cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS PERUBAHAN KEPADATAN DAN POLA LAHAN TERBANGUN MENGGUNAKAN INTERPRETASI HIBRIDA CITRA SENTINEL 2A (STUDI KASUS : KOTA UNGARAN) Dini Tiara; L.M Sabri; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang merupakan Kota yang terus berkembang karena adanya pembangunan seperti jalan tol, pemukiman, perkantoran dan jalan raya. Perkembangan kawasan urban di Kota-kota besar berdampak pada peningkatan pertumbuhan kota-kota kecil disekitarnya (wilayah perifer). Kabupaten Semarang sebagai wilayah perifer atau penyangga dari kota besar  yaitu Kota Semarang, berdampak pada berkembangnya Kota Ungaran dan meningkatnya perkembangan kepadatan lahan terbangun. Pengukuran kepadatan lahan terbangun dalam skala Kota jika dilakukan secara manual memerlukan waktu dan biaya yang besar, oleh karena itu pada penelitian ini menggunakan teknologi penginderaan jauh yaitu dengan teknik interpretasi hibrida menggunakan indeks NDBI (Normalized Difference Built-up Index) dan Urban Index. Interpretasi hibrida merupakan gabungan dari teknik interpretasi visual dan digital dalam menentukan area lahan terbangun menggunakan citra resolusi menengah yaitu Sentinel 2A yang tersedia secara gratis dan kontinyu. Hasil  interpretasi hibrida menggunakan NDBI lebih baik dibandingkan menggunakan urban index dengan overall accuracy sebesar 96.667 % untuk interpretasi hibrida menggunakan NDBI dan 90.00 % untuk interpretasi hibrida menggunakan urban index. Luas kepadatan lahan terbangun di Kota Ungaran Tahun 2016 adalah 1853.571 Ha berubah menjadi 1943.958 Ha pada tahun 2021. Perubahan kepadatan yang paling mendominasi adalah dari kepadatan sedang menjadi tinggi yaitu 602.901 Ha, dan pola lahan terbangun di Kota Ungaran pada tahun 2016 dan 2021 adalah clustered (mengelompok) dengan neraest neighbord ratio 0,7. 
PEMBUATAN APLIKASI KERETA API BANDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO (KA BIAS) BERBASIS MOBILE GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) PADA PONSEL PINTAR ANDROID
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KA BIAS mulai beroperasi secara perdana sejak Desember akhir dengan rute awal yaitu Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Bandara Internasional Adi Seomarmo. Namun, KA BIAS sendiri belum mempunyai aplikasi yang dapat membantu penggunanya dalam mengakses informasi terkait KA BIAS. Pembangunan aplikasi KA BIAS melalui teknologi Mobile GIS dapat membantu meningkatkan pelayanan. Pembangunan aplikasi ini diawali dengan melakukan pengumpulan data serta studi litelatur yang berkaitan dengan proses pembangunan aplikasi. Selanjutnya, data tersebut diolah dan disimpan pada basis data Cloud Firestore yang terhubung langsung dengan Android Studio sebagai perangkat lunak untuk merancang bangun aplikasi. Perancangan antarmuka yang diterapkan dalam aplikasi mengikuti prinsip delapan aturan emas antarmuka Shneiderman. Mobile GIS juga berperan pada peta digital di ArcGIS Online untuk menen tukan posisi pengguna. Hasil dari penelitina ini berupa aplikasi KA BIAS yang dapat digunakan pada perangkat Android. Pada aplikasi ini berisi mengenai informasi jadwal, tarif, kereta, stasiun serta peta digital. Aplikasi KA BIAS telah dilakukan pengujian kepada pengguna KA BIAS dan mendapatkan beberapa penilaian yaitu aspek efektifitas sebesar 82,20%, aspek efisiensi sebesar 80,20% dan aspek kepuasan sebesar 79,40%. Berdasarkan tiga penilaian tersebut, aplikasi KA BIAS dapat berjalan dengan baik dan bagus untuk digunakan dalam mencari informasi mengenai KA BIAS.
analysis of haze detection and haze removal algorithms on urban and rural land cover on sentinel 2 imagery
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of increasingly advanced technology has a positive impact, especially in mapping using satellite imagery. The existence of clouds and fog that is always there makes it difficult to get a clean image (clear scenes). Haze will be very easy to form in vegetated and non-vegetated areas even though they have different characteristics and formation processes. Haze Removal is a method that has been commonly used in optical images for fog removal so as to facilitate identification on the image. Haze detection is an important step in haze removal by determining the range of haze values using several algorithms such as Haze Optimized Transform (HOT) and Supervised Haze Transform (SHT). This study aims to analyze the use of the best fog detection method on Sentinel-2 imagery in rural (Semarang Regency) and urban (Semarang City) areas which have different land cover characteristics and to test the Dark Object Subtraction (DOS) method for land cover classification in imagery Sentinel-2.The results of this study are that in urban areas the accuracy value obtained by both the HOT and SHT methods has the same value in the haze class, which is 80.65%, while for the clean class the SHT method is superior to the HOT method with a value of 85.06% and 79. ,87%. In rural areas, the accuracy value in the haze class, the HOT method, is superior to the SHT method with a value of 82.31% and 80.95%, while for the clean class the SHT method is superior to the HOT method with a value of 94.77% and 90.85%.  Haze removal processing using the DOS method on Sentinel-2 for urban and rural areas can increase the accuracy of interpretation of land cover classification in supervised classification with the Maximum Likelihood method. In the urban area (Semarang City) before the supervised classification was carried out, there were quite a lot of misclassifications in the class of built-up land and water bodies in foggy areas. In general, the increase in accuracy before processing was 82.67% to 94.67% for both HOT-DOS and SHT-DOS methods. In rural areas (Semarang Regency) before the supervised classification was carried out there was a misclassification of small vegetation classes in foggy areas. In general, the increase in the accuracy value before processing was 85.53% to 96.05% for both HOT-DOS and SHT-DOS methods
ANALISIS PEMODELAN FASE TUMBUH PADI MENGGUNAKAN CITRA SYNTHETIC APERTURE RADAR C-BAND SENTINEL-1 NIRTANTO, ILHAAM CAHYA; PRASETYO, YUDO; SASMITO, BANDI
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.34404

Abstract

Oryza Sativa atau yang biasa dikenal dengan nama Padi adalah tanaman yang dapat menghasilkan beras yang mana merupakan bahan makanan pokok terpenting di Indonesia. Tingkat produksi padi dapat diestimasi dengan pemantauan fase pertumbuhan padi. Identifikasi pertumbuhan padi dapat dilakukan dengan cepat dan luas dengan pengindraan jauh yang bersifat multitemporal. Teknik ini sudah banyak dilakukan untuk pemantauan fase pertumbuhan padi dengan jenis sensor optis. Namun, Indonesia memiliki liputan awan yang tinggi, sehingga sedikitnya ketersediaan citra optis yang bebas awan untuk pemetaan dan pemantauan area pertumbuhan padi. Keberadaan teknologi radar terutama SAR, memberi potensi yang baik untuk dikaji dalam pemantauan padi dengan ketersediaannya data bebas dari liputan awan.Pada penelitian ini, pemodelan fase pertumbuhan padi didapatkan dengan menggunakan citra SAR-C Sentinel-1 GRDH. Karakteristik nilai hamburan balik pada polarisasi VH meningkat selaras dengan fase pertumbuhan padi, berbeda dengan polarisasi VV yang lebih stagnan. Algoritma yang digunakan yaitu klasifikasi terselia Maximum Likelihood dan Support Vector Machine. Penggunaan kedua klasifikasi dengan tipe yang berbeda, pada Maximum Likelihood yang termasuk jenis parametrik dan Support Vector Machine untuk yang non-parametrik.Hasil pemetaan fase tumbuh padi melihatkan algoritma SVM lebih optimal untuk 4 kelas fase yaitu vegetatif awal, vegetatif, generatif dan pematangan. Akurasi dari klasifikasi yang paling optimal didapatkan pada kisaran 72,9% dengan kappa 0,6 hingga akurasi 0,98% dengan kappa 0.95. Penelitian pemodelan fase pertumbuhan padi ini diharapkan dapat digunakan untuk pemantauan laju produksi padi yang berfungsi untuk manajemen lahan yang baik agar hasil produktivitas yang optimal.
Analysis Of Land Use Changes And Urban Land Value Zone Reviewed From The RDTR Plan Bandung Sulistyo, Mohamad Adityo Ragil; Wijaya, Arwan Putra; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.34402

Abstract

The city of Bandung, which is located in West Java Province, is known as the Flower City and consists of 31 sub-districts. One of the sub-districts in the city of Bandung which has various supporting facilities such as housing, rice fields, shopping centers, hospitals, and schools is Rancasari District. Rancasari Subdistrict, which is located in the south of Bandung City, every year always experiences rapid population growth and development from various aspects. These rapid changes and developments are also inseparable from the influence of detailed urban spatial plans and zoning regulations. The residential area is one of the things that is being considered, followed by other sectors that are starting to be built, such as trade and services, the main road that connects between cities, and the busy traffic causes the area to become congested. As a result, green land such as rice fields is reduced so that there is a lack of useful drainage to prevent flooding. In this study, it will be seen how changes in land value zones are affected by RDTR and zoning, in Rancasari District by referring to the Land Value Zone Map and Land Use Map so that they can identify and map the changes that occur every year to the land. The result of processing, in 2015, the highest land price in Cipamokolan Village was Rp. 2,602,000 namely in the Mixed class, Natural Protection, Public Services, Offices, Local Protection, and Housing.
ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN HABITAT KAWASAN LINDUNG DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS MENGGUNAKAN METODE POLARIMETRIK Aryasatya, Muhammad Farhan; Prasetyo, Yudo; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.34400

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan tutupan lahan di wilayah kawasan lindung. Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu wilayah kawasan lindung yang selalu terjadi kebakaran setiap tahun yang menyebabkan berkurangnya wilayah hutan dan menyebabkan satwa disana menjadi rentan. Gajah Sumatera sebagai hewan endemik di Way Kambas sangat rentan terhadap bencana tersebut. Sistem radar sebagai sistem yang dapat memetakan berbagai permukaan tanpa terhalang oleh gangguan awan berperan sangat penting. Dengan memanfaatkan sistem radar dapat dilakukan identifikasi perubahan tutupan lahan. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Sentinel-1A pada pengolahan menggunakan metode polarimetrik dengan Unsupervised Wishart Classification dalam menganalisis dampak kebakaran hutan terhadap perubahan tutupan lahan dan Gajah Sumatera di tahun 2019. Hasil pengolahan polarimetrik pada Taman Nasional Way Kambas menghasilkan nilai rentang Entropy sebesar 0,534 – 0,615 dan nilai rentang Alpha sebesar 21,158 – 24,222. Berdasarkan nilai yang didapatkan menghasilkan 5 jenis klasifikasi meliputi tidak terdefinisi, ilalang, lahan kosong, vegetasi jarang dan vegetasi rapat. Dampak kebakaran yang terjadi terhadap tutupan lahan dari bulan Desember 2018 hingga Desember 2019 menyebabkan vegetasi rapat mengalami penurunan seluas 1,805 Ha. Vegetasi jarang mengalami penurunan seluas 47,756 Ha. dan Ilalang mengalami kenaikan sebesar 60,081 dan Lahan kosong mengalami penurunan seluas 13,922 Ha. Dampak kebakaran terhadap Gajah Sumatera memiliki dampak terhadap daerah jelajah dari Gajah Sumatera. Dampak kebakaran menyebabkan daerah seluas 12.943,28 Ha dari seluruh luasan daerah jelajah Gajah Sumatera. Tetapi, dampak kebakaran terhadap Gajah Sumatera dapat dibilang cukup minimal dikarenakan tidak adanya Gajah Sumatera yang mati.
PENENTUAN POTENSI KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN JEPARA Labib, Muhammad Faishal; Awaluddin, Moehammad; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.33209

Abstract

Kabupaten  Jepara mengalami peningkatan pertumbuhan industri ditinjau dari peningkatan investasi Penanaman Modal Asing (PMA). Penentuan yang berpotensi sebagai pengembangan industri dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri agar lebih terarah dan terpadu. Metode Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan metode yang memanfaatkan aspek parameter spasial yang digunakan dalam menentukan lokasi potensial untuk pengembangan industri di Kabupaten Jepara. Terdapat sepuluh parameter spasial dalam penelitian ini yang digunakan dalam penentuan kawasan peruntukan industri di antaranya adalah kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, curah hujan, jarak ke jalan utama, jarak ke jaringan listrik, jarak ke jaringan sungai, jarak ke fasilitas umum, jarak ke pemukiman dan jarak dari pusat kota. Data tersebut kemudian dilakukan pembobotan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan untuk mengetahui besar bobot yang mempengaruhi pada masing-masing parameter. Hasil penelitian ini yaitu peta potensial lahan kawasan peruntukan industri. Berdasarkan hasil pembobotan diperoleh lima kelas klasifikasi tanah yaitu sangat sesuai (S1) sebanyak 1,027 %, sesuai (S2) sebesar 14,402 %, cukup sesuai (S3) sebesar 33,472%, kurang sesuai (N1) sebesar 37,624 % serta tidak sesuai sebesar (N2) 13,475 %. Hasil dari intersect peta potensi lahan KPI dengan RTRW diperoleh wilayah yang sangat sesuai sebesar 31.655596 ha. Kata Kunci: AHP, SIG, Potensi Lahan Industri
PENILAIAN KAPASITAS COVID-19 DI KABUPATEN SUKOHARJO MENGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Lolita, Diaz Amel; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.33138

Abstract

Covid-19 (coronavirus disease 2019) merupakan penyakit pernafasan menular yang baru ditemukan pada tahun 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Kasus Covid-19 menyebar hingga ke Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 23 Maret 2020, ditemukan kasus positif Covid-19 pertama dan resmi menetapkan status kejadian luar biasa. Kasus kumulatif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 31 Mei 2021 sebanyak 6.212 kasus positif, sedangkan pada bulan Juni mengalami peningkatan yang tinggi sehingga pada tanggal 5 Juli 2021 kasus positif sebesar 7.976 kasus. Peningkatan kasus yang tinggi merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kurangnya kesiapan dalam menghadapi pandemi. Peningkatan kapasitas dapat dilakukan dengan penilaian kapasitas sehingga dapat diketahui prioritas wilayah penanganan. Parameter yang digunakan dalam penilaian kapasitas antara lain jangkauan fasilitas kesehatan, rasio tenaga kesehatan, jangkauan fasilitas isolasi terpusat, satuan tugas Covid-19 dan edukasi Covid-19. Penentuan nilai tiap parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memperoleh bobot dari hasil wawancara narasumber. Kapasitas dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo belum sepenuhnya merata, seperti rumah sakit rujukan dan fasilitas isolasi terpusat yang hanya tersedia di kecamatan-kecamatan yang terdekat dengan area kota seperti Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Sukoharjo. Kapasitas perlu dilakukan peningkatan terutama di wilayah prioritas, baik dengan menambah fasilitas kesehatan maupun meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang telah ada seperti Kecamatan Weru, Kecamatan Bulu, Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Nguter.
Analisis Penggunaan Hedonic Pricing Method untuk Penentuan Kelas Permukiman dan Pengaruhnya terhadap Harga Tanah Adya Amalia Putri; Arwan Putra Wijaya; Muhammad Adnan Yusuf; Danang Setiaji
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa terjadi penurunan kualitas kelas permukiman seiring dengan bertambahnya waktu. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya perpindahan masyarakat menuju kota sehingga permukiman semakin banyak hingga pinggir kota. Selain itu, penurunan kualitas kelas permukimaan terjadi karena beberapa faktor fisik yaitu kepadatan permukiman, tata letak bangunan, lebar jalan masuk, lokasi permukiman, pola permukiman, pohon pelindung jalan, kepadatan rumah, dan kondisi atap bangunan yang tidak sesuai. Penelitian ini melakukan klasifikasi kelas permukiman menjadi 3 kelas berdasarkan parameter dan kesukaan masyarakat menggunakan metode Hedonic Pricing Method (HPM) dan interpretasi visual citra. Berdasarkan kelas permukiman yang disukai masyarakat maka dapat dilakukan pengolahan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap harga tanah. Pengolahan tersebut menggunakan metode Geographically Weighted Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas permukiman berdasarkan HPM didominasi oleh kelas permukiman semi teratur sebanyak 53,85%, kemudian kelas permukiman teratur dengan persentase responden yang menyukai yaitu 37,69%, dan kelas permukiman tidak teratur dengan persentase responden yang tidak menyukai yaitu 8,46%. Sedangkan kelas permukiman berdasarkan interpretasi visual citra di Kecamatan Banyumanik tahun 2013 didominasi oleh kelas permukiman teratur sebesar 1285,56 ha, kemudian kelas permukiman semi teratur sebesar 331,05 ha, dan kelas permukiman tidak teratur sebesar 11,52 ha. Pada tahun 2021, kelas permukiman berdasarkan interpretasi citra masih didominasi oleh kelas permukiman teratur sebesar 966,54 ha, kemudian kelas permukiman semi teratur sebesar 530,40 ha, dan kelas permukiman tidak teratur sebesar 131,18 ha. Hasil kelas permukiman berdasarkan HPM memiliki pengaruh terhadap harga tanah di suatu permukiman dimana kelas teratur harga tanahnya berkisar antara Rp1.742.512-Rp19.529.614, kemudian kelas semi teratur harga tanahnya berkisar antara Rp591.104- Rp18.600.395, dan kelas tidak teratur harga tanahnya berkisar antara Rp548.063-Rp2.509.423.
IMPLEMENTASI SIG UNTUK PEMETAAN ANCAMAN BENCANA BANJIR KAWASAN TERBANGUN KOTA PEKALONGAN Akhmad Rizky Fernanda; L.M. Sabri; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota pekalongan merupakan perkotaan yang sering terjadi bencana banjir. Ini terjadi dikarenakan topografi yang lebih rendah dari laut dan terdapat beberapa sungai sehingga mengakibatkan sering terjadinya luapan banjir. Bencana banjir memiliki dampak kerugian pada berbagai macam aspek contohnya kawasan terbangun. Memetakan suatu kawasan terbangun yang terdampak bencana banjir beserta jumlah penduduk yang terdampak dirasa perlu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah SIG dan EBBI. Metode Enhanced Built-Up and Bareness Index (EBBI) digunakan untuk memetakan kawasan terbangun sedangkan metode SIG digunakan untuk mendapatkan kelas kerawanan bencana Banjir. Parameter yang dipakai untuk memetakan kawasan ancaman Banjir ialah kelerengan, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, jarak dari sungai, kerapatan sungai, jarak dari garis pantai dan topografi. Hasil dari penelitian ini adalah peta ancaman banjir di Kota Pekalongan. tingkat ancaman banjir di Kota Pekalongan diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu ancaman rendah sebesar 299,984 ha atau 6,67%, ancaman sedang sebesar 1867,978 ha atau 41,28% dan ancaman tinggi sebesar 2357,029 ha atau 52,09%. Adapun jumlah luasan kawasan terbangun yang masuk kedalam klasifikasi rendah yaitu sebesar 22.257 atau 1,58%, ancaman sedang sebesar 784.544 ha atau 55,59% dan ancaman tinggi sebesar 606.620 ha atau 42,84%. Dilakukan proses overlay kawasan terbangun terhadap data shapefile permukiman dengan asumsi penduduk berada dikawasan permukiman, didapatkan Kecamatan Pekalongan Utara menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terancam Banjir kelas tinggi yaitu sebesar 63.637 jiwa dengan persentase 80,7% dari total penduduk Kecamatan Pekalongan Utara dan Kecamatan Pekalongan Selatan menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terancam Banjir kelas rendah yaitu sebesar 5.679 jiwa dengan persentase 8,68% dari total penduduk Kecamatan Pekalongan Selatan.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue