cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA MESIN CETAK TTSK PT. PHAPROS TBK Muhammad Fauzan Marantama Raharjo; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.53 KB)

Abstract

PT Phapros Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dengan ratusan jenis obat yang diproduksi tiap tahunnya. Pada proses pembuatan tablet terdapat tahapan pembuatan granul, pencetakan dan pengemasan. Pada jurnal ini dibahas mengenai tingkat produktifitas dari mesin-mesin pada bagian cetak sekaligus menganalisa kejanggalan yang terjadi pada tingkat performansi dari mesin-mesin tersebut menggunakan metode OEE yang kemudian dianalisis menggunakan fishbone diagram. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa mesin-mesin cetak yang ada belum dapat memenuhi standar dunia yang telah ditetapkan JIPM dan dipaksa untuk beroperasi diatas batas spesifikasi yang dianjurkan untuk mengejar produktivitas yang diinginkan. Abstract [Analysis Of Overall Equipment Effectiveness Calculation In TTSK Printing Machines Pt. Phapros Tbk]PT Phapros Tbk is a pharmaceutical company with hundreds of types of drugs produced each year. In the tablet manufacturing process there are stages of granule making, printing and packaging. This journal discussed the productivity level of the machines in the print section while analyzing the irregularities that occur at the performance level of these machines using the OEE method which is then analyzed using fishbone diagrams. The results found indicate that existing printing machines have not been able to meet world standards set by JIPM and are forced to operate within the recommended specification limits to pursue the desired productivity.
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN PENDEKATAN FUZZY ANALYTICAL NETWORK PROCESS (FANP) PADA DEPARTEMEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PT. GENERAL ELECTRIC LIGHTING INDONESIA Nina Ratna Enggar Puspita; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem pemilihan supplier merupakan salah satu isu penting, karena pemilihan supplier menjadi bagian dari sebuah supply chain maka hubungan tersebut akan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelangsungan produksi diantaranya industri manufaktur. PT GE Lighting Indonesia masih menggunakan metode persaingan harga termurah pada saat ini dalam menentukan supplier mana yang akan digunakan untuk memenuhi komponen Glass Bulb yang merupakan salah satu dari komponen kritis pendukung incandescent lamp, sehingga sangat memungkinkan terjadinya kesalahan dalam memilih supplier. Padahal pemilihan supplier ini sangat penting dan perusahaan belum memperhatikan biaya total produksi akibat dari pemilihan supplier. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria penilaian kinerja supplier yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan menggunakan pendekatan oleh Dickson’s Vendor Selection Criteria (Weber, Charles A., et al, 1991) dan Chen (2010). Dan juga mendapatkan peringkat kinerja supplier menggunakan metode Fuzzy Analytical Network Process (ANP). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh 6 kriteria dan 19 subkriteria pemilihan supplier. Kriteria terpenting adalah kriteria Technology Capability dengan bobot 0,70511. Supplier yang direkomendasikan adalah PT. L, dengan nilai performansi tertinggi yaitu 0,28702.ABSTRACTSupplier selection problem is one of important issue, because the supplier selection is a part of supply chain then the relationship have a tremendous influence on the continuity of production including manufacture industry. PT GE Lighting Indonesia is still use the cheapest price at that time to choose which suppliers will be used to supply The Glass Bulb component, which is one of the critical components of incandescent lamp, so it is possible the occurrence of errors in selecting suppliers. Though the selection of supplier is very important and the company has not noticed the total cost of production as a result of supplier selection. The purpose of this research is to determine the criteria which is adjusted with manufacture’s condition by Dickson's approach to Vendor Selection Criteria (Weber, Charles A., et al, 1991) and Chen (2010). And also to attain suppliers performance rank using the method of Fuzzy Analytical Network Process (ANP). Based on the result, there are 6 criteria and 19 subcriteria supplier selection. The most important criteria is Technology Capability with 0.70511 weights. The best recommended supplier is PT. L, with the highest performance value 0,28702.
MANAJEMEN RISIKO PADA DISTRIBUSI PRODUK PT XYZ Ayu Inggriani Keswari; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.713 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi handphone di Indonesia. Dalam melakukan pendistribusian barang masih terdapat beberapa kasus yang terjadi seperti kehilangan, barang tertukar, terlambat, dan barang rusak. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi dampak risiko yang ditimbulkan. Tahapan yang dilakukan adalah menghitung skor risiko dengan mengalikan skala dampak yang dihasilkan dengan frekuensi terjadinya risiko, selanjutnya membuat peta risiko, menganalisis risiko yang memiliki skor terbesar, kemudian menentukan mitigasi risiko yang dapat dilakukan perusahaan. Pada perhitungan skor risiko, risiko yang memiliki skor terbesar adalah barang tertukar dan barang hilang di ekspedisi dengan masing-masing memiliki skor sama yaitu 12. Selanjutnya analisis penyebab dengan menggunakan metode 5 whys untuk menemukan akar permasalahan yang terjadi, untuk barang tertukar akar masalahnya adalah penulisan tujuan yang tidak jelas, sedangkan untuk kehilangan di ekspedisi disebabkan oleh faktor pekerja dari ekspedisi sendiri. Sehingga rekomendasi yang diberikan adalah dengan membuat form pengiriman yang lebih jelas dengan diketik, membuat perjanjian untuk tidak melakukan pembongkaran barang dan memberikan sanksi berupa penurunan nilai untuk performansi saat dilakukan penilaian ekspedisi, dan saat penilaian ekspedisi faktor utama yang dipertimbangkan tidak hanya biaya yang murah namun juga tingkat performansi serta membuat form penerimaan barang oleh ekspedisi ataupun Marketing Dealer untuk memudahkan melakukan pelacakan saat kehilangan.  Abstract          Risk Management of Product Distribution in PT XYZ. PT XYZ is one of the companies that produce mobile phones in Indonesia. In conducting the distribution of goods there are still some cases such as lost, exchanged goods to another destination, delayed, and damaged goods. The study was conducted with the aim of knowing the mitigation measures that can be undertaken by companies to mitigate the risks. First step is to calculate the risk score by multiplying the scale of the impact generated by the frequency of occurrence of the risk, then mapping the risks, analyzing risks that have the greatest score, then determine the risk mitigation that can be done by the company. In the calculation of risk scores, risk having the greatest score is exchanged goods and goods lost in expedition which score is 12. Further analysis of the causes by using five whys method to find the root of the problems that occurs, for exchanged goods root problem is the destination written are not clear, while the loss in the expedition due to the labor factor of the expedition itself. So the recommendation is to make clearer the delivery form with typed, making an agreement between the company and expedition about unloading goods and providing sanctions in performance assessment moment for the expedition, and when the expedition assessment the main factors to be considered not only low cost but also the performance level and create a form of receipt of goods by the expedition or Marketing Dealer for easy tracking when lost happened.
ANALISIS PENGARUH GRAPHIC HEALTH WARNING (GHW) PADA BUNGKUS ROKOK TERHADAP INTENSI UNTUK BERHENTI MEROKOK (Studi Kasus pada Mahasiswa UNDIP) Ida Mawar Dewi; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.932 KB)

Abstract

Label peringatan (GHW) yang tertera pada bungkus rokok  menggambarkan secara grafis mengenai bahaya merokok. Angka perokok di Indonesia masih cukup tinggi serta intensi untuk berhenti merokok pun masih rendah. Penelitian ini ingin melihat pengaruh pencantuman GHW (Graphic Health Warning) terhadap intensi berhenti merokok pada mahasiswa UNDIP dan mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh intensi berhenti merokok pada mahasiswa UNDIP menggunakan Theory of Planned Behaviour (TPB), serta masukan berupa perbaikan kemasan rokok berdasarkan variabel dari model VIEW, yaitu daya tarik visual (Visibility), sistem labeling (Information), daya tarik pembeli (Emotional Appeal), serta fungsi secara teknik (Workability) yang diharapkan dapat mempengaruhi intensi membeli produk rokok. Metode survei digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penambahan GHW berpengaruh terhadap intensi merokok. Perceived behavioural control merupakan faktor yang paling mempengaruhi intensi berhenti merokok, serta sebaiknya menambah variasi gambar-gambar yang lebih menyeramkan lagi dari sebelumnya sehingga dapat lebih menarik perhatian perokok dan penambahan ukuran tulisan peringatan keterangan dari GHW. ABSTRACTWarning labels (GHW) on cigarette packs depict graphically about the dangers of smoking. Number of smokers in Indonesia is still quite high and intention to quit smoking is still low. This study wanted to see the effect of the inclusion of GHW (Graphic Health Warning) to the intention to quit smoking at Diponegoro University students and identify the factors that most influence the intention to quit smoking at Diponegoro University students using the Theory of Planned Behaviour (TPB), as well as the input of cigarette packaging improvements based on variables VIEW model, namely the visual appeal (Visibility), labeling systems (Information), the appeal of the buyer (Emotional Appeal), as well as technical function (Workability) are expected to affect the intention to buy tobacco products. Survey method used in this study. Based on the survey results revealed that the addition of GHW effect to the intention of smoking. Perceived behavioral control are the factors that most influence the intention to quit smoking, and should increase the variety of images that is more sinister than ever to attract more smokers and increase the size of written warnings from GHW description.
STUDI STRES KERJA OPERATOR AIR TRAFFIC CONTROL (ATC) PADA BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Prasetyo, Ahmad Dwi; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.465 KB)

Abstract

Sebagai upaya dalam meningkatkan keselamatan penerbangan khususnya di bandara udara ahmad yani semarang, maka perlu dilakukan kajian tentang faktor-faktor timbulnya stress kerja operator ATC. Karena ATC memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan khususnya pesawat. Maksud dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana peranan workload, role conflict, human relationship, family factor, dan working environment terhadap stress kerja operator ATC untuk mengantisipasi adanya human error. Tujuan kajian ini adalah memberikan masukan kepada jasa angkutan udara dan instansi terkait untuk mencegah stress kerja dengan melakukan upaya-upaya maksimal. Hasil kajian ini mengindikasikan beberapa faktor yang memberikan pengaruh stress kerja, yaitu working environment dan role conflict. Adjusted R Square sebesar 0,744 atau sebesar 74,4%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen workload, role conflict, family factor, human relationship, working environment mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada workstress sebesar 74,4%
ANALISA KEGAGALAN PRODUK FINGER JOINT LAMINATING DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (STUDI KASUS PERUM PERHUTANI KBM IK BRUMBUNG) Tirta Santika Nugroho; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum Perhutani KBM IK Brumbung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu jati. Produk yang diproduksi perusahaan ini yaitu kayu jeblosan, kayu gergajian, Garden Furniture, Flooring, Housing Component, dan Finger Joint Laminating. Produk Finger Joint Laminating merupakan produk tetap dan sering dipesan pelanggan. Mesin yang digunakan untuk produk ini yaitu Double Planner, Rip Saw, Finger Shaper, Finger Presser, Moulder, Rotary Composser dan Sander. Sedangkan cacat produk yang terjadi secara umum dikelompokkan menjadi lima yaitu penyimpangan ukuran dimensi, sambungan pecah, sambungan renggang, permukaan bergelombang, dan terdapat lubang. Hingga saat ini pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan belum maksimal. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi dan menganalisa kegagalan yang terjadi. Hal ini dilakukan dengan cara menentukan dan mengalikan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi sehingga diperoleh Risk Priority Number (RPN). Dari hasil penelitian, moda kegagalan potensial yang ada pada perusahaan terdapat 10 jenis moda kegagalan potensial.  Moda kegagalan terbesar yaitu pembentukan finger yang tidak sempurna dengan RPN sebesar 120. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi kegagalan tersebut yaitu dengan pemberian SOP.
PERBAIKAN TATA KELOLA WAREHOUSE PT MUSTIKA RATU SEMARANG DENGAN KONSEP 5S + PENGAPLIKASIAN RAK BARANG Mochammad Sidiq Saifuddin Prasetyo; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.103 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah sistem manajemen gudang PT Mustika Ratu Semarang, menghitung volume gudang yang diperlukan untuk menyimpan produk, menghitung dimensi rak beserta jumlah yang diperlukan, dan merancang tata letak gudang yang efektif dan efisien. Data primer didapat melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder melalui manajemen gudang PT Mustika Ratu Semarang. Penelitian ini menggunakan metode 5S untuk mengatur tata letak gudang yang diintegrasikan dengan penggunaan rak barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak yang direkomendasikan memiliki utilitas mendekati 100% dibanding tata letak awal yang hanya 48,97%, serta diperlukan rak barang berdimensi panjang 3 meter; lebar 0,5 meter; dengan 4 buah kolom yang masing – masing tingginya 0,45 meter. Jumlah rak yang diperlukan adalah 111 unit.   AbstractREDESIGN OF PT MUSTIKA RATU SEMARANG’S WAREHOUSE USING 5S CONCEPT AND GOODS RACK – The goal of this research if to identify and analyze the problem of warehouse management in PT Mustika Ratu Semarang, calculate the needs of warehouse volume to store the goods, calculate the rack dimension include the amount of the needs, and arrange the effective and efficient layout. The primary data came from interview and observation, while the secondary data came from PT Mustika Ratu Semarang’s warehouse manager. The research uses 5S methods to create a layout arrangement which would be integrated with rack usage. Research result shows that recommended layout has an utillity at almost 100% or much higher than current state with 48,97%, also it needed goods rack with dimension of 3 meters length; 0,5 meters of width; with 4 columns each 0,45 meters talls. The warehouse also needed 111 units of rack.
ANALISIS HUBUNGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSISBILITY (CSR) TERHADAP CITRA PERUSAHAAN (Studi Kasus di PT. Coca-Cola Bottling Jawa Tengah, Semarang) Septian Adi Saputra; Nia Budi Puspitasari; Susatyo Nugroho W P
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Coca-Cola Bottling Jawa Tengah telah menerapkan CSR sejak tahun 1986. Meskipun telah menjalankan program CSR, namun belum terlalu berdampak pada meningkatnya Citra Perusahaan PT. Coca-Cola Bottling dilihat dari peringkat Corporate Image kategori Beverage yang telah disurvei oleh IMAC. PT. Coca-Cola Hanya menduduki posisi ke-2 tertinggal dari PT. Tirta Investama (Danone Aqua). Dari program CSR, PT. Coca-Cola Bottling Indonesia tidak masuk kedalam 17 perusahaan perusahaan yang melakukan kegiatan dan kualitas CSR secara baik tahun 2012. Variabel CSR yang digunakan yaitu economic, Legal, Ethical, Philanthropic. Data diperoleh dari wawancara dan kuisioner, terdiri dari 26 pernyataan terhadap 200 orang responden secara acak. Data tersebut diuji hipotesis dan uji correlation pearson product moment. Dari hasil pengujian hipotesis, keempat variabel CSR berpengaruh secara signifikan terhadap citra perusahaan. Dari hasil perhitungan korelasi pearson dengan menggunakan SPSS versi 16 didapat semua variabel CSR memiliki nilai yang positif terhadap Citra Perusahaan dan variabel CSR yang berpengaruh paling signifikan terhadap citra perusahaan yaitu variabel Ethical dari hasil menggunakan responden internal dan variabel philanthropic dari hasil menggunakan responden eksternal.   ABSTRACT PT. Coca-Cola Bottling in Centra Java has implemented CSR since 1986. Although it has been running CSR program, but not overly impact on increasing the corporate image of PT. Coca-Cola Bottling as seen from rating corporate image category of beverage that has been surveyed by IMAC. PT. Coca-Cola only occupied the 2nd position behind from PT. Tirta Investama (Danone Aqua). From CSR program, PT. Coca-Cola Bottling Indonesia does not enter into the 17 firms that undertake activities and quality of CSR as well in 2012. CSR variable used are economic, legal, ethical, philanthropic. Data obtained from interviews and questionnaires, consist of 26 statements against 200 respondents randomly.            The data tested hypotheses and Pearson product moment correlation test. From the results of hypothesis testing, the four CSR variables significantly influence the corporate image. From the calculation of Pearson correlation using SPSS version 16 CSR has obtained all variables are positive values of CSR to corporate image and the most influential variables CSR significantly to corporate image that is a ethical variable from the results of using internal respondents and philanthropic variable of the results using external respondent.
Pengembangan Model untuk Dynamic Supplier Selection Problem Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming dengan Mempertimbangkan Faktor Diskon Laila Izzatunnisa; Purnawan Adi Wicaksono; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.133 KB)

Abstract

Pemilihan supplier merupakan salah satu elemen terpenting dalam manajemen rantai pasok. Hal ini melibatkan evaluasi banyak faktor seperti, biaya material, biaya transportasi, kualitas bahan, keterlambatan, kapasitas pemasok, kapasitas penyimpanan dan lain-lain. Masing-masing nilai dari faktor ini berbeda-beda sesuai dengan periode waktunya, sehingga supplier yang diidentifikasi untuk suatu periode tidak sama dengan periode berikutnya dalam memasok produk yang sama. Mixed Integer Linear Programming (MILP) dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pada Dynamic Supplier Selection Problem (DSSP). Dalam penelitian ini, MILP dibangun untuk memecahkan masalah pengadaan jika kondisinya multi supplier, multi periode, dan multi produk dengan mempertimbangkan faktor diskon. Jenis diskon yang digunakan adalah all-unit diskon. Untuk verifikasi model menggunakan data pada numerical example yang diolah dengan menggunakan software Lingo 17 dan untuk validasi model menggunakan analisis sensitivitas Taguchi. Model matematis yang diusulkan tersebut telah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada numerical example. Total cost yang dihasilkan dalam pemilihan supplier sebanyak 792.418. Dari hasil perhitungan analisis sensitivitas Taguchi diperoleh parameter yang paling berpengaruh dalam pemilihan supplier tersebut adalah unit price yang memiliki persen kontribusi sebesar 84,25%. Hal ini terjadi karena adanya harga diskon yang diberikan supplier sehingga harga setiap produk menjadi lebih murah. AbstractModel Development for Dynamic Supplier Selection Problem Using Mixed Integer Linear Programming Methods Considering Discounts. Supplier selection is one of the most important elements in supply chain management. This function involves evaluation of many factors such as, material costs, transportation costs, material quality, delays, supplier capacity, storage capacity and others. Each of these factors varies with time, therefore, supplier identified for one period is not necessarily be same for the next period to supply the same product. So, mixed integer linear programming (MILP) was developed to overcome the dynamic supplier selection problem (DSSP). In this research, a MILP model is built to solve the lot-sizing problem with multiple suppliers, multiple periods, multiple products and quantity discounts. The discount type used is an all-unit discount. The model is verified through case in numerical example and processed using Lingo 17 and the model is validated using sensitivity analysis Taguchi. The proposed mathematical model has been verified and validated so the model could  solve the problems in numerical example. The total cost generated in supplier selection is 792,418. From sensitivity analysis Taguchi results obtained the most influential parameters in the supplier selection is  unit price that has a contribution percentage of 84.25%. This happens because of the discount given by suppliers so that the price of each product becomes cheaper.
Analisa Postur Kerja dengan Metode RULA Pada Pekerja CV. Cipta Usaha Mandiri Avior Bagas Ertansyah; nia budi puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.944 KB)

Abstract

Muskuloskeletal disorder adalah masalah ergonomi yang sering dijumpai di tempat kerja, khususnya yang berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan manusia dalam melakukan pekerjaannya. Masalah tersebut umumnya dialami oleh pekerja yang melakukan gerakan yang sama dan berulang secara terus-menerus (repetitive). CV. Cipta Usaha Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan plywood/kayu lapis setengah jadi untuk pasar ekspor Taiwan dan Timur Tengah. Namum terdapat berbagai masalah yang berhubungan dengan pekerja seperti sakit pinggang dan cepat lelah yang disebabkan oleh pekerjaan yang berulang dengan bentuk postur tubuh yang tidak benar. Hal itu menyebabkan menurunnya produktivitas dari perusahaan tersebut. Analisis postur kerja para pekerja operator manual handling CV. Cipta Usaha Mandiri dengan metode RULA dengan menggunakan bantuan software CATIA dapat menyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan di lapangan maka akan dilakukan evaluasi menggunakan pengukuran RULA dengan software CATIA dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis postur kerja para pekerja serta meberikan rekomendasi berupa penambahan fasilitas kerja agar keluhan muskuloskeletal disorder para pekerja dapat dikurangi. Dengan menggunakan pengolahan metode RULA dan menggunakan bantuan software CATIA didapatkan postur kerja yang berbahaya pada dengan Score 6 yang berwarna orange memiliki arti perlu dilakukan investigasi terhadap postur kerja tersebut dan melakukan perbaikan postur dalam waktu dekat yang terdapat pada proses rework barecore dan postur kerja akhir operator pada proses penyusunan kayu. Sedangkan score 7 yang berwarna merah memiliki arti perlu tindakan perbaikan pada saat itu juga terdapat pada postur kerja proses pendempulan barecore. Penambahan fasilitas kerja berupa meja hidrolis membuat score untuk ketiga postur turun menjadi 3. AbstractMusculoskeletal disorders are a common problem ergonomics in the workplace, particularly with regard to the strength and endurance of man in doing his job. These problems commonly experienced by workers who perform the same movements and repeated continuously (repetitive). CV. Cipta Usaha Mandiri is a company engaged in the manufacture of plywood/half-finished plywood for export markets of Taiwan and the Middle East. However the many problems associated with workers such as lumbago and rapid fatigue caused by repetitive job with body posture, which is not true. It caused a decline in the productivity of the company. Analysis of the working posture of the operator manual workers handling CV. Cipta Usaha Mandiri with RULA method using CATIA software can help resolve problems that exist in the company. From the observation that has been made in the field will be evaluated using measurements RULA with CATIA software in order to determine and analyze the posture of workers and gave the recommendation in the form of additional work facilities that can reduce musculoskeletal complaints disorder. By using the processing methods RULA and using CATIA software assistance obtained hazardous working postures on the orange colored Score 6 means necessary investigation into the working posture and make improvements in the near future contained in the rework process and posture barecore final work on the operator wood preparation process. While the score 7 colored red means necessary corrective action at that time contained in the working posture putty barecore process. Additional facilities such as table hydraulic work making the score for the third posture down to 3. 

Page 13 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue