cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Hubungan antara Parental Discipline dan Intensitas Komunikasi Peer Group dengan Minat Belajar Anak Wening Jiwandaru Pradanari; Sri Widowati Herieningsih; Agus Naryoso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.988 KB)

Abstract

Menurunnya hasil ujian nasional pada tahun 2012/2013 karena faktor minat belajar menjadi dasar latar belakang penelitian ini. Faktor Orang tua dan Teman sebaya merupakan faktor yang dinilai dapat berkontribusi kepada minat belajar. Kurangnya minat anak untuk belajar merupakan hal yang memprihatinkan mengingat pentingnya minat belajar dalam proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parental discipline dan intensitas komunikasi peer group dengan minat belajar anak. Teori yang digunakan adalah teori Konvergensi dan teori Kelompok Rujukan. Jumah populasi sebanyak 34.523 yang berada di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik multi stage random sampling diambil sebanyak 100 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji korelasi Rank Kendall dengan bantuan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji korelasi Rank Kendall antara variabel parental discipline (X1) dengan minat belajar anak (Y) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,279 dan nilai signifikansi 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel X1 dengan Y, namun hubungannya rendah. Sedangkan antara variabel intensitas komunikasi peer group (X2)dengan minat belajar anak (Y) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,346 dan nilai signifikansi 0,000. Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel X2 dengan Y, namun hubungannya rendah. Orang tua sebagai lingkungan sosial pertama anak harus berperan lebih, dalam memberikan perhatian terhadap pola belajar anak di rumah. Selain itu, orang tua juga sebaiknya turut serta mengarahkan dengan siapa anak mereka berteman. Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian menggunakan variabel-variabel lain.Kata kunci : Parental Discipline, Peer Group, Minat Belajar.
ANALISIS FRAMING DALAM KASUS KONTROVERSI AHOK DI DALAM PILKADA DKI JAKARTA 2017-2022 DI DALAM MEDIA ONLINE KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA.CO.ID Brilliant Indra K; Dra. Taufik Suprihartini, M.Si
Interaksi Online Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religion issue used in DKI Jakarta’s election for 2017-2022 involve the candidate of DKI Jakarta Governor No 2, Ahok-Djarot. The controversy attract awareness of online media mass. Media which is writes the controversy have framing from the media politics. This phenomenom become the background from this study. This study aims to describe how the framing is done by media coverage especially from Kompas.com and Republika.co.id. This study using agenda setting theory with the Framing analysis model of Zhondang Pan dan Gerald M Kosicky with usesa constructionist paradigm with qualitative approach. The result showed that Kompas.com is still indicate the presence of media to attempt to approach the objectivity of news reporting while Republika.co.id still indicate to involve their ideology to the news that they have made.
PRODUKSI PESAN MELALUI SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI MEDIA PENYAJIAN DIRI PUSPITANINGRUM, NOVI ADI; Rahardjo, Turnomo; Hasfi, Nurul
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.719 KB)

Abstract

PRODUKSI PESAN MELALUI SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI MEDIA PENYAJIAN DIRIABSTRAKJudul : Produksi Pesan Melalui Situs Jejaring Sosial Facebook sebagai media penyajian diriNama : Novi Adi PuspitaningrumNim : D2C006065Media jejaring Facebook saat ini telah menjadi media yang popular dalam mengkomunikasikan berbagai hal tentang diri pribadi dan keadaan sosial kepada orang lain. Facebook telah menjadi media penyajian diri bagi para pengguna akunnya melalui pesan-pesan yang mereka sampaikan pada kepada orang lain sesama pengguna Facebook. Para user seakan-akan berlomba-lomba untuk memproduksi pesan yang menarik agar status tersebut dilihat dan mendapat komentar dari individu (user) lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan situs jejaring sosial facebook sebagai media dalam proses produksi pesan untuk penyajian diri serta untuk memahami alasan dan motif yang melatarbelakakangi individu dalam memproduksi pesan yang disampaikan dalam update status pada situs jejaring sosial Facebook. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi dan pendekatan yang dipakai adalah deskriptif yang dikembangkan dari filsafat fenomenologi.Peneliti menggunakan Teori Perencanaan Charles Berger, dan didukung oleh Pendekatan Dramatugis oleh Erving Goffman. Responden pada penelitian ini adalah pria dan wanita berjumlah 5 orang yang berumur antara 18-25 tahun. Peneliti menggunakan narasumber dengan kriteria: aktif menggunakan media jejaring sosial Facebook dalam kehidupannya sehari-hari, dimana Facebook digunakan sebagai sarana untuk memproduksi pesan dalam rangka penyajian diriBerdasarkan hasil yang didapat dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa saat ini Facebook memang telah menjadi media ajang penyajian diri bagi para penggunannya. Pesan yang disampaikan oleh para pengguna Facebook pada umumnya berisi mengenai perasaan yang sedang mereka rasakan atau sedang mereka alami. Sebelum memproduksi pesan, para pengguna Facebook melalui tahapan seperti proses berpikir dan pemilihan diksi atau kata-kata. Hal ini bertujuan agar pesan yang mereka tidak menyinggung orang lain atau membuat citra mereka didepan para teman Facebooknya menjadi negatif.Kata Kunci : Facebook, Produksi Pesan, Perilaku Menyajikan DiRIABSTRACTTitle : Production Message Through Social Networking Sites Facebook as a Self Actualization MediaName : Novi Adi PuspitaningrumNim : D2C006065Facebook is social networking media that nowadays has become popular media to communicate various things about personal and social life to others. Facebook is self actualization media for its users through message sharing to another Facebook users. They seems to compete with another to produce a compelling message in order to receive comments from other users.This study aims to examine how Facebook users accomodate it as message production process for self actualization and gain deeply understanding in some reasons behind message production through status updates on Facebook website. This research is qualitative research using phenomenology methods that developed all approach based on phenomenology philosophy.Researcher used Charles Berger theory that is supported by Dramaturgy approach by Erving Goffman. Respondents in this reasearch are men and women consist of 5 people ages between 18-25 years old. The criteria are Facebook users that actively online on Facebook in their daily life where Facebook is used as means of message production for self actualization.Based on the result of this research, it may conclude that nowadays Facebook is indeed used as self actualization media for its users. The message generally contains their true feeling or they currently get through. Before producing a message, Facebook users get through some processes such as reflective process and diction selection process. Thus in regards to convey a message that won’t offend others or represent negative image towards their Facebook friends.Keywords: Facebook, Message Production, Self Actualization behaviorBAB IProduksi Pesan Melalui Situs Jejaring Sosial Facebook Sebagai Media Penyajian Diri1.1. LATAR BELAKANGFenomena penggunaan situs jejaring sosial Facebook, yang dapat diperoleh secara cuma-cuma telah menjadi media yang populer dalam mengkomunikasikan berbagai hal tentang diri pribadi dan keadaan sosial kepada orang lain. Membicarakan situs jejaring sosial, berarti membicarakan setiap pemilik akun (user) yang saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain, baik itu sebagai pengirim maupun penerima pesan dalam kehidupan sehari-hari. Facebook telah menjadi salah satu media yang memberi ruang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk berkreasi dan berbagi seperti halnya memproduksi sebuah pesan. memproduksi sebuah pesan.Beberapa bentuk produksi pesan yang sering dilakukan, seperti; menuliskan kata-kata bijak di update status, menyampaikan kritik-kritik sosial, mengkomunikasi-kan kondisi pribadi (perasaan), menunjukkan lokasi saat ini dan aktivitas yang sedang dilakukan dan masih banyak lagi. Update status Facebook yang disampaikan dan dibaca oleh sesama pengguna merupakan sebuah kegiatan produksi pesan. Pengguna Facebook sebagai komunikator, ketika akan memproduksi sebuah pesan, sebenarnya sedang mengkomunikasikan sesuatu kepada pengguna (user) lain. Pesan tersebut pada dasarnya merupakan refleksi dari persepsi atau perilaku individu yang menyampaikannya. (Ritonga. 2005:20)Saat ini, akun Facebook seseorang telah menjadi semacam cerminan diri setiap pemiliknya. Facebook seolah-olah selalu menunjukkan “inilah wajahku”, silahkan lihat diriku yang menjadikan Fesbuker menjadi semakin terbuka. Bahkan lebih dari itu, ini juga memunculkan semakin terbukanya ruang privat. Pengguna Facebook dengan sukarela dan berkesadaran tinggi akan membuka dirinya untuk bersedia dikomentari, dilihat, dan dipelototi orang lain. Update status Facebook yangmerupakan sebuah pesan yang diproduksi dalam rangka penyajian diri, sama saja dengan memperlihatkan perasaan yang dirasakan kepada individu lain. Karena dengan update status sebagai tempat pesan itu ditampilkan, setiap individu dapat leluasa mengungkapkan apa saja. Hal itulah yang membuat Facebook melalui update statusnya menjadi tempat “ajang curhat” maupun media untuk menampilkan diri.1.2. PERUMUSAN MASALAHMemproduksi pesan melalui situs jejaring sosial facebook merupakan hal yang lazim dilihat oleh setiap orang. Banyaknya para user yang menggunakan facebook untuk memproduksi pesan mengenai perasaan mereka, membuat facebook menjadi suatu media yang terbuka bagi khalayak. Ketika proses produksi pesan melalui situs jejaring sosial Facebook, apa yang sedang terjadi dalam diri pengguna sangatlah berperan dalam sebuah pengambilan keputusan mengenai hal apa yang akan ia sampaikan sebelum ia membuat sebuah status Facebooknya. Baik itu perasaaan yang sifatnya emosional seperti senang, sedih, marah, kecewa, bahagia, dll, atau hal yang hal lain yang sifatnya dan orientasi nya mengarah ke sebuah usaha untuk dapat mencapai hasil sebuah pencitraaan diri kepada sesama user lain di facebook.Begitu banyaknya pengguna facebook yang menggunakan produksi pesan untuk penyajian diri, maka penulis ingin mengetahui: bagaimana individu memproduksi pesan melalui jejaring sosial facebook sebagai media penyajian diri?1.3. KERANGKA TEORI• Teori Perencanaan Charles Berger.Teori Perencanaan Charles Berger dimana di jelaskan bahwa rencana-rencana dari perilaku komunikasi adalah representative kognitif hierarki dari rangkaian tindakan mencapai tujuan. Dengan kata lain, rencana-rencana merupakan gambaran mental dari langkah-langkah yang akan diambil seseorang untuk memenuhi sebuah tujuan. Pada dasarnya Teori ini juga menjelaskan tentang proses-proses yang berlangsung dalam diri manusiadalam proses komunikasi yakni ketika proses membuat pesan dan proses memahami pesan. Manusia ketika dalam proses menghasilkan suatu pesan maka akan melibatkan proses yang berlangsung secara internal dalam diri manusia seperti proses berfikir, pembuatan keputusan, sampai dengan proses pembuatan symbol sebelum memproduksi pesan. (Littlejohn,2009: 184-185).Perkembangan peradaban manusia berpengaruh terhadap kompleksitas permasalahan yang dihadapi di dalam perencanaan, Sementara perkembangan teknologi berperan besar di dalam menetukan pola pendekatan perencanaan yang hendak diterapkan. Sejalan dengan perkembangan peradaban dan teknologi tersebut maka berkembang pula perencanaan dan praktek-praktek perencanaan yang terjadi pada kurun jaman tertentu. Seperti halnya dalam memproduksi pesan melalui facebook, dimana apa yang sedang terjadi dalam diri user sangatlah berperan didalam sebuah pengambilan keputusan individu sebelum memproduksi pesan di facebook nya. Baik itu perasaaan yang sifatnya emosional seperti senang, sedih, marah, kecewa, bahagia, dll, atau hal yang hal lain yang sifatnya dan orientasi nya mengarah ke sebuah usaha untuk dapat mencapai hasil sebuah pencitraaan diri kepada sesama user lainnya di facebook.• Pendekatan Dramaturgi Erving Goffman.Berawal dari pemikiran bahwa manusia adalah aktor dalam panggung kehidupan ini, maka tentu apa yang ditampilkan di panggung akan berdasarkan penataan. Seriring dengan perkembangannya, setiap orang (menjadi pengguna) akan memasuki presentasi diri yang termediasi. Apalagi, jika kesempatan mempresentasikan diri ini dilakukan di Facebook. Dapat terlihat dengan adanya Facebook, dapat memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi setiap pengguna untuk berekspresi, khususnya dalam menampilkan perasaan dan diri mereka masing-masing.Dalam bukunya yang berjudul, The Presentation Of Self In Everyday Life, Erving Goffman (1959) menggunakan konsep dari gagasan-gagasan Burke, dimana pendekatan dramaturgis sebagai salah satu varian interaksionisme simbolis yang sering menggunakan konsep “peran sosial” dalam menganalisis interaksi sosial, yang dipinjam dari khasanah teater. Peran adalah ekspektasi yang didefinisikan secara sosial yang dimainkan seseorang dalam situasi untuk memberikan citra tertentu kepada khalayak yang hadir. Bagaimana sang aktor berperilaku bergantung kepada peran sosialnya dalam situasi tertentu.Goffman mengasumsikan bahwa ketika individu berinteraksi, mereka ingin menyajikan suatu gambaran diri yang akan diterima individu lain. Ia menyebut upaya itu sebagai “pengelolaan kesan” (impression management) yaitu teknik-teknik yang digunakan aktor untuk memupuk kesan-kesan tertentu dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. (Mulyana, 2010:110-112) Oleh karena itu, ada sebuah proses produksi pesan yang melibatkan kondisi personal maupun sosial individu dalam menyajikan dirinya.KESIMPULAN1. Semakin berkembangnya era jejaring sosial saat ini, Facebook menjadi salah satu situs jejaring sosial yang memiliki banyak pengguna dari seluruh dunia. Bahkan fenomena yang berkembang saat ini adalah banyaknya pengguna Facebook yang menjadikan Facebook sebagai media bagi mereka untuk menyajikan diri mereka melalui pesan-pesan yang disampaikan melalui situs jejaring sosial tersebut kepada khalayak luas.2. Pengguna Facebook memproduksi pesan kepada khalayak luas melalui fitur update status. Melalui update status, para pengguna Facebook memproduksi pesan yang menyuarakan apa yang sedang mereka rasakan atau alami dengan bertujuan untuk memberitahukan hal tersebut kepadaorang lain. Faktor emosional dan perasaan pun turut mempengaruhi pesan-pesan yang mereka produksi melalui update status tersebut.3. Sebelum memproduksi sebuah pesan, para pengguna Facebook melalui sebuah tahapan-tahapan sebelum akhirnya pesan tersebut tersampaikan kepada khalayak luas. Tahapan-tahapan yang dilalui oleh para pengguna Facebook tersebut adalah proses berfikir, pemilihan diksi atau kata-kata serta upaya untuk mengantisipasi dampak yang mungkin akan ditimbulkan dari pesan-pesan yang mereka sampaikan tersebut terhadap khalayak luas yang menerima pesan tersebut.4. Pengguna Facebook melakukan penataan dalam account Facebook mereka dengan tujuan untuk membentuk sebuah citra diri yang baik. Mereka berharap, dengan melakukan penataan melalui Facebook khalayak luas dapat menilai citra diri mereka sebagai individu yang baik.Hasil (Outcome)Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa para informan sebagai seorang pengguna Facebook melalui beberapa proses dalam memproduksi sebuah pesan di akun facebooknya. Sebagai sebuah situs jejaring sosial yang diakses oleh banyak orang membuat para pengguna Facebook sadar bahwa pesan apapun yang mereka produksi di akun Facebook mereka akan membentuk sebuah penilaian terhadap pribadi mereka sendiri. Akun Facebook dinilai mampu merepsentasikan bagaimana karakter si empunya akun secara langsung. Oleh sebab itulah, para pengguna Facebook saat ini mulai berhati-hati dalam memproduksi pesan apapun dalam akun Facebooknya. Para pengguna Facebook melalui sebuah proses berpikir terlebih dahulu serta melakukan pemilihan diksi atau kata-kata sebagai tahapan dalam proses memproduksi pesan di akun Facebooknya. Hal ini bertujuan agar pesan apapun yang disampaikan melalui akun Facebook mereka tersebut akan membentuk sebuah citra yang baik dan positif. Dengan memproduksi pesan-pesan yang bersifat positif, para pengguna Facebook berharap dapat menyajikan diri mereka dengan baik dihadapan para teman Facebooknya.DAFTAR PUSTAKAArisandy, Desy.2009. Top Bak Artis Beken Dengan Facebook. Yogyakarta: Garailmu.Supratiknya .(1995). Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta: Kanisius.Farid Hamid, Dr. M.Si. & Heri Budianto, S.Sos., M.Si. (2011). Ilmu Komunikasi: Sekarang Dan Tantangan Masa Depan. Jakarta: Kencana.Fahmi, Abu Bakar. (2011). Mencerna Situs Jejaring Sosial. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.Fidler, Roger. (2003). Mediamorfosis (Memahami Media Baru) Terjemahan. Yogyakarta: Bentang Budaya.Griffin, Em. (2000). A First Look At Communication Theory:Fourth Edition. USA: Megraw Hill Companies.Hartley, John. (2010). Communication, Cultural & Media Studies: Konsep Kunci. Yogyakarta: Jalasutra.Jalaludin, Rakhmat. (2005). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya.Littlejohn, Stephen W. (1999). Theories Of Human Communication sixth edition. Belmont California. Wadsworth Publishing Company.Littlejohn, Stephen W.(2009). Teori Komunikasi Edisi 9. Jakarta: Salemba Humanika.McQuail, Denis. (2010). Teori Komunikasi Massa (Edisi 6). Jakarta: Salemba Humanika.Moustakas, Clark. E. (1994). Phenomenological Research Methods. London : Sage.Mulyana, Deddy. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Pilialang, Yasraf Amir. (1999). Sebuah Dunia Yang Dilipat. Bandung: Mizan.Reed H Black dan Edwin O Haroldson. (2009). Toksonomi Konsep Komuniasi. Surabaya: Papyrus.Ritonga, M J. (2005). Tipologi pesan persuasif. Jakarta: Indeks.Rogers, Everett M. (1986). Communication Technologi and The New Media In Societies. New York: The Free Press.Syamsudin, Abin M. (2005). Psikologi Kependidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.Turkle, Sherry. (1995). Life On The Screen: Identity in the age of the internet. New York: Simon & Schuster.Tinarbuko, Sumbo. (2009). Mendengarkan Dinding Fesbuker. Yogyakarta. Multikom.Vardiansyah. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.West, Richard & Turner, H. Lynn.( 2008). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.Ebook:Griffin, Em. (2011). A First Look At Communication Theory: Eight Edition. USA: Megraw Hill Companies.InternetAgustus 2012, Pengguna Facebook Capai 1 Milyar orang. (2012). Dalam http://www.lihatcara.com/2012/01/agustus-2012-pengguna-facebook-capai-1.html. Diunduh pada 4 Juli 2012 pukul 18:30 WIBDalam http://id.wikipedia.org/wiki/Emosi. Diunduh tanggal 5 juli 2012 pukul 10:00 WIBFazriyati, Wardah. (2012). Tak Cukup “Sharing” di dunia maya. Dalam http://female.kompas.com/read/2012/02/16/17215958/Tak.Cukup.Sharing.di.Dunia.Maya. Diunduh tanggal 4 Juli 2012 pukul 19:00 WIBDalam http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook. Diunduh tanggal 5 Juli 2012 pukul 10:15 WIBDalam http://inkvibe.com/2013/01/pertumbuhan-jumlah-pengguna-internet-dan-pengaruhnya-ke-marketing/. Diunduh tanggal 4 Maret 2013 pukul 20:00
PEMAKNAAN KHALYAK TERHADAP PROGRAM KAMPUNG KW TRANS TV Raharjo, Nicolas Handoko; Santosa, Hedi Pudjo; Gono, joyo Ns; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.275 KB)

Abstract

Kampung KW merupakan sebuah acara sitkom baru yang tayang di Trans TV, di mana stasiun televisi tersebut sudah bersekala nasional.Umumnya tema – tema yang ada di sitkom selalu bervariasi, dan salah satunya adalah Kampung KW. Namun tema kali ini yang di angkat oleh stasiun televisi Trans TV mengundang banyak pertanyaan sebab tema yang diangkat kali ini berbeda dengan tema – tema sitkom lainnya, kali ini Trans TV mengangkat tema sitkom tentang beberapa orang yang sengaja di mirip – miripkan dengan tokoh – tokoh penting di Indonesia sebagai salah satu bahan lawakkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan khalayak terhadap acara Kampung KW yang berisi nama dari tokoh – tokoh penting di Indonesia yang sengaja di plesetkan.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Dalam penelitian ini, data diperoleh melalu indepth interview dengan beberapa khalayak yang menonton acara Kampung KW Trans TV.Indepth interview yang dilakukan menggunakan pedoman tidak berstruktur, dimana pertanyaan dapat berkembang jika diperlukan, sehingga tidak terpaku dengan daftar pertanyaan.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah dimana beberapa khalayak yang menonton acara sitkom Kampung KW mengatakan acara tersebut memiliki maksud dan tujuan lain selain bertujuan untuk menghibur khalyak yang menontonnya, tujuan lain yang dimaksud adalah untuk mengkritik pemerintahan di Indonesia saat ini.Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah sebagai salah satu stasiun televisi nasional tidak sepantasnya menayangkan tayangan – tayangan komedi yang banyak mengandung unsur – unsur lain selain tujuannya untuk membuat tawa penonton yang menontonnya dan berkomedi lah yang menididik, maksudnya karena tayangan ini di tonton oleh semua umur jangan sampai melakukan hal – hal yang tidak mendidik hanya karena untuk mengangkat ratting tanpa memikirkan efeknya bagi khalayak yang menontonnya.
PENGARUH INTENSITAS MENONTON STORY PROMOSI ENDORSEMENT TOKOPEDIA DI INSTAGRAM DAN TINGKAT POPULARITAS ENDORSER TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI TOKOPEDIA Mia Maulyda; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.872 KB)

Abstract

Saat ini, semakin banyak e-commerce bermunculan. Salah satu e-commerce di Indonesia adalah Tokopedia. Semakin banyak situs jual-beli yang ada, maka persaingan pun menjadi semakin ketat. Meskipun belanja iklan Tokopedia merupakan 3 besar belanja iklan terbanyak di antara e-commerce yang ada di Indonesia, Tokopedia belum dijadikan sebagai destinasi utama dalam berbelanja. Berdasakan survey pendahuluan yang dilakukan penulis kepada 133 responden, minat beli di Tokopedia pun masih terbilang rendah, yaitu sebesar 34,6%. Tokopedia kemudian melakukan kegiatan komunikasi untuk menarik minat beli konsumen dengan melakukan strategi endorsement kepada berbagai endorser dengan tingkat popularitas yang berbeda melalui Instagram Story. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh intensitas menonton story promosi endorsement Tokopedia di Instagram terhadap minat beli konsumen di Tokopedia dan untuk menjelaskan pengaruh tingkat popularitas endorser terhadap minat beli konsumen di Tokopedia.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna aktif Instagram berusia 18-34 tahun di kota Semarang yang menonton story promosi endorsement Tokopedia oleh para endorser di Instagram. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 80 responden. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji variabel X1 terhadap Y dan regresi variabel dummy untuk menguji variabel X2 terhadap Y.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh intensitas menonton story promosi endorsement Tokopedia di Instagram (X1) terhadap minat beli konsumen di Tokopedia (Y). Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,681. Artinya, semakin tinggi intensitas menonton story promosi endorsement Tokopedia di Instagram, maka semakin tinggi pula minat beli konsumen di Tokopedia. Selanjutnya, tingkat popularitas endorser (X2) berpengaruh terhadap minat beli konsumen di Tokopedia (Y) dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,418. Artinya, semakin tinggi tingkat popularitas endorser, maka semakin tinggi pula minat beli konsumen di Tokopedia. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti dapat mengkaji lebih mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi minat beli seperti event yang diadakan Tokopedia.
Memahami Pengalaman Pengguna Instant Messenger Terhadap Brand yang Melakukan Sales Promotion di Instant Messenger (Studi Fenomenologi terhadap Pengikut Plus Friends KakaoTalk) Rifni Lestari; Nurist Surayya Ulfa; Nuriyatul Lailiyah; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.458 KB)

Abstract

Tingginya penggunaan Instant Messenger menunjukan kenaikan yangcukup signifikan. Ini menunjukan bahwa sudah lebih banyak orang yangmengirimkan pesan melalui Instant Messenger dibandingkan dengan SMS. Olehkarena itu tak heran jika berbagai produsen maupun pemasar juga menggunakanmedia ini sebagai alat promosi mereka, salah satunya adalah KakaoTalk. Ketika dimedia lain promo semacam ini cenderung dihindari, tetapi yang menarik adalahdengan adanya Plus Friends ini orang justru secara sukarela menjadi pengikutnya.Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji motives pengikut plus friends,bagaimana pemrosesan informasi dari brand dan apa efek dan persepsi terhadapbrand.Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif, Tipe penelitianKualitatif dan pendekatan fenomenologi yang berusaha untuk menyelami duniapengalaman individu dalam kasus ini, yaitu pemaknaan pengalaman para pengikutPlus Friends untuk mengetahui motives pengikut plus friends, bagaimanapengalaman mereka ketika memproses pesan dari 5 brand plus friends dan apapersepsi mereka terhadap brand. Teori yang digunakan untuk mengetahui motivesadalah Uses and Gratification, sedangkan untuk mengetahui pemrosesaninformasi menggunakan konsep atau penjelasan dari Elaborate Likelihood Modeldimana teori ini juga sekaligus menjelaskan persepsi. Penelitian ini menggunkanteknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (Indepth Inerview)pada 5 orang informan yang menjadi pengikut Plus Friends.Temuan penelitian ini menunjukan motives pengikut plus friends iniditentukan oleh motives cultural dan motives kognitif, sedangkan pemrosesaninformasi terjadi pada jalur periferal kemudian menuju jalur central. Perpindahanjalur tersebut dipengaruhi oleh Persepsi konsumen terkait pesan pada Plus Friendsmenghasilkan 3 tingkatan yang berbeda yaitu tidak berubah, tertarik danmenyukai. Rasa suka yang muncul disertai dengan perubahan sikap (attitude)yaitu menukarkan kupon Plus Friends secara langsung.Key words : Pemrosesan Informasi, Motives, Persepsi, Instant Messenger
Understanding Society Perception About Giving Respond Toward Hijabers Community Mei Indriyani, Risti; Budi Lestari, SU, Dr. Dra. Sri
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.629 KB)

Abstract

Perception requires an object to be perceived. Each person has different thought on the reality that surrounds them. Hijabers community is one of the social perception object which perceive variously by the society. In the community activity, they do many positive activities according the Islamic rules, and pursuade Moslem women to wear fashionable hijab. But, those activities didn‟t get any good respond or well perceived by the society. Yet there is some people who has negative perception toward this community. This research aims to describe how society perceive the Hijabers Community members‟ behaviour in their daily life using descriptive qualitative method with phenomenology analysis. The theories that used are the symbolic interaction theory which is a reference framework to understand how human create the symbolic world and how they create behaviour, and the perception theory which explains how human catch the stimulus that influence the human sense. In this research, it is found that: The stimulus‟ shape that received by the informants depend on their intepretation of symbol – which is the message that inteprets based on the mutual agreement. From the research result, it is found that the most stand out symbol in Hijabers Community which is understood by the society is the outfit. The stimulus which has been received by the informants then will create a perception towards Hijabers Community. Society‟s perception toward Hijabers Community is various, depends on the received stimulus and the motive or needs to these stimulus. The result from this research is that not all informants have negative perception which describes Hijabers Community as a community that concerns only on their fashionable clothes, but they tend to think Hijabers Community as a positive community seen from their activities. Meanwhile, negative perception is owned by the informant who has negative experience toward this community. The negative experience is in the form of society‟s negative comments and seeing the community appearance which is obtained from the received stimulus by the informant about the things that make the informant perceived Hijabers Community as a community which concerns about the appearance rather than religion matters
Hubungan Terpaan Iklan Produk Rokok di Media Massa dan Interaksi Peer Groupdengan Minat Merokok pada Remaja Pramitha, Dara; Herieningsih, Sri Widowati; Santosa, Hedi Pudjo; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.012 KB)

Abstract

Kenaikan jumlah perokok remaja di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya ialah semakin maraknya iklan produk rokok di media massa. Selain itu remaja lebih sering menghabiskan waktu bersama teman sebaya (peer group). Faktor – faktor tersebut akan mendorong remaja untuk mencoba merokok, terlebih lagi jika teman – teman sebayanya merupakan perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan produk rokok di media massa dan interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Advertising Exposure Process Modeldan Social Learning Theory. Peneliti mewawancarai siswa SMP N 27 Semarang sebanyak 79 orang untuk mengisi kuesioner penelitian. Analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Koefisien Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara terpaan iklan produk rokok di media massa dengan minat merokok pada remaja, dimana nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,924. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara terpaan iklan produk rokok di media massa dengan minat merokok pada remaja. Selanjutnya, terdapat hubungan pula antara interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja, dimana nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,896. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja. Key words: terpaan iklan, peer group, minat merokok
BINGKAI HARIAN KOMPAS DALAM PEMBERITAAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG TENAGA KERJA ASING Iswara Pramusita, Regina; Noor Rakhmad, Wiwid
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.218 KB)

Abstract

The issuance of the Presidential Regulation on Foreign Workers has drawn protests from labor groups because there are three articles that are considered detrimental to Indonesian workers. These articles are considered not in accordance with Labor Law No. 13/2003 . This regulation is also considered to simplify blue collar foreign workers entering Indonesia. This argument arises because the data showed an increase in the number of blue collar foreign workers in Indonesia in 2017. Kompas, one of daily newspaper in Indonesia, also reports this issue. Mass media should carry out its function as social control and provide spaces for all groups of people. However, Kompas tends to provide more spaces for the government as the informants. The choice of informants has influenced Kompas' news. Thus, this research aims to explain how Kompas constructs the news about Presidential Regulation on Foreign Workers. This study uses the Social Construction of Reality Theory which was introduced by Peter L. Berger and Thomas Luckmann. This research is a qualitative descriptive study and uses framing analysis developed by Robert Entman. The results of this research indicate that Kompas uses economic frame in reporting on the Presidential Regulation on the Foreign Workers. Economic news is important because it has a big influence on the human life which is preoccupied by making a living to fulfill their needs. Kompas uses economic frame because the issue of the Presidential Regulation on Foreign Workers intersects with the issue of labor and foreign investment. The economic frame is indicated by the selection of issues and emphasis on certain aspects. Kompas Daily Newspaper chose to present the issue of procedure arrangement to increase Indonesian investment. Another issue presented by Kompas was that public considered the issuance of Perpres No. 20/2018 reduced job opportunities for local workers. Kompas makes certain aspects of an event stand out using positive titles related to the Presidential Regulation on the Foreign Workers. Kompas also displays certain phrases that support the selection of issues. They then highlighted through the selection of positive titles regarding the Presidential Regulation on Foreign Workers as well as the selection of informants who mostly feature government.
Memahami Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Antara Pemilik Homestay dengan Wisatawan Asing di Karimunjawa Meidiza Firda Mapikawanti; Sri Widowati Herieningsih; Taufik Suprihartini; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.773 KB)

Abstract

Karimunjawa merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan asing. Banyak masyarakat Karimunjawa memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka bisnis homestay. Pemilik homestay dan wisatawan asing, memiliki perbedaan kebudayaan, kebiasaan, dan bahasa, sedangkan mereka harus dapat hidup berdampingan dan saling berkomunikasi setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi komunikasi antarbudaya antara pemilik homestay dengan wisatawan asing di Karimunjawa. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menjelaskan pengalaman unik pemilik homestay dan wisatawan asing dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dengan enam subjek penelitian, yaitu tiga orang pemilik homestay dan tiga orang wisatawan asing di Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan Teori Kompetensi Komunikasi Antarbudaya oleh Lustig dan Koester (1996), Teori Interaksi Simbolik oleh George Herber Mead (1934), serta Teori Pengelolaan Ketidakpastian dan Kecemasan oleh William Gudykunst (2005) sebagai landasan teori.Berdasarkan hasil penelitian, tidak semua wisatawan asing mengalami ketidakpastian dan kecemasan ketika pertamakali datang ke Karimunjawa, hal ini dikarenakan singkatnya kunjungan mereka yaitu hanya beberapa hari dan tujuan mereka ke Karimunjawa adalah untuk berlibur. Meskipun tidak semua wisatawan asing mengalami kecemasan dan ketidakpastian, namun mereka melakukan strategi aktif, pasif, dan interaktif untuk menghindari dan mengurangi kecemasan dan ketidakpastian mereka. Strategi tersebut mereka gunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai Karimunjawa dan pemilik homestay. Untuk dapat berkomunikasi secara lancar, pemilik homestay dan wisatawan asing menggunakan aktivitas non verbal kinesis, yaitu menggunakan gerakan tangan dan anggota tubuh bersamaan dengan komunikasi verbal dan tergolong dalam perilaku non verbal illustrator yang bersifat komunikatif, informatif, daninteraktif. Penelitian menunjukkan bahwa pemilik homestay dan wisatawan asing memiliki motivasi yang kuat untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kebudayaan, kebiasaan dan bahasa masing-masing, dan bertindak untuk membaur dan berkomunikasi. Selain itu, mereka juga memahami konteks komunikasi antarbudaya dan memiliki kepantasan dan efektivitas dalam interaksi antarbudaya. Hal-hal tersebut merupakan komponen yang dibutuhkan untuk mencapai kecakapan dalam kompetensi komunikasi antarbudaya.

Page 33 of 157 | Total Record : 1563