cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pengelolaan Aplikasi Berbasis Lokasi “Dalam Kota (Dalkot)” Divisi Marketing Communication Director dan Divisi Production Director Aditya Gilang Gifari; Djoko Setyabudi; Triyono Lukmantoro; Candra Sateria
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.788 KB)

Abstract

Dalkot (Dalam Kota) adalah sebuah layanan aplikasi seluler yang memanfaatkan Location-Based Service (LBS) yang menyediakan informasi mengenai lokasi wisata dan hiburan berdasarkan lokasi fisik penggunanya, dan sejak tanggal 6 Mei 2015 Aplikasi ini sudah dapat diunduh secara gratis melalui Google Play (Android) dan Apple Store (iOS). Namun ternyata sejak pertama kali aplikasi Dalkot soft launching, jumlah pengunduh aplikasi Dalkot sangatlah sedikit, belum banyak masyarakat kota Semarang yang mengunduh atau sekedar mengetahui keberadaan aplikasi Dalkot, beragam fitur dan konten informatif yang dimiliki oleh aplikasi Dalkot nyatanya belum mampu dipasarkan secara baik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengelola dan mengkomunikasikan aplikasi Dalkot dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengunduh. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat kegiatan, pengelolaan aplikasi Dalkot dalam bidang marketing communication yang terdiri dari kegiatan pre-event dalam bentuk buzzing melalui media sosial, dan event Dalkot Way-to-Eat sebagai sebuah strategi promosi yang berlangsung di 10 tempat kuliner di Kota Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku target audiens untuk mengunduh Aplikasi Dalkot, selain itu juga terdapat kegiatan advertising dan online marketing sebagai bentuk penyebaran informasi mengenai aplikasi Dalkot sendiri dan event Dalkot Way-to-Eat.Sebagai Marketing Communication Director dan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan dan realisasi konsep produksi, promotion, dan marketing secara keseluruhan, Hasilnya, kegiatan pengelolaan aplikasi Dalkot dalam bidang marketing communication ini efektif meningkatkan perilaku target audiens untuk mengunduh Aplikasi Dalkot. Untuk kedepan, PT. Maju Dalam Kota perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan serupa secara kontinyu.
Keterbukaan Diri ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) terhadap Pasangannya dalam Menghadapi Stigma Masyarakat Gracia Kristianus, Stella; Pudjo Santoso, Hedi
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.487 KB)

Abstract

HIV / AIDS have become a phenomenon in the social environment of society for the last few years. Even though the number of people living with HIV / AIDS continues to increase, people's knowledge of HIV / AIDS itself is still very low. Fear of stigma and discrimination from local people makes PLWHAs reluctant to reveal themselves. This study aims to explain how PLWHA open up to their partners in the midst of negative stigma from the society, specifically to find out how PLWHA open themselves to their partners so that they can make big decisions in establishing a more serious relationship into the marriage level. The method that’s being used is a qualitative approach with case studies. Social Penetration, Labelling Theory and Johari Windows will be used to see this phenomenon. The data collection is done by conducting in-depth interviews with informants. Subjects in this study were couples of PLWHA who had established relationships in marriage for some time, who were selected purposively and based on the willingness of the informants to share. In this study it was found that personal closeness will affect the self-disclosure of PLWHA to others. Spouse will usually be the only place to open up and share stories with because they have undergone social penetration to a more intimate stage. So that PLWHAs dare to open themselves up and make big decisions to get to the marriage level.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS DUGAAN KORUPSI DAN GAYA HIDUP MEWAH GUBERNUR RATU ATUT CHOSIYAH PADA “KORAN TEMPO” Fauzan Faiz; Taufik Suprihatini; Much Yulianto; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.163 KB)

Abstract

Modus korupsi sesungguhnya merupakan suatu manipulasi jabatan publik untuk keuntungan pribadi. Mereka menggunakan kewenangan menentukan kebijakan publik semata demi kepentingan sendiri. Peran KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan) dalam hal ini sangat berpengaruh untuk menghentikan laju pertumbuhan korupsi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pembingkaian (framing) berita koran Tempo terhadap kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat wanita terkait kasus dugaan korupsi dan gaya hidup mewah Ratu Atut Chosiyah. Dugaan kasus korupsi Ratu Atut banyak dimuat dalam media cetak maupun media televisi. Tempo terkenal keras pada kasus yang mengindikasi adanya praktik korupsi dan melibatkan kepentingan publik yang besar termasuk pejabat dan aparatur Negara. Tempo hingga kini mampu meliput beberapa kasus Atut baik dalam kasus korupsi maupun gaya hidup mewah Atut. Salah satu metode penelitian yang mampu menganalisis bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksi oleh media adalah analisis framing. Peneliti menggunakan analisa Framing yang diperkenalkan oleh Pan dan Kosicki. Obyek penelitian adalah pemberitaan kasus dugaan korupsi dan gaya hidup mewah Gubernur Ratu Atut Chosiyah yang muncul pada koran Tempodari tanggal 5 Okober 2013 sampai 13 November 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa koran Tempo memberikan gambaran pemberitaan dengan menunjukan struktur Sintaksis, Skrip, Tematik, Dan Retoris. Struktr retoris dalam koran Tempo tampak menonjol karena wartawan koran Tempo banyak menggunakan istilah, leksikon, idiom, bahkan gambar karikatur yang dapat menarik perhatian khalayak. Koran Tempo terkenal dengan gaya pemberitaan yang kritis dan tajam serta memiliki volume dan frekuensi berita yang lengkap karena mampu memuat lebih dari satu pemberitaan dengan kasus yang sama dalam satu edisi. Koran Tempo dalam menuliskan pemberitaan tetap mengedepankan objektivitas dan netralitas, karena wartawan Tempo selalu menjaga agar sebuah karya tetap bermutu tinggi dan berpegang teguh pada kode etik. Nilai etika dan pilihan moral pada Tempo sesuai dengan visi Koran Tempo.Redaksi koran Tempo sebagai perusahaan yang produknya informasi , diharapkan selalu menjaga obyektivitas dalam menyampaikan pemberitaan dengan memperbanyak sumber berita dan terus menerus meningkatkan apresiasi terhadap ide-ide baru, bahasa, dan tampilan visual yang baik sehinggs dapat menampilkan sebuah informasi yang bermutu tinggi dan layak dikonsumsi masyarakat.Kata Kunci : Dugaan Korupsi, Gaya Hidup Mewah
The Influence of Advertise E-Commerce Exposure in Mass Media and Intensity of Reading Consumer Testimonials on Internet to Level of Trust Online Transaction Arribath Sakha; Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.84 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of advertising exposure online trading site in the mass media and the intensity of consumer testimonials on the internet reading of the level of confidence to transact online. Its population is aged 18-35 audience ever seen ads online selling sites in the mass media and have read consumer testimonials on the Internet who live in Semarang. The sample of 60 respondents using non-probability sampling techniques. Data were collected using questionnaires filled out by respondents. Data were analyzed using regression analysis. Research findings indicate a positive and significant influence between advertising exposure online trading site in the mass media of the level of confidence to transact online. It is based on the value of regression coefficient of 0.771 which indicates that the higher the exposure to advertising buying and selling site online in the mass media, the higher the level of confidence to transact online. Furthermore, the results also showed a positive and significant influence between the intensity of consumer testimonials on the internet reading of the level of confidence to transact online. It is derived from the value of regression coefficient of 0.835, which means that the higher the intensity of consumer testimonials read on the internet, the higher level of confidence to transact online.
Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ‘Semarang Historie’ Divisi Communication Director dan Business Director Indah Pratiwi; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo; Nuriyatul Lailiyah; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.823 KB)

Abstract

Karya bidang ini dilatarbelakangi dengan kurangnya aksi pelestarian warisan sejarah yang dilakukan masyarakat, khususnya kalangan muda karena anggapan bahwa melestarikan sejarah adalah hal yang sulit dan membosankan. Dengan berdasarkan pada teori persuasi dan two symetrical model, karya bidang ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai aksi pelestarian warisan sejarah dengan cara yang mudah dan menyenangkan sehingga target bisa mengadopsi sikap tersebut melalui Lopen Semarang. Selain itu karya bidang ini juga bertujuan untuk meningkatkan publisitas, dan kontribusi sponsor pada acara yang dibuat oleh Lopen Semarang.Dari total 427 responden yang merupakan peserta dari Semarang Historie, 87% diantaranya sudah melakukan aksi pelestarian sosial dengan mengetahui lokasi, rute, cerita sejarah serta mempromosikan warisan sejarah yang ada di Semarang. Dan total publisitas yang didapatkan berjumlah 27 publisitas serta total sponsor yang berkontribusi berjumlah 17 perusahaan/lembaga. Karya bidang ini menunjukkan bahwa Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang „Semarang Historie‟ berhasil.Kata kunci  :  media, sponsor, sejarah
LAPORAN KEGIATAN LAUNCHING PRODUK PAZCAL CLOUD PT. ERUDEYE INDONESIA Chintya Dyah Meidyasari; Tandiyo Pradekso; Nurrist Surayya Ulfa; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.733 KB)

Abstract

PT. erudeye Indonesia mulai mengembangkan layanan cloud computing Pazcal (Spazio & Scala), spazio berarti ruang, scala berarti skala. Sebagai layanan baru yang belum direlease, Pazcal belum mendapatkan perhatian (awareness) dari target market. Padahal di Indonesia sudah terdapat beberapa cloud provider, hal ini membuat PT. erudeye Indonesia semakin sulit untuk menentukan differensiasi pada layanan Pazcal. Menurut hasil survey yang dilakukan pada 35 IT enterprise menunjukkan bahwa Pazcal belum mendapatkan awareness dari pasar (0%).Maka dari itu itu PT erudeye Indonesia harus melakukan aktivitas komunikasi pemasaran yang tepat bagi produk Pazcal agar Pazcal mendapat perhatian (awareness) dan memiliki posisi produk di dalam pikiran target market. Melalui kegiatan komunikasi pemasaran, PT. erudeye Indonesia dapat mencipatakan positioning yang tepat untuk produk Pazcal. Untuk menciptakanawareness dan membangun positioning target pasar diperlukan adanya aktifitaskomunikasi pemasaran dan salah satu caranya dengan merencanakan penggunaanmedia yang tepat dan efektif dan hal ini menajdi tugas dari media manager.Kegiatan yang dilakukan media manager merupakan bagian darirangkaian kegiatan “Launching Pazcal Cloud dari PT erudeye Indonesia”. Tujuankegiatan media manager dalam kegiatan ini adalah merancang penguunaan mediayang tepat dan efektif untuk dapat mencapai tujuan umum dari kegiatan ini, yaknimembangun awareness dan membangun positioning (Pazcal sebagai produkefisien dan reliable) target market terhadap produk. Kegiatan yang dilakukan olehmedia manager yaiu redesign interface website dan posting artikel, sosial mediadan solution day, dan media relations. Kegiatan tersebut untuk membangunpositioning produk Pazcal di benak target maket.
Hubungan Terpaan Iklan, Intensitas Komunikasi Word Of Mouth Dan Keputusan Pembelian Produk T-Cash Rayna Ocha; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.719 KB)

Abstract

In the midst of competition ruling the mobile market (provider) is up and down, causing companies such as Telkomsel to step business strategy development by presenting the first emoney service provider provider in Indonesia called T-Cash. Although the number of TCash subscribers continues to increase, however, based on data obtained from T-Cash Media Update in 2016, it shows that the company's target for the number of T-Cash subscribers still can not be achieved. So it takes continuous effort to attract consumers to use T-Cash products. The purpose of this study is to determine the relationship of advertising exposure and the intensity of word of mouth communication with the purchase decision of T-Cash products. The study population is a T-Cash service user who has been hit by T-Cash ads and talked about T-Cash products for the past month. While, the sample of research taken as many as 100 respondents with age range 18-35 years by using purposive sampling technique. Based on the hypothesis test conducted using Kendall's Tau-b correlation analysis, it shows the result that: Firstly, there is a positive correlation between exposure of advertisement with purchase decision of T-Cash product with value of significance equal to 0.000 and correlation coefficient value 0,755. This shows a very strong relationship with the direction of a positive relationship. The higher the exposure to advertising, the higher the consumer's decision to buy T-Cash products, and vice versa. Second, there is a positive relationship between the intensity of word of mouth communication with the purchase decision of T-Cash product with a significance value of 0,000 and the correlation coefficient of 0.486. The closeness of the relationship obtained strong and the direction of the relationship is positive. This means, the higher the intensity of word-mouth communication of T-Cash products, the higher the consumer's decision to buy T-Cash products, and vice versa. The advice given is that Telkomsel can create ads that have comedy story lines and information about product advantages such as rebates, ease of registration and usage also need to be submitted in TCash ads
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Intensitas Mengakses Pemberitaan melalui Media Online dengan Citra DPR RI Rosita Kemala Sari; Tandiyo Pradekso; Djoko Setiabudi
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.964 KB)

Abstract

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Intensitas MengaksesPemberitaan melalui Media Online dengan Citra DPR RIABSTRAKLatar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat ekspos mediaonline terhadap penyimpangan – penyimpangan yang dilakukan DPR (korupsi,gratifikasi). Media mencitrakan seolah-olah DPR memang lembaga yang buruk.Akibatnya persepsi masyarakat mengenai citra DPR juga ikut buruk. Bagaimanaseseorang mencitrakan berasal dari kognisi seseorang dan di tandai dengan adanyapersepsi. Persepsi seseorang ditentukan oleh dua faktor yaitu media dan faktorpersonal seseorang. Dalam penelitian ini faktor personal yang sangat pentingdalam menilai kinerja DPR adalah tingkat pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikandan intensitas mengakses pemberitaan melalui media online dengan citra DPR RI.Teori utama yang digunakan pada penelitian ini adalah teori ekologi media dariMcLuhan. Pada asumsi kedua teori ekologi media mengatakan bahwa mediamemperbaiki dan memperjelas persepsi seseorang, walaupun ada faktor lain yangmempengaruhi yaitu faktor personal atau diasumsikan adalah tingkat pendidikan.Tingkat pendidikan akan berdampak pada bagaimana seseorang mempersepsikandan bagaimana mempersepsikan isu-isu yang berkembang.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatankuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitianini adalah warga kota Semarang yang berusia 16 – 50 tahun yang pernahmengakses pemberitaan melalui media online selama satu tahun terakhir. Sampelyang digunakan adalah non random dengan tekhnik accidental samplingdikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampelsebanyak 50 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakanrumus uji korelasi Rank kendall, maka diperoleh terdapat hubungan negatif yangsignifikan antara tingkat pendidikan(X1) dengan citra DPR RI (Y) dan antaraintensitas mengakses pemberitaan melalui media online (X2) dengan citra DPR RI(Y). Jadi semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin burukpersepsinya mengenai citra DPR RI dan semakin tinggi intensitas mengaksespemberitaan melalui media online maka semakin buruk persepsi masyarakatmengenai citra DPR RI.Kata kunci: Tingkat Pendidikan, Intensitas dan CitraRelationship of Level of Education and Accesing Intensity onOnline Media with DPR’s imageABSTRACTThe background of the research is based on online expose of media to distorsionsthat DPR’s done all time high (corruption and dividend). Media Tells us that DPRis bad bureau. So people’s perception to DPR be bad, also. How people consider itfrom people cognition and marked with perception. People’s perception has beendefined by two factors are media and personal. In this research personal factor,that has a significant effect to price DPR’s performance is level of educations.The purpose of this research is to figure out the connection between thelevel of education and accesing intensity of online media with DPR’s image. Usedmajor theory to this research is ecological theory of media from McLuhan. In thesecand assumption of that theory says that media corrects and clear the peopleperception. Although, there is another factor which is personal factor that isconsidered as level of education. It impacts to how people percept and howpercept the developing issues.This reaserch is type of explanatory with a quantitative, and uses paradigmof positivisme. The reaserch's subjects are the people who reach 16-50 years oldaccesing news on online media in a last year. The used sample is non-randomwith accidental sampling technique that caused by unknown population numberwith 50 respondents. Based on the statistic computation with Rank Kendall'scorrelation of correction, then there is known a significant negative connectionbetween education level and DPR's image, and between online media accesingintensity and DPR' image. So, the higher of education level is the worseperception of DPR's image and the higher of accesing online media is the worseperception of DPR's image.Keywords: Level of education, Intensity and ImagePENDAHULUANSaat ini media online sudah menjadi sesuatu yang wajib bagi masyarakat, dengantujuan yang berbeda – beda. Tujuan masyarakat mengakses pemberitaan adalahmencari informasi, hiburan dan tak kalah pentingnya adalah mengawasi danmengkontrol kinerja pemerintahan. Hal ini dilakukan masyarakat agar pemerintahdalam hal ini DPR untuk selalu berada pada koridor yang benar, ketika terjadipenyimpangan maka masyarakat dapat dengan cepat mengetahuinya. Padakenyataannya media lebih sering mengekspos pemberitaan negatif jikadibandingkan dengan pemberitaan positif, media mencitrakan bahwa DPR adalahlembaga yang buruk.Pemberitaan yang sedang hangat – hangatnya adalah kasus Hambalangyang menyeret beberapa anggota dewan, kasus korupsi pengadaan simulator SIMoleh Djoko Susilo yang menyeret beberapa anggota dewan pada komisi hukum.Selain korupsi adanya gratifikasi seks dikalangan DPR, gratifikasi ini dilakukanoleh perusahaan yang diberikan oleh anggota dewan demi memuluskan sebuahproyek dan suap yang diberikan adalah berupa wanita, kemudian ditemukannyakondom bekas pakai di gedung Nusantara. Serta survey – survey yang dilakukanoleh beberapa instasi terkait DPR, SSS (Soegang Sarjadi Syndicate) yangmengungkapkan bahw DPR merupakan lembaga terburuk, survey LSI yangmengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat sering mendengar masalahmoralitas di kalangan masyarakat, dan yang tak kalah menghebohkan adalahsurvey LSI mengenai persepsi masyarakat terkait kinerja DPR dan hasilnya punsebagian responden menganggap bahwa kinerja DPR masih buruk.Jika melihat persepsi masyarakat terhadap kinerja DPR, tentunya tidakbisa dilepaskan dari tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang beragam.Tingkat pendidikan beruhubungan dengan banyak hal seperti bagaimanaseseorang akan mempersepsikan apa yang terjadi di lingkungannya, tingkatpendidikan juga akan mempengaruhi keterbukaan terhadap informasi-informasiyang ada kemudian akan berdampak pada perilaku atau responnya kepadalembaga negara tersebut. Tingkat pendidikan bisa dilihat dari jenjang pendidikanyang ditempuh, yaitu SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.Ketika seseorang yang menempuh pendidikan maka akan berdampak padapersepsi yang dianutnya. Persepsi adalah penginderaan terhadap suatu kesan yangtimbul dalam lingkungannya. Kemampuan seseorang dalam mempersepsi segalasesuatunya pasti berbeda antar satu dengan lainnya bergantung pada tingkatpendidikan yang dimiliki, karena tingkat pendidikan akan menentukan intelegensiseseorang dan bagaimana seseorang menelaah mengenai apa yang terjadi padalingkungannya.Krech dan Crutchfield juga menerangkan bahwa ada dua faktor yangmembentuk persepsi seseorang yaitu faktor fungsional dan faktor struktural.Faktor fugsional sendiri berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hallain yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal salahsatunya adalah tingkat pendidikan seseorang, sedangkan faktor struktural berasaldari sifat stimulus fisik dan efek-efek saraf pada sistem saraf Individu.Keterbukaan masyarakat mengenai isu-isu DPR juga merupakan hal yangpenting. Salah satu faktor yang mempengaruhi keterbukaan masyarakat adalahtingkat pendidikan masing-masing individu. Semakin tinggi tingkat pendidikanseseorang maka lebih terbuka dengan isu-isu yang ada dan semakin tinggi pulainteraksi sosial yang kemudian akan memungkinkan adanya penggalian informasidan penerimaan informasi dari orang lain akan lebih terbuka banyak. Jadi tingkatpendidikan tidak hanya mempengaruhi seseorang dalam menerima informasi yangada, tetapi juga ia akan lebih banyak berinteraksi dengan cara tidak hanya melihatdari satu sudut pandang dan lebih melihat dari berbagai sudut dengan menggaliinformasi dari berbagai pihak.Penelitian ini menggunakan teori ekologi media dari Marshall McLuhanyang berpusat pada prinsip bahwa tekhnologi akan tetap menjadi pusat perhatianbagi semua bidang profesi dan kehidupan. Teori ekologi media dari McLuhanberkaitan dengan persimpangan antara tekhnologi dan hubungan manusia danbagaimana media mempengaruhi persepsi dan pemahaman manusia. Ada duaprinsip yang dikemukakan dalam teori ekologi media yaitu kita tidak dapatmelarikan diri dari media di dalam hidup kita, bahwa dalam keadaan apapun kitapasti selalu dekat dengan media. Saat ini media online merupakan media yangtidak bisa dipisahkan oleh masyarakat, bertambahnya pengguna internet setiaphari membuat internet dapat mengisolasi orang seperti yang dilakukan olehtelevisi. Dan asumsi yang kedua adalah media dapat memperbaiki ataumemperjelas persepsi dan mengorganisasikannya dalam kehidupan kita. Samaseperti ketika seseorang mengaskes pemberitaan pada media online, dimana orangyang mengakses pemberitaan lebih sering pasti akan berbeda persepsinya denganorang yang mengaksesnya dalam kategori ringan atau jarang. Persepsi dan sikapkita secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh apa yang kita ketahui darimedia, selain dari media tentunya ada banyak faktor lainnya yang akanmempengaruhi sikap dan persepsi seseorang. West dan Turner mencontohkanfaktor lain yang mempengaruhi adalah faktor individu seseorang.Asumsi kedua ini sama dengan apa yang dikatakan oleh Jalaludin Rakhmatbahwa persepsi ditentukan oleh adanya beberapa faktor yaitu faktor fungsionaldan struktural dimana faktor struktural berasal dari stimulus fisik yang datangsalah satunya adalah dari media dan faktor fungsional yang merupakan faktor daripersonal seseorang salah satunya adalah tingkat pendidikan individu. Ketikamedia online memberitakan mengenai kepercayaan masyarakat yang mulaimenurun kepada DPR, maka kita sebagai audiens akan secara tidak langsungmembahas mengenai korupsi yang dilakukan DPR, kemudian perilaku anggotadewan dan media membuat atau seolah-olah kinerja DPR buruk. MenurutMcLuhan hal ini bisa terjadi, karena kita sebagai audiens telah termanipulasi olehberita yang ada pada media online.Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan formal terakhir dariseseorang yang sudah ditempuh dengan suatu kelulusan. Sedangkan IntensitasMengakses Pemberitaan melalui Media Online adalah keteraturan seseorangmenonton/mendengarkan/ mengakses informasi dengan menggunakan mediaonline secara berkali-kali disertai dengan variasi, dimana tingkat keteraturantersebut terdiri dari aspek kuantitas dan kualitas. Dan citra DPR RI adalahpersepsi seseorang terhadap DPR mengenai fungsi dan tugas DPR.Tipe penelitian ini adalah tipe penelitian eksplanatif dengan metodesurvey, dimana metode ini berusaha untuk mengevaluasi hubungan dua atau lebihvariabel. Populasi yang digunakan adalah kota Semarang, dimana kota Semarangmerupakan kota dengan masyarakat yang heterogen dilihat dari segi demografisdan psikografisnya. Sedangkan sampel yang digunakan adalah non probabilitasatau non random dengan usia 16 – 50 tahun karena merupakan usia yang aktifdalam mengakses informasi, menggunkan teknik accidental sampling, sedangkanjumlah sampel sebesar 50 responden.Validitas dilakukan dengan mengkonsulkan teori yang digunakan daninstrumen kepada para ahli, jika menggunakan spss dapat melalui correlated item– total correlation, sedangkan untuk reabilitas menggunakan uji coba kepada 10responden dan menggunakan uji crocobanch alfa.Tekhnik analisis data menggunakan beberapa uji coba. Untuk mengujihubungan tingkat pendidikan (X1) dengan citra DPR RI (Y) dan hubunganintensitas mengakses pemberitaan melalui media online (X2) dengan citra DPR RI(Y) menggunakan uji coba rank Kendall. Sedangkan untuk menguji bagaimanakeselarasan ketiga variabel menggunaka uji coba konkordansi Rank Kendall.ISIDari hasil kuesioner yang disebar kepada 50 responden didapatkan hasil bahwaterdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan citraDPR RI dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitasmengakses pemberitaan melalui media online dengan citra DPR RI. Berartisemakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin negatif persepsi masyarakatmengenai citra DPR RI dan semakin tinggi intensitas mengakses pemberitaanmelalui media online maka semakin negatif persepsi mereka mengenai citra DPRRI. Sedangkan hubungan ketiga variabel, didapatkan bahwa variabel bebas(tingkat pendidikan, intenistas mengakses pemberitaan melalui media online)secara bersama – sama berhubungan dengan citra DPR RI.Seperti halnya yang dijelaskan pada teori ekologi media dari Marshall McLuhanbahwa media dapat memperjelas, memperbaiki persepsi seseorang danmengorganisasikannya dalam kehidupan kita (Lihat Bab I, hal 20). Pada CitraDPR RI, disini media berusaha memberikan berita yang dapat membukapandangan masyarakat mengenai DPR, dan media mencitrakan seolah – olahbahwa DPR memang lembaga yang buruk, sehingga masyarakat punmempercayai dan mempersepsikan sama dengan apa yang dikatakan oleh media.Semakin seseorang mengakses media online maka akan semakin sering tertepaberita mengenai DPR dan sayangnya pemberitaan yang ada lebih sering beritanegatif mengenai DPR sehingga membaut persepsi mereka buruk mengenai citraDPR. berbeda dengan responden yang jarang mengakses pemberitaan melaluimedia online, tentunya mereka hanya sedikit tertepa mengenai berita buruk DPR.Salah satu efek yang ditimbulkan oleh media massa adalah efek kognitif,dimana efek ini memberikan perubahan pada apa yang diketahui, dipahami dandipersepsikan. Semakin tinggi responden mengakses maka semakin negatif pulacitra yang didapat dan begitupula sebaliknya (lihat Bab III, hal 23). Efek yangditimbulkan berbeda-beda setiap responden juga dipengaruhi oleh seberapa seringintensitas yang dilakukan dalam mengakses pemberitaan melalui media online.Responden yang mengakses media online termasuk dalam heavy viewersdimana mereka akan lebih sering terterpa dengan berbagai pemberitaan yang adapada situs media online termasuk pemberitaan mengenai DPR RI, sehinggamereka akan lebih mudah terpengaruh untuk memberikan kesan buruk kepadaDPR RI sesuai dengan apa yang dicitrakan oleh media mengenai DPR saat ini.Bahwa media mencitrakan DPR merupakan lembaga yang banyak sekalimenerima suap, gratifikasi dan hal – hal lain yang cenderung negatif. Sementarabagi responden yang mengakses pemberitaan melalui media online dalam kategorirendah atau masuk kategori light viewers, dimana mereka tidak terlalu seringtertepa pemberitaan negatif mengenai DPR dan memandang bahwa DPR hanyasekedar lembaga negara tanpa mengerti tugas, kewajiban dan fungsi yang harusdijalankan.Dengan demikian, kegiatan mengakses pemberitaan melalui media onlinedapat memberikan pengaruh tetapi hal tersebut bergantung pada intensitasnya.Diungkapkan oleh Burgin (Lihat Bab I, hal 28) bahwa intensitas seseorang dalammengakses media dapat mempengaruhi besarnya pengaruh media terhadapbagaimana seseorang mempersepsikan dan berperilaku. Begitupula dengankeadan sebaliknya, semakin rendah intensitas seseorang dalam mengaksespemberitaan maka semakin rendah pula pengaruhnya terhadap persepsi danperilaku orang tersebut.Namun pada asumsi ekologi media yang kedua menjelaskan bahwapersepsi dan sikap kita secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh apa yang kitaketahui dari media, tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi yaitu faktorpersonal. Disini yang dimaksud faktor personal adalah tingkat pendidikan yangdapat mempengaruhi bagaimana tingkat pendidikan dapat berpengaruh padapersepsi mengenai Citra DPR RI.Responden yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung terbukaterhadap sebuah isu yang memungkin adanya penggalian informasi lebih dalamsehingga menerima lebih banyak informasi dan membuat masyarakat yangberpendidikan tinggi tidak hanya melihat dari satu sudut pandang melainkanmelihat dari sudut pandang lainnya. Responden yang berpendidikan tinggi sudahmemiliki kebutuhan akan politik yang terbukti bahwa responden berpendidikantinggi lebih mengerti mengenai fungsi dan tugas DPR itu seperti apa, berbedadengan responden berpendidikan rendah yang hanya mengetahui DPR tanpamengerti tugas dan fungsi yang harus dijalankan.PENUTUPKesimpulan dari hasil pembagian kuesioner yang dilakukan didapatkan hasilsebagai berikut:1. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel tingkatpendidikan dengan variabel citra DPR RI. Dengan demikian,tingginya tingkat pendidikan membuat persepsi masyarakat mengenaicitra DPR RI semakin buruk.2. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel intensitasmengakses pemberitaan melalui media online dengan variabel citraDPR RI. Maka intensitas mengakses pemberitaan melalui mediaonline mendorong masyarakat untuk mempersepsikan mengenai citraDPR RI. Semakin tinggi intensitas mengakses pemberitaan melaluimedia online maka semakin buruk persepsi masyarakat mengenaicitra DPR RI.3. Tingkat pendidikan dan intensitas mengakses pemberitaan melaluimedia online dengan citra DPR secara bersama – sama berhubungandengan citra DPR RI.Sedangkan saran ditujukan kepada media, masyarakat dan penelitianselanjutnya, berupa:1. Media sebaiknya tidak hanya menampilkan keburukan danpenyelewengan yang dilakukan DPR RI melainkan juga prestasi –prestasi yang didapatkan DPR. Selain itu, media dalammemberitakan sebuah kasus DPR hendaknya tidak dilebih – lebihkanatau dengan kata lain harus memberikan berita yang seimbang, akuratdan objektif.2. Masyarakat pun harus lebih jeli dalam menilai kinerja DPR, tidakhanya melihat dari satu sudut pandang (sudut pandang media)melainkan juga dari sudut pandang lain.3. Pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan citra DPR RI,hendaknya dapat dilakukan dengan melihat faktor – faktor lain yangberhubungan, di luar intensitas mengakses dan tingkat pendidikan,misalnya persepsi terhadap pemberitaan, keterlibatan masyarakatdalam pembuatan kebijakan, dll. Disamping itu, penelitian juga dapatdilakukan dengan menggunakan teknik pengembilan sampel yangberbeda.
“Interpersonal Communication for Maintenance Relationship after Divorce” Siska Nofianti .; Agus Naryoso S,Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.442 KB)

Abstract

The frequent phenomena in the society find that there are many ex-couples who have poor communication after divorce. This causes both of couples being awkward in maintaining an effective interaction to one another. Ideally, we shall keep good communication with everyone, including with the ex (boyfriend or girlfriend). It is because we may meet the ex or even need his/her help in the future. Using a qualitative approach, this research has a purpose to describe about “Interpersonal Communication for Relationship Maintenance after Divorce”. Moreover, this research refers to a post-positivistic paradigm with applying a phenomenology method. The subjects of this research are two ex-couples as the main informants. In addition, this research applies mostly about Relational Maintenance Theory since it discusses the ways to maintain good communication with everyone and also with the ex. The result of this research shows that interpersonal communication with the ex will happen if both of them agree to reestablish communication after divorce. This interaction is started by having a motivation to keep in touch and to help one another even when they already became an ex-couple. Also, the ex-couple should still give attention, raise spirit, and be open to each other in order to easily create a friendship among them. Besides verbal communication which is done by texting, calling or using social media, the ex-couple also establishes non-verbal communication by dating. Dating is used to know their intimacy through getting close, having eye contact, having the touch, and showing gestures. The informants of an ex-couple who agreed to divorce will sit side by side, look at each other, and have the touch when they meet again. On the other hand, another ex-couple as the next informants who have a conflict after divorce tend to sit face to face, avoid looking at one another, and have no the touch. Nevertheless, the two ex-couples admit that they are still nervous when they meet again. In short, this research discovers that an initiative to break up a relationship can be decided by the woman or the man.
SOSIALISASI PROGRAM KAMPUNG BAHARI TAMBAK LOROK SEMARANG Nico Ariowibowo; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.385 KB)

Abstract

Development carried out by the government has a function to build human resources and also build physical in an area. The development of Kampung Bahari Tambak Lorok is one of them, which has the aim of alleviating slums and prospering its citizens. This study aims to describe the process of socialization, involvement and involvement of the Tambak Lorok community and to know the inhibiting and supporting factors. The research method uses descriptive qualitative with primary data sources from interviewees as many as 11 people, secondary data taken from relevant documents, as for data analysis using case studies with pattern matching, simple pattern patterns. The results of the study show: (1) The socialization starts with planning the concept first and the implementation is divided into 3 types of activities (2) The involvement and involvement of the Tambak Lorok community is very limited (3) The inhibiting factors and supporting more problems in non-technical matters, namely concerning characteristics of coastal communities.

Page 22 of 157 | Total Record : 1563