cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Kampanye Public Relations Untuk Penguatan Positioning Batik Jayakarta Melalui Event Batik Fashion Week 2014 Yulistra Ivo Azhari; Agus Naryoso; Lintang Ratri Rahmiaji; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.7 KB)

Abstract

Batik Jayakarta merupakan salah pilihan untuk fashion batik di kota Semarang. Batik Jayakarta melakukan pendekatan promosi yang baik untuk masyarakat Kota Semarang. Promosi melalui media baru telah ditekuni oleh Batik Jayakarta seperti adlips di lampu merah, mini baliho yang bekerja sama dengan pos polisi, dan mencari endorse untuk memasarkan produknya. Namun, pemasaran ini belum menyentuh segmentasi anak muda. Minat anak muda untuk mengunjungi toko batik dan minat menggunakan batik masih rendah. Maka, laporan karya bidang ini disusun untuk meningkatkan brand awareness Batik Jayakarta dan meningkatkan minat anak muda memakai batik.Karya bidang ini disusun dengan menggunakan pendekatan persuasive serta penerapan teori -teori kampanye PR untuk mendukung keberhasilan tujuan komunikasinya. Melalui penyelenggaraan serangkaian event “Batik Fashion Week 2014”. Acara ini dinilai efektif untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap Batik Jayakarta. Roadsho w diselenggarakan di berbagai sekolah dan universitas di kota Semarang. Acara puncak “Batik Fashion Week” diselenggarakan di kawasan Kota Lama Semarang dengan bekerjasama dengan para desainer batik dan komunitas - komunitas yang ada di Jawa Tengah.Keberhasilan dalam mencapai tujuan komunikasi dapat diketahui berdasarkan riset pasca event. Setelah event berlangsung, awareness audiens meningkat sebanyak 16% dari yang semula 30% menjadi 46%. Sedangkan minat untuk memakai batik juga meningkat sebesar 15 % dari yang semula 20% menjadi 35%. Dengan demikian, rangkaian kampanye PR melalui event ini efektif untuk mencapai tujuan komunikasi awal.Karya bidang ini diharapkan dapat memberikan implikasi-implikasi dalam aspek akademis dan praktis. Implikasi akademis karya bidang ini berupa kontribusi untuk memperkaya pengetahuan akan penerapan strategi persuasive dan penerapan teori kampanye PR dalam pencapaian tujuan komunikasi. Sementara itu, implikasi praktis memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk membuat kegiatan promosi yang efektif sesuai dengan target audiens serta tujuan komunikasinya.Keywords : fashion, batik, skripsi, event
STUDI FENOMENOLOGI MEDIA SOSIAL BIGO LIVE Ayu Sarah Shabrina; Djoko Setyabudi, S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.122 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi komunikasi saat ini, telah memberikan kita banyak kemudahan untuk berkomunikasi dengan satu orang maupun banyak orang sekaligus. Seperti dalam media sosial Bigo Live, sebuah media sosial baru dimana dapat melakukan siaran video secara live melalui ponsel dan penyiar dapat berinteraksi secara langsung dengan penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mempelajari fenomena Bigo Live. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologis. Dalam pengumpulan data dilakukan indept interview dengan lima orang informan yang berasal dari Kota Semarang. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa orang-orang menggunakan Bigo Live karena mempunyai suatu tujuan tersendiri seperti mengisi waktu luang, menambah teman, hingga mempromosikan jualannya. Dan seiring berjalannya waktu, mereka juga ingin mengumpulkan hadiah dari para penontonnya. Namun para informan belum menukarkan beans milik mereka kedalam bentuk uang karena merasa hal tersebut sangat berat, hingga lebih memilih untuk menukarkan kembali dalam bentuk diamonds. Aktivitas yang mereka lakukan pun juga cukup beragam untuk dapat menarik perhatian penonton. Bahkan dari menggunakan Bigo, kita juga bisa mendapatkan sesuatu yang menguntungkan seperti penghasilan, teman serta pasangan. Kendala banned yang mereka hadapi terjadi karena mereka menyuguhkan konten siaran yang bertentangan dengan peraturan yang dibuat oleh Bigo Live.
MEMAHAMI MOTIVASI PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA (FACEBOOK DAN TWITTER) Amanda Meipuspa Nusa; Taufik Suprihatini; Joyo N.S Gono
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTNama : Amanda Meipuspa NusaNIM : D2C008081Judul Undestanding The Motivation of Social Media (Facebook andTwitter) Using The development of communication technology such as internet presence causes peopleespecially facebook and twitter users began to be used as a source of information and communicationneeds. At this time the user account (facebook and twitter) did not know the age and background again,users consisting of several circles and diverse backgrounds, with diverse motivations as well, thusencouraging users to use both accounts. The presence of internet classified into new media, a mediasupplement information from conventional media. This study aims to understand the motivation of the useof social media (facebook and twitter).This research is a qualitative descriptive analysis method. Uses and gratification theory (HerbertBlumer and Elihu Katz, 1974) and the theory of motivation in the fulfillment of needs (Maslow, 1954; McClelland in (Gitosudarmo and Sudita, 1997: 36-39), and Katz, Gurevitch and Haas in (Severin andTankard , 2009: 357), as well as other supporting theories such as the theory of symbolic interactionism(George Herbert Mead, 1863) and the theory of conflict resolution (Johnson, 1981 in Supratiknya, 1995:99-100), used as the basis for the theory, which describes the systemic and accurate facts and experiencesof the use of facebook and twitter. study uses the four informants from various backgrounds As withfacebook and twitter user.The results of this study found that facebook and twitter as one of the forms of new media doesnot replace conventional media and other telecommunications media, but rather as a alternative.Facebook and twitter are used by the informants with varied motives, which is to meet the needs ofinformation, communication and self-actualization. Based on the findings, facebook and twitter hasseveral characters, ie extensive communication network, rapid, the interactivity, ease of access, diversityof information, as well as the space to express themselves. Facebook and twitter updates that continue tomake the community as an active user, media literacy, and keep abreast of technological developments.The use of two accounts (facebook and twitter) as the mass media was not only used as a masscommunication, but the communication and interpersonal communication. However, its use adapted tothe needs of course, to be used and utilized as needed.The implications of these results in the theoretical aspect of this is contributing to the researchrelated communications facebook and twitter presence as a new communication medium. The practicalimplications of the results of this study provide an explanation of communications experience in usingfacebook and twitter as a medium of information and communication needs of providers. While the socialimplications of this research study is to benefit the community, other than that people can take advantageof and use facebook and twitter optimally in positive terms tailored to the needs of each positivemasingsegi tailored to their individual needs.Key words: Social media (facebook and twitter), motivation,ixABSTRAKSI Judul Facebook dan Twitter????????Perkembangan teknologi komunikasi seperti hadirnya internet menyebabkan masyarakat khususnyapengguna facebook dan twitter mulai digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan informasi dankomunikasi. Pada saat ini pengguna akun (facebook dan twitter) tidak mengenal usia dan latarbelakanglagi, penggunanya terdiri dari beberapa kalangan dan latarbelakang yang beragam, dengan motivasi yangberagam pula, sehingga mendorong penggunanya menggunakan kedua akun tersebut. Hadirnya internetyang tergolong kedalam media baru, merupakan media pelengkap informasi dari media konvensional.Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi penggunaan sosial media (facebook dan twitter).Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode analisis deskriptif. Teori Usesand Gratification (Herbert Blumer dan Elihu Katz, 1974) dan Teori motivasi dalam pemenuhankebutuhan (Maslow, 1954; Mc Clelland dalam (Gitosudarmo dan Sudita, 1997: 36-39); dan Katz,Gurevitch dan Haas dalam (Severin dan Tankard, 2009 : 357), serta teori-teori pendukung lainnya sepertiTeori Interaksionisme Simbolik (George Herbert Mead, 1863) dan Teori penyelesaian konflik (Johnson,1981 dalam Supratiknya, 1995: 99-100), digunakan sebagai landasan teori, yang menggambarkan secarasistemik dan akurat fakta dan pengalaman penggunaan facebook dan twitter. Penelitian ini menggunakan4 informan dari berbagai latarbelakang sebagi pengguna facebook dan twitter.Hasil penelitian ini ditemukan fakta bahwa facebook dan twitter sebagai salah satu dari bentukmedia baru tidak menggantikan media konvensional dan media telekomunikasi lainnya, melainkansebagai alternatif. Facebook dan twitter digunakan oleh para informan dengan motivasi yang beragam,yaitu untuk memenuhi kebutuhan informasi, komunikasi dan aktualisasi diri. Berdasarkan hasil temuanpenelitian, facebook dan twitter memiliki beberapa karakter, yaitu jaringan komunikasi yang luas, cepat,adanya interaktivitas, kemudahan dalam mengakses, keberagaman informasi, serta adanya ruang untukmengaktualisasikan diri. Facebook dan twitter yang terus update membuat masyarakat sebagai penggunaaktif, melek media dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan kedua akun (facebook dantwitter) sebagai media massa ternyata tidak hanya dapat digunakan sebagai komunikasi massa saja, tetapikomunikasi kelompok dan komunikasi antarpribadi. Namun penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhansaja, agar dapat digunakan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.Implikasi hasil penelitian ini dalam aspek teoritis ini adalah memberikan kontribusi bagi penelitiankomunikasi terkait hadirnya facebook dan twitter sebagai media komunikasi baru. Implikasi praktis darihasil penelitian ini memberikan penjelasan tentang pengalaman komunikasi dalam menggunakanfacebook dan twitter sebagai media penyedia kebutuhan informasi dan komunikasi. Sedangkan implikasisosial dari penelitian ini adalah Penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, selain itu masyarakatdapat memanfaatkan dan menggunakan facebook dan twitter secara optimal dalam segi positifdisesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segi positif disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.Kata kunci : Sosial media (facebook dan twitter), motivasi, informasi dan komunikasi.NDAHULUAN Peralihan zaman menuju kearah modern mengubah segala kehidupan manusia. Perubahan masyarakat kita yang pesat jelas berkaitan erat dan bagaimanapun bergantung pada perkembangan teknik, penemuan, jenis produksi dan standar hidup yang serba baru. Saat ini manusia telah memasuki era yang telah didominasi oleh teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, kebutuhan manusia pun semakin mudah terpenuhi. Salah satunya teknologi komunikasi, sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih, bentuk, pola dan peralatan komunikasi juga mengalami perubahan. Komunikasi tidak lagi hanya dilakukan secara personal (komunikasi yang hanya melibatkan dua orang saja) secara tatap muka, namun sudah dilakukan lewat kelompok dan komunikasi massa (sosial media). Dengan peralihan zaman ini alat pemenuhan kebutuhan juga berubah dari penggunaan Telephone selular dan sekarang kebutuhan manusia akan media, yang mampu untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan manusia sehari-hari, maka mendorong berbagai orang-orang untuk menciptakan sebuah temuan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yaitu salah satunya internet. Didalam internet terdapat sebuah “dunia baru”, yaitu Sosial Media (social media). Sosial Media merupakan media online yang sangat populer pada saat ini. Sosial Media sekarang sudah tidak mengenal batasan umur, gender maupun tingkatan sosial, selain itu telah menjadi sarana interaksi antar manusia di era digital. Selain itu disebut juga dengan “Dunia Maya”, dunia maya adalah realita yang terhubung secara global, didukung komputer, berakses komputer, multidimensi, artifisial, atau virtual (Severin dan Tankard, 2009: 445).Sosial media banyak memiliki kegunaan, seperti yang sudah sebelumnya dijelaskan, selain itu menurut riset lain yang dilakukan schools.com mendapatkan data sosial media itu digunakan untuk, tetap berhubungan dengan teman saat ini (stay in touch with current friends) 67%, berhubungan dengan anggota keluarga (stay in touch with family members) 65%, berhubungan dengan teman lama (reconnect with old friend) 50%, berhubungan dengan mereka yang memiliki hobi (connect with those who share hobbies), menemukan pasangan (find a mate) 17 %. selain untuk menjalin sebuah relationship, sosial media lainnya, banyak digunakan juga seperti blogger 54% dan portal photo sharing 58% (http://salingsilang.com/baca/10-fakta-tentang-media-sosial-). Dengan adanya kedua akun tersebut (facebook dan twitter) yang hadir pada saat ini, tidak lepas memberikan dampak-dampak yang ditimbulkan oleh kedua akun ini kepada para penggunanya, baik bagi diri sendiri maupun untuk kehidupan sosialnya, dampak tersebut bisa berupa dampak positif dan dampak negatif yang diperoleh dari penggunaan sosial media ini. Dalam penggunaan CMC, apabila komunikasi yang dilakukan oleh para pengguna media sosial dalam Computer Mediated Communication ini dapat dikatakan sebagai pengganti komunikasi secara tatap muka (face to face communication), CMC memiliki keuntungan bagi seseorang yang memiliki kecemasan dalam berkomunikasi. Hal ini dibuktikan, oleh penelitian yang dilakukan oleh para peneliti komunikasi Lisa Tidwell dan Joseph Walther, meneliti perbedaan antara face to face communication dan on-line communication dalam keterbukaan diri, persepsi atau kepercayaan diri dan efektivitas komunikasi.Para pengguna on-line communication mengungkapkan bahwa mereka lebih percaya diri ketika berkomunikasi secara on-line dibanding face to face communication (Beebe,2003: 360). selain itu sosial media mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan para penggunanya. Padahalberkomunikasi tatap muka juga dapat dilakukan, apabila mengalami kendala dalam bertemu mayarakat juga dapat menggunakan Telephone Selular baik dengan telephone atau SMS (Short Message Service). Dan dalam pemenuhan kebutuhan informasi dapat diperoleh melalui surat kabar, majalah, dan lainnya. Ini lah yang menjadikan sebuah pertanyaan apabila komunikasi yang dilakukan oleh para pengguna media sosial dalam Computer Mediated Communication atau disingkat CMC dalam memenuhi kebutuhan, padahal banyak alternatif media komunikasi yang ditawarkan, tetapi masyarakat pada saat ini lebih tertarik dengan mengunakan sosial media terutama facebook dan twitter sebagai sarana untuk berkomunikasi, sehingga peneliti ingin meneliti bagaimana motivasi pengguna sosial media (facebook dan twitter) oleh pengguna. Penelitian ini berusaha untuk memahami motivasi pengguna menggunakan sosial media (facebook dan twitter) dalam kehidupannya. PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode analisis deskriptif. Teori Uses and Gratification (Herbert Blumer dan Elihu Katz, 1974) dan Teori motivasi dalam pemenuhan kebutuhan (Maslow, 1954; Mc Clelland dalam (Gitosudarmo dan Sudita, 1997: 36-39); dan Katz, Gurevitch dan Haas dalam (Severin dan Tankard, 2009 : 357), serta teori-teori pendukung lainnya seperti Teori Interaksionisme Simbolik (George Herbert Mead, 1863) dan Teori penyelesaian konflik (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995: 99-100), digunakan sebagai landasan teori, yang menggambarkan secara sistemik dan akurat fakta dan pengalaman penggunaan facebook dan twitter. Penelitian ini menggunakan menggunakan 4 informan dari berbagai latarbelakang sebagi pengguna facebook dan twitter.Masyarakat menggunakan sosial media selain sebagai pemenuhan kebutuhan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu untuk mencari Gratification (kepuasan), Teori uses and gratification dikemukakan oleh Gratifications (Herbert Blumer dan Elihu Katz, 1974). Menurut McQuail (1983, dalam Miller, 2002: 244) ada proses internal yang dialami oleh seorang khalayak dalam mencari gratifikasi (kepuasan) dari media adalah sebagai berikut (Kim & Rubin, 1997 dalam Miller, 2002:244-245): Pertama, seorang khalayak akan melakukan proses seleksi (selectivity). Gratifikasi yang diinginkannya akan disesuaikan dengan media yang akan digunakannya. Seseorang yang ingin beristirahat setelah capek bekerja seharian, tentu akan memilih memainkan facebook, twitter, dan lainnya ketimbang melihat dialog atau debat di televisi. Kedua, selanjutnya yang dilakukan adalah proses memperhatikan (attention). Pada proses ini, individu khalayak akan mengalokasikan usaha kognitifnya untuk mengkonsumsi media. Seseorang yang ingin melamar pekerjaan akan benar-benar memperhatikan setiap lowongan yang ada dalam sosial media, ketimbang seseorang yang sekedar melihat untuk mengisi waktu luang. Ketiga, proses terakhir adalah proses keterlibatan (involvement). Pada proses ini seorang khalayak akan terlibat lebih dalam secara personal dengan media tersebut, bahkan juga memiliki “hubungan spesial” dengan karakter media tersebut. Proses ini seringkali juga disebut sebagai “para-social interaction”. Misalnya, para pengguna sosial media seperti facebook atau twitter akan merasakan sensasi yang sama ketika mereka saat chatting bersama temannya seperti saat tatap muka. Ada beberapa kebutuhan dari media yang dipenuhi dapat menimbulkan kepuasan bagi individu (McQuail, Blumer, dan Brown, 1972 dalam Severin dan Tankard, 2009 : 357) memaparkan kategori kepuasan sebagai berikut:a. Diversion, pelarian dari rutinitas sehari-hari atau masalah, pelepasan emosi.b. Personal Relationship; Companionship (teman diwaktu luang) dan social utility (kegunaa sosial, sebagai bahan perbincangan dalam kehidupan sosial)c. Personal identity, gambaran mengenai diri sendiri yang seseorang miliki tentang segala kelemahan dan kekuatan yang ada pada dirinya, mencakup personal reference (sebagai pembanding langsung terhadap kehidupan khalayak), reality exploration (penolong khalayak dalam mengerti kehidupan mereka).d. Surveillance (pengawasan), memberikan informasi-informasi tentang sekitar dan dunia luar.Orang akan berusaha memenuhi berbagai macam kebutuhannya. Kebutuhan yang tidak terpenuhi menyebabkan orang akan mencari jalan untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kekurangan-kekurangannya. Oleh karena itu orang lalu memilih suatu tindakan, maka terjadilah perilaku yang mengarah pada pencapaian tujuan. Oleh sebab itu dalam suatu pencapaian diperlukan suatu dorongan yang kuat agar tujuan itu tercapai atau terpenuhi, atau disebut dengan Motivasi. Motivasi, yaitu sebagai suatu proses yang menghasilkan suatu intensitas, arah, dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai satu tujuan (Robbins, 2003: 208). Dari sini lah masyarakat menggunakan sosial media (facebook dan twitter) sebagai salah satu media untuk pemuas kebutuhan mereka.Hasil penelitian ini ditemukan fakta bahwa facebook dan twitter sebagai salah satu dari bentuk media baru tidak menggantikan media konvensional dan media telekomunikasi lainnya, melainkan sebagai alternatif. Facebook dan twitter digunakan oleh para informan dengan motivasi yang beragam, yaitu untuk memenuhi kebutuhan informasi, komunikasi dan aktualisasi diri. Berdasarkan hasil temuan penelitian, facebook dan twitter memiliki beberapa karakter,yaitu jaringan komunikasi yang luas, cepat, adanya interaktivitas, kemudahan dalam mengakses, keberagaman informasi, serta adanya ruang untuk mengaktualisasikan diri. Facebook dan twitter yang terus update membuat masyarakat sebagai pengguna aktif, melek media dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan kedua akun (facebook dan twitter) sebagai media massa ternyata tidak hanya dapat digunakan sebagai komunikasi massa saja, tetapi komunikasi kelompok dan komunikasi antarpribadi. Namun penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhan saja, agar dapat digunakan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Kemudian penggunaan facebook dan twitter efektif dalam pemenuhan kebutuhan atau kepuasan para penggunanya. PENUTUP1. Hadirnya sosial media (facebook dan twitter) sebagai salah satu bentuk media baru memberikan banyak kemudahan dan fungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan facebook dan twitter yang saat ini tidak hanya sebagai media informasi saja juga membuat pengguna kedua akun ini, harus aktif dalam memilih yang sesuai dengan kebutuhannya.2. Informan secara umum berpedapat tentang motivasi penggunaan kedua akun tersebut dengan dilandasi kemudahan yang diberikan oleh facebook dan twitter dalam pemenuhan kebutuhan mereka, dampak positif dan dampak negatif yang disebabkan dari penggunaan kedua akun tersebut, kemudian informan menjelaskan bagaimana strategi mereka menghadapi atau menyelesaikan permasalahan atau konflik ketika menggunakan kedua akun (facebook dan twitter), dan keefektifan penggunaan facebook dan twitter sebagai media baru untuk pemenuhan kebutuhan.3. Keberadaan facebook dan twitter terbukti memiliki banyak kelebihan yang dimilikinya, memiliki jaringan komunikasi yang luas, kecepatan dalam menyampaikan pesan, dan biaya yang dikeluarkan relatif murah daripada penggunaan media lainnya (media konvensional). Namun dalam penggunaan facebook dan twitter memberikan dampak-dampak bagi kehidupan penggunanya, selain dampak positif yang dirasakan oleh penggunanya, mereka juga merasakan dampak negatif pula. Walaupun terdapat kekurangan yang dimiliki dan dampak negatif yang dirasakan, namun penggunaan kedua akun tersebut cukup efektif dalam melakukan kegiatan komunikasi untuk pemenuhan kebutuhan para informan.4. Penggunaan kedua akun (facebook dan twitter), tidak hanya sebagai media penyedia informasi dan komunikasi saja, tetapi juga media untuk pemenuhan kebutuhan hiburan, dan kebutuhan eksistensi diri (usaha untuk membuat dirinya dikenal dan diakui keberadaannya oleh lingkungan).5. Penggunaan dan pemanfaatan facebook dan twitter oleh para informan lebih sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik kebutuhan informasi, komunikasi dan lainnya. Namun tidak sepenuhnya mereka menggunakan sosial media facebook dan twitter atau sosial media lainnya, apabila mereka tidak merasa terpenuhi kebutuhan yang mereka cari dalam sosial media facebook dan twitter ataupun sosial media lainnya, mereka akan menggunakan media konvensional sebagai alternatif sumber informasi maupun komunikasi.DAFTAR PUSTAKA BUKU A. Bebee, Steven. 2003. Interpersonal Communication Relating To Others. USA: Pearson Education. DeVito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Professional Books. Gitosudarmo, Indriyo & Sudita, N I. 1997. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta: BPFE Hadi, Astar. 2005. Matinya Dunia Cyber Space. Yogyakarta: LKiS. Holmes, David. 2005. Teori Komunikasi Media, Teknologi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jones, Steven G. 1995. Cyber Society; CMC and Community. USA: Sage Publication. Junaedi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa. Yogyakarta: Santusta. Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana. Miller, Katherine. 2002. Communication Theories: Perspective, Process, and Context. Boston: McGraw Hill. Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Nevid, Jefrey S, Spencer A. Rathus, Beverly Greend. 2002. Psikologi Abnormal (jilid 1). Jakarta: Erlangga. Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Pruitt, Dean G & Rubin, Jeffrey Z. 2004. Teori Konflik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosda2karya. Robbins, Stephen. 2003. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.Rohim, Syaiful H. 2009. Teori Komunikasi: Perspektif, Ragam dan Aplikasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Rosdiana, Joni. 2011. Facebook, Kampanye Pemilihan dan Ruang Publik. Surakarta: Lindu Pustaka. Supratiknya, A. 1995. Komunikasi Antar Pribadi Tinjauan Psikologis. Yogyakarta: Kanisius. Severin, J Werner & Tankard, W James. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia. Straubhaar & LaRose. 2006. Media Now Understanding Media, Culture and Technology 5th edition. Thomson Learning, Inc. Swasty, Poundra. 2011. New Media, New Audience New Media dan kemunculan Spesies Baru Audien: Rekonseptualisasi Audien di Era Media Digital. Surakarta: Lindu Pustaka SKRIPSI DAN ARTIKEL Astuti, Tri. 2009. Skripsi Penelitian “Fenomena Pengguna Situs Jejaring Sosial Facebook sebagai Media Komunikasi antar Pribadi dengan teman lama “. Universitas Diponegoro. Perdana, Adi Wahyu. 2009. Skripsi Penelitian “Memahami Pengalaman Pengguna Facebook untuk Tujuan Komunikasi Pemasaran Online”. Universitas Diponegoro. WEBSITEAzis, I. 2012. FBI Gunakan Twitter dan Facebook untuk Lacak Teroris [online] (http://sidomi.com/132705/fbi-gunakan-twitter-dan-facebook-untuk-lacak-teroris/, diakses tanggal 11 November 2012, jam 13:00).Baehaki,A.2009.____________[online](http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/123514-SK%2000109%20Bae%20p%20-%20Pemenuhan%20Kebutuhan-Literatur.pdf, diakses tanggal 5 Februari 2013, jam 15:00).Ckhoirudin. 2011. Sejarah Perkembangan TIK dari Zaman Pra Sejarah Hingga Sekarang [online] (http://ckhoirlado.blogspot.com/2011/09/sejarah-perkembangan-tik-dari-zaman-pra.html. diakses tanggal 2 Februari 2013, jam 09:00).Destiwanto, H. 2011. Dua Sisi Mata Pisau Seorang Facebooker, [online]. (http://www.slideshare.net/mashendri1/facebook-manfaat-dan-dampaknya#btnNext, diakses tanggal 21 November 2012, jam 19:00)Djaya, A., 2012, Dampak Media Sosial di Kalangan Remaja dan Dewasa, [online], (http://salingsilang.com/baca/dampak-media-sosial-di-kalangan-remaja-dan-dewasa, diakses tanggal 21 Juni 2012, jam 21:00)Fikrie, M., 2012, 15 Fakta Menarik Seputar Media Sosial, [online], (http://salingsilang.com/baca/15-fakta-menarik-seputar-media-sosial, diakses tanggal 20 Juni 2012, jam 20:00).Ismail, T., 2012, 90% Orang Memberikan Terlalu Banyak Informasi di Media Sosial. [online], (http://salingsilang.com/baca/90-orang-membagikan-terlalu-banyak-informasi-di-media-sosial, diakses tanggal 21 Juni 2012, jam 22:00).Kristo, F. 2012. Kaum Difabel Tuai Manfaat Facebook & Twitter [online], (http://inet.detik.com/read/2012/05/02/193918/1907592/1169/kaum-difabel-tuai-manfaat-facebook-twitter, diakses tanggal 18 Juni 2012, jam 16:00)Noor, A. 2012. 10 Fakta Tentang Media Sosial [online], (http://salingsilang.com/baca/10-fakta-tentang-media-sosial-, diakses 25 Juni 2012, jam 22:00).Paramita, P., 2012, Jangan Mudah Percaya, Teliti Berita yang Tersebar di Media Sosial, [online], (http://salingsilang.com/baca/jangan-mudah-percaya-teliti-berita-yang-tersebar-di-media-sosial, diakses tanggal 20 Juni 2012, jam 21:00).Rahmalia. G. 2011. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi [online], (http://gesharandiansyah.blogspot.com/2011/03/sejarah-perkembangan-teknologi.html, diakses tanggal 14 Februari 2013, jam 23:00).S3crett, W. 2009. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia [online], (http://snowfairish.blogspot.com/2009/08/perkembangan-teknologi-informasi-di.html, diakses tanggal 14 Februari 2013, jam 23: 10).Wardhana, A., 2012, 10 Situs Media Sosial Penguasa Dunia Maya, [online], (http://salingsilang.com/baca/10-situs-media-sosial-penguasa-dunia-maya, diakses tanggal 21 Juni 2012, jam 22:00).Wardhana, A., 2012. Apakah Media Sosial Membuat Kita Jadi Antisosial, [online], (http://salingsilang.com/baca/apakah-media-sosial-membuat-kita-jadi-antisosial, diakses tanggal 22 Juni 2012, jam 21:00).http://www.internetromance.org Maryono, Y & Istiana, B. 2012. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dari masa ke masa [online].(http://meizuwi.wordpress.com/2012/06/26/perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dari-masa-ke-masa/, diakses tanggal 27 Januari 2013, jam 21:00).Manihuruk, Trivan A. 2012. Perkembangan Jejaring Sosial [online] (http://trivansaragih.blogspot.com/), diakses tanggal 29 Januari 2013, jam 22:00).Sandi, Sarita. ___. Sejarah Perkembangan Teknologi Komunikasi: Dari Zaman Praaksara Hingga Zaman Internet [online] (http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/tmb/235-sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-dari-zaman-praaksara-hingga-zaman-internet. diakses tanggal 2 Februari 2013, jam 21:00)._____. 2008. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. [online], (http://wijayalabs.wordpress.com/2008/03/08/perkembangan-teknologi-informasi-di-indonesia/, diakses tanggal 14 Februari 2013, jam 23:30)_____, 2012. Perkembangan Informasi Teknologi [online] (http://computers-inc.blogspot.com/2012/03/perkembangan-informasi-teknologi.html.diakses tanggan 2 Februari 2013, jam 21:00)._____. 2012. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dari masa ke masa [online] (http://meizuwi.wordpress.com/2012/06/26/perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dari-masa-ke-masa/. Diakses tanggal 3 Februaru 2013, jam 22:00)._____, 2012. Semakin Dilarang, Pengguna FB di Cina Kian Menggila [online] (http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=141310, diakses tanggal 11 November 2012, jam 17:00).
PROSES STRATEGI BRANDING YANG DILAKUKAN PEMERINTAH KOTA MAGELANG MELALUI PESAN KOTA SEJUTA BUNGA Kartika Ayu Pujamurti; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.707 KB)

Abstract

Sebuah kota dituntut terlibat dalam kegiatan pemasaran dan branding untukmeningkatkan citra kota. Sehingga diharapkan mampu memposisikan dan menjadiimage kota. Menyambut hal ini beberapa Kepala Daerah mulai menawarkan potensidaerah termasuk Pemerintah Kota Magelang.Pemerintah Kota Magelang membranding Magelang dengan “Kota SejutaBunga”. Untuk menyampaikan pesan Kota Sejuta Bunga maka Pemerintah KotaMagelang melakukan pembangunan fisik Kota Magelang termasuk melakukanpenataan taman kota.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahuistrategi branding dan mengevaluasi proses strategi branding yang dilakukanPemerintah Kota Magelang melalui pesan Kota Sejuta Bunga. Fase-fase destinationbranding menjadi dasar dalam evaluasi branding Kota Magelang. Oleh karena itu,penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses branding yang dilakukan olehKota Magelang sudah sesuai dengan konsep branding. Hal ini dapat dilihat melaluihal-hal yang telah dilakukan Kota Magelang untuk mewujudkan Kota Sejuta Bunga.
Pengaruh Terpaan Iklan Facebook, Terpaan Artikel Advetorial, Terpaan Endorser di Instagram pada Kampanye “#CerahkanDenganDove” terhadap Keputusan Pembelian Dove Ultimate White Deodoran Wahyu Nur R, Efrilia; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.868 KB)

Abstract

Pasar deodoran di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang pesat hingga tahun 2021. Namun di sisi lain, intensitas persaingan antar merek akan meningkat. Salah satu deodoran yang cukup terkenal adalah Dove yang merupakan produk dari PT Unilever Indonesia TBK. Dalam launching variant baru yaitu Dove Ultimate White, Dove menggunakan berbagai strategi untuk menarik target konsumen untuk melakukan keputusan pembelian seperti iklan Facebook, artikel advertorial, dan endorser di Instagram yang dilakukan pada bulan November 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terpaan iklan Facebook, artikel advertorial, dan endorser di Instagram terhadap keputusan pembelian produk Dove Ultimate White Deodoran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan 60 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan hasil terdapat pengaruh ketiga variabel independen terhadap variabel dependen.
Hubungan Intensitas Komunikasi Orangtua - Anak dan Kelompok Referensi Dengan Minat Memililh Jurusan Ilmu Komunikasi Pada Siswa Kelas XII Henny Novita Rumono; Agus Naryoso Naryoso; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.363 KB)

Abstract

Setiap siswa yang akan  menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) akan diperhadapkan pada berbagai pilihan. Salah satunya adalah jurusan atau program studi mana yang akan dipilih setelah Ujian Akhir Nasional (UAN) dilaksanakan. Masalahnya banyak siswa SMA yang sulit ambil keputusan karena tidak tahu apa bakat dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri bahkan untuk hal-hal yang terkait dengan kepentingannya, sehingga bingung ketika harus memilih jurusan dan perguruan tinggi. Pemilihan jurusan atau program studi tentu bukanlah persoalan mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor tersebut antara lain adalah pengaruh dari orang tua, rekan siswa atau teman sepergaulan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas komunikasi orangtua-anak dan kelompok referensi dengan minat memilih jurusan Ilmu Komunikasi pada siswa kelas XII. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Konvergensi oleh William Stern dan teori Kelompok Rujukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dan tipe penelitian yang digunakan adalah eksplanatori. Sample dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XII SMU Negeri 3 Semarang sebanyak 80 orang dan diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis korelasi.Hasil temuan penelitian ini adalah: 1) tidak terdapat hubungan antara intensitas komunikasi orangtua – anak dengan minat memilih jurusan Ilmu Komunikasi pada siswa kelas XII. Hal itu terbukti dengan nilai pengujian korelasi Rank Kendall dimana variabel X1 dengan Y memiliki nilai signifikansi >0,05 (0,154). 2) Ada hubungan antara intensitas komunikasi kelompok referensi dengan minat memilih jurusan Ilmu Komunikasi. Hal ini terbukti dengan nilai pengujian koefisien korelasi Rank Kendall dimana variabel X2 dengan Y memiliki nilai signifikansi ≤ 0,05 (0,001) dan nilai korelasi Rank Kendall (τ) sebesar 0,318. Semakin tinggi intensitas komunikasi kelompok referensi, maka semakin tinggi pula minat siswa memilih jurusan Ilmu Komunikasi. 
Impact of sales promotion via broadcast message frequency, group information frequency and display picture frequency to the acceptance of promotion message Yayuk Indriyani.S; Primada Qurrota Ayun, S.I.Kom, MA
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.369 KB)

Abstract

The activity of online bussiness by utilizing both social media and instant messenger was a trend in society. Wide range of products are on offer ranging from apparel, handbags, veils, food, home furnishings, and other service offerings. One of instant messenger that is often used to do this online business is the blackberry messenger (BBM). This application provides a variety of services that can be used as a medium for sales promotion including broadcast message, group, and display picture. This study aimed to determine the effect of sales promotion via broadcast message frequency, group information frequency, and display picture frequency promotional messages to an attitude of acceptance. The rational used in CMC theory (computer mediated communication) and S-O-R theory. This type of research is explanatory study. This study used a non-probability sampling technique was purposive sampling method in determining the sample of 40 respondents who met the criteria that 14-35 year-old audience that uses fuel applications, online sellers have contacts on BBM contacts, join a group of buying and selling in fuel and domicile anywhere. The data analysis used is multiple linear regressions with the help of SPSS. Based on the results of statistical calculations showed the signification of variables simultan is 0,018 where the results do show a value smaller than the 0.05 limit, which means that the sales promotion via broadcast message, group and display picture on blackberry messenger affect the acceptance of promotional messages.
Analisis Faktor-Faktor Pembentuk Keputusan Pembelian Konsumen Pada Merek Kosmetik Lokal (Pixy) di Semarang Khairani, Indah; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.211 KB)

Abstract

Doing product innovation and rebanding is one of the ways companies stay in the market. The high increase in the cosmetic industry cosmetic companies lead the company to be creative and keep ahead in the eyes of consumers. Pixy as one of the cosmetic brands rebranding and innovating products with the aim of making consumers more familiar with the Pixy brand. However, the rebranding that Pixy did did not have a good effect on the percentage of Top Brand Index data. On the contrary, Pixy actually experienced a decline in Top Brand Index data. So, the purpose of this research is to find out what factors can influence consumers in buying cosmetic products. Referring to the purpose of these objectives, researchers gathered various kinds of basic concepts about the factors that influence consumers in purchasing decisions and found 20 factors to be analyzed further. This research is a quantitative research with explorative type. This research was conducted on 100 respondents who knew the Pixy cosmetics brand and based in Semarang. The analysis used in this research is factor analysis with the results of data processing using IBM SPSS through several stages of data processing. Of the 20 factors that influence consumer purchasing decisions analyzed, five new factors are formed consisting of product quality factors, external factors, perception factors, material factors, brand ambassador factors, and word of mouth factors. The conclusion of this study is from the silence of new factors that formed, it was found that the product quality factor (component 1) was the most appropriate factor to summarize the 20 existing factors.
Public Relations Branding CB31 Artspace : “Moro Seneng” Divisi Program Director dan Divisi Production Director Bayu Bagus Panuntun; Nuriyatul Lailiyah; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.799 KB)

Abstract

Sejak tahun 2000-an, iklim seni di Kota Semarang berkembang cukup pesat. Muncul banyak komunitas- komunitas yang bergerak di bidang seni rupa. Namun hal ini tidak ditunjang dengan keberadaan ruang pamer yang jumlahnya sangat minim di Kota Semarang. CB31Artspace sebagai ruang seni alternatif yang memberikan wadah untuk pameran dan berdiskusi berupaya untuk memberikan ruang berkarya dan mengembangkan kemampuan para seniman muda di Kota Semarang. Akan tetapi keberadaan CB31Artspace belum diketahui secara baik oleh masyarakat khususnya para anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang seni. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengkomunikasikan CB31Artspace sebagai media pamer karya bagi seniman lokal Semarang kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa di Kota Semarang yang tertarik dengan seni rupa sehingga mereka dapat mengembangkan diri dalam bidang seni rupa. Untuk mencapai tujuan tersebut, di buat kegiatan kampanye “Moro Seneng” yang terdiri dari kegiatan pre-event yang mengajak mahasiswa untuk datang ke CB31artspace untuk diskusi dan brainstorming serta event pameran Moro Seneng untuk memberikan wadah pamer bagi para peserta. Sebagai Program Director dan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan program dan pembuatan konsep produksi secara keseluruhan. Hasilnya, kegiatan Moro Seneng ini efektif untuk memberikan kesempatan mahasiswa untuk berkarya dan pamer karya. Se lain itu, publisitas yang didapatkan selama pelaksanaan acara Moro Seneng terbukti mampu membuat CB31Artspace menjadi lebih dikenal di publik. Untuk kedepan, CB31Artspace perlu untuk membuat kegiatan- kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu kegiatan Moro Seneng.Kata kunci : Seni, Pameran, Branding.
Increasing the amount of listeners of Pro 2 Radio Republik Indonesia (RRI) Laksono Nainggolan, Guntur Agung; Setyabudi, S.Sos, MM, Djoko
Interaksi Online Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.875 KB)

Abstract

RRI is the only state radio network of Indonesia which means their broadcast acticvity is mainly for country importance. RRI as a independent, neutral and non-commercial public broadcast is obligate to provides information, education, good entertainment, social control, and also maintain positive image of indonesia in international..Pro 2 RRI Semarang broadcasts on FM 95,3 Mhz and has variety of education and entertainment programs start from 05.00 am until 12 pm WIB. PRO 2 RRI have developed some programs that based on life style. So they made a special channel that focus on young listeners that through this channel, they not only can speak their aspirations about anything but also share informations that relate to their age and their problems. The result from our field work shows that through some programs that we chose, we succeed to increase the amount of listeners of PRO 2 RRI semarang. At start, the listeners of Pro 2 RRI Semarang only reached 240 listeners per month. We increased it to 732 listeners per month during the execution of our field work. Success factor in our field work at PRO 2 RRI Semarang program is an combination of proper buzzing, good materials and quiz with prizes . Production Manager responsible to all the activities in the execution of the event and also responsible in the process of creative design in the execution of event.

Page 23 of 157 | Total Record : 1563