cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS PERHITUNGAN EFEKTIFITAS MESIN FILLER LINE LAB MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) (Studi Kasus di PT. X) Lutfan Edison Abdullah; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.76 KB)

Abstract

Pertumbuhan industri makanan dan minuman yang semakin pesat menyebabkan ketatnya persaingan pada sektor industri ini. Produksi utama PT.X adalah susu murni dalam kemasan dimana setiap harinya mampu memproduksi sebanyak 100 ton susu murni yang diperoleh dari penghasil susu disekitar Bandung. Terdapat dua jenis kemasan yang diproduksi, yaitu kemasan pouch  dan kemasan botol (LAB). Pada produksi kemasan LAB terdapat dua lini produksi, dan lini kedua memiliki waktu downtime mesin yang cukup tinggi. Hal ini dikhawtirkan dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan pasar mengingat PT.X merupakan mitra dari PT. Danone Dairy Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas yang dimiliki oleh mesin filler LAB line 2, dimana pada PT. nilai OEE yang diperoleh hanya sebesar 77%. Berdasarkan dari standard World Class Manufacturing (WCM) nilai OEE yang baik adalah sebesar 85% yang dipengaruhi oleh nilai dari availability, performance dan quality. Abstract Analysis of calculation effectiveness LAB filler machine with the Overall Equipment Effectiveness approach is one of many methods to find out how effective production machines in a company. Growth in the food and beverage industry, which grew rapidly lead to competition in this sector. PT.X main production is beverage where every day can produce as much as 100 tons of pure milk obtained from dairy supplier around Bandung. There are two types of packaging, the pouch packaging and the bottle packaging (LAB). In the production of packaging LAB has two production lines, and the second line has a high downtime. It feared can interfere with market needs considering PT.X is a partner of PT. Danone Dairy Indonesia. This study aims to determine the effectiveness of LAB filler machine in line 2, and the result is PT. X has only 77% OEE value.  As based on the standards of World Class Manufacturing (WCM) OEE is a good value with 85% as a minimum value which influenced by the value of the availability, performance and quality.
PENATAAN ULANG PROGRAM BPJS KESEHATAN DENGAN PENGGUNAAN CHAT EKSPERIMEN DAN MEMPERHATIKAN KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) MASYARAKAT TERHADAP IURAN JAMINAN KESEHATAN Petty Primatury Anjani Pungky; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.313 KB)

Abstract

Bagi Negara berkembang seperti Indonesia kesehatan penduduk merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, untuk itu guna menunjang hal tersebut dibentuklah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 program tersebut sudah mulai berjalan dan tidak sedikit masalah yang muncul. Salah satunya adalah mengenai batasan penggunaan manfaat program BPJS Kesehatan yang dinilai masih sulit dimenegerti oleh masyarakat luas dan masalah tarif iuran. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai metode yang dapat digunakan untuk membuat suatu paket manfaat asuransi kesehatan, di mana peserta diberi kebebasan untuk memilih paket manfaat asuransi mereka sendiri tetapi dibatasi oleh besarnya tarif iuran yang bersedia mereka bayarkan, yaitu CHAT Eksperimen. Selain itu juga dibahas mengenai bagaimana menganalisis willingness to pay (WTP) masyarakat dalam membayar iuran asuransi kesehatan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi WTP masyarakat dengan menggunakan multinomial logit regression.   Abstrak For developing countries such as Indonesia, People Health is one of the things should be noticed. One of the government ways that provide Indonesian people health is establish an institution called National Health Insurance Agency (BPJS). It consists of the BPJS for Health and the BPJS for Manpower. The BPJS for Health commenced on 1 January 2014 and many problem appear, such us about the limitations of the benefit of BPJS for health program and the premium rate. In this study will discuss about the method that can be used for making a package of health insurance benefits, where the participant is given the right to choose their health insurance benefits package but still restricted by the cost of the premium rate that they will pay, it’s called the chat experiment. Beside that this study will also discuss about how to analyze the people willingness to pay in paying the health insurance premium rate and knowing the factors that affect people WTP by using the multinominal logit regression.
ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN ANALYSIS) PADA LANTAI PRODUKSI I DAN II PT PURA BOXINDO, KUDUS Adrianus Destian Heru Widanto; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.388 KB)

Abstract

Perkembangan dunia industri di Indonesia dalam beberapa periode ini mengalami peningkatan yang signifikan. Perusahaan dituntut untuk dapat memproduksi secara cepat, namun tetap dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau, efektivitas dan efisiensi akan sangat berpengaruh terhadap profit yang akan diterima perusahaan. PT Pura Barutama divisi Boxindo merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi karton box bergelombang (corrugated cartons) yang digunakan sebagai pembungkus luar kemasan (outer packaging) produk. Pada lantai produksi, perusahaan mempunyai beberapa mesin di antaranya mesin corrugator, flexo, folding dan stitching yang bekerja selama 24 jam penuh dan kontinyu untuk memenuhi permintaan dan target dari klien-klien yang ditetapkan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Secara teori mesin Corrugator Box I ditargetkan untuk mampu menghasilkan 150 ton sheet, tetapi pada pelaksanaannya hasil output tidak dapat mencapai target. Penelitian ini bermaksud untuk menghitung presentase penurunan efektivitas produksi perusahaan akibat order yang menganggur di bagian Work In Process (WIP), dan memberikan saran-saran untuk menghindari tumpukan material di bagian WIP. Pendekatan penelitian ini menggunakan Value Chain Analysis pada lantai produksi satu dan lantai produksi dua dan metode 5 Whys untuk mencari akar masalah dan solusi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu sebuah order pada bagian WIP adalah 18 hari, dan saran-saran perbaikan yang diberikan diharapkan mampu merubah kondisi lantai produksi. ABSTRACT [Value Chain Analysis In Production Floor I And II PT Pura Boxindo, Kudus] The development of the industrialized world in Indonesia in some of these periods experienced a significant increase. Companies are required to be able to produce quickly, but still with good quality and reasonable price, effectiveness and efficiency will greatly affect the profit to be received by the company. PT Pura Barutama Boxindo division is a company engaged in the production of corrugated cartons (corrugated cartons) that are used as an outer packaging of packaging (product outer packaging) products. On the production floor, the company has several engines including corrugator, flexo, folding and stitching machines that work for 24 hours continuously to meet the demands and targets of established clients with a high level of effectiveness. In theory the Corrugator Box I engine is targeted to be able to produce 150 ton sheets, but in the execution of the output results can not reach the target. This study intends to calculate the percentage decrease in the effectiveness of the company's production due to unemployed orders in the Work In Process (WIP) section, and provide suggestions for avoiding piles of material in the WIP section. This research approach uses Value Chain Analysis on one production floor and two production floors and 5 Whys method to find the root of problem and repair solution. The results show that the average waiting time of an order on the WIP part is 18 days, and suggestions for improvement are expected to be able to change the condition of the production floor.
PENERAPAN PRINSIP KERJA 5S UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PADA PROSES PENGECAPAN PRODUKSI BATIK CAP (Studi Kasus pada IKM Batik Topo HP, Bantul – Yogyakarta) Agung Wiguna Nurrohman
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   IKM Batik Topo HP merupakan salah satu IKM besar yang memproduksi batik di kabupaten bantul. Jenis batik yang paling banyak diproduksi adalah batik cap. Walaupun termasuk IKM besar, namun dalam proses produksinya masih terdapat banyak pemborosan yang terjadi. Dengan menggunakan value stream mapping didapatkan bahwa waktu untuk memproduksi 1 lot (12pcs) kain batik adalah 1794 menit  dengan nilai efisiensi sebesar 76,64 %. Pemborosan terbesar terjadi pada bagian proses pengecapan, yaitu sebesar 249 menit. Nilai efisiensi atau value added ratio proses pengecapan sebesar 62,72%. Selanjutnya dilakukan analisis penyebab pemborosan dengan menggunakan fishbone diagram. Dari fishbone diagram dapat diketahui bahwa penyebab pemborosan antara lain : searching time tinggi akibat penataan alat cap yang buruk, adanya aktivitas pembersihan alat cap yang cukup lama, terjadi kesalahan proses, serta tidak adanya standard operating procedure (SOP). Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dirancang suatu usulan perbaikan dengan menggunakan prinsip kerja 5S yang kemudian diimplementasikan di bagian pengecapan. Penelitian yang dilakukan berhasil meningkatkan efisiensi pada proses pengecapan dari 62,72% menjadi 74,69%. Peningkatan efisiensi tersebut dapat meningkatkan output produk dari 2100 pcs kain perbulan menjadi 2485 pcs kain per bulan. Selain itu, perusahaan dapat menghemat biaya tenaga kerja sebesar Rp 1.925.000 untuk produksi 2485 pcs kain. Sedangkan untuk proses produksi secara keseluruhan, efisiensi meningkat dari 76,64% menjadi 81,51%.   Abstract IKM Batik Topo HP is one of large IKMs at bantul regency that produces batik. A kind of batik most widely produced is stamp batik. Although including a large IKM, but in process of its production there was so much wastes. By using value stream mapping, was found that the time required to produce 1 lot (12pcs) cloth of batik is 1794 minutes with value of efficiency is 76,64 %. The biggest waste occurs at the stamping process, which is 249 minutes. At the same time, the efficiency or value added ratio of stamping process is 62.72%. Then, will be carried out an analysis of the causes of wastes using fishbone diagram. From fishbone diagram, it can be known that causes of wastes in stamping process are : high searching  time due to poor arrangement of stamp tools, there was a long activity to clean the stamp tools before stamping process begins, an error occurred during stamping process, and there was no standard operating procedure (SOP). To resolve these problems, a proposed improvements are designed using the work principles of 5S and will be implemented in the stamping process. The research has been successfully increased efficiency in stamping process from 62,72% to 74,69%. It can be increase product output from 2100 pcs cloths per month become 2485 pcs cloths per month. On the other hand, the company can save labor costs of Rp 1.925.00,- for the producting of 2485 pcs of cloths. As for the whole production process, the efficiency increased from 76.64% to 81.51%.  
PERANCANGAN MEJA DAN KURSI PENGGUNAAN LAPTOP UNTUK RUANG KECIL DENGAN IMPLEMENTASI METODE QUAD (QUALITY AND USABILITY ASSURED DESIGN) Abadan Magfira; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.449 KB)

Abstract

Laptop merupakan produk yang sudah menyentuh semua kalangan, terutama mahasiswa. Aktivitas penggunaan laptop dikalangan mahasiswa bahkan memakan waktu hingga berjam-jam setiap harinya, Sedangkan aktivitas penggunaan laptop ini membutuhkan suatu produk bantu untuk  menciptakan keamanan dan kenyamanan agar pengguna tidak mengalami keluhan jika harus menggunakan laptop dalam waktu yang lama. Dikalangan mahasiswa produk meja kursi konvensional sudah jarang digunakan dalam menggunakan laptop, dengan alasan bentuk yang terlalu besar sehingga banyak memakan ruang kamar dan kurang nyaman pada saat digunakan. Mereka lebih memilih menggunakan meja tanpa kursi yang dibuat rendah, dengan alasan bentuk yang kecil sehingga menghemat ruang kamar, lebih nyaman, dan lebih praktis. Tetapi responden mahasiswa  masih mengeluhkan bentuk meja yang masih kurang nyaman pada saat digunakan. Fungsi meja hanya terbatas pada satu fungsi yaitu hanya untuk meletakkan laptop, selain itu juga posisi tubuh yang harus menyesuaikan terhadap bentuk meja bukan meja yang menyesuaikan pada bentuk tubuh, sehingga para pengguna mengeluhkan seperti kelehan pada otot tangan, tulang belakang, leher dan juga mata.Untuk mengidentifikasi masalah tersebut penelitian yang dilakukan adalah menghasilkan desain produk dengan implementasi   metode QUAD (Qualiy and Usability Assured Design) sebagai penyusunan laporan. Dengan menggunakan data anthropometri dan suara kebutuhan konsumen  sebagai parameter untuk merancang  satu set meja kursi penggunaan laptop untuk ruang kecil yang digunakan khusus untuk melakukan aktivitas menggunakan laptop bagi mahasiswa agar didapatkan posisi yang ergonomis sehingga dapat mendukung kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas pengunaan laptop  
ANALISIS WASTE PADA ALIRAN PROSES PEMBONGKARAN (UNLOADING) KAYU LOG DENGAN PENDEKATAN LEAN SERVICE PADA TERMINAL NUSANTARA PELABUHAN TANJUNG EMAS PT. PELINDO III (PERSERO) Stellya Veronica Renaldi; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.6 KB)

Abstract

PT. Pelindo III merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa pengangkutan barang (curah kering/curah cair). Hingga tahun 2017 tercatat adanya inefesiensi di aliran proses unloading kayu log pada PT. Pelindo III yang menyebabkan tidak tercapainya target produktivitas yang ditetapkan oleh DJPL (35 m3/jam) dan hanya sebesar 54,83% yang tercapai dari total 31 kegiatan bongkar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pemborosan apa yang ada pada aliran proses pembongkaran (unloading) log dan mendapatkan rekomendasi perbaikan sehingga mempersingkat waktu sandar kapal dan menghindari kongesti pelabuhan. Dengan menggunakan konsep Lean Service dan Value Stream Mapping diketahui jenis pemborosan yang paling berpengaruh selama aliran proses adalah waiting time (23,38 %). Melalui analisis fishbone dan 5whys diketahui penyebab waste terbesar diantaranya adalah lamanya truk menunggu muatan, banyaknya crane tidak sehat, serta tidak adanya penjadwalan dan alokasi muatan. Sementara rekomendasi yang diberikan adalah penjadwalan dan pengalokasian, penyediaan crane dengan kondisi kecepatan muat yang sesuai, menambah jumlah truck, pelatihan pada operator  dan supir, pengaturan truk yang lalu lalang di dermaga dan penempatan parkir lebih teratur dan rapih. Dengan usulan perbaikan yang tersebut waktu siklus yang semula sebesar 902,38 menit turun menjadi 376,391 menit dan untuk Process Cycle Efficiency (PCE) yang semula 20,93% naik menjadi 50,30%. Abstract [Waste Analysis In Flow Of Log Unloading Process Using Lean Service Approach In The Tanjung Emas Port Terminal PT. Pelindo III (Persero)] PT. Pelindo III is a BUMN that is engaged in the field of freight services (dry bulk / liquid bulk). Until 2017 there was an inefficiency in the flow of the log log unloading process at PT. Pelindo III, which resulted in not achieving the productivity targets set by DJPL (35 m3 / hour), and only 54.83% was achieved from a total of 31 unloading activities. The purpose of this research is to find out what type of waste is in the flow of the unloading log process and get recommendations for improvement to shorten the time to dock and avoid port congestion. By using the concept of Lean Service and Value Stream Mapping, the most influential types of waste during process flow are waiting time (23.38%). Through fishbone analysis and 5whys, it is known that the biggest waste causes are the length of trucks waiting for cargo, the number of unhealthy cranes, and the absence of scheduling and load allocation. While the recommendations given are scheduling and allocation, providing cranes with suitable loading speed conditions, increasing the number of trucks, training operators and drivers, arranging passing trucks at the dock and placing parking more regularly and neatly. With the proposed improvement, the original cycle time was 902.38 minutes down to 376.391 minutes and for Process Cycle Efficiency (PCE), which was initially 20.93%, up to 50.30%.
PENGELOLAAN RISIKO PADA PROSES BISNIS PERCETAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODES AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus di PT. Masscom Graphy Semarang) Nafisa Aulia Fahmi; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan industri pada era global  adalah menjaga aliran barang, aliran informasi, serta aliran keuangan dari supplier sampai pelanggan berjalan dengan lancar. Terdapat risiko yang mungkin timbul dari setiap aktivitas tersebut. PT. Masscom Graphy Semarang (Masscom) merupakan perusahaan percetakan yang memiliki 2 divisi, yaitu divisi cetak Koran dan divisi cetak Umum. Pada divisi cetak umum terdapat keterlambatan dalam pemenuhan bahan baku sehingga menyebabkan aktivitas di perusahaan terhambat. Diperlukan manajemen risiko rantai pasok agar ketiga aliran dapat berjalan lancar.Berdasarkan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR), terdapat 44 aktivitas dalam proses bisnis divisi cetak umum. Secara berurutan pada proses plan, source, make, deliver, dan return terdapat 11, 9, 13, 4, dan 2 aktivitas. Identifikasi risiko dilakukan berdasarkan aktivitas pada model SCOR. Penilaian risiko menggunakan Metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). Penilaian risiko menilai severity (S), occurrence (O), Detection(D) kemudian menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN tertinggi adalah 180 terdapat pada proses deliver dan terendah 8 yaitu pada proses make. Agen risiko yang menyebabkan sebagian besar kejadian risiko di Masscom adalah kesalahan manusia, revisi order dari pelanggan. Strategi mitigasi risiko yang diusulkan adalah pengelolaan Sumber Daya Manusia, meningkatkan hubungan dengan supplier, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, dan pengelolaan asset perusahaan.  Abstract In the era of globalization industrial challenges is to maintain the flow of goods, information flow, and financial flow from supplier to customers as well as. There is a risk that may arise from any activity. PT. Masscom Graphy Semarang (Masscom) is a printing company who have 2 divisions, namely Divisi Cetak Koran and Divisi Cetak Umum. In Divisi Cetak Umum there are delay in fulfillment raw materials that make company activity hampered . Supply Chain Risk Management is required in order to make these three flows are going well. Based on Supply Chain Operations Reference(SCOR) Model approach, there were 44 business activity process in Divisi Cetak Umum. Sequentially on a plan, source, make, deliver, and return there were 11, 9, 1, 4, and 2 activities. Risk identification is carried out based on activity at SCOR Model. Risk assessment using Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) method. Risk assessment assessing severity (S), occurrence(O), detection(D) and then calculating the Risk priority Number (RPN). The value of the highest RPN is 180 in process of deliver and the lowest in process of make. Risk agent that cause most of risk in Masscom is human error, revision of orders from customers. The proposed risk mitigation strategy is manage the human resources, improve relationships with suppliers, improve relationships with customers, and manage the asset of the company.
ANALISIS PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN LOT SIZING DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU XOLY UNTUK PEMBUATAN ALKYD 9337 PADA PT. PJC Dini Hanifa Sari; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.568 KB)

Abstract

PT. PJC adalah salah satu perusahaan penghasil resin sintetis di Indonesia dengan kapasitas produksi sekarang 46.110 ton / tahun, produksi yang dihasilkan merupakan bahan setengah jadi. Salah satu bahan baku yang memiliki masalah ialah Xoly. Bahan baku ini digunakan untuk memproduksi Alkyd 9337. Permasalahan yang terjadi dalam bahan baku Xoly ini ialah perusahaan memesan bahan baku terlalu banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut tentunya mengakibatkan overstock akan bahan baku di gudang dan menuntut perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyimpan bahan baku tersebut. Metode yang digunakan untuk permasalahan ini adalah metode lotting pada metode Material Requirement Planning (MRP). Berdasarkan hasil perhitungan dengan 9 metode MRP yang ada diperoleh bahwa Wagner Within Algorithm WWA didapatkan hasil sebesar Rp 3.416.073.100. Metode WWA merupakan solusi optimal untuk jumlah unit pemesanan yang deterministik selama horizon waktu yang telah ditentukan. Abstract[Application Analysis of Material Requirement Planning Considering Lot Sizing in Inventory Control for Raw Material Needs (Xoly) for Making Alkyd 9337 in PT. PJC] PT. PJC is one of the companies producing synthetic resin in Indonesia with a current production capacity of 46,110 tons / year, production produced is a semi-finished materials. One of the raw materials that have a problem is xoly. The raw material used to produce Alkyd 9337. The problems that occur in the raw materials xoly is the company booked too many raw materials that do not suit it needs. It certainly lead to overstock raw materials in the warehouse and demanded the company must pay more for storing raw material. The method used for this problem is the lotting from Material Requirement Planning (MRP) method. Based on calculations with 9 existing MRP method is obtained that Wagner Within Algorithm WWA results obtained Rp 3,416,073,100. WWA method is an optimal solution for booking a deterministic number of units during a specified time horizon.
PENGUKURAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN USULAN PERBAIKAN DENGAN METODE 5S PADA LINE 8 PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA Nadya Sella Aulia; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.622 KB)

Abstract

PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java merupakan salah satu produsen minuman ringan yang menghasilkan dua jenis minuman yaitu minuman berkarbonasi (Coca Cola, Fanta dan Sprite) dan non-karbonasi (Frestea). Untuk meningkatkan produktivitasnya, maka salah satu faktor yang harus diperhatikan perusahaan adalah masalah perawatan mesin. Mesin-mesin produksi harus dijaga keandalannya agar senantiasa berada pada performa terbaik sehingga akan meminimasi terjadinya kerusakan (breakdown). Jika mesin mengalami breakdown, maka akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan seperti keterlambatan produksi, pekerja yang menganggur, hingga penurunan produktivitas serta kualitas perusahaan.Penelitian ini dilakukan pada line 8 PT. CCBI Central Java karena line tersebut memiliki tingkat frekuensi breakdown paling tinggi diantara line lainnya. Untuk itu maka dalam penelitian ini dilakukan pengukuran Overall Equipment Effectiveness serta mengidentifikasi penyebab permasalahan dan usulan dengan metode 5S.Dari hasil pengukuran, pencapaian presentase OEE pada line 8 PT. CCBI Central Java berkisar antara 57,70% hingga 72,42%. Dimana nilai OEE terendah terjadi pada bulan Juni dan nilai OEE tertinggi terjadi pada bulan Maret. Kisaran nilai OEE tersebut masih berada di bawah standar OEE dunia yaitu <85% sehingga perlu diadakan perbaikan secara terus menerus. Nilai OEE yang rendah dipengaruhi oleh nilai Availability yang rendah pula dimana hal tersebut terjadi karena besarnya total downtime losses yang terjadi.   ABSTRACT                PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java is one of the soft drink manufacturer that produces two types of beverages, namely carbonated beverages (Coca Cola, Fanta and Sprite) and non-carbonated (Frestea). To improve productivity, then one of the factors that must be considered is the problem of engine maintenance company. Production machinery reliability must be maintained to always be on the best performance that will minimize the damage (breakdown). If the machine breakdown, it will cause harm to the company such as production delays, unemployed workers, to a decrease in productivity and quality perusahaan.Penelitian is done on line 8 PT. CCBI Central Java since the line has a frequency rate of breakdown is highest among the other line. Accordingly, in this study measured Overall Equipment Effectiveness and identify the causes of the problems and proposed the 5S method.                 From the measurement results, the achievement of OEE percentage on line 8 PT. CCBI Central Java ranged from 57.70% to 72.42%. Where OEE value was lowest in June and highest OEE values occur in March. OEE value range is still below the world standard OEE is <85%, so there should be continual improvements. Low OEE value is affected by the low value of Availability also where it happens because the total amount of downtime losses that occur. 
RANCANGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PART STUDI KASUS PT. INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG Ulyvia Trisnawati; Purnawan Adi Wicaksono; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.252 KB)

Abstract

Banyaknya spare part menyebabkan rendahnya nilai inventory turnover yang merupakan salah satu Indikator kerja pada bagaian perencanaan dan pengendaliaan persediaan, selain itu banyaknya spare part cadang membebani biaya persediaan khususnya biaya simpan dan perawatan, dalam hal ini perusahaan menggunakan intuisi dalam melakukan pengendalian persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kebijakan persediaan dengan nilai inventory turnover yang lebih baik dan biaya persediaan minimum. Penelitian ini menggunakan pendekatan Periodic Review dan Continuous Review untuk memperoleh kebijakan persediaan optimal untuk PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Semarang yang kemudian dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan dengan menggunakan simulasi montecarlo. Data yang digunakan untuk penelitin ini adalah data sekunder. Penelitian dilakukan pada 10 spare part  level A dengan pembelian terbanyak. Hasil dari pengolahan data menggunakan metode periodic review dan continuous review jika dibandingkan dengan sistem persediaan saat ini menunjukan bahwa nilai inventory turnover terbaik adalah dengan menggunakan kebijakan periodic review dengan nilai rata-rata 1.40 kali lebih besar 1,04 kali jika dibandingkan dengan kondisi eksisting perusahaan, Sedangkan untuk biaya persediaan optimal terdapat pada Continuous Review Model. Hasil perbandingan total biaya persediaan antara continuous review dengan sistem persediaan perusahaan mengindikasi adanya penghematan sebesar 40,71%ABSTRACTThe number of spare parts causes the low inventory turnover value which causes the non-achievement of one of the work Indicators in the planning and controlling of the inventory, in addition to the many spare parts burdening the cost of inventory especially the cost of storage and maintenance, in this case the company uses intuition in controlling the inventory. This study aims to obtain inventory policy with better inventory turnover value and minimum inventory cost. This study uses the Periodic Review and Continuous Review approach to obtain the most optimal inventory policy for PT Indonesia Power Generation Unit Semarang which is then compared with company inventory system using montecarlo simulation. The data used for this research is secondary data. The study was conducted on 10 spare part A level with the most purchases. The results of data processing using periodic review and continuous review methods when compared with the current inventory system shows that the best inventory turnover value is to use the policy periodic review with an average value of 1.40 greater than 1.04 when compared with the existing condition of the company, associated with that Continuous review model is a policy with a minimum total inventory cost. The equilibrium ratio of total inventory cost between the periodic review model and the company's inventory system indicates a significant savings in total inventory cost, which is 40,71%

Page 45 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue