cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS RELIABILITY KOMPONEN KRITIS ELECTRIC SUBMERSIBLE AXIAL FLOW PUMP BERKAPASITAS 2000 LITER PER DETIK MENGGUNAKAN PROBABILITY PLOT DAN ROOT CAUSE ANALYSIS Athanasius Soedira; Gunawan Dwi Haryadi; Khoiri Rozi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang dilewati oleh garis ekuator dan beriklim tropis sehingga memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Curah hujan tropis merupakan variabel atmosfer yang paling penting, karena dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan manusia. Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang mengalami permasalahan banjir hingga saat ini, sehingga pompa merupakan salah satu bagian yang sangat berperan penting dalam membantu menanggulangi masalah banjir. Electric Submersible Axial Flow Pump adalah pompa yang umumnya dimasukkan ke dalam lubang dan berfungsi untuk menaikkan fluida kerja dari bawah dengan digerakkan oleh motor listrik. Untuk menjaga performa dan kualitas dari pompa agar tetap dapat beroperasi secara optimal, maka diperlukan sebuah sistem perawatan atau maintenance yang baik dan terjadwal. Salah satu metode untuk kegiatan perawatan yang lebih terjadwal mengacu pada keandalan dari masing-masing komponen kritis pada pompa. Keandalan didapatkan dengan menggunakan probability plot dan metode root cause analysis untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut ialah terdapat empat komponen kritis yaitu mechanical seal – 105, seal bushing – 104a, seal ring – 154b, dan seal ring – 104. Nilai MTTF masing-masing komponen kritis yaitu mechanical seal – 105 adalah 1399,23 jam, seal bushing – 104a adalah 1392,74 jam, seal ring – 154b adalah 1392,74 jam, dan seal ring – 104 adalah 1392,74 jam. Berdasarkan HM (Hour Meter) juga didapatkan nilai keandalan masing-masing komponen kritis yaitu mechanical seal – 105 adalah 49,02%, seal bushing – 104a adalah 55,65%, seal ring – 154b adalah 55,65%, dan seal ring – 104 adalah 55,65%. Jadwal periodic maintenance dibuat berdasarkan HM (Hour Meter) dari setiap komponen pompa.
OPTIMASI DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN BUCKET EXCAVATOR CAT 390F L MENGGUNAKAN METODE TOPOLOGI DAN ELEMEN HINGGA Aidil Rahman; Sumar Hadi Suryo; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excavator hidrolik memiliki variasi Bucket yang dapat digunakan sesuai kepentingan suatu proyek. Bucket Excavator harus cukup kuat untuk bekerja dengan andal dalam kondisi kerja yang berat. Biasanya Bucket Excavator bekerja di bawah gerakan siklik selama proses penggalian. Karena sifat pekerjaan yang berulang ini, tegangan siklik dapat terjadi pada beberapa bagian Excavator. Optimasi dilakukan dengan pemodelan Bucket dan menganalisis tegangan Bucket menggunakan metode elemen hingga kemudian pengoptimasian menggunakan metode topologi. Hasil penelitian didapatkan distribusi gaya yang berpengaruh pada Bucket excavator yang ada pada ujung  Bucket teeth ( A4),  idler point ( A11) dan Hinge point ( A3). Nilai tegangan von mises pada jenis material ASTM-A36, AISI-1045, dan HARDOX-400 adalah 296,1 MPa, 291,7 MPa, dan 291,5 MPa. Nilai displacement pada jenis material ASTM-A36, AISI-1045, dan HARDOX-400 adalah 13,91 mm, 14,02 mm, 13,34 mm. Nilai safety factor pada jenis material ASTM-A36, AISI-1045, dan HARDOX-400 adalah 0,84, 1,06, dan 3,43. Setelah dilakukan optimasi topologi, didapatkan tegangan maksimum von mises pada variasi pertama 296, 2 MPa, sedangkan pada variasi kedua 293, 2 MPa. Nilai dari tegangan yang terjadi pada kedua desain dapat dinyatakan aman. Didapatkan juga penurunan massa pada desain variabel pertama menjadi  4492, 48 kg dan pada desain variabel kedua 4532, 46 kg.
ANALISIS MODAL STRUKTUR FENDER SEPEDA MOTOR DALAM DOMAIN FREKUENSI Shaka Ihza Mahendra; Ismoyo Haryanto; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah industri, hal ini juga berhubungan dengan bagaimana struktur dari suatu benda. Getaran juga berhubungan dengan rasa nyaman ketika sesorang menggunakan suatu benda atau alat, oleh sebab itu memenuhi kekuatan struktur maupun rasa nyaman dan aman bagi pengguna maka engineer akan berusaha keras dalam mempertimbangkan getaran dalam alat tersebut. Pengujian getar dan analisis struktur sering digunakan dalam industri kendaraan bermotor, elektronik, pembangkit listrik, dll. Penelitian ini diawali dengan melakukan studi analisis modal pada sistem SDOF hingga MDOF, lalu pengujian getar eksperimental pun dilakukan pada fender depan motor dengan metode bump test Pengujian getar dilakukan dengan memukul fender depan menggunakan hammer impact, pengujian diukur oleh accelerometer yang ditempelkan pada ujung dan tengah fender depan. Data hasil pengukuran berupa time series respon getaran dalam satuan percepatan gravitasi G terhadap durasi waktu pengujian. Modal analysis ini dilakukan dengan mengolah data pengujian menggunakan software MATLAB, grafik Frequency Response Function atau FRF didapat dengan mengolah data pengujian dengan menggunaakan algoritma Fast Fourier Transform atau FFT hingga mendapatkan grafik FRF. Grafik tersebut menunjukkan puncak resonansi dari puncak tersebut dapat dihitung rasio redaman kritis dari struktur tersebut. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dari ketiga sumbu X, Y, dan Z, tiap sumbu sudah memiliki puncak yang sesuai dengan hasil yang diinginkan yaitu rasio redaman dengan rentang 0.02 – 0.05.
OPTIMASI DESAIN BOOM EXCAVATOR KOMATSU PC288US-3 MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA DAN METODE TOPOLOGI Willy Sutanto; Sumar Hadi Suryo; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excavator adalah alat berat yang paling sering digunakan di bidang manufaktur, konstruksi, dan industri pertambangan. Struktur excavator terdiri dari tiga bagian utama: Struktur atas, undercarriage, dan attachment. Boom merupakan salah satu komponen utama excavator yang secara langsung dikenakan beban kerja, dan kekuatan strukturalnya secara langsung mempengaruhi keandalan dan kinerja excavator. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan optimasi desain boom excavator menggunakan metode topologi untuk menghasilkan desain yang lebih ringan tanpa menghilangkan fungsi dari boom tersebut. Pada penelitian ini dilakukan optimasi pada boom excavator Komatsu PC288US-3. Mengidentifikasi jenis dan spesifikasi material yang dilakukan dengan mengambil acuan dari jurnal penelitian mengenai karakteristik material boom. Dalam hal ini digunakan material Hardox 400. Pembuatan desain boom excavator sesuai dengan pendekatan dari model aslinya menggunakan software Solidworks 2019. Pada penelitian ini dilakukan simulasi linear static untuk proses optimasi topologi. Hasil yang didapat setelah dilakukan optimasi topologi yaitu tegangan von misses maksimum pada variasi 1 bernilai 984.2 MPa, sedangkan pada variasi 2 bernilai 983.4 MPa. Karena kekuatan luluh material adalah 1000 MPa (Hardox 400) dapat disimpulkan bahwa nilai von misses pada kedua desain dapat dinyatakan aman. Dari hasil optimasi topologi  didapatkan pengurangan massa sebesar 298.7 kg untuk variabel desain pertama dan 256.17 kg untuk variabel  desain kedua, sehingga dapat menekan biaya produksi.
ANALISIS RELIABILITY KOMPONEN KRITIS HYDRAULIC AXIAL PUMP 2000 LPS MENGGUNAKAN PROBABILITY PLOT DAN FISHBONE ROOT CAUSE ANALYSIS Tommy Ari Prabowo; Gunawan Dwi Haryadi; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir menjadi suatu permasalahan umum yang dihadapi oleh kota-kota besar di Negara Indonesia dan salah satunya adalah Kota Semarang. Kawasan Kota Semarang hampir setiap musim hujan mengalami bencana banjir yang disebabkan karena tidak terkendalinya aliran sungai akibat kenaikan debit, pendangkalan dasar badan sungai dan penyempitan sungai karena sedimentasi, adanya kerusakan lingkungan pada daerah hulu (wilayah atas Kota Semarang, atau daerah tangkapan air). Dalam menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan pompa yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara mengalirkan fluida. Salah satu pompa yang digunakan di Kota Semarang adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 2000 liter per detik. Untuk menjaga performa dan kualitas dari pompa agar tetap dapat beroperasi secara optimal maka diperlukan sebuah sistem perawatan atau maintenance yang baik dan terjadwal. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari masing-masing komponen kritis pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode probability plot dan fishbone root cause analysis untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah enam komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.850.83 adalah 54,15% pada 787,244 jam, hose – AP.850.84 adalah 50,59% pada 962,637 jam, hose – AP.850.85 adalah 54,15% pada 787,244 jam, hose – AP.850.86 adalah 54,15% pada 787,244 jam, hose – AP.850.87 adalah 50,59% pada 962,637 jam, dan hose – AP.850.88 adalah 50,59% pada 962,637 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
PENGARUH VARIASI KONTUR SISIPAN DI MEDIAL ARCH TERHADAP PENGURANGAN DERAJAT FLAT FOOT Daniel Sijabat; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk beraktifitas adalah Telapak Kaki. Orang dengan telapak kaki yang sehat pastinya akan lebih seimbang untuk menopang beban tubuhnya. Ada beberapa tipe telapak kaki manusia yang dibagi menjadi tiga, diantaranya telapak kaki normal, telapak kaki high arch (pes cavus) dan flat foot (low arch atau pes planus). Telapak kaki dinyatakan high arch apabila AI ≤ 0.21, normal apabila 0.26 ≥ AI > 0.21 dan flat foot apabila AI > 0.26. Kondisi flat foot dapat membuat seseorang mudah lelah saat berjalan atau berlari, karena kemampuan penyerapan beban kejutnya menurun. Apabila kondisi tersebut diperparah oleh jaringan otot telapak kaki yang lemah, dampak lainnya membuat penderita akan mengalami nyeri pada tumit dan menimbulkan benjolan pada pangkal luar jempol kaki (bunion). Flat foot menjadi penelitian dalam tugas akhir ini dengan mengevaluasi dari hasil pemindaian 2D dan pemindaian 3D. Hasil pemindaian 2D menjadi acuan untuk proses perancangan sisipan di area medial arch dalam upaya mengurangi derajat flatfoot. Dalam proses perancangan nantinya akan menggunakan software Solidworks dan proses manufaktur dengan cara cetak 3D. Setelah hasil perancangan selesai, kemudian akan didistribusikan kepada dua subjek untuk mengevaluasi dampak dari sisipan. Berdasakan hasil evaluasi penggunaan sisipan, pemakaian sisipan terbukti efektif dalam mengurangi derajat flat foot.
PENGEMBANGAN DESAIN ALAT TERAPI ELBOW EXOSKELETON UNTUK PENDERITA STROKE Abram Ali Sasono; Rifky Ismail; Budi Setiyana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penderita stroke yang sangat tinggi dan terus bertambah setiap tahunnya khususnya stroke hemiparesis, mengembangkan sebuah alat untuk terapi pasien stroke sudah sangat diperlukan. Stroke Hemiparesis  ini mempengaruhi kinerja tangan khususnya bagian siku. Dalam penelitian ini robot elbow exoskeleton sudah dikembangkan dan akan terus dikembangkan hingga masa mendatang. Alat ini memiliki satu derajat kebebasan (1DOF) yaitu pada gerak ekstensi dan fleksi siku. Alat ini mempunyai dua mode dimana mode pertama pasien pasif dan alat yang menggerakkan lengan pasien dan mode lainnya dimana lengan pasien aktif dan berusaha menggerakkan robot. Sebuah batas ditentukan, Ketika gaya yang diberikan pasien melebihi batas maka lengan robot akan bergerak dengan lengan pasien.. Motor dan sensor dipilih berdasarkan kinerja alat yang dibutuhkan.
ANALISIS RANGKA ROADBIKE DENGAN MATERIAL KOMPOSIT KARBON DAN BAJA MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Victor Brilliant Loppies; Djoeli Satrijo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini penggunaan sistem transportasi sudah menjadi gaya hidup di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas kegiatan bersepeda yang hanya digunakan untuk kebutuhan jarak dekat, olahraga, berkumpul bersama teman, dan pengembangan minat. Beberapa jenis sepeda yang umum digunakan oleh masyarakat adalah sepeda lipat, sepeda gunung atau MTB, sepeda fixie, sepeda kota, sepeda BMX, sepeda hybrid, sepeda tandem, dan road bike (sepeda balap). Dampak positif dari perkembangan teknologi memungkinkan para produsen rangka sepeda dapat menentukan jenis material rangka sepeda yang akan digunakan. Jenis material umum yang sering digunakan dalam membuat rangka sepeda adalah baja, baja dinilai mudah didapatkan dan mudah untuk dilakukan proses produksi. Penggunaan material karbon komposit pada rangka sepeda memiliki banyak kelebihan namun juga kekurangan yang harus diperhatikan dalam desainnya. Di antara kerugiannya,  resistensi dampak yang buruk dapat menyebabkan kegagalan prematur dari frame. Dalam melakukan perancangan sepeda pelaku industri harus memastikan kenyamanan dan kekuatan produk sesuai dengan standar yang berlaku. Pengujian rangka secara langsung akan membutuhkan waktu dan biaya yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan melakukan analisis menggunakan metode elemen hingga (FEM). Pada penelitian kali ini metode elemen hingga digunakan untuk mengetahui kekuatan dari rangka roadbike dengan metode pembebanan statik. Pembebanan dinamik juga dilakukan untuk mengetahui nilai frekuensi pribadi serta modus getar dari rangka roadbike. Analisis dengan metode elemen hingga ini diharapkan dapat melihat kinerja serta kenyamanan dari rangka roadbike.
PENGARUH TEBAL RODA KERETA TERHADAP RASIO SLIP, KONSUMSI DAYA, PERUBAHAN MASSA DAN KEKASARAN PERMUKAAN Ahmad Alwin; Paryanto Paryanto; Rusnaldy Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena slip merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi pada perjalanan kereta api yang dapat menghambat maupun membahayakan perjalanan kereta api. Slip terjadi ketika gaya traksi roda tidak sebanding dengan gaya adhesi roda kereta. Pada penelitian bertujuan untuk mengetahui efek geometri tebal roda kereta api terhadap fenomena slip, konsumsi daya yang digunakan, perubahan massa yang dihasilkan dan perubahan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Pada eksperimen ini, pengujian untuk meneliti pengaruh tebal roda kereta api dengan rel digunakan alat bernama twin disk roller rig. Variasi yang digunakan untuk eksperimen ini adalah variasi tebal roda kereta dan penggunaan laju aliran air yaitu tanpa air dan 10 ml/menit. Hasilnya didapati bahwa pengaruh tebal kontak roda dengan rel kereta api mempengaruhi rasio slip, daya serta laju perubahan massa. Semakin besar kontak area, maka semakin besar rasio slip yang dihasilkan, daya yang digunakan dan perubahan massa yang terjadi. Namun, pada perubahan kekasaran permukaan efek tebal kontak roda dengan rel tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain pengaruh tebal roda, kenaikan daya listrik yang digunakan, perubahan massa dan perubahan kekasaran permukaan juga dipengaruhi oleh efek kombinasi rasio slip yang dihasilkan roda dengan pengaruh lubrikasi air. Pada sampel yang sama dengan tebal berbeda, efek dari lubrikasi air dapat memperbesar rasio slip kemudian menaikkan daya listrik, mempercepat perubahan massa, dan mempercepat pengurangan nilai kekasaran permukaan roda
PENGARUH TEMPERATUR NOZZLE 3D PRINT TERHADAP FLEXURAL STRENGTH BIOKOMPOSIT BERBAHAN PLA, PCL, DAN HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG RAJUNGAN Muhammad Dzaky Arizsa Athallah; Sugiyanto Sugiyanto; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan ORIF (Open Reduction Internal Fixation) atau yang biasa dikenal dengan pemasangan implan adalah tindakan medis operasi terbuka untuk mengatur kembali tulang yang mengalami fraktur maupun patah tulang. Umumnya implan terbuat dari material logam tahan karat, material logam tahan karat memiliki kekurangan berupa dibutuhkannya operasi kedua untuk pengangkatan implan yang beresiko menyebabkan trauma lanjutan. Maka dari itu penelitian ini berfokus kepada pemanfaatan biopolimer dan biokeramik untuk membentuk suatu biokomposit yang memiliki sifat biodegradable sebagai kandidat implan tulang yang dapat dibentuk sesuai kebutuhan pasien menggunakan metode 3D print. Pembuatan biokomposit berbahan PLA, PCL, dan hidroksiapatit sebagai kandidat implan tulang menggunakan metode 3D print secara keseluruhan berhasil dilakukan. Pembuatan biokomposit pada penelitian ini mengunakan variasi suhu nozzle 3D print dengan range suhu 190 – 215oC. Perbedaan suhu nozzle 3D print berpengaruh kepada karakteristik material yang dihasilkan. Hasil pengujian pada penelitian ini setiap spesimen memiliki nilai flexural strength yang berbeda. Pada penelitian ini variasi suhu nozzle 205oC menghasilkan biokomposit terbaik dengan flexural strength sebesar 41,09 MPa yang mendekati kriteria tulang kortikal manusia.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue