajian secara spasial yang disebut analisis spasial. Pemodelan risiko terdiri dari pemetaan faktor risiko yaitu ancaman, kerentanan serta indeks kapasitas kesehatan. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh merupakan salah satu solusi dalam memodelkan analisis risiko yang berbasis spasial. Hasil analisis spasial menunjukkan kelas ancaman yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu didominasi oleh klasifikasi kelas rendah dengan jumlah kecamatan terbanyak dan persentase total luasan yang tertinggi, sedangkan kelas kerentanan didominasi oleh kelas sedang dengan persentase luasan tertinggi. Pola persebaran kelas kerentanan bersifat sporadis, artinya terdapat beberapa kelas klasifikasi kerentanan dalam satu kecamatan. Analisis spasial dari indeks kapasitas kesehatan menggunakan dua skenario yaitu waktu dan jarak tempuh menunjukkan bahwa penggunaan skenario waktu tempuh memiliki hasil yang lebih baik dalam segi luasan maupun jumlah kecamatan yang termasuk dalam daerah jangkauan rumah sakit rujukan COVID-19. Kemudian untuk kelas total tingkat risiko COVID-19 didominasi oleh kelas rendah dengan persentase luasan tertinggi dengan pola persebaran yang bersifat sporadis. Kecamatan Rengat dan Rengat Barat merupakan wilayah yang paling berisiko terhadap COVID-19 karena memiliki kelas risiko tinggi yang lebih luas dari kecamatan lainnya.
PEMODELAN MODEL 3D MENGGUNAKAN METODE TLS (TERRESTRIAL LASER SCANNER) (STUDI KASUS : CANDI PLAOSAN LOR, KABUPATEN KLATEN) Rahmawati, Nabila; Prasetyo, Yudo; Hadi, firman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Candi Plaosan merupakan cagar budaya yang menjadi salah satu detinasi wisatawan untuk berkunjung saat berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Guna mempertahankan dan melestarikan candi, dibutuhkan generasi penerus yang paham akan Candi. Kendati hal itu, untuk tetap menjaga dan melestarikan Candi tersebut diperlukan langkah rekonstruksi dan konservasi. Hal ini dapat dilakukan dengan pendokumntasikan 3D Candi secara digtal. Salah satu jalan keluar yang ditawarkan oleh teknologi kini adalah pemodelan 3D dengan wahana TLS. TLS dipilih karena perkembangannya yang lebih baik jika di bandingkan dengan pemodelan mebggunakan UAV (Bernard Ray, 2017)TLS melakukan 11 kali perekaman data mengelilingi objek Candi Plaosan. Proses perekaman data dilakukan dengan bantuan BLK seris 360. Setelah data didapatkan, kemudian melakukan registrasi dengan bantuan registrasi software Autodesk RecapPro. Tahap selanjutnya adalah pemodelan 3D pada software CloudCompare dengan metode Poisson Surface Reconstruction. Model 3D yang dihasilkan dianalisis dengan mengganakan standar kualitas Level of Detail (LoD) yang dikembangkan oleh City Geography Markup Language (CityGML) menurut Biljecki, et al. (2016).Penelitian ini menghasilkan nilai registrasi point cloud pada overlap dengan nilai rata-rata 20.2 %, balance dengan nilai rata-rata 7.6%, dan points dngean nilai rata-rata 95.3%. Model 3D yang tercipta dari proses Poisson Surface Reconstruction data TLS menghasilakn. 12.959.390 faces. Hasil uji kualitatif model menggunakan 5 sampel bagian yang dimiliki model 3D dan kenampakan pada lapangan tingkat kedetailan model 3D yang dihasilkan oleh TLS memiliki tangka kedetilan pada LoD3.1.
Analysis of Potential Development Housing and Settlement Area Using Geographic Information System (Case Study: Bojongsoang District, Bandung Regency) Heryawan, Alifya Judo
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Jurusan Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bojongsoang Sub-district is one of the developing regions in Bandung Regency and includes a central service area based on Perda Nomor 27 Tahun 2007, also located in the boundary between Bandung Regency and Bandung City. According to strategic plan Bojongsoang Sub-district 2016-2021 have occurred movement land function and there is land use especially settlemet area that not suitable for the allocation area. Behind the problem there are several potentials become housing and settlement development areas there are, near jakarta-bandung high speed train stop location, near toll road accessibility, in the education area, several housing developments by developers, and the construction of shophouses by investors in housing for business. In addition, based on BPS data in 2019 the population of bojongsoang district from 2017-2019 increased by 4.015 people. In this research, the use of GIS for analysis how land potential suitable also how region potential become housing and settlement area with consideration land change in area study. The method used is fuzzy AHP with each weight, potential for flooding 27.3%, soil type 21.6%, water network 13.1%, slope 11.5%, road network 10%, educational facilities 8, 8%, health facilities 8.05%, and shopping centers 0.05%. The result land potential suitability housing and settlement with classification very suitable for 91,934 ha, suitable for 465,625 ha, quite suitable for 1291,109 ha, and less suitable for 977,524 ha. The result of land potential suitability housing and settlement to RTRW Bandung Regency 2016-2036 obtained 1295,333 ha suitable with RTRW and 1530,859 ha not suitable with RTRW. Bojongsoang subdistrict have potential area for housing and settlement and suitable with RTRW for 720,418 ha.
EVALUASI PERKEMBANGAN DAN KESESUAIAN KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU (Studi Kasus: Kecamatan Mijen, Kota Semarang) Andrie Tri Nur Cahyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Habisnya lahan di area jantung kota memaksa proses perkembangan Kota melebar ke arah luar dari wilayah kota, hal ini terjadi pada Kota Semarang. Salah satu dampak fenomena ini adalah degradasi Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) karena terjadi perubahan tata guna lahan. Kecamatan Mijen menjadi salah satu kecamatan yang mengalami perkembangan tata guna lahan yang cukup signifikan dikarenakan banyaknya pembangunan fisik diwilayah tersebut. Adanya kondisi tersebut perlu dilakukan evaluasi perkembangan RTH di Kecamatan Mijen serta dampak perkembangan RTH di Kecamatan Mijen tersebut terhadap pemenuhan RTH Kota Semarang dengan menggunakan pengolahan citra Landsat multitemporal dengan metode supervised maximum likelihood kemudian dilakukan analisis spasial untuk mengetahui perkembangannya. Selain itu, kesesuaian kondisi RTH terkini perlu dilakukan peninjauan kesesuaiannya terhadap rencana dalam Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2010 Kota Semarang dengan melakukan digitasi on screen citra SPOT-7 tahun 2020 sehingga diketahui kondisi terkini RTH Kecamatan Mijen. Hasil analisis menunjukkan RTH jenis Hutan dan Pertanian mengalami penurunan sedangkan RTH Konservasi dan Taman mengalami peningkatan dalam 20 tahun terakhir. RTH Hutan dan Pertanian mengalami penurunan dari 40,189% dan 48,319% menjadi 30,639% dan 24,999% sedangkan RTH jenis Konservasi dan Taman mengalami peningkatan dari 0,891% dan 3,205% menjadi 21,607% dan 8,133% terhadap luas Kecamatan Mijen. Kondisi Kecamatan Mijen tersebut tidak berpengaruh langsung terhadap peningkatan RTH di kecamatan lain, karena RTH di Kecamatan lain pun terus mengalami penurunan seperti Kecamatan Mijen. Sedangkan kondisi RTH terkini Kecamatan Mijen diperoleh luasan sebesar 3.939,919 hektar. Luas tersebut memenuhi dari total luas rencana, meskipun terdapat jenis RTH yang sesuai dan tidak sesuai rencana.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue