cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS KESIAPAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PERUSAHAAN FURNITUR DALAM MENDAPATKAN SERTIFIKASI EKOLABEL Awan Riska Prakasa; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecolabelling diartikan sebagai kegiatan pemberian label yang berupa simbol, atribut atau bentuk lain terhadap suatu produk dan jasa. Label ini akan memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk/jasa yang dikonsumsi tersebut sudah melalui proses yang memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan. Konsep ekolabel tampaknya merupakan alternatif yang tidak dapat dihindarkan oleh dunia usaha jika produk – produk ekspor tidak ingin ditolak oleh negara – negara konsumen. CV.Kaisar Reprofurni adalah salah satu perusahaan furnitur yang belum mendapatkan ekolabel. Penelitian ini bertujuan untuk faktor – faktor yang memepengaruhi minat perusahaan untuk untuk mendapatkan sertifikasi ekolabel dan mengetahui kesiapan perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain sejenis yang telah bersertifikasi ekolabel. Penelitian dilakukan dengan membandingkan CV. Kaisar Reprofurni dengan perusahaan yang telah mendapatkan sertifikasi ekolabel, yaitu PT. Kota Jati Furindo dan CV. Kelvindo. Kuesioner disebarkan kepada karyawan masing – masing perusahaan dan diolah dengan menggunakan tools PLS dengan bantuan software SmartPLS . Dari pengolahan kuesioner diperoleh hasil bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi minat CV. Kaisar Reprofurni untuk meraih sertifikasi ekolabel adalah faktor kondisi pasar, faktor ketersediaan bahan baku, faktor peran pemangku kepentinga dan faktor kondisi buyer. Kesiapan CV. Kaisar Reprofurni dalam mendapatkan sertifikasi ekolabel dibandingkan dengan kedua perusahaan tidak ada perbedaan yang signifikan untuk seluruh indikator konstruk prinsip CoC dan dinyatakan siap. Ecolabelling be defined as labeling activities in the form of symbols, attributes or any other form of a product and services. This label will provide assurance to consumers that the products / services consumed has been through a process that takes into account the principles of environmental management. Ecolabel concept seems to be an alternative that can not be avoided by the business if the product - do not want to export products rejected by the consumer. CV.Kaisar Reprofurni is one of the furniture companies do not get the ecolabel. This study aims to factors that interest for company to obtain certification of ecolabel and find out the readiness of companies by compared with other similar companies that have been certified ecolabel. The study was conducted by comparing the CV. Kaisar Reprofurni with PT. Kota Jati Furindo and CV. Kelvindo that have earned certification of ecolabel. Questionnaires distributed to employees each companies and processed using PLS tool’s with SmartPLS software. Results showed that factors affect the interests CV. Kaisar Reprofurni to achieve certification of ecolabel were market conditions, the availability of raw materials, stakeholders role and condition of buyers. Readiness CV. Kaisar Reprofurni in obtaining certification ecolabel compared with the two companies there is no significant difference for the entire CoC construct indicators and declared ready.  
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PADA MPC (MAIL POST CENTER) PT POS INDONESIA, SEMARANG MENGGUNAKAN SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DAN CLASS BASED STORAGE Reza Akbar Yoesoef; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.902 KB)

