cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 368 Documents
UJI FALSIFIKASI RELEVANSI KONSEP DAN PRAKTIS INSTRUMENT TKJI (TES KEBUGARAN JASMANI INDONESIA) SERTA PENYUSUNAN MODEL TES BAGI ANAK-ANAK (6 - 9 TAHUN) Widiyanto, M. Hamid Anwar Herka Maya Jatmika
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 2: November 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.251 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i2.8182

Abstract

AbstractThe aims of the research were to perform (1) critical assessment/ reflection on the concept and practical applicationof evaluation instruments for children physical fitness that was TKJI (Tests of Physical Fitness of Indonesia) category6-9 years, (2) to compile test instruments of physical fitness for children aged 6-9 that were proper, valid, and reliable,(3) to disseminate and implementation development results. This study was divided into three stages, where thefirst stage was to test the truth of the concept and practice of the physical fitness test instrument of Indonesia. Theresearch used qualitative approach through focus group discussion, in-depth interview, and observation with latestreviews of the literature. The second phase that was in the form of research and development, aimed to create amodel for the physical test for children aged 6-9 years and tested a small-scale and wide to measure adherence tothe model. The final stage was model that had been tested on a small scale in which the final model was tested ona large scale to obtain the final model that would be patented and could be used nationally. The development modelin this study was followed by model steps of R D from Borg and Gall (1983) that was divided into four stages,namely: (1) the initial analysis, through research and information gathering; (2) the development of the test, throughplanning up to testing; (3) creation of manual tests; and (4) dissemination and implementation. The population inthis research was elementary school students who were the test subjects in Yogyakarta Special Region. By takingstudents in four districts and one city that were in Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo, and Yogyakarta city.The samples used were elementary school students in 15 regions of the district and the city spread across threedifferent geographical areas of the city, suburban and rura areasl. The sampling technique uses cluster randomsampling. The data analysis results of different test with one way Anova on TKJI based on the data by age andgrade could be obtained that P = .00, for the value of P 0.05, it could be concluded there was significant differencein the value of the TKJI in Class 1, 2, and 3. Based on the analysis using Tukey, it was obtained that the differencebetween first grade and second grade students was P = 0.013, because P 0.05, it could be concluded that therewere significant differences between grade 1 to grade 2 test results of TKJI, difference test between class 1 andclass 3 obtained P = 0.00, because P 0.05, it could be concluded that there were significant differences betweenthe test results of TKJI grade 1 to grade 3 different test between class 2 and grade 3 obtained P = 0.185, because P 0.05 it could be concluded that there was no significant difference between the results of the test TKJI of grade 2to grade 3. The range between the ages of 6-9 contained the characteristics that were relatively unique. At this agea child had a growth process which was relatively amazing. Age difference in each month would bring achievementdifference in terms of growth and development. Categorization range of each child’s abilities which was measuredin a fitness test tool was still too rough. Children in this age stage were in a potential period, not on actualizationperiod. TKJI tended to measure on actualization period so – the conclusion tended to tend to be justified on thelack of proper area.Keywords: falsification test, TKJI, 6- 9 years old.AbstrakTujuan penelitian ini adalah (1) Melakukan pengujian/refleksi kritis terhadap konsep dan aplikasi praksis dariinstrumen evaluasi kebugaran jasmani anak yaitu TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia) kategori 6 – 9 tahun,(2) Menyusun instrumen tes kebugaran jasmani untuk anak usia 6 – 9 yang layak, valit, dan reliabel, (3) desiminasidan implementasi hasil pengembangan. Penelitian ini dibagai dalam tiga tahap, dimana tahap pertama adalahuji kebenaran konsep dan praksis terhadap instrumen Test Kebugaran Jasmani Indonesia. Dimana didalamnya menggunakan pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion, in-depth interview dan observasi dengan dibantukajian literatur terbaru. Tahap kedua, berupa penelitian dan pengembangan, bertujuan untuk menyusun model testfisik bagi anak-anak usia 6 – 9 tahun dan melakukan ujicoba skala kecil dan luas untuk mengukur keterlaksanaanmodel tersebut. Tahapan terakhir adalah model yang sudah teruji pada skala kecil yang merupakan model finaldiujicobakan dengan skala besar untuk mendapatkan model akhir yang akan dipatenkan dan dapat dipakai secaraNasional. Adapun model pengembangan dalam penelitian ini mengikuti langkah-langkah model R D dari Borgdan Gall (1983) yang dibedakan dalam empat tahap, yaitu: (1) analisis awal, melalui penelitian dan pengumpulaninformasi; (2) pengembangan tes, melalui perencanaan sampai dengan pengujian; (3) pembuatan manual tes; dan(4) desimilasi dan implementasi.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang menjadi subjek tesTKJI di Daerah Istimewa Yogyakarta.Dengan mengambil siswa di empat Kabupaten dan satu kota yakni KabupatenBantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo dan 1 Kota Yogyakarta. Sampel yang digunakanadalah siswa sekolah dasar di 15 wilayah Kabupaten dan Kota yang tersebar di 3 wilayah geografis yang berbedayakni kota, pinggiran dan desa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Data hasil analisis uji bedadengan one way Anava pada data TKJI berdasarkan usia dan kelas dapat diperoleh bahwa P = 0,00, karena nilaiP 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan nilai hasil TKJI pada siswa kelas 1, 2, dan 3.Berdasarkan hasil analisis menggunakan Tukey diperoleh bahwa uji beda antara kela 1 dengan kelas 2 diperolehP = 0,013, karena P 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil tes TKJIantara kelas 1 dengan kelas 2, uji beda antara kela 1 dengan kelas 3 diperoleh P = 0,00, karena P 0,05 makadapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil tes TKJI antara kelas 1 dengan kelas 3, uji bedaantara kela 2 dengan kelas 3 diperoleh P = 0,185, karena P 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatperbedaan yang signifikan hasil tes TKJI antara kelas 2 dengan kelas 3. Rentang umur antara 6 – 9 mengandungkarakteristik yang relatif unik. Pada usia ini seorang anak memiliki proses tumbuh kembang yang relative luar biasa.Perbedaan umur dalam setiap bulan membawa perbedaan capiaan dari sisi pertumbuhan maupun perkembangan.Rentang kategorisasi dari masing-masing kemampuan anak yang diukur dalam alat tes kebugaran ini sifatnya masihterlalu kasar. Anak dalam tahapan usia ini merupakan ranah yang bersifat potensi, bukan pada wilayah aktualisasi.Tkji cenderung mengukur pada wilayah aktualisasi—sehingga penyimpulannya cenderung bersifat justifikasi padaruang yang kurang tepat.Kata Kunci: Uji Falsifikasi, TKJI, Usia 6- 9 Tahun.
MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAKBOLA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR I I Komang Ngurah Wiyasa
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 9, No 1 (2013): April
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.914 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v9i1.3063

Abstract

Game of football is a game that is not foreign to the people of Indonesia. Players ranging from early childhood toadulthood, even old age are still excited to play football. The question is why sports games soccer Indonesia hasnot been able to keep the level of Asia? This is of course necessary to find a solution that ultimately, the future ofIndonesia has a bias player’s file system. It seems that coaching from an early age from the school to its attention.A teacher is expected to improve her professional educators, so that the packing process always focuses on threedomains of learning, namely (1) cognitive, (2) affective, and (3) psychomotor. This paper is essentially to providean overview and understanding that teachers are able to carry out duties in a professional ‘in the field. Teachingprofession is an occupation that emerged from the drive you, so well-loved job as a teacher. This paper examineswritten descriptively with opinions, ideas and comments of the experts on sports learning system in elementaryschool that need attention, particularly on sport football game. Expected in the present study is a process that putsthe students in the learning process, so that teachers act more as facilitators. Teachers should be able to explorethe potential of students with various innovations / model in the learning process that eventually students can findthemselves wide range of skills to play soccer.Keywords: Instructional, Soccer, Elementary School.
ANALISIS SENAM ANGGUK DI KABUPATEN KULONPROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Farida Mulyaningsih
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.863 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17109

Abstract

AbstrakSenam Angguk merupakan aktiftas gerak senam yang dilakukan masyarakat baik dalam lingkungan sekolah maupunmasyarakat secara umum di Kabupaten Kulonprogo, namun apakah dapat dikategorikan dalam kelompok senamatau belum sehingga harus dikaji terlebih dahulu. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisis,dan menginterpretasikan Senam Angguk di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode atau jenispenelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu dengan mengobservasi langsung ke lapangankemudian melakukan wawancara ringan tentang Senam Angguk dan mengambil flm sebagai dokumentasi. Kemudianmenganalisis Senam Angguk yang ada di Kabupaten Kulonprogo dengan melibatkan pakar senam sebagai ExpertJudgment. Setelah dianalisis apakah Senam Angguk termasuk dalam karakteristik senam, maka diperoleh hasilsebagai berikut: Senam Angguk cenderung masuk dalam senam aerobik ringan, dengan intensitas waktu yang relatifpendek (15 menit), dengan tujuan untuk rekreatif, dan dapat untuk menjaga kebugaran lansia muda kurang lebihusia 50 tahun. Namun secara sistematika, gerakan masih banyak yang tidak berurutan.Kata Kunci: Analisis, Senam AnggukAbstractAn Angguk Gymnastics was a Gymnastics movement conducted by the community both in school environment aswell as community in general in Kulonprogo Regency, however, could it be categorized in Gymnastics group or not sothat it could be examined frstly. This research was aimed to describe, analyze and interpret an Angguk Gymnasticsin Kulonprogo Regency Yogyakarta Special Region. This was a qualitative research include by observing directly tothe feld, furthermore conducted a light interview on an Angguk Gymnastics and take flm as a documentation. Thenanalyzed an Angguk Gymnastics available in Kulonprogo Regency by involving a Gymnastics expert as an ExpertJudgment. After analyzed whether an Angguk Gymnastics was categorized in Gymnastics characteristics so thatobtained the following results: Angguk Gymnastics tended to be categorized in a light Gymnastics with a relativelyshort term (15 minutes) aimed to be recreative and could keep the younger-elderly ftness aged about 50 years old.However, systematically the movements were still not in order.Keywords: Analysis, Angguk Gymnastics
MODEL PEMANASAN DALAM BENTUK BERMAIN PADA PEMBELAJARAN SEPAKBOLA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR - Yudanto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.536 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3490

Abstract

AbstractThis study aims to produce a model of warming up in the form of football played on learning for elementary school students. This research is development. Model development in this study, a procedural model that is descriptive, as outlined in this study or using the steps that must be followed to produce a model of warming up in the form of football played on learning for elementary school students. Procedures or steps that are used in this study using five major steps or procedures, namely: 1) to analyze the product to be developed, 2) develop the initial product, 3) test the expert validation and reliability testing of products, 3) pilot-scale small and wide, and 5) revision of the product. Validation test using a content validation and reliability tests use Rough Suitability Index (Index Crude Agreement), the results of reliability test results of 0.75 coefficients. Small-scale and large-scale trials are conducting at Gantiwarno Elementary School Muhammadiyah, Klaten. Small-scale trials are using as many as 16 students in grade 5 students and large-scale trials using Grade 4 and 5 by the number of 54 students. The final results in this study of eight (8) warming up model in the form of football played on learning for elementary school students. The heating model names as follows: copy the mine, catch me, shoot me, kick sequence, follow me, do not hit me, pulled up stakes and take my ball.Keyword: Warming up Model, Soccer, Elementary SchoolAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang berupa model pemanasan dalam bentuk bermain pada pembelajaran sepakbola bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan dalam penelitian ini, berupa model prosedural yang bersifat deskriptif, karena dalam penelitian ini menggariskan atau menggunakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk yang berupa model pemanasan dalam bentuk bermain pada pembelajaran sepakbola bagi siswa sekolah dasar. Prosedur atau langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lima langkah atau prosedur yang utama, yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal, 3) uji validasi ahli dan uji reliabilitas produk, 3) uji coba skala kecil dan luas, dan 5) revisi produk. Uji validasi menggunakan validasi isi dan uji reliabilitas menggunakan Indeks Kesesuaian Kasar (Crude Index Agreement), hasil uji reliabilitas memperoleh hasil koefisien sebesar 0,75. Uji coba skala kecil dan skala luas dilaksanankan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantiwarno, Klaten. Uji coba skala kecil menggunakan siswa kelas 5 sebanyak 16 siswa dan uji coba skala luas menggunakan siswa kelas 4 dan 5 dengan jumlah 54 siswa. Hasil akhir dalam penelitian ini berupa delapan (8) model pemanasan dalam bentuk bermain pada pembelajaran sepakbola bagi siswa sekolah dasar. Adapun nama-nama model pemanasan sebagai berikut: tirukan saya, kejar aku, tembaklah aku, tendangan berurutan, ikuti saya, jangan tabrak aku, pindah tempat dan ambil bolaku.Kata Kunci: Model Pemanasan, Pembelajaran Sepakbola, Sekolah Dasar
Upaya meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya menggantung melalui alat bantu Dwi Adya Prihandana
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 14, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.617 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v14i1.21342

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XII TGB SMK Negeri 1 sedayu yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis, terjadi peningkatan yang signifikan pada prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada prasiklus hasil belajar lompat jauh gaya menggantung peserta didik kategori cukup 25,8%, kurang 64,5% dan sangat kurang 9,7%. Dalam prasiklus jumlah peserta didik yang tuntas adalah 8 peserta didik. Sedangkan pada Siklus I, kategori baik sebesar 22,5%, cukup 32,2%, kurang 42% dan kurang sekali 3,2%. Dalam Siklus I jumlah peserta didik yang tuntas adalah 17 peserta didik. Pada siklus II, kategori sangat baik sebesar 6,4%, baik 35,5%, cukup 38,7% dan kurang 19,4%. Dalam Siklus II jumlah peserta didik yang tuntas adalah 25 peserta didik. Pelaksanaan Siklus II menyebabkan hasil belajar lompat jauh gaya menggantung meningkat menjadi lebih baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan penerapan alat bantu mampu meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya menggantung.
Upaya peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode bagian pada siswa SMA Trias Agung Hutama Putra; M Fransazeli Makorohim; Novri Gazali
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 15, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.102 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v15i2.24709

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu, tidak tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa pada materi lari jarak pendek. Hal ini dikarenakan metode yang diterapkan belum efektif sehingga pembelajaran tidak mencapai hasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh  siswa  kelas  X  IPA2   SMA  Negeri  6  Pekanbaru  dan  sampel  dalam penelitian ini adalah kelas X IPA2  SMA Negeri 6 Pekanbaru yang berjumlah 31 orang.  Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, teknik kepustakaan dan tes unjuk kerja. Data dianalisis dengan menggunakan statistic sederhana. Dari pelaksanaan sebelum siklus terdapat 16 siswa yang mencapai nilai KKM (51,61%) dan 15 siswa yang belum mencapai nilai KKM (48,39%). Dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus I dan hasilnya meningkat dengan jumlah 20 siswa yang mencapai KKM (64,52%) dan 11 siswa yang belum mencapai KKM (35,48%). Maka dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus II dan hasilnya meningkat dengan jumlah 25 siswa yang mencapai KKM (80,65%) dan 6 siswa yang belum mencapai KKM (19,35%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode bagian pada siswa kelas X IPA2 SMA Negeri 6 Pekanbaru. Efforts to Improve Learning in 100-meter Sprint Running Using Section Methods for High School Students AbstractThe problem in this study is that there is no achievement of the minimum completeness criteria (KKM) of students on short distance running material. This is because the method applied has not been effective so that learning does not achieve maximum results. This study aims to determine the improvement of learning 100 meters sprint running using the method. The population in this study were all students of class X IPA2 SMA Negeri 6 Pekanbaru and the sample in this study was class X IPA2 SMA Negeri 6 Pekanbaru which amounted to 31 people. The sample selection technique in this study was random sampling. Data collection techniques in this study were carried out with observation techniques, library techniques and performance tests. Data were analyzed using simple statistics. From the pre-cycle implementation there were 16 students who achieved the KKM score (51.61%) and 15 students who had not achieved the KKM score (48.39%). Continued with the implementation of the first cycle and the results increased with the number of 20 students who reached the KKM (64.52%) and 11 students who had not reached the KKM (35.48%). Then proceed with the implementation of the second cycle and the results increased with the number of 25 students who reached KKM (80.65%) and 6 students who had not reached the KKM (19.35%). Thus it can be concluded that there is an increase in learning of 100 meters sprint using part methods in students of class X IPA2 State Senior High School 6 Pekanbaru.
Pengembangan model pembelajaran tematik pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk sekolah dasar Maharani Fatima Gandasari
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 15, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.629 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v15i1.25489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menghasilkan model pengembangan pembelajaran tematik materi penjasorkes yang disajikan sesuai dengan tema pembelajaran kelas II SD, 2) Menguji keterlaksanaan model pengembangan pembelajaran tematik materi penjasorkes yang disajikan sesuai dengan tema pembelajaran kelas II sekolah dasar, 3) Menguji ketertarikan peserta didik terhadap model pengembangan pembelajaran tematik materi penjasorkes yang disajikan sesuai dengan tema pembelajaran kelas II sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development yakni pengembangan produk berupa model pembelajaran tematik. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan kuisioner dengan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kemudian di konversikan ke data kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas II di 22 sekolah dasar di kota Salatiga. Hasil secara keseluruhan dari uji skala terbatas dan uji skala luas dari ketertarikan produk dari peserta didik rata-rata 85,59 (Baik), keterterimaan produk dari guru rata-rata 85,55 (Baik), keterlaksanaan dari penilaian kognitif rata-rata 82,63 (Baik), afektif rata-rata 83,06  (Baik) dan psikomotor rata-rata 82,75 (Baik). Keterterimaan produk yang dihasilkan diperoleh nilai rata-rata 85,57 (Baik) dan keterlaksanaan nilai rata-rata 82,81 (Baik). Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitubahwa model pembelajaran materi penjasorkes untuk kelas II sekolah dasar yang dikembangkan dapat diterima dengan Baik  dan dapat terlaksana dengan Baik. Disarankan bagi guru Penjasorkes untuk dapat menggunakan model pembelajaran tematik yang dihasilkan sebagai gambaran dan acuan guru penjasorkes untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif. The development of thematic learning model for penjasorkes materials of the primary school AbstractThe research investigated to produce the development of thematic learning model of Penjasorkes material which was presented in accordance with the learning theme of the 2nd grade in primary school. 2) It also investigated to test the implementation of thematic learning model of Penjasorkes material which was presented in accordance with the learning theme of the 2nd grade in primary school. 3) And then, it investigated to test the interest of learners to thematic learning model of Penjasorkes material which was presented in accordance with the learning theme of the 2nd grade in primary school. The Method that is used in this research is reseach and development that is development product as thematic learning. Techniques of collecting data used observation and questionnaire in which analysize techniques data used statistical descriptions than converted into qualitative data. Research subjects are students of 2nd grade primary school in 22 primary school in Salatiga. Over all results of tests on a limited scale and large-scale test of interest in the product of the average learner 85,59 (B), Acceptability of products produced average values obtained 85,57 (B) and the enforceability of the average value of 82,81 (B). The conclusion of the study was the thematic learning model of Penjasorkes materials for the 2nd grade of primary school which was developed could be very good acceptable and could be accomplished well. For the teachers of Penjasorkes hopefully could use the product of thematic learning materials of Penjasorkes as an overview and reference to develop learning materials more creative and innovative.
Dukungan orangtua terhadap motivasi berprestasi siswa SKOI Kalimantan Timur dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani Mahardhika, Nanda Alfian; Jusuf, Jeane Betty Kurnia; Priyambada, Galih
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 14, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.331 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v14i2.23525

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui dukungan orang tua terhadap motivasi berprestasi siswa SKOI Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan survei menggunakan instrumen angket yang berikan orang tua siswa dan siswa SKOI yang berjumlah 50 orang. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa dan siswa SKOI Kalimantan Timur. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan sampel seluruh anggota populasi sebagai sampel. Teknik analisis statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Rencana penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan. Hasil penelitian ini adalah dukungan orang tua siswa termasuk dalam kategori sangat baik yaitu sebesar 93,4 %. Motivasi berprestasi siswa termasuk kedalam kategori sangat baik yaitu sebesar 97,2 %. Parental support for the achievement motivation of SKOI students in East Kalimantan in attending physical education learning AbstractThe aim of this research is to examine the effect of parent’s supports toward the needs of achievement possessed by students of Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) in Samarinda city. This research method used in this research is descriptive qualitative method. The instrument of research was the questionnaires shared to the population of 50 SKOI students as well as their parents. The saturated sample research technique was used to the all over population as the sample. The method of this research was presented in the percentage term and done within a six-months period. The result of this research is that the support of parent’s students gained a positive trend with 93.4% and the needs of achievement of the students are very good (accounted for 97,2%).
TINGKAT KEMAMPUAN DASAR BERMAIN MINI TENISPESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI SINDUADI 1,KECAMATAN MLATI, KABUPATEN SLEMAN - Ngatman
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 10, No 2: November 2014
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.8 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v10i2.5693

Abstract

AbstractThe background of this research is the problem about the lack of basic skills playing mini tennis of students class Velementary school Sinduadi 1, therefore, the purpose of this research is for finding out the level of basic skills playingmini tennis of students class V elementary school Sinduadi 1, subdistrict Melati, Sleman regency, DIY.This researchis a descriptive research using survey method with test and measurement technique. The subject of this study is 29students class VB elementary school Sinduadi 1, subdistrict Melati, Sleman regency, DIY. The instruments usedin this research are modified tests including service, forehand, and backhand test. Those tests have been testedto12 students in grade V SD Negeri Sinduadi II, Mlati, Sleman, DIY. The result of this research which is about thelevel ofbasic skills playing mini tennis of students class V elementary school Sinduadi 1, subdistrict Melati, Slemanregency, DIY is in category of medium. Following of this research is : there is a student with percentage 3,45% isin category very good, 9 students with with percentage 31,03% is in category good, 10 students with percentage34,48% is in category medium, 8 students with percentage 27,59% is in category low, and a student with percentage3,45% is in category very low. Thus, it can be concluded that students’ basic competency in playing mini tennis ingrade V SD Negeri Sinduadi 1, Mlati, Sleman DIY is categorized as average.Key words : Basic skills playing mini tennisAbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh masalah masih kurangnya tingkat kemampuan dasar bermain mini tenis pesertadidik kelas V SD Negeri Sinduadi 1, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuani untuk mengetahuitingkat kemampuan dasar bermain mini tenis peserta didik kelas V SD Negeri Sinduadi 1, Kecamatan Mlati, KabupatenSleman, DIY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan mengunakan metode survei. Teknikpengumpulan datanya menggunakan teknik tes dan pengukuran.Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didikkelas VB SD Negeri Sinduadi 1, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY sebanyak 29 Peserta didik. Instrumenyang digunakan dalam penelitian ini adalah: tes servis, tes forehand, dan tes backhand yang telah dimodifikasi olehpeneliti. Uji coba instrumen penelitian dilakukan terhadap 12 peserta didik kelas V SD Negeri Sinduadi II, KecamatanMlati, Kabupaten Sleman, DIY. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan dasar bermain mini tenispeserta didik kelas V SD Negeri Sinduadi 1, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY termasuk dalam kategorisedang. Adapun rincian hasil penelitiannya adalah sebagai berikut : terdapat 1 peserta didik dengan persentase3,45% masuk dalam kategori sangat baik, 9 peserta didik dengan persentase 31,03% masuk dalam kategori baik, 10peserta didik dengan persentase 34,48% masuk dalam kategori sedang, 8 peserta didikdengan persentase 27,59%masuk dalam kategori kurang, dan 1 peserta didik dengan persentase 3,45% masuk dalam kategori kurang sekali.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan dasar bermain tenis mini peserta didik kelas V SDNegeri Sinduadi 1, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY berkategori sedang. Kata Kunci: Kemampuan dasar bermain mini tenis
PENINGKATKAN KEAKTIFAN ASPEK AFEKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN GERAK DASAR LOMPAT TINGGI DENGAN METODE PERMAINAN SISWA KELAS IV SD NEGERI BANYURADEN GAMPING SLEMAN Mulyaarja dan Tri Ani Hastuti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 2: November 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.691 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i2.8187

Abstract

AbstractThe research problem was that there were some fourth grade students of SD Negeri Banyuraden, Gamping, Slemanwho found it hard to perform the high jump basic moves. The research objective was to improve the activeness of theaffective aspects from the fourth grade students of SD Negeri Banyuraden, Gamping, Sleman on the high jump basicmoves learning through the game method.This research was a classroom action research (CAR). The subjects werethe fourth grade students of SD Negeri Banyuraden, Gamping, Sleman with the total of 26 students. The assessmentinstruments were such as the observation sheets assessment for the improvement of affective aspects activenessof the students. The research method consisted of four main aspects, such as planning, action, observation, andreflection. The data analysis was using descriptive qualitative and descriptive quantitative analysis. The indicator forthesuccess was when the assessment results for the improvement of the affective aspects activeness of the studentsin the high jump learningthrough the game method had been gaining a score at ≥ 51 in other words it means that animprovementfor the activeness of the affective aspects of the students was in “good”.The results showed that it wasproved that the meeting in two cycles had been able to improve the activeness of the affective aspects of the studentsin the high jump basic moves learning on the fourth grade students of SD Negeri Banyuraden, Gamping,Sleman.Significant improvement occurred as it was compared to the initial data and the data of the first cycle. Improvementfor the activeness of the students’affective aspect in the high jump learning basic moves in the second cycle had theappropriate indicators of success. The score at “72” showed that the improvement for the activeness of the affectiveaspects of students was implemented really well.Keywords:Activeness, Affective, High Jump, Elementary School Students, GamesAbstrakPermasalahan penelitian adalah terdapat beberapa siswa kelas IV SD Negeri Banyuraden KecamatanGampingKabupaten Sleman yang sulit dalam melakukan gerak dasar lompat tinggi. Tujuan penelitian untuk meningkatkankeaktifan aspek afektif siswa dalam pembelajaran gerak dasar lompat tinggi siswa kelas IV SD Negeri BanyuradenKecamatan Gamping Kabupaten Sleman dengan metode permainan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakankelas (PTK). Subyek penelitian adalah Siswa Kelas IV Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman yangberjumlah keseluruhan 26 siswa. Instrumen penilaian berupa lembar observasi penilaian peningkatan keaktifanaspek afektif siswa. Metode penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 aspek pokok, yaitu perencanaan, tindakan, tahappengamatan/observasi, dan refleksi.Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator pencapaiankeberhasilan adalah apabila hasil penilaian peningkatan keaktifan aspek afektif siswa dalam pembelajaran lompattinggi dengan metode permainan telah mendapatkan skor ≥ 51 dengan arti lain peningkatan keaktifan aspek afektifsiswa berlangsung dengan “baik”. Hasil penelitian menunjukkan terbukti bahwa kenyataannya dalam pertemuan di duasiklus sudah dapat meningkatkan keaktifan aspek afektif siswa dalam pembelajaran gerak dasar lompat tinggi siswakelas IV SD Negeri Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten. Peningkatan yang terjadi signifikan di bandingkandata awal dan data siklus satu. Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar lompat tinggi dalamranah aspek afektif di siklus dua telah sesuai indikator keberhasilan. Skor “72” menunjukkan Peningkatan keaktifanaspek afektif siswa berlangsung dengan baik.Kata kunci : Keaktifan, Afektif, Lompat Tinggi, Siswa SD, Permainan