cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Karya Bidang Jurnalistik Produksi Feature TOKOH Di Cakra Semarang TV Rijalul Vikry; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.303 KB)

Abstract

Program feature adalah salah satu program kreatif yang bisa menarik perhatian dan tidak membosankan untuk ditonton. Program feature dipilih karena pengemasan informasinya yang ringan dan mudah dicerna oleh masyarakat. Dengan tema human interest program ini mengangkat kisah tentang perjalanan seorang mahasiswa penulis buku best seller, penjual sayur pengasuh anak-anak jalanan, kyai penjaga makam di pulau yang terkena abrasi, komunitas makelar bantuan sosial, belajar bahasa Inggris melalui metode penginstalan otak bawah sadar, dan mantan salesman yang menjadi pengusaha sukses yang memajukan desa tempat tinggalnya. Konsep produksi feature TOKOH ini disesuaikan dengan program TOKOH yang sudah ada di Cakra Semarang TV. Namun ada beberapa tambahan dan perubahan yang membuatnya berbeda yaitu liputan singkat profil narasumber, testimonial orang-orang terdekat narasumber, perubahan komposisi segmen, tips dan pesan yang menginspirasi dan memotivasi. Ada enam episode yang ditayangkan yaitu “Sastrawan Muda Berbakat”, “Ibu Asuh Anak Jalanan”, “Kyai Penjaga Makam”, “Komunitas Tangan Kedua”, “Belajar Bahasa Inggris Melalui Otak Bawah Sadar”, “Desa BuLe”. Posisi pekerjaan dibagi berdasarkan tugas dan tanggungjawab masing-masing yaitu sutradara, penulis naskah, koordinator talent host, penata kamera, dan penyedia alat.Setelah melalui tahapan pra produksi, produksi, dan pasca produksi, produksi feature ini ditayangkan setiap hari Senin, pukul 18.00 WIB, dari tanggal 9 Juni 2014 sampai dengan 21 Juli 2014. Program feature ini diharapkan menjadi media yang mengedukasi, menginspirasi, dan memotivasi masyarakat dalam setiap episodenya.Kata kunci: feature, human interest, tokoh, prestasi, dedikasi
The Correlation of Sponsorship Attractiveness and Achilles Television Advertising Exposure with Brand Image of Achilles Muhammad Faizuddin; Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.92 KB)

Abstract

Competition in the automotive industry in Indonesia is getting tight. Various attempts were made by the company to be able to compete and win the competition. Marketing has a very important role in a tight competition between companies. No exception Achilles doing one marketing strategy that is in partnership with an official sponsor of Manchester United are aiming to increasing its brand image. In partnership, Achilles held several events sponsorship and advertising relating to that partnership. The purpose of this study was to determine the relationship between sponsorship attraction and Achilles advertising exposure on television with Achilles brand image. This study uses the Integration of Information Theory and Cognitive Response Theory. Samples technique using Non-Probability Sampling with purposive sampling. Respondents in this study is a fan of Manchester United, who have a car and they are exposed information of Achilles sponsorship program to Manchester United as well as Achilles television advertising in Semarang. To test the hypothesis, this study used Kendall correlation test. Results from the study showed that the attractiveness of sponsorship with the Achilles brand image does not have a relationship, where the significance value is 0,363. Furthermore, for Achilles television advertising exposure was also not associated with the brand image of Achilles, where the significance value is 0.244. Thus, these results do not accordance with the initial hypothesis which states that there is a relationship between the sponsorship attraction and Achilles advertising exposure on television with Achilles brand image. The advice given from this research for the company is to change the marketing strategy by a partnership with who have close relation with the Achilles product and create an ad that is packaged more attractively such as using use the Manchester United player who more famous as commercials and not only made in one version by using the right medium, so that marketing activities can provide benefits to the maximum for the company.
Penerapan Konsep Pencitraan Politisi Di Media Twitter Dody Tisna Kurniawan; Adi Nugroho; Muchammad Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDAHULUANLatar BelakangPenggunaan Twitter dinilai lebih simple, karena tampilannya yang sederhana,hanya ada satu halaman utama yang menyajikan menu-menu utama dalamTwitter. Sangat berbeda dengan Facebook, Friendster, atau jejaring sosial lainyang terkesan lebih menyulitkan dalam berkirim pesan, karena harus melihatprofil dari yang dituju terlebih dahulu. Selain itu, simple disini juga berartipemakaian 140 karakter yang dinilai efektif dan efisien dalam berkirim pesan,tidak bertele-tele dan tepat sasaran. Status dan pesan kepada orang lain beradadalam satu kontrol. Bila tanpa mention maka otomatis menjadi “status”, apabiladiberi mention (@username) maka otomatis menjadi pesan yang bisa dibaca olehsi penerima pesan.Tergabungnya para artis, politisi dan tokoh lain dalam Twitter tak pelakmenimbulkan dorongan baru bagi para onliners untuk membuat account Twitter.Hal tersebut tidak lepas dari aura trendsetter yang ada pada diri para tokohtersebut. Berbondong-bondong para penggemar membuat account Twitter untukdapat mengetahui keseharian dan kegiatan dari sang idola.(http://media.kompasiana.com/new-media/2011/05/25/)Untuk politisi sendiri, Twitter berguna sebagai ajang mencari citra dansimpati kepada masyarakat yang memfollow akun politisi tersebut. Aspek-aspekpencitraan tersebut dapat dilihat dari berbagai pendekatan, mulai dari kata-katayang terkesan meminta simpati secara langsung atau tidak langsung maupunpendekatan yang bersifat akrab dengan masyarakat. Penerapan konsep pencitraanyang digunakan adalah untuk menarik simpati masyarakat. Twitter dipilih politisisebagai alat untuk melakukan pencitraan, hal tersebut dikarenakan, media Twitteradalah media yang sedang populer saat ini, efektif dan mudah berhubungandengan masyarakat sebagai tujuananya.Melihat hal tersebut para politisi dengan cermat menerapkan konseppencitraan di media sosial seperti Twitter, penerapan konsep yang dimaksudadalah strategi pencitraan positif sbagai strategi yang ampuh untuk meraup5dukungan publik secara luas, pola kerjanya mengedepankan peranan media dankecanggihan teknologi sehingga terbuka pula kesempatan dan peluang bagipraktik kekuasaan yang mengedepankan penguasaan atas simbol dan jugakekerasan secara simbolik.Mengamati fenomena tersebut, hal inilah yang menarik untuk diteliti, penelitimerasa perlu untuk mengetahui aplikasi penerapan konsep pencitraan politisidalam media sosial Twitter.BATANG TUBUHPencitraan KinerjaDalam 4 unsur pencitraan yang penulis golongkan, diantaranya terdapat 1 unsuryang akan dibahas dalam sub bab ini, berdasarkan deskripsi di bab sebelumnya,terdapat 2 politisi yang menuliskan tentang pencitraan kinerja di akun mediajejaring sosial Twitter miliknya. Politisi tersebut adalah Denny Indrayana selakuWamenkumham dan Ruhut Sitompul selama periode 2 bulan terakhir. Sementara5 politisi lain tidak terindikasi menuliskan tweet pencitraan kinerja di akun mediajejaring sosial yang mereka miliki.BuchariAlma (2008:55) citra adalah serangkaian kepercayaan yangdihubungkan dengan sebuah gambaran yang dimiliki atau didapat daripengalaman. Untuk membentuk citra positif dari masyarakat khususnya followersDenny dan Ruhut menerapkan konsep pencitraan kinerja untuk memperolehkepercayaan masyarakat, dengan menunjukan hasil kinerjanya kepadamasyarakat. Herbert Blumer dan Elihu Katz ( Hafied Cangara, 2009 : 119)mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih danmenggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihakyang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumbermedia yang paling baik di dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Artinyapengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya,Denny Indrayana adalah sosok fenomenal yang sempat menggemparkan publikdengan sepak terjangnya memerangi mafia – mafia hukum.6Pencitraan ReligiusDalam unsur pencitraan religius, terdapat 4 politisi yang menerapkan konseppencitraan ini didalam akun media jejaring sosial mereka, yaitu PrabowoSubianto, Ruhut Sitompul, Anas Urbaningrum dan Aburizal Bakrie. Jika melihatlatar belakang 4 politisi tersebut, politisi-politisi tersebut pernah tersandung kasus,diantaranya kasus pelanggaran HAM dan penculikan aktifis 98 oleh PrabowoSubianto, Pelanggaran kode etik DPR oleh Ruhut Sitompul, dugaan korupsi megaproyek Hambalang oleh Anas Urbaningrum dan lumpur lapindo oleh AburizalBakrie. Karena kasus-kasus tersebut pernah di beritakan secara terus menerus olehmedia nasional maupun lokal, secara otomatis kebanyakan masyarakat akanberfikiran bahwa ke 2 politisi tersebut mempunyai kepribadian yang buruk, danuntuk mengembalikan citra positif mereka dimata publik, maka para politisitersebut “merangkul kembali” masyarakat dengan tweet-tweet religius parapolitisi, paradigma dimasyarakat adalah, orang-orang yang baik adalah orangorangyang dekat dengan Tuhan.Freud (Alwisol, 2010 : 162 ), Seseorang akan bertahan dengan caramemblokir seluruh dorongan-dorongan atau dengan menciutkan dorongandorongantersebut menjadi wujud yang lebih dapat diterima konsepsi dan tidakterlalu mengancam. Cara ini disebut mekanisme pertahanan diri atau mekanismepertahanan ego/Ego Defense Mechanism. Wujud disini penulis masukan kedalampenulisan tweet-tweet dari politisi-politisi, dengan menuliskan tweet pencitraanreligius para politisi berharap akan diterima kembali dimasyarakat setelah apayang mereka lakukan. Dalam teori Uses &Gratifications (Kegunaan danKepuasan) oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz (Hafied Cangara, 2009 : 120)mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih danmenggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihakyang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumbermedia yang paling baik di dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Artinyapengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya.7Para politisi selaku pelaku dan pengguna media jejaring sosial twitter,menggunakan konsep pencitraan religius ini karena suatu kebutuhan untukmemuasakan kebutuhannya.Pencitraan SosialPenerapan konsep pencitraan sosial inilah yang menjadi “andalan” parapolitisi untuk melakukan pencitraan, bagaimana tidak, seluruh subjek politisiterindikasi menuliskan pencitraan sosial kedalam akun media jejaring sosial milikmereka, mulai dari Denny Indrayana, Ruhut Sitompul, Anas Urbaningrum,Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Dede Yusuf dan Rustriningsih, pencitraansosial yang dimaksud adalah cara yang dilakukan politisi untuk menarik simpatimasyarakat khususnya para Followers dengan cara yang halus, misalnyamemanggil dengan sapaan “sahabat”, memeberikan feedback kepada parafollowers sampai dengan pemberian bantuan kepada masyarakat demi sebuahkepentingan. Secara sederhana dapat disebutkan bahwa empati adalahkemampuan menempatkan diri pada situasi dan kondisi orang lain. Dalam hal iniK. berlo (Hafied Cangara, 2009 : 121). memperkenalkan teori yang dikenaldengan nama influence theory of emphaty (teori penurunan dari penempatan dirikedalam diri orang lain). Artinya, komunikator mengandaikan diri, bagaimanakalau ia berada pada posisi komunikan. Dalam hal ini individu memiliki pribadikhayal sehingga individu-individu yang berinteraksi dapat menemukan danmengidentifikasi persamaan-persamaan dan perbedaan masing-masing, yangkemudian menjadi dasar dalam mmelakukan penyesuaian. Untuk mengetahui apayang masyarakat inginkan, terlebih dahulu para politisi harus mengerti betul apaitu empati, dalam hal ini pencitraan sosial yang politisi tidak terlepas dari halempati, bagaimana tidak? Bayangkan saja ketika kita disapa dengan kata“sahabat” oleh orang yang menjadi public figure atau orang yang dikenal banyakorang, pasti akan tersirat rasa bangga tersendiri, demikian pula konsep pencitraansosial yang bertema pemberian bantuan, jika kita menerima bantuan, pasti kitamerasa senang sebagai pihak yang dibantu.Menurut K. Berlo (Hafied Cangara, 2009 : 121), didalam teori emoatiterdapat 2 golongan teori, yaitu :81.Teori Penyimpulan (inference theory), orang dapat mengamati ataumengidentifikasi perilakunya sendiri.2.Teori Pengambilan Peran (role taking theory), seseorang harus lebih dulumengenal dan mengerti perilaku orang lain.Para politisi melakukan hal yang membuat masyarakat senang untuk menarikperhatian masyrakat, yaitu dengan melakukan hal yang menurut masyarakat harusdibenahi, dan yang tidak disukai masyrakat kemudian para politisi melakukan halitu untuk memperoleh citra baik politisi di masyarakat.Penerapan konsep Pencitraan sosial digunakan oleh para politisi untukkepentingannya masing-masing, diantaranya adalah untuk menarik simpati publikdi media jejaring sosial Twitter dalam Pilgub dan Pilpres, para politisiberbondong-bondong menuliskan tweet dan menshare foto yang penulis berijudul “dekat dengan masyarakat”untuk media kampanyenya dimedia Twitter.Menurut Richard A. Joslyn dalam Swanson (Hafied Cangara, 2009 : 284)melukiskan kampanye politik tidak ada bedanya dengan sebuah adegan dramayang dipentaskan oleh para aktor-aktor politik.Adegan drama yang penulis simpulakan dari Richard A. Joslyn tersebutadalah, ketika tiba saatnya politisi memiliki kepentingan, maka politisi akanmembangun pencitraan mereka dengan citra yang positif, dan tidak sesuai denganrealita sebenarnya, untuk “mengelabui” atau hanya sekedar untuk menarik simpatipublik. Pencitraan sosial ditemukan atau terindikasi dalam semua tweet dipolitisiyang penulis teliti. Hal ini menunjukan, unsur pencitraan sosial adalah unsureyang menurut penulis paling bisa mempengaruhi followers atau masyarakat.Pencitraan PolitikSesuai dengan unsur Pencitraan politik yang penulis definisikan sebagaipencitraan yang meiliki kepentingan politik dan mengikut sertakan kepentinganlain, bukan hanya individu dari politisi itu sendiri, contohnya adalah partai yang didinaungi oleh politisi tersebut.Dalam unsur pencitraan politik ditemukan 5 politisi yang menggunakankonsep tersebut untuk pencitraan di akun media jejaring sosial para politisi.Diantarany adalah Prabowo Subianto dari partai Gerindra (Gerakan Indonesia9Raya), Ruhut Sitompul eks Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dari PartaiDemokrat, Aburizal Bakrie dari Partai Golkar (Golongan Karya) danRustriningsih dari PDI Perjuangan (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).Keloyalitasan para politisi yang berangkat menjadi politisi dengan berlatarbelakang Dependent (dari partai politik) seolah-olah menjadi hal wajib untuk ikutserta mencitrakan partai yang dinaunginnya dan para tokoh partai didalamnya.Contohnya ketika Anas menuliskan tentang kerja keras para anggota partainyaketika membantu korban banjir dan menuliskan tentang sosok presiden yang baik(SBY) didalam akun media jejaring sosial Twitter miliknya, dan Pemimpin partaiGerindra, Prabowo Subianto juga melakukan hal tersebut, demikian pula AburizalBakrie. Partai Demokrat yang mempunyai banyak anggota bermasalah dansemakin diperparah dengan konflik intern didalamnya membuat Anas sebagaipemimpin partai Demokrat aktif melakukan pencitraan politik agar masyarakattetap mengangap partai Demokrat sebagai partai yang memiliki integritas.Nimmo dan Thomas Ungs (Hafied Cangara, 2009 : 285) melihat bahwasebuah perencanaan kampanye politik sedapat mungkin harus melalui tiga fase,yakni:1. Fase pengorganisasian (organizing phase)2. Fase pengujian (testing phase)3. Fase kritis (critical phase).Fase pengorganisasian, yakni kapan staf, informasi, dan dana dikumpulkan,strategi dan praktek yang diterapkan, dan semangat kelompok dibangkitkan untukpengurus dan anggota. Fase pengujian kampanye (testing phase), yakni kapancalon menggalang para anggota dan menawarkan kemudahan-kemudahan kepadaorang yang belum menjadi anggota. Langkah terakhir adalah fase kritis (criticalphase) di mana kampanye mencapai suatu titik di mana calon pemilih (voters)belum menentukan sikap terhadap partai atau siapa yang akan didukung ataudipilih.Kandidat dan partai adalah 2 unsur yang tidak bisa dipisahkan, ke 2nyamempunyai bagian-bagian yang saling melengkapi dan saling menguntungkan,atau bisa dikenal dengan istilah win-win solutions. Dalam hal ini, para politisi10yang berlatar belakang berangkat dari partai akan mengangkat citra partainya,sebagai timbale baliknya, partai akan berjuang untuk membantu politisi dalampencitraannya, dengan tujuan mempengaruhi dan mencari simpati publik.KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanKemunculan Media Jejaring Sosial Twitter sebagai media baru telah mengubahdunia politik. Sebagai media baru, banyak peran penting Twitter untuk politisiyang tergabung didalamnya, dengan media jejaring sosial Twitter, para politisidapat berhubungan langsung kepada masyarakat khusunya Followersnya. Apapunyang mereka inginkan dapat mereka tulis untuk selanjutnya disebarkan, sepertimisalnya kinerja mereka, bencana alam, kepentingan politik, dan lain-lain dapattersebar luas kepada semua orang diseluruh penjuru dunia melalui Twitter.Pemberitaannya bahkan mengalahkan kecepatan media informasi yang lain.Kegiatan pencitraan tidak hanya dilakukan politisi di media massa (TV, radio,Koran) . Tetapi media baru, Twitter dapat melakukan kegiatan pencitraan.Sebenarnya pemegang akun media jejaring sosial Twitter bisa menggunakanyasesuai dengan kepentingannya masing-masing. Jumlah karakter yang hanya 140itu merupakan kekurangan dari media jejaring sosial Twitter, karena orang tidakakan mampu menjelaskan sesuatu secara gamblang dengan space sekecil itu.Tetapi ada juga yang menilai bahwa itulah yang menjadi senjata ampuh Twitterdalam menyampaikan suatu hal yang diinginkan oleh pemilik akun. Masyarakatdituntut untuk menyampaikan sebuah fakta yang jelas hanya dalam 140 karakter.Terlepas dari perdebatan di atas, media jejaring sosial Twitter sebagai mediapencitraan politisi memberikan kesempatan kepada politisi untuk berinteraksidalam ruang publik pada sebuah situasi yang sebelumnya tidak dirasakan padamasa kejayaan media mainstream. Sistem yang baru ini memberikan kemudahankepada politisi untuk memenuhi kepentingannya, biasanya para politisi yang akanmelakukan pencitraan harus memebayar kepada media untuk meliput, dan11memberitakan citra yang positif si politisi, dengan munculnya Twitter, parapolitisi akan lebih mudah dan murah untuk melakukan pencitraannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twitter memang mendukung penerapankonsep pencitraan politisi. Ide pencitraan politisi muncul ketika politisi melihatpeluang “emas” untuk menarik simpati publik dengan cara yang relatif mudah danmurah. Penerapan konsep pencitraan dalam Twitter dilakukan dengan :1. Para politisi Menuliskan tweet-tweet yang berisikan kinerja mereka untukmempengaruhi publik khususnya para Followers yang memfollow akun politisi,dengan begitu para followersnya yang memfollow akun politisi tersebut akanberfikiran bahwa, politisi tersebut adalah politisi yang berkompeten danbertanggung jawab dalam bidangnya. Penerapan konsep pencitraan kinerja tidakterlalu popular di kalangan politisi, karena dari 7 politisi yang dianalisa penulis,hanya 2 politisi yang menerapkan konsep kinerja di akun media jejaring sosialTwitter miliknya.2. Politisi menuliskan tweet yang berisikan konten yang bersifat religius, untukmempengaruhi dan menarik simpati publik, khususnya para followersnya.Menurut paradigm masyarakat, orang yang baik adalah orang yang beragama,karena dalam agama terdapat ilmu-ilmu yang mengajarkan kebaikan. Haltersebutlah yang membuat politisi menerapkannya dalam akun media jejaringsosia Twitter mereka. Dari 7 politisi yang penulis analisa, terdapat 4 politisi yangmenerapkan konsep pencitraan di akun media jejaring sosial twitternya. Namuntidak menutup kemungkinan bahwa tweet religius yang di tuliskan oleh parapolitisi di akun media jejaring sosial milik mereka adalah sifat asli mereka,sebagai mahluk Tuhan yang beragama dan patuh akan Tuhannya.3. Politisi Menuliskan tweet yang berisikan konten sosial, untuk mempengaruhidan menarik simpati publik khususnya para Followers yang mengikuti akunpolitisi tersebut. Sifat sosial dan bersosialisasi adalah bentuk sifat manusia, karenamanusia tidak dapat hidup sendiri, selaku publik figur, banyak politisi yangmemanfaatkan ketenarannya untuk menarik simpati rakyat, mulai dengan dekat12dengan rakyat, sampai membantu rakyat yang sedang kesusahan, hal tersebutsangat dimanfaatkan politisi dalam konsep pencitraan yang diterapkanya, dalamhal ini adalah pencitraan sosial. Konsep Pencitraan ini tergolong konsep yang“laris manis” yang diterapkan para politisi dimedia jejaring sosial Twittermiliknya. Dari 7 politisi yang penulis analisa tweet-tweetnya, semua politisitersebut menerapkan konsep pencitraan ini.4. Para politisi menuliskan tweet yang berisikan konten politik, apalagi politisiyang menggunakan jalur dependent, atau yang terikat oleh partai tidakmelenggang sukses dengan sendirinya, tetapi partai ikut andil bagian dalammembesarkan nama dan citranya. Oleh karena itu partai dan politisi adalah 2unsur yang saling membutuhkan, partai perlu politisi untuk tetap eksis, demikianpula politisi. Salah satu bagian politisi adalah ikut mencitrakan partainya secarabaik dimata masyarakat, dengan menuliskan kebaikan partainya di Akun mediajejaring sosial Twitter miliknya. Dari 7 politisi yang penulis analisa, terdapat 5politisi yang menerapakan konsep pencitraan partainya.5.2. Saran5.2.1 Secara TeoritisPenelitian ini berusaha mengembangkan pemikiran akademis atau teoritik dalampenerapan konsep pencitraan oleh politisi dimedia jejaring sosial Twitter.Sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti lainyang ingin melakukan penelitian dengan tema sejenis atau tertarik dengan konsepyang digunakan politisi untuk pencitraan dirinya. Namun pada penelitianselanjutnya dapat menggunakan metode yang berbeda yaitu metode penelitiankuantitatif dan menggunakan unit analisis yang berbeda, semisal pengaruhpencitraan politisi terhadap tingkat kepercayaan masyarakat.5.2.2 Secara PraktisMedia dapat menjadi alat komunikasi untuk menjadi sebuah identitas individu.Dengan banyaknya fungsi media hendaknya masyarakat terutama politisi dapat13menggunakan fungsi media dengan baik dan bijaksana, selaku publik figursetidaknya politisi memberikan informasi yang mendidik dan sesuai dengan hatinurani politisi. Misalnya menuliskan tentang ilmu-ilmu politik, hukum atauapapun yang politisi kuasai ilmunya. Atau menuliskan tentang kebeneran suatumasalah yang mereka ketahui. Bukan hanya untuk kepentingan mereka tetapiuntuk menambah ilmu para followersnya. Pencitraan sebenarnya sah untukdilakukan para politisi, asal tidak terlalu berlebihan, karena hal tersebut yangnantinya akan merusak citra mereka sendiri. Masyarakat, sekarang ini sudahpintar mengkritisi, mana yang benar-benar baik, dan mana yang di setting menjadibaik, jadi ketika politisi terlalu “over” melakukan pencitraan, masyarakat akanberfikiran, kalau apa yang dilakukan politisi tersebut hanya untuk kepentingannyasendiri nantinya.5.2.3 Secara SosialMasyarakat luas, khususnya para Followers yang mengikuti akun media jejaringsosial Twitter dapat berpikir kritis dalam menyikapi pencitraan – pencitraan yangdituliskan oleh para politisi di akun media jejaring sosial twitter milik politisi.Dan sebaiknya masyarakat tidak tertuju dengan cuman satu media saja untukmenilai citra baik dan buruknya para politisi, masih banyak media lain untukmengetahui apakah politisi tersebut benar-benar baik atau tidak, dan apakah yangdituliskan politisi didalam akun media jejaring sosial twitter mereka adalahsebuah kenyataan atau tidak. Sebaiknya masyarakat pandai mengkritisi, agar tidaktepengaruh sifat tertulis politisi di twitter yang menuliskan citra baik untukberbagai kepentingan mereka, sudah sering para politisi terdahulu melakukan danmengedepankan citra baik dimasyarakat. Tetapi jika kepentingannya sudahterpenuhi, maka para politisi tersebut akan berubah, semisal politisi-politisi yangdulu dianggap baik malah banyak terjebak kasus, misalnya koruspi. Politisi yangbaik tidak akan mengumbar kebaikan dan akan mengakui kesalahannya..14DAFTAR PUSTAKABuku :Alwisol. (2010). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.Buchari, Alma. (2008). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung :Alfabeta.Budiardjo, Miriam. (1978). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : GramediaBulaeng, Andi. (2004). Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer. Yogyakarta: Andi.Cangara, Hafief. (2009). Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta:Raja Grafindo Persada.Jensen, Klaus Bruhn. Nicholas W. Jankowski (2002). A Handbook Of QualitativeMethodologies For Mass Communication Research. London and New York:Routledge.McQuail, Denis. (1987). McQuail’s Communication Theory. London:Sage Publications.Zuriah, Nurul. (2005). Metodologi Penelitian Sosial Dan pendidikan. Jakarta :Bumi Aksara.WEB :Pengertian dan definisi media. (2012) .dalamhttp://carapedia.com/pengertian_definisi_media_info2046.html diakses padatanggal 7 September pukul 13.10 WIB.PengertianPolitik.Dalamhttp://id.shvoong.com/law-andpolitics/politics/1935230-pengertian-politik/#ixzz25laPgmox. Diakses padatanggal 8 september 2012 pukul 13.32 WIB.Pengertianpolitik.Dalamhttp://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/21/pengertian-politik/. Diakses pada tanggal 8 september 2012 pukul 13.35 WIB.Pencitraan.Dalamhttp://www.erepublik.com/en/article/pencitraan-1812550/1/20 . Diakses pada tanggal 8 september 2012 pukul 13.52 WIB.15Sejarah tehknlogi. Dalam http://sejarahteknologi.blogspot.com/. Diaksespada tanggal 8 september 2012 pukul 12.25 WIB.Twitter. Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Twitter. Diakses pada tanggal7 september 2012 pukul 11.05 WIBTwitter dan Mahasiswa: Studi Kasus Penggunaan Twitter Sebagai MediaSosial dan Komunikasi pada Mahasiswa JPP Fisipol UGM Angkatan 2009.Dalam http://media.kompasiana.com. Diakses pada tanggal 8 september pukul13.10 WIB.
PEMBUATAN DAN PENGELOLAAN WEBSITE “WAWASAN.CO” (Desainer Website, Admin 1, Reporter 1, Fotografer, dan Editor) Rifqi Aditya Utama; Agus Toto Widyatmoko; Triyono Lukmantoro; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.707 KB)

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan informasi, pada November 2002, Wawasan membuka situs resminya www.wawasan.co.id sebagai sarana penyebaran informasi melalui internet. Namun, seiring pergantian kepemimpinan di Wawasan, terutama divisi redaksi, domain website resmi Wawasan pada tahun 2011 berubah menjadi www.wawasandigital.com. Hingga kini, Wawasan memiliki beberapa alamat domain, yaitu www.wawasan.co.id, www.wawasandigital.com, www.koranwawasan.com, www.wawasan.co , dan sub domain www.epaper.koranwawasan.com.Dalam perkembangannya, Harian Wawasan pada sektor online justru mengalami kemunduran. Berdasarkan hasil observasi, pengunjung www.koranwawasan.com per bulannya hanya sekitar 400 visitor, atau lebih kurang 13 orang perharinya. Dari total 14 rubrik, hampir keseluruhan dari rubrik-rubrik tersebut tidak update secara rutin setiap hari layaknya website online yang mengejar aktualitas.Selain website yang kurang terupdate, permasalahan lainnya adalah tampilan atau template yang digunakan. Dari segi tampilan antarmuka, website Wawasan ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya banyak gambar atau foto yang tidak muncul disetiap beritanya. Gambar atau foto dalam sebuah berita sangatlah penting untuk menarik perhatian pembaca.Kami bekerjasama dengan Harian Wawasan untuk membuat dan mengelola website www.wawasan.co. Pembuatan website baru ini karena tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan pada website sebelumnya. Karya Bidang ini bertujuan untuk menyediakan berita terkini dan berbagai informasi seputar Jawa Tengah untuk khalayak, yang dapat diakses melalui website www.wawasan.co.Hasil yang didapat selama 50 hari project, Wawasan.co berhasil memenuhi target sebanyak 6.856 visitors, dengan rincian 258 visitors per hari, dan 1.500 visitors per bulannya dengan target awal 50 visitors per hari. Tim Wawasan.co juga berhasil memenuhi target berita dengan mengunggah 69 artikel dari target 60 artikel selama project berlangsung.Media online seperti Wawasan.co, dalam menyampaikan informasi harus tetap menggunakan kode etik jurnalistik seperti media konvensional, dengan memberikan fakta dan artikel yang memiliki nilai serta informatif. Perbedaannya, pemantauan website harus dilakukan secara rutin, terutama pada waktu prime time. Karena portal online sangat rentan terjadi eror, baik itu karena faktor internal website maupun faktor eksternal seperti hacker.
SIKAP KOMPAS.COM TERHADAP PEMBERITAAN MEIKARTA Devy Widya Cahyani; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.685 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Sikap Kompas.com terhadap proyek Meikarta milik Lippo Group. Tipe penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis framing yang dikembangkan oleh Robert N Entman. Teori yang digunakan adalah Teori Konstrusi Sosial Peter L.Berger dan Thomas Luckmann untuk menjelaskan bagaimana media massa mengkonstruksi realitas yang diaplikasikan ke dalam konteks media massa yang disebut dengan Teori Konstruksi Sosial Media Massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com melakukan keberpihakan kepada Meikarta. Pemberitaan proyek Meikarta dalam Kompas.com secara tegas membingkai bahwa proyek milik Lippo Group tersebut tidak melanggar aturan maupun melakukan kesalahan dengan melakukan pemasaran, promosi besar-besaran, meskipun belum memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Secara jelas, Kompas.com mendukung apa yang dilakukan oleh pihak Meikarta dengan menyajikan 99% pemberitaan positif mengenai Meikarta untuk publik.
Visualisasi Bentuk Kekerasan Pada Tayangan Komedi Pesbukers Ilham Futaki; Sunarto Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.081 KB)

Abstract

JUDUL : Visualisasi Bentuk Kekerasan Pada Tayangan KomediPesbukersNAMA : Ilham FutakiNIM : D2C008090AbstrakTayangan komedi saat ini sangat menjamur kehadirannya di stasiun-stasiuntelevisi Indonesia. Salah satu tayangan hiburan berupa komedi yang digemari olehkhlayak adalah Pesbukers. Tayangan komedi Pesbukers ini mempunyai temasketsa reality. Hal yang menarik dari tayangan komedi Pesbukers ini adalahkarena Pesbukers masuk ke dalam salah satu program besar dengan rating yangtinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kekerasan yang terjadipada tayangan komedi Pesbukers. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dengan metode analisis isi. Analisis isi digunakan untuk mendeskripsidan menganalisis adanya kekerasan di 5 (lima) episode yang dijadikan sampelpenelitian.Dari penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa terdapat banyak tindakkekerasan yang terjadi pada lima episode tayangan komedi Pesbukers. Hasilpenelitian juga menunjukkan bahwa terdapat bentuk kekerasan yang terbagimenjadi tiga bagian, yaitu: kekerasan verbal, kekerasan non verbal, dan kekerasanpsikis. Dengan banyaknya adegan yang muncul, dapat diketahui juga peran danjenis kelamin yang melakukan tindak kekerasan. Tidak hanya itu, selain kategorikategoriyang telah disebutkan di atas, juga ditemukan penemuan menarik yangmasih berkaitan dengan kekerasan, yaitu naturalisasi kekerasan pada media massa.Kata Kunci: Analisis Isi, Komedi, KekerasanJUDUL : The Visualization Form of Violent On Comedy Show“Pesbukers”NAMA : Ilham FutakiNIM : D2C008090AbstractCurrent comedy show was flourishing in Indonesia`s television stations. Onepopular comedy show that Indonesia favored is Pesbukers. This comedy show hasa background story about sketch reality. One of interest thing about Pesbukers isentered into one big programme with high ratings.This research aimed to describe the violence in comedy show. This study used aquantitative approach to content analysis method. Content analysis is used toanalyze and describing the violence in five episodes study sampled.From this research was conducted, there are many occured violence act in fiveepisodes. The research result showed that there are violence act which is dividedto three parts, among others: physical, non-physical, and psychological. With somany scenes of violence that appears, also can known figure and the role of sexwho can oftten become a offenders. Not only that, besides in addition to thecategories already mentioned, founded some interesting research that is related toviolence is naturalization of violent act in the mass media.Keywords : Content Analysis, Comedy, Violence.BAB IPENDAHULUANTelevisi dengan kesempurnaan elemen komunikasi yang dimilikinya membuatmedia ini sangat digemari oleh khalayak, karena mudah, murah, dan bisaditempatkan secara strategis. Televisi memang sangat mudah ditemui, dengankesempurnaannya inilah yang membuat media ini berkembang dan semakinberagam, konten acara, maupun penyajiannya. Televisi telah menjadi bagian yangtak terpisahkan dari kebutuhan manusia. Televisi dengan berbagai acara yangditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya, dan membuatpemirsanya menjadi ketagihan untuk mengonsumsinya. Televisi merupakangabungan dari media gambar yang bisa bersifat politis, informatif (information),hiburan (entertainment), dan pendidikan (education), atau bahkan penggabungandari ketiga elemen tersebut.Hiburan, sebagai salah satu peranan televisi memang tidak ada habisnyauntuk menampilkan acara-acara yang bertemakan hiburan. Salah satu bentukhiburan yang ditampilkan di berbagai stasiun televisi adalah komedi.Pesbukers (Pesta Buka Bareng Selebriti) adalah sebuah acara televisi baruproduksi stasiun televisi AnTV, yang ditayangkan setiap Senin hingga Jumat padaawalnya, dan ditayangkan pada pukul 18.00-19.00 (15 menit sebelum adzan dandilanjutkan 3 menit kemudian setelah iklan). Pesbukers pertama kali tayang padatanggal 25 Juli 2011. Format acara Pesbukers ini adalah sebuah sketsa reality,dicampur dengan guyonan-guyonan segar seperti pantun yang jenaka, dan rayuangombal. Segala hal konyol dilakukan oleh para pemainnya agar bisa membuatpenonton tertawa dengan apa yang dilakukannya, cerita didalam sketsanyadiangkat dari kisah selebriti yang sedang hangat diperbincangkan di infotainment,tetap dengan tema kehidupan sehari-hari. Ide cerita dari episode-episodenya selaluberbeda dengan sebelum-sebelumnya, salah satu ciri khas lawakan dari Pesbukers,salah satu pemain rela ditaburi bedak kepalanya setelah mendapat pantun. Akantetapi, di balik kelucuan pantun-pantun yang dikeluarkan, mengandung unsurmerendahkan atau melecehkan.BAB IIBATANG TUBUHPesbukers sebagai salah satu acara komedi yang digemari olehpenontonnya, juga ditayangkan setiap hari, membuat khalayak menjadi terhipnotisdengan isi acaranya. Pesbukers telah membuat persepsi khalayak tentangkekerasan pada televisi menjadi homogen, dan jauh dari realita yang sebenarnya.Sehingga, kekerasan yang dilakukan oleh para pemain Pesbukers menjadi umumdi mata masyarakat. Ide-ide cerita yang berbeda di setiap episodenya menciptakanhal baru yang digemari pemirsanya. Segala tingkah laku pemain Pesbukersmampu membuat penontonnya tertawa dan terbawa, sehingga mereka(penonoton/pemirsa) seperti tidak menghiraukan adanya kekerasan dalamtayangan tersebut. Hal ini tidak lepas dari akibat produsen yang mengkonstruksimakna yang ada, sehingga penonton mulai terbiasa dengan makna baru yangmuncul. Mereka (para pemain Pesbukers) mempresentasikan adegan-adegankekerasan dalam tayangan komedi, yang seharusnya bisa membuat orang tertawadengan cara-cara yang lebih cerdas tanpa harus mengedepankan kekerasan.Siaran televisi saat ini telah menjadi suatu kekuatan yang sudah merasukke dalam kehidupan masyarakat. Televisi sebagai media massa memilikikarakteristik tersendiri yang berbeda dengan media lain di dalam penyampaianpesannya. Salah satu kelebihan televisi yaitu paling lengkap dalam menyampaikanunsur-unsur pesan bagi khalayak pemirsa, oleh karena dilengkapi dengan gambardan suara yang terasa lebih hidup dan dapaat menjangkau ruang lingkup yangsangat luas.Kekerasan di dalam media kini sudah tidak dapat dibendung lagikeberadaannya, baik dalam media cetak maupun media elektronik. Beberapa risetkomunikasi massa menunjukkan bahwa kekerasan bukan lagi merupakan hal yangtabu bagi pemirsanya. Media massa seringkali diibaratkan sebagai pedangbermata dua. Di salah satu sisi berguna untuk menyebarkan nilai-nilai kebajikanseperti memberikan informasi dan menghibur, di sisi yang lain juga menyebarkannilai-nilai negatif yang tidak baik untuk masyarakat. Perkembangannya, penelititelah mengamati bahwa jumlah tayangan kekerasan di televisi telah meningkat.Khalayak tidak lagi merasa heran melihat adegan orang-orang yang berkelahi danseringkali melakukan upaya pembunuhan di beberapa tayangan seperti sinetron,film kartun, tayangan komedi. bahkan, sinetron sekarang ini kebanyakan tidak adaalur ceritanya, dan yang pasti mempertontonkan adegan kekerasan di dalamnya.Tidak hanya di dalam sinetron, dewasa ini tayangan kekerasan juga terdapat didalam komedi. seperti contoh Pesbukers. Dengan kedok komedi sketsa reality,para pemain dalam acara tersebut seringkali melakukan adegan kekerasan sepertimendorong, mencemooh, mengelabuhi bintang tamu atau pemain lainnya,menaburkan bedak ke salah satu pemain dan berbagai macam adegan yangdianggap sebagai hal yang lucu untuk menarik pemirsanya, tetapi mengandungunsur kekerasan di dalamnya.Menurut UU Penyiaran Pasal 36 ayat 3, isi siaran wajib memberikanperlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak danremaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembagapenyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayaksesuai dengan isi siaran. Tetapi dewasa ini, kekerasan merupakan salah satuaspek yang tidak dapat dihindari dari beragam tayangan di televisi. Bahkanmasyarakat terkadang tidak menyadari adanya kekerasan dalam program tayanganyang mereka konsumsi.Pesbukers merupakan salah satu program komedi yang mengusung konsep“sketsa reality” di mana gosip-gosip yang sedang “in” dimasukkan ke dalambentuk sketsa komedi. Walaupun sudah berulang kali ditegur oleh KPI, karenaseringkali menyisipkan unsur kekerasan dan pelecehan dalam sketsa komedi yangmereka mainkan, program komedi masih saja ditayangkan hingga saat ini. Dalamprogram tayangan komedi Pesbukers, menarik untuk diperhatikan bagaimanaPesbukers menampilkan bentuk kekerasan dalam setiap tayangannya?Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentukkekerasan yang ditayangkan pada program tayangan komedi Pesbukers.Dalam sebuah tayangan komedi yang menjadi objek penelitian inimenggunakan kategori-kategori untuk menghitung jumlah kekerasan yang munculpada tayangan komedi Pesbukers.- Fisik/nonverbal, berupa bentuk atau perilaku kekerasan yang dilakukanoleh pemain Pesbukers terhadap korban dengan cara memukul,menendang, melemparkan barang ke tubuh korban atau sebaliknya,menganiaya.- Nonfisik/verbal, kekerasan yang terjadi dengan cara membentak,melecehkan orang lain, melontarkan kata-kata yang bersifat menghina,memerintah orang lain dengan seenaknya.- Psikis, kekerasan yang dilakukan oleh para pemain Pesbukers terhadapmental korban dengan cara menakut-nakuti, merendahkan, mengancamBAB IIIPENUTUPPesbukers, sebagai salah satu acara komedi yang di favoritkan pemirsanya,ternyata mengandung unsur kekerasan di dalamnya. Penelitian yang telahdilakukan dan mendapatkan hasil temuan penelitian menyatakan bahwa dari 3(tiga) kekerasan yang dijadikan tolak ukur, muncul pada tayangan komediPesbukers.Hasil temuan penelitian yang dilakukan, bahwa kekerasan tidak lepas darirealitas kehidupan, bahkan media massa pun memberikan informasi yang saratakan kekerasan verbal, non verbal maupun kekerasan psikis. Jumlah tokoh yangada pada tayangan komedi Pesbukers juga mempengaruhi kekerasan yang terjadidengan cara yang berbeda-beda.Berdasarkan dari hasil temuan penelitian, kekerasan verbal menjadipemicu dari kekerasan yang banyak muncul dalam penelitian ini
Understanding The Experience of Pesantren Alumni in Adaptation With Environment Beyond Pesantren. Nur Sholekhatun Nisa; Dra. Taufik Suprihartini, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.05 KB)

Abstract

The background of this research is the experience of pesantren (Islamic boarding school) alumni in adapting with the external environment of pesantren. The pesantren alumni who have graduated from pesantren move into new environment outside the pesantren, so that they adapt to their new environment. This research aims to describe the pesantren alumni’s experience in adapting with the new environment after they graduate from pesantren. This research uses the Anxiety and Uncertainty Management Theory (Gudykunst, 1995), Uncertainty Reduction Theory (Leanne K. Knobloch, 2008), Expectancy Violations Theory (Cindy H. White, 2001), Theory of Motivated Information Management (Afifi and Weiner, 2004), and Interactions Adaptation Theory (Burgoon, 1995). Qualitative research approach is applied, referring to interpretive paradigm. The data analysis technical is based on phenomenology research. The informants of this research are 4 pesantren alumni. The results of this research find that there are 3 main points. First, each informant has different level of anxiety and uncertainty as the initial behavior in moving process. The first, third, and fourth informant experience higher anxiety and uncertainty than the second informant. The anxiety and uncertainty caused by the lack of information of new environment. Second, information is the important factor which helps the adaptation process. All informants use 3 adaptation strategies; active, passive, and interactive strategy. Those strategies are used to obtain kinds of information. Third, the success of adaptation process in the new environment determines the decision making whether the informants bring pesantren values and culture. The results show all informants successfully adapt into their new environment outside pesantren, and their level of anxiety and uncertainty decrease. The first and second informants decide to bring pesantren values and culture to their new environment. Meanwhile, the third
HUBUNGAN ANTARA KECAKAPAN KOMUNIKASI FRONTLINER DENGAN KEPUASAN NASABAH PT. BANK TABUNGAN NEGARA Radhityo Ryandhika Rakadiputra; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.688 KB)

Abstract

Information becomes one of the important things within bank institutions. The fulfillment of information is one part in the service process. Information was originally came from the frontliner. The role of frontliner communication is well needed in the service process with the purpose of creating customer satisfaction. Services are not just a fulfillment of customers’ needs, but also must be able to satisfy customers far above customer expectations. Communication skills becomes one of the factors that affects the quality of service and the satisfaction level of customers. With good communication skills it is expected to create customer satisfaction. The purpose of the study was to figure out the relationship between frontliner communication skills with the satisfaction of PT Bank Tabungan Negara customers. The study used descriptive quantitative research methods. Data collection techniques use the method of spreading questionnaires. The analysis used is cross tabulation analysis. The data received from the questionnaires processed by categorizing the overall aspects of communication skills and customer satisfaction resulting in data showing that out of a total of thirty (30) respondents were known as forty percent (40%) respondents stated that frontliners had good communication skills and customers were satisfied, three point three percent (3.3%) respondents stated that frontliners had good communication skills and customers were very satisfied, six point seven percent (6.7%) of respondents stated that frontliners had excellent communication skills and customers were satisfied, and fifty percent (50%) of respondents stated that frontliners had excellent communication skills and customers were very satisfied. Based on cross-tabulation analysis that has been done, it is known that customer assessment of the level of communication skills shared by the PT Bank Tabungan Negara frontliners is in line with the level of satisfaction felt by customers. In other words, the better customer assessment of communication skills possessed by the frontliners of PT Bank Tabungan Negara, the customers are increasingly satisfied. It can be concluded that frontliner communication skills are related to customers satisfaction of PT Bank Tabungan Negara.
Karya Bidang Program Tayangan “Gitaran Sore – Sore” Pro TV Semarang sebagai Creative Dimas Muhammad; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.94 KB)

Abstract

Televisi merupakan salah satu media masaa yang paling digemari oleh penduduk Indonesia. Namun tayangan yang digemari oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah tayangan yang menghibur tanpa mengindahkan nilai edukasi didalamnya. Disini program talkshow Gitaran Sore-Sore bertujuan untuk memberikan nilai edukasi dan nilai hiburan bagi anak muda kota Semarang.Ditayangkan di Pro tv yang merupakan tv lokal di kota Semarang, membuat Gitaran Sore-Sore menggunakan unsur proximity untuk menggapai penonton. Dikemas menjadi obrolan ringan yang menjadikan program Gitaran Sore-Sore sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi kalangan muda kota Semarang.Dalam proses produksi, penulis disini bertugas sebagai creative. Creative adalah orang yang bertanggung jawab untuk membuat rencana dan alur program sampai dengan proses pembuatan konten kreatif di dalam program tayangan televisi.Proses produksi dilakukan mulai tanggal 29 September 2014 hingga 13 November 2014 di Pro TV Semarang pada pukul 15:00 WIB. Berdasarkan testimoni penonton, program Gitaran Sore-Sore merupakan program talkshow yang inspiratif, membuka banyak pandangan baru bagi penonton, dan dengan penyampaian yang sesuai dengan anak muda bisa memberikan nilai edukasi pada setiap tayanganya.Kata kunci : talkshow, creative, televisi, inspiratif
Development and Management News Site www.rumahkartini.com Nurul Laelatul Latifah; Primada Qurrota Ayun, S.I.Kom, MA
Interaksi Online Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.813 KB)

Abstract

Starting from human resources that competent in Rumah Kartini Community capable of managing the website www.rumahkartini.com regularly and in accordance with the rules of journalism, the author wants to develop human resources and managing the website www.rumahkartini.com under the Rumah Kartini continued and to be able to manage well in accordance with the community's vision and mission. In the paper the author this field served as a Reporter and Editor. The reporter in charge of finding and writing the news. The editor in charge of news texts edited before uploading into the website and selecting the news that will be uploaded. The results of the development of human resources in this community they are able to continue manage website with good information and renew frequently. The results of the management of www.rumahkartini.com for one month is uploading the article as much as 31 and the number of visitors 4,334 as much as the minimum target of 1500 visitors. And able to manage 4 sections namely Tempo Doeloe, Discovery, Kulineran and Event.

Page 35 of 157 | Total Record : 1563