cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
Evaluasi Lingkungan Fisik Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada PLTU Unit 1 dan 2 PT. Indonesia Power UBP Semarang Annisa Qisti Nurdinati; KRMT Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.389 KB)

Abstract

PT Indonesia Power UBP Semarang merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang jasa penyedia listrik. Aktivitas kerja yang tinggi akan mempengaruhi lingkungan kerja perusahaan. Lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan produktivitas kerja. Namun, produktivitas akan menurun apabila terjadi permasalahan pada gangguan kesehatan karyawan. Perlu adanya pengukuran lingkungan fisik kerja untuk mengetahui faktor lingkungan fisik mana yang sangat berpengaruh dalam produtivitas kerja karyawan PT. Indonesia Power UBP Semarang. Dari hasil pengukuran suhu, kebisingan dan pencahayaan, didapatkan hasil bahwa faktor lingkungan fisik yang sangat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja adalah faktor kebisingan. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka hearing loss atau gangguan pendengaran pada karyawan. Perbaikan yang dilakukan adalah penggunaan alat pelindung diri sangat diwajibkan terutama penggunaan safety helmet, safety shoes dan ear plug. Serta adanya perbaikan dalam hal perawatan peralatan dapat menekan angka gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh adanya kondisi kerja di perusahaan.    Abstract PT Indonesia Power UBP Semarang is a company in the sectors service providers of electricity. High work activity will affect the company's work environment. Comfortable working environment can increase work productivity. However, productivity will decline if there is a problem in the health problems of employees. Measurement of the physical environment of work is needed to find physical environmental factors which are very influential in productivity of PT. Indonesia Power UBP Semarang employee. From the results of measurement of temperature, noise and lighting, showed that physical environmental factors that affect health and safety is the noise factor. It is proven by the high number of hearing loss on employees. Improvements that can be done is the use of personal protection equipment greatly required especially safety helmet, safety shoes and ear plug. As well as an improvement in terms of equipment maintenance to reduce the number of health problems caused by their working conditions at the company.
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PADA FUNGSI PROCUREMENT DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (Studi Kasus di PT Pertamina Trans Kontinental) Muhammad Faiz Aji Prakoso; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.944 KB)

Abstract

Industri jasa maritime akan mengalami perkembangan yang pesat di tahun 2018. Hal tersebut tentu akan memberikan keuntungan bagi PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Pada pelaksanaannya terdapat berbagai fungsi yang bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan PTK, salah satunya adalah fungsi procurement yang berperan dalam mendapatkan barang dan jasa dalam jumlah dan waktu yang tepat dengan harga dan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Dalam pelaksanaannya terdapat permasalahan yang terjadi di fungsi procurement, yaitu keterlambatan pengadaan barang ke kapal tujuan. Pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan keterlambatan pada fungsi procurement dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis. Metode ini menilai moda kegagalan dengan tiga indikator, yaitu severity, occurance, dan detection. Hasil penilaian selanjutnya akan diolah untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number. Berdasarkan hasil RPN akan ditentukan prioritas kegagalan dari moda kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moda kegagalan dengan prioritas tertinggi adalah posisi kapal yang dinamis, regulasi barang impor, barang inden, kesalahan pembuatan PR, dan barang tidak sesuai spesifikasi Abstract  [Delay Factor Analysis on Procurement Function with Failure Mode and Effect Analysis] The maritime services industry will experience rapid growth in 2018. It will certainly provide benefits for PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). In the implementation there are various functions that work synergistically to achieve the objectives of PTK, one of which is a procurement function that plays a role in obtaining goods and services in the right amount and time with the price and quality that can be accountable. In the implementation there are problems that occur in the procurement function, namely the delay of procurement of goods to the ship destination. In this study, the author aims to determine the factors that cause delays in the procurement function using the Failure Mode and Effect Analysis method. This method assesses the failure mode with three indicators, namely severity, occurance, and detection. The results of the next assessment will be processed to get the value of Risk Priority Number. Based on RPN results will be determined priority failure from failure mode. The results showed that the failure mode with the highest priority was the dynamic ship position, the regulation of imported goods, the indent goods, the mistake of making the PR, and the goods not according to specification.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA DIVISI MILL BOILER (Studi Kasus di PT Laju Perdana Indah PG Pakis Baru, Pati) Hutami Nuke Ardani; Haryo Santoso; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.461 KB)

Abstract

PT Laju Perdana Indah merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi gula yang berlokasikan di desa Pakis kecamatan Tayu kabupaten Pati. Bahan baku tebu ini digiling dengan melalui beberapa tahap seperti milling (penggilingan), purification (pemurnian), evaporation (penguapan), boiling (pemasakan), centrifuge (puteran) dan packaging (pengemasan). Dalam menjalankan aktivitas operasional, pekerja yang langsung berhadapan dengan proses produksi yang terdiri dari banyak mesin mekanik, panas dan tajam, sehingga keselamatan dan kesehatan kerja menjadi penting. Berdasar data historis, telah terjadi kecelakaan kerja yang paling banyak ditemui pada divisi mill boiler. Untuk itu perlu adanya pengelolaan manajemen resiko kesehatan dan keselamatan kerja yang baik untuk mengacu pada zero accident terutama pada divisi mill boiler.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif semi kuantitatif dengan Job safety analysis serta analisis risiko semi kuantitatif AS/ NZS 4360:1999/2004. Maka didapatkan analisis risiko K3 dengan hirarki pengendalian risiko sehingga tiga risiko dengan rating tertinggi dapat direduksi, yaitu terbakar 90%, tertabrak 94% dan low back pain 96%.  AbstractPT Laju Perdana is one of company which engaged in sugars’ production, and it’s located in Pakis village, Pati. The main ingredient of sugar, well known as sugar cane is milled through some stage, i.e milling, purification, evaporation, boiling, centrifuge, dan packaging. In order to make sugar, the labor have to face many overheat and sharp mechanic machine which is dangerous for them. According to the past research, there were many accident in the workplace especially in mill boiler department. In order to make zero accident, the company must manage some risk management and HSE (Health Safety Environment).Reseach method using descriptive semi quantitative with Job safety analysis and risk analysis semi quantitative AS/ NZS 4360:1999/2004. So health and safety work risk analysis can be obtained with hierarchy risk control so that three highest risks reduced, that is afire 90%, hit by vehicle 94% and low back pain 96%.
IMPLEMENTASI LEAN HEALTHCARE DAN ROOT CAUSE ANALYSIS DALAM MEREDUKSI WAKTU PELAYANAN UNIT RAWAT JALAN DI RSKB DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Idham Ferdias; Wiwik Budiawan; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.777 KB)

Abstract

Lean adalah suatu metode perbaikan secara berkelanjutan untuk mengeliminasi pemborosan dan meningkatkan nilai tambah pada perusahaan. Penerapan lean dalam bidang telah berkembang pesat pada berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan yang disebut lean healthcare. RSKB Diponegoro Dua Satu sebagai salah satu rumah sakit terkemuka di Klaten dituntut untuk meningkatkan kinerja pelayanannya. Pada penelitian ini ditemukan aktivitas-aktivitas yang tergolong pemborosan yang menyebabkan lamanya waktu pelayanan di unit rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang menyebabkan lama waktu pelayanan beserta akar penyebabnya. Identifikasi aktivitas yang ada dan pemborosan dilakukan dengan Current Value Stream Mapping (Current VSM). Penentuan pemborosan kritis dihitung dengan metode Borda yang akan menunjukkan pemborosan yang paling sering terjadi di unit rawat jalan. Berdasarkan Current VSM dan metode Borda dapat diketahui jika rata-rata waktu pelayanan adalah 2 jam dan pemborosan yang sering terjadi adalah waiting, transportation, dan unnecessary motion. Hasil perhitungan efisiensi proses menunjukkan jika persentase efisiensi proses saat ini sebesar 25,31%. Selanjutnya, pemborosan kritis yang telah teridentifikasi dianalisis akar penyebabnya dengan metode 5 Why’s. Berdasarkan analisis dengan tersebut, peneliti merancang solusi perbaikan berdasarkan Rapid Process Improvement Workshop (RPIW) dengan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN) dimana kebutuhan petugas di bagian registrasi dan rekam medis adalah 3 petugas. Sedangkan, estimasi waktu proses pada kedua bagian tersebut secara berturut-turut selama 3,67 menit dan 4 menit per petugas.                                                  AbstractTitle : Implementation of Lean Healthcare and Root Cause Analysis to Reduce Outpatient Department Process Time in RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten .Lean is an continuous improvement method to eliminate waste and increase value added in company. Implementation of Lean has been developed rapidly in many sectors, include healthcare sector which is called Lean Healthcare. RSKB Diponegoro Dua Satu as a well-known hospital in Klaten required to improve their service performance. The purpose of this research to identify waste which affects the queue time in outpatient department and its root cause. In this research has  found activities which is categorized as waste and made long queue time in outpatient department. Existing activities and waste identification is conducted with Current Value Stream Mapping (Current VSM). Borda’s method is used to determine the critical waste. Based on Current VSM and Borda’s method results shows that the average queue time is 2 hours and the critical waste in outpatient department are waiting, transportation, and unnecessary motion. Then, the result of percentage Current Process Cycle Efficiency (PCE) is 25,31%. Based on critical waste which has been identified will analyzed its root causes with 5 Why’s method. Then, based on root cause analysis, researcher will design the improvement solutions based on Rapid Process Improvement Workshop (RPIW) with Workload Indicator Staffing Need (WISN) which staff needed in registration and medical record area is 3 staff. Then, estimation process time for each areas is 3,67 minutes and 4 minutes per staff, respectively.
EVALUASI PENCAHAYAAN, KEBISINGAN, TEMPERATUR, DAN GETARAN PADA LINE 3 PT SOUTH PASIFIC VISCOSE Anindyka Lamhot Edward Manullang; arfan bakhtiar; NANIEK UTAMI HANDAYANI
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.271 KB)

