cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 368 Documents
MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK NOMOR LEMPAR LEMBING UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Luthfe Lufthansa
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.27 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17103

Abstract

AbstractThis study aims to develop a learning model of javelin games in athletics for slightly mentally retarded children. Theresearch and development study was conducted in the research and development steps as follows: (1) collectinginformation in the feld, (2) analyzing the information, (3) developing the preliminary product, (4) conducting expertvalidation and revision, (5) conducting a small-group feld tryout and revision, (6) conducting a large-group feld tryoutand revision, and (7) making the fnal product. The data collection instruments included: (1) an interview guideline,(2) a grade scale, and (3) an observation guideline. The data were analyzed by means of quantitative and qualitativedescriptive techniques. The study produces a guidebook for the learning of throwing games in athletics for slightlymentally retarded children consisting of eight models, i.e.: (1) a learning model of the tabok ball netting,(2) a learning model of the throw, (3) a learning model of throwing a tailed ball at a hanging hoop target, (4) a learningmodel of throwing a rocket to a star.Keywords: Slightly Mentally Retarded Children, Athletics Learning, DevelopmentAbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran atletik nomor lempar lembing untuk anak tunagrahitaringan. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut: (1) pengumpulaninformasi di lapangan, (2) analisis terhadap informasi, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli dan revisi,(5) uji coba lapangan kelompok kecil dan revisi, (6) uji coba lapangan kelompok besar dan revisi, dan (7) pembuatanproduk fnal.Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) pedoman wawancara, (2) skala nilai, dan (3)pedoman observasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptifkualitatif. Penelitian menghasilkan buku panduan pembelajaran atletik nomor lempar untuk anak tunagrahita ringanyang berisikan empat model, yaitu (1) model pembelajaran bermain netting tabok bola, (2), model pembelajaranmelempar, (3) model pembelajaran melempar bola berekor dengan sasaran simpai yang digantung, (4) modelpembelajaran melempar roket ke bintang.Kata Kunci: Anak Tunagrahita Ringan, Pembelajaran Atletik, Pengembangan
IDENTIFIKASI KESALAHAN DALAM MELAKUKAN LOMPAT TINGGI GAYA GULING PERUT SISWA KELAS V sdn iii PENGASIH WATES KULONPROGO Sriawan Sriawan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 1: April 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.923 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i1.8171

Abstract

AbstractThe research was started from a survey that students experienced struggles in participating the learning that wasalso a desire to find out the obstacle factors in the high jump material. The purpose of this study was to determinethe error and difficulty factors experienced by students in participating the high jump straddle style of high jumplearning. This study used survey method with observation sheets and questionnaires. The subjects were fifth gradesstudents of State Elementary School in Pengasih, Wates, Kulon Progo. The data analysis employed quantitativedescriptive analysis. The results showed that the percentage of data classification of straddle high jump as follows;the most error factor was when floating, the second error factor was landing, the third error factor was pushing, andthe fourth error factor was the beginning.Keywords: error, straddle high jumpAbstrakPenelitian dimulai dari suatu survei bahwa siswa mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran juga suatukeinginan untuk mengetahui faktor penghambat itu dalam materi lompat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui faktor-faktor kesalahan dan kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mengikuti pelajaran lompat tinggiguling perut. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan lembar pengamatan dan angket. Subyek penelitianadalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri III Pengasih Wates Kulon Progo, analisis data menggunakan analisisdeskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi data persentase pelaksanaan lompat tinggiguling perut sebagai berikut; faktor paling banyak kesalahan adalah saat melayang, tingkat kesalahan kedua adalahmendarat, tingkat kesalahan ketiga adalah tolakan, dan tingkat kesalahan keempat adalah awalan.Kata kunci: kesalahan, lompat tinggi guling perut
UPAYA MENINGKATAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK KELAS X MIA 3 SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING DEPAN MELALUI MEDIA VIDEO TAHUN AJARAN 2015-2016 Wibowo, Ragil Sapto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.177 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i1.10212

Abstract

AbstractThe problem in this research is the lack of ability level roll forward learners class X Mia 3 SMA Muhammadiyah 1Yogyakarta in learning Penjasorkes. Thus, this study aims to improve the ability of the front roll students in classX Mia 3 Penjasorkes learning through the medium of video. Ni research is classroom action research which lastedfor two cycles, each cycle consisting of one meeting. The subjects of this study are students of class X Mia 3 SMAMuhammadiyah 1 Yogyakarta totaling 19 learners. Data collection techniques used were observation and interviewswith teachers. The results showed that students of class X Mia 3 increased significantly after being given the ability toact by the researcher. In the first cycle an increase in the value of completeness roll forward from the initial conditionof 21.05% to 36.84%. Such conditions do not meet the indicators of success or an increase reached 75.00%, sothat the action on the second cycle. In the second cycle increased the value of the thoroughness of the first cycle of36.84% to 84.21%. It can be concluded that bolsters the ability of future students of class X Mia 3 in the followingstudy penjasorkes an increase in video media.Keywords: Ability, Bolsters Home, Media VideoAbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya tingkat kemampuan guling depan peserta didik kelas X Mia3 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam pembelajaran Penjasorkes. Sehingga, dalam penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkan kemampuan guling depan peserta didik kelas X Mia 3 dalam pembelajaran Penjasorkes melaluimedia Video.Penelitian ni adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dua siklus, setiap siklus terdiri darisatu pertemuan. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X Mia 3 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yangberjumlah 19 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara terhadapguru.Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas X Mia 3 mengalami peningkatan kemampuan secara signifikansetelah diberi tindakan oleh peneliti. Pada siklus I terjadi peningkatan nilai ketuntasan guling depan dari kondisiawal 21,05% menjadi 36,84%. Kondisi tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan atau terjadi peningkatanmencapai 75,00%, sehingga dilakukan tindakan pada siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan nilai ketuntasandari siklus pertama 36,84% menjadi 84,21%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan guling depansiswa kelas X Mia 3 dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes terjadi peningkatan dengan media video.Kata kunci: Kemampuan, Guling Depan, Media Video
Penerapan budaya 7K untuk siswa sekolah dasar Any Budiarti; Sriawan Sriawan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 13, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.611 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v13i1.21025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan budaya 7K (Keamanan, Kenyamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, dan Kerindangan) yang dilakukan oleh siswa kelas IV, V, VI di SD Negeri 7 Kebumen, Kecamatan Kebumen. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV, V, VI di SD Negeri 7 Kebumen, Kecamatan Kebumen. Jumlah siswa keseluruhan yang diteliti sebanyak 100 siswa. Teknik pengambilan data menggunakan angket. Validitas kontsruk instrumen penelitian dengan expert judgement dan validitas instrumen angket dilakukan dengan analisis butir. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan budaya 7 K pada faktor yang dikategorikan sangat baik ada 2 faktor yaitu ketertiban dan kekeluargaan dengan presentase keseluruhan sebesar 28,6%, pada kategori baik ada 4 faktor yaitu keamanan, kenyamanan, kebersihan dan keindahan dengan presentase keseluruhan sebesar 57,1%, pada kategori cukup ada 1 faktor yaitu kerindangan dengan presentase keseluruhan sebesar 14,3%, dan kategori tidak baik dengan presentase 0%. Sehingga hasil penelitian penerapan budaya 7 K di SD Negeri 7 Kebumen, Kecamatan Kebumen adalah baik.  Application of 7K culture for elementary school students AbstractThe aim of this research is to know the implementation of 7K culture (security, comfort, hygiene, orderliness, beauty, kinship, and shade) done by grade IV, V, VI students at primary public school 7 Kebumen. The design of this research is descriptive research with survey method. The subject of this research is all students. Total students were 100 students. Technique of taking data using questionnaire. The validity of research instruments using expert judgment and validity of questionnaire instrument is done by item analysis. Technique of data analysis used in this research is descriptive statistical data analysis. The result of this research can be concluded that 7 K culture enrichment on factor which is categorized very good there are 2 factors that is orderliness and kinship with total percentage equal to 28,6%, good category there are 4 factor that is security, comfort, hygiene and beauty with total percentage equal to 57 , 1%, in the category enough there is one factor that is shade with the overall percentage of 14.3%, and the category is not good with a percentage of 0%. So the results of research implementation of culture 7 K in primary public school District is good.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU PENGENALAN PERTOLON GAN DAN PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ranintya Meikahani dan Erwin Setyo Kriswanto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 1: April 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.097 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i1.8166

Abstract

AbstrakSecara umum cedera bisa terjadi kapan saja dan sulit untuk dihindari. Pengetahuan mengenai pertolongan danperawatan cedera olahraga sangat penting untuk siswa ataupun guru dalam pembelajaran Penjasorkes atau dalamaktivitas fisik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk sumber belajar buku saku dalammemperkenalkan pertolongan dan perawatan cedera olahraga untuk siswa SMP.Jenis penelitian ini adalah penelitiandan pengembangan (Research and Development), yang menggunakan prosedur penelitian dari Sugiyono yangdimodifikasi. Peneliti menggunakan 8 dari 10 langkah Sugiyono, yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulanbahan, desain produk, pembuatan produk, validasi oleh ahli materi dan ahli media, revisi produk, produk akhir, sertauji coba terbatas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP N 4 Depok Yogyakarta. Analisis datadengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif persentase.Hasil penelitian dan pengembangan bukusaku dengan pokok bahasan materi (luka terbuka dan luka tertutup) ini dikategorikan layak dengan tingkat kelayakansebesar 83% dan dari segi kelayakan media sebesar 80%. Berdasarkan uji coba kelompok kecil, kelayakan daribuku saku meliputi segi materi sebesar 76%, segi keterbacaan bahasa sebesar 75%, segi penyajian buku sebesar63%, serta segi tampilan buku sebesar 70%. Sedangkan berdasarkan uji coba kelompok besar, kelayakan dari bukusaku meliputi: Segi materi sebesar 87%, segi keterbacaan bahasa sebesar 90%, segi penyajian buku sebesar 90%,serta segi tampilan buku sebesar 91%. Secara keseluruhan buku saku ini telah dinyatakan layak digunakan dalampengenalan pertolongan dan perawatan cedera olahraga untuk siswa SMP setelah melalui dua tahap uji coba.Kata kunci: Pengembangan, Buku Saku, Pertolongan dan Perawatan Cedera Olahraga
PENINGKATAN PEMBELAJARAN SERVIS ATAS BOLAVOLI MELALUI METODE TEAM GAMES TOURNAMENT KELAS XI MIA 5 SMAN 1 SLEMAN Akhmad Slamet Nur Hidayat , Handaka Dwi Wardaya
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 2: November 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.369 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i2.8190

Abstract

AbstractThis research is a classroom action research that lasted three cycles, each cycle consisting of one meeting . Subjectswere students of class XI MIA 5 SMA Negeri 1 Sleman totaling 25 students. Data collection techniques used werestudent observation , interview students and student learning outcomes .The results showed that the students of classXI MIA 5 has increased significantly over head serve ability after being given action by teachers and collaborators. In the first cycle level of ability by 64 % , and 9 students who have not reached the value 75 , the second cyclelevel of student ability by 72 % and there are 7 students who have not reached the value of 75 , and the cycle intothe third level of the ability of students increased by 88 % or there are 3 students who have not reached a value of75. It can be concluded that the ability of students in learning over head serve of volleyball can be improved throughTeam Games Tournament ( TGT ) method.Keyword: overhead serve, volleyball, Team Games Tournament (TGT)AbstrakPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung tiga siklus, setiap siklus terdiri dari satu pertemuan.Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA 5 SMA Negeri 1 Sleman yang berjumlah 25 siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah observasi siswa, wawancara siswa dan hasil belajar siswa. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa siswa kelas XI MIA 5 mengalami peningkatan kemampuan servis atas secara signifikan setelahdiberi tindakan oleh guru dan kolaborator. Pada siklus I tingkat kemampuan sebesar 64%, dan masih 9 siswa yangbelum mencapai nilai 75, pada siklus II tingkat kemampuan siswa sebesar 72 % dan masih ada 7 siswa yang belummencapai nilai 75, dan pada siklus ke III tingkat kemampuan siswa meningkat sebesar 88% atau masih ada 3 siswayang belum mencapai nilai 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam pembelajaranservis atas bolavoli dapat ditingkatkan melalui metode Team Games Tournament (TGT).Kata kunci: servis atas, bolavoli, Team Games Tournament (TGT)
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KETERAMPILAN DASAR BOLATANGAN BAGI MAHASISWA Sridadi Sridadi; AM Bandi Utama
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.45 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17110

Abstract

AbstractThis study aims to: (1) Develop basic skills test instruments handball, (2) Determine the validity and reliability ofestimating basic test instruments handball, (3) Creating a grain basic test instruments handball valid. The researchmethod uses research and development. The subjects were 30 students of sixth semester, PJKR’s student. Datacollection instruments such as observation sheets and questionnaires. The instrument used to obtain informationexpert (expert judgment). Number judge involved three people. Validity determined by content validity and reliabilityof the instrument using the correlation Inter Rater. The results of the correlation coeffcient calculation, it is knownthat the rater score 1 = 0.999, 2 = 0.996 rater score, and score rater 3 = 0.991. The results estimated by the reliabilitycalculation of rxx Alpha coeffcient = 0.994. The result of the development of the form of instrument tests basicskills handball for students produce three (3) types of test are: (1) The test of skills passing the target wall (time:30 seconds), (2) Tests dribbling skills (time: 30 seconds) (3) test skill shot flying perform three shots from threepositions: left, center and right.Key Words : instrument development, handball basic skill, student.AbstrakPenelitian ini bertujuan: (1) Mengembangkan instrumen tes keterampilan dasar bola tangan, (2) Mengetahuivaliditas dan mengestimasi reliabilitas instrumen tes dasar bola tangan, (3) Menciptakan butir-butir instrumentes dasar bola tangan yang valid. Metode penelitian menggunakan research and development. Subjek penelitianadalah 30 mahasiswa semester VI, prodi PJKR FIK UNY. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasidan kuesioner. Instrumen digunakan untuk mendapatkan informasi ahli (expert judgement). Jumlah judge yangterlibat 3 orang. Validitas diketahui dengan validitas isi dan reliabilitas instrumen menggunakan korelasi Inter Rater.Hasil penghitungan koefsien korelasi, diketahui bahwa skor rater 1 = 0,999, skor rater 2 = 0,996, dan skor rater 3= 0,991. Hasil penghitungan reliabilitas diestimasi dengan Koefsien Alpha sebesar rxx =0,994. Hasil pengembanganberupa instrumen tes keterampilan dasar bola tangan bagi mahasiswa menghasilkan 3 (tiga) jenis tes yaitu: (1) Tesketerampilan passing dengan sasaran ke tembok ( waktu: 30 detik), (2) Tes keterampilan dribbling (waktu: 30 detik),(3) Tes keterampilan flyingshot melakukan 3 kali tembakan dari tiga posisi: kiri, tengah, dan kanan.Kata kunci: Pengembangan instrumen, keterampilan dasar, bola tangan, mahasiswa.
EVALUASI BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA KELAS KHUSUS BAKAT ISTIMEWA OLAHRAGA (BIO) DI SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA Pasca Tri Kaloka dan Sridadi
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 2: November 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.652 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i2.8186

Abstract

AbstractEducational success could be seen from the achievement of learning achieved by the learners that was obtainedthrough evaluation. The research aimed to determine: (1) the level of difficulty, (2) different power, (3) and determinethe effectiveness of the distractors or spread of answer pattern of final test of Odd Semester academic year 2013/ 2014 in SMA N 4 Yogyakarta in the Sport Talented Special Class (Bakat Istimewa Olahraga). This research wasdescriptive with ex post facto approach. The population was the students of class XI IPS 3 Sport Talented SpecialClass of 30 students and 2 teachers. The class sample was determined by documentation technique. It coveredquestions A and B with the answer key. The data were collected by the analysis of question point. Data analysis usedITEMAN. The research result showed that: (1) the level of difficulty of question package A and package B was in thedifficult category. Package A difficulty level of the index was (P 0.30) as many as 35 points (72%), while packageB was (P 0.3) of 41 points (82%) categorized as difficult. (2) Power difference of Package A and package B pointswas in the poor category. Different power index of Package A was (D 0) as many as 36 items (42%), while packageB was (D 0) as many as 34 items (68%) in the poor category. (3) Effectiveness of distractor or answer patternspread of Package A of 11 question items was good and 39 question items were not good, while on the package Bfor 6 question items were good and 44 question items were not good.Keywords: question point evaluation, lesson of physical education, sports, and healthAbstrakKeberhasilan pendidikan dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai peserta didik yang diperoleh melalui kegiatanevaluasiPenelitian ini untuk mengetahui: (1) tingkat kesukaran, (2) daya beda, (3) serta mengetahui efektifitasdistraktor atau penyebaran pola jawaban ulangan akhir semester gasal tahun 2013/2014 di SMA N 4 Yogyakarta diKelas Khusus Bakat Istimewa Olahraga (BIO).Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan pendekatan expost facto. Populasinya peserta didik kelas XI IPS 3 Bakat Khusus Bakat Istimewa Olahraga sebanyak 30 orangdan2 guru. Sampel kelas di tentukan dengan teknik dokumentasi.Meliputi paket soalA dan B serta kunci jawaban. Datadikumpulkan dengan analisis butir soal.Analisis data digunakan analisis ITEMAN.Hasil penelitian menunjukkanbahwa: (1) Taraf kesukaran butir soalpaket A dan paket B masuk dalam kategori sukar. Indeks taraf kesukaran PaketA(P0,30) sebanyak 35 butir (72%), sedangkan paket B (P0,3) sebanyak 41 Butir (82%)masukkategori sukar. (2)Daya bedabutir soal Paket A dan paket B masuk dalam kategori jelek. Indeks daya beda Paket A (D0)sebanyak36 butir(42 %), sedangkan paket B(D0) sebanyak 34 butir (68%) masuk kategori jelek. (3) Efektifitas distraktoratau penyebaran pola jawaban padapaket A sebanyak 11 butir soal yang baik dan 39 butir soal yang tidak baik,sedangkan pada paket B sebanyak 6 butir soal yang baik dan 44 butir soal yang tidak baik.Kata kunci :evaluasi butir soal, pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
MEMBENTUK KEMATANGAN EMOSI DAN KEKUATAN BERPIKIR POSITIF PADA REMAJA MELALUI PENDIDIKAN JASMANI Komarudin Komarudin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.946 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17104

Abstract

AbstractRemaja adalah bagian dari kelompok masyarakat yang mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadapkehidupannya, remaja juga merupakan generasi penerus untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negaradi masa yang akan datang. Untuk membentuk remaja agar menjadi manusia yang berkarakter baik tidaklah semudahmembalikkan telapak tangan. Kenyataan di lapangan menyatakan bahwa tidak semua remaja dapat terbentuksesuai dengan karakter yang diharapkan. Kegagalan terjadi dimungkinkan tidak terbentuknya kematangan emosidan kurangnya kekuatan berpikir positif pada remaja. Emosi yang tidak stabil menyebabkan kesukaran konsentrasidan mempengaruhi kehidupan seremaja remaja, sementara berpikir positif dapat memberikan kekuatan yang begitubesar bagi remaja dalam menjalani pendidikan sehari-hari maupun dalam kehidupannya yang lain. Pendidikanjasmani memiliki tujuan yang bersifat menyeluruh yang mencakup aspek fsik, kognitif, afektif, emosional, sosial danmoral. Pendidikan jasmani merupakan suatu proses interaksi antara manusia dan lingkungan yang dikelola melaluipendidikan gerak secara sistematik untuk membentuk manusia seutuhnya, yaitu untuk mengembangkan aspek fsik,psikomotor, kognitif, dan aspek afektif. Salah satu aspek afektif yang secara langsung dikembangkan dalampendidikan jasmani adalah kematangan emosi dan berpikir positif.Kata kunci : Kematangan emosi, berpikir positif, remaja dan pendidikan jasmaniAbstractAdolescents are part of a group of people who have duties and responsibilities for their lives, adolescents are alsothe next generation to continue the development of nation and state in the future. To form teenagers to be goodhuman beings is not as easy as turning a palm. The reality in the feld states that not all teenagers can be formed inaccordance with the expected character. Failure to occur is possible not the formation of emotional maturity and lackof positive thinking power in adolescents. Unstable emotions cause concentration diffculties and affect a teenager’slife, while positive thinking can give such a great power to adolescents in daily education as well as in other lives.Physical education has a comprehensive purpose that includes physical, cognitive, affective, emotional, social andmoral aspects. Physical education is a process of interaction between human and environment that is managedthrough the education of motion systematically to form a whole person, that is to develop the physical aspects,psychomotor, cognitive, and affective aspects. One of the affective aspects directly developed in physical educationis emotional maturity and positive thinking.Key words : Emotional maturity, positive thinking, adolescent and physical education
ANALISIS KEBUTUHAN MATA KULIAH FUTSAL DALAM JURUSAN SOSIOKINETIKA PROGRAM STUDI PENJASKESREK FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Andri Irawan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 1: April 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.137 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i1.8172

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the needs of Futsal Course in Sociokinetics Department of Physical Education, Health,and Recreation Study Program Jakarta State University The method in this research was descriptive survey methodusing questionnaire. The research was conducted in 2010, the samples were 30 physical education teachers fromJakarta Province. Based on the results of the study, there are 29 teachers (96.67%) have taught futsal at school, while1 teacher (3.33%) has not taught futsal. According to respondents, futsal can be taught to the students in school,the 30 respondents of physical education teachers as many as 16 people (53.33%) strongly agree and 14 (46.67%)agree. Learning of futsal at school is much easier because students will like it, from 30 respondents of physicaleducation teachers sampled in this study, there are 15 teachers (50%) strongly agree and 15 teachers (50%) agree.As the teacher, it is very easy to learn and understand futsal than football, there are 16 teachers (53.33%) agree, 7teachers (23.33%) disagree, 5 teachers (16.67%) strongly agree and 2 (6.67%) strongly disagree. Learning futsalis very appropriate to be taught when seen from the Physical Education curriculum in use today, according to therespondents, therer are 18 teachers (60%) agree, 8 teachers (26.67%) strongly agree, 2 teachers (6.67%) disagreedand 2 teachers (6.67%) strongly disagree. The facilities and supporting facilities for futsal learning in school areeasier to fulfill, in accordance with the opinion of the respondents, 15 teachers (50%) agree, 11 teachers (36.67%)strongly agree and 4 teachers (13.33%) agree. The futsal game can support the development of motor, affective,and cognitive skillsof the learners, 17 teachers (56.67%) of respondent agree, 11 teachers (36.67%) strongly agreeand 2 teachers (6.67%) disagree. Futsal game can support the development of emotional and social abilities of thestudents, 20 teachers (66.67%) agree, 8 teachers (26.67%) strongly agree and only 2 teachers (6.67%) stronglydisagree. Based on these data, we can conclude that futsal course is required by physical education teachers.Keywords: needs, courses, futsal, Physical Education, Health, and Recreation (Penjaskesrek)AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan mata kuliah futsal dalam Jurusan Sosiokinetika Program StudiPenjaskesrek Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptifdengan cara survai menggunakan angket. Penelitian ini dilaksanakan pada 2010, Sampel dalam penelitian gurupendidikan jasmani yang berjumlah 30 orang yang berasal dari Propinsi DKI Jakarta. Berdasar hasil penelitian,sebanyak 29 orang (96,67%) sudah mengajarkan futsal di sekolahnya sedangkan 1 orang (3,33%) belum mengajarkanfutsal. Menurut responden futsal dapat diajarkan kepada anak didik di sekolah tempat mengajar, dari 30 orangresponden guru pendidikan jasmani sebanyak 16 orang (53,33%) menyatakan sangat setuju dan 14 orang (46,67%)menyatakan setuju. Pembelajaran futsal di sekolah lebih mudah dilakukan karena anak didik pasti sangat menyukainya,dari 30 orang responden guru pendidikan jasmani yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 orang (50%)menyatakan sangat setuju dan 15 orang (50%) menyatakan setuju. Sebagai pengajar sangat mudah untuk mempelajaridan memahami futsal dibandingkan sepakbola, sebanyak 16 orang (53,33%) menyatakan setuju, 7 orang (23,33%)menyatakan tidak setuju, 5 orang (16,67%) menyatakan sangat setuju dan 2 orang (6,67%) menyatakan sangattidak setuju. Pembelajaran futsal sangat sesuai untuk diajarkan jika dilihat dari kurikulum Pendidikan Jasmani yangdigunakan saat ini, menurut responden sebanyak 18 orang (60%) menyatakan setuju, 8 orang (26,67%) menyatakansangat setuju, 2 orang (6,67%) menyatakan tidak setuju dan 2 orang (6,67%) menyatakan sangat tidak setuju. Fasilitasdan sarana pendukung untuk pembelajaran futsal di sekolah lebih mudah untuk diadakan, menurut pendapat para responden sebanyak 15 orang (50%) menyatakan setuju, 11 orang (36,67%) menyatakan sangat setuju dan 4 orang(13,33%) menyatakan tidak setuju. Permainan futsal dapat menunjang pengembangan kemampuan motorik, afektifdan kognitif anak didik, sebanyak 17 orang (56,67%) responden menyatakan setuju, 11 orang (36,67%) menyatakansangat setuju dan 2 orang (6,67%) menyatakan tidak setuju. Permainan futsal dapat menunjang pengembangankemampuan emosional dan sosial anak didik, sebanyak 20 orang (66,67%) menyatakan setuju, 8 orang (26,67%)menyatakan sangat setuju dan hanya 2 orang (6,67%) menyatakan sangat tidak setuju.Berdasarkan data tersebutdapat disimpulkan bahwa mata kuliah futsal dibutuhkan para guru pendidikan jasmani.Kata kunci : kebutuhan , mata kuliah, futsal, penjaskesrek