cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian Individu dalam Komunikasi Antarbudaya (Kasus Pelajar SMA Papua di Semarang) Fransiska Indria Widiasari; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.395 KB)

Abstract

Interaksi antara pendatang dengan host culture sering memunculkan kecemasan dan ketidakpastian. Kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya akan muncul ketika kedua pihak menyadari adanya perbedaan pada budaya masing-masing. Strategi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya antara pelajar Papua dengan host culture merupakan tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data diperoleh . melalui wawancara mendalam dengan lima orang pelajar Papua dan tiga orang hostculture. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Pengurangan Kecemasan dan Ketidakpastian dan Teori Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian Komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya sekaligus mengetahui strategi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian komunikasi yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya terjadi ketika pertama kali berinteraksi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor perbedaan bahasa, rasa minder dari pelajar Papua dan kurangnya informasi terkait dengan lingkungan baru yang menjadi tempat menetap juga menjadi penyebab munculnya kecemasan dan ketidakpastian ketika berinteraksi dengan hostculture. Interaksi yang terjalin pertama kali lebih sering dimulai oleh hostculture. Komunikasi yang terjalin diantara pelajar Papua dengan hostculture cukup baik namun pelajar Papua masih belum dapat membaur dengan lingkungan yang baru. Pelajar Papua dan hostculture menunjukkan bahwa ketika berkomunikasi antarbudaya harus mampu membuka diri untuk dapat menerima informasi baru dan memiliki kesadaran dalam komunikasi antarbudaya sehingga rasa cemas dan tidak pasti yang muncul ketika berinteraksi mampu dikelola dengan baik dan terjalin komunikasi yang efektif antara kedua budaya tersebut dan dapat meminimalisir konflik yang akan terjadi. Pengalaman dalam mengelola kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya dapat membantu masyarakat untuk dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan dan budaya baru.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN MENGENAI UJIAN NASIONAL 2013 DI HARIAN KOMPAS Rani Rakhmaputri Wiranto; Sunarto Sunarto; Muchamad Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.272 KB)

Abstract

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN MENGENAIUJIAN NASIONAL 2013 DI HARIAN KOMPASRani Rakhmaputri WirantoD2C009095Jurusan Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu PolitikUniversitas Diponegoro SemarangABSTRACTNational test is held as a way to syncronise education level throughout Indonesia. Nevertheless it isalways be a controversy that never end on each year. Many said this year is the worst national testbecause the test itself didn’t held at same time. This problem had rose many opinion about the importanceof national test.Kompas used this as headline. Every media has unique characteristic that differensiate between oneand another. this characteristic made every newspaper has different ways to write the news. Kompaschose to focus the news on people opinion about the national test.This research used descriptive methos with framin analysis method which is developed by RobertN Entman. The purpose of this study is to analyse the way Kompas wrire the news and to understand thebackground why Kompas write the news as the way it was.This research indicate that Kompas was focused to the effect of the delay of national test. It can beseen with impact framing that Kompas used and used human interest and information frame to makeanalysis.Kompas tried to picture about the mess of management of education in Indonesia as the caused ofthe national test delay. Every problem that happened in each national test only indicate that ministry ofeducation cannot do their job professionally.Kompas also showed the effect of national test delay on students. Every student that happened thenational test delay has their psychological taken the toll. Every stakeholder must realized that everyproblem happened in national test caused stress to students. Kompas used this method as their vision“amanat hati nurani rakyat”.Key word: national test, Kompas, framingABSTRAKSIIdealita ujian nasional dilaksanakan untuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan diwilayah Indonesia. Akan tetapi, pelaksanaan ujian nasional sendiri, selalu menuai kontroversi dari tahunke tahun. Pada tahun ini,ujian nasional dianggap sebagai ujian nasional terburuk dikarenakan tidakserempaknya pelaksanaan ujian nasional di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini tentu saja menjadi beritautama di berbagai media massa dan membuat berbagai opini publik bermunculan mengenai fungsi ujiannasional itu sendiri, terkait masih penting atau tidaknya diadakan ujian nasional pada tahun depan.Kompas, sebagai koran nasional, tentu saja tidak melewatkan berita ini untuk ditampilkan sebagaiheadline news. Institusi media massa memiliki karakteristik atau kepribadian, begitu juga dengan harianKompas. Karakteristik inilah yang mendorong setiap institusi media massa melahirkan kebijakan redaksiyang berbeda. Pemberitaan mengenai ujian nasional di koran Kompas memberikan gambaran tersendirimengenai ujian nasional di Indonesia. Bagaimana ujian nasional diberitakan, nantinya akanmempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap ujian nasional itu sendiri.Tipe penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode análisis framing yangdikembangkan oleh Robert N. Entman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian harianKompas tentang pemberitaan mengenai pelaksanaan ujian nasional 2013 dan juga memahami latarbelakang pembingkaian tersebut.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas membuat penonjolan terhadap dampakdampakyang terjadi akibat penundaan ujian nasional. Hal ini terlihat dari digunakannya dominasi polabingkai Impact, yang lebih ditonjolkan dalam headline. Selain itu, dalam pemberitannya mengenai ujiannasional, Kompas juga menggunakan pola bingkai Human Interest dan Information.Kompas mencoba membentuk kontruksi bahwa penundaan ujian nasional yang terjadi,menunjukkan bahwa sebenarnya manajemen pendidikan di Indonesia masih buruk. Dengan berbagaipermasalahan yang terjadi dalam ujian nasional yang merupakan agenda nasional tahunan yangdiselenggarakan oleh pemerintah, mencerminkan juga bahwa kinerja Kemdikbud tidak profesional.Dalam pemberitaannya, Kompas juga tidak hanya menampilkan mengenai kekacauan yang terjadipada ujian nasional, tetapi juga menampilkan dampak dampak psikologis pada siswa yang mengalamipenundaan ujian nasional. Ditampilkan bahwa seolah-olah siswa menjadi korban terus menerus sehinggapemerintah dinilai perlu mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi UN. Hal tersebut juga terkaitdengan visi humanisme transendentalnya yang mengutamankan humanitas dan “Amanat Hati NuraniRakyat” sehingga Kompas mengemban tugas mulia untuk menyampaikan apa yang dirasakan olehmasyarakat.Key words : ujian nasional, koran Kompas, pola bingkai1. PendahuluanUjian nasional yang diadakan setiap tahun, baik di tingkat SD, SLTP, maupun SLTA bertujuanuntuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Selama inikualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia tidak sama. Kualitas pendidikan di pulau Jawatidak sama dengan kualitas pendidikan di pulau Papua. Dengan dilaksanakannya ujian nasional,diharapkan dapat diketahui kualitas pendidikan di masing-masing daerah, sehingga pemerintahbisa mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antara daerah satu dengan daerah lainnya.Namun dalam kenyataannya ujian nasional yang dimaksudkan untuk mencapai standarkemampuan siswa, justru memunculkan berbagai persoalan.Dari tahun ke tahun UN (Ujian Nasional) selalu menuai banyak kontroversi. Banyakpihak-pihak yang merasa bahwa ujian nasional tidak perlu dilaksanakan dengan berbagai alasan.Masalah Ujian Nasional (UN) tiap tahun selalu ramai dibicarakan, mulai dari persiapan siswadengan berbagai bimbingan belajar, orang tua dengan menyiapkan materi untuk mendukung paraputranya, pihak sekolah dengan berbagai penganyaan dan uji coba UN, pemerintah denganmemberikan materi pokok UN, masyarakat dengan katentuan / syarat pelulusan yang sangatmemberatkan. Selain kebocoran soal, penyelenggaraan UN juga ditandai dengan adanyapecontekan massal yang sangat tidak etis dalam dunia pendidikan, apalagi menyangkut pesertadidik yang masih anak-anak.Belum selesai dengan itu semua, persoalan baru muncul ketika Kemendikbud melakukansuatu terobosan untuk memerangi kecurangan UN dengan menciptakan set soal sebanyak pesertadi ruang ujian. Terdapat 20 set soal yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama, sehinggapara siswa tidak dapat melakukan kecurangan karena setiap siswa mengerjakan soal yangberbeda. Namun ternyata terobosan ini menyebabkan permasalahan baru, ketika perusahaanpercetakan tidak bisa mendistribusikan soal UN dengan tepat waktu. Pelaksanaan UN 2013 padajenjang SMA/SMK/MA/SMALB yang direncanakan diadakan secara serentak di Indonesia padatanggal 15 April mengalami kekacauan dikarenakan terlambatnya distribusi soal di 11 provinsi diIndonesia. Pengumuman penundaan ini pun baru diberitahukan sehari sebelum pelaksanaan UNyaitu pada tanggal 14 April. UN baru akan dilaksanakan di 11 provinsi yang mengalamiketerlambatan pada tanggal 18, 19, 22 dan 23 April. Hal ini tentu saja mengundang berbagaikomentar dari berbagai pihak, apalagi ini merupakan kejadian pertama dalam penyelenggaraanUN di Indonesia.Tidak hanya permasalahan mengenai keterlambatan soal saja yang mewarnai UN kali ini.Pelaksanaan UN 2013 tingkat SMA/SMK/MA/SMALB di sejumlah daerah juga mengalamikekacauan. Berbagai kesalahan teknis terjadi, sehingga menyebabkan berbagai persoalan. Mulaidari rendahnya kualitas lembar jawaban UN, tertukarnya paket-paket soal, kurangnya naskahsoal dan lembar jawaban UN, hingga indikasi kecurangan yang mulai dlaporkan ke poskopengaduan UN ataupun yang diungkapkan melalui media sosial. Kondisi tersebut seolahmenyempurnakan amburadulnya pelaksanaan UN pada tahun ini. Oleh sebab itu, tidak heran jikamedia menjadikan berita ini sebagai berita utama (headline).Ketika pengumuman pengunduran UN pada tingkat SMA ini diumumkan, semua medialangsung meliput berita ini dan menjadikannya sebagai headline news. Media massa merupakansarana penyampaian komunikasi dan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.Selain itu media massa bukan hanya memberikan informasi dan hiburan, tetapi juga memberikanpengetahuan kepada khalayak sehingga proses berfikir dan menganalisis sesuatu berkembangdan pada akhirnya membawa pada suatu kerangka berpikir sosial bagi terbentuknya sebuahkebijakan publik yang merupakan implikasi dari proses yang dilakukan elemen-elemen tersebut.Hal ini merupakan bagian bagaimana media merekontruksi realitas sosial di masyarakat.(Tamburaka, 2012 : 84)Dalam kurun waktu selama kurang lebih sebulan, yaitu dari tanggal 13 April hingga 15Mei, pemberitaan mengenai ujian nasional dibahas dalam ketiga surat kabar yakni Kompas,Suara Merdeka, dan juga Kedaulatan Rakyat. Untuk lebih jelas melihat ragam berita yangdihadirkan oleh Kompas, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat mengenai ujian nasional edisi 13April sampai 15 Mei 2013, disajikan dalam tabel berikut :Tabel 1.1Perbandingan jumlah ragam berita dalam surat kabar Suara Merdeka, Kompas,dan Kedaulatan Rakyat edisi 13 April – 15 Mei 2013.Ragam Berita MediaSuara Merdeka Kompas Kedaulatan RakyatHeadline 7 judul 10 judul 7 judulArtikel 23 judul 24 judul 24 judulOpini 5 judul 8 judul 6 judulJumlah 35 judul 43 judul 37 judulPada pemberitaannya, Kompas selama ini mencoba menempatkan dirinya sebagai korannasional yang obyektif dan independen sehingga cenderung hati-hati dalam memberitakan suatuperistiwa. Institusi media massa memiliki karakteristik atau kepribadian, begitu juga denganharian Kompas. Karakteristik inilah yang mendorong setiap institusi media massa melahirkankebijakan redaksi yang berbeda. Pemberitaan mengenai ujian nasional di koran Kompasmemberikan gambaran tersendiri mengenai ujian nasional di Indonesia. Bagaimana ujiannasional diberitakan, nantinya akan mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap ujiannasional itu sendiri.2. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana peneliti akanmenggambarkan bingkai pemberitaan yang dilakukan oleh harian Kompas terkait denganpemberitaan ujian nasional dengan menggunakan metode analisis framing. Analisis framingmencoba menangkap bentuk pemberitaan dalam kaitannya dengan bagaimana orientasi sebuahmedia memperlakukan fakta tertentu. (Nugroho, 1999;8)Subjek penelitian ini adalah pemberitaan pada harian Kompas tentang pelaksanaan ujiannasional 2013 pada periode tanggal 13 April – 15 Mei 2013 yang terdiri sebanyak 10 berita yangdijadikan sebagai headline.Pengumpulan serta analisis data untuk analisis framing ini dilakukan secara langsungdengan mengidentifikasi wacana berita pada harian Kompas mengenai pemberitaan ujiannasional 2013 yang kemudian dianalis dengan menggunakan perangkat framing dari Robert N.Entmant. Entmant menekankan pada empat perangkat framing (Eriyanto, 2004 : 189- 195) yaitu(1) Define Problems; (2) Diagnose Causes; (3) Make Moral Judgement; (4) TreatmentRecommendation3. Hasil PenelitianDalam tabel dibawah tercantum daftar berita yang telah diteliti. Berita-berita tersebut adalahsebagian berita yang terkait dengan berita mengenai ujian nasional 2013 yang dimuat dalamharian Kompas selama periode 13 April hingga 15 Mei 2013 yang terdiri sebanyak 10 beritayang dijadikan sebagai headline.Tabel 3.1Hasil Analisis Seleksi Isu 10 BeritaNoBerita Define Problem DiagnoseCausesMake MoralJudgementTreatmentRecommendation1 DitundaKamis, UNdibayangiKebocoran.(15 April 2013)Framing :Polabingkai ImpactPenekananmasalah :Manajemenpendidikan burukKinerjaKemdikbudyang tidakprofesionalTidakserentaknyaujian nasionalmerupakanpreseden burukdalampendidikannasionalPemerintahharus beranimengevaluasiapakah UNmemangdibutuhkanuntukmenentukankelulusan siswaatau seharusnyadipakai untukpemetaanpendidikan.2 PelaksanaanUjian NasionalKacau(16 April 2013)Framing : Polabingkai ImpactPenekananmasalah :Pelaksanaan UNkacauDistribusinaskah perwilayahterkendalaDapat merusakmotivasi dankonsentrasisiswaBerbagai upayadilakukan untukmendistribusikansoal ke beberapadaerah.3 Kami sepertiKelinciPercobaan(16 April 2013)Framing : Polabingkai HumanInterestPenekananmasalah : SiswaSMA sepertikelinci percobaanKarutmarutnyapenyelanggaraan ujiannasional tahuniniPemerintahdinilai perlumengambillangkah tegasuntukmengevaluasiUN agar siswatidak menjadikorban terusmenerusKemdikbudperlu mengkajiulang kebijakanpencetakannaskah soal UN4 Distribusi SoalBelum Tuntas(17 April 2013)Framing : Polabingkai ImpactPenekananmasalah :Sejumlahdaerah belummenerimapaket soalDistribusi soaltidak gampanguntuk sekolah– sekolah yangPresidenbersama-samadenganKemdikbud danDistribusi soalbelum tuntasberada dikepulauan.juga jajarantertinggiTNI/Polrimencari carabagaimana agarujian ini dapatdilakukandengan terbaik5 Ujian NasionalJalan Terus(18 April 2013)Framing : Polabingkai ImpactPenekananmasalah : Ujiannasional“gelombangkedua” jalanterus.Ketersediaanpaket soalmasih menjadipersoalan disejumlahdaerahUntukmengantisipasiagar tidak adalagiketerlambatanprosespercetakan,Kemdikbudmemutuskanuntukmengalihkantugaspercetakan danpengepakannaskah soalUN dari PTGhaliaIndonesiaPrinting.Hasil UNgelombangkedua akan tetapmemiliki bobotdan fungsi yangsama denganhasil UN diprovinsi lainnya6 Harap harapCemas SiswaBerkepanjangan(18 April 2013)Framing : Polabingkai HumanInterestPenekananmasalah : Karutmarutpelaksanaan UNmengusikkonsentrasi parasiswaPara siswatelahmempersiapkan diri secaraintensifsetahunbelakangan ini.ManajemenUN sendirimencerminkanburuknyakinerja jajaranKemdikbudPemerintahharus beranimengevaluasiapakah UNmemangdibutuhkanuntukmenentukankelulusan siswaatau seharusnyadipakai untukpemetaanpendidikan.7 Investigasi UN Framing : Pola Sejumlah UN gelombangInvestigasidi duaPersoalan(19 April 2013)bingkai ImpactPenekananmasalah :Distribusi soalbelum beres.daerah belummenerimapaket soal.kedua masaharus ditundalagiterhadapkekacauanpenyelenggaraanujian nasionaldifokuskan didua persoalan,yakni distribusisoal danpersoalan tender.8 KeabsahanUjian NasionalDiragukan(22 April 2013)Framing : Polabingkai ImpactPenekananmasalah :Keabsahan ujiannasionaldiragukan olehbanyak pihak.Banyakprosedurstandar yangdilanggar.UN kali initidakmenggambarkan prestasisiswa yangsebenarnya.Pemerintahharus beranibersikap tegas.9 Ujian NasionalTetap JadiSyarat(23 April 2013)Framing : Polabingkai ImpactPenekananmasalah : HasilUN tetap menjadisyarat masukPTNTerjadi banyakkekacauandalampelaksanaanUNKekacauan UNkali ini bukankesalahansiswa,sehingga akandibicarakanlagi soalpertimbangannilai UN untukmasuk PTNSiswa haruslulus UN terlebihdahulu untukbisa diterima diPTN.10 BPK SarankanCetak diProvinsi(26 April 2013)Framing : PolabingkaiInformationPenekananmasalah : Prosesdistribusi naskahsoal UNdidesentralisasikan.BPKmenyikapikekisruhanpencetakan dandistribusinaskah soalUNPencetakannaskah soal didaerah ataupundi pusat hanyamasalah cara.Prosespencetakan bisasaja dilakukan diprovinsi tetapiharus betul betuldapat dipercaya.4. PembahasanTerdapat 43 berita yang dimuat oleh harian Kompas terkait dengan pemberitaan mengenai ujiannasional 2013. 10 judul berita merupakan headline, 24 judul berita termasuk ke dalam artikelpendidikan dan kebudayaan, dan 8 judul lainnya berupa opini yang dikeluarkan oleh Kompasmengenai ujian nasional. Dengan intesitas pemberitaan yang cukup tinggi mengenai ujiannasional, penelitian ini difokuskan kepada 10 judul berita yang dijadikan sebagai headline olehKompas. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, dengan menggunakan perangkat framingEntman, dapat diketahui bagaimana sikap Kompas terhadap pemberitaan mengenai ujiannasional. Berikut penjabarannya :Define problem atau pendefinisian masalah. Dalam membahas mengenai pemberitaanujian nasional, 10 berita yang diturunkan oleh Kompas sebagai headline news didominasi olehframe dengan pola bingkai impact. Tercatat dari 10 berita yang diberitakan, ada 7 berita yangmenggunakan pola bingkai impact dengan 2 berita menekankan masalah pada distribusi soalyang belum tuntas, 2 berita menekankan masalah terhadap keabsahan ujian nasional, 2 beritamenekankan masalah terhadap pelaksanaan UN yang kacau, 1 berita menekankan terhadapmanajemen pendidikan buruk, dan 1 berita menekankan masalah terhadap pelaksanaan UN yangkacau. 2 berita lain menggunakan pola bingkai human interest dengan menekankan masalahterhadap kondisi psikologis yang dialami oleh para siswa yang mengalami penundaan UN. 1berita lain menggunakan pola bingkai information dengan menekankan masalah agar prosespendistribusian soal didesentralisasikan atau dikembalikan ke provinsi.Dari penjelasan di atas, temuan yang didapat oleh peneliti menjadi pembenaran asumsipenelitian di bab pertama, bahwa dalam setiap pemberitaannya Kompas menggunakan beberapapola bingkai. Dalam pemberitaannya mengenai ujian nasional, Kompas menggunakan dominasipola bimgkai impact. Kompas lebih menonjolkan aspek dampak yang terjadi diakibatkanpenundaan ujian nasional dibandingkan dengan aspek aspek lainnya. Berita adalah segala sesuatuyang berdampak luas. Suatu peristiwa tidak jarang menimbulkan dampak besar dalam kehidupanmasyarakat. (Sumadiria, 2008 : 82).Dengan dampak-dampak yang ditampilkan oleh Kompas mengenai penundaan ujiannasional, seolah-olah mengajak para pembaca Kompas untuk mempertanyakan fungsi dan tujuandari ujian nasional itu sendiri, apakah memang masih bermanfaat untuk dijadikan sebagai tolakukur penentuan nasib kelulusan para siswa.Masalah terjadi disebabkan karena distribusi soal yang belum beres di sejumlah daerahsehingga berbagai kekacauan terjadi. Dengan berbagai kekacauan dan prosedur yang dilanggar,tentu saja keabsahan pada hasil UN tahun ini dipertanyakan apakah memang sesuai untukdijadikan sebagai syarat masuk PTN. Terlepas dari itu semua, manajamen UN sendirimencerminkan bahwa manajemen pendidikan di Indonesia masih buruk. Ujian nasional telahdiselenggarakan dari tahun ke tahun. Dengan alokasi anggaran UN lebih dari Rp 500 miliar,tentu saja seharusnya persiapan dan pelaksanaan UN di tingkat pusat terus membaik.Diagnose Causes atau memperkirakan penyebab masalah. Dalam memberitakan ujiannasional 2013, Kompas menyoroti distribusi naskah soal yang terkendala sebagai penyebabutama dari kekacauan ujian nasional kali ini. Tercatat dari 10 berita yang diturunkan olehKompas sebagai headline news, 5 berita menyoroti kekacauan yang terjadi pada UN tahun ini,sehingga keabsahan UN masih dipertanyakan dan juga membuat konsentrasi para siswa menjaditerusik, 4 berita menyoroti bagaimana distribusi naskah soal yang terkendala, dan bagaimanaketersedian paket soal masih menjadi persoalan di sejumlah daerah, 1 berita menyoroti kinerjaKemdikbud yang tidak profesional.Dalam pemberitaannya Kompas menyoroti berbagai permasalahan terjadi disebabkankarena distribusi naskah soal yang terkendala di sejumlah daerah. Terlepas dari itu, manajemenUN itu sendiri mencerminkan buruknya kinerja jajaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,karena mengurus pendistribusian naskah soal saja tidak beres.Make Moral Judgement atau evaluasi moral. Menanggapi kekacauan yang terjadi akibatujian nasional, ada tiga evaluasi moral yang diberikan oleh Kompas, yaitu :Pertama, Pemerintah dinilai perlu untuk mengambil langkah tegas untuk mengevaluasiUN agar siswa tidak terus menerus menjadi korban. Kedua, untuk mengantisipasi agar tidak adalagi keterlambatan proses pencetakan naskah soal, sebaiknya Kemdikbud mengembalikan prosesdistribusi naskah soal lagi ke provinsi, atau didesentralisasikan. Ketiga, kekacauan UN kali inimembuat UN tidak menggambarkan prestasi siswa yang sebenarnya, sehingga tidak tepat untukdijadikan pertimbangan nilai untuk masuk PTN.Treatment Recommendation atau menentukan penyelesaian. Kompas memberikan empatrekomendasi yang bisa dilakukan dalam pemberitaan mengenai kacaunya pelaksanaan UN tahunini :Pertama, Pemerintah harus berani mengevaluasi apakah UN memang dibutuhkan untukmenentukan kelulusan siswa atau seharusnya dipakai untuk pemetaan pendidikan. Kedua,berbagai upaya telah dilakukan oleh Kemdikbud untuk mendistribusikan soal ke berbagai daerah,salah satunya dengan mengajak jajaran tinggi TNI/POLRI. Ketiga, hasil UN gelombang keduaakan tetap memiliki bobot dan fungsi yang sama dengan hasil UN di provinsi lainnya. Keempat,siswa harus lulus UN terlebih dahulu untuk bisa diterima di PTN berapapun nilainya.Jika dilihat dari pemberitaan yang dimunculkan, Kompas mencoba mengarahkan opinipublik agar mendesak pemerintah untuk mengevaluasi UN, apakah memang dibutuhkan untukmenentukan kelulusan siswa atau hanya dipakai untuk pemetaan pendidikan. Seperti yangdikatakan Wiryanto, adanya istilah “the powerfull effect”, bahwa media memiliki suatu kekutandalam membentuk satu pikiran atau persepsi melalui terpaan media atau media exposure. Hal inibertujuan agar publik yang memanfaatkan media (baik cetak maupun elektronik) menjaditerpengaruh oleh pemberitaan media. (Wiryanto: 2005, 58).Kompas dalam pemberitaannya, memfokuskan masalah pada distribusi soal yang tidaktuntas. Secara tidak langsung, Kompas ingin menyampaikan bahwa kinerja Kemdikbud tidakprofesional dan juga masih buruknya manajemen pendidikan di Indonesia. Hal ini sesuai denganstrategi pembahasan yang dilakukan Kompas ketika berusaha mengupas sebuah masalah sensitifyang berkembang di tengah masyarakat dengan menggunakan model jalan tengah (MJT), yaitumenggugat secara tidak langsung: mengkritik tapi disampaikan secara santun, terkesan berputarputardan mengaburkan pesan yang hendak disampaikan.Tidak lupa dalam setiap pemberitaanya mengenai ujian naisonal, Kompas berbekaldengan tagline “Amanat Hati Nurani Rakyat” juga menyertakan berbagai dampak psikologisyang dirasakan oleh para siswa yang mengalami penundaan ujian nasional. Seperti yang dimuatdalam Kompas pada tanggal 16 April 2013 dan 18 April 2013 dengan judul berita “Kami sepertiKelinci Percobaan” dan “Harap-harap Cemas Siswa Berkepanjangan”. Dalam kedua beritatersebut ditampilkan bahwa seolah-olah siswa menjadi korban terus menerus sehinggapemerintah dinilai perlu mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi UN. Hal ini sesuaidengan visi humanisme transdental, Kompas menempatkan kemanusiaan sebagai nilai tertinggi,mengarahkan fokus perhatian dan tujuan pada nilai-nilai yang transeden atau mengatasikepentingan kelompok. Oleh karena itu, pemberitaan Kompas yang kritis mengupas masalahmasalahyang ada dalam masyarakat serta cenderung berpihak kepada rakyat.5. PenutupSetelah terselesaikannya penelitian ini, maka kesimpulan yang dapat ditarik dalam pemberitaanmengenai ujian nasional adalah Kompas membuat penonjolan terhadap dampak-dampak yangterjadi akibat penundaan ujian nasional. Hal ini terlihat dari digunakannya dominasi pola bingkaiImpact, yang lebih ditonjolkan dalam headline yang dimunculkan oleh Kompas mengenai ujiannasional. Berita adalah segala sesuatu yang berdampak luas. Ujian nasional kali ini menimbulkandampak besar dalam kehidupan masyarakat, terutama untuk para siswa. Dengan dampak yangditimbulkan karena penundaannya, ujian nasional kali ini dianggap penting dan layak dijadikanberita. Selain itu, dalam pemberitannya mengenai ujian nasional, Kompas juga menggunakanpola bingkai Human Interest dan Information.Kompas mencoba mengkontruksi bahwa penundaan ujian nasional yang terjadi,menunjukkan manajemen pendidikan di Indonesia masih buruk. Dengan berbagai permasalahanyang terjadi dalam ujian nasional yang merupakan agenda nasional tahunan yangdiselenggarakan oleh pemerintah, mencerminkan juga bahwa kinerja Kemdikbud tidakprofesional.Dalam pemberitaannya, Kompas tidak hanya menampilkan mengenai kekacauan yangterjadi pada ujian nasional, tetapi juga menampilkan dampak dampak psikologis pada siswa yangmengalami penundaan ujian nasional. Ditampilkan bahwa seolah-olah siswa menjadi korbanterus menerus sehingga pemerintah dinilai perlu mengambil langkah tegas untuk mengevaluasiUN. Hal tersebut juga terkait dengan visi humanisme transendentalnya yang mengutamankanhumanitas dan “Amanat Hati Nurani Rakyat” sehingga Kompas mengemban tugas mulia untukmenyampaikan apa yang dirasakan oleh masyarakat.DAFTAR PUSTAKAAgus, Salim. 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta : Tiara WacanaArdianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. (2007). Komunikasi Massa : Suatu Pengantar.Bandung : Simbiosa Rekatama Media.Bungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi. Jakarta : Kencana Prenada Media GroupBungin, Burhan, (2008). Konstruksi Sosial Media Massa : Kekuatan Pengaruh Media Massa,Iklan Televisi dan Keputusan Konsumen Serta Kritik terhadap PETER L. BERGER &THOMAS LUCKMANN. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.Chaer, Abdul. (2010). Bahasa Jurnalistik. Jakarta : Rineke CiptaDewabrata, AM. (2004). Kalimat Jurnalistik : Panduan Mencermati Penulisan Berita. Jakarta :KompasDenzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (2009). Handbook of Qualitative Research.Diterjemahkan oleh Dariyanto dkk dengan judul Handbook of Qualitative Research.Yogyakarta: Pustaka PelajarEffendi, Onong Uchjana. (1993). Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek. Bandung : RemajaRosdakaryaEriyanto. (2003). Analisis Wacana : Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta : PT. LKiSYogyakarta.Eriyanto. (2003). Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi dan Politik Media. Yogyakarta : PT.LKiS Yogyakarta.Ishwara, Luwi. (2011). Jurnalisme Dasar. Jakarta : KompasHamad, Ibnu. (2004). Kontruksi Realitas Politik Dalam Media Massa : Sebuah CriticalDiscourse Analysis Terhadap Berita-Berita Politik. Jakarta : GranitKusumaningrat, Hikmat. (2005). Jurnalistik : Teori dan Praktik. Bandung : Remaja Rosdakarya.Moleong, J. Lexy. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja RosdakaryaMulyana, Dedy. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Komunikasi danIlmu Sosial Lainnya). Bandung : Remaja RosdakaryaMulyana, Dedy. (2007). Analisis Framing : Kontruksi, Ideologi dan Politik Media. Yogyakarta.LKiS Pelangi AksaraNurudin. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaRahardi, Kunjana. (2011). Bahasa Jurnalistik : Pedoman Kebahasan untuk Mahasiswa, Jurnalis,dan Umum. Bogor : Penerbit Ghalia IndonesiaRolnicky, Tom E, C. Dow Tate, Sherri A. Taylor. (2008). Pengantar Dasar Jurnalisme(Scholastic Journalism). Jakarta : Kencana.Santoso, FA. (2010). Sejarah, Organisasi dan Visi Misi Kompas. Pusat Informasi KompasShahab, A.A. (2008). Cara Mudah Menjadi Jurnalis. Jakarta : Diwan PublishingSudibyo, Agus. (2006). Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta : LKiS Yogyakarta.Suhandang, Kustadi. (2010). Pengantar Jurnalistik : Seputar Organisasi, Produk, dan KodeEtik. Bandung : NuansaSumadiria, Haris. (2006). Jurnalistik Indonesia : Menulis Berita dan Feature. Bandung : RemajaRosdakaryaSobur, Alex. (2009). Analisis Teks Media : Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, AnalisisSemiotik, dan Analisi Framing. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Sobur, Alex. (2004). Analisis Teks Media. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Tilaar, H.A.R. (2009). Kekuasaan dan Pendidikan : Manajemen Pendidikan Nasional dalamPusaran Kekuasaan. Jakarta : Rineke CiptaTamburaka, Apriadi. (2012). Agenda Setting Media Massa. Jakarta : RajaGrafindo, PersadaWiryanto. (2000). Teori Komunikasi Massa. Jakarta : PT. GrasindoZaenuddin, HM. (2011). The Journalist : Bacaan Wajib Wartawan, Redaktur, Editor, dan ParaMahasiswa Jurnalistik. Bandung : Simbiosa Rekatama MediaSumber dari internet :Hemas, GKR. (2013). Ujian Nasional Tidak Mendidik. Dalamhttp://www.tempo.co/read/kolom/2013/04/24/694/Ujian-Nasional-Tidak-Mendidik diunduh padatanggal 20 Mei 2013 pukul 17.30Purwoko. (2013). Apakah UN (Ujian Nasional) Harus Tetap Diadakan? Dalam http://alumniits.blogspot.jp/2013/04/apakah-un-ujian-nasional-harus-tetap.html diunduh pada tanggal 20 Mei2013 pukul 18.30
Analisis Perbedaan Permintaan Pembelian pada Anak berdasarkan Terpaan Pesan Fantasi Iklan Televisi dan Persepsi Realitas Erlita Ardiana .; Nurist Surayya Ulfa S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.054 KB)

Abstract

Anak merupakan pangsa pasar yang potensial, sebab, selain memiliki keunikan tersendiri, mereka merupakan influencer market yang mana memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan pembelian di dalam keluarganya. Oleh karenanya pemasar berlomba-lomba mencari strategi yang tepat untuk menyasar anak. Salah satu strategi yang digunakan oleh produk Shampo and Conditioner Eskulin Frozen dalam menyasar anak adalah dengan menggunakan iklan yang berisi pesan fantasi. Strategi ini diduga memungkinkan pertimbangan anak dalam melakukan permintaan pembelian kepada orang tuanya, sebab kemampuan kognitif anak yang terbatas, menjadikan mereka mudah mempercayai apa yang mereka lihat. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya Perbedaan Permintaan Pembelian pada Anak berdasarkan Terpaan Pesan Fantasi Iklan Televisi dan Persepsi Realitas. Dasar pemikiran yang digunakan adalah Advertising Eksposure Theory dan Children Information Processing of Advertising Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak perempuan dengan rentan usia 7 hingga 11 tahun dengan ketentuan pernah menonton tayangan iklan Shampo & Conditioner Eskulin Frozen. Responden yang diambil adalah sejumlah 50 orang responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji non parametrik Mann-Whitney U test dengan bantuan alat statistik SPSS. Hasil uji hipotesis pertama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan permintaan pembelian yang signifikan pada anak yang terkena terpaan pesan fantasi tinggi dan rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai P-value yang menunjukkan angka < 0.05 yaitu senilai 0.014. Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan permintaan pembelian yang signifikan pada anak yang memiliki persepsi realitas tinggi dan rendah. Ini ditunjukkan dari hasil signifikasi yang menunjukkan nilai P-value > 0.05 yaitu sebesar 0.538. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktorfaktor lain diluar persepsi realitas yang mempengaruhi permintaan pembelian anak.
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN TVC BUKALAPAK DAN TINGKAT PENDAPATAN DENGAN MINAT BERTRA DI BUKALAPAK Prio Wicaksono; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.69 KB)

Abstract

Advertisement is a promotional instrument that can easily communicate with consumers about the convenience and superiority of a product or service. Bukalapak becomes the online retail store with the highest budget for TVC advertisement, which spends 813,78 billion rupiah. Bukalapak allocated the biggest budget for TVC advertisement but still sits on the fourth place based on Top Brand Award survey. Information gathering is one of the characteristics of transaction interest. With an increase in income, there should be an equal increase in buying interest. According to BPS Jateng, in 2018 the average income of the residents was Rp. 36,78 million/year. The average income of Central Java residents has increased from Rp. 34,22 million/year in 2017. The objective of the study is to understand the correlation between TVC advertising exposure of Bukalapak and income level with the transaction interest in Bukalapak. The theory used is Advertising Exposure Theory and Social Category Theory. This is a quantitative study with explanatory research methodology. The writer uses non-probability sampling technique with a sample of 65 people in the 17-34 age range who live in Semarang and are exposed to Bukalapak’s TVC advertisement and receive monthly income. Based on the hypothesis testing using Kendall’s Tau correlation analysis, it is found that there is a positive connection between Bukalapak’s TVC with transaction interest in Bukalapak with a significance number of 0,000 and correlation coefficient of 0.845. On another variable between income levels and transaction interest in Bukalapak, there is a positive connection with a significance number of 0,000 and correlation coefficient of 0,687. The conclusion of the study reveals that there is a positive connecction between Bukalapak’s TVC and income level with buying interest in Bukalapak. With the said result, it is recommended for Bukalapak to conduct research to make the advertisement strategy more effective in front of the audiences.
Bingkai Media Terhadap Pemberitaan Capres Jokowi Pada Pilpres 2014 Ghanes Eka Putera; Adi Nugroho; Taufik Suprihartini; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.758 KB)

Abstract

Salah satu peran media massa adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Pada momen pemilihan presiden 2014, media massa merupakan sumber informasi utama masyarakat untuk mengenal para kandidat calon presiden yang akan mereka pilih. Namun, adanya faktor kepentingan tertentu menyebabkan media massa menjadi tidak obyektif dan tidak berimbang dalam memberitakan suatu realitas yang berkaitan dengan sosok para kandidat. Penelitian ini mencoba mengetahui bagaimana seorang calon presiden dikonstruksi oleh media yaitu capres Jokowi pada media online Kompas.com dan Detik.com. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan analisis framing yang diperkenalkan Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki untuk melihat bagaimana Kompas.comdan Detik.com membingkai pemberitaan mengenai capres Jokowi menjelang pemilihan presiden 2014 periode waktu 4 Juni – 5 Juli 2014.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan yang disajikan oleh Kompas.com mengenai sosok capres Jokowi secara tidak langsung berpihak kepada pihak Jokowi. Struktur sintaksis dan retoris Kompas.com didominasi oleh berita-berita positif yang menggambarkan bahwa Jokowi adalah kandidat yang sederhana, merakyat, agamis, dan layak terpilih sebagai presiden. Dalam memberitakan kekurangan Jokowi, Kompas.com terkesan hati-hati dan memakai narasumber yang kurang kredibel. Sedangkan Detik.com tampak masih berusaha menjadi media yang netral dan menjunjung cover both sides. Jokowi digambarkan oleh Detik.com sebagai capres yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Meski demikian, pemberitaan positif tentang Jokowi masih mendominasi oleh Detik.com. Keberpihakan Kompas.com dengan selalu memberitakan kebaikan Jokowi kemungkinan dipengaruhi adanya kepentingan politik PDI Perjuangan sebagai parpol pengusung Jokowi dan berafiliasi dengan Kompas.Kata kunci: Jokowi, pemilu, pilpres.
The process of communication in the Intimate Relationship among athletes conflict avoidance effort with coach to Develope Achievement Motivation Winda Nur Ramadhani; Dr. Dra. Sri Budi Lestari, SU
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.87 KB)

Abstract

The condition in which some athletes still choose to establish an intimate relationship is because it is a source of motivation despite the intimate relationship among fellow athletes is a not liked by any coach in any sport. The background of the research is analyzing the matter which potentially diverts the focus of attention when practicing, also possibilities of decreasing the spirit in exercise. The purpose of this research is to describe the communication process in the intimate relationship of fellow athletes as well as avoiding a conflict with the coach to build motivation in order to be a champion. The purpose of the research is done using the Social Penetration Theory, Theory of Attribution, and Theory of personality. This qualitative descriptive research using the method of Phenomenology. The research site is in Semarang, informants were chosen by purposive methods against 3 pairs of national athletes, which seeks to avoid conflict with their coach while making the intimate relationship, primarily with the who considered the intimate relationship as a barrier to an achievement. The results showed that the communication process of fellow athletes through several stages in accordance with the Social Penetration Theory. In the first stage (early stage or orientation) this communication process is done through direct meetings with four informants while the two other informants through social media, where honesty and sharing are still common as exchanging information about each personality, habits, and things related to professions in their sport. In the second phase (approach) the proximity arises because of the high-intensity communication (meeting each day, chatting, brainstorming). The third phase (the familiar relationship or a romantic relationship) this stage is characterized by an increase in the personal activities like exercise together, hanging out together, to even motivate towards each other match in their own way. The final stage (stable exchange) where the informant underlying their relationship with commitment and faith in a relationship to establish bonding and dependency between them. While the efforts from the athletes to avoid a conflict with the coach is using the win-win solution in which the athletes still weaves intimate relationship but still showed their achievements even improving their performance.Coaches need to build good communication scheme with the athletes to make the athletes dare to show their range of thoughts and feelings aiming at the development of individual capabilities and achievements.
INTENSITAS PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PERUBAHAN KEBIASAAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA MAHASISWA REGULER SATU ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS DIPONEGORO MIZWAR AGUSTIFAR; Taufik Suprihatini
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tergolong sangat pesatbaik di negara-negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia.Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut sangat berpengaruh terhadapsegala aspek kehidupan, baik itu terhadap aspek budaya, aspek sosial, pendidikan sampaikepada aspek ekonomi. Sampai kemudian lahir media baru sebagai media massa modern.Media ini di awali dengan munculnya computer, telepon seluler dan juga handphone yangberbasis pada sebuah jaringan. Khusus untuk komputer, alat yang satu ini diciptakan bukanhanya sekedar sebagai pengganti alat tulis tradisional.Kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positifatau negatif yang bisa muncul dari alat ini, banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bilamenggunakan komputer secara sembarangan, maksudnya tanpa ada control yang jelaspengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif biladigunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual danmotorik.Kehadiran internet telah memberikan perubahan secara revolusioner terhadap carahidup dan aktivitas manusia sehari-hari. Internet hadir sebagai media yang mengintegrasikansegala media komunikasi dan informasi konvensional yang telah ada. Melalui internet, setiaporang dapat mengakses dunia global untuk memperoleh berbagai informasi yang merekabutuhkan dalam segala hal yang menunjang kebutuhan hidupnya.Dampak positif dari internet yaitu:1. setiap pengguna internet dapat berkomunikasidengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakanemail, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para penggunainternet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. 3. Mediauntuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan wwwsebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. 4. Kemudahan memperolehinformasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. 5. Bisa digunakansebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain 6. Kemudahanbertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ketempat penawaran/penjualan.Sedangkan dampak negatifnya yaitu:salah satunya adalah pornografi. Anggapan yangmengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, untuk batas-batas tertentu memangtidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografipun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen melengkapi program merekadengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat diakses. Di internet terdapatgambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepadaseseorang untuk bertindak kriminal. Karena dari segi bisnis dan isi pada dunia internet yangtidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjualsitus mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Selainpornografi, dampak negatif lainnya yaitu internet dijadikan sebuah media baru dalammelakukan berbagai macam tindak kejahatan, seperti misalnya: penipuan, carding, perjudian.Menurut data di sebuah situs internet, pengguna internet di Indonesia ternyata sebagianbesar cenderung berusia muda. Hasil penelitian yahoo dan Taylor Nelson Sofres (TNS)Indonesia, menunjukkan bahwa pengakses internet terbesar di Indonesia adalah mereka yangberusia antara 15-19 tahun. Dari 2.000 responden yang mengikuti survey ini, didapatsebanyak 64 persen adalah anak muda,” menurut Sures Subramanian (Deputy ManagerDirector TNS) dalam acara pemaparan hasil yang dilakukan Yahoo dan TNS, di Jakarta(20/3) (Jumat, 20 Maret 2009 | http:m.kompas.com). Dari berbagai data-data di atas, mungkinbisa kita tarik garis besar bahwa pada dewasa ini internet mempunyai dampak yang sangatbesar terhadap segala aspek kehidupan, Selain itu, internet juga sangat berpengaruh terhadapperkembangan, pola pikir, gaya hidup bahkan perubahan kebiasaan aktivitas sehari-sehariseseorang, khususnya pada remaja.Tingginya terpaan perkembangan teknologi dan informasi yang diwakili oleh mediamassa dalam hal ini khususnya komputer dan jaringan internet membuat masyarakat lebihmemiliki ruang untuk memperoleh berbagai macam fasilitas dari perkembangan teknologidan informasi tersebut. Dengan fasilitasi internet seperti itu, tentunya akan sangatmemudahkan mereka untuk dapat mengakses dunia global guna memperoleh berbagaiinformasi yang mereka butuhkan dalam segala hal yang menunjang kebutuhan hidupnya.Ini juga berarti bahwa banyaknya fasilitas tersebut, menjadikan agar masyarakatmendapat informasi yang lebih luas dan mempunyai banyak pilihan yang sesuai dengan dayatarik dan fasilitas-fasilitas yang telah tersedia untuk mengakses dan memperoleh berbagaimacam informasi yang menunjang kebutuhan hidupnya. Di balik itu semua, bisa jugamenimbulkan masalah ketika perkembangan teknologi dan informasi tersebut tidakdiimbangi dengan kesiapan dari sumber daya manusia nya dalam menerima sebuah kemajuandari teknologi, sehingga sikap salah persepsi dalam menggunakan fasilitas tersebut, menjadibumerang bagi sumber daya manusia itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari perubahanperubahanyang terjadi pada para pengguna teknologi tersebut, dalam hal ini para remaja. Diantara para remaja itu ada yang mempunyai tingkat kecenderungan yang lebih tinggi untukmeniru bahkan mengubah kebiasaan aktivitasnya, demi memenuhi kebutuhan akan sebuahgaya hidup. Secara langsung atau tidak langsung, usaha untuk memenuhi kebutuhan akansebuah gaya hidup tersebut berpengaruh pada kebiasaan aktivitas.Gejala seperti itu, yakni perubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari juga bisa terjadi bagipara mahasiswa. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mempelajari penggunaan internetbagi mahasiswa, dalam hal ini khususnya pada Mahasiswa Reguler Satu Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Dengan adanya kondisi sepertigambaran di atas, maka masalah yang akan penulis pelajari (teliti) ialah: ”Adakah hubunganantara intensitas penggunaan internet terhadap perubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari bagiMahasiswa Reguler Satu Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UniversitasDiponegoro?”.BATANG TUBUHTeknologi komunikasi mengalami peningkatan di bidang penelitian komunikasi tingkattinggi yang penting di dalam masyarakat. Dengan peningkatan teknologi komunikasi,mengakibatkan publik dan swasta berputar-putar di sekitar isu-isu kebijakan hasil penelitianyang dilakukan terhadap teknologi baru, terhadap kompetisi internasional dan konflikperdagangan teknologi tingkat tinggi. Transisi dari masyarakat industri ke masyarakatinformasi, dan berkembangnya kekhawatiran terhadap kesenjangan sosial ekonomi dangender, termasuk masalah pengangguran, dan masalah-masalah sosial lainnya dapat terjadioleh dampak dari teknologi komunikasi yang baru tersebut.Masing-masing dari karakteristik utama dari teknologi komunikasi yang barumempunyai implikasi untuk melakukan penelitian komunikasi, implikasi tersebut meliputi:1. Interaktivitas dari media baru dimungkinkan oleh computer yang menyediakan data barudan memungkinkan penggunaan data yang berbeda-pengumpulan dan analisis metodologidaripada di masa lalu. Elemen komputer dalam sistem komunikasi baru, dapatmempertahankan secara lengkap, kata-kata untuk mencatat semua pesan-pesan komunikasidalam memori. Catatan ini tersedia untuk analisis oleh para sarjana komunikasi, yang di masalalu jarang memiliki akses ke tambang emas seperti data tentang interaksi manusia.2. Individual, sifat de-massified media baru membuat hampir tidak mungkin seseorang untukmenyelidiki suatu sistem komunikasi baru dengan menggunakan efek-efek linear paradigmamasa lalu yang diikuti dalam banyak penelitian tentang komunikasi media massa, yangrelatif standar (paling tidak sampai-sampai pesan yang sama yang tersedia bagi setiap orangdi antara para penonton). Dengan media baru, isi pesan sudah menjadi sebuah variabel,mengapa? Karena masing-masing individu dapat menerima informasi yang berbeda darisistem komunikasi interaktif(http://www.infibeam.com/Books/info/Everett-M-Rogers/Communication-Technology-The-New-Media-in-Society/0029271207.html).Media baru (internet) berdampak pada banyak hal, khususnya untuk para individuindividupenggunanya. Dampak yang paling terasa dimulai dengan perubahan kebiasaanaktivitas sehari-hari, gaya hidup, pola pikir dan cara pandang dan tentu masih banyak lagiperubahan-perubahan yang lain. Untuk meneliti dan mengamati perubahan-perubahantersebut, seperti contohnya perubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari terhadap masing-masingindividu diperlukan teori-teori yang mendukung seperti teori atribusi. Teori atribusi bermulapada gagasan bahwa setiap individu mencoba untuk memahami perilaku mereka sendiri danorang lain dengan mengamati bagaimana sesungguhnya setiap individu berperilaku (Stephenw. Littlejohn & Karena A. Foss, 2009 : 101)”.Pengaruh teknologi (internet) terhadap perilaku manusia sudah sering dibicarakanorang. Revolusi teknologi sering disusul dengan revolusi dalam perilaku sosial. Alvin Toflermelukiskan tiga gelombang peradaban manusia yang terjadi sebagai akibat perubahanteknologi. Lingkungan teknologis (technosphere) yang meliputi sistem energi, sistemproduksi dan sistem distribusi, membentuk serangkaian perilaku sosial yang sesuaidengannya (sociosphere). Bersamaan dengan itu tumbuhlah pola-pola penyebaran informasi(infosphere) yang mempengaruhi suasana kejiwaan (psychosphere) setiap anggotamasyarakat. Dalam ilmu komunikasi, Marshall Mcluhan (1964) menunjukkan bahwa bentukteknologi komunikasi lebih penting daripada isi media komunikasi. Misalnya, kelahiranmesin cetak mengubah masyarakat tribal menjadi masyarakat yang berpikir logis danindividualis (Jalaluddin Rakhmat, 2008 : 46).Pada bab I dijelaskan bahwa hipotesis dalam penelitian ini menyatakan terdapathubungan antara Intensitas pengunaan internet (X) terhadap perubahan kebiasaan aktivitassehari-hari pada Mahasiswa Reguler Satu Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Diponegoro(Y). Sehingga dapat diuraikan yaitu semakin tinggi intensitas penggunaan internet makaakan semakin tinggi tingkat perubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari pada mahasiswatersebut.Berdasarkan hasil dari penelitian ini yang ditunjukkan melalui tabulasi silang di atas, makadapat disimpulkan bahwa ada kecenderungan semakin tinggi intensitas penggunaan internet(X) maka akan semakin tinggi tingkat perubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari padamahasiswa tersebut (Y). Hal ini ditunjukkan pada tabel Tabel III.19 yang menggambarkantitik–titik pertemuan antara variabel (X) dengan variabel (Y) yang ditunjukkan dengan nilaitertinggi 100% untuk kategori sangat intensif pada variabel (X) dan kategori tinggi untukvariabel (Y), 44,74% untuk kategori cukup intensif pada variabel (X) dan kategori rendahuntuk variabel (Y), 66,67% untuk kategori kurang intensif pada variabel (X) dan masukkategori rendah pada variabel (Y), 100% dari kategori tidak intensif pada variabel (X) dankategori sangat rendah pada variabel (Y). sehingga membentuk garis dari kiri atas menujukanan bawah.Angka-angka tertinggi tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitaspenggunaan internet, semakin tinggi pula tingkat perubahan kebiasaan aktivitas sehari-haripada Mahasiswa Reguler Satu Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Diponegoro. Selain itujuga diperlihatkan bahwa dengan kurangnya intensitas penggunaan internet maka tingkatperubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari juga semakin rendah. Perubahan dapat menjaditinggi dengan semakin tingginya intensitas penggunaan internet. Karena jelas dengantingginya intensitas penggunaan internet oleh seseorang atau dalam hal ini responden, makainformasi yang akan didapat serta manajemen waktu, tentu akan bertambah tinggi dansemakin tidak teratur. Ini diakibatkan oleh beragamnya informasi yang terdapat di internetserta perhatian akan hal-hal atau kebiasaan aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan bukantidak mungkin akan berantakan dan tidak teratur.PENUTUPDari hasil yang telah didapat dapat disimpulkan bahwa intensitas penggunaaninternet terhadap perubahan kebiasaan aktivitas sehari-hari pada responden tergolong tinggi.Hal ini terjadi karena para responden tidak akan terlepas dari internet, mereka mempunyaikebutuhan untuk mengakses internet guna memenuhi kebutuhan mereka akan informasi, baikitu informasi yang berkaitan dengan kuliah mereka atau informasi lain yang akan menunjangpengetahuan sekaligus memperluas jaringan mereka.DAFTAR PUSTAKA………… , 1996. Majalah Info Komputer, Edisi Khusus masalah Internet.………… , 2009. INTERNET: Pengertian, Sejarah, dan Fasilitas-Fasilitasnya.http://www.scrib.com/ . (diakses tanggal 2 juli 2009).………… , 2009. Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Oleh MahasiswaProgram Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri Yogyakarta. http://www.scrib.com/ . (diakses tanggal 2 juli2009).Achmad, Arief, MSP MPd. 2004. Pemanfaatan Internet sebagai SumberPembelajaran IPS. http://www.pendidikannetwork.com/ . (diakses tanggal 2 juli2009).Ena,O.T., 2007. Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti LunakPresentasi. Yogyakarta : ILCIC, Universitas Sanata Dharma.Hardjito. 2009. Internet untuk Pembelajaran.http://www.pustekkom.go.id/teknodik/t10/10-3.htm . (diakses tanggal 2 juli 2009).Iswahyudi, Catur. 2009. Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar.http://catur.dosen.akprind.ac.id/2009/01/30/pemanfaatan-internet-sebagai-sumberbelajar/. (diakses tanggal 2 juli 2009).Sannai, Anata.(2008).Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).http://duniatik.blogspot.com/2008/02/pengertian-teknologi-informasi-dan.html .(diakses tanggal 2 juli 2009).Whandi. 2009. Pengertian Belajar. http://whandi.net/cetak.php?id=41 . (diaksestanggal 2 juli 2009).
Pengaruh Terpaan Berita Kriminal Dan Faktor Demografi Terhadap Tingkat Kecemasan Masyarakat Untuk Berinteraksi Dengan Lingkungan Arinda Putri Oktaviani; Adi Nugroho; Joyo NS Gono; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.815 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan berita kriminal di televisi dan faktor demografi terhadap tingkat kecemasan masyarakat untuk berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji faktor demografi yang memediasi terpaan berita kriminal di televisi dan tingkat kecemasan masyarakat untuk berinteraksi dengan lingkungan.Penulis menggunakan Teori Depedensi Mengenai Efek Komunikasi Massa dan Teori Kategori Sosial untuk menjelaskan pengaruh terpaan berita kriminal di televisi dan faktor demografi terhadap tingkat kecemasan masyarakat untuk berinteraksi dengan lingkungan. Populasi penelitian ini adalah khalayak yang berdomisili di Semarang dan menonton berita kriminal di televisi, yang diambil sebanyak 60 orang, dengan teknik purposive sampling.Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Regresi Hirarki Berganda. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi variabel terpaan berita kriminal di televisi terhadap variabel tingkat kecemasan masyarakat untuk berinteraksi dengan lingkungan adalah 0.011, sehingga terdapat pengaruh langsung terpaan berita kriminal di televisi terhadap tingkat kecemasan masyarakat untuk berinteraksi dengan lingkungan. Kemudian, nilai signifikansi variabel terpaan berita kriminal di televisi melalui variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan adalah 0.000, 0.001, 0.000, 0.008 nilai signifikansi < 0.05, sehingga terpaan berita kriminal di televisi berpengaruh terhadap tingkat kecemasan masyarakat untuk berinteraksi dengan lingkungan melalui variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan.
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN PESTA BLANJA POIN TELKOMSEL DAN TINGKAT KETERLIBATAN KONSUMEN TERHADAP MINAT MENGIKUTI PROGRAM PESTA BLANJA POIN TELKOMSEL Raden Mas Muhammad Ridha Prasetya; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.108 KB)

Abstract

Telkomsel telah menyelenggarakan iklan pesta blanja poin Telkomsel dengan target 40% konsumen mengikuti program tersebut. Namun kenyataannya hanya 15% konsumen yang mengikuti program pesta blanja poin Telkomsel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan terpaan iklan pesta blanja poin Telkomsel dan tingkat keterlibatan konsumen terhadap minat untuk mengikuti program pesta blanja poin Telkomsel. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Advertising Exposure Theory dan Teori rantai arti akhir. Tipe penelitian ini adalah eksplanatif (eksplanatori) dengan metode survey. Metode yang digunakan untuk mengambil sampel adalah non random sampling dengan tehknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 50 orang dengan kriteria pengguna kartu perdana Telkomsel di kota Semarang yang pernah terpapar iklan Pesta Blanja Poin Telkomsel minimal satu kali dalam satu minggu terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan keeratan rendah antara terpaan iklan pesta blanja poin Telkomsel dan minat mengikuti program pesta blanja poin Telkomsel berdasarkan hasil uji Kendall Tau-b yang menyatakan nilai signifikansi 0,004 dan nilai korelasi sebesar 0,313. Artinya semakin tinggi terpaan iklan pesta blanja poin Telkomsel maka semakin tinggi minat mengikuti program pesta blanja poin Telkomsel namun keeratannya lemah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan keeratan sedang antara tingkat keterlibatan konsumen dan minat mengikuti program pesta blanja poin Telkomsel berdasarkan hasil uji Kendall Tau-b yang menyatakan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,474. Artinya semakin tinggi tingkat keterlibatan konsumen maka semakin tinggi minat mengikuti program pesta blanja poin Telkomsel namun dengan tingkat keeratan sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor terpaan iklan dan tingkat keterlibatan konsumen berpengaruh terhadap minat. Namun terpaan iklan memiliki keeratan lemah sedangkan tingkat keterlibatan memiliki keeratan sedang terhadap minat. Untuk itu peneliti menyarankan agar Telkomsel mencari faktor lain yang memiliki keeratan kuat bahkan sangat kuat dalam mempengaruhi minat.
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON ACARA KOMEDI YKS DAN INTERAKSI DALAM PEER GROUP DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK Lucia Eka Pravitasari; Tandiyo Pradekso; Turnomo Rahardjo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.282 KB)

Abstract

Kemudahan dalam mengakses televisi ini tidak diimbangi dengan muatan acara yang sesuai dengan usia anak. Beberapa acara TV seringkali meyajikan acara yang melenceng dari konten seharusnya, misalnya saja acara komedi yang mengandung kekerasan di dalamnya. Tindak kekerasan tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa saja, namun juga terjadi di usia anak-anak. Hal yang mengkhawatirkan adalah anak-anak tidak hanya menjadi korban kekerasan saja, namun juga menjadi pelaku tindak kekerasan. Data pada 2012 mencatat, bahwa terdapat 3.332 kasus kekerasan yang terjadi pada anak yang dilaporkan ke KPAI. Kasus-kasus kekerasan yang terjadi dan dilakukan oleh anak menimbulkan banyak pertanyaan seputar hal-hal apa saja yang membuat anak mampu melakukan tindak agresivitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton acara komedi YKS dan interaksi dalam peer group dengan perilaku agresif pada anak. Jumlah populasi sebanyak 2594 orang, yang merupakan anak-anak usia 7 – 15 tahun di Kelurahan Jomblang, Semarang. Sedangkan jumlah sampel yang diambil adalah sebesar 96 orang dengan menggunakan multistage sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan konkordansi Kendall dengan bantuan program SPSS 20.Perhitungan statistik menunjukkan nilai pada Exact sig. menunjukkan angka 0.000, dengan demikian nilai probabilitas adalah 0.000. Karena nilai probabilitas 0.000 < 0.50 maka keputusan yang diambil adalah H0 ditolak. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa intensitas menonton acara komedi YKS dan interaksi dalam peer group berhubungan dengan perilaku agresif pada anak. Dari hasil uji statistik tersebut dapat diketahui bahwa ada hubungan antara kedua variabel bebas dengan variabel terikat.Bagi pihak media harus mampu menyajikan program acara sesuai dengan jam tayangnya dan sesuai dengan konten aslinya. Kemudian, bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitiannya dilakukan dengan menggunakan variabel-variabel lain. Key Words: Intensitas menonton, Interaksi  peer group, dan Perilaku agresif

Page 74 of 157 | Total Record : 1563