cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS PERANAN REALTIONSHIP AGE DALAM PEMBENTUKAN LOYALITAS PELANGGAN TELEPON SELULER Fernando Sirait; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.947 KB)

Abstract

Memiliki pelanggan yang loyal merupakan  impian dari setiap pelaku bisnis. Saat ini banyak para ahli telah mencoba untuk membangun konsep dan teori tentang loyalitas pelanggan barang atau jasa  termasuk pada industri telekomunikasi seluler. Para ahli berpendapat bahwa pembentukan loyalitas pelanggan pada industri telekomunikasi seluler memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri jasa pada umumnya terutama peranan relationship age (umur pemakaian) pada loyalitas pelanggan. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana peranan relationship age dalam mempengaruhi dampak yang ditimbulkan relational equity, trust, dan cutomer satisfaction dalam membangun loyalitas pelanggan telepon seluler. Loyalitas pelanggan dalam penelitian dibagi menjadi  dua dimensi yaitu attitudinal loyality dan behavioral loyality. Melalui kuesioner penelitian (N=100) dan diolah dengan Partial least Square (PLS) menemukan bahwa di Indonesia relationship age tidak memiliki pengaruh yang berarti dalam peningkatan pada kedua dimensi loyalitas pada industri telepon seluler. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa relational equity memiliki pengaruh positif dalam peningkatan loyalitas pelanggan pada industri telekomunikasi seluler di Indonesia. ABSTRACTHas a loyal customer is a difficult dream realized by each company. Many previous studies have tried to build the concepts and theories of customer loyalty on products and services, including the mobile telecommunications industry. Experts argue that the formation of customer loyalty in the mobile telecommunication industry has different characteristics from the service industry general particularly the role of relationship age (lifespan) on customer loyalty. In this study, researchers wanted to know how the relationship age role in influencing the impact of relational equity, trusts, and cutomer satisfaction in building customer loyalty mobile phone. Customer loyalty in this study were divided into two dimensions that attitudinal loyalty and behavioral loyalty. Through a questionnaire study (N = 100) and treated with partial least square (PLS) found that in Indonesia relationship age does not have significant impact on the increase in the dimensions of loyalty on the mobile phone industry. The results also showed that the relational equity has a positive effect in increasing customer loyalty in the mobile telecommunication industry in Indonesia.
DESAIN PENGEMBANGAN DAN REKOMENDASI PERBAIKAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PADA DIVISI FOUNDRY PT. AUSTENITE FOUNDRY MEDAN Edi Suranta Bangun; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.547 KB)

Abstract

PT. Austenite Foundry merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Medan. PT. Austenite Foundry berpengalaman dalam bidang indusri pengecoran/penuangan logam atau baja.. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Austenite Foundry adalah pekerjaan proses pengecoran yang terjadi pada divisi foundry yang memiliki tingkat potensi terjadinya kecelakaan kerja yang tinggi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menganalisis potensi dan resiko bahaya dari suatu kecelakaan kerja dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Kemudian dari penelitian ini didapatkan hasil yaitu potensi bahaya yang ada mencakup rendah, sedang, dan tinggi, lalu akan diberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja.ABSTRACT[Development Design and Recommendation of Risk Accident Improvement Using Job Safety Analysis Method In Foundry Division PT. Austenite Foundry Medan] PT. Austenite Foundry is a manufacturing company located in the Medan Industrial Area. PT. Austenite Foundry is experienced in metal / steel casting / casting industries. Problems faced by PT. Austenite Foundry is a casting process that occurs in the foundry division which has a high level of potential work accidents. Therefore, research is conducted to analyze the potential and risk of harm from a work accident using the Job Safety Analysis (JSA) method. This is done to reduce the risk of work accidents. Then from this study, the results show that the existing potential hazards include low, medium, and high, then recommendations for improvement will be given to reduce the risk of work accidents.Keywords: Occupational Safety and Health, Work Accident Risk, Job Safety Analysis (JSA) 1.     PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang. Pembangunan dilakukan setiap tahunnya dari segala sektor, baik itu untuk menunjang transportasi, kehidupan, maupun hanya untuk sekedar estetika saja. Sektor industri merupakan salah satu sektor yang terbesar di Indonesia, banyaknya pembangunan pabrik dengan berbagai sektor sehingga mengakibatkan banyaknya permintaan sparepart-sparepart yang digunakan untuk proses pembangunan pabrik-pabrik yang ada di Indonesia.PT. Austenite Foundry merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Medan. PT Austenite Foundry berpengalaman dalam bidang industri pengecoran/penuangan logam/baja. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam sparepart terutama untuk kebutuhan pabrik Kelapa Sawit, Boller, Pabrik Karet, dan mesin lainnya. PT Austenite Foundry memiliki beberapa divisi, salah satunya yaitu divisi foundry. Kegiatan yang terdapat pada divisi ini adalah proses pengecoran/penuangan hasil leburan logam/baja. Kegiatan ini memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga keselamatan kerja perlu diperhatikan.Penggunaan peralatan berat seperti crane, tungku masak cor, dan sebagainya membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan berpengalaman dalam mengoperasikannya sehingga seluruh proses pengecoran dan penuangan dapat berjalan sesuai rencana dan memiliki tingkat keselamatan kerja tinggi. Menurut Simanjuntak (1994), keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari risiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.Pada divisi foundry, kesalahan dan kecerobohan pekerja mungkin dapat terjadi seperti pekerja terkena hempasan api, tertimpa kayu peyangga tungku, terjepit, dan sebagainya. Potensi ini mungkin dapat terjadi pada pekerjaan pengecoran. Hal tersebut tentunya harus dapat ditindaklanjuti untuk menghindari kemungkinan tersebut. Untuk menghindari hal-hal tersebut, perlu dilakukan analisis potensi terjadinya kecelakaan kerja. Analisis yang digunakan pada permasalahan ini yaitu Job Safety Analysis karena dengan metode ini, identifikasi bahaya yang dilakukan berfokus pada interaksi antara pekerja, tugas/pekerja, alat dan lingkungan (Mahendar,2014).Dengan melakukan pengamatan pada pekerjaan pengecoran kemudian mengidentifikasi untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja yang dapat terjadi dan tingkat keparahan serta konsekuensi yang mungkin timbul dari kecelakaan kerja tersebut. Selain itu juga dilakukan penilaian yang mengacu pada tingkat risiko. Penerapan Job Safety Analysis (JSA) diharapkan akan dapat meminimasi kecelakaan kerja yang memiliki potensi tinggi selama proses pengecoran dengan melakukan tindakan pencegahan dini. Hal ini untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan keuntungan, kegiatan pengecoran dan penuangan yang efektif dan efisien serta produktivitas tinggi pada perusahaan.
ANALISIS PENGARUH FINANCIAL BENEFIT, SOCIAL BENEFIT, DAN STRUCTURAL TIES TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PENGGUNA MATAHARI CLUB CARDS SEMARANG Esty Anjelia Pertiwi Gea; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis retail yang semakin ketat membawa pengaruh semakin menurunnya pertumbuhan pangsa pasar supermarket di Indonesia. Oleh karena itu,  bisnis retail perlu meningkatkan kualitas layanan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan dengan membangun relasi yang baik dengan pelanggan yaitu dengan membangun Customer Relationship Management (CRM). Salah satu aplikasi CRM adalah dengan kartu keanggotaan atau Membership Card. Seperti yang dilakukan oleh Matahari Department Store dalam bersaing dengan retail lain dengan mengeluarkan Matahari Club Cards (MCC). Untuk membangun loyalitas pada member MCC perlu adanya keuntungan – keuntungan yang didapat dari penggunaan MCC yaitu financial benefit, social benefit, dan structural ties yang akan diteliti dalam penelitian ini dan pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan perhitungan dengan regresi linier berganda diperoleh hasil dimana financial benefit merupakan faktor yang paling mempengaruhi loyalitas pelangga. Financial benefit, social benefit, dan structural ties mempengaruhi loyalitas pelanggan sebanyak 71%.
PENDEKATAN MULTI ATTRIBUTES DECISION MAKING DENGAN METODE TOPSIS DALAM PEMILIHAN LOKASI PERAKITAN Studi Kasus PT. Hartono Istana Teknologi Riri Indah Lestari; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.566 KB)

Abstract

PT. Hartono Istana Teknologi berencana akan memindahkan lokasi sub assembly atau lokasi perakitan untuk komponen kulkas, namun lokasi tersebut belum ditentukan. Perusahaan ini memiliki tiga pilihan alternatif lokasi untuk dijadikan lokasi perakitan yang baru. Metode pendukung pengambilan keputusan sangat bermanfaat jika di aplikasikan dalam perusahaan ini untuk menentukan alternatif terbaik dari ketiga alternative tersebut. Terdapat beberapa metode pengambilan keptusan yang dapat digunakan, salah satu nya adalah dengan Multi Attributes Decision Making (MADM) dengan mengunakan metode TOPSIS. Metode TOPSIS digunakan karena memiliki konsep yang sederhana, mudah dipahami, memiliki komputasi yang efisien dan mempunyai kemampuan untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan dalam bentuk matematis yang sederhana, dimana pada permasalahan ini, perusahaan harus memilih salah satu dari tiga alternatif dengan memperhitungkan beberapa kriteria atau atribut yang telah ditentukan. Hasil akhir dari MADM metode TOPSIS ini ditentukan berdasarkan dari nilai preferensi tertinggi diperhitungan akhir, dimana pada kasus ini, alternatif terpilih adalah pada alternatif pertama, dengan nilai preferensi sebesar 0,586.  Abstract The titled of this research is Multi Attributes Decision Making with Using TOPSIS Method for Assembly Site Selection at PT Hartono Istana Teknologi. PT. Hartono Istana Teknologi will move the sub-assembly or assembly location for the components of the refrigerator, but the location has not been determined. Company has a three alternatif locations to be used as the location of the new assembly. Decision support method is very useful if applied in this company to determine the best alternatif of several alternatifs. There are several methods of making keptusan that can be used, one of them is with Multi Attributess Decision Making (MADM) by using TOPSIS method. This is because the TOPSIS method has a simple concept, easy to understand, have efficient computing with the ability to measure the relative performance of alternatifs decision in the form of mathematically simple, which in this problem, companies must choose one of three alternatifs with taking into account several criteria or the attributes that has ditentukant. The end result of this is seen MADM TOPSIS method and determined based on the value of the highest preference reckoned end, which in this case, the selected alternatif is the first alternatif, with a preference value of 0.586 
Analisis Sikap Konsumen Terhadap Bauran Pemasaran Jasa Kurir Pos Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Loyalitas Konsumen Johan Richie Sulistyo; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.808 KB)

Abstract

Dengan disahkannya UU No. 38 tahun 2009 tentang penghapusan monopoli pasar oleh Pos Indonesia, membuat persaingan di industri jasa kurir semakin ketat. Agar Pos Indonesia mampu unggul dalam persaingan, maka perlu diketahui posisi Pos Indonesia dalam persaingan dengan pesaing utamanya yaitu Tiki dan JNE menurut pandangan atau sikap konsumen terhadap variabel atau atribut yang melekat pada jasa kurir tersebut. Selain melihat situasi diluar perusahaan, untuk mempertahankan konsumen Pos Indonesia sendiri perlu diketahui variabel yang mempengaruhi loyalitas pelanggannya.Dengan analisis menggunakan statistik deskriptif didapatkan nilaievaluasi konsumen terbesar pada variabel product, process, dan price. Sedangkan menurut analisis gap didapat ketiga variabel tersebut juga merupakan kelemahan dari Pos Indonesia. Dengan model Sikap Fishbein, didapat nilai sikap konsumen Pos Indonesia sebesar 169,75 dengan variabel yang menonjol pada variabel pace, nilai sikap konsumen Tiki sebesar 159,83 dengan keunggulan pada variabel proses, sedangkan nilai sikap konsuemn JNE adalah 171,81, dengan variabl yang menonjol adalah variabel produk.Analisis selanjutnya menggunakan statistik kausal dengan Regresi Linear Berganda,berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji F menunjukkan bahwa bauran pemasaran jasa 7P yang melekat pada Pos Indonesia berpengaruh secara linear terhadap loyalitas konsumennya dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,488.Sedangkan dengan uji t didapat hasil bahwa tidak terdapat variabel bebas yang mempengaruhi loyalitas konsumen secara signifikan. Abstract With the passage of Law 38 of 2009 on the abolition of the monopoly market by Pos Indonesia, making competition in the courier service industry is getting tougher. Pos Indonesia to be able to excel in competition, it is necessary to know the position Pos Indonesia in competition with the main competitor Tiki and JNE according to the views or attitudes of consumers towards variable or attribute that is attached to the courier service. In addition to looking at the situation outside the company, Pos Indonesia to maintain its own consumers need to know the variables that influence customer loyalty.By using descriptive statistical analysis found the largest consumer evaluation value in a variable product , process , and price . While the gap analysis obtained by these three variables is also a weakness of Pos Indonesia . With the model of Fishbein Attitude , attitude consumer value obtained Pos Indonesia at 169.75 with a prominent variable in the variable pace , consumer attitudes Tiki value of 159.83 with the advantages of the process variable , while the value of attitude konsuemn JNE is 171.81, with the variabl prominent products is variable . Further analysis using a statistical causal with multiple linear regression , hypothesis testing based on the results of the F test shows that the marketing mix 7P Pos Indonesia attached to a linear effect on consumer loyalty to the values of determination coefficient of 0.488. While the t-test result that there are no independent variables that significantly affect customer loyalty
REKOMENDASI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BERDASARKAN ISO 31000 (STUDI KASUS CV. PELITA SEMARANG) Rachmania, Bedietra Adriz; Purwanggono, Bambang
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.051 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan penerapan manajemen risiko pada usaha percetakan CV. Pelita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Perusahaan belum melakukan manajemen risiko dengan baik dan hal ini dapat menimubulkan kerugian untuk keberlangsungan usaha kedepannya. Penerapan manajemen risiko direkomendasikan berdasarkan proses pengelolaan risiko ISO 31000 yang terdiri dari identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perlakuan risiko. Teridentifikasi tiga risiko ekstrim dalam perusahaan yaitu kerusakan mesin pencetakan, mesin usang, serta kualitas dan kecepatan pengiriman.  Abstract [Risk Management Recommendations Based on ISO 31000  (Case Study of CV Pelita Semarang)] This study aims to recommend the implementation of risk management on printing business CV Pelita Semarang. Qualitative method was used in this research, by using interview and observation method. The company has not conducted risk management properly and this can lead to further losses for business continuity. The recommendation of implementation of risk management is given based on ISO 31000 risk management process which consists of risk identification, risk analysis, risk evaluation, and risk treatment. Identified three extreme risks in the company are damage of printing machines, obsolete machines, and quality and speed of delivery.
PENGARUH BEBAN KERJA, KELELAHAN KERJA, DAN TINGKAT KEWASPADAAN TERHADAP TINGKAT KESALAHAN DALAM UPAYA MEMINIMASI HUMAN ERROR (Studi Kasus di R.S Semarang) SOFIE HARNADINI; PURNAWAN ADI WICAKSONO
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK R.S  Semarang, merupakan rumah sakit terkemuka yang menjadi rujukan pasien ICU dalam lingkup Jawa Tengah. Selain memiliki peralatan medis yang canggih, R.S tersebut juga didukung oleh tenaga medis yang dituntut untuk menangani pasien ICU dengan sangat baik, termasuk perawat ICU yang dituntut untuk merawat pasien tanpa kesalahan sedikit pun. Karena para konsumennya (pasien) membutuhkan perhatian dan perawatan selama 24 jam sehari, Rumah Sakit menerapkan sistem pekerja gilir (shift kerja). Sistem shift kerja dapat menyebabkan beberapa faktor seperti meningkatnya beban kerja dan kelelahan, serta menurunnya tingkat kewaspadaan yang dapat berakibat pada terjadinya human error, sehingga dapat membahayakan pasien, maka dilakukan  uji regresi linier majemuk antara beban kerja fisik, beban kerja mental, kelelahan kerja dan tingkat kewaspadaan (untuk setiap shift kerja) terhadap tingkat kesalahan ( =0.05; kepercayaan= 95%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelelahan kerja merupakan  variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesalahan untuk semua shift kerja, dimana koefisien nilai R sebesar 0.905 untuk shift kerja pagi; 0.809 untuk shift kerja siang dan sebesar 0.909 untuk koefisien nilai R pada shift kerja malam. Berdasarkan hasil tersebut, mengindikasikan adanya potensi terjadinya human error pada perawat ICU yang disebabkan oleh variabel kelelahan kerja yang harus diminimasi agar tidak berdampak buruk pada keselamatan pasien. Upaya minimasi human error yang dilakukan menggunakan metode HEART dan SHERPA. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode tersebut, terdapat 17 aktivitas yang berpotensi menyebabkan human error, dan aktivitas yang mempunyai potensi terbesar dalam menimbulkan human error adalah aktivitas intervensi kolaborasi dengan besar probability of failure sebesar 0.448. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya kapasitas yang dimiliki (perawat) dengan kapasitas yang dapat diterima (pasien), sehingga diperlukan penambahan jumlah perawat pada bagian ICU, penyediaan checklist untuk meminimalisasi kelalaian, serta pemerataan jam kerja untuk mengurangi kelelahan kerja yang dirasakan oleh perawat.  ABSTRACT Hospital in Semarang, is reputable hospital where ICU patient within the scope of Central Java can be referred. Besides having sophisticated medical equipment, the hospital is also supported by the medical personnel who are required to make a very good treatment for ICU patients, including ICU nurses are treating patients without the slightest error. Because of its consumers (patients) need attention and treatment during 24 hours a day, the hospital implement the system of shift work. System of shift work can lead to several factors such as increased workload and fatigue, as well as reduced the level of vigilance that can result in the occurrence of human error that could harm the patient, then performed multiple linear regression test between physical workload, mental workload, job bornout and vigilance (for each work shift) to the error rate (α = 0.05; confidence = 95%). The test results showed that the job bornout is a variable that most significantly influence the error rate for all shift work, where the coefficient R value for the morning shift is 0.905; 0.809 to the afternoon shift, and 0.909 for the coefficient R value on the night shift. Based on the result, indicating a potential for human error in the ICU nurse fatigue caused by the variable of work that must be minimized so as not to adversely affect patient safety. Human error minimization efforts were performed using the method of HEART and SHERPA. After doing the calculations using these methods, there are 17 activities that could potentially lead to human error, and activities that have the greatest potential for human error is the collaboration intervention with a large probability of failure of 0.448. This is because the imbalance of capacity owned (nurses) with an acceptable capacity (patient), so that the required additional number of nurses in the ICU, providing a checklist to minimize negligence, as well as the distribution of working hours to reduce the fatigue experienced by nurses  
EVALUASI FAKTOR SUKSES IMPLEMENTASI ISO 14001 DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT.APAC INTI CORPORA SEMARANG Yasmin Mauliddina; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.104 KB)

Abstract

Since 1980s, environmental issues were increasing, several policies were made im countries as a concern to environment, even the government has the policy about environment. One of the standard used in company related to environment is ISO 14001. PT.APAC INTO CORPORA (AIC) is a textile company which has been implemented the ISO 14001 since 2002 and still can kept the certificate license for 13 years. But, there hasn’t been a study about the success factor of these ISO 14001’s implementation. Several literatures also have different results regarding the internal success factor about the implementation of ISO 14001. This study aims to identificate the internal success factor of the ISO 14001’s implementation di PT.AIC, determine the weight of the internal success factor, and to propose a strategy based on the highest weight. This study used Analytical Hierarchy Process (AHP) to obtain the highest weight then continued with Delphi Method to propose a strategy based on the criteria that have the highest weight. The respondent of this study consist of 5 respondents who understand about the implementation of ISO 14001 in the company and 5 respondents who understand the real condition to propose strategies with Delphi Method. The result of this study are the weight of internal success factor of ISO 14001’s implementation and the recommendation strategies based on the weight.   ABSTRAK Sejak tahun 1980-an isu tentang lingkungan semakin meningkat, beberapa kebijakan dirumuskan di berbagai negara mengenai kepedulian lingkungan bahkan pemerintah memiliki kebijakan tersendiri mengenai lingkungan. Salah satu standar yang digunakan perusahaan berkaitan dengan kebijakan lingkungan adalah ISO 14001. PT.APAC INTI CORPORA (AIC) adalah perusahaan tekstil yang telah menerapkan ISO 14001 sejak 2002 dan mampu mempertahankan selama 13 tahun. Namun belum ada studi lebih lanjut tentang faktor keberhasilan penerapan ISO 14001 ini. Beberapa literatur juga belum memiliki kesepakatan persamaan faktor sukses internal penerapan ISO 14001. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kesuksesan internal penerapan ISO 14001 di PT.AIC tersebut, menentukan bobot faktor kesukseskan penerapan ISO 14001, dan  melakukan rekomendasi usulan strategi untuk bobot faktor sukses internal tertinggi. Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan hasil bobot terbesa, kemudian dilanjutkan dengan Metode Delphi untuk melakukan usulan strategi berdasarkan kriteria yang memiliki bobot terbesar. Responden dalam penelitian ini adalah 5 responden karyawan yang telah memahami penerapan ISO 14001 di perusahaan untuk Metode AHP, dan 5 responden karyawan yang telah memahami kondisi lapangan perusahaan untuk merancang usulan strategi dengan Metode Delphi. Hasil dari penelitian ini adalah bobot faktor kesuksesan terbesar implementasi ISO 14001 dan rekomendasi usulan strategi untuk bobot pentingnya faktor kesuksesan terbesar. 
Analisis Repair Policy dan Preventive Maintenance Policy untuk Mengetahui Biaya yang Optimal pada Mesin Pompa PT. PERTAMINA TBBM SEMARANG GROUP Dhana Antasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.77 KB)

Abstract

PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia yang begerak pada bidang penyediaan minyak dan gas bumi. Kegiatan Pertamina dalam melaksanakan usaha dibidang energi terbagi dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak perusahaan.Pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group terdapat pompa yang berfungsi untuk memompa minyak dari tangki timbun ke mobil tangki sebelum disalurkan ke berbagai SPBU. Jumlah pompa  yang tersedia adalah 21 buah. Selama periode Januari hingga Desember 2016 jumlah breakdown pompa pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group sebanyak 103 buah. Penelitian ini membahas mengenai gambaran distribusi frekuensi breakdown selama bulan Januari hingga Desember 2016 dan alternatif jadwal perbaikan atau perawatan dengan biaya terkecil. Frekuensi breakdown selama tahun 2016, mengikuti distribusi frekuensi breakdown 2, dimana waktu breakdown sulit diprediksi. Perhitungan biaya perawatan untuk preventive maintenance dan corrective maintenance policy dilakukan dengan membandingkan keduanya, sehingga diperoleh jadwal perawatan atau perbaikan yang optimal. Dari hasil perhitungan, diusulkan jadwal perawatan sesuai preventive maintenance policy dengan periode tiap 5 bulan sekali. ABSTRACTPT. Pertamina (Persero) is an oil and gas company owned by the Government of Indonesia which operates in the field of oil and gas supply. Pertamina's activities in carrying out business in the energy sector are divided into upstream and downstream sectors, and are supported by the activities of its subsidiaries. At PT. Pertamina TBBM Semarang Group has a pump that functions to pump oil from the storage tank into the tank car before being distributed to various gas stations. The number of pumps available is 21. During the period January to December 2016 the number of pump breakdowns at PT. Pertamina TBBM Semarang Group is 103 units. This study discusses the description of breakdown frequency distribution during January to December 2016 and the alternative schedule for repairs or maintenance with the smallest cost. The frequency of breakdown during 2016 follows the frequency distribution of breakdown 2, where breakdown times are difficult to predict. Calculation of maintenance costs for preventive maintenance and corrective maintenance policy is done by comparing the two, so that an optimal maintenance or repair schedule is obtained. From the results of the calculation, a maintenance schedule is proposed according to the preventive maintenance policy with the period every 5 months.
ANALISIS KEANDALAN OPERATOR DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF DENGAN MENGGUNAKAN CREAM (COGNITIVE RELIABILITY ERROR AND ANALYSIS METHOD) (Studi Kasus : Approach Control Unit Bandar Udara Ahmad Yani Semarang) Riko Agisdihan Afifi; Ratna Purwaningsih; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat terbang merupakan alat transportasi yang paling cepat tetapi juga memiliki resiko kecelakaan yang besar. Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu bandara dengan lalu lintas udara yang padat karena terletak diantara Bandara Soekorno Hatta Cengkareng dan Bandara Juanda Surabaya. Pengaturan lalu lintas pesawat terbang baik di bandara atau di udara dikendalikan oleh bagian yang khusus dari suatu bandara yaitu pada bagian Air Traffic Controller (ATC). Operator ATC bekerja dengan terus berkomunikasi kepada pilot pesawat terbang agar pengaturan lalu lintas pesawat menjadi lancar untuk meminimasi kecelakaan pesawat terbang sehingga operator ATC harus berada dalam keadaan fisik dan mental yang optimal karena pekerjaan ini membutuhkan daya pikir, daya ingat, dapat menginterpretasikan kondisi udara pada saat penerbangan, serta dituntut untuk memberikan keputusan kepada pilot secepat mungkin sehingga keandalan aspek kognitif sangat diperlukan oleh operator ATC. Untuk menunjang hal ini, diperlukan keandalan yang tinggi dari operator ATC untuk meminimasi terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia yang diukur salah satunya dengan CREAM (Cognitive Reliability Error and Analysis Method) yang termasuk ke dalam metode Human Reliability Assessment (HRA). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Operator ATC khususnya Unit APP Bandara Ahmad Yani Semarang termasuk ke dalam mode kontrol tactical dengan 12 pekerjaan yang memerlukan fungsi kognitif observation, 6 pekerjaan yang memerlukan fungsi kognitif interpretation, 13 pekerjaan yang memerlukan fungsi kognitif planning, dan sebanyak 8 pekerjaan yang memerlukan fungsi kognitif execution. Dari perhitungan CREAM, diperoleh nilai keandalan operator antara 0.995 hingga 0.9996 yang menunjukkan keandalan operator Unit APP memiliki keandalan kerja yang tinggi. The airplane is the fastest public transportation but it also has big risk of accident. Ahmad Yani Airport, Semarang is the one of the airports with heavy air traffic because this airport is located between Soekarno Hatta Airport in Cengkareng and Juanda Airport in Surabaya. Airplane traffic control either at the airport or in the air is controlled by a special department in the airport which is called. Air Traffic Controller (ATC) Unit. The ATC operators work by communicating to the airplane pilot continuously in order to control the air traffic and to minimize  airplane accidents so the ATC operators must be good physically and mentally because this job requires intellect, strong memory, able to interpret the condition of the air during the  flight, and they are also required to give a quick decision to the pilot therefore the reliability of the cognitive aspects is required for the ATC operator. To support this, it is required for the ATC operators to have high reliability to minimize the accidents caused by human error which is measured by CREAM (Cognitive Reliability and Error Analysis Method) which included in Human Reliability Assessment (HRA) method. The result shows that the operators in ATC especially from the Approach Control Unit Ahmad Yani Airport Semarang including  tactical control mode with 12 tasks that requires observation cognitive function, 6 tasks that requires interpretation cognitive function, , 13 tasks that requires planning cognitive function, and 8 tasks requires the execution of cognitive functions. Based on CREAM calculation, the value of operator reliability is between 0.995 to 0.9996, this shows that the APP Unit operator has high working reliability.

Page 11 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue