cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
DESAIN PENGEMBANGAN APLIKASI LAYANAN SAMBUNG BARU PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG BERBASIS WEBGIS KOLABORATIF Mahdy Rohmadoni; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Tirta Moedal adalah badan penyelenggara air minum dengan fokus pada jasa publik penyediaan air bersih di Kota Semarang. Padatnya Kota Semarang mengharuskan terciptanya suatu sistem layanan sambung baru yang efektif dan efisien. PDAM Tirta Moedal sejatinya sudah memiliki sistem layanan sambung baru yang baik, namun kekurangannya adalah belum adanya perkiraan harga yang transparan kepada pelanggan setelah melakukan pendaftaran online, proses penentuan biayanya juga masih secara manual sehingga terkesan lama. Selain itu laporan petugas kepada atasan terkait perkembangan sambung baru belum secara real time dan masih terkesan lama. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem/aplikasi layanan sambung baru berbasis WebGIS Kolaboratif dengan metode SDLC (Systems Development Life Cycle) dan pendekatan air terjun (waterfall approach) yang terdiri dari formulir sambung baru yang digunakan oleh calon pelanggan, web aplikasi yang digunakan oleh admin dan dasbor yang digunakan oleh kepala kantor. Dalam pembuatan aplikasi untuk pendaftaran sambung baru secara online bagi pelanggan penulis memfasilitasi dengan form yang dibuat melalui survey 123 yang terintegrasi dengan peta online dari ArcGIS Online. Peta online ini nantinya menjadi dasar di dalam pembuatan web aplikasi melalui Web AppBuilder. Sementara dasbor sebagai media pelaporan petugas dan sarana pemantauan progress sambung baru dibuat menggunakan ArcGIS Dashboard. Hasil uji usability menunjukkan bahwa formulir sambung baru masuk kategori Baik dengan nilai 3,89 dan web aplikasi serta dasbor sambung baru masuk pada kategori Sangat Baik dengan nilai masing-masing adalah 4,60 dan 4,31. 
PEMODELAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN BERBASIS PENGINDERAAN JAUH (Studi Kasus: Kota Semarang) Vira Febianti; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pembangunan di kota besar merupakan daya tarik bagi penduduk untuk melakukan urbanisasi, karena dapat meningkatkan perekonomian. Peningkatan angka urbanisasi mendorong kebutuhan lahan untuk aktivitas manusia mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi tersebut memerlukan adanya pemantauan dan prediksi perubahan tutupan lahan. Oleh karena itu, pemodelan mengenai perubahan tutupan lahan bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di Kota Semarang pada tahun 2016 sampai 2022, serta prediksinya pada tahun 2031. Penelitian ini memanfaatkan data citra Landsat 8. Prediksi tutupan lahan menggunakan data parameter ketinggian, jarak dari jalan dan jarak dari sungai. Klasifikasi tutupan lahan yang terdiri dari badan air, lahan terbangun, vegetasi dan lahan kosong menggunakan metode Support Vector Machine. Pembentukan prediksi dilakukan menggunakan model Cellular Automata dan Artificial Neural Network. Hasil penelitian menunjukkan tutupan lahan di Kota Semarang pada tahun 2016 hingga 2022 didominasi oleh vegetasi. Klasifikasi tutupan lahan menghasilkan tingkat akurasi pada tahun 2016 sebesar 89,53%, tahun 2019 sebesar 91,86% dan tahun 2022 sebesar 90,6%. Akurasi hasil prediksi tutupan lahan tahun 2022 memiliki nilai kappa 80,8% dan % of Correctness sebesar 88,96%. Hasil prediksi tutupan lahan tahun 2031 memiliki luas tertinggi pada daerah vegetasi sebesar 185,33 km2. Hasil kesesuaian prediksi tutupan lahan tahun 2031 terhadap RDTRK Kota Semarang tahun 2011 – 2031 sebesar 266,124 atau 66,73%, sedangkan, sedangkan luas yang tidak sesuai sebesar 132,66 km2 atau 33,27%.
ANALISIS PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS: KECAMATAN CANDISARI, KOTA SEMARANG) Amellia Kinanti; Moehammad Awaluddin; Muhammad Adnan Yusuf
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang sering terjadi musibah bencana tanah longsor. Berdasarkan data dari BPBD Kota Semarang, sepanjang tahun 2020-2021 Kota Semarang mengalami bencana tanah longsor dengan total kejadian sebanyak 321 kejadian.  Kecamatan Candisari merupakan salah satu kecamatan yang sering mengalami kejadian longsor,  dengan wilayah rawan longsor kelas menengah-tinggi. Kejadian ini sering kali menimpa rumah warga serta mengakibatkan kerugian yang besar. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Candisari dengan unit pemetaan terkecil tingkat Rukun Warga (RW), untuk menilai kemungkinan (probabilitas) besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana, sehingga dapat mengurangi dan mencegah risiko potensi bencana ketika bencana itu terjadi dengan informasi yang lebih detail. Pemetaan risiko bencana tanah longsor pada penelitian ini dilakukan menggunakan SIG melalui proses overlay antar parameter penyusunnya dengan metode skoring dan pembobotan. Pembuatan peta ancaman mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 dengan menggunakan lima parameter yaitu kemiringan lereng, tutupan lahan, curah hujan, jenis batuan, dan jenis tanah. Pembuatan peta kerentanan dan kapasitas mengacu pada PERKA BNBP No.02 Tahun 2012 dan dokumen perangkat penilaian kapasitas daerah BNPB Tahun 2017 dengan pembobotan pada sub-parameter menggunakan metode Fuzzy-AHP. Pemilihan parameter yang digunakan pada pemetaan dimodifikasi menyesuaikan ketersediaan data yang ada serta kondisi wilayah penelitian. Penilaian risiko dilakukan menggunakan analisis dengan perkalian matriks VCA (Vulnerability Capacity Analysis). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Kecamatan Candisari memiliki tingkat risiko terhadap bencana tanah longsor untuk kelas rendah sebesar 21% atau 138,110 Ha dari total luas wilayah Kecamatan Candisari, kelas sedang sebesar 27% atau 174,514 Ha dari total luas wilayah Kecamatan Candisari, dan kelas tinggi 52% atau 335,057 Ha dari luas total wlayah Kecamatan Candisari.
ANALISIS POLA SUHI (SURFACE URBAN HEAT ISLAND) KOTA PESISIR (COASTAL CITY) WILAYAH PANTAI UTARA JAWA MENGGUNAKAN DATA SENTINEL-3 SLSTR MULTITEMPORAL (Studi Kasus : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Cirebon) Moh Adib Yahya Al Hakim; Bandi Sasmito; Firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a country continues to be followed by high population growth affecting environmental characteristics in coastal areas, especially by human activities and uncertain climatic conditions that can form the Surface Urban Heat Island (SUHI) phenomenon. The purpose of the study was to obtain a map of the distribution of SUHI intensity in 2019, 2020, and 2021 in Cirebon and Kendal regencies to determine the pattern and consistency of SUHI intensity. One of the impact distributions of SUHI intensity can be identified by the Urban Thermal Field Variance Index (UTFVI), where consistency is also seen using the Getis-Ord Gi hot-spot and cold-spot statistics. The UTFVI value is based on the urban area of SAR Sentinel-1A and LST Sentinel-3 SLSTR Level-2 with RMSE 5,419 oC which is moderately correlated with the LST of the BMKG station in 2021. The pattern of distribution of SUHI intensity in coastal areas consistently shows that the area with the largest area is the area not affected by SUHI and the area affected by SUHI is the strongest. The pattern not always leading to the coastal area but in the Cirebon Area leading to Cirebon City and in the southern part of the Kendal Area leading to toll road rest areas and industrial areas.
Analisis Perubahan dan Prediksi Harga Nilai Tanah di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang Edgar Satyadi Karang; Arwan Putra Wijaya; Fauzi Janu Ammarohman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37310

Abstract

Penentuan nilai tanah ditentukan berdasarkan banyak faktor penentu dari mulai faktor fisik, faktor karakteristik legal, dan faktor lokasi dan aksesibilitas. Apabila sebuah nilai tanah yang tinggi, maka hal ini akan sejalan dengan valuasi ekonomi sekitarnya yang meningkat ditandai dengan keberadaan pusat kegiatan perkotaan. Penelitian ini didasari dari perkembangan fase dua Bukit Semarang Baru, Kelurahan Kedungpane untuk melihat pengaruh lokasi terhadap nilai tanah. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Nilai Indikasi Rata-rata pada perhitungan nilai tanah serta paired t test untuk melihat perubahan nilai tahun 2014 dan 2022, analisa spasial menggunakan jaringan jalan sampel terhadap lokasi, dan perhitungan prediksi menggunakan permodelan matematis linear regression model dan quadratic regression model. Berdasarkan perhitungan nilai tanah tahun 2022, bentuk persebaran nilai tanah di Kelurahan Kedungpane menyebar sepanjang jalur penghubung, Jalan Raya Semarang-Boja dengan zona 2658 sebesar Rp5.143.062 dan Jalan Untung Suropati dengan zona 1975 sebesar Rp2.843.518. Perbandingan harga tanah pada 2014 dan 2022 dinyatakan terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Perhitungan korelasi dengan mencari nilai r pada sampel terhadap lokasi penentu nilai tanah. Didapatkan nilai r terbesar ditunjukan oleh lokasi TPA Jatibarang dengan nilai 0,65598 dan untuk pengaruh terendah adalah kawasan industri sebesar 0,31732 sehingga keberadaan TPA memiliki pengaruh paling besar terhadap perkembangan nilai tanah di Kelurahan Kedungpane. Permodelan ditujukan untuk prediksi Zona Nilai Tanah pada tahun 2023 dan 2024. Permodelan quadratic regression model lebih baik dibandingkan linear regression model untuk dapat merepresentasikan kondisi tahun 2023 dan 2024 dengan nilai r square sebesar 0,848 dan nilai PRD (Price Related Differential) sebesar 1,048178. Pada tahun 2024, persentase kenaikan paling tinggi adalah zona 1104 dengan 96% dan untuk zona dengan persentase kenaikan paling rendah adalah zona 1973 sebesar 18% dengan pusat zona paling tinggi masih berada pada jalan utama 
Analisis Pemodelan dan Prediksi Dinamika Penggunaan Lahan Zona Perumahan di Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus: Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Sukoharjo) Almaas Syifaa Ardanti; Arwan Putra Wijaya; Muhammad Adnan Yusuf
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.35908

Abstract

Menurut laporan dari World Bank, pada tahun 2019 sebanyak 151 juta penduduk Indonesia atau setara dengan 56% dari keseluruhan penduduk hidup di kawasan perkotaan. Adanya urbanisasi dapat menyebabkan perubahan penggunaan lahan di kawasan perkotaan seiring dengan berkembangnya aspek ekonomi, sosial, politik, teknologi, lingkungan dan juga pertumbuhan penduduk secara alami. Hal ini dapat menjadikan berkembangnya kawasan perkotaan. Contoh dari adanya perubahan lahan di kawasan perkotaan terjadi di Kabupaten Sukoharjo. Kawasan Perkotaan di Kabupaten Sukoharjo meliputi Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Sukoharjo.  Muncul perumahan-perumahan baru di tiga kecamatan tersebut yang sebagian besar disebabkan oleh adanya perubahan fungsi lahan pertanian. Penelitian dilakukan untuk melakukan pengamatan dinamika perkembangan penggunaan lahan perumahan di Kecamatan Kartasura, Grogol dan Sukoharjo pada tahun 2009, 2015, prediksi penggunaan lahan tahun 2021 dan 2033 menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) serta mengetahui pola persebaran perumahan dengan metode analisis tetangga terdekat. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh luas perubahan penggunaan lahan perumahan dari tahun 2009 sampai 2033 sebesar 363,171 Ha. Penggunaan lahan untuk Zona Perumahan pada tahun 2009 sebesar 3551,002 Ha, tahun 2015 sebesar 3679,861 Ha, tahun 2021 sebesar 3694,539 Ha dan tahun 2033 sebesar 3914,173 Ha. Persebaran perumahan pada tahun 2009, 2015 dan 2021 memiliki pola acak sedangkan persebaran perumahan tahun 2033 memiliki pola mengelompok. Hasil validasi pemodelan prediksi penggunaan lahan tahun 2021 adalah sebesar 0,935. Hasil kesesuaian prediksi penggunaan lahan untuk perumahan tahun 2033 terhadap Rencana Detail Tata Ruang 2020-2039 menunjukkan angka sebesar 7408,076 Ha atau 74,755%. Nilai ini menunjukkan bahwa pemodelan ini memiliki kesesuaian yang baik terhadap RDTR.
Perbandingan Metode Genetic Algorithm (GA) Dan AHP Dalam Menentukan Kesesuaian Lahan Apartement (Studi Kasus: Kecamatan Candisari, Kota Semarang) Akmal Wahyudi; Moehammad Awaluddin; L M Sabri
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36667

Abstract

Perkembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) dewasa ini semakin meningkat seiring dengan majunya teknologi baik dilihat dari cara penyajian, aplikasi hingga metode yang digunakan beragam, salah satu metode yang umum dalam SIG untuk penentuan lokasi optimal adalah Metode AHP atau Analytic Heirarchy Process, AHP menggunakan prinsip pembobotan parameter untuk mendapatkan lokasi optimal, pembobotan ini diambil dari pendapat para ahli yang kompeten dibidang tersebut. Penggunaan AHP hingga sekarang masih cukup efektif walaupun beberapa penelitian didapati hasil yang kurang sesuai, hasil ini dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah bias dari narasumber dan juga perbedaan yang cukup jauh antara pernyataan narasumber dengan data yang ada di lapangan. Permasalahan ini dapat diminimalisir dengan mencari metode alternatif, salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Genetic Algorithm (GA). Metode GA dapat dimanfaatkan untuk mengkombinasi bobot dari AHP yang bersifat subjektif dengan bobot yang bersifat objektif yang didapatkan dari metode CRITIC, dimana metode CRITIC merupakan pembobotan yang berasal dari data di lapangan tanpa terpengaruh diskresi data. Pada penelitian ini akan mencoba melanjutkan penelitian mengenai kesesuaian lahan apartemen di Kecamatan Candisari dengan menggunakan parameter yang disesuaikan dengan saran penelitian sebelumnya, kemudian hasil tersebut akan dibandingkan dengan metode GA. Pengolahan peta kesesuaian lahan apartement yang dilakukan menggunakan proses overlay baik dari metode GA maupun AHP.  Setelah dilakukan pengolahan, hasil dari metode AHP dan GA didapati hasil yang cukup mirip, baik dari sebaran areanya maupun dari jumlah kelasnya. Pada metode AHP didapati 77% Kecamatan Candisari masuk ke dalam kelas Sangat Sesuai dan 23% masuk ke dalam kelas Cukup Sesuai, sedangkan untuk metode GA didapati 80% Kecamatan Candisari masuk ke dalam kelas Sangat Sesuai dan 20% masuk ke dalam kelas Cukup Sesuai.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Arahan Penggunaan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang) Yolanda Margaretha Mulder; Arief Laila Nugraha; L M Sabri
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.35754

Abstract

Kecamatan Banyumanik secara geografis terletak pada posisi 110o 23' 49" hingga 110⸰ 27' 15" BT dan 7o 1' 22" hingga 7o 6' 50" LS. Pertambahan penduduk menyebabkan bertambahnya kebutuhan penggunaan lahan guna mencukupi kebutuhan hidup, sehingga mengakibatkan permintaan penggunaan lahan semakin meningkat, peningkatan permintaan kebutuhan penggunaan lahan sering bermasalah pada ketersediaan lahan terutama pada kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan penggunaan lahan tahun 2010 dan 2020, mengidentifikasi dan membandingkan pemanfaatan ruang dengan alokasi ruang, mengkaji tingkat perkembangan wilayah, dan menyusun arahan penggunaan lahan wilayah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis spasial, identifikasi ketidaksesuaian dengan alokasi ruang, dan analisis skalogram. Analisis spasial untuk menentukan kelas penggunaan lahan dan menghitung luas perubahan penggunaan lahan, analisis ketidaksesuaian pemanfaatan ruang untuk mengetahui penyimpangan penggunaan lahan dengan alokasi ruang, serta analisis skalogram untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah dengan menggunakan variabel fasilitas pendidikan, sosial dan ekonomi. Hasil penelitian ini berupa peta penggunaan lahan tahun 2010 dan 2020, peta perubahan lahan tahun 2010-2020, peta ketidaksesuaian alokasi tata ruang, dan peta tingkat perkembangan wilayah tahun 2010 dan 2020 di Kecamatan Banyumanik. Uji akurasi dilakukan menggunakan matriks konfusi menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 97,73% dan nilai koefisien kappa sebesar 96,99%, terjadi pola perubahan penggunaan lahan sebesar 69,179 ha atau 2,63% dari luas total penggunaan lahan dengan peningkatan cukup signifikan terjadi pada lahan perkampungan sebesar 36,701 ha atau 53% dari luas total perubahan yang terjadi. Pada tahun 2020 menunjukkan adanya ketidaksesuaian kondisi eksisting dengan alokasi ruang sebesar 1.141,694 ha. Wilayah yang mengalami kenaikan tingkat perkembangan adalah Kelurahan Srondol Wetan dari hirarki 2 menjadi hirarki 1 dan Kelurahan Sumurboto dengan hirarki 3 menjadi hirarki 2.
Aplikasi WebGIS Ancaman Bencana Banjir Di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak M. Alfarisi Handifa; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36689

Abstract

Kecamatan Sayung merupakan daerah dengan tingkat ancaman bencana yang cukup tinggi terhadap bencana banjir khususnya banjir yang terjadi karena naiknya air laut (rob). Pada tahun 2021 menurut data BPBD di Kecamatan Sayung terdapat 17 kejadian bencana banjir dari 59 total kejadian bencana banjir di Kabupaten Demak sedangkan banjir rob juga sering melanda dengan total bangunan terdampak adalah 8983 bangunan. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak bencana adalah melalui penyajian informasi ancaman bencana sehingga dapat menunjukkan tingkat ancaman bencana pada suatu kawasan. Peta ancaman bencana banjir pada penelitian ini terdiri atas bencana banjir sungai dan banjir rob. Pengembangan aplikasi WebGIS dilakukan dengan memanfaatkan ArcGIS Experience untuk mengintegrasikan aplikasi ArcGIS Dashboard, ArcGIS WebApp Builder dan ArcGIS Survey123 ke dalam satu portal aplikasi. Aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan fitur untuk menunjang penggunaan aplikasi sebagai sarana penyampaian informasi ancaman banjir secara informatif dan interaktif kepada pengguna. Aplikasi WebGIS memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat diakses pada server lokal, membutuhkan sistem validasi untuk verifikasi informasi sehingga meminimalisir disinformasi, jenis informasi demografi terkait dampak bencana banjir terbatas dan peta ancaman yang disajikan masih bersifat statis. Uji kelayakan aplikasi terbagi atas dua bagian yaitu uji program dan uji usability. Pada uji usability yang telah dilakukan diperoleh hasil penilaian Sangat Baik dengan nilai 4,211 dari 5,00 sehingga menunjukkan aplikasi telah memenuhi aspek-aspek pengujian yaitu Learnability, Memorability, Efficiency, Error dan Satisfaction.
Kajian Penilaian Kualitas Data VGI (Voluntered Geographic Information : OpenstreetMap) Untuk Keperluan Tata Ruang (Studi Kasus : Kota Semarang) Dyah Setya Haningrum; L M Sabri; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.35821

Abstract

badan pemerintah mulai mengumpulkan informasi geospasial secara online dengan mengandalkan masyarakat dalam mengamati suatu kebutuhan atau permasalahan. Lalu, terdapat data yang memiliki ketersediaan terbatas dan kurang ter-update dalam penyediaannya data di mana salah satunya pada aspek tata ruang. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber informasi geografis sukarela di mana salah satu sumbernya adalah VGI (Volunteered Geographic Information) dengan contoh OpenStreetMap untuk membantu penyediaan data untuk keperluan tata ruang. Tetapi, dikarenakan data OpenStreetMap tersebut bersifat heterogen dan merupakan hasil dari berbagai kontributor dengan berbagai latar belakang maka dibutuhkan kajian evaluasi kualitas data menggunakan standarisasi yang diatur ISO 19157:2013. Lalu, lokasi penelitian berada di Kota Semarang dikarenakan para kontributor OpenStreetMap memiliki ketertarikan lebih pada daerah perkotaan. Sehingga, perhitungan kualitas data menghasilkan IGP (Indeks Grade Peta) yang akan dikategorikan sesuai kelas nilai A+, A, AB, BC, dan C. Penelitian ini menunjukkan data OpenStreetMap dengan nilai IGP 3.07 memiliki kualitas sempurna di kelas A+ untuk keperluan tata ruang. Kata Kunci : Tata Ruang, VGI (Volunteered Geographic Information), OpenStreetMap, Evaluasi Kualitas Spasial, ISO 19157:2013, Kota Semarang

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue