cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Hubungan Terpaan Iklan Indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara” , Terpaan Publisitas, dan Terpaan Promosi Penjualan dengan Keputusan Pembelian Indoeskrim Meriza Lestari; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.947 KB)

Abstract

Indonesia merupakan pangsa pasar potensial bagi produk es krim. Hingga saat ini Indonesia hanya memiliki dua pemain utama yaitu Walls yang menguasai pasar sekitar 65 persen, Campina 20-25 persen. Sisa 10 persen, menjadi pangsa pasar Indoeskrim, Diamond,dan es krim rumahan lainnya. Konsumen es krim cenderung tidak loyal, salah satu alasanya karena produk es krim merupakan produk dengan keterlibatan rendah sehingga konsumen tidak berpikir panjang dalam menentukkan produk, maka dari itu inovasi dari produk sangatlah diperlukan. Berdasarkan hal tersebut Indoeskrim mengeluarkan jenis es krim baru dan dipasarkan dengan memanfaatkan iklan, publisitas dan promosi penjualan sebagai alat komunikasi pemasaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara”, terpaan publisitas, dan terpaan promosi penjualan dengan keputusan pembelian Indoeskrim. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang dengan usia 17-37 tahun di kota Semarang yang telah terkena terpaan iklan, terpaan publisitas dan terpaan promosi penjualan Indoeskrim. Hasil dari analisis korelasi Pearson menunjukan bahwa terpaan iklan Indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara” dengan keputusan pembelian Indoeskrim memiliki hubungan yang sangat signifikan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.670. Sedangkan terpaan publisitas dengan keputusan pembelian Indoeskrim juga memiliki hubungan yang sangat signifikan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.649. Selanjutnya untuk terpaan promosi penjualan dengan keputusan pembelian Indoeskrim didapatkan hasil sangat signifikan dengan nilai signifikansi 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.799 Dengan hasil tersebut disarankan kepada Indoeskrim untuk mengemas tagline dalam iklan menggunakan audio visual agar masyarakat lebih mengingat produk. Selain itu dapat pula memanfaatkan momen publisitas yang telah diraih dengan menghadirkan kembali kegiatan promosi yang lebih menarik dan lebih banyak mengulas kualitas produk. Dengan harapan publisitas terkait produk lebih tinggi dan konsumen kembali menaruh perhatian pada produk dari sisi produk itu sendiri.
Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati pada Majalah Sekar Wahyu Pertiwi, Astuti Dwi; Nugroho, AdI; Lukmantoro, Triyono
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.45 KB)

Abstract

Nama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126Judul : Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati padaMajalah SekarABSTRAKPerempuan senantiasa dijadikan objek yang tepat dalam setiap bidikan panahmedia massa, khususnya di Indonesia. Berbagai masalah pribadi perempuan yangterungkap di media massa menjadikan posisi perempuan semakin termarjinalkan.Salah satu media massa yang melanggengkan praktik publikasi masalah pribadiyang dilakukan para perempuan adalah Majalah Sekar dengan nama rubriknyaGoresan Hati. Mulai dari kasus perselingkuhan, perceraian, sampai kekerasandalam rumah tangga, coba diangkat oleh pihak Goresan Hati sebagai motifbantuan bagi para perempuan yang mengalami kisah pahit dalam hidupnya,dengan bercerita secara gamblang pada rubrik tersebut.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif denganmenggunakan pendekatan resepsi yang berpijak pada deskripsi kata-kata yangmencakup pencarian data dan fakta mengenai suatu fenomena dengan tujuanmenjelaskan suatu keadaan atau fenomena. Penelitian kualitatif memerlukanketerlibatan yang lebih mendalam dengan khalayak itu sendiri. Ini termasukteknik seperti wawancara dalam rangka untuk sampai pada kesimpulan tentangperilaku khalayak dalam kaitannya dengan konsumsi media (Kothari, 2004).Hasil penelitian berdasarkan pemaknaan pembaca pada rubrik Goresan Hati,menunjukkan khalayak menganggap bahwa cerita dalam rubrik Goresan Hatimerupakan sebuah cerita yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupanseseorang. Selain itu, sikap waspada dan hati-hati dalam bertindak dapat munculsetelah membaca rubrik ini. Selain itu masalah pribadi perempuan yang ada padamajalah wanita, diyakini karena masih diterapkannya sistem patriarki yang masihmengakar kuat dalam kehidupan antara laki-laki dan perempuan. Terdapatkeberagaman pendapat mengenai keorisinilan kisah dalam rubrik Goresan Hatisebagian informan menganggap bahwa cerita Goresan Hati merupakan kisahnyata yang ditulis langsung oleh si ‘korban’ sedangkan dua informan lainberpendapat bahwa kisah tersebut adalah murni hasil rekayasa media demimendapatkan perhatian publik dengan latar belakang untuk memperolehkeuntungan semata.Kata kunci : perempuan dan media, pengungkapan masalah pribadi.Nama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126Judul : Audience Interpretation for Rubric of Goresan Hati on SekarMagazineABSTRACTWomen continue to be appropriate objects in every shot arrows of mass media,especially in Indonesia. Women's personal problems were revealed in the mediamakes women more marginalized position. One of the mass media who perpetuatethe practice of publishing personal problems that the women are Sekar Magazineto name columns Goresan Hati. Ranging from cases of infidelity, divorce,domestic violence up, trying to be appointed by the liver as a motive Scratches aidfor women who experienced the bitter story of his life, with vivid storytelling onthe rubric.This research uses descriptive qualitative research method using an approachbased on the description of the reception of words that includes collecting dataand facts about a phenomenon in order to explain a situation or phenomenon.Qualitative research requires a deeper engagement with the audience itself. Theseinclude techniques such as interviews in order to arrive at conclusions aboutaudience behavior in relation to media consumption (Kothari, 2004).The results based on the interpretation of the reader Goresan Hati rubric, show theaudience think that the story in the rubric Goresan Hati is a story that can be usedas learning in one's life. In addition, being alert and cautious in acting may ariseafter reading this column. Besides women's personal problems that exist inwomen's magazines, is still believed to be due to the implementation of thepatriarchal system that still entrenched in the lives of men and women. There is adiversity of opinion regarding the originality of the story within the rubric of someinformants Goresan Hati Stroke Heart assume that the story is a true story writtendirectly by the 'victim' while two other informants argued that the story is purelyengineered media to get the public's attention to the background to obtain profit.Keywords: women and the media, the disclosure of personal problems.Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati padaMajalah SekarSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENDAHULUANMedia massa pada hakikatnya merupakan perantara komunikasiyang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber berita kekhalayak banyak. Salah satu media massa tersebut adalah majalah.Majalah adalah sebuah media publikasi atau terbitan secara berkala yangmemuat artikel-artikel dari berbagai penulis (Assegaff, 1983 : 127).Selain memuat artikel, majalah juga merupakan publikasi yangberisi cerita pendek, gambar, review dan ilustrasi yang dapat mewarnai isidari majalah. Majalah juga tak jarang dijadikan rujukan oleh parapembacanya dalam mencari sesuatu hal yang diinginkannya. Kemunculanmajalah memberikan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatakan informasi beragam yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saatini. Maka tak perlu heran berbagai ragam majalah beredar saat ini, yangmana disesuaikan dengan segmentasinya.Majalah dapat dibedakan menurut pembaca pada umumnya ataukelompok pembaca yang menjadi target pasarnya, yakni majalah dapatdiklasifikasikan menurut segmen demografis (usia atau jenis kelamin),atau pun pembedaan secara psikografis, dan geografis atau dapat dilihatdari segi kebijakan editorialnya (Kasali, 1992:111).Salah satu jenis majalah yang saat ini sedang mengalamiperkembangan yang sangat pesat yakni majalah wanita. Majalah wanitaadalah majalah yang berisikan karangan-karangan khusus mengenai duniawanita, dari masalah-masalah mode, resep masakan, kekeluargaan danjuga yang dihiasi dengan foto-foto (Assegaff, 1983 : 126-128).Kehadiran majalah wanita ini menjadi ruang tersendiri bagi kaumhawa untuk mengekspresikan diri. Salah satu isi dari majalah wanitaadalah rubrik-rubrik yang berisi curahan hati yang dilengkapi dengankonsultasi dari ahli psikolog.Selama ini sudah banyak majalah yang memberikan kesempatanbagi para perempuan untuk menuliskan segala opini atau bahkanmenuliskan masalah-masalah (nyata) yang dialaminya dalam rubrik-rubrikcurahan hati yang sudah disediakan. Kisah nyata yang dikirim langsungoleh ‘si korban’ ini, ternyata diminati banyak pembaca perempuan untukmenceritakan kisah seputar kehidupan dan masalah mereka untuk dimuatdalam majalah.Majalah Sekar hadir untuk mencoba memenuhi segala informasiyang dibutuhkan oleh para wanita Indonesia. Sekar memposisikan brandnyasebagai sahabat dan tempat bertanya yang tepat dan akurat.Menghadirkan informasi seputar dirinya, keluarga, hingga kehidupansebagai seorang wanita. Dengan komposisi yang berimbang Sekarmenyajikan informasi yang dibutuhkan oleh wanita pada umumnya yaknigaya hidup, kecantikan, kesehatan, dan resep-resep masakan.(http://www.majalahsekar.com/sekar-info/feature, 17 Maret : 20.45 ).Banyak ditemuinya majalah wanita yang memberikan ruangcurahan hati bagi kaumnya untuk menceritakan masalah-masalah yangsedang dialami membuat media tak lagi hanya menjadi saluran informasimelainkan juga sebagai tempat untuk pengungkapan sebuah hal yangbersifat pribadi. Media tampaknya dapat menjadi pengaruh yang cukupbesar bagi pembacanya dengan menyajikan isi pesan yang ditulis cukupsederhana sehingga mudah untuk dimengerti.Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba mengidentifikasibagaimana khalayak secara aktif dapat memaknai isi pesan dari rubrikGoresan Hati pada Majalah Sekar.ISIKetika sorotan media massa pada persoalan perempuan, terkesanmaknanya sebagai pelengkap pemberitaan. Persoalan menjadi serius ketikapemberitaan media massa menyangkut sisi-sisi “pribadi perempuan”,makna pemberitaannya justru menjadi konsumsi laki-laki, maka di situterkesan bahwa perempuan sedang dieksploitasi sebagai sikapketidakadilan terhadap perempuan dan bahkan kekerasan terhadap mereka.Hal yang dilakukan media ini, tidak berlaku ketika kaum laki-lakimengalami hal yang sama dengan wanita, ketika kaum Adam mengalamihal yang mencoreng sisi seksualitas mereka, jarang sekali mediamenghadirkannya ke publik. Ketika hadir pun, media menganggapnyasebagai hinaan terbesar bagi kaum yang terkuat di bumi ini.Media juga tak jarang memperlihatkan berita mengenaipemerkosaan atau tindak kekerasan terhadap perempuan. Seolah-olahtindakan tersebut dapat terjadi karena tindakan atau cara berperilakuperempuan. Helen Benedict mengungkapkan tentang laporan kejahatanseksual ditemukan bahwa perempuan memang sering disalahkan atastindakan “provokatif” mereka, namun tidak semua korban kejahatanseksual direpresentasikan dengan cara yang persis sama (dalam Byerly,2006 : 43).Memang media turut membuat sejarah panjang “penjajahan”terhadap perempuan, namun media melalui beritanya sampai hari ini masihbelum mau beranjak dari lingkaran stereotipe gender yang diperlihatkandalam setiap pemberitaan yang diterbitkan.Ketertarikan seseorang dalam membeli majalah juga dapatdipengaruhi pula oleh cover atau sampul majalah tersebut. Sampul dalamsebuah majalah dapat mengungkapkan janji-janji seperti personality ataukepribadian dari majalah itu sendiri. Selain itu, lewat sampul majalah akanjelas terlihat siapa target pembacanya (Kitch, 2001 : 4).Penelitian tentang resepsi khalayak perempuan pernah dilakukanoleh Janice Radway. Karyanya, Reading The Romance : Women,Patriarchy, and Popular Literature (1984) merupakan salah satu studipertama yang meneliti ketertarikan teks dari sudut pandang pembacasehingga merupakan sebuah teks kunci dalam sejarah penelitian khalayak.Radway mewawancarai para pembaca novel-novel Harlequin Romance.Radway mempelajari bagaimana para perempuan menafsirkan novel-novelromantis dan mencermati teks sebagai bagian dari sebuah prosesinterpretatif.Dalam penelitian khalayak dalam majalah Sekar ini teori yangtepat digunakan adalah teori khalayak Ien Ang, dimana analisis resepsimenyampaikan bahwa teks dan penerimanya adalah bagian yang tidakdapat dipisahkan sebagai suatu daerah kajian yang berkesinambungan danmemiliki aspek sosial komunikasi. Teks media hanya memunculkanmakna pada saat diresepsi, yaitu ketika teks tersebut dibaca, dilihat, ataudidengar. Khalayak sebagai penerima dipandang sebagai producer ofmeaning, bukan hanya konsumen media saja. Mereka men-decode ataumenginterpretasikan teks media sesuai dengan pengalaman sosial danhistoris mereka. Dengan demikian dihasilkan cara yang berbeda darikelompok-kelompok sosial yang berbeda pula dalam menginterpretasikanteks media yang sama. Atas dasar kesamaan minat dan pemahaman yangsama mengenai teks media maka terbentuklah kelompok-kelompokdimana tiap anggota di dalamnya memiliki ketertarikan yang sam untukbertukar pikiran mengenai teks di media (dalam Downing, Mohammad,dan Sreberny Mohammad, 1990 : 165).Khalayak yang mejad informan daam penelitian ini merupakankhalayak yag masih aktif membaca rubrik Goresan Hati. Keempatinforman memiliki tingkat pendidikan dan lingkungan sosial yang berbedaDalam wawancara informan menyampaikan interpretasi mereka masingmasingterkait dengan tulisan rubrik Goresan Hati. Khalyak yang dalamhal ini merupakan penghasil makna memaknai isi rubrik Goresan Hatisecara beragam, karena teks yang berbeda dapat menghasilkan pemaknaanyang beragam.Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara dapat disimpulkansebagai berikut :1. Khalayak menganggap bahwa cerita dalam rubrik Goresan Hatimerupakan sebuah cerita yang dapat dijadikan pembelajaran dalamkehidupan seseorang.2. Penelitian ini menunjukkan kesamaan pendapat antara keempatinforman mengenai gambaran perempuan dalam rubrik Goresan Hatiyakni perempuan sebagai sosok yang tertindas, bodoh, hina, tergantungpada pihak laki-laki.3. Penelitian ini menunjukkan keberagaman pendapat mengenaikeorisinilan kisah dari setiap cerita dalam rubrik Goresan Hati.Sebagian informan mengaku bahwa proses dramatisasi kuat terjadi didalam rubrik tersebut. Sedangkan salah seorang informan mengakubahwa cerita dalam rubrik Goresan Hati adalah cerita yang memangbenar-benar terjadi yang dialami oleh seseorang. Dimungkinkan bahwaseseorang yang menuliskan masalahnya dalam rubrik tersebut karenatidak memiliki tempat untuk bercerita sehingga memilih media massasebagai wadah dalam mengungkapkan perasaan hati.PENUTUPBerbagai penelitian tentang perempuan dalam media massa nyarissemuanya menunjukkan wajah perempuan yang kurang menggembirakan.Perempuan sering digambarkan sebagai sosok yang penuh derita, noda danterdiskriminasi. Padahal perempuan pun sama dengan laki-laki sebagaimanusia utuh yang terdiri atas badan dan jiwa serta bebas menentukansikap dan menjadi dirinya sendiri. Sejumlah kalangan menilai,pemberitaan tentang wanita pun masih sedikit, sehingga terjadiketimpangan informasi.Isu seputar perempuan seperti kesetaraannya dengan laki-laki,terutama dalam sektor publik, memang sudah menjadi kebijakanpemerintah. Tak kurang dari regulasi tentang perempuan dan pembentukanMenteri Negara Pemberdayaan Perempuan yang mengurusi masalahmasalahkaum perempuan. Tapi, kondisi aktual masyarakat saat ini kurangmendukung upaya penyetaraan itu. Masyarakat kita masih menganutideologi dan nilai-nilai patriarki, yang menganggap posisi laki-laki lebihdominan ketimbang perempuan. Bahkan, perempuan masih dianggapsebagian besar orang sebagai subordinat dari sebuah sistem.DAFTAR PUSTAKAAssegaf, Djaffar. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Ghalia Indonesia. Jakarta.Byerly, Carolyn M., and Karen Ross. 2006. Women and Media, A CriticalIntroduction. Australia: Blackwell Publishing.Chambers, Deborah, Steiner, and Carole, F. (2004). Women And Journalism.London And New York.Croteau, David, and Hoynes, William. (2003). Media Society : Industries, imagesand audiences (3rd Edition). Thousand Oaks : Pine Forge Press.Downing, John, Ali Mohammadi, Annabelle Sreberny-Mohammadi. 1990.Questioning The Media a Critical Introduction. USA: Sage PublicationFakih, Mansoer. 1996. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Yogyakarta :Pustaka Pelajar.Holmes, Diana. 2006. Romance and Readership In Twentieth-Century France.Oxfort University Press.Radway, Janice. 1991. Reading Romance : Women, Patriarchy and PopularLiterature. University of California Press.Jensen, Klaus Bruhn. 2002. “Media Audience Reception Analysis: MassCommunication as The Social Production of Meaning”. Klaus BruhnJensen and Nicholas W.Jankowski. A Handbook of QualitativeMethodologies for Mass Communication Research. USA: RoutledgeKasali, Rhenald. (1992). Manajemen Periklanan Konsep dan aplikasinya DiIndonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Kitch, Carolyn L. 2001. The Girl on the Magazines Cover : The Origins of VisualStereotypes in American Mass Media. University of North CarolinePress.Kothari, C.R. 2004. Research Methodology : Methods and Techniques. NewDelhi : New Age International (P) Ltd.McKay, Jenny. 2000. The Magazines Handbook.New York.McQuail, Dennis. 1991. Teori Komunikasi Massa. Erlangga. Jakarta.Michelle, Zimbalist, Rosaldo, and Lamphere Louise. 1974. Women, Culture andSociety. Stanford cal.: Stanford University Press.Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung :PT. Remaja.Neuman, Lawrence. 2007. Social Research Methods: Qualitative andQuantitative Approaches – 6th Edition. Boston: Pearson Education.Tong, P. Rosemarie. 1998. Feminist Thought, Pengantar Paling Kompehensifkepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Jala Sutra, Yogyakarta.Sunarto. 2009. Televisi, Kekerasan, dan Perempuan. Kompas. Jakarta.Thornham, Sue. 2010. Teori Feminis dan Cultural Studies. Yogyakarta: Jalasutra.Thornham, Sue. 2007. Women, Feminism and Media. Edinburgh : EdinburghUniversity.Jurnal :Siregar, Yuanita, Aprilandini, dan Anggoro, Yudho Mahendro. PencitraanPerempuan di Majalah: Konstruksi Identitas Perempuan KelasMenengah di Perkotaan. Komunitas Vol.5 No.1. Edisi : Juli 2011.Skripsi :Yanti, Fitri. 2010. Analisis Semiotik Isi Cover Majalah Sekar Edisi Februari-Maret 2010 : Representasi Perempuan Indonesia dalam Cover Majalah.(http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/2s1hi/206612122/halamandepan.pdf)Efendi, M. Yusuf. 2011. Interpretasi Khalayak terhadap Berita-BeritaDemonstrasi Mahasiswa di Surat Kabar Kompas. UniversitasDiponegoro.Marline, Riris. 2010. Interpretasi Khalayak terhadap Program Acara TelevisiTermehek-mehek. Universitas Diponegoro.Majalah :Kartini. 2011. Oh Mama,Oh Papa : Wanita yang Dicintai Suamiku.Minggu Pagi. 2012. Oh Tuhan : Kekuatan Tuhan yang Kuandalkan.Sekar. 2013. Goresan Hati : Kecil Ditelantarkan Orang Tua Saat DewasaDitelantarkan Suami. Edisi 104.Sekar. 2013. Goresan Hati : Karena Terpaksa, Kutukar Anakku dengan Uang.Edisi 108.Situs Internet :Dwiagustriani. 2009. Beda Chic Beda Sekar.http://terasimaji.blogspot.com/2009/06/beda-chic-beda-sekar.html, diakses9 Juli 2013 : 11.00 wib).Hidayat, Ari. 2012. Sosok Perempuan dalam Media Massa.(http://arihidayat-arihidayat.blogspot.com/2012/04/sosok-perempuandalam-media-massa.html, diakses pada 15 Juli 2013, 13 : 30 wib)Kania, Dessy. 2013. Komisi Penyiaran Indonesia dan Pencitraan Perempuan diMedia. (http://mediadanperempuan.org/tag/citra-perempuan/, diakses pada16 Juli 2013, 14 : 14 wib).Majalah Sekar. Dunia Usaha Profil. (http://www.majalahsekar.com/duniausaha/profil , 9 Juli 2013, 11.00 wib).Prasojo, Haryo. 2013. Kapitalisme dan Citra Tubuh Perempuan : Sebuah Gugatanterhadap Libido Pornografi.(http://haryo-prasodjo.blogspot.com/2013/05/kapitalisme-dan-citra-tubuhperempuan.html, diakses pada 16 Juli 2013, 14 : 34 wib).Santi, Sarah. 2006. Perempuan dalam Iklan Otonomi atas Tubuh atau Komoditi.(http://www.esaunggul.ac.id/article/perempuan-dalam-iklan-otonomi-atastubuh-atau-komoditi/, diakses pada 15 Juli 2013, 15 : 11 wib).
LAPORAN KEGIATAN STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA (DIVISI SPONSORSHIP) Taufik Indra Ramadhan; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.428 KB)

Abstract

Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu peninggalan sejarah yangsangat berharga di Indonesia. Namun sangat disayangkan minat dan keinginan masyarakatuntuk mengunjungi museum ini sangatlah rendah. Maka dari itu melalui rangkaian kegiatanpromosi Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa bertujuan untukmempromosikan museum ini kepada masyarakat.Kegiatan Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa tak lepas dariperan dari Sponsorship. Divisi Sponsorship adalah orang yang bertanggung jawab atasseluruh kegiatan sponsor yang akan mendukung kegiatan dan mendatangkan income.Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan di bulan Mei. Dari hasil pelaksanaankegiatan didapatkan peningkatan pengunjung museum yang semula rata – rata 600pengunjung setiap bulannya menjadi 900 pengunjung setiap bulannya.
Pengaruh Terpaan Kampanye #2019GantiPresiden dan Persepsi Masyarakat Tentang Program Kerja Pasangan Capres Prabowo Sandi Terhadap Minat Memilih Prabowo Sandi Pada Pilpres 2019 di Sumatera Barat Rahmi Hayati; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.674 KB)

Abstract

Social media is considered to be the most effective in spreading issues so that it becomes viral in the society. One of the massive issues disseminated on social media is the issue related to changing the president in 2019 to bring up the # 2019GantiPresiden’s hashtag, which has been mentioned more than 1 million times on twitter during the period 1 July to 31 December 2018. The emergence of this hashtag aims to gain public support for presidential candidate Prabowo Subianto. However, the electability of Prabowo Subianto in West Sumatra according to the results of a survey from Indo Barometer at the end of January 2018 actually declined compared to the 2014 presidential election which amounted to 19.1% while Jokowi's elecability rise compared to the 2014 presidential election, which was 32%. In addition to information factors from social media, another factor that also influences someone's interest in choosing a presidential candidate is through their perception of work programs carried out by the presidential candidates concerned. This study aims to determine whether there is an influence of #2019GantiPresiden campaign exposure on social media and public perceptions of the Prabowo Sandi presidential candidate's work program toward the interest in choosing Prabowo Sandi in the 2019 presidential election in West Sumatra. This research is an explanatory quantitative research. The theory used in this study is the Social Media Framework Theory to verify the influence of #2019GantiPresiden campaign exposure on social media toward select interests and Interpersonal Theory and Public Opinion to verify the influence of public perceptions of Prabowo Sandi's presidential candidate's work program on people's interest in West Sumatra. The sampling technique using nonprabability sampling was carried out by purposive sampling with total sample of 50 people with the criteria is West Sumatra citizens aged 17-25 years and exposed to # 2019 GantiPresident campaign exposure on social media. Testing is done using the Ordinal Regression Test. The results showed that there was no effect on # 2019GantiPresiden campaign exposure toward interest in choosing Prabowo Sandi in West Sumatra with a significance of 0.241 over the significance standardization of 0.05. This shows that campaign exposure #2019GantiPresiden on social media doesn’t affect the interest of the people of West Sumatra to choose Probowo Sandi. The results also showed that there was an influence of the public perception of the work program on the interest in choosing Prabowo Sandi in the 2019 Presidential Election in West Sumatra at 26.5%. The remaining 73.5% is influenced by other factors not examined in this study. Correlation between variables shows significance of 0.004. This shows that there is an influence of the public perception of the work program toward the interest in choosing Prabowo Sandi in the 2019 Presidential Election in West Sumatra. For further research, it is expected to be able to examine more about other factors beyond the factors studied which can influence a person's interest in choosing a leader.
Konstruksi Relasi Komunikasi Keluarga dalam Film I Not Stupid Too Chykla Azalika; Hapsari Dwiningtyas; Wiwid Noor Rakhmad; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.575 KB)

Abstract

Keluarga adalah sebuah lembaga yang masih memiliki nilai sakral di dalam masyarakat. Penggambaran keluarga dalam perfilman Timur sering menjadikan konflik keluarga menjadi fokus utama dalam cerita. Hal ini dapat dilihat dari salah satu film yang berjudul I Not Stupid Too, sebagai contoh film produksi Singapura yang menceritakan mengenai hubungan komunikasi keluarga yaitu antara orang tua dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap gagasan mengenai normalitas keluarga melalui pesan teks yang ditampilkan dalam film I Not Stupid Too, serta penjabaran bagaimana konstruksi relasi komunikasi keluarga dikonstruksi dan dikomunikasikan kepada publik. Ahli studi keluarga seperti Brock dan Barnard (1999) dan Walsh (1982) melihat keberfungsian keluarga sebagai sistem keluarga yang sehat yang bisa dilihat dari struktur dan proses interaksi dalam keluarga. Keluarga memainkan peranan penting dalam membangun kesejahteraan, pengasuhan, dan pendidikan dasar kepada anggota-anggota keluarga. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa film I Not Stupid Too yang menggambarkan sebuah disfungsi keluarga sebagai fokus utamanya dan telah menjadi salah satu contoh yang jelas tentang pergeseran media dalam menggambarkan sebuah relasi komunikasi keluarga.Menggambarkan sebuah keluarga dalam film I Not Stupid Too berarti memproduksi tanda-tanda yang ada dalam film I Not Stupid Too yang berhubungan dengan keluarga, di mana tanda-tanda tersebut meliputi story yang menjelaskan mengenai peristiwa dalam film I Not Stupid Too. Peristiwa dalam sebuah cerita merupakan suatu kesatuan yang membentuk plot sebagai pengaturan kejadian-kejadian yang terjadi. Hingga tanda yang berhubungan dengan ekspresi wacana atau discourse dalam film I Not Stupid Too. Film I Not Stupid Too memperlihatkan keluarga yang memiliki disfungsi di dalamnya yang mencakup ketidak harmonisan, acuh tak acuh antar anggota keluarga hingga tidak ada rasa saling memiliki satu sama lain. Pada intinya film I Not Stupid Too menggambarkan keluarga yang masih terbelenggu dengan normalitas keluarga yang ada, terbukti dalam film tersebut menggambarkan yang menjadi panutan dalam masyarakat adalah orang tua. Disfungsi keluarga dalam film ini ditafsirkan sebagai pecahnya suatu unit keluarga, terputusnya atau retaknya struktur peran sosial jika satu atau beberapa anggota keluarga gagal menjalankan kewajiban dan peran mereka. Unsur-unsur seperti sudut pandang, narator, dan karakter yang terdapat dalam film I Not Stupid Too memperlihatkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh kedua keluarga berakibat pada buruknya perkembangan anak.Kata Kunci: Film, Konstruksi, Analisis Naratif
Coming Out Process of a Transman on The Level of Family Communication, Peer Group, and Other Social Environment Mario Maya Puspita S; Dr. Hapsari Dwiningtyas, S.Sos, MA
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.783 KB)

Abstract

The decision to coming out for a transsexual will be faced with a binary view of society, the negative stigma of transsexual, and the threat of violence to create conflict. Coming out for a transman is required to negotiate the conditions to people at various levels of communication that surrounds his life in order to be understood, accepted and treated as a gender identity that is believed to be more comfortable in communicating with the people around him. This study aims to analyze the process of coming out as a form of sexual identity negotiation conducted by a female to male transsexual (transman) who have transitioned physically. Starting from analyzing the process of coming out on the level of family communication, peer group, and other social environments, their responses after coming out, and how the environment can accept, adjust, and establish good communication with a transman. This study uses the Sexual Identity Negotiation theory that would explain the negotiation process conducted in an attempt to convey sexual identity in order to achieve the adjustment of the surrounding social environment. It also uses the theory of gender performativity from Judith Butler that describing the gender fluidity. This study uses Autoetnografi method, because the primary data from this study uses researcher‟s life experiences as a transman. This implies putting research into two roles at once, namely as a subject who conducted the research as well as the object under study. The results showed that sexual identity negotiation on family communication has a dynamic conflict turning point that keep on appearing and disappearing, at some point where there is a condoning of this conflict, however it will reach a point where the conflict is arise. While in the process of negotiating sexual identity on peer group communication, researcher has more female friends due to the feminine character and behavior despite positioning himself as a man from the beginning. The negotiation process on the peer group level is minimal conflict because the adjustment of both sides, the researchers present himselves well and friends keep the feeling of researchers to not hurt him. On the level of romantic relationship, researcher‟s feminine character and behavior makes a barrier to the relationship that always strained relations with heterosexual women so that the relationship was never durable.
Hubungan Intensitas Mahasiswa Mengakses Materi Perkuliahan Melalui Internet dengan Minat Mencari Materi Perkuliahan di Perpustakaan Kurniawati, Yuni Ningsih; Widagdo, S. Sos, M.I.Kom, Muchammad Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.651 KB)

Abstract

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGMedia mempengaruhi kebutuhan mahasiswa akan mencari materi perkuliahan yang semakin tinggi. Mahasiswa membutuhkan materi untuk menambah pengetahuan, maupun sebagai alat untuk bisa mencari bahan ujian dan tugas. Kebutuhan akan materi perkuliahan ini diakomodir oleh keberadaan media massa yang berlomba-lomba untuk menyajikan materi atau bahan secara mendalam dan berusaha untuk menjadi penyedia materi atau bahan yang paling akurat.Sebagai salah satu penyedia materi perkuliahan atau bahan perkuliahan, perpustakaan memiliki keunggulan dibanding lainnya. Namun ditengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, fungsi sederhana perpustakaan yang merupakan tempat penyedia materi perkuliahan semakin ditantang untuk menarik minat pengunjungnya. Dengan serbuan media massa yang mengandalkan kecepatan dalam menyediakan materi perkuliahan, mencari materi atau bahan di perpustakaan jelas berada satu langkah dibelakang media massa – media massa tersebut.Di tengah arus kecepatan dalam menyediakan materi perkuliahan, perpustakaan memang mendapatkan tantangan dari media massa baru yang kini semakin berkembang yaitu internet. Internet telah menjadi unsur yang merubah wajah media massa di era informasi seperti saat ini. Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Dalam ilmu komunikasi, Internet dikategorikan sebagai “new media”. “Istilah “media baru” mulai dikenal pada pertengahan 1990an, merebut tempat “multimedia”di bidang bisnis dan seni.Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran (decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.Kemudahan akses Internet inilah yang kemudian menghadirkan banyak sekali situs-situs yang menyediakan materi-materi perkuliahan di internet. Situs tersebut dapat dengan mudah dan cepat diakses oleh pengguna internet. Mahasiswa yang membutuhkan materi perkuliahan dengan cepat, membuka peluang bagi situs tersebut sebagai media pilihan akan hal itu. Sebagian besar dari situs tersebut merupakan teks yang berbentuk media digital dan kadang-kadang dilindungi dengan hak cipta digital, yang dapat diunduh secara gratis. Denganhadirnya situs-situs tersebut ini para pembaca dimudahkan untuk tidak menyimpan buku-buku favoritnya dalam bentuk fisik, sehingga menjadikan internet sebagai jalan pintas bagi para mahasiswa untuk mencari materi perkuliahan dan mencari ilmu di internet.B. PERUMUSAN MASALAHSetiap perkembangan teknologi biasanya menimbulkan dampak bagi teknologi sebelumnya. Dalam hal ini adalah buku yang ada di perpustakaan sebagai materi. Buku-buku yang terdapat di perpustakaan merupakan salah satu wujud ilmu pengetahuan, karena dapat diakses oleh kalangan mahasiswa. Tempat yang nyaman dan mudah dijangkau, membuat perpustakaan mampu menggaet pengunjung dari mahasiswa tingkat bawah hingga mahasiswa tingkat akhir.Dalam hal kecepatan menyediakan materi perkuliahan, perpustakaan memang bisa dibilang tertinggal oleh teknologi modern yang bermunculan, namun apakah munculnya situs-situs yang menyediakan materi perkuliahan dan kemudahannya dalam mengakses melalui internet, mempengaruhi turunnya minat mahasiswa dalam mencari materi perkuliahan di perpustakaan?Melalui berbagai uraian di atas, menarik untuk diteliti, bagaimanakah hubungan intensitas mahasiswa mengakses materi perkuliahan melalui internet dengan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan.C. TUJUAN PENELITIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mengakses materi perkuliahan melalui layanan di internet dengan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan.D. KERANGKA TEORINew Media atau media baru tengah menjadi fenomena yang hangat dalam dunia komunikasi. Kehadiran media baru ini ditengarai akibat dari perkembangan teknologi yang sangat pesat, di mana secara perlahan mulai menggeser peran dominan dari media konvensional atau tradisional sebagai salah satu saluran komunikasi. “Bahwa studi media baru telah mendapatkan tempat sebagai cabang dari teori komunikasi juga bersandar pada klaim bahwa lingkungan media tradisional telah ditantang tidak hanya dengan inovasiteknologi, tapi pada tingkat ekologis, terdiri dari substansial, perubahan kualitatif daripada perkembangan tambahan untuk lingkungan media.” (Littlejohn & Foss, 2009: 684).Internet berkembang pesat mulai tahun 1990an di Amerika. “Kendati dalam beberapa hal internet mirip dengan medium massa tradisional yang mengirim pesan dari titik transmisi sentral, tetapi Internet lebih dari itu. Perbedaan signifikan lain dari media massa adalah Internet bersifat interaktif. Internet punya kapasitas untuk memampukan orang berkomunikasi, bukan sekedar menerima pesan belaka, dan mereka bisa melakukannya secara real time.” (Vivian, 2008: 263).Intensitas mengakses materi perkuliahan didefinisikan sebagai kegiatan berulang-ulang dengan keadaan dan frekuensi yang semakin lama semakin meningkat untuk memperoleh materi dalam bentuk digital melalui media Internet. Banyak media massa yang kita kenal sekarang sedang mengalami konvergensi ke format digital. “Konvergensi teknologi ini dipicu oleh percepatan miniaturisasi peralatan canggih dan kemampuan untuk mengompres data menjadi bit digital yang kecil sehingga mudah disimpan dan ditransmisikan. Dan perusahaan-perusahaan media, baik yang produknya didasarkan pada teknologi cetak, elektronik, atau fotografis, semuanya terlibat dalam konvergensi ini.” (Vivian, 2008: 279)Minat merupakan sebuah hubungan antara seseorang dengan sebuah obyek yang melibatkan unsur perasaan terhubung antara seseorang tersebut dengan obyeknya, memiliki perasaan positif terhadap obyek, tumbuhnya keinginan untuk mengetahui obyek lebih lanjut, berusaha menyelidiki dan terlibat dengan objek, dan memiliki keputusan untuk memelihara hubungan tersebut. (Schutz and Pekrun, 2007 : 152)Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan dan didistribusikan kepada para pembaca/pemakai perpustakaan . (Sumpeno, 1994: 8)Pengertian minat mencari materi di perpustakaan dapat didefinisikan sebagai keadaan seseorang dimana kondisi mental terfokus, dimana kondisi ini melibatkan beberapa faktor yaitu, keterpusatan atensi atau perhatian, meningkatnya fungsi kognitif dalam diri, ketekunan dan keterlibatan faktor afeksi, sehingga ia memiliki keinginan dan ketertarikan tertentu untuk melakukan kegiatan membaca dan memperoleh materi dari perpustakaan.Keaktifan seseorang dalam memilih media massa yang digunakan, dijelaskan pada unsur-unsur teori Uses and Gratification yang diungkapkan oleh Katz, Blumler, dan Gurevitch (1968:22-23, dalam Severin and Tankard, 2008:356), menyatakan bahwa :1. Audiens dipandang bersikap aktif, hal ini bermaksud bahwa peranan penting media massa bagi seseorang diorientasikan pada tujuannya.2. Tingkat kepuasan dan pemilihan media yang digunakan ditentukan oleh audiens sendiri3. Media bersaing dengan media-media lain dalam memenuhi kebutuhan.E. HIPOTESIS PENELITIANBerdasarkan penjelasan dari gambaran geometri, hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara intensitas mengakses materi perkuliahan melalui internet dengan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan. Hal ini berarti, bahwa semakin tinggi intensitas mengakses materi perkuliahan melalui internet, maka semakin rendah minat mencari materi perkuliahan dari perpustakaan.F. METODOLOGI PENELITIAN1. Tipe PenelitianPenelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatif, karena riset akan menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. (Kriyantono, 2007: 69)2. Populasia. PopulasiPopulasi dari penelitian ini adalah pengakses materi perkuliahan melalui internet.3. Teknik Pengambilan SampelDalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik quota sampling. Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional, namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja..5. Alat dan Teknik Pengumpulan Dataa. Alat Pengumpulan DataAlat pengumpulan data dengan metode kuesioner, yaitu kumpulan daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis dan berisi alternatif jawaban terstruktur. (Kriyantono. 2007: 93).6. Teknik Pengolahan Dataa. EditingKegiatan memeriksa atau memilih kembali jawaban responden. Pada tahap ini dilakukan pengecekan jawaban responden atas daftar pertanyaan untuk menghindari adanya kekeliruan, ketidaklengkapan, kepalsuan dan ketidaksesuaian.b. KodingMemberikan penilaian untuk jawaban yang sesuai dengan hipotesis. Jika mendukung diberikan skor yang tinggi dan sebaliknya.c. TabulasiMembuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data. Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukkan data ke dalam tabel-tabel, dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategoriBAB IIGAMBARAN UMUMDESKRIPSI TENTANG INTERNET, DAN PERPUSTAKAANI. INTERNETSecara harfiah, Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Saat ini Internet berkembang pesat, tidak hanya digunakan untuk keperluan militer dan keperluan universitas namun hampir seluruh keperluan penyebaran informasi bisa melalui Internet. Internet seolah-olah mampu menyatukan dunia yang terpisah jarak dan waktu. Melalui Internet segala bentuk informasi dapat dicari dan ditemukan dengan mudah, tidak ada lagi batasan jarak dan waktu.II. PERPUSTAKAANPerpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di institusi tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan dibidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan. (Sinaga, 2007:15)Tujuan dari perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesinambungan, tanggap dalam kemajuan pada berbagai ilmu pengetahuan, kehidupan social dan politik. Ada juga agar masyarakat mau mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, dan dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan social.BAB IIITEMUAN PENELITIAN TENTANG HUBUNGAN INTENSITAS MAHASISWA MENGAKSES MATERI PERKULIAHAN MELALUI LAYANAN INTERNET DENGAN MINAT MENCARI MATERI PERKULIAHAN DI PERPUSTAKAANUntuk mengetahui bagaimana ‘hubungan intensitas mahasiswa mengakses materi perkuliahan melalui layanan internet dengan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan’ dapat digambarkan dalam tabulasi silang berikut ini.HubunganIntensitasMahasiswaMengaksesMateriPerkuliahanMelaluiLayanan Internet DenganMinatMencariMateriPerkuliahan di PerpustakaanHubunganintensitasmahasiswamengaksesmateripekuliahanmelaluilayanan internetMinatmencarimateriperkuliahan di perpustakaanTOTALTINGGISEDANGRENDAHTINGGI( 2 )16,7 %( 3 )25 %( 7 )58,3 %( 12 )100%SEDANG( 1 )7,7 %( 4 )30,8 %( 8 )61,5 %( 13 )100 %RENDAH( 0 )0 %( 2 )40 %( 3 )60 %( 5 )100%30PembahasanDari hasil pengujian pada tabel silang antara variabel intensitas mencari materi perkuliahan melalui layanan internet dengan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan menunjukkan tidak adanya keterkaitan hubungan antar kedua variabel tersebut karena tidak diketemukannya hubungan positif ataupun hubungan negatif antar variabel tersebut. Artinya bahwa minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan seseorang tidak dipengaruhi dari tinggi rendahnya intensitas mencari materi perkuliahan melalui layanan internet. Atau dengankata lain dalam analisis tersebut menunjukkan bahwa hasil dari penelitian terjadi penyimpangan dari hipotesis awal. Terlihat dari tanggapan responden yang menyatakan bahwa rendahnya intensitas mencari materi perkuliahan melalui layanan internet menunjukkan hubungan rendah pula pada minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan, bahkan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan terhitung rendah disaat intensitas mencari materi perkuliahan melalui layanan internet tinggi. Ada pula tanggapan responden yang menyatakan dengan intensitas mencari materi perkuliahan melalui layanan internet yang sedang, maka minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan juga rendah dengan persentase 61,5 %. Sehingga dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa bagaimanapun intensitas mencari materi perkuliahan melalui layanan internet, minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan tetap rendah bagi responden.BAB IVPENUTUPPerkembangan teknologi Internet yang sangat pesat memunculkan digitalisasi media. Dari hasil penelitian, hipotesis ini tidak terbukti. Tidak terdapat hubungan positif maupun hubungan negatif antara varibel (X) Intensitas mahasiswa mengakses materi perkuliahan melalui layanan internet dengan variabel (Y) minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan.IV.1 KesimpulanBerdasarkan hasil analisis jawaban responden pada kuesioner yang telah dibagikan sebelumnya untuk kemudian diolah melalui tabulasi silang, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut :1.Berdasar tabel silang, tidak ditemukannya hubungan antara intensitas mengakses materi perkuliahan melalui layanan internet (X) dengan minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan (Y) pada penelitian ini.2.Dari penelitian didapatkan bahwa minat mahasiswa dalam mencari materi perkuliahan di perpustakaan tergolo3.Dari penelitian ini juga didapatkan bahwa intensitas mahasiswa dalam mengakses materi perkuliahan melalui layanan internet dalam kategori sedang – tinggi. Hal tersebut diindikasikan dengan banyaknya jawaban responden yang lebih mengerti materi perkuliahan yang diakses dengan baik dibandingkan dengan yang terdapat di perpustakaan.IV.2 Saran1.Dari hasil penelitian, sebanyak 60% responden mempunyai minat mencari materi perkuliahan di perpustakaan yang rendah sehingga ada baiknya bagi pengelola perpustakaan, untuk lebih mengedepankan dan meningkatakan kualitas, dengan cara meningkatkan kegiatan sosialisasi mengenai program-program baru yang lebih variatif.2.Berdasarkan hasil dari penelitian ini, peneliti menyarankan agar diadakan penelitian lanjutan terhadap perkembangan situs-situs yang memuat materi perkuliahan dan penggunaannya.DAFTAR PUSTAKALittlejohn, Stephen W and Foss, Karen A. 2009. Encyclopedia of COMMUNICATION THEORY. Los Angeles: SAGE.Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa edisi kedelapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Schutz, Paul A. And Reinhard Pekrun. 2007. Emotion in Education. Oxford: Elsevier IncSeverin, Werner J. And James W. Tankard, Jr. 2008. Teori Komunikasi: Sejarah, Metode & Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: KencanaKriyantono, Rachmat. 2007. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.Sumpeno, Wahyudin. 1994. Perpustakaan Mesjid. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaSinaga, Dian. 2007. Mengelola Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kreasi Media Utama
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN DAN CITRA MEREK DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK TOP COFFEE Vicho Whisnurangga; Tandiyo Pradekso; Wiwid Noor Rakhmad; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.794 KB)

Abstract

Produk kopi instan merek Top Coffee dari Wings Food merupakan kopi sachet adalah kopi yang diproduksi untuk pria yang menginginkan kebebasan dan pemenuhan selera jantan pemberani. Seiring dengan perkembangan teknologi dan munculnya permintaan masyarakat yang tinggi akan kopi, kini produk Top Coffee lebih tersegmentasi. PT. Wings Food merupakan produsen kopi Top Coffee membidik segmen pasar laki-laki dewasa, khususnya bagi pria yang suka kebugaran dan berselera jantan pemberani.Dalam membangun citra merek TOP coffee memilih Iwan Fals sebagai bintang iklan dan sebagai pendongkrak citra merek TOP coffee . Dalam hal ini Iklan memiliki hubungan dengan citra merek karena dengan beriklan bisa dapat membangun sebuah citra merek melalui pesan-pesan yang disampaikan melalui iklan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan dan citra merek dengan keputusan pembelian. Landasan teori pada penelitian ini adalah Cognitive Respons Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik multistage random sampling dengan metode accidental sampling sebagai alat untuk menentukan sampel. Jumlah sampel sebanyak 84 responden dengan usia 20-50 tahun. Analisis data yang digunakan adalah korelasi kendall dengan bantuan SPSS .Hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara terpaan iklan dan citra merek (H1).Dan pada hipotesis yang kedua juga terdapat hubungan antara citra merek dengan keputusan pembelian produk TOP coffee. Saran yang kita peroleh dari penelitian ini adalah bagi pembuat iklan TOP coffee harus lebih kreatif lagi dalam pembuatan iklan selanjutnya dan lebih mengutamakan hal-hal yang penting seperti pemilihan bintang iklan ,isi cerita ,dan sebagainya.
MEMAHAMI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENGELOLA PERILAKU ANTISOSIAL PADA REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI Febriana Krisma Damayanti; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian mengubah tidak hanya struktur dalam sebuah keluarga tetapi esensi alami dari interaksi dan hubungan keluarga. Interaksi yang berubah tersebut dapat mengubah sikap anak menjadi ke arah yang lebih baik atau justru ke arah yang lebih buruk yang biasa disebut dengan perilaku antisosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana memahami komunikasi keluarga setelah perceraian dan bagaimana mengelola perilaku antisosial pada remaja yang orangtuanya bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma interpretif, dan teknik analisa data yang mengacu pada metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah tiga informan yang merupakan remaja usia 12-22 tahun dan merupakan remaja dari keluarga yang telah bercerai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Peran dan Teori Dialektika Rasional. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pada setiap keluarga yang terjadi perceraian ada yang komunikasi keluarganya berubah namun ada pula yang tidak berubah. Perubahan komunikasi dalam keluarga yang bercerai tersebut dapat mengakibatkan perubahan perilaku pada setiap anak namun tidak semua anak mengalami perubahan perilaku antisosial. Untuk mengelola perubahan perilaku antisosial dibutuhkan komunikasi keluarga yang sesuai untuk memahami perubahan perilaku tersebut karena anak yang memiliki perubahan perilaku antisosial tidak dapat mengelola perubahan perilaku itu sendirian. Mereka cenderung membutuhkan perhatian yang ekstra dari kedua orangtuanya yang bercerai, dibutuhkan adanya pengertian sehingga seorang anak dapat mengerti mengapa terjadinya perceraian serta dibutuhkan peran seorang ibu dan ayah untuk mendampingi anak agar mereka tidak merasakan kekosongan pada dirinya sehingga perilaku antisosial dapat dihindari.
Analisis Framing Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi Di Partai KeadilanSejahtera (PKS) Dalam Koran Tempo Faurizka, Hani; Sunarto, Sunarto; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.074 KB)

Abstract

ABSTRACTJUDUL : Framing Analysist of Beef Import Quota Bribery Case in PartaiKeadilan Sejahtera (PKS) within The Koran TempoNAMA : HANI FAURIZKANIM : D2C009005The mass media always saw political issues as an attractive publicity and also something witha high news value. In several recent years, news reports in Indonesia has always marred by manyIndonesian political elites allegations of bribery cases. One of several authority and power abusementcases by cadres of political parties in Indonesia were the suspected fund bribery of beef imports quotain Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Media reporting activities in political cases made them involved in making of politicaldiscourse. Media wasn’t act as news courier only but they act as political agent also, they do framingthe message for making up issues, and Koran Tempo is on the list with all of its interest attributewithin this case.This was descriptive research with framing analysis approach developed by Robert N.Enmant. This research was conducted to determine the frame formed by Koran Tempo in every theirnews about the bribery case of beef import quotas that occurred in PKS.Result of this study indicated that the Koran Tempo news was dominated by “news maker”frame pattern. Tempo tried to form a view that the names of PKS leaders who are involved in cases isseen as a mistake. The non-PKS resource persons been chosen to corroborate the indicationsstatements of the names of this Islamic-based party leaders involvement. Legal system and the KPK’sprocess of investigation considered as the only right way to solve the problem. In the end, KoranTempo is clearly not a neutral media. Koran Tempo’s news keep the journalists subjectivity that isbased on an ideology as a critical and courageous media in their every news publication.Key words : Political party, Bribery case, Koran TempoABSTRAKJUDUL : Analisis Framing Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi Di PartaiKeadilanSejahtera (PKS) Dalam Koran TempoNAMA : HANI FAURIZKANIM : D2C009005Media massa selalu melihat persoalan politik sebagai bahan pemberitaan yang menarik danmemiliki nilai berita yang tinggi. Beberapa tahun terakhir pemberitaan di indonesia selalu diwarnaioleh dugaan kasus suap yang banyak menimpa elite partai politik. Salah satu kasus penyalahgunaanwewenang dan jabatan oleh kader-kader partai politik di Indonesia adalah adanya dugaan dana suapkuota impor daging sapi yang mengalir di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Aktivitas media dalam melaporkan peristiwa-peristiwa politik membuat media seringkaliterlibat dalam pembuatan wacana politik. Media tidak hanya bertindak sebagai penyalur pesanmelainkan juga sebagai agen politik yang melakukan proses pembingkaian pesan untukmengkonstruksi sebuah isu, tak terkecuali Koran Tempo dengan segala atribut kepentingannya dalammenyoroti kasus ini.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan analisis framing yang dikembangkan olehRobert N. Enmant. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frame yang dibentuk oleh KoranTempo dalam setiap pemberitaannya mengenai kasus suap kuota impor daging sapi yang terjadi diPartai Keadilan Sejahtera (PKS).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan Tempo di dominasi oleh pola bingkaiNews maker. Tempo mencoba membentuk konstruksi bahwa nama-nama petinggi PKS yang terlibatdipandang sebagai suatu hal yang salah. Pemilihan narasumber non-PKS dipilih Tempo untukmenguatkan keterangan adanya indikasi keterlibatan nama-nama petinggi partai berbasis islamtersebut. Jalur hukum serta proses penyidikan KPK dianggap sebagai satu-satunya cara yang tepatuntuk menyelesaikan masalah. Pada akhirnya jelas Tempo bukanlah media yang netral. PemberitaanTempo menyimpan subjektivitas wartawan yang dilandasi oleh ideologi sebagai media cetak yangkritis dan berani dalam setiap menurunkan berita kepada pembacanya.Key words : Partai politik, Praktik suap, Koran TempoPENDAHULUANA. Latar BelakangMaraknya kasus korupsi yang terjadi diIndonesia seakan – akan menjadi suatu budayayang tidak bisa dihilangkan sejak zaman orde baru dan telah menjadi fenomena sosialyang terjadi pada tatanan pemerintahan. Korupsi merupakan gejala salah pakai dansalah urus dari kekuasaan demi mengeduk keuntungan pribadi, dengan menggunakanwewenang dan kekuatan-kekuatan formal untuk memperkaya diri sendiri.Salah satu bentuk tindak korupsi yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan adalahmasalah suap. Berbagai bentuk praktik korupsi suap menyuap banyak terjadi dilingkungan pejabat birokrasi pemerintah ataupun lembaga publik yangpelaksanaannya bersentuhan dengan masyarakat, tak terkecuali partai politik. Jikadilihat dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1999 Tentang PartaiPolitik, disebutkan bahwa terdapat tiga fungsi umum sebuah partai politik, yaitu (1)melaksanakan pendidikan politik dengan menumbuhkan dan mengembangkankesadaran atas hak dan kewajiban politik rakyat dalam kehidupan berbangsa danbernegara; (2) menyerap, menyalurkan dan memperjuangkan kepentingan masyarakatdalam pembuatan kebijakan negara melalui mekanisme badan-badanpermusyawaratan/ perwakilan rakyat; dan (3) mempersiapkan anggota masyarakatuntuk mengisi jabatan jabatan politik sesuai dengan mekanisme demokrasi. Namunsetelah melihat kasus-kasus diatas,bisa disimpulkan bahwa terjadi disfungsi darikeberadaan partai politik di Indonesia. Demokrasi partai dalam mencetak kader-kaderpartai yang bersih sebagai lembaga penyalur aspirasi rakyat, seakan jauh dari kataideal. Elite partai banyak yang menggunakan wewenang dan kekuasaannya untukmemperkaya kepentingan pribadi, yakni terlibat dalam praktik korupsi sepertipencucian uang maupun suap.Dari sekian banyak isu kasus suap yang melibatkan para elite partai politik diIndonesia, peneliti tertarik pada kasus aliran dana suap penambahan kuota impordaging sapi PT. Indoguna Utama yang mengalir di tubuh Partai Keadilan Sejahtera(PKS). Kasus ini terkuak sejak tertangkapnya sosok Ahmad Fathanah di hotel LeMeridien pada dini hari tanggal 29 Januari 2013, yang kemudian menyeret namakader sekaligus mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq, serta petinggi PKS lainnyauntuk turut berurusan dengan KPK.Pada kasus dugaan suap impor daging sapi ini, Luthfi Hasan Ishaaq danFathanah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua bos PT. Indoguna Utama(perusahaan pengimpor daging) yaitu Juard Effendi dan Arya Abadi Effendy. Selainsebagai presiden PKS kala itu, Luthfi juga tercatat sebagai anggota Dewan PerwakilanRakyat (DPR) 2009-2014. Ia duduk di Komisi I. Sebagai anggota Komisi I, Luthfihanya bertugas dalam urusan soal komunikasi, informasi, keamanan, dan pertahanan.Urusan peternakan dan impor daging menjadi ranah Komisi IV dan Komisi VI.Dugaan keterlibatan Luthfi dalam kasus ini adalah, ia diduga "menjual" otoritas yangdimilikinya untuk memengaruhi kebijakan soal kuota impor daging. Sebagai petinggiPKS, ia memiliki pengaruh yang besar. Kuota impor daging sapi menjadi kewenanganKementerian Pertanian, di mana menteri yang menjabat, Suswono, adalah kader PKS.Dari beberapa hasil penyidikan KPK, Luthfi pun diteteapkan sebagi tersangka kasussuap kuota impor daging sapi atas hubungannya dengan Suswono, kader PKS yangmenjabat sebagai Menteri Pertanian tersebut.Keterlibatan Luthfi Hasan Ishaaq dalam memanfaatkan jabatan/posisinya untukberhubungan dengan Mentan Suswono melatarbelakangi penetapan statusnya sebagaitersangka suap, dimana melanggar pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atauPasal 11 Undang-Undang No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggaranegara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya.Dari awal tertangkapnya Ahmad Fathanah hingga ditetapkannya Luthfi HasanIshaaq sebagai tersangka pencucian uang, berbagai media massa berbondong-bondongmenyajikan laporan berita ter-update untuk mengulas kasus ini. Salah satu jenis mediamassa adalah media massa cetak yang disebut surat kabar atau koran. Dua nama suratkabar nasional di Indonesia yang tak luput mengulas perkembangan kasus suapdaging impor di PKS adalah Kompas dan Tempo. Dalam kurun waktu selama kuranglebih 5 bulan, yaitu dari tanggal 31 Januari hingga 30 Mei, pemberitaan mengenaikasus ini masih dibahas dalam kedua surat kabar tersebut. Untuk lebih jelas melihatragam berita yang dihadirkan oleh Kompas dan Tempo mengenai kasus suap di PKSedisi 31 Januari – 30 Mei 2013, disajikan dalam tabel berikut :Tabel 1.1Perbandingan jumlah ragam berita dalam surat kabar Kompas danTempo edisi 31 Januari – 30 Mei 2013Ragam BeritaMediaKompas TempoHeadline 8 judul 25 judulBerita Utama - 52 judulNasional - 25 judulPolitik danHukum35 judul -Skandal SuapGuncang PKS- 15 judulJumlah Berita 43 judul 117 judulKeterangan: rincian pada lampiranTerkait dengan berita kasus suap di PKS ini, Tempo menurunkan 25 judulheadline pada halaman cover surat kabar, dibandingkan dengan Kompas yang hanya 8judul headline. Mengingat pentingnya kedudukan sebuah Headline dalam surat kabar,dimana sangat mempengaruhi pembaca dimana memudahkan dalam mengetahuiperkembangan kasus yang terjadi serta menumbuhkan motivasi, mendorong danmengembangkan pola pikir bagi masyarakat untuk semakin kritis dan selektif dalammenyikapi berita-berita yang disajikan pada berbagai media cetak yang ada dimasyarakat.Perbedaan penyampaian suatu berita di berbagai media juga dipengaruhi olehlatar belakang seorang wartawan dari media yang bersangkutan. Dalam Kode EtikJurnalistik Indonesia dalam Undang-Undang Pers, pasal 1 disebutkan bahwa :“Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dantidak beritikad buruk”. Namun saat ini, seiring perkembangan pers serta kekebasan wartawandalam menghasilkan berita tak sedikit ditemukan berita-berita yang dinilai tidak berimbangsesuai dengan ketentuan kode etik jurnalistik. Bagi masyarakat biasa, pesan dari sebuahberita akan dinilai apa adanya. Berita akan dipandang sebagai barang suci yang penuhdengan objektifitas. Namun, berbeda dengan kalangan tertentu yang memahami betulgerak pers. Mereka akan menilai lebih terhadap pemberitaan, yaitu dalam setiappenelitian berita menyimpan ideology dan campur tangan wartawan. Seorangwartawan pasti akan memasukkan ide-ide mereka dalam analisis terhadap data-datayang diperoleh dilapangan.Dalam kasus yang diangkat ini dapat tersaji dengan jelas, bagaimana mediamassa menggambarkan identitas para actor yang menjadi sorotan utama mendominsiteks (profil) yang menjadi sorotan. Adanya proses seleksi isu dan penekanan pada isiberita yang dianggap layak ditampilkan, dipengaruhi juga oleh persepsi wartawan,yang jelas sangat beragam. Interpretasi sangat dilandasi dengan kepentingan masingmasingmedia massa tak terkecuali Koran Tempo dalam pemberitaannya seputarkasus suap impor daging sapi yang melibatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).B. PermasalahanBagaimana majalah Tempo membingkai berita tentang kasus suap daging sapi imporyang melibatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ?PEMBAHASANBerdasarkan data empirik penelitian, sejak kasus ini terkuak, Tempo tercatatmenurunkan 25 judul headline mengenai kasus suap kuota impor daging sapi. Namunpenelitian ini hanya merujuk pada 10 judul headline pada tanggal 10 Mei hingga 30Mei 2013, dimana dalam periode tersebut pembahasan berita kasus suap impor dagingsapi yang terjadi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih terfokus, serta menjadicover pemberitaan paling banyak. Dengan menggunakan perangkat framing Entman,akan diketahui bagaimana pembingkaian yang dilakukan Tempo terhadap kasus suapkuota impor daging sapi yang terjadi di PKS. Berikut penjabarannya :Define Problems atau pendefinisian masalah. Dalam membahas masalah kasussuap kuota impor daging sapi di PKS ini, 10 berita yang diturunkan oleh Tempohampir sebagian besar terfokus pada framing pola bingkai News Maker/Public Figure,berita-berita yang disajikan selalu terkait dengan nama-nama besar petinggi PKS yangterlibat didalamnya.Tercatat dari 10 berita tersebut, ada 9 berita menggunakan pola bingkai NewsMaker. Terlihat disini bagaimana Tempo mencoba untuk memberikan gambaranbahwa kasus yang menyeret nama orang-orang penting, orang-orang terkemuka,lembaga penting, menjadi salah satu hal yang menarik untuk dijadikan berita. Dalamhal ini baik itu petinggi partai, menteri dan lembaga tinggi negara yang bersentuhandengan kasus hukum mau tak mau akan ditindak lanjuti pula berdasarkan hukumyang berlaku.Diagnose Causes atau memperkirakan penyebab masalah. Dalam memberitakantentang kasus suap kuota impor daging sapi yang terjadi di PKS ini secara tidaklangsung tampak bahwa Tempo menganggap bahwa kesaksian sumber berita di luarPKS menjadi penyebab masalah dalam kisruh yang melibatkan nama-nama petinggipartainya dan lembaganya itu sendiri. Disini tampak bagaimana Tempo berusahamenyudutkan pihak PKS dengan dengan keterangan-keterangan sumber di luar PKSyang sebagian besar mengungkapkan fakta adanya keterlibatan para petinggi PKSdalam kasus suap kuota impor daging sapi.Make Moral Judgement atau membuat keputusan moral. Menanggapi kasus suapimpor daging yang yang melibatkan para petinggi Partai Keadilan Sejahtera ini, ada 5evaluasi moral yang diberikan oleh Tempo: pertama, keterlibatan para petinggi PKSdinilai salah karena tugas dan wewenang mereka dalam struktur kepartaian tidak adahubungannya dengan kasus penambahan kuota impor daging sapi. Kedua, statushukum Suswono dalam kasus impor daging masih sebatas saksi atas dua tersangkasebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq dan Fathanah . Ketiga, benda-benda yang terkaitdengan aliran dana dari Fathanah dikategorikan sebagai hasil pencucian uang dantindak suap. Keempat, KPK dinilai lamban dalam memproses status hukum danmelakukan pemeriksaan terhadap para petinggi PKS yang terlibat. Kelima, laporanPKS atas KPK termasuk dalam upaya mengkriminalkan KPK, alasannya karena PKSmelaporkan KPK dengan pasal pidana, yakni pencemaran nama baik.Kemudian dalam Treatment recommendation, menurut Tempo rekomendasiyang bisa dilakukan dalam menghadapi kisruh kasus suap kuota impor daging sapiyang terjadi di PKS ini adalah dengan menyerahkan proses dan penyelidikansepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tempo menggarisbawahibahwa semua petinggi PKS yang terlibat kasus ini harus di sikapi secara serius, salahsatunya dengan penyelidikan dan pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku.Koran Tempo melihat bahwa penyelidikan yang dilakukan pihak KPK merupakansuatu cara agar masyarakat melihat bahwa segala bentuk praktik korupsi yangdilakukan elite parpol adalah masalah yang serius dan harus ditangani oleh lembagayang berwenang.Dari keseluruhan pemberitaan yang di munculkan, Tempo mencobamengarahkan opini public bahwa kasus suap impor daging yang terjadi di PKS inidianggap salah dan melanggar ketentuan hukum sehingga pantas untuk diprosessesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tempo juga menggunakanmenggunakan gaya bahasanya cenderung lebih berani. Apalagi, jenis berita yangdisampaikan berupa isu yang sensitif. Keberanian dalam menulis berita yang sensitifitu diikuti dengan kreativitas dalam mengolah berita menjadi sesuatu yang menarikatensi pembaca.PENUTUPKesimpulanMelalui hasil analisis dengan menggunakan perangkat framing Robert N. Enmant,penulis telah menemukan pola bingkai (frame) yang digunakan oleh Tempo dalamkasus suap kuota impor daging sapi yang terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS)dalam periode 10-30 Mei 2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberitaanTempo didominasi oleh pola bingkai News maker. Nilai berita News maker padapemberitaan Tempo mendapat porsi yang lebih besar dibandingkan nilai beritakonflik.Tempo menilai bahwa nama-nama petinggi PKS yang terlibat dalam kasus inipenting dan layak dijadikan berita, hal ini sesuai dengan teori jurnalistik yangmenyebutkan bahwa nama selalu menciptakan berita (names make news). Teoritersebut dapat dianalogikan dengan pernyataan bahwa segala sesuatu yang dikatakandan dilakukan oleh orang-orang penting selalu dikutip oleh media dan menjadi berita,sekalipun hal itu bersifat negatif.Tempo mencoba mengkonstruksikan bahwa petinggi PKS yang terlibat kasustindak pidana korupsi, baik dalam bentuk suap maupun pencucian uang, merupakansuatu bentuk penyalahgunaan wewenang dan kedudukan karena tidak seharusnyafigur yang menjadi panutan dalam partai terlibat dalam sebuah kasus. Hal inidipandang oleh Tempo sebagai suatu kesalahan, dan jalur hukum menjadi satusatunyacara yang tepat untuk menyelesaikan masalah.Sikap Tempo tersebut juga didukung dengan pemilihan narasumber yangdigunakan dalam pemberitaan. Mayoritas sumber berita yang ditampilkan Tempoadalah pihak-pihak non-PKS. Kesaksian sumber berita tersebut cenderungmembenarkan fakta keterlibatan para petinggi PKS dalam kasus suap impor daging.Pada akhirnya penulis menyimpulkan bahwa Tempo bukanlah media yang netraldalam mengkonstruksikan suatu isu. Pemberitaan Tempo menyimpan subyektivitaswartawan yang dilandasi oleh ideologi sebagai media cetak yang kritis dan beranidalam setiap menurunkan berita kepada pembacanya.Daftar PustakaReferensi BukuArdianto, Elvinaro., Erdinaya., Komala, Lukiati. (2004). Komunikasi Massa: SuatuPengantar. Bandung: RosdakaryaBungin, Burhan. (2008). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Prenada Media GroupChaer, Abdul. (2010). Bahasa Jurnalistik. Jakarta: Rineka CiptaDenzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (1994). Handbook of QualitativeResearch. London: SAGE PublicationsDenzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (2009). Handbook of QualitativeResearch. Diterjemahkan oleh Dariyanto dkk dengan judul Handbook ofQualitative Research. Yogyakarta: Pustaka PelajarEffendy, Onong Uchjana. (2005). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung:Remaja RosdakaryaEriyanto. (2002). Analisis Framing: Konstruksi Ideologi dan Politik Media.Yogyakarta: PT. LKis Pelangi AksaraEriyanto. (2007). Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi dan Politik Media.Yogyakarta : PT. LKiS Yogyakarta.Junaedhi, Kurniawan. (1995). Rahasia Dapur Majalah di Indonesia. Jakarta: GramediaPustaka Utama.Hamad, Ibnu. (2004). Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa. Jakarta: GranitMoleong, J. Lexy. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT RemajaRosdakaryaRahardi, Kunjana. (2011). Bahasa Jurnalistik. Bogor: Ghalia IndonesiaRolnicky, Tom. E, C. Dow Tate, Sherri A Taylor. (2008). Pengantar DasarJurnalisme (Scholastis Journalism). Jakarta: KencanaSobur, Alex. (2005). Analisis Teks Media Massa, Suatu Pengantar Untuk AnalisisWacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja RosdakaryaSteelw, Janet E. (2007). Wars within: The Story of Tempo, an Independent Magazinein Soeharto’s Indonesia. Jakarta: PT Equinox Publishing Indonesia.Sudibyo, Agus. (2001) . Ekonomi Politik Media Penyiaran. Yogyakarta: LkiSSuhandang, Kustadi. (2004). Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, danKode Etik. Bandung: NuansaSumadiria, Haris. (2006). Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature.Bandung: Remaja RosdakaryaSyah, Sirikit. (2011). Rambu-Rambu Jurnalistik. Yogyakarta:Pustaka PelajarTamburaka, Apriadi. (2012). Agenda Setting Media Massa. Jakarta : RajaGrafindo,PersadaWiryanto. ( 2005). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grameia WiiasaranaIndonesia.InternetDwi Wedhaswary , Inggried. (2013). Citra Partai Bersih PKS Tercoreng. Dalamhttp://nasional.kompas.com/read/2013/01/31/09280349/Citra.Partai.Bersih.PKS.Tercoreng. Diunduh pada 3 Juni 2013 pukul 20.30 WIBRuslan , Heri. (2013). Presiden PKS Bantah Terima Suap Impor Daging. Dalamhttp://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/01/31/mhgw0u-presidenpks-bantah-terima-suap-impor-daging. Diunduh pada 3 Juni 2013 pukul 21.00WIBSuharman, Tri. (2013). Presiden PKS Tersangka Suap Rp 1 Milyar. Dalamhttp://koran.tempo.co/konten/2013/01/31/299464/SKANDAL-IMPORDAGINGPresiden-PKS-Tersangka-Suap-Rp-1-Miliar. Diunduh pada 3 Juni 2013pukul 22.30 WIBDamanik, Caroline. (2013). Sudah Ditahan KPK Emir Masih Berstatus Ketua KomisiXI DPR. Dalamhttp://nasional.kompas.com/read/2013/08/19/1222009/Sudah.Ditahan.KPK.Emir.Masih.Berstatus.Ketua.Komisi.XI.DPR. Diunduh pada 16 Juli 2013 pukul 09.00WIBSuharman, Tri. (2011). Nazar Beberkan Peran Anas dan Angie di Kasus Hambalang.Dalam http://www.tempo.co/read/news/2011/12/22/063373280/Nazar-Beberkan-Peran-Anas-dan-Angie-di-Kasus-Hambalang. Diunduh pada 16 Juli 2013 pukul10.30 WIBKurniawam, Bahri. (2013). ICW: Kader Golkar Paling Banyak Jadi TersangkaKorupsi. Dalam http://www.tribunnews.com/nasional/2012/10/04/icw-kadergolkar-paling-banyak-jadi-tersangka-korupsi. Diunduh pada 16 Juli 2013 pukul13.00 WIBMeisikalesaran. (2011). Contoh Pelanggaran Kode Etik Pers. Dalamhttp://meisikalesaran.wordpress.com/2011/02/07/contoh-pelanggaran-kode-etikpers/.Diunduh pada 22 Juli 2013 pukul 20.00 WIBBlog Tempo Interaktif. (2007). Cergas. Dalamhttp://blog.tempointeraktif.com/tempo/cergas/. Diunduh pada 23 Juli 2013 pukul21.00 WIBDwi Wedhaswary, Inggried. (2013). Luthfi Diduga Jual Pengaruhnya Untuk AturImpor Daging. Dalamhttp://nasional.kompas.com/read/2013/01/31/15290283/Luthfi.Diduga.Jual.Pengaruhnya.untuk.Atur.Impor.Daging. Diunduh pada 28 Juli 2013 pukul 10.00 WIBAlfiyah, Nur. (2013). Luthfi Hasan Ishaaq Tersangka Pencucian Uang. Dalamhttp://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469527/Luthfi-Hasan-Ishaaq-Tersangka-Pencucian-Uang. Diunduh pada 29 Juli 2013 pukul 22.00 WIBHendrawam, Parliza. (2013). Demokrat dan PKS Dianggap Juara Korupsi. Dalamhttp://www.tempo.co/read/news/2013/02/19/078462351/Demokrat-dan-PKSDianggap-Juara-Korupsi. Diunduh pada 29 Juli 2013 pukul 23.30 WIB

Page 31 of 157 | Total Record : 1563