Abstract

Kondisi lingkungan fisik kerja yang masih belum memenuhi tentu akan mempengaruhi seseorang karyawan yang bekerja pada suatu lini produksi. Seseorang karyawan yang bekerja tentu tidak memiliki waktu yang singkat pada lokasi tersebut, bahkan harus setiap hari bekerja pada tempat yang sama dan kurun waktunya lama (8 jam kerja). PT. South Pasific Viscose sudah memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja dan mengupayakan terjadinya zero accident atau nol kecelakaan kerja, akan tetapi dalam kenyataannya setiap tahun masih tetap terjadi kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Upaya yang telah dilakukan PT South Pasific Viscose adalah mewajibkan setiap orang (karyawan, kontraktor, vistior, dll) untuk memakai alat pelindung diri (safety shoes, safety helmet, safety glass), mewajibkan memakai gas masker di area plan. Dari hasil pengukuran kondisi lingkungan fisik kerja pada area line 3 didapatkan hasil yaitu untuk pencahayaan, temperatur dan getaran di beberapa area masih belum memenuhi standar yang telah ditentukan.  Abstract  Physical environmental conditions are still not fulfilled the work would affect an employee who works on a production line. An employee who works certainly do not have a short time at that location, even had every day to work at the same place and time period of time (8 hours). PT. South Pacific Viscose already pay attention to health and safety at work and pursue the zero zero accident or work accident, but in reality still occur every year due to workplace accidents and occupational diseases. Efforts have been made PT South Pacific Viscose is obliging everyone (employees, contractors, vistior, etc.) to wear personal protective equipment (safety shoes, safety helmet, safety glass), obliging wear gas masks in the area plan. From the measurement results of the physical environmental conditions of work in the area of line 3 showed that for lighting, temperature and vibration in some areas are still not meet the standards that have been determined
PERANCANGAN METODE KERJA DAN PENENTUAN JUMLAH KEBUTUHAN MESIN PADA PRODUKSI FINAL ASSY BOX SPEAKER TYPE PAS 68(B) Della Dias Oktarianingrum; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.529 KB)

Abstract

PT Hartono Istana Teknologi merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang elektronik di Indonesia. Permintaan yang besar dan terus meningkat, membuat perusahaan terus meningkatkan laju produksinya dengan tujuan untuk bisa memenuhi permintaan yang diinginkan konsumen. Untuk mensiasati hal ini perusahaan melakukan banyak cara agar bisa melakukan proses produksi dengan efisien, baik dari efisien waktu, efisien biaya serta efisien tempat untuk itu PT Hartono Istana Teknologi ingin menambah lini produksi pada final assy dari 4 lini menjadi 5 lini. Kebutuhan assembly yang harus dipenuhi oleh kerangka dasar box speaker adalah sebesar 6200 unit yang terdiri dari 3100 speaker active dan 3100 speaker pasive dengan total waktu siklus per unit 134 detik per unit atau 2,23 menit. Jumlah mesin yang tersedia di kerangka produksi terbatas dan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup panjang dalam pembuatan kerangka dibandingkan dengan bagian assembly final. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa perhitungan jumlah kapasitas mesin yang tersedia dan perancangan lini baru dengan metode MPPC (multi product process chart) yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan demand pada assembly final. Sehinga didapat jumlah kebutuhan mesin sebanyak 9 mesin dengan 5 jenis mesin berbeda dan melakukan overtime sebanyak total 15,48 jam untuk operator 8 jenis mesin berbeda.                                                     Abstract [Design Method of  Work and Determination of Total Production Machine Needs on  Final Assy Speaker Box Type Pas 68 (B)] PT Hartono Istana Teknologi is an electronic manufacture company in Indonesia. Increasing demand make the company increasing their production rate to comply with a request of consumer demand. To anticipate this, the company does many ways to be able to carry out the production process efficiently, start from efficient time, efficient cost and efficient place so PT Hartono Istana Teknologi wants to add production lines in the final assy from 4 lines to 5 lines. The assembly needed that must fulfilled by base framework speaker is 6200 units that consist of 3100 active speaker and 3100 passive speaker with totals of cycle time per unit is 134 second or 2,23 minute. Whereas the number of machines available in the production framework is limited and requires a long working time in making the frame compared to the final assembly. The result from this research is the available machine  capacity and the design of a new line with the MPPC (multi product process chart) method needed to fulfilled the demand requirements in final assembly. So that amount of machines needed is 9 machines with 5 different types of machines and operators total overtime is 15.48 hours for 8 different types of machines. 
Usulan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Dengan Fsilitas SMS Gateway (Studi Kasus Ruang Baca Teknik Industri Universitas Diponegoro) Aries Andjar Sulistyono; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah mempengaruhi peradaban yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan di dalam suatu organisasi dapat diselesaikan dimana saja dan kapan saja, seolah-olah tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Salah satu teknologi yang mempunyai keunggulan tersebut dan banyak dipakai oleh masyarakat adalah Short Message Service (SMS). Ruang Baca Teknik Industri (RBTI) menyediakan layanan peminjaman bahan pustaka. Namun dengan sistem sekarang masih dimungkinkanya keterlambatan anggota dalam pengembalian buku pustaka. Permasalahan yang lain yang muncul yaitu tidak adanya layanan informasi tentang ketersediaan dalam web, sehingga apabila anggota RBTI ingin melihat atau membaca buku yang diinginkan harus datang langsung ke RBTI. Salah satu alternatif yang dapat membantu meningkatkan pelayanan RBTI adalah dengan menerapkan sistem informasi berbasis web dengan fasilitas SMS gateway. Web berfungsi sebagai media informasi ketersediaan buku dan SMS gateway sebagai pengingat dalam upaya mengurangi kemungkinan anggota RBTI terlambat dalam mengembalikan buku yang dipinjam. Dengan sistem informasi berbasis web dengan fasilitas SMS Gateway ini diharapkan diperoleh data secara tepat, cepat dan lebih efisien waktu, tenaga dan biaya
PEMILIHAN JASA EKSPEDISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Putri Fajar Wulandari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.481 KB)

Abstract

Perusahaan pasti menginginkan berupaya untuk mengirimkan produknya ke konsumen dengan waktu yang tepat, berkualitas, dan harga seminimum mungkin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memilih jasa ekspedisi dari pihak luar perusahaan yang terbaik. Pemilihan jasa ekspedisi merupakan aspek penting bagi perusahaan untuk meningkatkan performa logistiknya. Penelitian dilakukan di PT Aries Indo Global Semarang yang merupakan perusahaan perakitan ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang lebih penting dibandingkan kriteria lainnya dalam pemilihan jasa ekspedisi. Kriteria tersebut digunakan untuk mengevaluasi tiap jasa ekspedisi yang digunakan sehingga dapat diperoleh jasa ekspedisi yang terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner perbandingan berpasangan kepada para ahli. Dari penelitian ini diperoleh bahwa kriteria harga merupakan kriteria paling penting dalam pemilihan jasa ekspedisi, dibandingkan dengan kriteria responsivitas, pengalaman, dan kualitas pelayanan. Kemudian untuk sub-kriteria dari responsivitas, sub-kriteria respon terhadap klaim cacat dan keterlambatan lebih penting daripada respon pesanan dan tracking pesanan. Sedangkan untuk sub-kriteria dari kualitas pelayanan, sub-kriteria barang tidak hilang lebih penting dibandingkan pengiriman barang tepat waktu dan barang tidak cacat. Kriteria dan sub-kriteria digunakan untuk mengevaluasi jasa ekspedisi sehingga diperoleh jasa ekspedisi yang terbaik adalah FPE.   Abstract All enterprises must be trying to deliver their products to consumers with the right time, right quality, and the right price. One of the method is choosing the best expedition services from the firm outer. Thus, expedition services selection is an important aspect to improve enterprises’ logistics performance. The research was done in PT Aries Indo Global Semarang, a cell phone assembly enterprise. The purpose of this research is determining which criteria is more important than the others in an expedition services selection. Therefore, these criteria used to evaluate each expedition services so the best expedition services is obtained. Methods used in this research is analytical hierarchy process (AHP). Research conducted using pairwise comparison to experts through questionnaire. The result of this research is price criteria is more important in an expedition services selection compared than responsiveness, previous experiences, and services quality. Then on responsiveness sub-criteria, response to defect claim is more important than response order and tracking order. While on services quality sub-criteria, not losing products is more important than on-time delivery and not defect products. These criteria and sub-criteria used to evaluate expedition services then the best expedition services is obtained which is FPE.
ANALISIS POTENSI BAHAYA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (STUDI KASUS BAGIAN PRODUKSI CV MAJAWANA) achmad rachim; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.527 KB)

Abstract

CV. Majawana merupakan perusahaan yang bergerak dibidang furniture dan permeubelan ukir. CV Majawana berada di Desa Bawu Batealit Jepara dengan jumlah pekerja 467 orang dan melakukan produksi secara massal dan proses produksinya sebagaian besar dilakukan secara Manual Handling, disamping itu juga menerima pesanan khusus dari konsumen. ). Adapun peralatan dan mesin-mesin yang digunakan pada CV. Majawana dalam proses produksinya adalah sebagai berikut : Saw Mill, Kiln Dry, Band Saw, Cyrcle, Router, Spindle, Serut, Bubut, Radial Arm Saw, Jig Saw, Amplas, Bor.Menurut data kecelakaan kerja 2008 - 2012, selama 4 tahun terakhir ini telah terjadi 81 kasus kecelakaan kerja. yang terbagi meliputi : luka ringan, luka sedang dan luka berat. Kecelakaan adalah suatu peristiwa yang tidak diduga dan tidak diharapkan kehadirannya bagi siapa saja maupun pekerja. dimana dapat dijelaskan pada kejadian kecelakaan kerja di bagian produksi meliputi : infeksi saluran pernafasan sebanyak 35 orang, luka tergores atau tersayat alat pemotong sebanyak 20 orang, luka tertimpa objek kerja sebanyak 13 orang, luka terjepit material kayu sebanyak 3 orang, dan kecelakaan lain-lain sebanyak 10 orang (tergelincir, otot kejang, tersetrum, terjatuh, terbentur, terkena benda panas).Berdasarkan hasil penelitian untuk memperoleh Risk Priority tiap stasiun kerja, penanggulangan yang dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA). Tujuannya untuk mengidentifikasi bahaya tiap stasiun kerja yang berpotensi bahaya besar dan melakukan penilaian risiko terhadap bahaya tersebut untuk dapat meminimalkan kecelakaan kerja yang terdapat pada perusahaan. Risk Priority diperoleh dari hasil melakukan estimasi kekerapan atau kemungkinan (likelihood) dan estimasi keparahan atau konsekuensi (severity) terjadinya kecelakaan atau penyakit yang mungkin timbul, maka selanjutnya dapat ditentukan tingkat risiko dari bahaya yang telah diidentifikasi dan dinilai. Cara sederhana adalah dengan dengan membuat matriks risiko (Risk Matrix) dimana peringkat kemungkinan dan keparahan dikalikan dan hasilnya untuk menentukan seberapa besar risiko yang ditimbulkan.  
PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN METODE WORKLOAD ANALYSIS DAN USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA PADA BAGIAN PACKING DI CV. PUDJI LESTARI SENTOSA (TAHU BAXO IBU PUDJI) Siti Nur Azizah; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan penentuan tenaga kerja optimal dan usulan perbaikan stasiun kerja bagian packing guna meningkatkan produktivitas yang ada. Penelitian dilakukan di CV.Pudji Lestari Sentosa (Tahu Baxo Ibu Pudji). Metode yang digunakan adalah workload analysis dan penilaian postur kerja menggunakan RULA(Rapid Upper Limb Assesment). Hasil dari penelitian ini adalah Jumlah tenaga kerja yang dihasilkan adalah pada tahap penggilingan daging 1 orang, tahap pembelekan tahu 1 orang, tahap pengisian tahu 5 orang, tahap perebusan tahu 7 orang, tahap pendinginan tahu 7 orang dan tahap packing 2 orang. Hasil selanjutnya perbaikan stasiun kerja packing berdasarkan antropometri menghasilkan RULA action level 4 dibandingkan sebelum antropometri yaitu action level 5.Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang positif dengan usulan perbaikan yang dilakukan.

Page 37 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue