cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Adaptasi Komunikasi Mahasiswa Tuli di Perguruan Tinggi Marshya Camillia Ariej; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.096 KB)

Abstract

The communication problem faced by Deaf college students in campus is the difference ability of their communication skills with the hearing students. This difference in ability, led them to some communication barriers. The difference in understanding between Deaf students and their hearing environment arises because there are no mutual understanding between participants in communication caused by verbal symbols that are not captured in their entirety. The verbal symbols that matters are languages. Efforts and processes to achieve mutual understanding between Deaf people and other participants in communication are hampered due to these physical limitations. Deaf people are more dominant using non-verbal symbols (Sign Language) compared to verbal symbols. This study aims to understand the experiences and communication barriers of Deaf students when adapting to the hearing environment in higher education through a phenomenological approach. This study uses the foundation of Communication Accommodation Theory by Howard Giles and Social Learning Theory by Albert Bandura. This study uses in-depth interviews as data collection techniques involving four Deaf students with severe Deaf categories. The results of this study indicate, Deaf students not only face obstacles in verbal but also language communication in the verbal form. Deaf students accept prejudice and discrimination from the environment expressed through refusal and demands to always use verbal symbols when interacting and communicating. In addition, Deaf students also experience anxiety, uncertainty, and foreign language barriers (English) in academic terms. Apprehension that occurs in Deaf students is a Situational Communication Apprehention. Besides experiencing communication apprehension, Deaf students are also faced with uncertain situations when they first become students. Three uncertainty reduction strategies namely passive, active and interactional are used by Deaf students when facing certain situations that cause uncertainty. A new theory emerged and it could explain the phenomenon of adaptation of deaf students in higher education, namely the Interaction Adaptation Theory. The adaptation patterns used by Deaf students in higher education are interactional synchronization, reciprocal, and compensation. Based on this research, it can be concluded that Deaf students adapt by making language adjustments, using verbal symbols, and supported by writing.
REPRESENTASI MARJINALISASI ORANG JAWA DALAM FTV SCTV PULANG MALU GAK PULANG RINDU Fransiska Candraditya Utami; Hedi Pudjo Santosa; Taufik Suprihartini; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.337 KB)

Abstract

Representasi orang Jawa dalam FTV di Indonesia banyak yang melenceng dari keadaan sebenarnya dan mengarah pada pembentukan stereotip negatif yang memarjinalkan orang Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi orang Jawa yang terdapat dalam FTV SCTV Pulang Malu Gak Pulang Rindu yang diindikasikan memarjinalkan orang Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika. Teknik analisis data menggunakan teori Codes of Television dari John Fiske (1987). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penggunaan dialek Jawa yang tidak semestinya sehingga terkesan kampungan; orang Jawa digambarkan sebagai kelompok yang buruk ketika berinteraksi dengan sesama orang Jawa; orang Jawa digambarkan berada di pihak yang salah dalam bermasyarakat; serta orang Jawa digambarkan mendapat posisi yang non-dominan ketika berinteraksi dengan etnis lain. Representasi yang memarjinalkan orang Jawa ini membawa ideologi Kelas kedalamnya. Motif dari adanya representasi marjinalisasi orang Jawa dalam FTV Pulang Malu Gak Pulang Rindu adalah adanya ideologi Kapitalisme dalam industri pertelevisian Indonesia sehingga lebih mementingkan keuntungan daripada kualitas.
Pengembangan dan Pengelolaan Situs Berita www.diengsavanaindonesia.com (Sebagai Fotografer) Priambodo, Handono; Rahardjo, Turnomo; Lukmantoro, Triyono; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.655 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan akurat membuat para penyelenggara media online, khususnya di Indonesia, berlomba-lomba membuat suatu media agar bisa memenuhi permintaan masyarakat tersebut. Hal itu merangsang komunitas maupun organisasi membentuk suatu media yang mampu memberi informasi, berkaitan dengan komunitas dan organisasi mereka.Salah satunya adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa yang membuat media online mengenai kondisi terbaru, adat istiadat serta nilai-nilai budaya yang ada di Dieng dengan situs www.diengsavanaindonesia.com. Situs tersebut memberikan berita kepada khalayak selama satu bulan dengan empat rubrik, yaitu alam, sejarah, budaya, galeri. Penyebaran informasi tentang situs juga dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram.Beberapa tugas yang dilaksanakan selama pengerjaan situs tersebut diantaranya adalah reporter, fotografer, dan desainer grafis. Tugas reporter yang dilaksanakan yakni melakukan liputan serta menulis naskah. Sedangkan sebagai fotografer, tugas yang dilakukan tidak hanya mengambil foto, tetapi juga mengedit foto tersebut jika terdapat kekurangan, seperti memangkas dan pengaturan kecerahan warna. Kemudian kegiatan mengunggah berita ke situs dan mempromosikannya ke media sosial dilakukan oleh desainer grafis.Meskipun begitu, terdapat beberapa kendala yang dialami, seperti kualitas foto yang kurang maksimal, hingga kesulitan dalam pemilihan tema berita yang akan di unggah serta pengaturan jadwal wawancara dengan narasumber. Namun, secara keseluruhan kendala tersebut bisa diatasi.Selanjutnya, hasil pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs www.diengsavanaindonesia.com, dari tanggal 1 Oktober hingga 1 November 2015, mendapatkan jumlah pengunjung sebanyak 5.538 dari target minimal 1.500 pengunjung. Sedangkan rata-rata pengunjung per hari mencapai 178, dari target minimal 50 pengunjung. Meskipun begitu, masih terdapat kekurangan dalam situs tersebut, seperti tidak bisa menampilkan foto secara slide show. Hal tersebut perlu diperbaiki agar situs www.diengsavanaindonesia.com menjadi lebih baik.
Pengaruh Pengetahuan Program Komunikasi City Branding World’s City of Batik Kota Pekalongan Terhadap Persepsi Citra Kota dan Minat Berkunjung Wisatawan Kukuh Mujiono; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.473 KB)

Abstract

This study aims to analyze the influence of knowlegde of World’s City of Batik’s city branding communication program on perceptions of city image and tourist visiting interest in Pekalongan city. Pekalongan City created a city branding called “World’s City of Batik” in 2011. Yet, within five years (2012-2016) the number of city tourist visits fluctuated and event tanded to decline. Based on hypothesis testing carried out using simple regression analysis, the results of this study shows that there is a significant effect of knowlegde of city branding communication program on perceptions of city image (0,000<0,05) with a determination value of 0,369, there is a significant effect of knowledge of city branding communication program on tourist visiting interest (0,000<0,05) with a determination value of 0,436, and there is a significant effect of perceptions of city image on tourist interest (0,0005<0,05) with a determination value of 0,462. Although there are a significant effect, there are other factors outside of this study that have a greater effect. That is because the constant values of the influence of the knowlegde of the city branding communication program on the perceptions of city image (41,086) and the influence of the knowlegde of the city branding communication program on tourist interest (20,852) are far greater than their coefficient values (0,761 and 0,580). Except the constant value (3,133) and coeffisien value (0,535) of the influence of the perceptions of city image on tourist interest is not too far apart. Therefore, further research can be carried out to examine other factors.
Pengaruh Intensitas Membaca Berita tentang Ganjar Pranowo di Surat Kabar Daerah dan Interaksi dengan Kelompok Rujukan terhadap Tingkat Kepercayaan Masyarakat Mengenai Kinerja Gubernur Arifa Rachma Febriyani; Sri Widowati; Much Yulianto; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.085 KB)

Abstract

Sejak 23 Agustus 2013, masyarakat Jawa Tengah resmi dipimpin oleh Ganjar Pranowo usai beliau memenangi pemilihan gubernur. Namun, survei menunjukkan keraguan masyarakat terhadap kinerja gubernur setelah empat bulan masa kepemimpinannya berlangsung. Surat kabar daerah dipandang berkontribusi dalam menentukan tingkat kepercayaan masyarakat karena kerap mengekspos dinamika kepemimpinan Ganjar Pranowo. Tingkat kepercayaan masyarakat dapat pula terbentuk saat mereka berbincang tentang kinerja gubernur bersama keluarga dan teman.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eskplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas membaca berita tentang Ganjar Pranowo di surat kabar daerah dan interaksi dengan kelompok rujukan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Efek Media Massa dan Teori Kelompok Rujukan. Jumlah populasi sebanyak 7311 orang merupakan penduduk berusia 17-60 tahun di Kelurahan Sumurboto, Semarang. Menggunakan teknik multistage random sampling, diambil sampel sebanyak 99 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS.Perhitungan statistik menunjukkan persamaan regresi linier sederhana antara intensitas membaca berita tentang Ganjar Pranowo di surat kabar daerah terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur adalah Y= 39.517+0.419X1dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.01. Sementara, persamaan regresi linier sederhana antara interaksi dengan kelompok rujukan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur adalah Y=36.340+0.234X2 dengan nilai signifikansi 0.001 < 0.01. Berdasarkan kedua persamaan tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif yang sangat signifikan secara parsial antar variabel-variabel X terhadap variabel Y, namun pengaruhnya sangat kecil.Surat kabar daerah hendaknya memegang teguh komitmen untuk melaksanakan praktik jurnalisme bertanggung jawab dengan menjaga obyektivitas berita. Humas Pemprov disarankan untuk aktif mempublikasikan informasi mengenai kinerja gubernur dalam merealisasikan program-program pro rakyat dan berbagai kebijakan yang dirumuskan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat seharusnya menjadi pembaca yang kritis.Key Words : Intensitas membaca; interaksi dengan kelompok rujukan; tingkat kepercayaan; kinerja gubernur
The Correlation of News Exposure About Drugs and The Anxiety Level of Parents Toward The Intensity Communication of Parents and Children About Drugs Reonell Rafendi, Mochamad; Herieningsih, MS, Dra. Sri Widowati
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.274 KB)

Abstract

Drug abuse in Indonesia has increased from year to year. Not a few reports in the mass media that provide information about drugs. The majority of drug users from among teens. This condition leads to anxiety of parents in their teens in the midst of many drug cases that happened and can happen to anyone. Anxiety can encourage parents to share information to their children about the dangers and effects of drugs. The study aims to determine the correlation of news exposure about drugs and the anxiety level of parents toward the intensity communication of parents and children about drugs. The theory used in this study is the Dependency Theory About Effects of Mass Communication and Protection Motivation Theory. Sampling technique were used is Non-Probability Sampling that is Quota sampling. Respondents in this study is parents who have teenagers aged 15-22 years old in the city of Semarang and affected by news exposure about drugs during the last two months. Analysis Kendall correlation test is used to test the hypothesis. The results of this study indicate that there is no correlation between news exposure about drugs toward the intensity communication of parents and children about drugs, where the significance value as big as 0.288. Furthermore, there is a correlation between the anxiety level of parents toward the intensity communication of parents and children about drugs, where the significance value as big as 0.016 and a correlation coefficient as big as 0.311. Then, this study provides advice to parents to be more mature in dealing with the diversity of information in the mass media, so that they get the proper information and can provide new knowledge for them.
Pembingkaian Koran Kompas Dan Republika Terhadap Peristiwa Perang Israel - Palestina Mahar Rachanca
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.603 KB)

Abstract

Pendefinisian realitas yang dihasilkan oleh media massa tidak dilihat sebagaiakumulasi fakta atau realitas, akan tetapi sebagai proses reproduksi realitas. Padadasarnya media bukan hanya mentransmisikan makna yang telah ada melainkan mediajustru melakukan penyeleksian dan pembuatan makna atas suatu peristiwa.Berdasarkan pemahaman tersebut penelitian ini mencoba mengangkat peristiwaperang antara Israel dengan Palestina. Adapun obyek penelitian adalah koran Kompas danRepublika. Sedangkan metoda yang digunakan adalah dengan pendekatan analisisframing. Analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu realitas dibingkaioleh media massa. Perangkat framing yang digunakan adalah model Pan dan Konsicki.Metoda ini akan mengoperasionalkan empat dimensi struktur teks yakni:sintaksis, skrip,tematik, retoris.Setidaknya ada dua tema utama pemberitaan, yang pertama pemberitaan yangmengutamakan aspek atau unsur How (bagaimana). Tema ini banyak digambarkantentang bagaimana proses atau kronologi peristiwa perang, bagaimana kedua pihakmelancarkan serangan demi juga reaksi masyarakat dunia merespon peristiwa tersebut.Penggambaran korban akibat perang, upaya penyelesaian konflik, dan dampak yangdiakibatkan oleh perang tersebut. Tema yang kedua adalah pemberitaan yangmengutamakan unsur Why (mengapa). Penekanan pada unsur ini cenderung mencari-carisiapa yang benar atau salah, ataupun siapa yang menjadi pemicu perang tersebut dan apayang melatarbelakangi perang. Dengan menonjolkan unsur why kedua harian banyakmengulas tentang loby-loby yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persamaan frame tentang perang tersebut.Kedua media sepakat bahwa Jalur diplomasi ini dinilai tak mampu lagi menjadi alternatifpenyelesaian konflik. Kompas dan Republika sama-sama menonjolkan kegagalandiplomasi karena dianggap masalahnya sudah semakin rumit dan menjalar keberbagaiaspek. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya perbedaaan, Kompas mengungkapkanalasan penyerangan itu yang dikaitkan dengan isu politik Israel.Republika memaknaiserangan Israel ini sebagai kekejaman yang mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.Hal-hal yang dipahami dan diterapkan berkaitan dengan pemahaman Framingadalah bahwa prinsip analisis framing secara garis besar adalah proses seleksi danpenajaman terhadap dimensi-dimensi tertentu dari fakta yang diberitakan dalam media.Fakta tidak ditampilkan secara apa adanya, namun diberi bingkai sehingga menghasilkankonstruksi makna. Proses framing dalam sebuah media bersifat dinamis dan tidakseragam. Perbedaan sikap akan muncul pada masing-masing media dalam memberitakanperistiwa.BAB I PENDAHULUAN1. Latar BelakangBeragam pemberitaan seputar Konflik berkepanjangan Israel – Palestinayang terjadi awal tahun 2009.2. Perumusan MasalahPerbedaan mengemas berita sebagai strategi media dalam menyikapi danmemaknai sebuah peristiwa. Hal ini tidak terlepas dari keberagaman latarbelakang, ideologi dengan karakteristik berbeda, sehingga dalammenyikapi sebuah peristiwa media akan memandangnya secara berbedabegitu pula dengan pengemasan beritanya. Hal ini sangat berkaitan denganmasing-masing media untuk mengemas atau membingkai secara berbedapada hal peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah sama, dalam hal iniadalah pembingkaian terhadap peristiwa perang antara Israel-Palestina.3. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Frame / bingkai yang dilakukanoleh Kompas dan Republika dalam mengemas berita tentang perang antaraIsrael–Palestina.4. Kerangka TeoriPenelitian ini menggunakan teori analisis framing yang masuk padaparadigma konstruksionis. Metoda yang digunakan adalah denganpendekatan analisis framing. Perangkat framing yang digunakan adalahmodel Pan dan Konsicki. Metoda ini akan mengoperasionalkan empatdimensi struktur teks yakni:sintaksis, skrip, tematik, retoris.5. METODE PENELITIANSubyek Penelitian ini adalah pemberitaan koran Kompas dengan koranRepublika tentang perang Israel-Palestina, selama masa perangberlangsung yaitu 22 hari terhitung mulai tanggal 27 Desember 2008sampai dengan 17 Januari 2009. Analisis data dalam penelitian inimenggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki yang mengoperasionalkan empat struktur dimensi yaitu: sintaksis,skrip, tematik dan retoris.BAB II PROFIL KORAN KOMPAS DAN REPUBLIKA1. Harian Umum KOMPASMotto Kompas yang tertulis sejak pertama berdiri adalah “AmanatHati Nurani Rakyat”. Prinsip yang selalu dipegang oleh Kompas adalahdengan independensinya sebagai media. Namun pada kenyataannyaKompas tidak lepas dari stigma bahwa koran ini identik dengan katholikterlebih bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan Islamgaris keras. Stigma yang melekat pada Kompas tersebut seakanmendorong koran ini untuk terus menjaga prinsip-prinsipnya itu. Sebagaikoran yang mengedepankan keterbukaan, meninggalkan pengotakan latarbelakang suku, ras, dan golongan, Kompas mengarahkan kebijakanredaksional penulisan berita pada upaya penciptaan sikap terbuka,toleran, dan kritis bagi para pembaca. Oleh karena itu, penulisanpenulisanpada surat kabar ini senantiasa peka akan nasip manusia yangsekaligus jadi pegangan klasik jurnalistik.2. Harian Umum REPUBLIKAKoran ini identik dengan ICMI karena memang didirikan olehIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dikalangan masyarakat Republikadikenal sebagai Koran nasional yang mengakomodasi kepentingan Islam.Sebagian besar pemberitaannya masih mengakomodasi kepentingan Islam.Republika menampilkan Islam dari sisi yang lebih Humanis, kosmopolisdan inklusif, sehingga mampu berdialog dengan berbagai pihak. Materiyang ditampilkan terkesan damai dan menggunakan pendekatan yang lebihrasional. Dari karakter jurnalis Republika tersebut memang cenderunghomogen dan didominasi oleh orang muslim. Oleh karena itu maklum jikanantinya Republika akan bereaksi sebagai kesadaran solidaritas Islam.BAB III-IV KONSTRUKSI PERISTIWA PERANG ISRAEL –PALESTINA DALAM PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKAPada bab ini akan mendeskripsikan dan melihat bagaimana konstruksi danpemaknaan mengenai berita tentang perang antara Israel-Palestina diKompas dan Republika dalam menurunkan berita.A. Kecenderungan Frame pemberitaan KompasDari hasil pengamatan yang dilakukan, Ada beberapa hal yangpaling menonjol atau yang paling dibicarakan di sana yaitu :1. Kinerja PBB Dalam Menangani Konflik. Kompas menilai bahwasatu: Kompas meragukan tindakan yang diambil DK PBB ketika DKPBB tidak mampu bertindak secara tegas. DK PBB tidak konsistendengan kebijakannya sehingga Kompas meragukan kredibilitasnya.Kedua, Kompas menilai DK PBB sudah gagal dalam menanganimasalah tersebut karena terkesan apatis dan lamban. Penilaian inimuncul ketika beberapa kali Kompas memberitakan tentang perangyang masih saja terjadi meski DK PBB telah mengeluarkan resolusi.2. Jalur diplomasi tidak mampu lagi mengakomodir kedua belah pihaksehingga tidak tercapainya kesepakatan bersama. Kompas menilaikeduanya adalah pihak yang sulit untuk diajk bicara.3. Ketiga, adanya keterkaitan antara isu politik Israel terkait dengankeputusan penyerangan ke Gaza.B. Kecenderungan Frame pemberitaan RepublikaAda beberapa hal yang paling menonjol atau yang palingdibicarakan di sana yaitu:1. Krisis Kemanusiaan di Palestina. Koran ini ingin menegaskan bahwaserangan itu adalah tindakan yang tidak manusiawi sehinggamenyebabkan krisis kemanusian di Gaza dan tidak selayaknnyadilakukan. Isi berita yang dikemas menggambarkan bagaimanaserangan-serangan dahsyat dan akibatnya justru diterima oleh wargaPalestina yang sebagian besar korbannya adalah warga sipil, wanitadan anak-anak. Terlihat bagaimana Republika lebih menyorotiperistiwa itu lebih pada aspek simpatik. Dengan skema pemberitaanseperti itu jelas bahwa Republika ingin menyampaikan bahwa perangitu adalah serangan dari Israel, sedangkan Palestina atau Hamas inihanya berjuang demi mempertahankan apa yang menjadi haknya.2. Jalur diplomasi yang berjalan sangat alot, sehingga tidak tercapainyakesepakatan bersama. Republika terlihat beberapa kali memperlihatkansikap kedua belah pihak untuk damai dalam menyelesaikan konfliktersebut, namun keduanya seakan bersikeras pada pendirian masingmasingdan perang pun terus berlanjut.3. PBB gagal dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi antara Israeldengan Palestina.Selain itu PBB juga terkesan tidak tegas dalammengambil sikap. Pihak yang mendapat sorotan tajam mengenai hal iniadalah DK PBB, selaku badan tertinggi perdamaian dunia dinilai telahgagal mengemban tugasnya. Frme ini muncul ketika jalur diplomasidan alotnya perundingan mulai tidak berarti, ini karena aksi ngototmasing-masing pihak akni Israel dan Palestina membuat konfliksemakin memanas. Bukti lain yang mendukung frame ini adalah tidakdipatuhinya resolusi DK PBB untuk gencatan Senjata.C. Perbandingan Frame Tentang perang Israel – Palestina YangDikembangkan Oleh Kompas dan RepublikaKompas1. Kompas mencoba melihat masalah-masalah dari berbagai segi danlebih pada gaya humanismenya. Meskipun demikian di beberapaedisi, Kompas juga menggambarkan proses kekejaman peperanganitu tapi tidak terlalu detil tetapi kental dengan gaya humanismenya.2. Sekilas gambaran pembingkaian Kompas terhadap konflik IsraelPalestina menyebutkan bahwa Kompas memandang DK PBB tidakmampu bertindak secara tegas. Dari situ kita bisa melihat bahwa adabeberapa hal yang diinformasikan oleh Kompas mengenai kinerjaDK PBB. Pertama adalah bahwa DK PBB tidak konsisten dengankebijakannya sehingga Kompas meragukan kredibilitasnya. Kedua,Kompas menilai DK PBB sudah gagal dalam menangani masalahtersebut karena terkesan apatis dan lamban. Penilaian ini munculketika beberapa kali Kompas memberitakan tentang perang yangmasih saja terjadi meski DK PBB telah mengeluarkan resolusi.3. Bagi kompas kekerasan bukan hanya tidak akan menyelasaikanmasalah, melainkan justru akan berakibat pada peperangan yangtidak kunjung henti, dan segala upaya penyelesaian akan sia-siabelaka. Konflik timur tengah sudah menjalar sedemikian rumit, dankalau masing-masing pihak mau menggunakan jalan kekerasan makahanya akan memperparah kondisi.4. Kompas terlihat dengan komitmennya yaitu dalam setiappemberitaannya berupaya untuk selalu bersikap netral, hal iniditunjukkan dengan informasi yang lebih lengkap dan argumen dariwartawan porsinya hanya sedikit. Informasi yang lengkap itulahKompas memberikan ruang bagi pembaca untuk memberikankesimpulannya sendiri.REPUBLIKA1. Sementara itu Republika hadir dengan falsafah Islam moderatnya mengemasberita tersebut dengan menggambarkan secara detail berlangsungnyapeperangan tersebut. Pemberian judul setiap pemberitaannya Republikacenderung memojokkan tentara Israel. Disini diugkap juga bahwa kecamankeras terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza tidak membuat negara itu surut.2. Harian Republika menyajikan berita tentang perang tersebut sebagaiHeadline secara terus-menerus dihalaman pertama dengan gambar sertajudul yang ditulis dengan ukuran yang cukup besar. Judul berita Republikadengan menggunakan teknik empati.3. Banyak digambarkan tentang bagaimana proses atau kronologi peristiwaperang, bagaimana kedua pihak melancarkan serangan demi serangan,bagaimana reaksi masyarakat dunia merespon peristiwa tersebut.Penggambaran Korban akibat perang. Upaya penyelesaian konflik, dandampak yang diakibatkan oleh perang tersebut.4. Republika memandang bahwa pemicu konflik ini adalah keinginan Israelmenancapkan dominasinya di Palestina dan kemudian menjadikan tanahPalestina sebagai bagian dari wilayah Israel. Meski banyak beredarpembingkaian berita yang mengarah pada sentimen keagamaan namunRepublika justru tidak pernah menyebutnya dalam bingkainya.5. Hal yang paling dionjolkan dari pemberitaan konflik ini justru padatindakan Israel yang tidak manusiawi kepada warga Palestina yangditunjukkan dengan serangkaian penyerangan yang membabi buta danmengerahkan angkatan bersenjata yang paling canggih untuk menaklukkanPalestina.6. Terungkap bahwa PBB terkesan lambat dan gagal dalam menyelesaikanpersoalan yang terjadi antara Israel dengan Palestina. Selain itu PBB jugadianggap gagal dalam menjalankan tugas untuk menjaga perdamaian dunia.BAB V PENUTUPKesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persamaan frame tentang perangtersebut. Kedua media sepakat bahwa Jalur diplomasi ini dinilai takmampu lagi menjadi alternatif penyelesaian konflik. Kompas danRepublika sama-sama menonjolkan kegagalan diplomasi karena dianggapmasalahnya sudah semakin rumit dan menjalar keberbagai aspek. Hasillain dari penelitian ini adalah adanya perbedaaan, Kompasmengungkapkan alasan penyerangan itu yang dikaitkan dengan isu politikIsrael.Republika memaknai serangan Israel ini sebagai kekejaman yangmengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.Implikasi Hal-hal yang dipahami dan diterapkan berkaitan dengan pemahamanFraming adalah bahwa prinsip analisis framing secara garis besar adalahproses seleksi dan penajaman terhadap dimensi-dimensi tertentu dari faktayang diberitakan dalam media. Fakta tidak ditampilkan secara apa adanya,namun diberi bingkai sehingga menghasilkan konstruksi makna.Daftar PustakaBungin, Burhan. 2008. Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan PengaruhMedia Massa, Iklan Televisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik TerhadapPeter L. Berger & Thomas Luckmann. Jakarta: Kencana Prenada Media GroupCroteau, David dan william Hoynes. 2000. Media/Society: Industries, ImagesAnd Audiences. Pine Forge Press. New Delhi.De Jong, Kees. 2001. Humanisme dan Kebebasan Pers; Menyambut 70 TahunJakob Oetama. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara).Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media.Yogyakarta.: LkiS.Fauzi, Choiri, Arifatul.2007. Kabar-Kabar Kekerasan dari Bali. Yogyakarta:LkiS.Hamad, Ibnu. 2004. Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa. Jakarta:Granit.Haris, Sumadiria, 2005. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Junaedi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa, Pengantar Teoritis. Yogyakarta:Penerbit Santusta.Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta:Kencana Prenada Media Group.Kusumaningrat, Hikmat dan Purnama. 2005. Jurnalistik: Teori dan Praktek.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Mc Quail, Denis. 1987. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.Rakhmat, Jalaluddin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT RemajaRosdakarya.Severin, Werner J. & James W. Tankard, Jr. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah,Metode, & Terapan Di Dalam Media Massa. Jakarta: KencanaSyahputra, Iswandi. 2006. Jurnalisme Damai: Meretas ideologi peliputan diArea Konflik.Yogyakarta: Nuansa Aksara.Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Sobur, Alex. 2003. Semiotika komunikasi. Bandung: Rosdakarya.Sudibyo, Agus. 2001. Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta:LkiS.Seda, Frans. 2001. Humanisme dan Kebebasan Pers; Menyambut 70 TahunJakob Oetama. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara).Nugroho, B, Eriyanto, Frans Surdiasis.1999. Politik Media Mengemas Berita.Institut Studi Arus Informasi. Jakarta.Surat Kabar:Kompas tanggal 30 Desember 2008, (Israel Dikecam Keras )Kompas tanggal 6 Januari 2009, (Presiden: Bukan Konflik Agama)Kompas, 18 Januari 2009, (Kerugian di Gaza Rp 5 Triliun)Kompas tanggal 18 Januari 2009, (Mencari Titik Temu Israel-Palestina)Republika, tanggal 30 Desember 2008, (Israel Semakin Brutal).Republika, tanggal 2 Januari 2009.( Draf Resolusi Hentikan Agresi Israelditolak)Republika, tanggal 10 Januari 2009,( Militer Israel Akan Terus MelakukanOperasinya Di Gaza)Internet:http:www.hidayatullah.com/Saturday,13September2003,02:06/palestina.memahami.kiprah.dan.serangan.zionis/catatan-akhir-pekan-adian-husaini/, diakses21/05/2009www.BBC Indonesia/10 Januari, 2008; Bush: Israel akhiri pendudukanwww.republika.co.id/Ahad,11 Januari 2009, 22:59 WIB. Masalah PalestinaBeres Bila Pendudukan Israel Diakhirihttp:www.republika.co.id/Ahad,22November2009. Konflik Israel-PalestinaTewaskan 8.900 Orang).http//nasional.kompas.com/ Jumat, 30 Januari 2009 | 09:52 WIB/ Presiden IsraelDiteriaki "Pembunuh" oleh PM Turkihttp:kompas.com/edisi Minggu,18 Januari 2009/ Gagal Meredam, Israel TetapMenyerangRochim, 2002: ITB Central LibraryABSTRAKSIPembingkaian Koran Kompas Dan Republika Terhadap Peristiwa PerangIsrael - PalestinaPendefinisian realitas yang dihasilkan oleh media massa tidak dilihat sebagaiakumulasi fakta atau realitas, akan tetapi sebagai proses reproduksi realitas. Padadasarnya media bukan hanya mentransmisikan makna yang telah ada melainkan mediajustru melakukan penyeleksian dan pembuatan makna atas suatu peristiwa.Berdasarkan pemahaman tersebut penelitian ini mencoba mengangkat peristiwaperang antara Israel dengan Palestina. Adapun obyek penelitian adalah koran Kompas danRepublika. Sedangkan metoda yang digunakan adalah dengan pendekatan analisisframing. Analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu realitas dibingkaioleh media massa. Perangkat framing yang digunakan adalah model Pan dan Konsicki.Metoda ini akan mengoperasionalkan empat dimensi struktur teks yakni:sintaksis, skrip,tematik, retoris.Setidaknya ada dua tema utama pemberitaan, yang pertama pemberitaan yangmengutamakan aspek atau unsur How (bagaimana). Tema ini banyak digambarkantentang bagaimana proses atau kronologi peristiwa perang, bagaimana kedua pihakmelancarkan serangan demi juga reaksi masyarakat dunia merespon peristiwa tersebut.Penggambaran korban akibat perang, upaya penyelesaian konflik, dan dampak yangdiakibatkan oleh perang tersebut. Tema yang kedua adalah pemberitaan yangmengutamakan unsur Why (mengapa). Penekanan pada unsur ini cenderung mencari-carisiapa yang benar atau salah, ataupun siapa yang menjadi pemicu perang tersebut dan apayang melatarbelakangi perang. Dengan menonjolkan unsur why kedua harian banyakmengulas tentang loby-loby yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persamaan frame tentang perang tersebut.Kedua media sepakat bahwa Jalur diplomasi ini dinilai tak mampu lagi menjadi alternatifpenyelesaian konflik. Kompas dan Republika sama-sama menonjolkan kegagalandiplomasi karena dianggap masalahnya sudah semakin rumit dan menjalar keberbagaiaspek. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya perbedaaan, Kompas mengungkapkanalasan penyerangan itu yang dikaitkan dengan isu politik Israel.Republika memaknaiserangan Israel ini sebagai kekejaman yang mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.Hal-hal yang dipahami dan diterapkan berkaitan dengan pemahaman Framingadalah bahwa prinsip analisis framing secara garis besar adalah proses seleksi danpenajaman terhadap dimensi-dimensi tertentu dari fakta yang diberitakan dalam media.Fakta tidak ditampilkan secara apa adanya, namun diberi bingkai sehingga menghasilkankonstruksi makna. Proses framing dalam sebuah media bersifat dinamis dan tidakseragam. Perbedaan sikap akan muncul pada masing-masing media dalam memberitakanperistiwa.
Hubungan Terpaan Bauran Promosi Rokok Apache dengan Minat Membeli Ahmad Fauzi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.657 KB)

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, rokok Apache menggunakan bauranpromosi sebagai alat dalam memasarkan dan mengkomunikasikan produknyakepada masyarakat. Penjualan rokok Apache sangat baik dan terus meningkatsejak pertama produksi. Empat bauran promosi yang digunakan rokok Apacheantara lain: periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, penjualanperorangan. Rokok Apache hingga kini masih menggunakan keempat bentukpromosi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaanperiklanan, terpaan hubungan masyarakat, terpaan promosi penjualan, terpaaanpenjualan perorangan dengan minat membeli rokok Apache. Dengan mengacu padateori Advertising Exposure, teori behavior learning dan teori komunikasi personal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatori. Penelitianini menggunakan teknik non random sampling dengan cara purposive samplingsebagai teknik untuk menentukan sampel. Terdapat 50 responden yang menjadisampel. Alat yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah uji statistikkorelasi pearson.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa adakorelasi yang signifikan antara terpaan periklanan dengan minat membeli rokokApache . Hal ini ditunjukkan dengan angka signifikansi sebesar 0,014 dan nilaikorelasi sebesar 0,344. Hasil pengujuan hipotesis kedua menunjukkan bahwaterdapat hubungan yang sangat signifikan antara terpaan hubungan masyarakatdengan minat membeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikansi sebesar0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,540. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara terpaan promosi penjualan dengan minatmembeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikasi 0,039 dan nilai korelasisebesar 0,292. Hipotesis terakhir menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara terpaan penjualan perorangan dengan minat membeli rokokApache didasarkan pada angka signifikasi sebesar 0,046 dan nilai sebesar 0,284.
Pengaruh Persepsi pada Electronic Word of Mouth (e-WOM) melalui Beauty Vlogger dan Citra Merek terhadap Minat Beli Produk Catrice Rania Fatma Razany; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.397 KB)

Abstract

This research is motivated by the increasing of cosmetic enthusiasts today and the number of beauty products that are able to meet those needs. From many cosmetic products available, Catrice is a new product that must be able to compete with earlier products in Indonesia. One of the marketing strategies of the company is through a beauty vlogger that is able to shape the perception of the product and must build its brand image. This study aims to determine whether there is influence between the perception of electronic word of mouth (e-WOM) through beauty vlogger and brand image toward the purchase intention of Catrice product. This research is an explanatory research with this research object are women arround 17-40 years who watch Catrice One Brand Tutorial-2 video by Suhay Salim. The results showed that there is a very strong influence between the perception of electronic word of mouth (e-WOM) through beauty vlogger toward purchase intention of Catrice product with 0,000 significance level and 0,739 regression coefficient. This means that the higher perception of electronic word of mouth (e-WOM) through the beauty vlogger the higher purchase intention of Catrice products. In the second hypothesis shows there is a strong influence between brand image with Catrice product purchase intention with a significance value of 0,000 and a regression coefficient of 0.337. This means that the higher brand image the higher purchase intention of Catrice products. For further research it is hoped that the researcher can study more about other factors that can influence purchase intention such as product promotion.
Brand Activation Batik Semarangan melalui Event “Cah Semarang Duwe Batik” Ilham Bayu Prasetyo; Djoko Setiabudi; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.681 KB)

Abstract

Nama : Ilham Bayu PrasetyoNIM : D2C008089Judul : Brand Activation Batik Semarangan melalui Event“Cah Semarang Duwe Batik”AbstrakKoperasi Sekar Arum sebagai sebuah lembaga koperasi dibawah naungan TP – PKK Kota Semarang yang salah satunya fokus terhadap batik semarangan, tentu harus dapat melestarikan dan mengembangkan produk batik semarangan sehingga dapat menjadi produk andalan dari Kota Semarang. Akan tetapi terjadi permasalahan dimana produk batik semarangan ini belum banyak dikenal oleh warganya sendiri khususnya para generasi muda yaitu pelajar di Kota Semarang.Melalui pendekatan IMC, promotion mix, marketing communication, dan AIDDA, strategi Brand Activation menjadi kegiatan komunikasi pemasaran batik semarangan yang efektif dalam meningkatkan awareness dan minat terhadap batik semarangan.Dengan mengambil tema kegiatan “Cah Semarang Duwe Batik” dengan tagline acara “Fit on Youth”, acara dikemas dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat pelajar di Kota Semarang terhadap batik semarangan. Acara ini diisi dengan kegiatan utama pelatihan batik dengan nama “Melu Mbatik” dan pertunjukan musik akustik dengan nama “Batikustik” dimana peserta diwajibkan mengenakan batik pada saat tampil diatas panggung. Dan pada akhir dari event, dibentuk Komunitas Batik Semarangan sebagai kegiatan PR denga tujuan untuk menimbulkan efek yang berkelanjutan.Melalui kegiatan brand activation ini, diharapkan pengetahuan para pelajar SMA dan sederajat di Kota Semarang sebagai target audien terhadap batik semarangan dapat meningkat, sehingga menumbuhkan rasa memiliki dan minat untuk melestarikan batik semarangan.Berdasarkan hasil riset post event, sebanyak 41% target audien sudah tidak lagi menganggap batik itu mempunyai kesan kuno, meningkat sebesar 28% dari sebelumnya 13%. tingkat pengetahuan target audien mengenai batik semarangan meningkat sebesar 52%, dari semula yang hanya 17% menjadi 69%. Sementara itu yang menyatakan tertarik untuk memakai batik semarangan sebesar 32%,. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 15% dari sebelum event dilaksanakan.Kata Kunci : brand activation, batik semarangan, event, IMC, AIDDA, marketing communication, “Cah Semarang Duwe Batik”.Nama : Ilham Bayu PrasetyoNIM : D2C008089Judul : Batik Semarangan Brand Activation through “Cah SemarangDuwe Batik” Event.AbstractKoperasi Sekar Arum as an organization below the authority of Semarang‟s TP – PKK which one of their focus is Semarangan‟s batik, they have to conserve and develop Semarangan‟s batik into one of the top notch product from Semarang. Nevertheless the problem of Semarangan‟s batik is not so well known in its own city especially between the youth or the student in Semarang.Through IMC, promotion mix, marketing communication and AIDDA approaches, Brand Activation strategy become effective marketing communication for Semarangan‟s batik in order to raise awareness and also gain the interest in Semarangan‟s batikWith “Cah SemarangDuwe Batik” as our event‟s theme and “Fit on Youth” as our event‟s tagline, this event is set to increase knowledge and interest for Semarangan‟s batik between the student in Semarang. This event is consist several activities such as, the main activity is teaching student how to draw batik which called “MeluMbatik” and also acoustic music performance named “Batikustik” which every contestant required to wear batik when they were performing on stage, and in the end of the event they KoperasiSekar Arum established Semarangan‟s Batik Community as a PR activity that aimed to get the continuous effect.Through this brand activation event, it is expected the knowledge of student especially high school in Semarang as a target audience may enhanced, so they will have sense of belonging into Semarangan‟s batik and also to conserve it.Refer to post event research result, 41% of target audience is not perceived Semarang‟s batik is old fashioned anymore, raised 28% from 13 % on early research. Level of knowledge of the target audience about Semarangan‟s batik enhanced 52% from the previous research is 17% to 69%. Meanwhile, target audience who stated that they wants to use Semarangan‟s batik is 32%, this data shows that there are 15% gain according from the previous research.Key Word : brand activation, batik semarangan, event, IMC, AIDDA, Marketing Communications, “Cah Semarang Duwe Batik”Brand Activation Batik Semaranganmelalui Event “Cah Semarang Duwe Batik”(Program Manager)Karya BidangDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Ilham Bayu PrasetyoNIM : D2C008089JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENDAHULUANBatik semarangan adalah batik khas dari Semarang yang mempunyai corak dan motif yang unik dan mempunyai ciri khas tersendiri berupa ikon-ikon kota semarang, dan bersifat natural atau pesisiran. Batik semarangan mempresentasikan tentang Kota Semarang baik flora, fauna, ikon-ikon Kota Semarang seperti ukiran di gedung-gedungnya, atau lawang sewu yang menjadi ciri khas kota, tugu muda, legenda-legenda, serta kuliner yang ada di Semarang, dan biasanya ada motif daun asem sebagai ciri khasnya. Ragam corak dan warna batik semarangan banyak dipengaruhi oleh budaya asing. Pada awalnya, batik semarangan yang memiliki ragam corak tradisional dan warna yang terbatas terpengaruh oleh kebudayaan asing yang dibawa oleh para pedagang asing dan juga para penjajah.Popularitas batik kembali muncul setelah UNESCO menetapkan batik sebagai salah satu budaya yang ada di Indonesia, berbagai fashion yang bertema batik bermunculan, masyarakat Semarang sadar akan budaya batik yang sedang menjadi tren. Walaupun popularitas batik sedang meningkat, akan tetapi kesadaran mereka akan adanya batik semarangan dan minat untuk memakai batik masih rendah. Popularitas batik semarangan sendiri masih kalah dengan batik di kota lain, hal ini diakibatkan karena apresiasi masyarakat kota semarang terhadap batik semarangan masih rendah. Masyarakat kota Semarang cenderung lebih memilih batik dari luar Semarang seperti Batik Pekalongan, Batik Yogyakarta maupun Batik Solo.Fenomena tren batik yang sedang berkembang di Kota Semarang tidak diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan adanya batik semarangan, sehingga minat mereka untuk memakai batik semarangan sebagai apresiasi terhadap Budaya KotaSemarang pun belum muncul. Padahal disamping itu, batik akan menjadi budaya di suatu masyarakat apabila masyarakat tersebut mengenakan batik di setiap hari mereka berkegiatan. Akan tetapi pada kenyataanya batik masih dipakai pada saat tertentu yang bersifat formal. Misal pada saat menghadiri pesta pernikahan, acara resmi yg lain, Atau pada hari jumat untuk instansi pemerintahan. Itupun kareda ada aturan pemerintah. Hal ini menyebakan penjualan batik semarangan mengalami penurunan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.Budaya Fashion yang menjadi tren di kalangan pelajar karena mereka mengacu kepada artis idola mereka, sebagai contohnya, misal budaya K-pop yang sedang populer saat ini. Dari gaya berpakaian, para pelajar akan menirukan gaya berpakaian idola mereka, mengenakan fashion bergaya korea, karena tren budaya yang sedang hype mempunyai kesan modern dan up to date sedangkan batik menurut mereka masih sebagai fashion yang kuno, Dari masalah tesebut dapat dikatakan bahwa pelajar masih mencari identitas dirinya dan membutuhkan role model sebagai acuan mereka untuk menghilangkan kesan kuno yang selama ini melekat pada batik.Banyak pelajar SMA di Semarang yang tidak mengetahui adanya batik semarangan. Tidak mengetahui ciri-cirinya, contoh motifnya, harga, serta tempat dimana bisa membeli batik semarangan. Budaya batik yang masih terkesan kuno di kalangan pelajar menyebabkan rendahnya kesadaran dan pengetahuan mereka terhadap batik khususnya batik semarangan. Hal ini dibuktikan dengan riset yang telah peneliti lakukan pada bulan April 2013 bahwa 87% responden masih menganggap bahwa batik itu terkesan kuno dan mereka tidak mau memakainya, 17% responden tidak aware terhadap batik semarangan, 79% responden tidak mempunyai minat terhadap batik semarangan.Masih rendahnya kesadaran pelajar terhadap batik semarangan tersebut berakibat pada rendahnya popularitas batik semarangan apabila dibandingkan dengan batik-batik dari kota lain. Hal ini berdampak pada menurunnya penjualan batik semarangan. Maka dari itu, Karya Bidang ini berfokus untuk mempromosikan batik semarangan yang bertujuan untuk meningkatkan awareness serta minat pelajar terhadap Batik Semarangan kepada pelajar SMA di Kota Semarang dengan melakukan kegiatan “ Cah Semarang Duwe Batik dengan tagline FIT ON YOUTH dengan pendekatan brand ActivationISIDengan menggunakan pendekatan brand activation yang didukung oleh teori Komunikasi Pemasaran, AIDDA, IMC, dan komunitas dan berifat Experiental Event Marketing agar para audiens dapat sepenuhnya terlibat dengan produk yang dipasarkan.Salah satu cara efektif dalam menyampaikan pesan sebuah brand adalah melalui pendekatan brand activation. Brand activation adalah salah satu bentuk promosi merek yang mendekatkan dan interaksi merek dengan penggunanya melalui aktivitas pertandingan olahraga, hiburan, kebudayaan, sosial, atau aktifitas publik yang menarik perhatian lainnya.Brand activation merupakan aktifitas dua arah yang dilakukan suatu brand untuk berinteraksi lebih dekat dengan target market, atau target audiens. Berbeda dengan aktifitas iklan, baik lini atas maupun lini bawah, aktifitas yang terjadi hanyalah satu arah. Salah satu bentuk pendekatan brand activation adalah event marketing activity. Dalam penelitiannya, Duncan menjelaskan bahwa, “event marketing is a significant situation orpromotional happening that has a central focus and chapters the attention and involvement of the target audiens”Pendekatan brand activation merupakan aktifitas komunikasi pemasaran yang harus tetap didukung dengan aktifitas komunikasi pemasaran lainnya, seperti publikasi, kegiatan public relations, sales promotion, publisitas dan tools promosi lainnya. Brand activation merupakan jawaban atas konsep promosi modern karena dapat meningkatkan brand awareness dan mengangkat citra dari suatu brand. Strategi ini dirasa efektif dalam membangun sebuah brand karena brand activation adalah salah satu bentuk promosi brand yang mendekatkan dan membangun interaksi brand dengan penggunanya melalui aktivitas pertandingan olahraga, hiburan, kebudayaan, sosial, atau aktivitas publik yang menarik perhatian lainnya (Shimp, 2003:263).Selain itu dalam perspektif membangun brand awareness, brand activation mempunyai banyak peluang untuk mencapai keberhasilan. Ini karena event pada dasarnya diselenggarakan dalam kemasan yang menarik dan untuk menciptakan suasana hati yang santai dan menyenangkan. Pada saat itulah orang lebih mudah menerima pesan persuasi yang disampaikan pemilik merek (Shimp, 2003:263).Peneliti ingin menyelenggarakan kegiatan yang bertema “ Cah Semarang Duwe Batik” dengan tagline “ Fit On Youth”. Penyelenggara mengambil tema “ Cah Semarang Duwe Batik” dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki para generasi muda khususnya pelajar SMA di Kota Semarang untuk melestarikan batik salah satunya dengan cara memakainya. Tagline „ Fit On Youth” berarti ingin menyampaikan pesan bahwa batik itu cocok untuk para generasi muda khususnya paa pelajar untuk menjadi fashion mereka dan bertujuan untuk menghilangkan kesan kuno batik. Tujuan kegiatan “ Cah SemarangDuwe batik” sendiri bertujuan untuk menghilangkan kesan kuno batik, meningkatkan awareness batik Semarangan, dan meningkatkan minat terhadap Batik Semarangan salah satunya dengan cara memakainya dan tujuan tersiernya adalah untuk meningkatkan penjualan Batik Semarangan di kota Semarang.Kegiatan Brand Activation Batik Semarangan dikemas dengan konsep yang menarik karena target audiens dari kegiatan ini adalah pelajar di kota Semarang serta membawakan role model yang bertujuan untuk dijadikan panutan bagi mereka untuk mengenakan batik sehingga bisa menghilangkan kesan kuno batik di generasi muda.Role Model yang dibawakan pada kegiatan “ Cah Semarang Duwe Batik” adalah Jazz Ngisoringin yang mempunyai banyak penggemar di Kota Semarang khususnya para generasi Muda Kota Semarang yang menjadi target audiens dari kegiatan “ Cah Semarang Duwe Batik”.Acara “Cah Semarang duwe Batik” yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 26, 27 dan 28 Juli 2013 mempunyai konsep acara sebagai berikut :a. Melu mbatikMelu mbatik merupakan ajang bagi pengunjung acara yang ingin mencoba belajar batik pada kain batik sepanjang 1x1 meter yang telah tergambar pola batik semarangan, yang disediakan oleh panitia dan telah didampingi oleh para pengrajin batik yang sudah berpengalaman dan ahli dari Koperasi Sekar Arum.b. Galeri Batik SemaranganGaleri Batik Semarangan merupakan sarana bagi para perajin batik untuk mempromosikan produknya, selain melakukan penjualan dengan memberikan diskonkhusus, perajin tersebut juga akan membimbing paserta “melu mbatik” mengenai cara dan langkah-langkah yang baik dalam membuat batik.c. BatikustikBand SMA merupakan sarana untuk mengekspresikan jiwa seni pelajar SMA. Diharapkan dengan para pelajar akan dapat lebih mengapresiasi budaya batik sebagai budaya yang tidak lagi kuno. Parade band ini bertema akustik, dan mengenakan batik pada saat pentas.d. Batikustik Jazz Ngisoringin.Jazz Ngisoringin yang menjadi band yang sudah populer di Kota Semarang bisa menjadi role model pelajar SMA bahwa batik itu tidak berkesan kuno.e. Wisata AirPengunjung yang datang pada kegiatan tersebut, selain dapat mengunjungi booth pameran yang disediakan oleh panitia juga dapat menikmati wahana wisata air dan keindahan sungai banjir kanal.f. Komunitas Cah Semarang Duwe BatikSetelah kegiatan terlaksana, akan dibentuk sebuah komunitas “Cah Semarang Duwe Batik” yang beranggotakan para pelajar SMA di Kota Semarang. Komunitas ini bertujuan untuk mengenalkan batik semarang kepada teman-teman di sekolahnya, teman-teman di luar sekolah ataupun keluarga mereka. Komunitas ini dibentuk sebagai wujud kepedulian mereka untuk terus melestarikan kebudayaan memakai batik khususnya batik semarangan, sehingga budaya memakai batik akan semakin meningkat dan akan menghilangkan kesan kuno yang selama ini melekat pada batik sehingga keberadaan batik semarangan akan tetap terjaga.“Cah Semarang Duwe Batik” adalah rangkaian event yang berisi kegiatan untuk memperkenalkan batik semarangan, mengenai jenis-jenis motifnya, serta tempat dimana bisa membeli batik semarangan. Selain itu melalui event ini pihak Koperasi Sekar Arum dapat melihat kondisi target audiens secara langsung, bagaimana antusias audien mengikuti rangkaian kegiatan dapat menjadi pacuan dalam memperluas pasarnya kepada target pasar yang dituju, yaitu pelajar SMA di Semarang.Berdasarkan hasil riset, tingkat pengetahuan target audien mengenai Batik semarangan meningkat sebesar 52%, dari semula yang hanya 17% menjadi 69%. Hal tersebut melampaui target yang ditentukan sebelumnya, yaitu sebesar 50%. Untuk peningkatan minat batik naik sebesar 15% dan telah melampaui target yang sebelumnya hanya 13% dan akhirnya minat batik menjadi 36%.Komunitas “Cah Semarang Duwe Batik” dibentuk setelah kegiatan dilakuan, tujuan dari komunitas ini adalah sebagai wujud kepedulian mereka untuk terus melestarikan kebudayaan memakai batik khususnya batik semarangan, sehingga budaya memakai batik akan semakin meningkat dan akan menghilangkan kesan kuno yang selama ini melekat pada batik sehingga keberadaan batik semarangan akan tetap terjaga.Komunitas “Cah Semarang duwe Batik” mempunyai kartu tanda anggota sebagai kartu pengenal keanggotaan dan berfungsi juga sebagai kartu untuk memperoleh potongan harga di toko batik yang sudah ditunjuk oleh panitia dan juga mempunyai katalog yang dipegang oleh masing-masing anggota yang berguna untuk mempromosikan batik semarangan kepada teman-temannya di sekolah. Evaluasi mengenai jalannya acara dapat dilihat pada indikator berikut ini :a. Tujuan komunikasi awal tercapai dengan baik, yaitu untuk meningkatnya awareness dan minat audien terhadap batik semarangan, terbukti dengan terbentuknya Komunitas “Cah Semarang Duwe Batik” di beberapa SMA di Kota Semarang.b. Proses loading-in dan loading-out, serta jalannya acara secara keseluruhan berjalan lancar sesuai dengan rundown yang telah dibuat.c. Jumlah peralatan dan perlengkapan terpenuhi, meskipun ada beberapa perlengkapan yang belum lengkap pada saat persiapan, akan tetapi hal tersebut dapat diatasi pada hari pertama pelaksanaan acara.e. Segala bentuk publikasi terdistribusi dan terpasang dengan baik.f. Terbinanya hubungan baik dengan pihak-pihak yang terlibat dalam acara “Cah Semarang Duwe Batik” seperti Koperasi Sekar Arum, LEMPPAR, dan sekolah-sekolah yang berpartisipasi.g. Anggaran dana yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan didapatkan dari sponsorship, dan mendapatkan surplus sebesar Rp. 3.130.000,-h. MC sepanjang jalannya acara menyampaikan pesannya dengan baik, memaparkan informasi secara persuasif, sehingga audien lebih tertarik dan dapat mengingat pesan yang disampaikan.PENUTUPDalam bab ini, dijelaskan mengenai implikasi yang terjadi atau ditimbulkan dari penyelenggaran event “Cah Semarang Duwe Batik” yang bertujuan untuk memperkenalkan batik semarangan serta saran yang dapat digunakan untuk keberhasilan penyelelnggaraan event serupa berikutnya.KesimpulanDari seluruh rangkaian acara “Cah Semarang Duwe Batik” yang telah dilaksanakan dan pembahasan yang dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :a. Strategi dengan menyelenggarakan experiental event marketing dan berinteraksi secara langsung kepada target audien serta menampilkan role model menjadi cara yang efektif umtuk menghilangkan kesan kuno batik sebanyak 28%, dari semula 13% meningkat menjadi 41% yang menganggap bahwa batik tidak lagi terkesan kuno berdasarkan riset yang dilakukan setelah event.b. Kegiatan promosi melalui event “Cah Semarang Duwe Batik” berhasil meningkatkan awareness target audien tentang batik semarangan sebesar 52% serta meningkatkan minat sebesar 15% berdasarkan riset yang dilakukan setelah event.c. Kegiatan promosi melalui event “Cah Semarang Duwe Batik” berhasil meningkatkan minat warga Kota Semarang untuk melakukan pembelian pada saat kegiatan berlangsung, hal ini dibuktikan dengan total penjualan batik semarangan selama kegiatan total sebesar Rp. 9.150.000d. Dalam publikasi event “Cah Semarang Duwe Batik”, 50% responden mengetahui acara “Cah Semarang Duwe Batik” melalui media poster yang dipasang.e. Dari 100 orang yang dijadikan sebagai responden, 21% responden mengetahui event “Cah Semarang Duwe Batik” melalui flyer.f. Publikasi melalui social media, karena lingkaran sosial yang dimiliki oleh penyelenggara belum menjangkau target audien, sehingga publikasi belum menjangkau secara langsung kepada target audiens yang dituju, publikasi melalui social media hanya menjangkau 10,52 %.Dari kesimpulan yang telah dihasilkan, serta pengamatan terhadap jalannya rangkaian acara “Cah Semarang Duwe Batik”, berikut saran yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan apabila diadakan kegiatan-kegiatan serupa pada waktu yang akan datang :a. Pemilihan akun social media sebagai komunikator sebaiknya menggunakan akun yang telah mempunyai lingkaran sosial yang sesuai dengan target audien yang hendak dituju.b. Sebelum melakukan kegiatan pemasaran, sebaiknya penyelenggara telah mendalami product knowledge tentang produk yang akan dipasarkan, sehingga terpaan informasi yang diterima target audien dapat menimblkan efek yang lebih besar.c. Masing-masing penerapan strategi publikasi media yang akan digunakan, sebaiknya diukur menggunakan perhitungan yang tepat untuk mengetahui strategi publikasi mana yang paling efektif umtuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan.DAFTAR PUSTAKA1. BukuBelch, George, Michael A. Belch 2001. Advertising & Promotion: An integrated Marketing Communications Perspective, New York : McGraw Hill.Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.Gunarsa, Singgih. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung MuliaJack Z. and Bumba, Lincoln. (1996). Advertising and Media Planning, (5th ed.). USA: Ntc Bussines Books.Jasmadi (2008). Membangun komunitas online secara praktis dan gratis. Jakarta: Elex Media Komputindo.Kotler, Philip, Gary Armstrong. (2001). Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 2. (Damos Sihombing. Alih Bahasa).Jakarta : Penerbit Erlangga.Laudon, Kenneth, Traver, and Carol Guercio (2003). E-commerce : business, technology, society. Addison-WesleyLittlejohn, Stephen W. (2009). Teori Komunikasi (Theories of Human Communication). Jakarta: Salemba Humanika Sissors,Setiadi, Nugroho J. (2003). Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Shimp, Terence A. (2000). Periklanan Promosi: Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jilid I. (Revyani Syahrial. Terjemahan) Jakarta: Penerbit Erlangga.Siswanto, Fritz Kleinsteuber, (2002). Strategi Manajemen Pemasaran. Jakarta: Damar Melia Pustaka.Sulaksana, Uyung. (2003). Integrated Marketing Communication. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Sutisna. (2001). Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Tjiptono, Fandy, dkk. (2007). Pemasaran Strategik. Yogyakarta: Penerbit Andi.2. Website :(Advertising and Promotion and Integrated Marketing Communications Perspective, http://hfs1.duytan.edu.vn/upload/ebooks/5183.pdf, diakses pada 21 Mei 2012).(Brand Activation by Paul Morel, Peter Preisler and Anders Nyström www.metro-as.no/pdf/fagartikler/Brand%20Activation.pdf. diakses pada 5 Mei 2012).

Page 76 of 157 | Total Record : 1563