Abstract

Tata letak fasilitas merupakan salah satu masalah penting yang sangat berkaitan dengan efisiensi operasi dalam jangka panjang. Pengamatan menununjukan bahwa letak bangunan dapat mereduksi biaya pemindahan bahan (material handling) dalam Industri Jasa, termasuk PT. Pos Indonesia sebagai perusahaan terbesar yang menangani jasa surat dan paket. PT. Pos Indonesia telah menetapkan rancangan tata letak fasilitas yang akan digunakan oleh Divisi MPC Semarang. Desain ini dibuat dengan menyesuaikan permintaan karyawan akan kebutuhan selama proses kerja pada Divisi MPC. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalisasi design tata letak fasilitas sesuai dengan produk jasa yang utama yaitu jasa pengiriman dokumen dan paket lokal, domestik, dan luar negeri dan penataan ulang alur proses kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic layout planning (SLP). Untuk dapat melakukan perancangan fasilitas maka diperlukan 5 jenis input data utama yang biasa disebut dengan P,Q,R,S,T yang merupakan singkatan dari Products, Quantities, Routing, Supporting Services, dan Timing. Selain menggunakan metode SLP, peneliti juga menggunakan metode Class Based Storage. Hasil penelitian ini yaitu; dengan adanya desain layout baru, PT POS Indonesia mendapat berbagai keuntungan, diantaranya adalah memiliki ruang pelayanan yang lebih banyak, terpisahnya produk jasa surat & paket dan keuangan, penggunaan ruang lebih maksimal, dan manajemen gudang yang lebih spesifik sehingga mengurangi risiko kerusakan pada paket akibat padatnya mobilitas barang di gudang. AbstractFacility layout is one of a very important issue on the operating efficiency in a long term. The observation proofs layout of the building can reduce the cost of material handling on Service Industry, including PT Pos Indonesia as a leading company on mail and package services. PT. Pos Indonesia has set the design of facility layout that will be used by the MPC Division Semarang. This design is made by adjusting the employee requests about the needs during working processes on MPC Division. The purpose of this study is optimizing facility layout design in accordance with the main services including document and package that services local, domestic, and global shipment, and rearrangement of the working process flow. The method used is systematic layout planning (SLP). Designing the facility layout need five main types of data input which is commonly referred to as P,Q,R,S,T which stands for Products, Quantities, Routing, Supporting Services, and Timing. Besides using SLP method, the researchers also used Based Storage Class. Results of this research are; with the design of a new layout, PT POS Indonesia received various benefits, such as having more service rooms, separating mail, package and finance room, maximizing room spaces, and the warehouse management be more specific so as to reduce the risk of damage to the package due to the denseness mobility in the warehouse.
PENGARUH FAKTOR PUSH, PULL, DAN MOORING TERHADAP KEINGINAN BERPINDAH PELANGGAN Tio Prima Matondang; Heru Prastawa; Manik Mahachandra
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.214 KB)

Abstract

Fashion merupakan salah satu industri penting di dunia yang memberikan sumbangan signifikan bagi perekonomian global. Industri Fashion merupakan suatu bisnis yang dinamis dengan ketidakpastian permintaan yang disebabkan oleh banyaknya variasi gaya dan selera konsumen. Ritel merupakan serangkaian kegiatan usaha untuk memberikan nilai tambah pada produk dan jasa yang dijual kepada pelanggan untuk kepentingan pribadi atau keluarga. Robinson (Ramayana) merupakan salah satu ritel besar dengan total 119 gerai tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sejak tahun 2016 terjadi penurunan tingkat konsumsi masyarakat yang berlanjut hingga tahun 2017 akibat lesunya ekonomi. Perekonomian Indonesia membaik pada tahun 2017 dengan pertumbuhan sebesar 5,1% karena meningkatnya investasi serta ekspor namun hal tersebut tetap tidak berpengaruh terhadap kembalinya tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini dipengaruhi faktor tarif listrik yang signifikan menutupi dampak dari lajunya pertumbuhan pendapatan segmen konsumen menengah ke bawah. Menyadari pentingnya peran konsumen dalam jalannya usaha perusahaan dan untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan konsumen dalam artian konsumen sudi melakukan transaksi ulang, organisasi bisnis pada dinamika pasar sekarang ini semakin menjadi customer oriented. Penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi kualitas pelayanannya sendiri sekaligus mempelajari perilaku konsumen dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk berpindah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Push, Pull, Mooring Factors yang melihat pengaruh signifikan faktor pendorong, penarik, dan penambat terhadap keinginan berpindah pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan Faktor Pull dan Mooring memiliki pengaruh signifikan terhadap keinginan berpindah pelanggan dan Faktor Mooring memoderasi hubungan Faktor Pull dengan keinginan berpindah secara signifikan. AbstractFashion is one of the most important industry which contributes a great impact on the global economy. Fashion Industry is a very dynamic business with uncertain demand which caused by the variances in style, trend, and the consumer’s taste. Retail is a series of activity and attempt to add value on a product or service sold to customer for individual or family purpose. Robinson (Ramayana) is one of a big player in Indonesian retail business with the total of 119 outlets all around Indonesia. There has been a decline going on among Indonesian customer in their consumption level since 2016 which still continue through 2017 caused by the sluggish economy. It gets better by 2017 and there’s a 5,1% growth in Indonesia’s Economy but by then there’s no significant impact to improve the customer’s consumption back. Recognizing the importance of customer’s role in the business and to keep a long term relationship with them, many company become more customer oriented. It’s important for the company to evaluate their service quality and learn about the customer behavior and the factors that affect their switching decision. The method used in this research is Push, Pull, and Mooring Factors that learns about the significant of effects of Push Factor, Pull Factors, and Mooring Factors toward a customer’s switching decision. The result of this research shows that Pull and Mooring Factors have significant impact on Customer’s Switching Intention and The Mooring Factors moderates the relations between Pull Factors and Switching Intention.
Pemetaan Rantai Pasok Batik Melalui Pemilihan Supplier dengan Metode Fuzzy Analyctical Hierarcy Process (F-AHP) (Studi Kasus : Sentra Batik Cap Kauman, Wijirejo, dan Laweyan) Ganung Sugi Priambada; Aries Susanty; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik merupakan salah satu industri yang cukup memberikan kontribusi dalam menunjang perekonomian negara. Namun peningkatan permintaan batik tidak didukung dengan kesiapan supplier dalam menyediakan bahan baku, sehingga bahan baku sulit didapat atau terjadi peningkatan harga. Hal ini disebabkan kurangya koordinasi dan komunikasi antara pengrajin batik dengan para supplier. Dengan kata lain belum adanya rantai pasok yang dapat menggambarkan kebutuhan bahan baku IKM batik. Dengan adanya masalah tersebut maka dibutuhkan peta rantai pasok yang kompetitif yang dapat mengambarkan kebutuhan bahan baku batik, mengidentifikasi kriteria pemilihan supplier serta memberikan rekomendasi supplier.Pada penelitian ini dilakukan peramalan untuk mengetahui kebutuhan bahan baku kain, malam dan pewarna pada IKM batik cap di kota Pekalongan, Yogyakarta dan Solo dengan menggunakan metode Forecasting. Selain peramalan juga dilakukan identifikasi kriteria pemilihan supplier serta memberikan rekomendasi supplier dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarcy Process. Berdasarkan hasil penelitian ini diperkirakan kebutuhan kain tahun 2014 untuk Kota Pekalongan sebesar 227.900 meter, Kota Yogyakarta sebesar 49.990 meter dan Kota Solo sebesar 32.433 meter. Sedangkan kriteria terpenting yang digunakan untuk memilih supplier adalah kriteria harga yang ditawarkan supplier dan kriteria presentase produk cacat. AbstractBatik industry is one of the industry that contributes to support the Indonesia’s economy. However in recent day the increased demand of batik is not supported with the readiness of the supplier in providing raw materials, so the raw materials are hard to come by or with the increase price. This is due to the lack of coordination and communication between the suppliers batik artisans. In other words supply chain that can describe the raw material needs of the IKM batik has not been proprerly estabilished yet. Due to the existence of this problem then a map of competitive supply chain that can describe the raw material needs of batik, identifying selection criteria and providing a recomended supplier, is required.This research was conducted to forecast the needs of fabric raw materials, colorings and wax IKM in Pekalongan, Yogyakarta and Solo by using methods of Forecasting. In addition to forecasting the identification of supplier selection criteria as well as providing recommendations of suppliers by using Fuzzy Analytical Hierarcy Process method are also carried out. Results of the research is estimated that the requirements of fabric in 2014 for Pekalongan need 227.900 meters, Yogyakarta need 49.990 meters, and Solo need 32.433 meters. While the most important criteria for selecting suppliers are  price offered by supplier and percentage of defective product criteria.
Usulan Model Persediaan Dengan Metode Hadley-Within Dan Chiu Approximation Dengan Mempertimbangkan Pengembalian Pada Produk Farmasi Di RSUD Kardinah Rosi Puspitasari; Ary Arvianto; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.846 KB)

Abstract

Keberadaan persediaan bagi suatu instansi merupakan hal yang penting dan tidak dapat dihindari, namun keberadaannya sering dianggap sebagai pemborosan. Oleh karena itu, pengendalian persediaan adalah hal yang penting untuk dilakukan agar kebutuhan akan suatu produk dapat terpenuhi secara optimal. Unit farmasi adalah instalasi pendukung bagi Rumah Sakit sebagai sarana penyedia obat. Obat merupakan salah satu produk yang memiliki masa kadaluwarsa. Pada kondisi manajemen unit logistik farmasi di RSUD Kardinah saat ini terdapat obat yang tidak mengalami penjualan selama 3 bulan berturut-turut atau deathstock akibat obat mengalami slow moving stock sehingga obat-obat tersebut menumpuk terlalu lama digudang dan menyebabkan biaya persediaan yang besar akibat biaya simpan yang besar. Obat-obat yang akan kadaluwarsa harus di lakukan return ke supplier dengan lead time rata-rata 5 bulan, hal ini menimbulkan resiko stockout dan opportunity lost yang tinggi atas penjualan obat-obat tersebut. Maka perlu dilakukan pengendalian persediaan dengan mempertimbangkan demand yang probabilistik, masa kadaluwarsa dan pengembalian produk agar total biaya persediaan minimum. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kuantitas pemesanan obat yang optimal dan meminimalkan kuantitas obat kadaluwarsa yang di return. Dari hasil perhitungan numerik dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan dapat menyelesaikan masalah dari unit farmasi pada RSUD Kardinah yang memiliki suatu sistem persediaan dengan faktor demand probabilistik, kadaluwarsa dan pengembalian produk.
ANALISIS EXPERIENTIAL VALUE DAN SERVICE ENCOUNTERS TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION PADA RESTORAN MEWAH BERGAYA WESTERN FOOD Erza Berti Santosa; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dunia kepariwisataan, paradigma orang makan di restoran cenderung berubah dari yang semula hanya mementingkan rasa menjadi mementingkan nilai pengalaman yang didapatkan saat mereka makan. Dengan adanya fenomena ini restoran lama yang hanya mengandalkan rasa mulai banyak ditinggalkan. Tim peneliti “Eat Jakarta” mendapatkan faktanya tercatat pada tahun 2013 orang makan direstoran mencapai hingga 380 juta kali dengan menghabiskan sekitar 17 triliun rupiah. Selain itu adanya lingkungan, desain, juga pelayanan yang baik akan membuat pelanggan yang makan di restoran merasa memiliki kesan yang baik terhadap restoran tersebut. Untuk itu hal ini perlu diperhatikan juga untuk mencapai kepuasan pelanggan.Kepuasan pelanggan sendiri merupakan hal yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola restoran. Untuk itu restoran Nest’co the Bistro dan Valle menginginkan  hal itu dapat terwujud dan terjaga selama mungkin. Apabila kepuasan pelanggan dapat terpenuhi, secara terus menerus akan memiliki dampak positif dengan bertambahnya pelanggan dan tentunya akan dapat meningkatkan keuntungan yang didapatkan oleh pihak restoran.Didapatkan hasil dari pengolahan data bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi secara langsung oleh experiential value dan service encounter. Experiential value sebagai mediator dari service encounters dalam memberikan pengaruh positif terhadap customer satisfaction.   AbstractAlong with the development of tourism, the paradigm of people eating in the restaurant tends to change from that originally only concerned with the sense of being concerned with the value of the experience acquired when they eat. With the existence of this phenomenon is the old restaurant that is only beginning to be relied taste. The research team "Eat Jakarta" get the fact that it was recorded in 2013 people eating in the restaurant reach up to 380 million times by spending about 17 trillion dollars. Besides the environmental, design, also good service will make the customers eating at the restaurant feel to have a good impression on the restaurant. For that it is necessary to note also to achieve customer satisfaction.Customer satisfaction is itself a thing that must be fulfilled by the manager of the restaurant. So, the restaurant Nest'co the Bistro and Valle wants it to be realized and maintained as long as possible. If the customer satisfaction can be met, continuously will have a positive impact by increasing the customer and will certainly be able to increase profits earned by the restaurant.Results obtained from processing the data that customer satisfaction is influenced directly by the experiential value and interactions with service employees. As for other variables such as interaction with other customer and restaurant environment elements indirect effect on customer satisfaction because it is mediated by experiential value. Experiential value as a mediator of service encounters in a positive impact on customer satisfaction
Analisis Efisiensi Kinerja Proses Produksi Briket Dengan Metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT) di CV Mega Briquette Semarang Mahendra, Riyan Kun; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.163 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengidentifikasi efisiensi kinerja proses produksi briket pada CV Mega Briquette dengan  metode lean manufacturing yang nantinya diperinci dengan value stream analysis tools. Pada penelitian ini diidentifikasi terlebih dahulu efisiensi kinerjanya dengan Value Stream Mapping. Didapatkan hasil bahwa waste yang mempengaruhi efisiensi kinerja paling besar adalah lamanya proses pengeringan di oven yang membutuhkan waktu sekitar 50 jam sebagai non value activities.. Setelah itu dilakukan penenlitian lebih lanjut dengan menggunakan Value Stream Analysis Tools untuk mengidentifikasi waste apa yang mempengaruhi permasalahan tersebut,Hasil dari Value Stream Analysis Tools didapatkan hasil yaitu waiting. Pada penelitian ini digunakan tools Process Activity Mapping untuk mengidentifikasi waiting berdasarkan 5 aktivitas yaitu operation, delay, transport, storage, dan inspect. Hasil dari pengolahan Process Activity Mapping didapatkan aktivitas yang mempengaruhi waiting adalah storage dan delay. Faktor aktivitas tersebut akan dicari penyebabnya dengan menggunakan bantuan fishbone dimana didapatkan hasil bahwa yang mempengaruhi adalah material, manusia, dan metode. Abstract [Performance Efficiency Analysis of Briquette Production Process Using Value Stream Analysis Tools (VALSAT) Method in CV Mega Briquette Semarang]The objective of this research is to identify the efficiency of briquette production process performance in CV Mega Briquette with lean manufacturing method which will be detailed with value stream analysis tools. In this research, first identified the efficiency of its performance with Value Stream Mapping. The result shows that the waste influences the most performance efficiency is the duration of drying process in the oven which takes about 50 hours as non value activities. After that, further research by using Value Stream Analysis Tools to identify what waste affect the problem, from Value Stream Analysis Tools got the result that is waiting. In this research used Process Activity Mapping tool to identify waiting based on 5 activities ie operation, delay, transport, storage, and inspect. The result of Process Activity Mapping processing found activity that affect waiting is storage and delay. Factor activity will be searched the cause by using the help of fishbone where got the result that affect is material, human, and method.
PENGARUH HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN KOMPENSASI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KINERJA GURU SMK NEGERI DI KABUPATEN TEGAL Farisa Rima Sofiana; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah,guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Berbagai upaya peningkatan kinerja guru telah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah melalui program sertifikasi guru sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang guru dan dosen. Tetapi permasalahan yang ditemukan di lapangan adalah masih rendahnya jumlah guru yang sudah tersertifikasi serta masih cukup tingginya tingkat absensi guru SMK Negeri di Kabupaten Tegal, sehingga perlu diupayakan usaha-usaha untuk meningkatkan kinerja guruTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja guru dan memberikan solusi dalam meningkatkan kinerja guru SMK Negeri di Kabupaten Tegal. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner yang ditunjukan kepada guru yang masih aktif mengajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pada guru yang belum tersertifikasi penghargaan berpengaruh positif terhadap kinerja guru dan kompensasi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru, sedangkan pada guru yang sudah tersertifikasi penghargaan dan kompensasi masing- masing keduanya tidak memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru. ABSTRACT  Teachers are one of the human element in the educational process. In the educational process in schools, teachers hold double duty as a teacher and educator. Various efforts to improve teacher performance has been done by the government, such as, by the teacher certification program based on law teacher and lecturer. But the problems found in the field are a low number of teachers who are already certified and low rates of teacher absenteeism from from certified teacher at State Vocational Secondary School in Tegal Regency, so it necessary to improve teacher performance by some efforts.The purpose of this study was to determine the effect of compensation and rewards on teacher performance, and give solutions to improve the performance of teachers at State Vocational Secondary School in Tegal Regency. The type of data used primary data collected through a questionnaire to the teachers who are still actively teaching. Analysis of the data used regression analysis. In the findings of this present study shows that uncertified teacher was found to have significant relationship with teacher performance, while not for compensation. Whereas for certified teacher was found to have unsignificant relationship for reward and compensation.
PERENCANAAN MITIGASI RISIKO AKTIVITAS PENGADAAN BAHAN BAKU PADA CV DINASTI SEMARANG Mohammad Kafie Muttaqin
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.765 KB)

Abstract

CV Dinasty merupakan sebuah industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang ikan bandeng. Saat ini CV Dinasti dapat  memproduksi ikan bandeng sebesar 120 kg / hari. Proses produksi yang diterapkan dalam CV Dinasty menggunakan sistem make to order. Dalam menjalankan bisnisnya, CV Dinasty sering mengalami kendala dalam aktivitas rantai pasok. Kendala yang terjadi antara lain fluktuasi permintaan dari pelanggan yang tidak pasti, dimana CV Dinasty sendiri tidak ingin memiliki persediaan bahan baku ikan bandeng yang berlebih, saat terjadi penambahan permintaan dari pelanggan secara mendadak alhasil terdapat permintaan yang tak dapat terpenuhi. Sebaliknya,  Ketika pesanan tambahan tersebut diterima maka CV Dinasti akan melemparkan proses produksi kepada CV sejenis yang bekerjasama dengan mereka namun kualitas produk tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.   Metode House of Risk membantu CV Dinasti mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko yang menimbulkannya, serta merancang aksi mitigasi untuk menanggulangi agen risiko tersebut. Didapatkan terdapat 13 kejadian risiko dan 16 agen risiko yang teridentifikasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan  agen risiko yang menjadi prioritas untuk ditanggulangi adalah agen risiko tidak adanya kontrak yang terbentuk dengan supplier (A4) dan Faktor musiman (A5) . Aksi mitigasi yang direkomendasikan adalah (1) Perencanaan prosedur dalam aktivitas pengadaan bahan baku, (2) Mencari supplier yang memiliki karakteristik yang berbeda, (3) Diferensiasi spesifikasi produk, dan (4)  Melakukan evaluasi kinerja pemasok. AbstractMohammad Kafie, Risk Mitigation Planning in Procurement Activity of Raw Materials at CV Dinasti Semarang. CV Dinasti is a small medium enterprise that engaged in the field of milkfish. Nowadays, CV Dinasti produces milkfish  at least 120 kg/day. Production process that applied in CV Dinasti using make to order system. CV Dinasti often facing obstacles in supply chain activity. Constraints that occurs includes the fluctuations of  demand from customers. In the other hand, CV Dinasti doesn’t want to have excess inventory of milkfish. when there is a sudden demand increase from customers, as a result there will be  unfulfilled demand. In the other side , when additional orders are received by CV Dinasti, the enterprise will give  the production process to a similar CV in cooperation with them but the quality of the product does not conform to the established standards. The House of Risk method help CV Dinasti to identifies the risk events and the risk agents that generate them, and designs mitigation actions to address those risk agents. There are 13 risk events and 16 risk agents are identified. The results of this study show that priority risk agents to be addressed are risk agents in the absence of contracts formed with suppliers (A4) and seasonal factors (A5). Recommended mitigation actions are (1) Planning procedures in raw material procurement activities, (2) Searching for suppliers with different characteristics, (3) Differentiation of product specifications, and (4) Evaluating supplier performance.
PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN OBYEK WISATA KABUPATEN KEBUMEN MENJADI OBYEK WISATA UNGGULAN KABUPATEN KEBUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP, SWOT DAN QSPM Agus Indra Winarko; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.54 KB)

Abstract

Kabupaten Kebumen salah satu dari Kabupaten di Jawa Tengah memiliki obyek pariwisata yang potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil pembobotan dengan metode AHP, pantai Logending dipilih sebagai obyek wisata yang akan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan variabel marketing mix 7P Pantai Logeding, mendeskripsikan SWOT, dan memberikan rekomendasi alternatif strategi untuk pantai Logending. Dalam menentukan strategi yang digunakan untuk mengembangkan Pantai Logending, metode yang digunakan adalah pembuatan matriks SWOT, penentuan strategi alternatif, pembobotan menggunakan matriks EFAS dan IFAS, dan menentukan usulan alternatif strategi terpilih menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Dalam pembuatan kuesioner pengembangan pariwisata digunakan unsur Marketing Mix 7P untuk mengetahui kondisi pantai Logending saat ini.Penelitian ini mendefinisikan 14 poin kekuatan dan 7 poin kelemahan, serta 5 poin peluang dan 4 poin ancaman yang dimiliki Pantai Logending, skor terbesar IFAS dengan poin terdapatnya sarana bermain anak-anak dengan poin sebesar 0,196, dan poin terbesar untuk EFAS adalah untuk poin Obyek Wisata Pantai Logending akan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar dengan skor sebesar 0,436. Hasil alternatif yang dipilih untuk diusulkan pada pemerintah setempat adalah strategi pengembangan produk dengan poin 6,55. ABSTRACT Kebumen is one of district in central java, which have potential object of tourism can be developed. Based on the calculation by the method of AHP, the coast of logending was chosen as a tourist attraction to be developed. This research aims to identify variable marketing mix 7p of Logeding, described SWOT, and recommend an alternative strategy to shore Logending. To  determine a strategy used to develop the coast of Logending , the methods used in the research was making SWOT matrix, determine an alternative strategy, the weightings of IFAS and EFAS matrix, and formulating strategies use Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). In the development of tourism kuesioner use a marketing mix 7P to determine the condition of Logending.This research defines 14 points strength and 7 points weakness, 5 points opportunities  and 4 points  threat that owned the coast logending, largest scores of  IFAS points across with a means of playing children  with points of 0,196 and points to EFAS largest is to points coast tourist attractions  logending will give extra income for the people around with weights worth 0,436.The results of alternative was chosen to be proposed on local government is product development strategy with points 6,55.

Page 46 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue