cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 368 Documents
MANAJEMEN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI DI SMA NEGERI SE KOTA YOGYAKARTA Saryono, Bangun Sri Hutomo
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2619.81 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i1.10213

Abstract

The background of this research is the less maximality of kids and facilities of physical class education managementof government Senior Highschool in Yogyakarta town.The aim of this research is showing the real fact descriptionof the physical class education kids and facilities maintening management of government Senior Highschool inYogyakarta town. This research is quantitative and descriptive one.The method used in this research is is surveymethod.The subject of this research is a vice school headmaster of the kids and facilities disivion, a physical classeducation teacher, and 739 Senior Highschool students.Instrument used in this research is questionere paper list.Analysing technique used is presentation of frequency. The research shows that the grade of the physical classeducation kids and facilities maintening management of government Senior Highschool in Yogyakarta is in enoughcondition based on the greatest ratio,the category of 77,78% (7 wice choolheadmaster of kids and facilities division)88,89 % (8 physical class teachers) and 82,38% (594 students). The total number of respondents 609. The frequencyand presentage grade said that the kids and facilities of physical education of government Senior Highscool inYogyakarta town are in good catagory 11,1% (a vice school headmaster of the kids and facilities disivion), 11,1%(a physical class teacher) and 7,22% (52 students) total number of respondents 54, medium / enough category77,78% (7 vice school headmasters of the kids and facilities disivion) , 88,89 (8 physical class teachers) and 82,38%(594 students) total of respondents 609 , not so bad category 11,1% (a vice school headmaster of the kids andfacilities disivion), 0% (physical class teacher) and 9,85% (71 students) total number of respondents 72, the worstcategory 0 % (0 vice school headmaster of the kids and facilities disivion), 0 % (0 physical class teacher), and 0,55%(4 students).Total number of respondents 4Key words : kids and facilities managementAbstrakPenelitian ini di latar belakangi oleh kurang maksimalnya pengelola dalam mengelola sarana dan prasaranapendidikan jasmani di SMA N se Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fakta mengenaimanajemen pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMA Negeri se Kota Yogyakarta. Penelitianmerupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survei. Subjek penelitian iniadalah wakil kepala sekolah bagian sarpras 1 orang, guru olahraga 1 orang dan siswa yang semua berjumlah 739orang. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis yang dilakukan adalah menuangkan frekuensi kedalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat Manajemen Pengelolaan Sarana danPrasarana Pendidikan Jasmani Di SMA Negeri Se Kota Yogyakarta adalah Cukup dengan pertimbangan frekuensiterbanyak terletak pada kategori cukup sebesar 77,78% (7 wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana),88,89% (8 guru pendidikan jasmani) dan 82,38% (594 siswa) total 609 responden. Tingkat frekuensi dan persentasependapat responden tentang Manajemen Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani Di SMA NegeriSe Kota Yogyakarta dengan kategori baik 11,1% (1 wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana), 11,1% (1guru pendidikan jasmani) dan 7,22% (52 siswa) total 54 responden, kategori cukup 77,78% (7 wakil kepala sekolahbidang sarana dan prasarana), 88,89% (8 guru pendidikan jasmani) dan 82,38% (594 siswa) total 609 responden,kategori kurang baik 11,1% (1 wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana), 0% (0 guru pendidikan jasmani)dan 9,85% (71 siswa) total 72 responden dan tidak baik sebanyak 0% (0 wakil kepala sekolah bidang sarana danprasarana), 0% (0 guru pendidikan jasmani) dan 0,55% (4 siswa) total 4 responden.Kata Kunci : manajemen, sarana dan prasarana
Pemahaman mahasiswa terhadap kompetensi guru pendidikan jasmani Arvan Fetura; Tri Ani Hastuti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 13, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.895 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v13i2.21027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) 2013 terhadap kompetensi guru ditinjau dari matakuliah Persiapan Profesi Guru Pendidikan Jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa aktif prodi PJKR angkatan 2013 FIK UNY. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan insidental sampling mengingat mahasiswa prodi PJKR angkatan 2013 sedang menempuh tugas akhir skripsi yang sulit ditemui sehingga jumlah sampel yang diperoleh adalah 120 responden dari 226 mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data menggunakan tes. Teknik analisis data penelititan menggunakan statistik deskriptif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan tingkat pemahaman mahasiswa PJKR 2013 terhadap kompetensi guru ditinjau dari matakuliah Persiapan Profesi Guru Pendidikan Jasmani adalah sebanyak 11 mahasiswa (9.17%) kategori sangat baik, 22 mahasiswa (18,33%) kategori baik, 62 mahasiswa (51,67%) kategori cukup, 19 mahasiswa (15,83%) kategori kurang baik, dan 6 mahasiswa (5%) kategori sangat kurang baik. The level of understanding of pjkr students class 2013 on teacher competence in terms of ppg penjas  AbstractThis study aimed to determine the level of understanding of PJKR students 2013 on teacher competence in terms of Physical Education Teacher Profession Preparation course. This study is a descriptive quantitative research using survey method. The research population is active students of PJKR study program class 2013 of FIK of UNY. The sampling technique was incidental sampling students of PJKR study program class 2013, who were making undergraduate theses so they were difficult to meet so the total sample was 120 respondents of 226 students. The instrument to collect data was test. The research data analysis technique was descriptive statistics by percentage. Based on the research result, it’s concluded that the levels of understanding of PJKR students 2013 o teacher competence in terms of Physical Education Teacher Profession Preparation course are 11 students (9.17%) had very good understanding, 22 students (18,33%) had good understanding, 62 students (51,67%) had adequate understanding, 19 students (15,83%) had poor understanding, and 6 students (5%) had very poor understanding.
PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR TERHADAP PENDEKATAN TEMATI K INTEGRATI F PADA KURIKULUM 2013 Subagyo, Amat Komari dan Aris Fajar Pambudi
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 1: April 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.947 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i1.8167

Abstract

AbstractThis research was motivated by the understanding that has not been the same for thematic integrative approachto the curriculum 2013. This research aimed to determine how the perception of physical education teachers forelementary school of thematic integrative approach to curriculum 2013. This research design was a descriptive study.The method used in this study was by survey method. The population in this researchwas all physical educationsteacher for elementary school in Yogyakarta Special Region. The samples in this study were 46 teachers. The samplingtechnique used was purposive sampling. The data collection technique was with questionnaire. The data analysistechnique was with descriptive percentage. The result results showed that the perception of physical educationteachers for elementary school of thematic integrative approach to curriculum 2013 in sequence as follows: verygood perception was at 4.4%, good perception was 23.9%, medium perception was at 32.5%, the less perceptionwas 19.6%, and not good perception was 19.6%.Keywords: Perception, Physical Education Teachers for Elementary School, Integrative Thematic ApproachAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman yang belum sama terhadap pendekatan tematik integratif padakurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Persepsi Guru Pendidikan Jasmani SekolahDasar terhadap Pendekatan Tematik Integratif pada Kurikulum 2013. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh Guru Pendidikan Jasmani SekolahDasar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Besar sampel yang digunakan adalah 46 guru. Teknik pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan angket. Teknik analisis data dengan statistikdeskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasarterhadap Pendekatan Tematik Integratif pada Kurikulum 2013 secara berurutan sebagai berikut: persepsi sangatbaik sebesar 4.4%, persepsi baik sebesar 23.9%, persepsi cukup sebesar 32.5%, persepsi kurang baik sebesar19.6%, dan persepsi tidak baik sebesar 19.6%.Kata kunci: Persepsi, Guru Penjas Sekolah Dasar, Pendekatan Tematik Integratif
PENINGKATAN KEBERANIAN GULING BELAKANG MELALUI PERMAINAN BOLA DAN SIMPAI PADA SISWA KELAS IV A SDN 4 WATES KULONPROGO Dewi Priastuti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 2: November 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.788 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i2.8191

Abstract

AbstractThe problem in this research was the lack of courage of fourth grade students of SD Negeri 4 Wates in followingback roll learning. Thus, this study aimed to improve the courage of Class IV A students in following back roll learningthrough game ball and hoop. This research was class action research in two cycles, each cycle consisting of onemeeting. The subjects were fourth grade students of SD Negeri 4 Wates totalling 28 students. The data collectiontechnique used was test, observation and documentation. The results showed that students’ courage of class IV Asignificantly increased after the given action by the researcher. Before the action, students who met the KKM was68.18%, after an action on the first cycle there was significant changes to be 78.6%. After figuring out that the studentsuccess rate was not at 100% yet, the researcher held the second action in the second cycle. In the last cycle thestudents reached the target of 100% which had met KKM. Hence, we could conclude that the courage of studentsin following back roll study gymnastics could be improved through ball game and hoop.Keywords: Courage, Ball Game and Hoop, Back RollAbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya keberanian siswa kelas IVA SD Negeri 4 Wates dalam mengikutipembelajaran guling belakang. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian siswa kelas IVAdalam mengikuti pembelajaran guling belakang melalui permainan bola dan simpai. Penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas yang berlangsung dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Subyek penelitian adalahsiswa kelas IVA SD negeri 4 Wates yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data digunakan adalah tes,observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas IVA mengalami peningkatan keberaniansecara signifikan setelah di beri tindakan oleh peneliti. Sebelum ada tindakan, siswa yang memenuhi nilai KKM ialah68,18%, setelah ada tindakan pada siklus pertama ada perubahan nilai yang signifikan menjadi 78.6% Setelahmengetahui tingkat keberhasilan siswa belum mencapai 100% maka diadakan kembali tindakan pada siklus kedua.Pada siklus terakhir ini siswa sudah mencapai target 100% yang memenuhi nilai KKM. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa keberanian siswa dalam mengikuti pembelajaran senam guling belakang dapat di tingkatkanmemalui permainan bola dan simpai.Kata kunci: Keberanian, Permainan Bola dan Simpai, Guling Belakang
PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PENJASORKES DALAM RANGKA MEMBENTUK JATI DIRI PESERTA DIDIK Sunarno Basuki
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.399 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17111

Abstract

AbstractThe Scientifc Approach is a basic concept that embodies, inspires, strengthens, and underlines the notion of howlearning methods are applied based on a particular theory. The learning in the Curriculum 2013 is implemented byusing scientifc approach. Learning process touches three domains, namely attitude, knowledge, and skill. Identitycan be interpreted as the power of mind of human which consists of nature, character, etc. The learning of physicaleducation is expected to develop a positive self-identity in students. This is supported by the values that exist in thelearning materials, coupled with a scientifc mindset that is planted in a scientifc learning approach.AbstrakPendekatan Saintifk adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari pemikirantentang bagaimana metode pembelajaran diterapkan berdasarkan teori tertentu. Pembelajaran pada Kurikulum2013 dilaksanakan menggunakan pendekatan saintifk. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap,pengetahuan, dan keterampilan. Jatidiri dapat dimaknai sebagai kekuatan jiwa (the power of mind) manusia yangterdiri dari sifat, karakter, dll. Pembelajaran pendidikan jasmani diharapkan mampu mengembangkan jatidiri yangpositif pada diri siswa. Hal ini didukung oleh nilai-nilai yang ada dalam materi pembelajaran, ditambah dengan polapikir ilmiah yang ditanam dalam pendekatan pembelajaran saintifk.
KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN HALUS ANAK USIA 4-6 TAHUN Cukup Pahala Widi, Sujarwo
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 2: November 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.598 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i2.8185

Abstract

AbstractThis study begins with the background based on the results of the initial survey of researchers in both interviewswith teachers in kindergarten, that they are difficult to test or measure the students’ motor abilities of their students.In addition they have difficulty in finding a literature review about the instrument made to see gross and fine motorskills to students that age. This study has the objective to look at gross and fine motor skills of student aged 4-6years old. The research method used is survey research. This research is a descriptive technique percentages whichmotor abilities of student aged 4 to 6 years old that kindergarten class A and B were assessed daily by teachers indaily activities or in learning then categorized with 4 categories: BB: Not Growing yet, MB: Start Developing, BSH:Developing Appropriate Hope, BSB: Growing Very Good. The research subjects in this study were all students inkindergarten “Pembina” the District of Bantul totaling 89 student. Research shows that motor skills ability student inkindergarten class A are: in the category is quite high at 53.66%, or 22 student, and high categories 46.34% or 19student. Motor skillsability student in kindergarten class B are: in the category of high enough 12.50% or 6 students,high category 87.50% or 42 student. The conclusion that the motor skills of student aged 4 to 6 years old, especiallyin class A needs to be improved in order to achieve the high category.Keywords: Abilities, Motor Skills, Student 4 to 6 Years Old.AbstrakPenelitian ini diawali dengan latar belakang berdasarkan hasil survei awal peneliti baik wawancara langsung denganguru di Taman kanak-kanak, bahwa mereka kesulitan untuk melakukan tes atau mengukur kemampuan motoriksiswa didik mereka. Selain itu, mereka kesulitan dalam mencari kajian literatur tentang instrumen yang dibuat untukmelihat kemampuan motorik kasar dan halus untuk siswa usia tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihatkemampuan motorik kasar dan halus anak usia 4 – 6 tahun. Metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitiansurvei. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik persentase dimana kemampuan motorik anakusia 4 s.d 6 tahun yaitu TK kelas A dan B yang dinilai sehari-hari oleh guru di dalam aktivitas sehari-hari atau dalampembelajaran kemudian dikategorikan dengan 4 kategori: BB: Belum Berkembang, MB: Mulai Berkembang, BSH:Berkembang Sesuai Harapan, BSB: Berkembang Sangat Baik. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa TK Pembina Kecamatan Bantul yang berjumlah 89 anak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kemampuanmotorik anak di taman kanak-kanak kelas A adalah: dalam katagori cukup tinggi sebesar 53.66% atau 22 anak,dan kategori tinggi 46.34% atau 19 anak. Kemampuan motorik anak di taman kanak-kanak kelas B adalah: dalamkategori cukup tinggi 12.50% atau 6 anak, kategori tinggi 87.50% atau 42 anak. Kesimpulannya bahwa kemampuanmotorik anak usia 4 s.d 6 tahun khususnya di kelas A perlu ditingkatkan agar bisa mencapai kategori tinggi.Kata Kunci: Kemampuan, Motorik, Anak 4 s.d 6 Tahun
MODEL PERMAINAN AIR (WATER FUN GAMES) UNTUK MENINGKATKAN POTENSI BERENANG DAN PERILAKU KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Ermawan Susanto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.806 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17105

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menguraikan model permainan air (water fun games) dalam meningkatkan potensiberenang sekaligus menumbuhkan perilaku karakter siswa. Tujuan khusus yang ingin dicapai: (1) Menyusun bentukbentuk permainan air (water fun games), dan (2) Melakukan uji coba produk permainan air. Untuk mencapai targettersebut, penelitian didesain melalui research development dalam lima pentahapan. Subjek penelitian untukmemperoleh persepsi kebutuhan permainan air adalah siswa dan guru pendidikan jasmani. Subjek penelitian untukmengembangkan permainan air adalah ahli pendidikan jasmani dan ahli pembelajaran akuatik. Subjek ujicobaadalah siswa siswi sekolah dasar. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis varians. Hasil penelitianmenunjukkan tersusunnya 33 bentuk permainan air yang terintegrasi perilaku karakter yang diharapkan dapatmeningkatkan keterampilan renang. Unsur permainan air tersebut berisi: nama permainan air, gambar, tujuan, levelpermainan, perlengkapan yang dipakai, kedalaman air, pengaturan tempat, jumlah peserta, cara bermain, potensiketerampilan renang yang dikembangkan, dan perilaku karakter.Kata kunci: permainan air (water fun games),kemampuan berenang, perilaku karakterAbstractThis paper aims to outline the game model (water fun games) in increasing the potential for swimming as well asfoster the behavior of the student’s character. The specifc objectives to be achieved: (1) Develop forms of the game(water fun games), and (2) To test the water game products. To achieve these targets, the study was designedthrough research development in fve phasing.The subject of research to obtain perception needs water gamesare students and teachers of physical education. The subject of research to develop the game of water is a physicaleducation experts and learning experts aquatic. Subject trials are the students of primary school. Data analysis usingdescriptive statistics and analysis of variance. The results showed completion of 33 form the integrated water gamescharacter traits are expected to improve swimming skills. The element of water games it contains: name of watergames, images, objectives, level of the game, the equipment used, the depth of the water, place settings, numberof participants, how to play, the potential of the developed swimming skills, and characterKey Words: water fun games, potential swimming ability, character behavior.
PERSEPSI SISWA SMK NEGERI 2 KABUPATENWONOSOBO TERHADAP NILAI-NILAI SOSIAL DALAMKEGIATAN EKSTRAKURIKULERPERMAINAN SEPAKBOLA Suhardi dan Fathan Nurcahyo
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 10, No 2: November 2014
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.819 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v10i2.5696

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to know how high the perceptions of smk negeri 2 wonosobo students on socialvalues in football game as extracurricular activities. This research is a descriptive quantitative research by usingsurvey method. The population in this research were 58 students who take football as Extracurricular Activitiesin SMK Negeri 2 Wonosobo. The instruments which were used in this research was an enclosed questionnaire.The questionnaire contained statements concerning the student’s perception on social values in football game asextracurricular activities with four alternative answers ( Strongly Agree, Agree, Not Agree, Strongly Not Agree).Quantitative Descriptive statistical analysis with percentage is used as the data analysis technique in this research.The result showed the level of perceptions of smk negeri 2 wonosobo students on social values in football game asextracurricular activities were : 18 students (31,00%) included as very high category, 40 students (69,00%) includedas high category, 0 students (0,00%) included as sufficient category, 0 students (0,00%) included as low category,and 0 students (0,00%) included as very low category. Based on that results, we can conclude that most of theperceptions of smk negeri 2 wonosobo students on social values in football game as extracurricular activities is “high”.Keywords: Student Perceptions, Social Values, Extracurricular Activities.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi persepsi siswa SMK Negeri 2 Kabupaten Wonosoboterhadap nilai-nilai sosial dalam kegiatan ekstrakulikuler permainan sepakbola. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikutiekstrakulikuler sepakbola di SMK Negeri 2 Wonosobo yang berjumlah 58 siswa. Instrumen yang digunakan untukmengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket atau kuisioner tertutup yang berisi pernyataan-pernyataanyang menyangkut persepsi siswa terhadap nilai-nilai sosial dalam kegiatan ekstrakulikuler permainan sepakbola diSMK Negeri 2 Kabupaten Wonosobo dengan empat alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), TidakSetuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatifdengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi siswa SMK Negeri 2 Kabupaten Wonosoboterhadap nilai-nilai sosial dalam kegiatan ekstrakurikuler permainan sepakbola adalah sebanyak 18 siswa (31,00%)termasuk kategori sangat tinggi, 40 siswa (69,00%) termasuk kategori tinggi, 0 siswa (0,00%) termasuk kategoricukup, 0 siswa (0,00%) termasuk kategori kurang dan 0 siswa (0,00%) termasuk kategori sangat kurang. Berdasarkanhasil tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa SMK N 2 Kabupaten Wonosobo terhadap nilai-nilai sosialdalam kegiatan ekstrakurikuler permainan sepakbola sebagian besar berada dalam kategori “tinggi”.Kata Kunci: Persepsi Siswa, Nilai-nilai Sosial, Kegiatan Ekstrakurikuler
MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI SISWA REMAJA MELALUIPENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA DI SEKOLAH - Komarudin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 10, No 1: April 2014
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.538 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v10i1.5690

Abstract

AbstractTeenage students is the next generation that carries on the future of the nation and the state, to develop the potentialof the students to become a man of faith and piety to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, capable, creative,independent, and become citizens of a democratic and responsible. In fact, all teenage students can succeed andformed in accordance with the educational objectives. This failure occurred since there was no possible formation ofemotional maturity in young students, in this case a very large role, even sometimes more influential than someone’smind, especially during the youth period. Physical Education was given at school because it had a purpose thatwas comprehensive which included aspects of physical, cognitive, affective, emotional, social, and moral. PhysicalEducation was a process of interaction between the students and the environment managed through physical activitysystematically to form the whole person, which was to develop physical, psychomotor, cognitive, and affectiveaspects. A personhad the emotional maturity if he or she could fulfill these aspects including: being realistic, acceptedthemselves and others as they were, adaptable, able to resolve the issue in an objective perception, not dependenton others, concerned with the values of ethics and morality, able to empathize, had a sense of humor, creativity andfond of a challenge. All aspects of emotional maturity could be formed through Physical Education, for example:being sportive enough to recognize the win of the opponent, easy to adjust, believe in self and so on.Keywords: Emotional intelligence, Teenage students, Physical EducationAbstrakSiswa remaja merupakan generasi penerus untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara, untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.Pada kenyataannya tidak semua siswa remaja dapat berhasil dan terbentuk sesuai dengan tujuan pendidikantersebut di atas.Kegagalan terjadi dimungkinkan tidak terbentuknya kematangan emosi pada siswa remaja, pada halini memegang peranan sangat besar, bahkan terkadang lebih berpengaruh daripada pikiran seseorang terutama padamasa remaja.Penjasor diberikan di sekolah karena penjasor memiliki tujuan yang bersifat menyeluruh yang mencakupaspek fisik, kognitif, afektif, emosional, sosial dan moral. Pendidikan Jasmani merupakan suatu proses interaksiantara siswa dan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik untuk membentuk manusiaseutuhnya, yaitu untuk mengembangkan aspek physical, psychomotor, cognitif, dan aspek affektif.Seseorang yangmemiliki kematangan emosinya jika dapat memenuhi aspek-aspek antara lain meliputi : bersikap relistik, menerimadiri sendiri dan orang lain seperti apa adanya, mudah menyesuaikan diri, mampu menyelesaikan persoalan secaraobyektif, tidak tergantung pada orang lain, mementingkan nilai-nilai etik dan moral, mampu berempati,, mempunyairasa humor, memiliki kreativitas serta senang tantangan. Semua aspek-aspek kematangan emosi tersebut dapatdibentuk melalui penjasor, sebagai contoh : sportif mengakui kehebatan lawan, mudah menyesuaikan diri, percayapada diri pribadi dan sebagainya.Kata kunci :Kecerdasan emosi, Siswa remaja, Penjasor
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR DASAR GERAK PENCAKSILAT PADA MAHASISWA PJKR BERSUBSIDI DI FIK UNY Nur Rohmah Muktiani
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 10, No 1: April 2014
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.762 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v10i1.5685

Abstract

AbstractThe bakcground of this research is to realize the good learning of pencaksilat basic movement. The initial step of thereseach is collecting data analysis about facktors of learning difficulty. The factors are the indicator which learningdesign process would be employed for the next year. The main goal of the research is to uncover the facktors oflearning difficulty on basic movement of pencaksilat. This reseach is a discriptive quantitative research using surveymethod with quetioner as the reseach instrument. The subjects of the reseach are the students of PJKR studyprogram from class A and B of 2011. Those students have taken subject of pencaksilat basic movement. The dataanalysisi he is composed on form of percentage data. The result of the reseach indicates that there are 4 sourcesof learning difficutlties of pencaksilat basic movement. The sources are material factor (50.63%), self difficulty factor(27.53%), lecture factor (12.06%), and external factor (9.78 %).Keywords: difficutlties, pencak silat, studentAbstrakPenelitian diawali adanya keinginan untuk dapat mewujudkan pembelajaran dasar gerak pencaksilat yang berkualitas.Langkah awal adalah memiliki data tentang analisis kebutuhan terutama mengenai faktor kesulitan belajar yang akanmenentukan proses desain pembelajaran tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktorkesulitan belajar pada pembelajaran dasar gerak pencaksilat. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian diskriptifkuantitatif, menggunakan metode survey dengan instrumen berupa angket. Subyek penelitian adalah mahasiswaprodi PJKR kelas A dan B angkatan tahun 2011, yang baru saja mengikuti perkuliahan dasar gerak pencak silat.Analisis data menggunakan analisis diskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian bahwa kesulitan belajardasar gerak pencaksilat bersumber dari faktor materi (50,63%), bersumber dari faktor dirisendiri(27,53%), bersumberdari faktor Dosen(12,06 %), dan bersumber dari faktor luar (9,78).Kata Kunci: kesulitan belajar, pencak silat, mahasiswa