cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
The Influence of Parental Mediation to Perception of Television Positive Effect On Childrens Udyahitani Secundaputeri .; Drs. Hj. Sri Widowati H., MS
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.193 KB)

Abstract

Television is one of the media used by indonesians as a source of information, entertainment, and education because it is easily to absorb messages that delivered so television be an effective instrument to influence the public perceptions especially childrens. Perception of television positive effect in children is very important to be developed because can help children as active audience to distinguish between impressions a positive and negative for children. Although the children was said to be active audience, but it cannot be denied that children are still unstable to sorting of bad things and good things that is in impressions by television. So is needed parents mediation in supervising child while watching television to continue assist develop perception of television positive effect in children. This research aims to understand the influence of parental mediation against perception the positive effects of television on children. To answer these problems used parental mediation theory. The population in this research was children aged 10 to 12 years in semarang city that within 1 last month got parental mediation when watching television from their parents in any form either active mediation, restrictive mediation, nor coviewing mediation. Respondents who taken are 120 respondents using nonprobability techniques of sampling. Data obtained analyzed using the eligibility test, classical assumptions test, and continued with multivariate linear regression analysis with help by SPSS V. 16.0 application program. The first hypothesis test result indicated that the restrictive mediation variable (X1) does not significantly influential the perception of television positive effect on childrens (Y). The second hypothesis shows that the active mediation variable (X2) positively influential and very significant (Sig.=0,004) to perception of television positive effect on childrens (Y). The higher childs get active mediation from parents the higher perception of television positive effect on child. The third hypothesis test shows that the coviewing mediation variable (X3) does not significantly influential the perception of television positive effect on children (Y). The coefficients determined showing that the R square value is 0,131 which means that parental mediation contributes influence by 13% to perception of the television positive effects in children.
Memahami Persepsi Brand Equity Dari Sisi Commited Customer Serta Perjalanan Keputusan Memilih Aplikasi Traveloka (Studi Deskriptif Kualitatif Berdasar Customer Based Brand Equity Pada Aplikasi Traveloka) Fafan Suryo Nugroho; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.718 KB)

Abstract

This research aims to understand Brand Equity Perception From Commited Customer Perspective and Decision Journey Choosing Traveloka Application. This research is conducted following the presence of many critical reviews on Traveloka application in Google Play Store. This study is completed using descriptive qualitative method. The main theory of this study is Process Response Theory along with consumer decision journey framework in particular. The data collection method is conducted through in-depth interview of 6 informants. From the observation, it was found that committed customers assess four points based on customer based brand equity. The evaluation of committed customers reveals that the quality Traveloka delivers is excellent. They can also identify it further by mentioning that Traveloka application offers different kinds of travel necessity, like Fix Price or Traveloka Points. Lastly, they fall into the commited customers category, which means they are very loyal to Traveloka application and never tried any of its competitors. In their respective Traveloka application usage some of these commited customers undergo completely the six points decision journey but there are some of them who also goes through several steps that they should have completed before deciding to use the product, which is Traveloka application.
Pemaknaan Khalayak Terhadap Ruang Privat Pada Tayangan Suka Suka Uya Oki Riski Karlisna; Hedi Pudjo Santosa; Hapsari Dwiningtyas; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.391 KB)

Abstract

Tayangan Suka Suka Uya merupakan sebuah variety show yang ingin memberikan alternatif hiburan bagi pemirsanya dengan menghadirkan bintang tamu public figure untuk direlaksasi, menceritakan apapun tentang kehidupan pribadinya sehingga batas antara ruang privat dan ruang publik di media seolah menjadi kabur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall yang bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis keberagaman interpretasi khalayak tentang ruang privat public figure yang dikemas dan ditampilkan dalam tayangan Suka Suka Uya serta bagaimana khalayak mendeskripsikan ruang privat di media, khususnya televisi. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga tipe pemaknaan mengenai interpretasi khalayak terhadap ruang privat public figure yang dikemas dan ditampilkan dalam tayangan Suka Suka Uya. Dominant – hegemonic reading adalah posisi dimana khalayak menyetujui makna dominan (preferred reading) bahwa batas antara ruang privat dan publik kabur, melebur jadi satu, dan dianggap sebagai sebuah hal yang wajar bagi seorang public figure karena adanya voyeurism dan penerimaan informasi privat oleh khalayak sebagai hiburan. Negotiated reading dimana khalayak menyetujui makna dominan dari teks media dengan pertimbangan terdapat perbedaan batasan antara public figure dan orang biasa mengenai ruang privat. Khalayak menegosiasikan hal tersebut karena batasan ruang privat public figuredianggap berbeda dan lebih luas sebagai konsekuensi dari profesinya serta selera informan pada bintang tamu yang hadir. Terakhir, opositional reading adalah posisi dimana khalayak secara tegas menolak makna dominan yang ditawarkan oleh teks media karena mereka menganggap bahwa batasan ruang privat dan publik tetap ada dan masing – masing orang termasuk public figure. Ruang privat dideskripsikan sebagai aib yang tabu dibicarakan di ruang publik. Selain itu, perbedaan pemaknaan terhadap ruang privat juga muncul karena perbedaan gender informan, laki – laki dan perempuan. Informan perempuan cenderung lebih menerima terbukanya ruang privat dibandingkan informan laki – laki. Keywords : resepsi, ruang privat, public figure, khalayak
KOMUNIKASI INTERPERSONAL LINTAS GENERASI UNTUK MENGHADAPI STRES AKADEMIK PADA ANAK Alif Ardhi Wijaya; Agus Naryoso, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.574 KB)

Abstract

Perbedaan genesai pada orang tua X, Y dengan anak di generasi Z dapat menimbulkan perbedaan dan kesalahpahaman dalam memandang pendidikan di antara keduanya, hal ini yang menjadi tekanan tersendiri bagi anak di generasi Z.. Tekanan tersebut tidak dapat ditampung oleh anak pada generasi Z dan berdapak pada stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal dalam menghadapi stres akademik pada anak di generasi Z, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, paradigma Interpretif dan teknik analisis fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang berada di Kota Semarang dengan anak dengan usia 6-11 tahun dan masih menempuh pendidikan sekolah dasar kelas 3-6. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menangani stres pada anak di generasi Z, orang tua dapat melibatkan anak dalam diskusi dan dipersilahkan untuk.memilih apa yang ia senangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan prestasi belajar anak adalah dengan membangun komunikasi interpersonal secara tatap muka dan meningkatkan jarak intim dengan anak. Upaya tersebut dilakukan agar orang tua lebih mengetahui kondisi emosi anak serta menciptakan keterbukaan siantara keduanya sehingga mudah terjadi diskusi dari kesalahpahaman dan perbedaan pendapat.
PERLAWANAN TERHADAP BUDAYA DOMINAN DALAM LIRIK LAGU-LAGU EFEK RUMAH KACA (Analisis Semiotika) Khumaedi, Fariza; Lukmantoro, Triyono; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.506 KB)

Abstract

ABSTRAKSI PERLAWANAN TERHADAP BUDAYA DOMINAN DALAM LIRIK LAGU-LAGUEFEK RUMAH KACA (Analisis Semiotika)Nama : Fariza KhumaediNim: D2C606016Efek Rumah Kaca which consists of Cholil Mahmud as a vocalist and guitarist, AkbarBagus Sudibyo as a drummer, and a bassist Adrian Yunan Faisal as a band called by some mediaas the savior band music of Indonesia. At the moment all the bands in the mainstream talk aboutinfidelity and heartbreak, Efek Rumah Kaca provide refreshment and get closer the audiencewith themes of social reality which contains elements of resistance, where we are invited toappreciate the environment, balance, thinking about the social phenomenon, and open your heartto see oppression of the rulers.This research aimed to analyze the symbols and ideologies that reflect the resistance ofthe dominant culture in the lyrics of Efek Rumah Kaca’s songs. By using this approach belongsSaussure semiology, text analysis consisted of analysis of syntagmatic and paradigmatic analysisare used to reading the symbols of the seven songs from Efek Rumah Kaca chosen by theresearchers, such as: Di udara, Jalang, Mosi Tidak Percaya, Hilang, Kenakalan remaja di erainformatika, Desember, Balerina.The results of this study, based on syntagmatic analysis shows that the Efek RumahKaca’s lyrics are politically themed, rich with voice of resistance against the ruling classoppressed. Efek Rumah Kaca role as an oppressed minority party representation, it is known bylooking at the function's role in the song lyrics. Narrative patterns in the songs can be understoodas representing a story that has a message of resistance against the repression, which in thiscontext is the repression of acts of domination ruling arbitrarily. Second, the songs on the socialthemedused by Efek Rumah Kaca as an afterthought to make amends, learning about life inorder to be better in the future. While the results of paradigmatic analysis showed an associationbetween the tracks of the Greenhouse Effect with political issues and social phenomenon thatoccurred in Indonesia, such as: Di Udara, which tells the story of the death of human rightsactivist, Munir; Jalang, that criticized the Anti-Pornography and Porno action draft law; danHilang, that brought the spirit refuse to forget the kidnapping of activists in Orde Baru era;Kenakalan remaja di era informatika, which tells about the phenomenon of teens naked in frontof the camera; Desember which tells the story of the rainy season often lead to disaster; andBalerina, who shared the experience of dynamics and balance in life.Keyword: Efek Rumah Kaca, Lyric, semiologyPERLAWANAN TERHADAP BUDAYA DOMINAN DALAM LIRIK LAGULAGUEFEK RUMAH KACA(Analisis Semiotika)Musik memainkan peranan penting dalam sejarah kehidupan manusia diberbagai pelosok dunia. Salah satunya adalah sejarah perlawanan atau revolusi.Musik diterapkan sebagai alat untuk menyampaikan opini tentang sudut pandangyang diambil dalam menangkap keadaan sosial yang terjadi di masanya. Musikperlawanan cenderung mendapatkan tempat tersendiri di benak penikmatnya. Hal initerjadi karena lirik yang terdapat di dalamnya mengisahkan pengalaman sejarah yangmemiliki kedekatan secara emosional maupun pengalaman dengan parapendengarnya.Pada masa lalu, kesulitan hidup di rumah, di pabrik, di lokasi pertambangan,di perkebunan dan di ladang pertanian merupakan tema-tema utama bagi lagu-lagubernada protes (http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/lagu-protes-danperjuangan).Namun, kecenderungan di ranah musik mulai berubah seiring perubahandi tiap elemen kehidupan. Melalui budaya populer musik berkembang menjadi salahsatu bagian dari industri, perkembangan inilah yang menjadikan tantangan dankonsekuensi bagi tiap musisi untuk bertahan di ranah musik, apakah mereka masihdapat mempertahankan idealisme bermusik mereka atau hanyut terbawa aruspermainan industri. Untuk sebagian dari musisi yang terjebak permainan industrimusik, tema-tema lagu yang keluar menjadi stereotip, menyesuaikan selera pasar danmayoritas menceritakan tentang kisah romantisme belaka.Musisi yang membawakan pesan resistensi dan pemberontak dapat diamatiberdasarkan genre musik. Dalam ranah rock, band rap-rock Rage Against TheMachine (RATM) merupakan salah satu contoh yang representatif, band yang dikenaldengan warna musiknya yang kental dengan politik dan perlawanan. Albumpertamanya, Rage Against The Machine, dirilis pada tahun 1992 dengan sampulalbum yang sarat dengan kontroversi, yaitu seorang Biksu yang membakar diri(http://www.berdikarionline.com/suluh/20120203/tom-morello-dari-musikperlawanan-hingga-politik.html). RATM menyuarakan kritik sosial yang serupadengan aksi pelaku bakar diri namun menggunakan media yang berbeda dalammengungkapkannya. Mereka sama-sama resah, dan sama-sama ingin „berbagi‟keresahan kepada publik. Keresahan mereka tidak berhenti pada musik dan liriknyayang mengedepankan kritik politik, namun juga karena para personel band ini sangataktif dalam gerakan-gerakan politik perlawanan sayap kiri.Ada beberapa pemusik yang telah menjadi bagian dan menjadi inspiratorrevolusi, seperti John Lennon yang banyak memberi pengaruh terhadap kelas pekerjadan kaum muda, Green day dengan kesedihan mereka terhadap orang-orang Amerikadalam lagu “American Idiot”, hingga PJ Harvey dengan album Let England Shakeyang oleh majalah musik Inggris New Musikal Express (NME), Uncut dan Mojo,dinobatkan sebagai album terbaik tahun 2011(http://www.jakartabeat.net/editorial/pengantar-redaksi/83-editorial/699-bagaimana2011-menghakimi-let-england-shake.html). Beberapa musisi di atas menunjukkanbahwa, musik yang bermuatan perjuangan, pemberontakan atau kritik politik punmemiliki pasar dan penikmatnya sendiri. Musik tentang perlawanan memilikikarismanya sendiri yang membuatnya berbeda dengan tema musik industrial,mungkin karena muatan pesan yang dimiliki merekam peliknya kehidupan.Keberhasilan mereka layak disyukuri karena romantisme bukanlah harga mati danmemberi warna sendiri dalam industri musik.Pada jalur musik protes, masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan namaIwan Fals. Konsistensinya terhadap lagu-lagu dengan lirik perlawanan terhadapketidakadilan membuatnya dikenal sebagai pahlawan kaum pinggiran. Diamengungkapkan realitas sosial dalam untaian lirik lagu berirama balada.Setiap kali mendengar lagu-lagu Iwan Fals, banyak orang yang sejenaktersadar akan kondisi sosial tanah air. Orang menyukainya karena lagu-lagunyamudah dicerna dan mengandung pesan-pesan humanis yang mendalam. Kelebihanlirik lagu-lagu Iwan Fals yang paling mencolok adalah kenyataan bahwa dia tidaklahir dari ruang hampa, lirik-liriknya lahir dari hasil jepretan atas kondisi sosialpolitik Indonesia sendiri dengan penggunaan kata-kata sederhana, telanjang, dankadang-kadang jenaka.Efek Rumah Kaca merupakan buah bibir untuk genre musik indie diIndonesia di tahun 2007 berangkat dari sebuah single “Di Udara” yang didedikasikankepada pejuang HAM, mendiang Munir. Mereka mulai meramaikan industri musikIndonesia dengan membawakan tema-tema musik yang beragam. Efek Rumah Kacamerupakan grup musik indie yang berasal dari Jakarta. Terdiri dari Cholil Mahmud(vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass) dan, Akbar Bagus Sudibyo(drum, vokal latar). Melalui jalur musik, Efek Rumah Kaca membingkai peristiwa didunia nyata dan kemudian dituturkan dalam bait-bait lirik. Efek Rumah Kacamerupakan grup band Indonesia saat ini yang secara konsisten memiliki semangatmemperjuangkan idealisme dalam berkarya. Sampai sekarang, band ini sudahmengeluarkan dua buah album studio, yaitu Efek Rumah Kaca pada tahun 2007 danKamar Gelap pada tahun 2008.Efek Rumah Kaca merilis album penuh pertamanya, Self Titled, di bawahlabel indie Paviliun. Tidak diduga, album itu mendapat sambutan baik, terjual 4.000hingga 5.000 keping. Ini adalah jumlah penjualan yang bagus untuk band indie,sekaligus membuktikan bahwa jalur indie pun memiliki kekuatan untuk bersaingdengan jalur mainstream. Di luar penjualan album, Efek Rumah Kaca sering dimintatampil dalam pergelaran musik. Sekarang rata-rata Efek Rumah Kaca memilikijadwal konser enam kali sebulan dengan tarif sekali manggung Rp 0 alias gratishingga Rp 13 juta(http://entertainment.kompas.com/read/2008/09/07/01403215/ERK.Band.dengan.Pernyataan.Politik).Efek Rumah Kaca pada awalnya dibentuk pada tahun 2001. Setelahmengalami beberapa kali perubahan personel, akhirnya mereka memantapkan diridengan formasi band tiga orang. Sebelumnya, band ini bernama Hush. Nama inikemudian diganti menjadi Superego, lalu berubah lagi pada tahun 2005 menjadi EfekRumah Kaca - diambil dari salah satu judul lagu pada album perdana mereka.Sejak awal kemunculan mereka, banyak pihak yang menyebutkan bahwawarna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan ada yangmenyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kacadengan lugas menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena merekamerasa tidak menggunakan banyak distorsi dan efek-efek gitar dalam lagu-lagumereka seperti selayaknya musik rock.Efek Rumah Kaca adalah penyegaran bagi musik Indonesia, menjadi sebuahrenungan bagi kita untuk lebih menghargai hidup. Ketika kontroversi pornografi danpornoaksi mencuat, ERK menulis lagu ”Jalang”. Lagu tersebut mengkritik pasalpasalkaret RUU Pornografi dan Pornoaksi. Dalam liriknya tertulis:siapa berani bernyanyi nanti dikebiri/siapa yang berani menari nanti kan dieksekusi//.Penggalan lirik di atas menggambarkan bagaimana Efek Rumah Kaca mencoba untukmenyampaikan pesan bahwa tubuh bukanlah sekadar obyek seksualitas, tapijuga obyek estetik. Pendekatan RUU Pornografi dianggap semata-mata memandangtubuh sebagai isu moral dan tidak sensitif terhadap keberagaman masyarakatIndonesia yang multikultur dalam memandang tubuh dan ketelanjangan.Ketika kasus Munir mencuat, Efek Rumah Kaca meluncurkan lagu “DiUdara”. Lagu tersebut menegaskan, teror dan ancaman pembunuhan tidak akanmenciutkan nyali pejuang HAM seperti Munir. Lagu ini memposisikan diri sebagaiinformasi agar pendengarnya sadar kondisi Munir yang membela orang lalu dibunuh.Dengan mengedepankan spirit perjuangan bagi para pendengarnya, sepertinya EfekRumah Kaca memiliki harapan yang cukup tinggi akan munculnya "Munir-Munir"baru.Lirik Efek Rumah Kaca tidak hanya bicara soal politik. Mereka juga bicarasoal penyakit diabetes yang diderita oleh bassis mereka, Adrian Yunan Faisal, dalamlagu “Sebelah Mata” dan nafsu belanja dalam lagu “Belanja sampai Mati”. Bahkan,mereka menyorot musisi Indonesia yang atas nama selera pasar berbondong-bondongmenulis lagu-lagu cinta.Sudut pandang yang diambil oleh Efek Rumah Kaca dalam memandangmusik bukan sekadar sarana hiburan, melainkan media yang bisa digunakan untukmemotret fenomena sosial, menyatakan opini, bahkan beroposisi, ini merupakanperwujudan dari semangat idealisme, protes dan sikap kritis tentang keadaan sosialyang terjadi pada saat itu. Sikap bermusik seperti ini sebelumnya telah ditunjukkanmusisi Indonesia yang lebih senior, macam Iwan Fals, Harry Roesly, FrankySahilatua, dan Slank. Mereka bertahan dan memiliki massa yang mengidolakanmereka.Jika Rage Against The Machine (RATM) menggunakan lirik sebagai senjataperlawanan terhadap kapitalisme dan politisi, Efek Rumah Kaca menekankan soalmetode bagaimana musik bisa membangkitkan dan menggerakkan massa rakyat,menggunakan lirik untuk membentuk sebuah kesadaran baru bahwa ada sesuatu yangsalah, belum sampai pada perlawanan, maka untuk sampai kepada musik perlawananpun memerlukan tahapan; menggelitik, ingin tahu, menyadari, dan mulai berpikirbagaimana mengubah keadaan.Saat ini musik populer yang digemari oleh masyarakat kurang lebih memilikiciri yang sama, baik dalam aransemen maupun penampilan para musisipengusungnya. Ini tidak terlepas dari campur tangan pelaku industri yang masihmenggunakan musik sebagai komoditas hiburan atau barang jualan semata danmasyarakat yang pasrah menikmati arus musik yang seragam. Efek Rumah Kacamencoba menawarkan gagasan melalui konsep “pasar bisa diciptakan”, konsep inimerupakan bentuk perlawanan jalur independen (subculture) terhadap budayadominan yang diwakili oleh jalur mainstream.Di balik perlawanan jalur independen yang diusung oleh Efek Rumah Kacamelalui keberagaman tema musik yang kemudian mereka wujudkan pada konsep“pasar bisa diciptakan” kita harus menyadari bahwa Efek Rumah Kaca berada dalamsistem yang memungkinkan pihak tertentu yang berusaha menguasai pihak lainnyadengan mendominasi ideologi pada media melalui ekspresi dan sudut pandang yangdianut sebagai budaya mapan, baik secara sadar maupun tidak. Dalam konteks iniEfek Rumah Kaca sebagai komoditas yang dipasarkan oleh label atau korporasi yangmenaungi Efek Rumah Kaca.Dari penjabaran di atas yang menarik untuk dikaji adalah perlawanan tehadapbudaya dominan yang disuarakan oleh Efek Rumah Kaca melalui lirik lagu yangmereka ciptakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :1. Simbol-simbol pada lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca yang merefeleksikanusaha perlawanan terhadap budaya dominan dalam sebuah media lagu.2. Ideologi yang berperan dominan dalam lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca dalamkonteks usaha perlawanan terhadap budaya dominan.Penelitian ini menguraikan bagaimana struktur lirik yang dibangun oleh EfekRumah Kaca. Seperti yang kita ketahui bersama, Efek Rumah Kaca merupakan salahsatu band yang memiliki tema bervariasi dalam lagu-lagunya. Dari beberapa albummaupun single yang sudah dirilis, peneliti menemukan sedikitnya empat buah laguyang bertema politik. Lagu-lagu tersebut adalah Di Udara, Jalang, Mosi TidakPercaya, dan lagu terbaru mereka berjudul Hilang. Selain itu dalam penelitian inidijabarkan juga struktur dari tiga lagu Efek Rumah Kaca yang dipilih penelitiberdasarkan pesan yang bersifat lebih personal. Lagu-lagu tersebut adalah Kenakalanremaja di era informatika, Desember, dan Balerina. Selanjutnya lagu-lagu tersebutdianalisis satu persatu menggunakan analisis sintagmatik dan paradigmatik untukmengkaji lebih jauh pesan denotasi dan konotasi yang terkandung di dalamnya.Pendekatan semiologi milik Saussure digunakan untuk membedah kumpulanteks yang terdapat dalam lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca. Analisis teks tersebutterdiri dari analisis sintagmatik dan analisis paradigmatik yang digunakan untukpembacaan simbol-simbol terhadap tujuh lagu dari Efek Rumah Kaca yang telahdisebutkan di atas.Dengan menggunakan Jargon “Pasar dapat diciptakan”, Efek Rumah Kacamencoba menekankan soal metode bagaimana musik bisa membangkitkan danmenggerakkan massa rakyat. Sejumlah media, zine, dan blog sempatmemberitakannya sebagai sindiran Efek Rumah Kaca terhadap industri musik diIndonesia yang semakin seragam. Bermodalkan dua album Efek Rumah Kaca yangsarat dengan muatan kritik-kritik sosial yang tajam berhasil memberikan warna yangberbeda di kancah dunia musik Indonesia.Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa fakta terkaitdengan lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca dalam konteks usaha perlawanan terhadapbudaya dominan yang dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:Pertama, hasil analisis dari struktur sintagmatik dalam lagu-lagu Efek RumahKaca yang bertema politik menunjukkan bahwa lirik lagu dari Efek Rumah Kacakaya dengan suara perlawanan kelas tertindas terhadap penguasa. Efek Rumah Kacaberperan sebagai representasi pihak minoritas yang tertindas, hal tersebut diketahuidengan melihat fungsi peran dalam lirik lagu. Pola narasi dalam lagu-lagu tersebutdapat dipahami sebagai penggambaran sebuah cerita yang memiliki pesanperlawanan terhadap aksi penindasan, yang dalam konteks ini aksi penindasan adalahdominasi penguasa yang bertindak semena-mena.Kedua, hasil analisis dari struktur paradigmatik dalam lagu-lagu Efek RumahKaca yang bertema politik menunjukkan adanya keterkaitan antara lagu dari EfekRumah Kaca dengan isu politik yang terjadi di Indonesia dan bagaimana sudutpandang Efek Rumah Kaca dalam menyikapi hal tersebut, seperti: Di Udara, yangbercerita tentang kematian pejuang HAM, Munir; Jalang, yang mengkritikRancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi; dan Hilang, yangmembawa semangat menolak lupa akan peristiwa penculikan sejumlah aktivis padaera Orde Baru. Dari hasil analisis ini juga menjabarkan bagaimana keberpihakanEfek Rumah Kaca dalam memandang isu politik yang ada. Beberapa lagu di atasseperti memperlihatkan respon fisik ketidakpuasan Efek Rumah Kaca terhadappemerintah Indonesia, seperti kasus Munir yang hingga kini belum menemui titikterang siapa dalang dibaliknya atau kasus hilangnya sejumlah aktivis pada masa OrdeBaru hingga kini para keluarga korban belum juga mendapat penjelasan daripemerintah.Ketiga, struktur sintagmatik dalam lagu-lagu Efek Rumah Kaca yangbermuatan isu sosial mendeskripsikan bahwa Efek Rumah Kaca memposisikan dirisebagai individu yang mendapatkan pengalaman secara langsung terhadap fenomenasosial. Lagu-lagu yang bertema sosial ini digunakan oleh Efek Rumah Kaca sebagairenungan untuk mengoreksi diri, media pembelajaran tentang hidup agar dapatmenjadi lebih baik di kemudian hari.Keempat, Berdasarkan analisis paradigmatik yang dilakukan pada beberapalagu Efek Rumah Kaca bermuatan isu sosial, dapat dipahami sebagai pernyataanopini mereka terhadap fenomena sosial yang terjadi. Lagu-lagu Efek Rumah Kacaseperti Kenakalan remaja di era informatika, yang bercerita tentang fenomena pararemaja yang bugil di depan kamera; Desember yang bercerita tentang musimpenghujan yang sering menimbulkan bencana; dan Balerina, yang berbagipengalaman tentang dinamika serta keseimbangan dalam hidup. Di sini terlihatbahwa Efek Rumah Kaca memiliki kepekaan dalam menangkap kondisi sosial yangada di masyarakat dan memberikan opini tentang apa yang mereka rasakan. Haltersebut menempatkan Efek Rumah Kaca pada level berkesenian yang lebih tinggidari pada band-band baru bermunculan yang hanya mementingkan aspek ekonomisemata.
Pengaruh Terpaan Program Consumer Relations dan Persepsi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasn Pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) Azalea Puspa Sessarina; Agus Naryoso; Lintang Ratri Rahmiaji; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.349 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero), karena kepuasan pelanggan adalah salah tujuan utama yang ingin dicapai suatu organisasi perusahaan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah warga kota Semarang yang berusia 25 – 55 tahun dan merupakan pelanggan Listrik Pintar yang pernah terlibat dalam program consumer relations PT PLN (Persero). Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan responden sejumlah 50 orang. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.Pengujian hipotesis terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) menunjukkan hasil pengaruh yang signifikan. Dari hasil penelitian dinyatakan bahwa terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) sebesar 92,6%, sedangkan sisanya 7,4% dipengaruhi oleh variabel lainnya.Hasil uji pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen, yaitu terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero). Maka hasil ini dikatakan sesuai dengan kedua teori yang digunakan yaitu Two-Way Symetric Model dan The Expectancy Disconfirmation Model.Hal ini bermakna bahwa terdapat hubungan antara terpaan program consumer relations dan persepsi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Listrik Pintar PT PLN (Persero) dengan pengaruh yang besar. Pengaruh lainnya dapat disebabkan oleh faktor lain seperti terpaan program Community Social Responcibility (CSR) dan Corporate Publicity PT PLN (Persero).
Program Feature Perempuan Bercerita di iNews Semarang Nurul Hidayah; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini televisi masih menempati peringkat tertinggi sebagai media massa yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Perkembangan industri televisi yang marak juga turut diisi oleh televisi lokal yang ada pada setiap daerah. Salah satu televisi lokal yang ada di Jawa Tengah khususnya Semarang yang masih eksis hingga saat ini adalah iNews Semarang. iNews Semarang menjadi stasiun televisi yang mengunggulkan program-program berita dan informasi yang cepat, akurat, informatif, mendidik serta menginspirasi. Beberapa program unggulan iNews Semarang seperti iNews Jateng, Dialog Khusus, Kopi Tarik, dan Jejak Jelajah Wisata. Pembuatan program Perempuan Bercerita bermula dari belum banyaknya program televisi lokal di Semarang yang mengangkat tentang peran perempuan di dalam kehidupan sehari-hari secara mendalam, khususnya di Kota Semarang. Sehingga hal tersebut menjadi tantangan bagi insan jurnalis untuk membuat program berkualitas yang mengangkat peran perempuan dari berbagai bidang yang ada di Kota Semarang. Program ini berjudul Perempuan Bercerita dengan format feature yang hadir untuk menampilkan eksistensi dan peran perempuan dalam berbagai macam aspek kehidupan serta menayangkan kisah-kisah wanita inspiratif di Semarang ini ke dalam tiga belas (13) tema yang berbeda pada setiap episodenya. Program Perempuan Bercerita tayang setiap hari Senin pukul 10.00 WIB di iNews Semarang dengan durasi acara 21-24 menit dan tayang mulai dari tanggal 5 Maret – 4 Juni 2018. Selama memproduksi program Perempuan Bercerita, setiap anggota tim mendapat tugas yang berbeda pada tiap episodenya. Hal ini bertujuan agar semua anggota memiliki pengalaman yang sama dalam menjalankan tugas masing-masing. Setiap anggota wajib bertanggungjawab untuk menjalankan tugas dengan baik antara lain sebagai produser, program director, reporter, penulis naskah, juru kamera, editor, dan voice-over. Melalui program Perempuan Bercerita ini, diharapkan mampu memberikan tayangan program yang lebih variatif sehingga mampu menaikkan popularitas iNews Semarang kepada masyarakat yang tersebar di Semarang dan sekitarnya. Selain itu, tentunya diharapkan agar program ini dapat memberikan semangat dan motivasi agar selalu optimis dalam berkarya serta melakukan hal terbaik di masyarakat.
Impression Management pada Akun Twitter @sudjiwotedjo Irara, Wahyu; Widagdo, Muhammad Bayu; Santosa, Hedi Pudjo; Lukmantoro, Triyono
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.229 KB)

Abstract

Sejak kemunculannya pada Maret 2006, popularitas Twitter mananjak tajam. Fungsinya pun sudah mengalami perkembangan dari micro blogging menjadi media yang digunakan untuk citizen journalism, online marketing, pencitraan, dan lain sebagainya. Twitter juga menjadi wadah pengelolaan kesan para penggunanya, seperti halnya yang dilakukan oleh Sujiwo Tejo melalui akun Twitternya @sudjiwotedjo. Penelitian ini bertujuan untuk melihat impression management pada akun @sudjiwotedjo. Analisis yang dilakukan adalah analisis isi teks yang terkandung dalam tweet yang diunggah dengan tema seksual dengan menggunakan analisis linguistik. Penulis meneliti tweet yang diunggah oleh @sudjiwotedjo selama dua bulan, yaitu pada bulan Desember 2013 sampai Pebruari 2014. Penelitian ini merupakan kualitatif yang menggunakan perspektif impression management dari Erving Goffman. Dari penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa Sujiwo Tejo adalah idividu yang nyeleneh, slengekan, sarkasme, witty, dan cabul. Sujiwo Tejo memilih untuk melawan pakem dan norma sosial yang sudah ada, dengan mengunggah tweet yang banyak mengandung kata-kata vulgar, kasar, dan berasosi dengan makna negatif tetapi dikemas dengan gaya humoris. Sujiwo Tejo mengaburkan batasan yang didefinisikan oleh Erving Goffman antara front stage dan backstage. Key Words : Twitter, impression management, linguistik
Relationship of The Sales Promotion Exposure, Marketing Communication Competence, Brand Image Toward Client’s Loyalty of Trax FM Semarang Annisa Nabiha Firdausi Nuzula; Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.761 KB)

Abstract

Radio is a media of information and business which can provide up to date information to public by relying on its rapidity, radio can be the media that is still highly considered in the promotional activities of client companies which do cooperate with some radios. Trax FM Semarang is one of regional radio that is still highly considered by clients to become their media partners. In the business relationship, there are many factors that can make some strong relation of the partnership between two parties. This study aims to find out the relation between of the sales promotion exposures, marketing communication competence, and brand image of client’s loyalty Trax FM Radio Semarang. In order to solve the problems, used some theories, such as Behavioural Learning theory, Speech Act theory, Communication Competence theory, and Cognitive Learning theory. The objects of the study were companies who work with Trax FM Semarang at least for 2 times of partnership within one year. The amount of respondents was about 30 companies who were taken by using the technique of non-probability sampling. The data were analyzed by using proper test and classic assumption test, and then followed by pearson’s correlation analysis with the help of SPSS application program V.20.0. The study resulted in that from 3 (three) variables of X, 2 (two) of them received positive value, that was marketing communication competence and brand image. Respondents appraised that the Trax FM Semarang has competent marketing in their field, and Trax FM Semarang is a radio that has a pretty good brand image. However it is not certain that is positively related to client’s loyalty of Trax FM Semarang. After did the hypothesis test by the method of pearson’s correlation test, it resulted in that the first hypothesis of this study showed there is no relation between sales promotion exposure variable (X1) to the client’s loyalty of Trax FM Semarang (Y). Then, the second hypothesis test (X2) showed that marketing communication competence variable has no relation to client loyalty of Trax FM Semarang. Moreover, the third hypothesis test resulted that brand image variable (X3) was not related to client’s loyalty of Trax FM Semarang (Y).
Hubungan Terpaan Kampanye Food Waste dan Sikap terhadap Perilaku Mengurangi Pembuangan Makanan dengan Minat Mengurangi Pembuangan Makanan Annisa Ilmi, Rizky; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.809 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation of food waste campaign exposure and attitude toward reduce wasting food behavior with interest to reduce wasting food. The theory used in this study is motivation protection theory and theory of planned behavior. The sample technique used is Non-Probability Sampling, namely Purposive Sampling. The number of samples discussed in this study were 60 respondents with college student characters domiciled in Semarang City aged 18-24 years old who have heard, read, or listened to campaign about food waste.Analysis of the data used in this study is the Kendall’s Tau B correlation test. The results of the study show that the food waste campaign exposure (X1) with the interest to reduce wasting food (Y) doesn’t have significant relationship where the significant values generated after testing with Kendall’s Tau B correlation with SPSS are ammounted to 0,084. The second hypothesis shows that there is a significant relationship between attitude toward reduce wasting food behavior (X2) with interest to reduce wasting food (Y) where the significant values generated after testing with Kendall’s Tau B correlation with SPSS are ammounted to 0,000 and have strong correlation coefficient where values was 0,540.

Page 32 of 157 | Total Record : 1563