cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
VISUALISASI PETA FASILITAS UMUM KELURAHAN SUMURBOTO DENGAN ARCGIS ONLINE Muhammad Agam Cakra Donya; Bandi Sasmito; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSumurboto merupakan kelurahan di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, provinsi Jawa Tengah dengan luas 1.70 km2. Kelurahan Sumurboto merupakan salah satu tempat strategis yang sering dilewati baik mahasiswa dan penduduk sekitar. Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi fasilitas umum di Kelurahan Sumurboto, maka diperlukan aplikasi web berbasis SIG. Aplikasi SIG berbasis web atau Web GIS merupakan sebuah sistem kompleks yang memiliki akses internet, yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengintegrasi, memanipulasi, dan menampilkan data yang mengidentifikasikan lokasi objek tanpa adanya kebutuhan penggunaan software SIG. ArcGIS Online merupaan salah satu  platform teknologi yang kolaboratif dan berbasis cloud yang membantu pengguna dan organisasi penggunanya dalam menciptakan, berbagi, dan mengakses peta, aplikasi, dan data. ArcGIS Online memfasilitasi penerjemahan data statis menjadi peta yang berguna, bernilai, dan pintar. Data hasil survei toponimi kelurahan Sumurboto pada penelitian ini akan dikonversikan menjadi data shp melalui ArcGIS, yang kemudian dikonversikan kembali menjadi data zip file, data zip file tersebut akan di unggah ke ArcGIS Online dimana data yang telah dimasukkan sebagai hosted layer dapat disimpan, diubah, dibagi, dan diperbaharui sesuai dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi. Mengkolaborasikan antara ArcGIS Online dengan Cloud Based Web Creator Wix, penelitian ini akan menghasilkan sebuah website yang didalamnya terdapat aplikasi Peta Fasilitias Umum Kelurahan Sumurboto yang dapat diakses melalui halaman website https://agamfpl.wixsite.com/fasumsumurboto. Uji tampilan dan kebergunaan dari aplikasi peta menyimpulkan bahwa penilaian kebergunaan atau fungsi aplikasi peta yang dibuat adalah “Baik”. Uji kebergunaan akan mejadi acuan untuk memperbaharui aplikasi peta berdasarkan saran, kritik, dan komentar yang masuk dari pengguna internet luas. Kata Kunci : ArcGIS, ArcGIS Online, Fasilitas Umum, Sumurboto, WebGIS ABSTRACTSumurboto is a village in the Banyumanik District, Semarang City, Central Java province with an area of 1.70 km2, is one of the strategic places that are often passed by both students and residents around . To make it easier for the public to access information of public facilities in Sumurboto Village, a GIS-based web application is needed. Web-based GIS application or Web GIS is a complex system that has internet access, which is used to collect, store, integrate, manipulate, and display data that identifies the location of objects without the need for GIS software. ArcGIS Online is a collaborative and cloud-based technology platform that helps users and their user organizations create, share and access maps, applications and data. ArcGIS Online facilitates the translation of static data into useful, valuable, and smart maps. Data from the toponimi survey of Sumurboto Village in this study will be converted into shp data through ArcGIS, which is then converted into a zip file data, the zip file data will be uploaded to ArcGIS Online where data will be entered as the hosted layer can be saved, modified, divided, and updated according to the needs for information. With collaborating between ArcGIS Online and Wix's Cloud Based Web Creator, this research will produce a website in which provide an information of an Map Application of the Public Facilities of Sumurboto Village which can be accessed at https://agamfpl.wixsite.com/fasumsumurboto. As for the test display and usability of the map application concludes that the assessment of the usability or function of the map application made is "Good". Usability testing will be a reference for the update of the map application based on suggestions, criticisms, and comments coming from wide internet users. Keywords: ArcGIS, ArcGIS Online, Public Facilities, Sumurboto, WebGIS
PEMETAAN SEDIMEN PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER (STUDI KASUS: PANTAI KARTINI, JEPARA) Aulia Hafizh; Bandi Sasmito; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSedimen merupakan hal penting untuk mengetahui dinamika yang terjadi di kawasan pesisir dimana morfologi pesisir dapat berubah akibat adanya persebaran sedimen. Aktifitas yang terjadi di pesisir pantai dapat mempengaruhi sebaran ukuran butir sedimen seperti pelayaran, pengerukan dan pembangunan terutama pada Kawasan Pantai Kartini, Jepara. Adanya pelabuhan penyebrangan serta objek destinasi wisata menjadi salah satu dasar tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk topografi dan sebaran sedimen wilayah tersebut. Penggunaan alat multibeam echosounder untuk mengetahui kedalaman dan bentuk dasar perairan dan pengambilan sampel sedimen dengan menggunakan grab sampler dan pengujian dilaboratorium agar menghasilkan klasifikasi sedimen berdasarkan Skala Wentworth. Survei batimetri pada wilayah penelitian yang memiliki luas 2500 meter x 600 meter memiliki nilai kedalaman 6.8 meter – 11.5 meter dengan interval kontur 0.5 meter sehingga dapat diketahui bentuk topografi wilayah tersebut cenderung landai dengan tidak adanya perbedaan kedalaman yang signifikan. Wilayah penelitian juga memiliki jenis sedimen yang berbeda-beda, terdapat tiga jenis sedimen pada wilayah tersebut yaitu pasir (sand), pasir lanauan (silty sand) dan lanau (silt). Jenis sedimen yang paling mendominasi yaitu jenis sedimen lanau dengan persentase 52.14 % yang tersebar pada perairan yang lebih dalam dibandingkan dengan dua jenis sedimen lainnya. Hasil peta sebaran sedimen menunjukkan bahwa semakin menjauhi pesisir Pantai Kartini maka ukuran butir sedimen akan semakin halus, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor pasang surut yang bertipe condong harian ganda dengan nilai Formzhal 1.3202 dan nilai MSL 0.92 meter serta faktor pergerakan angin yang ada di Kawasan Pantai Kartini, pengolahan Windrose selama lima tahun (2016-2020) menunjukkan pergerakan angin berhembus didominasi oleh angin darat. Kata Kunci: Batimetri, Multibeam Echosounder, Sedimen Dasar Laut, Windrose. ABSTRACTSediment is important to know the dynamics that occur in coastal areas where coastal morphology can change due to the distribution of sediment. Activities that occur on the coast can affect the distribution of sediment grain sizes such as shipping, dredging and development, especially in the Kartini Beach Area, Jepara. The existence of a crossing port and tourist destination objects is one of the basic objectives of the research to determine the topography and sediment distribution of the area. The use of a multibeam echosounder tool to determine the depth and shape of the bottom of the waters and taking sediment samples using a grab sampler and laboratory testing in order to produce sediment classification based on the Wentworth scale. The bathymetric survey in the study area which has an area of 2500 meters x 600 meters has a depth value of 6.8 meters - 11.5 meters with a contour interval of 0.5 meters so that it can be seen that the topography of the area tends to be sloping with no significant difference in depth. The research area also has different types of sediments, there are three types of sediment in the area, namely sand, silty sand and silt. The type of sediment that dominates the most is the type of silt sediment with percentage value is 52.14 % which is scattered in deeper waters compared to the other two types of sediment. The results of the sediment distribution map show that the further away from the coast of Kartini Beach, the size of the sediment grains will be smoother, this is also influenced by tidal factors that are of the double daily tilt type with a Formzhal value of 1.3202 and an MSL value of 0.92 meters as well as wind movement factors in the area Kartini Beach, Windrose processing for five years (2016-2020) shows that the movement of the wind blows is dominated by land winds.
STUDI PENURUNAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN DINSAR TAHUN 2017 - 2020 (Studi Kasus: Pesisir Kecamatan Sayung, Demak) Naufal Dwiakram; Fauzi Janu Amarrohman; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecamatan Sayung merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Demak di bagian pesisir utara pulau Jawa. Wilayah ini merupakan dataran yang terbentuk dari endapan tanah aluvial yang tergolong muda. Pada wilayah ini banyak berdiri bangunan industri dan juga banyak dijumpai kawasan pemukiman, sehingga menambah pembebanan terhadap tanah aluvial yang masih mungkin untuk terjadi kompaksi. Dengan adanya fenomena tersebut diperlukan pemantauan secara berkelanjutan untuk mengetahui dari dampak yang timbul seiring berjalannya waktu. Metode DInSAR dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk memantau fenomena tersebut.Metode DInSAR dipilih karena memiliki kemampuan untuk melakukan pengamatan di area yang luas dengan waktu yang cepat. Data yang digunakan adalah 6 citra satelit Sentinel-1A mode IW yang diakuisisi pada tahun 2017-2020. Metode DInSAR menggunakan two-pass interferometry dengan bantuan DEM SRTM 1 arcsec sebagai referensi topografi. Survei pengamatan GNSS dilakukan untuk validasi hasil DInSAR karena dianggap lebih teliti dalam hal akurasi.Hasil nilai penurunan muka tanah Kecamatan Sayung yang didapatkan dari metode DInSAR rata-rata sebesar 4,55 ±1 cm/tahun. Hasil dari DInSAR selanjutnya di validasi dengan data GNSS. Kedua data tersebut memiliki standar deviasi sebesar 0,68 cm. Dari hasil penelitian juga dilakukan analisis mengenai kajian geologis wilayah penelitian serta efek dari penggunaan lahan pada Kecamatan Sayung terhadap penurunan muka tanah yang terjadi. Berdasarkan analisis tersebut ditemukan pola yang mirip antara besarnya penurunan muka tanah dengan laju pemadatan tanah alami serta dampak penggunaan lahan untuk kawasan industri dan pemukiman.
ANALISIS TINGKAT PERMUKIMAN KUMUH MENGGUNAKAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION SEMIPARAMETRIC (GWRS) (Studi Kasus: Kota Bogor, Jawa Barat) Prajamandana, Andyan Putra; Sukmono, Abdi; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota perifer di kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang dijadikan tujuan migrasi oleh pendatang. Salah satu akibat dari adanya migrasi adalah meningkatnya kepadatan penduduk dan permukiman padat di Kota Bogor. Wawancara dengan Tim KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) menyatakan bahwa munculnya permukiman tidak layak huni dan padatnya permukiman di pinggiran sungai menjadi penyebab munculnya permukiman kumuh di Kota Bogor. Terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor No. 4 Tahun 2017 Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh menunjukkan bahwa permukiman kumuh telah menjadi masalah yang serius untuk diatasi oleh pemerintah Kota Bogor. Penelitian yang dilakukan menggunakan 20 parameter permukiman kumuh sesuai Perda sebagai variabel bebas terhadap variabel terikatnya, yaitu skor permukiman kumuh. Klasifikasi permukiman kumuh menggunakan metode skoring terhadap 19 parameter permukiman kumuh sesuai Perda dan satu parameter lainnya digunakan hanya untuk metode GWR (Geographically Weighted Regression) dan GWRS (Geographically Weighted Regression Semiparametric). Metode GWR dan GWRS keduanya digunakan untuk menganalisis heterogenitas spasial menggunakan seluruh parameter permukiman kumuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GWRS memiliki dua klasifikasi tingkat permukiman kumuh, yaitu Tidak Kumuh dan Kumuh Ringan. Model GWRS menunjukkan bahwa terdapat tiga kelurahan yang masuk klasifikasi Tidak Kumuh, yaitu Kelurahan Kedunghalang, Kelurahan Tanah Sareal, dan Kelurahan Kebonpedes. Kelurahan dengan skor permukiman kumuh tertinggi adalah Kelurahan Bubulak dengan skor 42,21449 dan termasuk dalam klasifikasi Kumuh Ringan. Model GWRS memiliki enam parameter yang berpengaruh Signifikan, yaitu Cakupan pelayanan jalan lingkungan (X4), Prasarana dan sarana persampahan tidak sesuai dengan persyaratan teknis (X15), Sistem pengelolaan persampahan yang tidak sesuai standar teknis (X16), Tidak terpeliharanya sarana dan prasarana pengelolaan persampahan (X17), Ketidaktersediaan sarana proteksi kebakaran (X19), dan Kependudukan (X20). Parameter Prasarana dan sarana persampahan tidak sesuai dengan persyaratan teknis (X15) dan Ketidaktersediaan sarana proteksi kebakaran (X19) bahkan berpengaruh Signifikan di seluruh kelurahan Kota Bogor. Hasil validasi pada model menunjukkan persentase kebenaran klasifikasi permukiman kumuh adalah 92,857%.
IMPLEMENTASI METODE CLUSTER ANALYSIS DALAM ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI KECAMATAN SEMARANG UTARA Surbakti, Christman; Sudarsono, Bambang; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi penduduk menjadikan pemicu meningkatnya kebutuhan kendaraan di suatu daerah. Peningkatan ini dapat memicu terjadinya banyak kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan cidera ataupun kematian. Kecelakaan lalu lintas merupakan insiden di mana waktu dan lokasi terjadinya tidak mudah diperkirakan. Informasi kecelakaan lalu lintas dapat dituangkan dalam bentuk spasial atau keruangan dalam Sistem Informasi Geografis. Pada penelitian ini, pemetaan dan analisis daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Semarang Utara dilakukan menggunakan metode clustering. Metode ini dapat menentukan tingkat kerawanan suatu daerah dengan melakukan pengelompokkan data berdasarkan lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas. Algoritma clustering yang digunakan dalam penelitian ini adalah K-Medians clustering yaitu algoritma yang memiliki kesamaan dengan algoritma K-Means clustering yang secara parsial memisah datas menjadi beberapa kelompok. Hasilpenelitian ini menunjukkan 80 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di 9 kelurahan. Kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di Kelurahan Tanjung Mas dan tersedikit terjadi di Kelurahan Dadapsari. Uji validitas metode K-Medians clustering memiliki nilai sillhoute coefficient sebesar 0,672 yang berarti K-Medians clustering dapat melakukan pengelompokkan daerah rawan kecelakaan lalu lintas dengan kategori kekuatan struktur sedang (medium structure) dan validitas tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas sebesar 92,8%.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF CHANGES IN VEGETATION COMPOSITION AND BUILD UP AREA TO SURFACE TEMPERATURE (STUDY CASE: TEGAL CITY) Chandra Satria Ajie Wicaksono; Abdi Sukmono; Firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The population growth in big cities continues to increase day by day. This phenomenon is what encouragesthe government and developers to work together to provide a decent place to live with other supporting facilities. Adevelopment journey impacts changes in surface temperature, air temperature, and global radiation. Changes intemperature are needed to see the great influence of changes in vegetation area and built-up areas on changes intemperature that occur. Surface temperature processing uses the Land Surface Temperature (LST) algorithm andland cover processing in the form of vegetation, built-up areas, waters and vacant land uses the guidedclassification of the maximum likelihood method. The calculation of land cover dominance in Tegal City uses alandscape matrix with the Largest Patch Index (LPI) calculation algorithm. Analysis of changes in vegetation, built-up area and surface temperature based on a multi-scale grid with a grid size of 20 "x20". The results showed thatthere were changes in the area of vegetation, built-up area and surface temperature. The multiple linear regressionequation in 2013 produces the equation Y = 25.521 - 0.014X1 + 0.056X2 with a value of R² = 0.715. In period 2017resulted in the equation Y = 27.732 + 0.008X1 + 0.052X2 with a value of R² = 0.734 and in 2020 the equation Y =29.381 - 0.002X1 + 0.055X2 with a value of R² = 0.736. The resulting multiple linear regression results that there isan effect of changes between vegetation and built-up areas on surface temperature.
Road Damage Identification Using Deep Learning Method Convolutional Neural Networks Model Yoga Triardhana; Bandi Sasmito; Firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roads are an important infrastructure for daily human life in land transportation. All land transportation activities run on roads so that roads have great benefits for human life. The road network has a strategic role in development, for that it must be managed as well as possible so that its function can be felt as expected (Directorate of Public Works, 2005). All of these road uses are very beneficial for the smooth running of human activities, but there is a risk of accidents that can occur on the road. One of the reasons is because the road conditions are not suitable for use due to damaged road conditions. As many as 10 to 20 percent of road accidents are caused by road damage (Bambang Susanto to Kompas, 2016). Monitoring of road conditions has obstacles because the number of roads that have been built is so many that it can slow down the time needed to find out the current road conditions. The use of DL for object identification has been widely used, one of which is the application of the CNN model to identify road damage (Maeda, 2018). The CNN model generated in this study was used to identify road damage along Jalan Karangrejo to Jalan Lamongan Raya and Jalan Setia Budi to Jalan Perintis Kemerdekaan. The results of model identification are then analyzed for the accuracy of the results from the CNN model with validation data. The resulting output is the type of road damage and the location of the damage. The CNN model produced was able to identify as many as 205 road damage points from the research location along 11.7 kilometers along with the damage class. The results of the application of this CNN model based on the validation results have spatial accuracy with an RMSE value of 8.38 meters and have an overall accuracy value of 85.34% and a kappa of 82.36% using a confusion matrix. This shows that the resulting road damage identification model is feasible to use and is able to help efficiency in monitoring current road conditions so that road repairs can be carried out immediately.
ANALISIS SURFACE URBAN HEAT ISLAND MENGGUNAKAN DATA SENTINEL-3 SLSTR (STUDI KASUS: KOTA SEMARANG) Wening Aisyah Fauziana Koman; L.M Sabri; Firman Hadi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2025 diprediksi 68% populasi akan tinggal di Kawasan perkotaan, tak hanya di kota utama seperti Kota Jakarta, namun merambah di kota lapis kedua seperti Kota Semarang.Peningkatan aktivitas pembangunan menyebabkan peningkatan suhu permukaan di perkotaan yang dapat membentuk fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh peta SUHI Kota Semarang tahun 2020 pada data pagi dan malam hari berdasarkan tiga metode identifikasi SUHI untuk mengetahui metode identifikasi SUHI terbaik. Karakteristik SUHI ditentukan oleh nilai suhu permukaan atau Land Surface Temperature (LST), data area urban, dan metode identifikasinya. Data LST diperoleh dari Sentinel-3 SLSTR dengan metode Split Window Algorithm. Data LST dengan RMSE terbaik adalah Sentinel-3 SLSTR Level 2 terhadap true value LST Landsat 8, dengan nilai RMSE berturut-turut 1,76 °C dan 2,23 °C untuk Sentinel-3 SLSTR Level 2 dan Level 1. Penentuan area urban dan sekitarnya menggunakan Boundaries Buffer Concept. Data urban diperoleh dari Peta Tutupan Lahan Climate Change Initiative (CCI), selain itu juga menggunakan hasil ekstraksi data SAR Sentinel-1B. Resolusi spasial area urban terbaik adalah hasil ekstraksi SAR Sentinel-1B yang mencapai 14 meter dan memiliki kemiripan dengan Peta Tutupan Lahan CCI. Identifikasi SUHI menggunakan tiga metode berdasarkan Fawzi (2017), Urban Thermal Field Variance Index (UTFVI), dan Khomarudin (2004) yang akan dilakukan pada data pagi dan malam. Luas data urban mempengaruhi hasil buffer dan area sekitarnya yang mempengaruhi perhitungan ambang batas pada tiap metode identifikasi SUHI. Metode terbaik untuk mengidentifikasi SUHI adalah UTFVI karena paling sederhana, dapat mengklasifikasikan intensitas SUHI, dan memiliki konsistensi hasil pada pagi dan malam hari yang baik terhadap metode lain.
PEMODELAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN TEKNIK ARTIFICIAL NEURAL NETWORK-MULTILAYER PERCEPTRON Isnan Hanif Widigdo
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tegal mengalami perkembangan secara terus menerus yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk dan pusat-pusat pertumbuhan baru dengan cepat. Jumlah penduduk Kabupaten Tegal selalu meningkat tiap tahun. Data BPS mencatat pada tahun 2018 jumlah penduduk mencapai 1.437.225 jiwa sedangkan pada tahun 2020 jumlah penduduk mencapai 1.573.087 jiwa. Prediksi penggunaan lahan dibutuhkan untuk mengontrol perubahan lahan yang terjadi. Hal ini dilakukan guna terarahnya pembangunan suatu wilayah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah disusun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan memprediksi penggunaan lahan di sebagian wilayah Kabupaten Tegal dengan menggunakan Artificial Neural Network (ANN) dan MultiLayer Perceptron (MLP). Metode digitasi digunakan untuk mendapatkan tiap kelas dari penggunaan lahan 2010, 2015 dan 2020 berdasarkan peta dasar citra resolusi tinggi SPOT 4, SPOT 7 dan SPOT 6. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan penggunaan lahan tahun 2010, 2015, dan 2020 di wilayah penelitian. Perubahan berupa penurunan luas yang signifikan pada lahan basah sebesar 760,361 hektare sedangkan penambahan luas terjadi pada permukiman sebesar 636,935 hektare. Pemodelan perubahan penggunaan lahan dilakukan validasi model untuk menunjukkan hasil model yang baik dengan nilai pada Kappa sebesar 0,76.
ANALISIS GEOSPASIAL FAKTOR KETERSEDIAAN LAHAN KOSONG DAN POLA HARGA TANAH TERHADAP FENOMENA URBAN SPRAWL (Studi Kasus : Kabupaten Cilacap) Afifah Asis; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki banyak kegiatan industri di pusat kota misalnya pengisian LPG, Semen, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Perusahaan minyak, Pelabuhan Tanjung Intan. Adanya sektor industri yang berkembang pesat di Kabupaten Cilacap memberi dampak perkembangan pesat terhadap daerahnya. Banyak pekerja asing yang datang, perkembangan perekonomian, kebutuhan lahan yang tinggi menyebabkan terjadinya fenomena Urban Sprawl di Kabupaten Cilacap. Perkembangan merambat ke daerah pinggiran, perkembangan yang terjadi tidak teratur atau disebut dengan perkembangan kota leap frog (meloncat). Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis, Pengindraan Jauh, serta survei lapangan untuk validasi data ketersediaan lahan kosong. Analisa hasil penelitian ini didapatkan bahwa Kecamatan Cilacap Utara memiliki data nilai jual objek pajak (NJOP) tertinggi tahun 2017 sebesar Rp 2.141.300,00 dan tahun 2019 sebesar Rp 2.223.000. Ketersediaan lahan kosong di Kabupaten Cilacap terkhusus wilayah penelitian seluas 13100.22 Ha atau 64.4% dari keseluruhan wilayah. Lahan kosong yang sudah dialokasikan seluas 23.9% dari keseluruhan lahan kosong yang tersedia atau seluas 3130.51 Ha. Lahan kosong yang belum dialokasikan seluas 9969.71 atau 76% dari keseluruhan luas lahan kosong yang ada. Keterkaitan terhadap fenomena Urban Sprawl yang ada di Kabupaten Cilacap ini menunjukan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki pola perambetan perkembangan wilayah meloncat (leap frog) ditandai dengan adanya perkembangan yang sama di wilayah Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Kroya yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kata Kunci : Kabupaten Cilacap, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Lahan Kosong, Urban Sprawl, leap frog. 

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue