cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS EFISIENSI KINERJA PROSES DENGAN VALUE STREAM ANALYSIS TOOLS (VALSAT) PADA PROSES PRODUKSI BAHAN BAKU PIPA BAJA PT RAJA BESI SEMARANG Intan Pertiw, Auni Wahyu; Purwanggono, Bambang
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.498 KB)

Abstract

 ABSTRAKPT Raja Besi merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang industri besi baja dengan produk yang dihasilkan berupa pipa baja konstruksi, pipa baja siku, plat baja, dan tiang. Dalam melakukan proses produksi pipa baja terdapat permasalahan berupa pemborosan terutama pada produksi bahan baku yang disebut dengan coil. Waktu prduksi pipa baja selama 552 menit digunakan untuk value added activities dan 1555 menit digunakan untuk non-value added activities. Dengan demikian perlu dilakukan identifikasi proses untuk mengetahui penyebab terjadinya banyak non-value added activities pada proses produksi bahan baku. Value Stream Analysis Tools digunakan mencari tahu tools terbaik untuk identifikasi proses produksi berdasarkan skor pada 7 aktivitas pemborosan yang mungkin terjadi. Hasil skoring menunjukkan bahwa pemborosan berupa transport dan time waiting memiliki skor terbesar yang mengindikasikan bahwa pemborosan yang terjadi cukup signifikan untuk membuat proses produksi kurang efisien. Mapping tools yang sesuai adalah Process Activity Mapping (PAM). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa proses produksi bahan baku memiliki 25 aktivitas dengan total waktu 1932 menit. 77% waktu dihabiskan untuk kegiatan delay, 14% kegiatan operasi, 4% untuk kegiatan transport, 4% untuk kegiatan inspect, dan 0% untuk kegiatan storage. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan Fishbone Diagram menunjukkan bahwa permasalahan yang ada disebabkan oleh ketidakseimbangan beban produksi antar sub-bagian, layout transport yang belum jelas, dan keterbatasn ketersediaan alat bantu transportasi. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah penyeimbangan penjadwalan produksi, otomasi transportasi, dan pembuatan lintasan khusus transportasi.  ABSTRACTAnalysis of process performance efficiency using value stream mapping analysis tools (VALSAT) in the production process of steel pipe raw materials at PT Raja Besi Semarang. PT Raja Besi is a company engaged in the steel industry that produce construction steel pipes, elbow steel pipes, steel plates, and poles. In carrying out the process of producing steel pipes there is waste in the production of materials called coil. 552 minutes of steel pipe production time include into value-added activities and 1555 minutes of steel pipe production time include into non-value-added activities. Thus, there is a need to find out what causes many non-value-added activities in the raw material production process. Value Stream Analysis Tools are the most appropriate tools for knowing the production process based on 7 possible waste situations. Scoring results show that waste including transportation and waiting time have a score that can be proven that the waste that occurs is significant enough to make the production process less efficient. The appropriate mapping tool is Process Activity Mapping (PAM). The results showed that the raw material production process had 25 activities with a total time of 1932 minutes. 77% of the time spent for delay activities, 14% for operating activities, 4% for transportation activities, 4% for inspection activities, and 0% for storage activities. Analysis conducted using the Fishbone Diagram shows that there are those caused by an imbalance of production loadsbetween sub-sections, unclear transportation layout, and limited transportation aids. Improvements that can be made are balancing production scheduling, transportation automation, and making special transportation routes. 
USULAN PERBAIKAN KURSI DAN TATA LETAK RUANG KERJA DI STASIUN KERJA INJECTION (Studi Kasus : PT. Techpack Asia, Karangawen) Risma Danisya WP; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Techpack Asia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi kemasan kosmestik. Dalam proses produksinya dilakukan beberapa jenis proses permesinan. Fokus penelitian ditujukan pada pekerja inspeksi di stasiun kerja injection yang bertugas melakukan pengecheckan visual produk dengan memisahkan produk cacat dan memilih produk yang layak untuk menuju proses selanjutnya. Adanya Kursi dan tata letak ruang kerja di stasiun injection yang kurang ergonomis menyebabkan terjadinya postur kerja yang buruk yang menimbulkan keluhan-keluhan terjadinya musculoskeletal disorder (MSDs). Hal ini diperkuat dengan hasil peninjauan awal dengan metode Nordic musculoskeletal Questionnair. Berdasarkan data kondisi awal kerja tersebut, akan dilakukan evaluasi ergonomi serta perbaikan fasilitas dan tata letak ruang kerja di stasiun kerja injection. Metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi ergonomi adalah metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment). Untuk rekomendasi kursi kerja menggunakan evaluasi dan pertimbangan ergonomis dengan diaplikasikannya data antropometri. Sedangkan untuk tata letak ruang kerja akan diatur sedemikian rupa berdasarkan prinsip ergonomi dan akan dievaluasi menggunakan analisis RULA. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi kerja awal menunjukkan skor RULA antara 5 sampai 7 artinya menunjukkan level resiko yang sangat tinggi. Dengan penambahan fasilitas pendukung kerja berupa kursi dan perubahan tata letak ruang kerja, skor RULA turun menjadi 2 sampai 4 yang menunjukkan level resiko rendah. Hal ini dikarenakan oleh ukuran kursi kerja telah disesuaikan dengan antropometri pekerja dan perubahan tata letak ruang kerja yang memudahkan pergerakan pekerja dengan jarak jangkaunya yang lebih dekat dengan pekerja inspeksi di stasiun injection sehingga menghasilkan postur yang lebih ergonomis
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN RESTORAN CEPAT SAJI DENGAN METODE SERVQUAL (SERVICE QUALITY) DAN IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) (Studi Kasus Restoran Olive Fried Chicken) Ariani Putri Winanda; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.949 KB)

Abstract

Persaingan usaha restoran cepat saji di Indonesia yang semakin ketat menuntut setiap pelaku usaha termasuk Olive Fried Chicken untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai gap dari persepsi dan ekspektasi pelanggan Olive Fried Chciken serta memberikan perbaikan dari atribut-atribut yang memiliki prioritas tertinggi. Pada penelitian ini digunakan metode SERVQUAL dengan lima dimensi pelayanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Kemudian digunakan pula metode IPA (Importance Performance Analysis) untuk menentukan prioritas dari tiap atribut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga atribut yang berada di kuadran I yang memiliki prioritas perbaikan tertinggi, yaitu keberadaan jumlah kasir yang melayani dapat memadai jumlah pelanggan saat ramai (Tangible:9), kecepatan pelayanan oleh kasir, terutama jika pelanggan terlalu banyak (Responsiveness:16), dan ketersediaan tempat cuci tangan yang bersih dan fasilitas pendukung cuci tangan yang lengkap (Tangible:7).  Abstract The title of this paper is service quality analysis of fast food restaurant using SERVQUAL method and Importance Performance Analysis. Fast-food restaurant business competition in Indonesia increasingly stringent require every fast-food restaurant business including Olive Fried Chicken to continuously improve the quality of its service. The purpose of this study was to obtain the gap value of perception and expectation of Olive Fried Chicken customer, and provide improvement according to the attributes that have the highest priority. In this study, the method used is SERVQUAL with its five dimensions of service, that is tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This study used IPA (Importance Performance Analysis) methods to determine the priority of each service attribute. Results from the study showed that there are three attributes which are in quadrant I, which has highest priority to repair, i.e. the amount of the cashier who serve can be an adequate number of customers when crowded (Tangible: 9), the service speed of cashier, especially if it is peak time (Responsiveness : 16), and the availability of clean washstand and adequate hand washing support facilities (Tangible: 7).
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) untuk Menentukan Nilai Jabatan dan Kelas Jabatan Fungsional Umum Universitas Diponegoro jumiarsih jumiarsih; Bambang Purwanggono; Susatyo Nugroho W.P.
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.505 KB)

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Nasional yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Menteri Pendidikan Nasional, dan secara fungsional dibina oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sumber daya manusia (SDM) di UNDIP dituntut untuk memiliki kompetensi manajerial dan teknis. Untuk mengetahui tingkat kinerja para pemangku jabatan dibutuhkan evaluasi jabatan. Evaluasi jabatan digunakan untuk menentukan nilai jabatan dan kelas jabatan. Hasil evaluasi jabatan dengan menggunakan metode Factor Evaluation System (FES) tahun 2012 terjadi adanya ketidaktepatan di antara jabatan-jabatan fungsional umum. Ketidakpuasan dirasakan oleh para pemangku jabatan. Ketidaktepatan tersebut  terjadi pada pengisian kuesioner yang dilakukan oleh Tim Evaluator. Solusi yang dipilih untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan merancang Standard Operating Procedure (SOP) dengan tujuan untuk mengurangi ketidaktepatan yang terjadi dan menjadikan ISO 9001 :2008 sebagai acuan dalam pembuatan SOP tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dirancang 2 (dua) Standard Operating Procedure (SOP). Di antara 2 SOP tersebut terdapat perbaikan dalam proses yang dilakukan yaitu mereview hasil wawancara dengan uraian jabatan.     ABSTRACTDiponegoro University is a university that is organized by Ministry of National Education which under and directly responsible to the Minister of National Education, and functionally supervised by the General Director of Higher Education Ministry of National Education. Human resources (HR) at UNDIP is required to have managerial and technical competence. To determine the level performance of job holders is required  job evaluation. Job evaluation is used to determine the value position and class position. The results of job evaluation which were using Factor Evaluation System (FES) in 2012 occurred any inaccuracies among positions of public functional. Dissatisfaction was felt by the job holders. Inaccuracies occur in filling out the questionnaire from the Evaluator Team. The solution chosen to solve the problem is to design a Standard Operating Procedure (SOP) with the aim of reducing the inaccuracies that occur and make the ISO 9001: 2008 as a reference in making the SOP. Based on the research, is designed two (2) Standard Operating Procedure (SOP). Between 2 of the SOP that have improvements on the review process are reviewing the results of interviews with job descriptions.
ANALISIS KECACATAN PRODUK KAIN COTTON DI DEPARTEMEN PRINTING PADA PT.KUSUMAHADI SANTOSA DENGAN METODE C-CHART Fery Ramadhani; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.215 KB)

Abstract

PT. Kusumahadi Santosa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Permasalahan yang dialami perusahaan adalah masih banyaknya kecacatan yang terjadi terjadi pada kain jenis kain cotton dalam produksi printing. Kondisi ini dapat menyebabkan kerugian secara finansial maupun non finansial. Metode pengendalian kualitas yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan metode C-Chart, diagram pareto, dan diagram sebab akibat. Tujuan dari penelitian ini (1) mengetahui batas kendali atas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL) pada diagram peta pengendalian C-Chart (2) Untuk mengetahui rata-rata kecacatan produk kain cotton. (3) Untuk mengetahui jenis kerusakan kain yang sering terjadi pada PT. Kusumahadi Santosa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui rata-rata kerusakan kain cotton pada tahun 2015 sebesar 1249 unit dengan batas pengendalian atas (UCL) sebesar 1355.02 dan batas pengendalian bawah (LCL) sebesar 1142.98. Dengan kerusakan tertinggi di tahun 2015 pada bulan juni dengan kerusakan sebanyak 1347 unit dan kerusakan paling sedikit terjadi pada bulan desember dengan kerusakan sebanyak 1153 unit. Dari perhitungan nilai  UCL dan LCL yang dilakukan dengan menggunakan metode C-chart dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat data yang out of control atau dalam kata lain masih terkendali. Jenis kecacatan yang terdapat pada kain cotton antara lain warna tidak sesuai, blobor, nglipat, nggaler/bergaris, dan noda. AbstractTitle : Product Defect Analysis in Printing Department PT. Kusumahadi Santosa with C-Chart Method. PT. Kusumahadi Santosa is a company engaged in the textile industry. Problems experienced by the company is still the number of defects that occur occur on the type of cotton fabric in printing production. This condition can cause financial and non financial loss. Quality control method used in research by using method of C-Chart, pareto diagram, and cause and effect diagram. The purpose of this study (1) to know the upper control limit (UCL) and lower control limit (LCL) on the C-Chart control chart map (2) To know the average damage of cotton cloth products. (3) To know the type of fabric damage that often occurs at PT. Kusumahadi Santosa.Based on the result of the research, it is known that the average cotton fabric damage in 2015 is 1249 units with the upper control limit (UCL) of 1355.02 and the lower control limit (LCL) of 1142.98. With the highest damage in 2015 in June with damage of 1347 units and the least damage occurred in December with damage as many as 1153 units. From the calculation of UCL and LCL values performed using C-chart method can be concluded that there is no data out of control or in other words still under control. The types of defects found in cotton fabric include skewing, bowing, Crease, stripes, and stains..
OPTIMASI PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROGRAM LINIER (Studi Kasus CV Piranti Works Temanggung) Farid Prawira putra; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada CV Piranti works ditemukan permasalahan yaitu perusahaan belum dapat merealisasikan rencana produksi yang optimal. Produksi yang dilakukan hanya berdasarkan permintaan tanpa mempertimbangkan kapasitas produksi. Hal itu dapat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan bauran jumlah produksi yang menentukan keuntungan optimal perusahaan. Oleh karena itu penelitian membahas optimasi penentuan jumlah produksi dengan metode program linier. Diharapkan dengan metode tersebut dapat mengatasi permasalahan yang ada.   From the observation that was done on CV Piranti Works, the problem indicated that the company had not been able to make an optimal production plan. The company only produce based on demand without considering its production capacity. Consequently it affected the company to determine production amount of each product type and it influenced the companay to get optimum benefit. Therefore, reaserch discussed optimization of production amount using linear programming. Hopefully with this method the company will able to solve the problem.
PENGEMBANGAN DISTINCTIVE COMPETENCE MENGGUNAKAN ANALISIS VALUE CHAIN PADA PURI MAERAKACA Dinda Fanny Lecianty; Hery Suliantoro Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.142 KB)

Abstract

Puri Merakaca merupakan salah satu obyek wisata di Kota Semarang yang saat ini berada dalam kondisi tidak optimal karena sepi pengunjung. Dengan keadaan seperti ini,  diperlukan adanya suatu perencanaan strategi manajemen untuk mempertahankan eksistensi dan mengoptimalkan pendapatan selanjutnya. Strategi ini dirancang dengan menganalisis rantai nilai, kemudian mencari faktor kunci keberhasilan yang nantinya akan dihasilkan gap dari pengunjung dan pengelola. Gap tersebut akan dijadikan spiderweb yang akam dibuatkan strategi untuk menanggulanginya dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal.. Hasil strategi yang didapatkan untuk pemerintah adalah dengan mengadakan brainstorming untuk pegawai dan mencari solusi permasalahan investor. Strategi untuk Puri Maerakaca adalah dengan kerjasama dengan perusahaan dalam pengadaan event dan juga mencoba membuat adanya inovasi baru. Sementara strategi untuk menarik pengunjung adalah dengan memberikan paket harga khusus dan juga meningkatkan kegiatan promosi.  ABSTRACTPuri Maerakaca is one of  tourism objects in Semarang City that is now in unoptimal condition due to the lack of visitors. Therefore, it needs a management strategic plan to maintain the existence and optimize the upcoming income. This strategy is developed by analysing value chain, then look for the critical succes factors which later generate gap between visitors and management. Later, spiderweb will be generated that it needs strategy to overcome it by considering both internal and external factors. The results are for the government by doing brainstorming for staff and finding for solution to the investor problem. Strategy for Puri Maerakaca is making coorporation with the other companies in term of helding event and try to making new innovations. While, the strategy to attract visitors is by offering special price package and raising promotion activities.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN AREA PRODUKSI DI UNIT PERBAIKAN MESIN PRODUKSI (WORKSHOP) UNTUK MESIN PRODUKSI ROKOK SKM (SIGARET KRETEK MESIN) PT.GUDANG GARAM TBK. MENGGUNAKAN PETA KENDALI X ̅ DAN R Adhitya Rasta Nugraha; Yusuf Widharto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.55 KB)

Abstract

PT. Gudang Garam Tbk. Merupakan perusahaan dalam produksi rokok berbagai varian.Dalam melakukan produksi rokok yang ada di PT.Gudang Garam Tbk. menggunakan sistem make-to-stock.Namun untuk studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan pada area perbaikan mesin produksi rokok yang ada.Lantai produksi dalam area perbaikan mesin produksi di PT.Gudang Garam Tbk. menggunakan sistem make-to-order dimana perbaikan-perbaikan mesin ataupun order part mesin yang dilakukan dan yang diproduksi berdasarkan dari pesanan unit produksi PT.Gudang Garam Tbk.Adanya banyak order dan proses pengerjaan perbaikan mesin dan pengerjaan part-part yang dibutuhan untuk mesin produksi di unit produksi mengakibatkan para pekerja yang ada dan mesin-mesin dalam lantai produksi terus melakukan proses kerja secara terjadwal.Dalam rutinitas proses kerja yang ada di lantai produksi di unit perbaikan mesin produksi (Workshop) seringkali ditemukan banyak paparan kebisingan yang timbul dari proses kerja mesin-mesin produksi ataupun dari interaksi manusia dengan pekerjaannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melakukan analisis tingkat kebisingan yang ada di area produksi unit perbaikan mesin (Workshop) PT.Gudang Garam Tbk. menggunakan peta kendali  dan R.Dalam melakukan pengambilan sampel data untuk analisis dan perhitungan tingkat kebisingan di area produksi tersebut dilakukan dengan melakukan clustering zona jenis-jenis mesin yang terbagi menjadi 3(tiga) zona sampel kebisingan area permesinan yaitu zona mesin-mesin CNC (Computer Numerical Control),zona mesin-mesin turning dan milling dan zona pengerjaan produk dengan kerja bangku.Selain membagi 3(tiga) zona pengambilan data,juga dilakukan pembagian waktu dalam mengambil sampel data tingkat kebisingan yang terbagi menjadi 3(tiga) kali pengambilan dalam 1(satu) hari kerja antara lain waktu pagi pada pukul 10.00 WIB,waktu siang pada pukul 14.00 WIB dan waktu sore pada pukul 16.00 WIB.Pengambilan sampel dilakukan dengan sound level meter dari aplikasi berbasis android.Setelah sampel terkumpul maka akan dilakukan proses analisis dan perhitungan apakah rata-rata tingkat kebisingan yang ada di dalam lantai produksi unit perbaikan mesin masih berada di dalam nilai ambang batas <NAB 80 atau telah melebihi nilai ambang batas >NAB 80. ABSTRACTNoise level analysis of production area in unit repair of production machine (Workshop) for SKM cigarette production machine (Sigaret Kretek Machine) PT.Gudang Garam Tbk. Using the  and R control chart. PT. Gudang Garam Tbk. Is a company in the production of various cigarette variants. In doing cigarette production in PT.Gudang Garam Tbk. using make-to-stock system. But for the case study used in this research is done on the existing cigarette production machine repair area. The production floor in the area of production machine repair in PT.Gudang Garam Tbk. using a make-to-order system where machine or part order improvements are made and produced based on the order of production unit of PT.Gudang Garam Tbk.There are many orders and process of repairing machines and workmanship of parts that are needed for the production machine in the production unit resulted in the existing workers and machines in the production floor continues to perform the work process on schedule. In routine work processes that exist in the production floor in the production machine repair unit (Workshop) is often found a lot of noise exposure arising from the process of working the machine the production engine or from human interaction with the work. This research aims to identify and conduct noise level analysis in the production unit of PT.Gudang Garam Tbk. using X and R control charts. In sampling the data for analysis and noise level calculation in the production area is done by clustering the machine type zones which are divided into 3 (three) zone noise sampling machining areas ie the CNC machining zone (Computer Numerical Control), zone of turning and milling machines and work area of the product with the work of the bench. In addition to dividing 3 (three) data retrieval zones, also conducted the time division in sampling the noise level data is divided into 3 (three) in 1 (one) working day, among others, morning time at 10:00 pm, noon time at 14.00 pm and evening time at 16.00 pm. Sampling is done with sound level meter of android-based applications. After the sample is collected it will be done the analysis process and the calculation of whether the average noise level in the production floor of the machine repair unit is still in the threshold value <NAB 80 or has exceeded the threshold value> NAB 80.
ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENERAPAN PRODUK BER-SNI DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Muhdam Azhar; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SNI yang telah dirilis oleh BSN ternyata belum mampu dijalankan sepenuhnya oleh pelaku industri dalam negeri dibuktikan dengan penerapan SNI yang hanya sekitar 20% dari total SNI yang ada. Oleh sebab itu, BSN menerapkan Genap SNI yang juga mendukung Perpres No.54 Tahun 2010 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres No.70 Tahun 2012 yang intinya mensyaratkan penggunaan produk-produk dalam negeri yang berstandar dalam pengadaan barang/jasa di sektor pemerintah. Namun sayangnya, evaluasi terhadap program tersebut belum dilakukan sehingga belum diketahui seberapa efektif program yang sudah dijalankan.Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk membuat profil atas tingkat pemenuhan dari pengadaan barang dan jasa  pemerintah terhadap penggunaan atau pembelian produk dalam negeri yang telah memenuhi SNI; serta membuat analisis SWOT dari penerapan kebijakan penggunaan produk ber-SNI dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.Penelitian dilakukan dengan melakukan survei atas tingkat pemenuhan produk-produk ber-SNI dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui data yang dimiliki oleh SKPD di Provinsi Jawa Tengah. Dari survei yang dilakukan, barang-barang yang diadakan dikelompokkan ke dalam 11 sektor sesuai dengan sektor prioritas dalam Program Genap SNI.  Kemudian melakukan analisis dengan me-tode SWOT dengan memberikan kuesioner dan melakukan wawancara kepada PPK yang berada di dalam lingkungan SKPD Provinsi Jawa Tengah.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebijakan penerapan produk ber-SNI dalam pengadaan belum efektif dengan tingkat pemenuhan hanya 28%. ABSTRACT SNI has been released by BSN is not yet able to be run entirely by the domestic industry that is evidenced by the application of SNI which is only about 20% of the total existing SNI. Therefore, BSN apply Genap SNI also supports Presidential regulation No. 54 of 2010 which was then updated to Presidential regulation No. 70 of 2012 which essentially requires the use of domestic products are standard in the procurement of goods / services in the government sector. But unfortunately, the evaluation of the program has not done so yet known how effective the program was run.Therefore, this study was to create a profile on the degree of fulfillment of the government's procurement of goods and services against use or purchase of domestic products that have met the SNI, and make a SWOT analysis of application of usage policies SNI products in the process of government procurement.The study was conducted by surveying the level of SNI products fulfillment in government procurement through data held by SKPD in Central Java Province. From the survey conducted, the goods are held grouped into 11 sectors according to the priority sectors in the Genap SNI Program. Then arrange a SWOT analysis of the method by giving questionnaires and interviews to PPK who was around of SKPD in Central Java Province.The results obtained show that the policies implementation of  SNI products in the procurement has not been effective with only 28% compliance rate
PENERAPAN PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BESI COR PART HANDLE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi Kasus : CV Surya Cipta Inti Pratama, Semarang) Benraen Pirogo; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.774 KB)

Abstract

CV Surya Cipta Inti Pratama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha supply mesin, Perusahaan ini memproduksi mesin Rotogravure yaitu alat print otomatis kemasan. Pada awalnya, kriteria pemilihan di CV Surya CIP hanya didasarkan pada harga yang ditawarkan dan kecepatan pengiriman yang dijanjikan dalam melakukan pemilihan supplier. Adanya pengembangan kriteria menyebabkan proses pengambilan keputusan pemilihan supplier menjadi lebih kompleks. Oleh karena itu, diperlukan suatu rancangan pemilihan supplier sehingga proses penentuan supplier akan lebih mudah dan lebih objektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja bahan baku dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan kriterianya berdasarkan Vendor Indicator Performance (VPI) yang memiliki 5 kriteria yaitu Quality, Cost, Flexibility, Delivery, Responsiveness dan satu kriteria tambahan yang diusulkan oleh pihak CV Surya CIP yaitu Honesty. Hasil rancangan sistem evaluasi menghasilkan 12 VPI yang dari masing-masing kriterianya memberikan 2 Vpu I. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dan bantuan software expert choice ver.2000 diperoleh bobot kepentingan kriteria Quality (0,334), delivery (0,162), cost (0,074), flexibility (0,063), responsiveness (0,047), dan kriteria Honesty (0,032). Hal ini dapat diartikan bahwa kriteria Quality merupakan kriteria utama yang dianggap paling penting dalam menentukan pilihan supplier. Sedangkan hasil dari evaluasi supplier menunjukan kinerja UD Dwi Karya mendapatkan bobot paling tinggi (0,563), dilanjutkan dengan UD Barokah (0,296) dan terkahir UD Surya Teknik (0,141). Hasil evaluasi supplier ini dapat digunakan perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan pengadaan material bahan baku dari masing-masing supplier pada periode berikutnya. Abstract [Implementation Of   Iron Cast Raw Material Handle Part supplier selection Using Analytical Hierarchy Process (Case Study: CV Surya Cipta Inti Pratama, Semarang)]. CV Surya Cipta Inti Pratama is one company on the job the engine supply, this company manufactures machine tools, it called Rotogravure automatic print packaging. In the beginning, the selection criteria in CV Surya CIP is based only on the price offered and the speed of delivery promised. The development of criteria led to decision making process become more complex. Therefore, it is needed a plan thus the supplier selection process will be easier and more objective. The aim of this study is to evaluate the performance of the raw material by using Analytical Hierarchy Process (AHP) with criteria based Vendor Indicator Performance (VPI) which has five criteria: Quality, Cost, Flexibility, Delivery, Responsiveness and the additional criteria proposed by the CV Surya CIP was honesty. Results of the evaluation system design generates 12 VPI that of each criterion gives 2 VPI. Based on the results of data processing by using Analytical Hierarchy Process (AHP) and the help of a software expert choice ver.2000, It gained importance weight criteria Quality (0.334), Delivery (0.162), Cost (0,074), Flexibility (.063), (0.047), and the criteria of Honesty (0.032).  It implied that the criteria Quality is the main criteria considered most important in determining the choice of supplier. While the results show the performance of the supplier evaluation Dwi Karya UD get the highest weight (0.563), followed by UD Barokah (0,296) and the last UD Surya Teknik (0.141). Supplier evaluation results can be used by companies as a material consideration in determining the raw materials procurement policy of each supplier in a subsequent period.

Page 14 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue