cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
PENGARUH EKSISTENSIKAWASAN PENDIDIKAN UNNES TERHADAP PERKEMBANGAN GUNA DAN HARGA LAHAN DI SEKARAN, KOTA SEMARANG Kemas Ramadhoni; Iwan Rudiarto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.027 KB)

Abstract

Pesatnya pertumbuhan Kota Semarang mengakibatkan dipecahnya aktivitas pendidikan tinggi ke pinggiran kota untuk mengurangi beban pusat. Salah satunya ialah perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang di Sekaran. Perkembangan universitas tersebut menyebabkan terjadinya perubahan guna lahan yang ditandai dengan tumbuhnya kegiatan penunjang yang merespons kebutuhan mahasiswa, sebagai akibat dari tidak disediakannya kegiatan tersebut oleh pihak universitas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pengaruh eksistensi kawasan pendidikan UNNES menyebabkan perubahan guna lahan yang signifikan di Sekaran dari lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun. Sesuai dengan mekanisme pasar, peningkatan kebutuhan akan lahan sementara supply dari lahan bersifat in elastis sempurna akan mengakibatkan terjadinya peningkatan harga lahan. Dengan melihat perubahan guna dan harga lahan yang terjadi dapat dilihat bahwa Kelurahan Sekaran memiliki tiga sub-pusat yang membentuk struktur ruang sektoral guna mendukung aktifitas utama pendidikan tinggi UNNES. Selain itu, dapat diketahui bahwa harga lahan dipengaruhi oleh perubahan lahan dengan peruntukkan  rumah, kost dan fasilitas komersial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan-kawasan pendidikan selanjutnya, serta memberikan pemahaman bahwa ditetapkannya suatu wilayah menjadi suatu kawasan tertentu akan membawa pengaruh terhadap perubahan guna lahan dan harga lahan di wilayah sekitarnya.
Perubahan Ruang Terbuka Publik dan Interaksi Sosial di Kampung Lama (Studi Kasus: Kampung Gandekan dan Kulitan, Semarang) Inas Nadia Hanifah; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.414 KB) | DOI: 10.14710/tpwk.2017.18036

Abstract

Open public space has an important function especially to supporting social interaction. But on the other hand the provision of public open space has its own problems, there is high rate of change of land for settlement because of demands and investments. At the end, it leads to the changes in public open space that makes the changes in social interaction in Kampung Gandekan and Kulitan. This study aimed to assess the changes of open public space and social interaction, as well as to assess the effect of open space changes to the social interaction in Kampung Gandekan and kulitan. The method used in this study is a survey research methods with descriptive and analytical (statistical tests) quantitative approach. Determination of the respondents using the technique of proposive sampling and proportionate stratified random sampling. Based on the analysis within a period of 17 years (1999-2016) showed a change in public open space in Kampung Gandekan and kulitan include; changes in land use as big as 16% of open public space area, changes in the spaces area that more small, change the type and function space as well as the complexity of the condition and utilization spaces. On the same period, social interaction in Kampung Gandekan and Kulitan also decreased regressively into worse condition. It can seen from decreased of average of score social interaction from 18,10 in 1999 become 16,22 in 2016. However, based on the results of research conducted showed no significant effect of public open space changes to change in social interaction. Changes in social interactions that occur are caused by three main factors including age, bustle and characteristic of the original residents as well as migrants.
KAJIAN BENTUK LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN SENSE OF COMMUNITY DI KELURAHAN DADAPSARI SEMARANG Melody Kinanti Kristiani; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.649 KB)

Abstract

Kelurahan Dadapsari merupakan salah satu pusat permukiman yang terletak di Kecamatan Utara, Kota Semarang yang berupa kampung lama dan kampung baru. Permasalahan berupa heterogenitas penduduk yang memicu terjadinya percampuran nilai-nilai budaya dan sosial menjadikan rasa kebersamaan sebagai modal sosial sangat dibutuhkan dalam komunitas masyarakatnya. Talen (1999) mengungkapkan bahwa dibutuhkan sebuah lingkungan yang terencana untuk menciptakan sebuah rasa kebersamaan sementara kampung merupakan lingkungan tidak terencana dan tidak memiliki banyak ruang publik yang mendukung interaksi. Sehingga dari permasalahan diatas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kontribusi bentuk lingkungan kampung pada rasa kebersamaan sebagai modal sosial di Kelurahan Dadapsari. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat perbedaan mendasar pada lingkungan dengan tingkat rasa kebersamaan tinggi dan rendah pada indikator lebar jalan, ukuran rumah, fungsi bangunan dan kelengkapan dalam fasilitas lingkungan permukiman. Lingkungan dengan tingkat kebersamaan tinggi memiliki lebar jalan yang lebih sempit (2-4 m), ukuran rumah kecil (12-74 m2), fungsi bangunan yang bersifat campuran dan kelengkapan fasilitas lingkungan permukiman yang lebih lengkap terutama dalam ketersediaan ruang bersama. Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk lingkungan kampung memberikan kontribusi dalam terbentuknya rasa kebersamaan di masyarakat Kelurahan Dadapsari.
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI TEPI SUNGAI KELURAHAN PELITA, KECAMATAN SAMARINDA ILIR Noviana Rahmawaty Sari; Parfi Khadiyanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.43 KB)

Abstract

Tepian sungai sangat akomodatif bagi manusia untuk bermukim dan melakukan usaha-usaha bagi kehidupannya. Tingginya intensitas pemanfaatan kawasan tepi sungai menimbulkan permasalahan-permasalahan yang sangat pelik. Kondisi ini memicu adanya kawasan permukiman salah satu tepi sungai di Kelurahan Pelita di perkotaan dalam dimensi ruang dan waktu menjadi kawasan yang padat, kumuh dan liar disertai dengan kondi rumah tidak layak huni. Tidak hanya itu saja, kodisi sungai menjadi kotor dan menyebabkan lingkungan sekitar terkena luapan air sungai saat hujan. Jika di liahat dengan komprehensif, maka permasalahan permukiman tepi sungai akan berkisar pada masalah kualitas lingkungan permukiman. Permukiman ini tumbuh oleh tradisi yang di susun secara organis (alami). Kawasan dari kota tersebut dibangun dalam suatu proses tanpa memperhatikan perancangan secara keseluruhan. Untuk mengatasinya, perlu adanya evaluasi agar terciptanya kawasan lingkungan permukiman yang tertata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi fisik dan non fisik sepanjang sungai di Kelurahan Pelita . Tahap pertama yang di lakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi di kawasan studi, serta sebagai landasan dasar untuk mengetahui tujuan dan sasaran dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi kondisi fisik dan non fisik kualitas ingkungan permukiman tepi sungai. Kemudiaan melakukan analisis untuk mengevaluasi kondisi fisik dan non fisik kawasan studi. Pada akhir akan diketahui kualitas lingkunan permukiman. Dengan menggunakan metode analisis kuisoner dan observasi dengan teknik analisis kuantitatif deskriptif. Identifikasi kualitas lingkungan permukiman tepi sungai di Kelurahan Pelita menunjukan bahwa kualitas permukiman tepi sungai adalah sedang baik secara fisik maupun non fisik. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya penduduk yang datang, sehingga menimbulkan permukiman baru dan tumbuh di Tepian Sungai dan munculnya budaya baru, perlu adanya evaluasi untuk pemerintah sebagai upaya penataan lingkungan permukiman di Kelurahan Pelita Samarinda
Preferensi Masyarakat Terhadap BRT Trans Semarang Koridor I Bagas Atmawan; Widjonarko Widjonarko
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.599 KB)

Abstract

Semarang City Government in 2009 inaugurated the public transportation called Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. BRT Trans Semarang has 6 corridors in total and one of them named Corridor I. BRT Trans Semarang Corridor 1 is not the only way to solve the transportation problems in Semarang directly. It has been operating for about 8 years, but the load factor from Trans Semarang Corridor I is still below the standard set by the government and an increase in the number of private vehicles. These are indicating that BRT Trans Semarang Corridor I not become the main mode of transportation of the community in performing daily activities. Based on the problems, this study aims to determine the determinant factors that affect the public preference to BRT Trans Semarang Corridor I. The method of this study is a quantitative method. While the analysis is factor analysis which is used to identify the relationship structure among variables by looking at the correlation between them. In addition, the study also used descriptive statistical analysis as a complement and supporting data only. The study shows that people's preference around Trans Semarang Corridor I is still low, as many as 39.4% of people prefer Trans Semarang Corridor I as the main mode of transportation in performing its daily activities. While the people who still have not used Trans Semarang Corridor I is about 60.6% of people. The public preference is influenced by several factors, they are travel cost, comfort, security, and travel time. The community will still use Trans Semarang Corridor I or switch from private vehicle to Trans Semarang Corridor I if there are several factors that must be improved from Trans Semarang Corridor I. Based on the result of factor analysis, the factors that need to be prioritized or upgraded in Trans Semarang Corridor I are comfort, staff friendliness, security, rates, and facilities.
PENGARUH KEBERADAAN DESA WISATA SAMIRAN TERHADAP Wahyu Nur Isnaini; Mohammad Muktiali
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.791 KB)

Abstract

Pemerintah Kabupaten Boyolali menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan penggerak ekonomi masyarakat. Pariwisata adalah salah satu kegiatan yang mampu mempengaruhi perubahan penggunaan ruang wilayah yang dapat diukur dari perubahan penggunaan lahan. Selain itu, pariwisata dapat mempengaruhi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Salah satu bentuk pariwisata pedesaan adalah Desa Wisata. Salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Boyolali adalah Desa Wisata Samiran. Seperti halnya pariwisata secara umum, keberadaan Desa Wisata Samiran berpengaruh terhadap aspek fisik maupun non fisik di Desa Samiran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Keberadaan Desa Wisata Samiran terhadap perubahan lahan, ekonomi, sosial, dan lingkungan di Desa Samiran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif untuk pengaruh trhadap perubahan ekonomi, sosial, dan lingkungan serta analisis interpretasi citra digunakan dalam analisis pengaruh Desa Wisata Samiran terhadap perubahan lahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan Desa Wisata Samiran mempengaruhi perubahan lahan, yaitu dari lahan non terbangun menjadi terbangun dari kegiatan pemanfaatan lahan berupa kebun/tegal menjadi rumah, warung makan, toko kelontong, dan homestay. Keberadaan Desa Wisata ini juga berpengaruh terhadap aspek ekonomi di Desa Samiran berupa perluasan kesempatan yang dilihat dari penciptaan kesempatan kerja dan pegeseran atau perubahan pekerjaanbaik pokok maupun sampingan serta peningkatan pendapatan. Penciptaan kesempatan kerja pokok terjadi pada kelompok responden pelaku seni dan pemandu wisata, sedangkan pada pekerjaan sampingan terjadi pada kelompok reponden pemilik homestay, pelaku seni, penyedia makanan untuk paket wisata, serta pemilik lahan petik sayur dan wisata perah susu sapi. Perubahan yang terjadi pada aspek sosial berupa pergeseran penggunaan bahasa masyarakat yang sebelumnya hanya menggunakan Bahasa Jawa menjadi Bahasa Jawa dan Indonesia. Pengaruh lain pada aspek sosial yaitu masyarakat terpengaruh cara berpakaian masyarakat yaitu model baju dan hijab. Pada aspek lingkungan terjadi pengaruh positif yaitu berambahnya wisatawan ke Makam Kebokanigoro dapat mempertahankan nilai budaya yang terkandung pada bangunan tersebut. Pengaruh lain pada aspek lingkungan berupa pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas yang dilakukan oleh pemerintah yang digunakan untuk wisata edukasi pembuatan biogas.
Strategi Pengembangan Pariwisata Pantai Ngebum Kabupaten Kendal Oktaviana Rahayu Jati Asmoro; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.003 KB)

Abstract

Tourism is a highly developing sector in Indonesia. Indonesia has so many tourism spots that its government is focusing on making policies on how to develop its tourism potentials. There are five things that need to be considered on tourism development, namely tourists, accessibility, tourist attractions, tourist accommodation, and promotions. Pantai Ngebum is one of many tourist sites in Kendal Regency. Pantai Ngebum has been opened as a tourism spot since 2010 but is still poorly managed independently by people of Mororejo Village where it is located. Due to its poor management, tourism facilities’ condition in Pantai Ngebum is considered low. On weekdays, Pantai Ngebum is usually visited by up to 100 people, but on weekends or holiday seasons the visitors could reach up to 1.600 people. Because of the high interest from the visitors, Pantai Ngebum is expected to improve its development so it can be one of Kendal Regency's top tourism sites. This research is aimed to find tourism development strategies in Pantai Ngebum using SWOT analysis.
PENGARUH HARGA LAHAN TERHADAP INTENSITAS PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN MGR. SUGIOPRANOTO-SILIWANGI SEMARANG Guntur Aditya Purbalangi; Brotosunaryo Brotosunaryo
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.895 KB)

Abstract

Seiring perkembangan zaman, semakin sulit untuk menemukan lahan kosong di daerah perkotaan  Indonesia. Kalaupun ada, harganya pasti sangatlah tinggi karena semakin strategis letak lahan tersebut maka akan semakin mahal pula harganya. Harga lahan yang tinggi mengakibatkan pemilik lahan mengintensifkan pemanfaatan lahannya agar dapat menutupi biaya sewa lahan yang mahal. Pengintensifan pemanfaatan lahan tersebut yaitu dengan memaksimalkan intensitas pemanfaatan lahan. Akan tetapi, pembangunan tersebut juga diatur oleh pemerintah melalui intensitas pemanfaatan lahan yaitu KDB,KLB, dan GSB agar tidak terjadi penyimpangan pembangunan. Koridor Jalan Mgr. Sugiopranoto-Siliwangi merupakan koridor yang berada di dekat pusat kota Semarang. Harga lahan pada koridor tersebut cukup mahal dibanding dengan daerah pinggiran karena lokasinya cukup strategis. Didukung dengan teori lokasi Von Thunen yang mengatakan bahwa semakin dekat dengan pusat kota, maka harga lahannya akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga lahan terhadap intensitas pemanfaatan lahan di koridor Jalan Mgr. Sugiopranoto-Siliwangi Semarang. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara harga lahan dengan intensitas pemanfaatan ruang di sepanjang koridor jalan Mgr. Sugiopranoto-Siliwangi yang kemudian didukung dengan pembuktian teori lokasi B.J. Berry(1963) mengenai lonjakan harga pada persimpangan jalan apakah masih berlaku pada wilayah studi atau tidak. Selain itu juga dianalisis mengenai keanekaragaman fungsi ruang yang ada pada wilayah studi seperti persimpangan jalan, jalur pesawat terbang dan sungai banjir kanal barat mengenai bagaimana pengaruhnya terhadap harga lahan dan intensitas pemanfaatan lahannya. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya pengaruh antara harga lahan dengan intensitas pemanfaatan. Berdasarkan analisis regresi sederhana yang dilakukan antara harga lahan terhadap KDB, KLB dan GSB didapatkan angka probabilitias (sig) sebesar kurang dari 0,5 dilihat dari tabel correlation (tabel terlampir pada lampiran 1). Ketentuan mengatakan jika angka probabilitas < 0.05 maka ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Berdasar data yang diperoleh dan dianalisis, antara KDB, KLB dan GSB terhadap harga lahan akhirnya menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan. Namun, teori Berry (1963) pada penelitian ini tidaklah berlaku karena persimpangan jalan yang memotong memiliki kelas jalan yang lebih kecil sehingga tidak terjadi lonjakan harga.
TIPOLOGI KLASTER KOPI DI KABUPATEN TEMANGGUNG Dayinta Pinasthika; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.431 KB)

Abstract

Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki cukup banyak klaster yang sedang berkembang. Klaster di Jawa Tengah dibagi menjadi klaster industri, pertanian, dan pariwisata. Salah satu klaster yang berkembang dengan baik di Jawa Tengah adalah klaster kopi di Kabupaten Temanggung. Klaster tersebut merupakan klaster penghasil kopi terbesar di Jawa Tengah. Masing-masing klaster kopi yang ada di Kabupaten Temanggung memiliki spesifikasi karakteristik yang berbeda dan mengalami permasalahan yang berbeda pula. Karena itu perkembangan klaster tersebut akan mengalami perbedaan. Atas dasar itulah penelitian mengenai tipologi perkembangan klaster kopi di Kabupaten Temanggung ini dilakukan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi perkembangan klaster kopi di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dengan instrumen kuesioner. Penelitian dilakukan terhadap empat sampel klaster, yaitu Klaster Kledung, Klaster Wonoboyo, Klaster Candiroto, dan Klaster Kandangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing klaster memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda. Klaster Kledung merupakan klaster yang memenuhi kriteria tipologi II namun terdapat tambahan variabel pada klaster tersebut yaitu variabel kompetisi dengan luar daerah, perkembangan teknologi, dan inovasi kolektif. Klaster Wonoboyo dan Klaster Kandangan merupakan klaster dengan tipologi II. Klaster Candiroto merupakan klaster yang memenuhi kriteria klaster dengan tipologi II namun terdapat tambahan variabel perkembangan teknologi. Hasil penelitian tersebut menggambarkan terdapat anomali dari kondisi empirik pada lokasi penelitian dibandingkan dengan landasan teori yang dijadikan referensi dalam penelitian ini.
KETERKAITAN PENINGKATAN AKTIVITAS TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN DI KORIDOR NGESREP PASCA PERPINDAHAN KAMPUS UNDIP DI TEMBALANG Tino Yose; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.154 KB)

Abstract

Perpindahan kampus Undip yang semula berada di kawasan Pleburan menuju kawasan Tembalang diperkirakan akan menyebabkan peningkatan aktivitas sehingga bisa mempengaruhi tingkat pelayanan jalan di ruas jalan Ngesrep. Tujuan penelitian ini mengkaji keterkaitan peningkatan aktivitas terhadap tingkat pelayanan jalan di koridor Ngesrep pasca perpindahan kampus Undip di Tembalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, sedangkan analisisnya meliputi, analisis peningkatan aktivitas, analisis tingkat pelayanan jalan, dan analisis keterkaitan peningkatan aktivitas terhadap tingkat pelayanan jalan di koridor Ngesrep. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui terjadi peningkatan aktivitas di koridor Ngesrep dan tidak terjadi perubahan tingkat pelayanan jalan. Hal ini menunjukkan tidak ada keterkaitan antara peningkatan aktivitas terhadap tingkat pelayanan jalan di koridor Ngesrep, kondisi ini dikarenakan jumlah peningkatan volume pergerakan yang tidak terlalu besar sehingga tidak mempengaruhi tingkat pelayanan jalan.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue