cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Akomodasi Komunikasi Antarbudaya (Etnis Jawa Dengan Etnis Minang) Nadila Opi Prathita Sari; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.292 KB)

Abstract

Different cultural values can cause several problems during the interaction process. The case raised was the interaction of the Minang and Javanese ethnic groups. Ethnic Minang who studied in Semarang opened intercultural meetings, especially with host culture. The values and norms of Minang and Javanese cultural backgrounds have conflicting differences, which can even cause problems that lead to conflict. This study aims to find out what are the obstacles experienced when interacting and the forms of efforts made by strangers and host culture in accommodating each other. This study uses a phenomenological approach that is used to understand a phenomenon based on the perspective of the informant, this is related to the ongoing interaction between ethnic Minang and Javanese with the main focus of accommodation with each other. The theory used is the Theory of Communication Accommodation and Interaction Adaptation Theory which serves to explain the constraints and forms of accommodation efforts undertaken by ethnic Minang and Javanese. In this study used in-depth interview techniques that were used to four informants with a Minang cultural background and four informants with a Javanese cultural background. The results of the study are the constraints of interaction experienced by Javanese ethnic informants and Minang ethnic informants on speech style, differences in cultural values, and lack of information and knowledge about the culture of the other person. Accommodation efforts carried out by each ethnic Minang individual are diverse, some are converging and divergent. In addition, ethnic Javanese individuals also make accommodations by asking for help from a third person or friend to help him communicate with strangers.
Pengaruh Terpaan Berita Kasus Pembunuhan pada Remaja di Media Massa dan Intensitas Komunikasi Orangtua – Anak terhadap Kecemasan Orangtua atas Keamanan Anaknya Dhiyah Puspita Sari; Djoko Setyabudi; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.441 KB)

Abstract

Terjadinya beberapa kasus pembunuhan pada remaja yang seringkali muncul pada media massa nasional, baik media cetak, online dan televisi dinilai dapat menentukan tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anaknya. Tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anak, dapat pula terbentuk karena rendahnya intensitas komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan berita kasus pembunuhan pada remaja di media massa dan intensitas komunikasi orangtua – anak terhadap kecemasan orangtua atas keamanan anaknya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa dan Teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory). Jumlah populasi sebanyak 133.146 orangtua yang mempunyai anak berusia 15 hingga 21 tahun di Kabupaten Batang. Menggunakan teknik multistage random sampling diambil sampel sebanyak 100 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPPS.Perhitungan statistik menunjukkan persamaan regresi linear sederhana antara terpaan berita kasus pembunuhan pada remaja di media massa terhadap tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anak adalah Y = 9.015 + 0.399 X1 dengan signifikansi 0.000. Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antaraX1 terhadap Y. Sementara, persamaan regresi linear sederhana antara intensitas komunikasi orangtua – anak terhadap tingkat kecemasan orangtua atas keamanan anak adalah Y = 10.806 + 0.092 X2 dengan signifikansi 0.025. Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara X2 terhadap Y. Sehingga hipotesis tidak terbukti.Media massa hendaknya melakukan tugas sesuai dengan fungsinya yaitu fungsi sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial. Dalam hal ini sebagai media yang memberitakan mengenai kasus pembunuhan pada remaja untuk menjadikan para orangtua waspada akan keselamatan anak mereka.Kata kunci : Terpaan berita, Intensitas Komunikasi, Kecemasan
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ORANGTUA DAN ANAK DALAM PROSES PENGEMBANGAN BAKAT DAN PEMILIYHAN KARIR ANAK DENGAN PILIHAN PROFESI MUSISI Melinda Ayu Santosa; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.817 KB)

Abstract

This study aims to understand the patterns of communication between parents and children in the process of developing talent and choosing a child's career with a choice of musician profession. The method used in this study is qualitative research with a phenomenological approach. The theories used in this study are Family Relations Schema Theory, Theory Self Disclosure and Emotional Intelligence Theory. In this study it was found that, to help children in developing talent and musical careers required high conversation orientation, supportive communication, and pluralistic types within the family. Suggestions that can be given are parents and children must increase the intensity of communication within the family to be able to creating openness and closeness to parent and child relationships and helping children achieve success.
Audit Media Relations Humas Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk Peningkatan Publisitas Lizzatul Farhatiningsih; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.895 KB)

Abstract

Nama : Lizzatul FarhatiningsihNIM : D2C009011Judul : Audit Media Relations Humas Sekretariat Daerah ProvinsiJawa Tengah untuk Peningkatan PublisitasABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi karena kurang berperannya Biro HumasSetda Jawa Tengah dalam melakukan fungsi kehumasan terhadap PemerintahProvinsi Jawa Tengah. Humas telah melakukan banyak kegiatan namun efeknyapada pemberitaan tentang Pemerintah Provinsi yang muncul belum terasa. Namunkesesuaian melakukan banyak kegiatan tersebut belum diimbangi denganpemberitaan-pemberitaan positif yang muncul di media massa baik cetak maupunelektronik. Hal tersebut menyebabkan terjadinya aksi di masyarakat yangmemperburuk citra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Metode yang digunakan adalah metode audit komunikasi. Tipe penelitianini adalah tipe penelitian deskriptif, di mana tipe penelitian ini terbatas pada usahamengungkapkan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan bertujuanuntuk membuat deskripsi gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, danakurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena ataukegiatan yang dilakukan oleh Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah yangberkaitan dengan media relations. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalahteknik wawancara mendalam kepada delapan orang yang terdiri dari pimpinan danstaf Biro Humas serta wartawan baik dari media massa cetak maupun elektronikyang berkaitan dengan Humas.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kinerja Humas Setda JawaTengah belum efektif. Kegiatan media relations yang dilakukan masih terbataspada kegiatan yang biasa dari tahun ke tahun mereka lakukan. Padahal,semestinya Humas mampu memahami, memiliki pengetahuan yang terusberkembang dan maju, serta melakukan lebih dari itu. Hal ini dikarenakanbanyaknya ketimpangan yang terjadi di Humas. Pemahaman mengenai mediarelations masih menitik beratkan pada fokus tujuan Humas saja yaitu untukmendapatkan publisitas, pemahaman mengenai tools media relations yang belumberkembang, belum adanya SDM yang kompeten dalam melaksanakan tugaspokok dan fungsi, minimnya anggaran, dan kewenangan yang terbatas membuatkinerja Humas menjadi kurang efektif. Dengan hasil audit komunikasi ini, pihakPemerintah Provinsi Jawa Tengah terutama Sekretariat Daerah Jawa Tengah perlumelakukan perbaikan terhadap fungsi maupun kewenangan Humas agar kinerjaHumas menjadi lebih efektif dan meningkatkan publisitas positif di media massa.Kata kunci: Audit Komunikasi, Media Relations, Public Relations, Publisitas.Nama : Lizzatul FarhatiningsihNIM : D2C009011Judul : Media Relations Audit of Public Relations in Region SecretariatCentral Java Province for Increasing The PublicityABSTRACTThis research is backgrounded of less contribution from Public Relations RegionSecretary Central Java Province when they do their function. Public Relationshave been doing many activities but the effect in news mass media about theGovernment of Central Java Province is nothing yet. However, doing moreactivity is not balance with appearing the good news in mass media, both printand electronic media. It causes many actions in society that make the bad imageof Government of Central Java Province.Communications audit methods is used in this research. Reseacher usesdescriptif research type that this research limited to the efforts to reveals aproblem or situation as it is and aims to create a picture or description of thepainting in a systematic, factual, and accurate information on the facts,characteristics, and relations between phenomena or activities conducted byPublic Relations in Region Secretariat Central Java Province related to mediarelations. In this research, used indepth interview technique to collect theinformation to eight people that consist of head, leader, staf of Public Relationeither reporters from print and electronic media.The outcomes from this research is the activity in Public Relations RegionSecretariat Central Java Province is not effective. Media relations activity thatconducted are limited to their annual activity. Besides, Public Relations should beable to understand, develop the knowledge, and do more than it. It is caused muchunbalances in Public Relations. Understanding of media relations is still focusedon the goal of Public Relations is only to get publicity, undevelop ofunderstanding media relations tools, nothing humans resources that competencewith main duty and functions of Public Relations, minimum budgeting andfacilities, and limited authority that makes the performance of Public Relations isnot effective. The outcome of this communication audit, Central Java Province,espescially Region Secretariat of Centra Java need an improvement in PublicRelations’function and competence. In order to make Public Relations’s task bemore effective and increasing positive publicity in mass media.Keywords: Communication Audit, Media Relations, Public Relations, Publicity.JURNALAudit Media Relations Humas Setda Jawa Tengah untukPeningkatan PublisitasLIZZATUL FARHATININGSIHD2C009011JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENDAHULUANKeberadaan Public Relations atau Humas sangat dibutuhkan olehperusahaan-perusahaan maupun instansi pemerintah. Fungsi-fungsi dan tugastugasHumas sangat menunjang kelangsungan hidup dan mempengaruhi citra darisuatu instansi pemerintah. Humas merupakan suatu profesi dengan proseskomunikasi kepada publik atau dengan kata lain Humas menghubungkan antaralembaga/instansi dengan publiknya baik eksternal maupun internal. Dalamkonteks lembaga publik seperti pemerintah, peran melayani dan mengembangkandukungan publik guna mencapai tujuan organisasi merupakan hal yang sangatpenting. Pemberitaan yang beredar mengenai instansi pemerintah merupakansalah satu tanggung jawab besar bagi Humas.Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah (Setda ProvJateng) merupakanunsur pembantu pimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin olehSekretaris Daerah, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur.Sekretariat Daerah Provinsi bertugas membantu Gubernur dalam melaksanakantugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksanaserta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh Perangkat DaerahProvinsi. Divisi Humas Setda Jateng bertugas memberikan informasi danpenjelasan mengenai kebijakan-kebijakan yang akan atau telah dilakukan olehpemerintah/instansi, menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintahdengan publiknya. Untuk dapat melakukan tugas-tugas tersebut Humas harusmelakukan berbagai macam kegiatan komunikasi yang berbeda untuk masingmasingpublik, baik internal maupun eksternal.Media massa memegang peran dalam tugas Humas tersebut karena mediamassa dapat menimbulkan kesadaran terhadap sesuatu, mempersuasi ataumengajak untuk melakukan hal tertentu, serta mengubah sikap, pendapat, atauperilaku seseorang. Menurut Wasesa dalam Political Branding and PublicRelations (2011 : 18) agar suatu citra sebuah merek baik komersial maupunpolitik dapat melekat di benak konsumen atau audiens, perlu dilakukanrehabilitasi setiap 3 bulan sekali agar loyalitas konsumen pun tercipta. Haltersebut dapat diartikan menjadi institusi pemerintah, khususnya Humas SetdaJateng perlu melakukan pembaharuan, pencerahan, analisis, atau evaluasi di setiap3 bulan untuk dapat mempertahankan loyalitas dalam hal ini adalah loyalitaspihak-pihak eksternal terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seperti pers danmasyarakat.Pemerintah Provinsi Jateng yang dipimpin oleh Gubernur Bibit Waluyobanyak menuai prestasi selama melaksanakan tugas memimpin Jawa Tengah,akan tetapi, pemberitaan mengenai prestasi yang diraih oleh Pemerintah ProvinsiJawa Tengah tersebut rupanya tidak terlalu mendapat perhatian publik ketikamedia menyiarkan pemberitaan tersebut, justru beberapa kasus yang dialami olehPemerintah Provinsi Jawa Tengah baik Gubernur Bibit Waluyo besertajajarannyalah yang belakangan ini lebih menjadi sorotan dan kemudianberpengaruh terhadap sikap masyarakat dan opini masyarakat kepada pemerintah.Seperti kasus yang terjadi ketika Gubernur Bibit Waluyo memberikan pernyataanmengenai kesenian Jathilan atau jaran kepang dengan menyebut Jathilan sebagaikesenian terjelek di dunia.Kegiatan media relations yang selama ini telah dilakukan oleh HumasSetda Pemprov Jateng antara lain konferensi pers, press release, press luncheon,dan talk show. Selain itu ada pula anggaran APBD dengan jumlah yang cukupbesar yang diberikan kepada organisasi-organisasi wartawan Jawa Tengah, sertapembuatan Forum Komunikasi Wartawan Jawa Tengah yang dipimpin olehSekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah. Beberapa kebijakan dan kegiatantersebut merupakan upaya menjalin hubungan yang baik sehingga kiranya dapatmeningkatkan publisitas dan meminimalisir pemberitaan negatif di media massa.Tetapi, meskipun Humas Setda Jateng sudah melakukan berbagai kegiatan danupaya tersebut, pada kenyataannya pemberitaan mengenai Pemerintah ProvinsiJawa Tengah masih didominasi oleh munculnya pemberitaan yang negatif baik dimedia cetak maupun elektronik.Oleh sebab itu, yang kemudian menjadi pokok permasalahan adalahbagaimana kegiatan Media Relations Humas Sekretariat Daerah PemerintahProvinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan publisitas?Penelitian ini diharapkan dapat memperdalam kajian Teori MediaRelations yang berkaitan dengan audit media relations serta diharapkanmemberikan kontribusi bagi Humas Setda Provinsi Jawa Tengah pada khususnyadan humas di seluruh instansi pemerintah daerah pada umumnya untukmenentukan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menjalin hubunganyang baik dengan media massa agar dapat meningkatkan publisitas instansitersebut. Penelitian ini mengambil pemikiran-pemikiran tentang media relationsIriantara, teori media relations Lesley suatu hubungan dengan media komunikasiuntuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap organisasidan berguna untuk memberikan informasi kepada masyarakat karena kaitannyadengan media massa dan pers selain itu juga bermanfaat untuk memperolehdukungan dan kepercayaan masyarakat. Kegiatan-kegiatan media relations antaralain, Press Conference, Press Tour, Press Reception, Press Briefing, PressStatement, Press Interview, Press Gathering, Press Release, Media Advisory,Press Kit, Press Room, Media List, Talkshow. Ada pula teori-teori tentang auditkomunikasi, Jane Gibson dan Richard Hodgetss (1991 : 453) dalam bukunyaOrganizational Communication: A Manajerial Perspective dalam Hardjana (2000: 10) yaitu suatu analisis yang lengkap atas sistem-sistem komunikasi internal daneksternal dari suatu organisasi.Audit public relations merupakan komponen reguler dari banyak programpublic relations. Mereka menyediakan data input bagi perencanaan programpublic relations pada masa mendatang dan membantu mengevaluasi efektivitaskerja sebelumnya. Agensi Joyece F.Jones dan Ruder Finn Rotmann yang dikutipBakin, Aronoff & Lattimore (1997 : 124) menjelaskan proses audit dalam empatproses :1. Mencari tahu apa yang “kita” pikirkan (finding out what “we” think)2. Mencari tahu apa yang “mereka” pikirkan (finding out what “they” think)3. Mengevaluasi kesenjangan sudut pandang di antara keduanya (Evaluatingthe disparity)4. Memberi Rekomendasi (Recomending)ISIPenelitian ini terbagai ke dalam dua bab pembahasan yang membahas mengenaikesesuaian kinerja Humas atau kegiatan-kegiatan media relations yang dilakukandengan konsep dan mencari tahu mengenai kebutuhan Humas dalam rangkapeningkatan kerja dan jika diperlukan perbaikan di dalamnya. Pembahasantersebut antara lain sebagai berikut :1. Pemahaman media relations : Humas Setda Jawa Tengah sendiri memahamimedia relations sebagai upaya menjalin hubungan baik dengan media massauntuk mempublikasikan kegiatan pimpinan daerah seperti Gubernur, WakilGubernur, Setda, dan lainnya kepada masyarakat sesuai dengan kedudukanHumas sebagai Kominfo, Komunikasi dan Informasi. Humas perlu jugamemahami tools media relations dan bahwa media relations merupakanupaya menjalin hubungan yang baik dengan wartawan serta bagaimanamenyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat dengan tepat.2. Tujuan kegiatan media relations : bertujuan untuk menjalin hubungan yangbaik dengan media, bekerja sama, memaksimalkan publisitas dari kegiatankegiatanpara pejabat pimpinan daerah seperti Gubernur, Wakil Gubernur,Sekretaris Daerah dan Asisten Daerah. Humas seharusnya perlu memahamitujuan-tujuan kegiatan media relations yang lain, yaitu perlunya memperolehumpan balik dari masyarakat mengenai upaya dan kegiatanlembaga/organisasi yang telah dilakukan karena hal tersebut akan menjadisalah satu dasar bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikankinerja yang dilakukan.3. Target audience kegiatan media relations : menyasar seluruh media massabaik lokal maupun nasional dan baik cetak maupun elektronik yang memilikikredibilitas, dapat memberitakan suatu berita secara objektif, serta ikutmelakukan fungsi informatif dan edukatif kepada masyarakat. Humasseharusnya menerapkan absensi bagi wartawan yang hadir dalam setiapkegiatan yang dilaksanakan, karena hal tersebut merupakan salah satu carauntuk melakukan kontrol terhadap ketepatan sasaran Humas.4. Jenis kegiatan media relations : Hanya sedikit dari kegiatan media relationsyang diketahui dan dilakukan dengan baik oleh Humas. Humas kurangmemaksimalkan sebagian besar kegiatan media relations dan terlihat hanyasekedar formalitas dalam melaksanakannya. Banyak persiapan yang tidakdilakukan secara matang seperti persiapan tempat, waktu, yang lebihmengandalkan keseluruhan kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secaraincidental. Perlu dipahami bahwa saat ini kegiatan media relations mulaiberkembang dan lebih beraneka ragam. Selain itu, Humas harus mengetahuikarakteristik dan perbedaan teknik pelaksanaan masing-masing kegiatanmedia relations. Anggaran dana dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintahjuga bisa lebih dimanfaatkan untuk memaksimalkan kegiatan.5. Analisis Masalah : Pendekatan research maping media dengan melakukanmonitoring belum dapat dilakukan dengan baik oleh Humas karena saat iniyang dilakukan oleh Humas adalah sekedar melakukan kliping berita tanpamenganalisis, sehingga hal tersebut akan berdampak pada kurangmaksimalnya pelaksanaan respon krisis pemberitaan. Biro Humasmembutuhkan staf-staf yang lebih mengerti mengenai pekerjaan kehumasan.Bagaimanapun juga, Biro Humas harus melakukan maping media secaraperiodik dengan melakukan analisis pada pemberitaan-pemberitaan yang dikliping setiap harinya. Selain itu respon pada krisis pemberitaan juga harussegera dilakukan jika diperlukan. Humas harus memahami bahwa mapingmedia bukan hanya sekedar kliping, tetapi mengumpulkan pemberitaan, sertapembuatan analisis dari pemberitaan tersebut dan membuat kecenderungan isimasing-masing media massa secara periodik6. Indikator berita : Indikator berita yang diterapkan Humas yaitu visi misi daripemerintah rupanya belum dapat dimaksimalkan karena analisis berita sendiritidak dilakukan dengan baik. Humas harus memahami bahwa indikatorpemberitaan yang merupakan visi misi dari pemerintah menjadi salah satufaktor penentu bagaimana hasil dari maping media yang dilakukan olehHumas. Baik pimpinan maupun staf perlu menangani secara seriusterhambatnya proses maping media tersebut. Selain merupakan visi dan misi,harusnya Humas juga memiliki indikator-indikator tetap yang akan selaluberlaku meski terjadi pergantian pemerintahan sebagai tolok ukur mendasarpenilaian terhadap suatu berita.7. Budgeting kegiatan media relations : Perencanaan anggaran kegiatan mediarelations di Humas telah dilakukan namun memang masih kurang maksimal.Humas dalam melakukan budgeting perlu memperhatikan beberapa hal yaituperencanaan yang ditulis secara rinci dan lebih mendetail untuk anggaranbagi setiap kebutuhan yang mungkin diperlukan. Selain itu, dalam melakukanperencanaan anggaran seharusnya Humas juga mempertimbangkan danacadangan yang sekiranya dibutuhkan, terlebih jika terdapat wartawanwartawanyang memang meminta upah kepada Humas setelah melakukanpeliputan8. Time schedule : Humas tidak memiliki time schedule yang jelas denganalasan bahwa mereka bekerja incidental sesuai dengan kegiatan-kegiatanyang dilakukan oleh Gubernur yang tidak bisa direncanakan pada jauh harisebelumnya. Humas seharusnya membuat time table perencanaan suatukegiatan atau event yang akan diselenggarakan. Selain itu, pembagian kerjadalam setiap kegiatan juga harus diperjelas dengan membuat job descriptionyang lebih rinci bagi masing-masing orang karena selama ini terlihat ketidakteraturan koordinasi yang memang berjalan berdasarkan kebiasaan. Pimpinanjuga harus mengecek kesiapan staf dalam menangani kegiatan tersebut dariawal hingga evaluasi dilakukan.9. Strategi dan taktik : Humas masih mengandalkan sistem menghafal dankebiasaan dalam melakukan setiap kegiatan media relations. Oleh sebab itu,Humas perlu memiliki SOP secara tertulis yang menjadi pedoman pengerjaandari setiap kegiatan. Pembagian tugas kerja yang jelas juga harus diterapkandari awal perencanaan hingga evaluasi kegiatan. Sebagai pimpinan, KepalaBiro dapat menjadi fasilitator untuk saling tukar menukar pikiran danpendapat mengenai kinerja Humas antara bagian satu dengan yang lain agartidak terjadi pemikiran atau pemahaman yang subyektif. Selain itu, Humasjuga harus memahami bahwa pelaksanaan kegiatan kehumasan menyangkuthubungan antara instansi dengan pihak luar dalam hal ini adalah media.Humas harus memiliki cara untuk dapat memaksimalkan publisitas yangpositif dengan melakukan pendekatan dengan media.10. Pemilihan Tempat Pelaksanaan : Pemilihan tempat pelaksanaan yangmemang ikut menyesuaikan tempat kegiatan yang dilaksanakan pimpinandaerah pada saat itu memang sudah biasa dilakukan. Dengan begitu faktorkenyamanan wartawan memang cenderung dikesampingkan. Humasseharusnya menyelenggarakan kegiatan media relations dalam hal ini PressConference di tempat yang nyaman.11. Penanggungjawab Pelaksanaan : Kepala Biro Humas sebagaipenanggungjawab meskipun banyak menghabiskan waktu di luar ruangansetidaknya harus dapat melakukan monitoring setiap kegiatan dari paraKepala Bagian. Di sini peran pimpinan sangat dibutuhkan untuk memberikanpengarahan di mana masih banyaknya staf yang merasakan kebingungan dancenderung asal kerja sesuai dengan pemahaman subyektif mereka.12. Evaluasi : Evaluasi yang dilakukan oleh Humas yaitu check list kesesuaianrencana dan pelaksanaan yang meliputi pencapaian tujuan, narasumber, isimateri rencana anggaran, target yang datang serta rekomendasi. Humas sudahmemahami dan melakukan evaluasi pada keseluruhan hal-hal tersebut. Tetapi,dalam laporan pertanggungjawaban tahunan, evaluasi dari kekurangan tidakdicantumkan. Humas seharusnya merinci segala kekurangan dalampencapaian target dari setiap kegiatan media relations. Humas juga harusterbuka dengan pimpinan atas pencapaian dan kegagalan yang terjadi. Selainitu, Humas juga harus mengetahui bahwa evaluasi dilakukan setelah akhirkegiatan dan secara berkala yaitu tiga bulan sekali untuk dapat membuatrekomendasi bagi kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya.13. Proses Pendokumentasian : Selama ini memang Humas baru melakukandokumentasi pemberitaan di media cetak saja. Humas perlu memahamibahwa saat ini media televisi dan internet merupakan media yang banyakdigunakan dan diakses oleh masyarakat. Dokumentasi media televisi pun saatini sebenarnya sudah cukup mudah, melalui youtube, rekaman pemberitaandapat diakses dan didokumentasikan. Selain itu, untuk media internet, situssituspemberitaan kini mulai banyak dan mudah diakses kapan dan di manasaja oleh masyarakat, melihat bahwa saat ini pun banyak isu bermula darimedia internet. Humas harus mengikuti perkembangan isu di media massauntuk menjadi suatu pertimbangan langkah-langkah yang akan dilakukan.14. Model Respon Krisis Pemberitaan : Respon krisis pemberitaan yangdilakukan oleh Humas selama ini dilakukan hanya jika pemberitaan negatifsudah menyebabkan akibat tergeraknya massa dalam aksi-aksi demonstrasi.Hal tersebut juga menunjuk ke arah maping dan monitoring media yangmemang belum dilaksanakan oleh Humas dengan baik. Penyatuanpemahaman antara melakukan respon dengan release dan melakukan respondengan membuat pemberitaan tandingan juga perlu dilakukan, seharusnyaHumas memiliki kategori-kategori tertentu pemberitaan yang memang akandirespon dengan release dan kriteria-kriteria pemberitaan yang akan direspondengan membuat pemberitaan lain di media massa. Humas juga seharusnyalebih memahami bagaimana cara melakukan respon krisis yang efektif danefisien. Setidaknya dalam membuat release, setelah itu mereka harusmelakukan cross check dengan memantau dimuat atau tidaknya pemberitaantersebut di media massa. Humas seharusnya mendapatkan feedback darimedia atas kegiatan yang telah dilaksanakan bagaimana pun juga mediarelations melibatkan komunikasi dua arah.PENUTUPPenelitian mengenai audit media relations Humas Setda Jawa Tengah untukpeningkatan publisitas ini adalah penelitian yang berfokus pada kajian tentangkegiatan media relations yang dilakukan oleh Humas Setda. Kegiatan-kegiatanmedia relations yang diteliti adalah kegiatan-kegiatan media relations yangmemang dilakukan oleh Humas selama ini demi terjalinnya hubungan yang baikdengan wartawan dan mendapatkan publisitas di media massa. Penelitian tersebutdilakukan karena melihat banyaknya pemberitaan-pemberitaan negatif tentangPemprov Jateng akhir-akhir ini.Pada penelitian ini, hal-hal yang dibahas adalah kegiatan-kegiatan mediarelations dari proses awal perencanaan hingga tahap evaluasi beserta jenisjenisnyaserta cara melakukan respon pada krisis pemberitaan yang terjadi.Mengacu pada pendapat dari Lesley bahwa media relations adalah suatuhubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau meresponkepentingan media terhadap organisasi.Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Humas selama ini masihmemunculkan pemberitaan-pemberitaan negatif mengenai pemerintah provinsi.Terlebih-lebih pada beberapa kasus yang terjadi seperti kasus pembangunan jalantol, kuda kepang, parcel lebaran, serta masih banyak lagi hal-hal yang kemudianmenjadikan munculnya pemberitaan negatif di media massa meski memiliki sisipositif pada faktanya.Penelitian mengambil kesimpulan bahwa Humas sudah dapat memahamimedia relations. Hanya saja pemahaman tersebut masih berfokus padakepentingan yang ingin dicapai oleh Humas yaitu sekedar untuk mendapatkanpublisitas di media massa. Selain itu, Dalam fokus dan sasaran kegiatan mediarelations, Humas belum menguasai keseluruhan maksud dan tujuan dilakukannyamedia relations. Hal tersebut yang kemudian membuat Humas dalammelaksanakan pekerjaannya kurang memperhatikan prosedur-prosedurpelaksanaan kegiatan media relations secara teknis yang tepat.Kesimpulan lain yang sekaligus merupakan kritik kepada Humas adalahHumas belum memahami adanya perkembangan dari jenis-jenis kegiatan-kegiatanmedia relations. Humas masih bertahan dengan kegiatan-kegiatan yang biasadilakukan dari tahun ke tahun dengan tata cara pelaksanaan yang juga kurangdipahami oleh sebab itu tidak dipersiapkan dengan baik. Kinerja Humas yangkurang efektif juga dikarenakan rendah dan lemahnya kemampuan di manaHumas kurang memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalammelaksanakan tugas-tugas kehumasan seperti dalam Bagian Analisis Media danInformasi Humas, kegiatan menganalisis media belum dilakukan karena stafmerupakan lulusan Sekolah Menengah Atas yang tidak mendapatkan pengetahuanmengenai konsep-konsep kehumasan. Humas tidak melakukan perencanaan danpelaksanaan kegiatan dengan baik. Banyak kegiatan yang dilakukan tidakmenggunakan perencanaan komunikasi strategis yang benar, lebih kepada hanyamengikuti perintah atasan, sehingga tidak terkoordinir dengan baik. Evaluasi yangdilakukan oleh Humas cenderung formalitas dan kurang maksimal. Tidak adarekomendasi yang dicantumkan dalam setiap laporan pertanggungjawaban yangdibuat.Hubungan antara Humas dengan media sejauh ini baik, hanya saja masihselalu terjadi perbedaan pendapat yang disebabkan oleh perbedaan kepentinganantara Humas dengan media massa. Seperti perbedaan pendapat ketika terjadikasus kuda kepang, dan pembangunan proyek tol Semarang-Solo. Selain itu,media juga masih bertindak pasif dalam kegiatan-kegiatan komunikasi denganHumas.Kepala Biro juga kurang memahami media relations, sehingga kurangnyakontrol pimpinan membuat pelaksanaan kegiatan-kegiatan media relations tidakberjalan dengan baik. Tidak ada pertemuan rutin untuk membahas mengenaievaluasi kegiatan dan hasil dari pelaksanaan kegiatan media relations.Humas belum dapat memanfaatkan fasilitas, sarana dan prasarana yangdimiliki dan diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan baik.Seperti dalam melakukan dokumentasi pemberitaan, Humas tidakmelaksanakannya pada media selain media cetak. Hal tersebut terjadi dikarenakantidak adanya pendidikan dan pelatihan mengenai kegiatan pendokumentasianberita yang baik yang seharusnya diberikan kepada baik pimpinan maupun stafHumas. Humas belum dapat melakukan respon terhadap krisis pemberitaandengan efektif dan efisien dikarenakan sistem kerja Humas yang belumterkoordinir dengan baik. Banyak pemberitaan negatif yang kemudian hanyalewat tanpa mendapat penanganan.Biro Humas perlu mendapatkan penataran dan pelatihan berkala yangdiikuti oleh baik Kepala Bagian maupun staf, mengenai pemahaman serta tugastugaspenting yang harus dilaksanakan seperti bagaimana praktek analisis mediaseharusnya dilakukan dan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan media relationsdengan baik dan benar. Apabila pimpinan tidak dapat meminta bantuan penatardari kantor regional, maka pimpinan dapat menyewa tenaga ahli komunikasiuntuk memberikan pelatihan.DAFTAR PUSTAKAAnggoro, M. Linggar. 2002. Teori dan Profesi Kehumasan serta Aplikasi diIndonesia. Jakarta : Bumi AksaraArdianto, E.L. 2004. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: SimbiosaArdianto, Elvinaro & Soemirat, Soleh. (2008). Dasar-Dasar Public Relations.Bandung: PT Remaja RosdakaryaBaskin Otis, Aronoff Craig, dan Lattimore. 1997. Public relations: The Professionand the Practice 4 Edition. United state of America: McGraw Hill CompaniesBungin, Burhan H.M. 2007. Penelitian Kualitatif : Komunikasi, Ekonomi,Kebijakan. Publik, dan Ilmu social. Jakarta : Kencana Prenama Media GroupDarmastuti, Rini. 2012. Media Relations : Konsep, Strategi Dan Aplikasi.Yogyakarta : ANDIDennis L. Wilcox, Glen T. Cameron, Phillip H. Ault, and Warren K. Agee. PublicRelations: Strategies and Tactics. Seventh Edition, Pearson Education, Inc., USA,2003Effendy, Onong Uchjana. 2002. Hubungan Masyarakat suatu StudyKomunikologis. Bandung : PT Remaja RosdakaryaF, Rachmadi. 1994. PR dalam Teori dan Praktek : Aplikasi dalam Badan Swastadan Lembaga Pemerintah. Jakarta : Gramedia Pustaka UtamaIriantara, Yosal. 2005. Media Relations: Konsep, Pendekatan, dan Praktik.Bandung: Simbiosa Rekatama MediaIriantara, Yosal. 2007. Community Relations (Konsep dan Aplikasinya). Bandung: Simbiosa RekatamaHamidi. 2010. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. 3rd. Malang : HamidiHardjana, Andre. 2000. Audit Komunikasi Teori dan Praktek. Jakarta: GrasindoJefkins, Frank. 2004. Public Relations. Jakarta : ErlanggaKriyantono, Rachmat.2008. Public Relations Writing. Cetakan ke-2. Jakarta :Fajar InterpratamaLarkin, Judy, 2003, Risk Issues and Crisis Management: A Casebook of BestPractice. London: Kogan PageMoleong. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : RosdakaryaNurudin.2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaNova, Firsan.2011. Crisis Public Relations. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaNova, Firsan. 2009. Crisis Public Relations. Jakarta : PT. GrasindoPuspandani, Kartika Dewi. 2006. Pengukuran Publicity Effectiveness Level danPemanfaatannya dalam Perencanaan Strategi dan Taktik Komunikasi.Yogyakarta: Fisipol Universitas Gajah Mada.Ruslan, Rosady. 1997. Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. Jakarta : PTRaja Grafindo PersadaRuslan, Rusady. 2006. Manajemen Humas dan Komunikasi, Konsepsi danAplikasi. Jakarta : PT Rajagrafindo PersadaRusady, Ruslan. 2007. Manajemen Public Relations & Media KomunikasiKonsepsi dan Aplikasi. Jakarta : PT Rajagrafindo PersadaRuslan, Rosady. 2010. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi.Jakarta : PT Rajagrafindo PersadaWardhani, Diah. 2008. Media Relations : Sarana Membangun ReputasiOrganisasi. Yogyakarta : Graha IlmuWasesa, Silih Agung. 2011. Political Branding & Public Relations. Jakarta : PTGramedia Pustaka UtamaWidjaja. 1997. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta : Bumi AksaraSumber internethttp://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/04/11/115146/Pemprov-Jateng-Gagal-Entaskan-Kemiskinan diunduh pada tanggal 04 Februari 2013pukul 19.11 WIBhttp://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=69893#.URMs-R1QFVYdiunduh pada tanggal 04 Februari 2013 pukul 19.15 WIBhttp://regional.kompas.com/read/2012/09/12/13433283/Gubernur.Jateng.Menyinggung.Seniman.Jathilan diunduh pada tanggal 04 Februari 2013 pukul 19.16 WIBhttp://www.solopos.com/2011/05/17/komisi-d-peringatkan-gubernur-soal-jalantol-98292 diunduh pada tanggal 04 Februari 2013 pukul 19.17 WIBhttp://www.tempo.co/read/news/2010/10/22/177286567/Pemberian-Dana-ke-Wartawan-Tradisi-Lama diunduh pada tanggal 07 Februari 2013 pukul 15.00WIBhttp://news.detik.com/read/2012/11/22/174732/2098697/10/kpk-sebut-banyakpejabat-korupsi-gubernur-jateng-sepertinya-tidak-ada diunduh pada tanggal 14Februari 2013 pukul 22.00 WIBhttp://eprints.undip.ac.id/29126/1/SUMMARY_PENELITIAN_Wiwid_Adiyanto.pdf diunduh pada tanggal 21 Februari 2013 pukul 20.28 WIBhttp://tvku.tv/v2010b/index.php?page=stream&id=6444 diunduh pada tanggal 19Maret 2013 pukul 20.14 WIBhttp://efkawejete.blogspot.com/ diunduh pada tanggal 05 Maret 2013 pukul 21.00WIBhttp://kabar17.com/2012/05/gubernur-jawa-tengah-dikecam-petani-tembakau/diunduh pada tanggal 05 Maret 2013 pukul 21.28 WIBhttp://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/04/27/61199/Pers-Diminta-Tak-Hanya-Tulis-Berita-Negatif- diunduh pada tanggal 05 Maret 2013pukul 21.59 WIBhttp://news.detik.com/read/2012/11/29/123142/2104844/10/warga-menolakeksekusi-tanah-lemah-ireng-semarang-ricuh diunduh pada tanggal 05 Februari2013 pukul 01.00 WIBhttp://repository.upnyk.ac.id/2306/1/Nunung_Prajarto.pdfhttp://ahmadyusuf-fpsi08.web.unair.ac.id/artikel_detail-46452-Umum-Metode%20Penelitian.html(http://www.solopos.com/2012/11/28/gubernur-jateng-raih-planinum-gold-darisby-351805 05 Maret 2013 pukul 23.00 WIB(http://news.detik.com/read/2011/06/27/180047/1669850/10/sebut-walikota-solobodoh-gubernur-jateng-akan-ditolak-masuk-solo diunduh pada tanggal 05Februari 2013 pukul 01.00 WIB)(http://www.youtube.com/watch?v=miDtNj_JIwg diunduh pada tanggal 08 Maret2013 pada pukul 19.00 WIB)(http://www.youtube.com/watch?v=3H0aQzl8M1w diunduh pada tanggal 08Maret 2013 pada pukul 19.01 WIB(http://birohumas.jatengprov.go.id/portal/view/struk2 diunduh pada tanggal 11Maret 2013 pada pukul 00.04 WIB)http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/04/27/61199/Pers-Diminta-Tak-Hanya-Tulis-Berita-Negatif- diunduh pada tanggal 11 Maret 2013pada pukul 00.05 WIB)http://web.undp.org/comtoolkit/reaching-the-outside-world/outside-world-coreconcepts-working-media.shtml diunduh pada tanggal 13 Juli 2013 pukul 16:51 WIBhttp://prinyourpajamas.com/how-to-build-your-own-media-list/ diunduh padatanggal 13 Juli 2013 pukul 16:51 WIB
Hubungan antara Terpaan Publisitas dan Faktor Demografis dengan Dukungan Masyarakat pada Kegiatan City Branding Jepara Wildan, Arbi Azka; Naryoso, Agus; Lestari, Sri Budi; Rahmiaji, Lintang Ratri
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.016 KB)

Abstract

City branding merupakan upaya atau strategi dari suatu kota untuk membuat positioning yang kuat di regional maupun global. Jepara memerlukan kegiatan city branding untuk memperkuat positoningnya diantara kota-kota lain, turut serta melibatkan masyarakat dan media juga sangat diperlukan dalam kegiatan city branding. Lalu, adakah hubungan antara terpaan publisitas dan faktor demografis dengan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding Jepara?Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji korelasi terpaan publisitas dan faktor demografis dengan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding Jepara. Hipotesis dari penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara terpaan publisitas dengan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding Jepara dan Terdapat hubungan antara terpaan publisitas dan faktor demografis dengan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding Jepara. Penelitian ini menggunakan uji analisis korelasi pearson dan Reinforcement Theory serta Teori Kategori Sosial digunakan untuk menjelaskan hubungan antara terpaan publisitas dan faktor demografis dengan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding Jepara. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Jepara yang diambil sebanyak 50 orang, secara purposive.Adapun hasil penelitian menunjukkan nilai koefiensi korelasi terpaan publisitas kegiatan city branding kota Jepara menunjukkan angka sebesar 0,219, artinya terpaan publisitas kegiatan city branding kota Jepara dan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding memiliki korelasi rendah. Sedangkan koefisiensi korelasi faktor demografis menunjukkan angka 0,059, artinya faktor demografis dan dukungan masyarakat pada kegiatan city branding memiliki korelasi sangat rendah. Nilai koefisiensi korelasi keduanya menujukkan angka positif (+), maka dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang searah atau linier, artinya semakin tinggi terpaan publisitas dan faktor demografis maka semakin tinggi pula dukungan masyarakat pada kegiatan city branding kota Jepara. Pada penelitian ini hasil uji korelasi menunjukkan korelasi rendah, berarti bahwa publikasinya rendah sehingga dukungan masyarakat pada kegiatan city branding juga rendah.
Komunikasi Antar Pribadi dalam Hubungan Berpacaran yang Menimbulkan Konflik Kekerasan Psikis Aisyah Anjani; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.078 KB)

Abstract

Interpersonal communication does not always go well, that is why conflicts arise. Likewise in dating relationships which often experienc conflicts due to lack of quality of communication. Some dating relationships, if the conflict cannot be resolved, will lead to psychological violence. This shows how important interpersonal communication is in managing conflict. This research is interesting to study because the importance of interpersonal communication is used to manage conflicts in dating relationships. This study aims to describe Interpersonal Communication in Dating Relationships which Causes Psychological Violence Conflict. Using a qualitative descriptive study approach with data collection carried out by in-depth interviews. The research subjects were three women who had experienced psychic violence in dating. The theory used is argumentativeness, assertiveness, and verbal aggressiveness theory. The results of this study indicate that the three informants show mutual comfort with closeness and intimacy in their relationships, but there is a feeling of unworthiness that causes excessive dependence on closeness and intimacy that can lead to feelings of discomfort. Individuals feel afraid of being abandoned by their partners and usually overly monitor their relationships with their partners and in this category extreme emotions and low levels of trust. Conflict also often occurs based on jealousy and lack of communication quality. Conflict management efforts that have been carried out are not effective so that problems cannot be resolved properly and occur repeatedly. Even victims of psychic violence because of their own pressure can turn into psychic violence perpetrators as a reaction.
NASIONALISME WARGA EKS-TIMOR LESTE DALAM FILM TANAH AIR BETA Ayu Pramudhita Noorkartika; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.503 KB)

Abstract

Film tidak sekadar sebagai media yang sangat komunikatif, namun juga mampumenghadirkan kembali realitas yang ada ke dalam sebuah karya seni. Selain itu,film juga digunakan sebagai alat propaganda yang diyakini cukup efektif. TanahAir Beta merupakan sebuah film propaganda dari sineas dan tim untuk mengajakmasyarakat Indonesia menilik dan mengukur rasa cinta terhadap tanah air.Penelitian ini bertujuan mengetahui representasi nasionalisme warga eks-TimorLeste dalam film Tanah Air Beta. Teori yang digunakan dalam penelitian iniadalah teori representasi dari Stuart Hall dan teori nasionalisme dari BenedictAnderson. Tipe penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan analisissemiotika Roland Barthes yang berusaha mengungkapkan makna yangtersembunyi di balik sebuah tanda, untuk meneliti dan mengkaji tanda-tanda didalam film.Temuan penelitian ini menunjukan bahwa Tanah Air Betamerepresentasikan nasionalisme sebagai sebuah bangsa yang pada hakekatnyaterbatas dan bangsa yang dibayangkan menjadi komunitas. Hal-hal tersebut dapatdilihat melalui tanda-tanda seperti dialog, kostum, penampilan, dan gambar yangberada di dalam film. Nasionalisme yang dikemas rapih dalam konteks keluargaini menunjukkan bahwa perbedaan etnis tidak menghalangi pencapaian cita-citauntuk kesatuan dan persatuan bangsa. Namun di sisi lain, nasionalisme dalam filmini juga ditunjukkan sebagai sebuah proses panjang yang harus dilalui, hargamahal yang harus dibayar, dan nasionalisme juga dibentuk melalui sebuahhukuman.Disarankan kepada para pembuat film untuk lebih mengembangkankonsep dan cara penyampaian nasionalisme dengan lebih variatif. Sehingga,mampu menggugah hati masyarakat untuk peduli terhadap bangsa.Kata Kunci: Representasi, Nasionalisme, Referendum Timor Leste, dan Anakanak.
Penggunaan Path sebagai Media Maintaining Intimacy in Friendship Trihapsari, Ganes; Qurrota Ayun, S.I.Kom, MA, Primada
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.772 KB)

Abstract

Path dikenal di masyarakat luas sebagai jurnal online yang selalu menyertai kegiatan para penggunanya. Sebagai jejaring sosial yang dapat mempermudah komunikasi dan interaksi para penggunanya, Path memiliki fitur-fitur unik dan beragam yang tidak dimiliki oleh jejaring sosial lainnya. Dengan beragamnya fitur yang tersedia pada Path, tidak hanya dimanfaatkan oleh para penggunanya sebagai jurnal online saja, namun juga sebagai media memelihara keintiman dalam hubungan pertemanan (maintaining intimacy in friendship). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dimana meneliti pengalaman pengguna Path dalam memelihara hubungan pertemanan. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari tiga orang, dengan rentang usia 18-24 tahun, aktif menggunakan Path, dan tergabung ke dalam satu kelompok pertemanan (circle). Hal ini dikarenakan penelitian ini akan meneliti bagaimana suatu kelompok memelihara hubungan pertemanan yang telah terjalin. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara secara mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan Path yang dilakukan oleh informan dalam memelihara keintiman hubungan pertemanan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori CMC, Self Disclosure, dan juga Intimate Relationship. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan Path sehari-hari yang dilakukan oleh para informan mencerminkan perilaku-perilaku rutin dalam memelihara hubungan intim pertemanan. Perilaku-perilaku tersebut adalah: 1)kegiatan bersama, yaitu pembagian momen bersama; 2) berbicara, yaitu interaksi melalui komentar 3) afeksi, yaitu pembagian momen spesial bersama teman; 4)keterbukaan, yaitu pengekspresian diri; 5)jaringan sosial, yaitu fitur inner circle dan private sharing; 6)komunikasi yang termediasi, yaitu penggunaan Path itu sendiri. Dengan penggunaan Path, interaksi komunikasi antar sesama pengguna menjadi lebih mudah sehingga hubungan pertemanan dapat terpelihara dan menjadi lebih akrab.
DIVISI PROGRAM DIRECTOR DALAM EVENT GERYMAGINATION Strategi Peningkatan Awareness Produk Gery Pasta dan Gery Meses Kukuh Asmara Sejati
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.057 KB)

Abstract

Penyelenggaraan event merupakan suatu alat dalam komunikasi pemasaran yang mulai dilirikoleh perusahaan-perusahaan dalam melakukan promosi atau produk barang atau jasa mereka.Penyelenggaraan event dapat dilakukan oleh perusahaan itu sendiri maupun dalam bentuk kerjasamasponsorship. Penyelenggaraan event memiliki pengaruh besar karena keterlibatan target audience didalamnya. Keunggulan dari penggunaan alat komunikasi pemasaran melalui penyelenggaraan eventdapat berinteraksi langsung dengan target audience, memperkenalkan citra perusahaan denganproduknya secara langsung, menciptakan pengalaman (experience) dari event yang dilaksanakandengan melibatkan mood dan emosi target audience, dapat digunakan sebagai sarana kegiatan CSRperusahaan, konsumen yang hadir di sebuah event dapat mendorong penyebaran aktifitas Word ofMouth kepada orang yang ada di sekitarnya, serta event menjadi sarana edukasi tentang produk kemasyarakat. Event Gerymagination merupakan event yang bekerjasama dengan PT Garuda Food.Kegiatan event ini dirancang untuk mengatasi permasalahan awareness yang kurang pada produkGery Pasta dan Gery Meses. Event ini melibatkan sponsor, dimana timbal balik yang diperolehsponsor adalah meningkatkan brand awareness dan merangsang penjualan melalui direct selling.Event ini dilakukan di 10 Sekolah Dasar di wilayah Semarang yang dilaksanakan dalam waktu yangbersamaan. Target audience yang disasar adalah anak-anak dan acara yang disajikan dalam eventbertema “imajinasi”.Masa anak-anak merupakan masa dimana mereka suka berimajinasi. Imajinasi secara umum,adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Dalam berimajinasi, diperlukanrangsangan sebagai modalnya. Kenyataan di sekitar kita adalah perangsang yang baik bagi tumbuhnyaimajinasi. Berimajinasi adalah kemampuan melihat realita dengan cara yang berbeda. Semakin hebatkemampuan melihat dengan cara berbeda dan mengaitkan berbagai hal yang dilihat, semakin geniuspula orangnya. Imajinasi membuat kenyataan jadi seperti berbicara. Imajinasi hebat dalam membuatkonsep di pikiran kita (kreatif), sekaligus membuat kita pandai dalam mengekspresikannya(komunikatif). Event Gerymagination dikemas dalam beberapa rangkaian kegiatan untuk merangsanganak-anak untuk menuangkan imajinasinya dalam acara Lomba Mewarnai dan MenggambarTerpanjang, Lomba Foto, Penampilan Ekstrakurikuler dan Games. Rangkaian acara tersebut salingberkolaborasi satu dengan lainnya sehingga pesan-pesan informative dapat tersampaikan dengan baik,memberikan pengalaman kepada anak-anak sekaligus menancapkan merk Gery Pasta dan Gery Mesesdibenak target audience. Di dalam persiapan dan pelaksanaan event, Program Director bertanggungjawab atas kelancaran dan kesuksesan event.
Produksi Program Acara “Berkah Islami” di Kompas TV Jawa Tengah (Marketing dan Sponsorship) Abimanyu Ramadhan P; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.838 KB)

Abstract

Television is one of mainstream media which still be the main source of information for a lot of people. As a media which still have a lot of interest in society, competition between tv station to make a good program and having a big rate is still goin on until today. One of the way is by making an islamic program. Berkah Islami is an islamic program which talking about etiqutte and manners in islam, which delivered as an friendly an fun program. Along with it’s talkshow, Berkah Islami also include drama comedy that talks about it’s main discussion in every episode. Airing in Kompas TV Jawa Tengah, Berkah Islami is aired weekly every Sunday, at 05.00WB. In this program which on air since 1st September 2019 until 24th November 2019, from it’s marketing strategy, Berkah Islami is known by 95% post survey’s respondend, and also sponsored by 5 different company with a value of Rp. 6.925.00,-

Page 21 of 157 | Total Record : 1563