cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS PENYEBAB TIDAK TERCAPAINYA TARGET DWELLING TIME MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS, Studi Kasus: PELABUHAN TANJUNG PRIOK (PELINDO II) Ilham Mardena Ruwantono; Susatyo Nugroho W.P
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.925 KB)

Abstract

Manajemen pelabuhan yang belum sesuai standard target memicu persoalan muncul manakala percepatan pelayanan di pelabuhan yang kini menjadi sorotan penting yang menimbulkan dwelling time yang masih lama yaitu 6 hari belum sesuai target operasi pemerintah yaitu 4,7 hari. Buruknya manajemen pelabuhan ini menimbulkan masalah kemacetan arus logistik barang yang disebut dwelling time. Definisi dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari sautu peti kemas yang diangkut oleh kapal tiba di pelabuhan lalu petikemas (container) dibongkar dan diangkat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Adapun proses dwelling time di pelabuhan terbagi atas tiga tahap, yaitu pre-customs clearance, customs clearance, dan post-customs clearance. Pre-customs clearance adalah proses pengangkutan petikemas dari kapal dan dilanjutkan peletakan petikemas di tempat penimbunan sementara (TPS) pelabuhan hingga melakukan persiapan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Untuk mengetahui penyebab akar permasalahan-permasalahan yang terjadi  diperlukan analisis risiko Fault Tree Analysis (FTA) atau analisa pohon kegagalan diamana akan dapat diketahui akar penyebab terjadinya suatu permasalahan. Sedangkan Metode Delphi adalah proses pemberian strategi rekomendasi. Berdasarkan hasil Fault Tree Analysis (FTA) dan Metode Delphi dirumuskan bahwa Pre-Customs Clearance menjadi masalah dominan menurut pakar dikarenakan angka mean yang rata-rata berada diatas nilai 4. Maka perumusan strategi di fokuskan pada Pre-Customs Clearance dengan tujuan penyelesaian dan pencegahan masalah sehingga proses yang berlangsung pada system operasioanal bongkar muat di pelabuhan diharapka dapat berjalan dengan lancar dan optimal.  AbstractAnalysis of the causes of not achieving the goal dwelling time using fault tree analysis method. Port management is not available standard problem when a target triggers the acceleration of service at the port that is now in the spotlight important cause is still a long dwelling time is 6 days does not meet the target of government operations at 4.7 days. Poor management of the port is causing congestion problems logistic flow of goods called dwelling time. The definition of dwelling time is the time that is calculated from a container transported by the ship arrived in port and container (container) dismantled and removed from the container ship to leave the port terminals through the main door. As for the dwelling time in port is divided into three stages is pre-customs clearance, customs clearance, and post-customs clearance. Pre-customs clearance is the process of transporting the containers from the ship and continued placement of containers in a temporary reservoir (TPS) port to perform document preparation imported goods notification (PIB). To find the root cause of the problems that occur required risk analysis Fault Tree Analysis (FTA) or fault tree analysis which will be known root cause of a problem. While the Delphi method is a process of strategy recommendations. Based on the results Fault Tree Analysis (FTA) and the Delphi method is formulated that Pre-Customs Clearance become a dominant issue by experts because of the numbers game that is above average grades 4. The formulation of a strategy focused on Pre-Customs Clearance with the goal of completion and prevention of problems so that the process that takes place in the system of loading and unloading at the port Operational mod can run smoothly and optimally.
PERANCANGAN PROTOTYPE DAN QUALITY CONTROL MESIN BENDING PRODUK JOINT BREATHER MENGGUNAKAN METODE G. PAHL DAN W. BEITZ Ahady Ramadhan; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Nandya Karya Perkasa adalah industri di bidang manufaktur yang menghasilkan sparepart dan menggunakan tenaga manusia pada kerja bending produk joint breather. Target produksi dalam 1 hari adalah 5700 unit.  Dengan proses bending manual, dalam 3 hari didapatkan 200 unit cacat dikarenakan tidak memenuhi dimensi sehingga diperlukan pengerjaan bending lagi agar mendapatkan dimensi yang telah ditentukan. Oleh karena itu dibutuhkan rancangan mesin bending untuk produk joint breather sehingga dapat mengurangi waktu proses dan mengurangi produk cacat agar stasiun kerja bending untuk produk joint breather dapat memenuhi target produksi. Pada Stasiun kerja bending didapatkan 10 operasi kerja dan memakan waktu 10,10 detik.Setelah melakukan perancangan mesin bending dengan menggunakan metode G. PAHL DAN W. BEITZ didapatkan pengurangan operasi kerja dan juga waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk joint breather yaitu 8 operasi kerja dan memakan waktu 6,88 detik untuk menghasilkan 1 unit produk joint breather. Dimensi yang dihasilkan oleh mesin joint breather sama dengan dimensi yang diinginkan oleh PT.Nandya Karya Perkasa, yaitu Centerline radius adalah R13 mm, Diameter luar joint breather 10 mm, Diameter dalam joint breather 10.1 mm, Panjang keseluruhan joint breather 38.5 mm.  
ANALISIS KASUS OVERSTOCK DAN OUTSTANDING MATERIAL MENGGUNAKAN ROOT CAUSES ANALYSIS (STUDI KASUS: PT SHOWA INDONESIA MANUFACTURING) Arina Shafa Fauziyyah; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.946 KB)

Abstract

Arina Shafa Fauziyyah, Analisis Kasus Overstock dan Outstanding Material Menggunakan Root Causes Analysis (Studi Kasus: PT Showa Indonesia Manufacturing). PT. Showa Indonesia Manufacturing merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi shock absorber untuk roda dua dan roda empat. Materialnya sendiri didatangkan dari supplier, baik lokal maupun luar negeri. Material yang didatangkan dari luar negeri membutuhkan perencanaan dan kalkulasi yang matang mengingat lead time yang lama untuk material sampai tiba ke perusahaan. Dalam merespon demand customernya, PT. Showa Indonesia Manufacturing menggunakan mix system, yaitu make to order dan make to stock. Sistem kanban didasarkan dari Purchase Order customer dan forecasting digunakan untuk mengkalkulasi material yang didatangkan dari supplier luar negeri. Melalui studi lapangan diketahui bahwa perusahaan masih sering mengalami overstock dan outstanding material. Dengan menggunakan metode Root Causes Analysis, diketahui penyebab dari outstanding material adalah keterlambatan supplier dan planning yang tidak sesuai realitas. Sedangkan penyebab dari overstock material adalah Purchase Order yang kurang dari 5% forecast. Berdasarkan hasil analisis, kasus outstanding material dapat diminimasi dengan penggunaan level stock sedangkan kasus overstock material dapat diminimasi dengan pendekatan Dynamic Inventory untuk mengurangi nilai Days on Hand pada material CKD. Abstract Arina Shafa Fauziyyah, Analysing the Case of Overstock and Outstanding Material Using Root Causes Analysis (Case Study: PT Showa Indonesia Manufacturing). PT Showa Indonesia Manufacturing is a company that produces shock absorber for two wheels and four wheels. The material is imported from suppliers both local and abroad. Material imported from abroad require careful planning and calculation considering the long lead time for materials to arrive at the company. In responding to customer demand, PT Showa Indonesia Manufacturing uses mix system, those are make to order and make to stock. The kanban system is based on the purchase order of the customer and the forecasting is used to calculate material imported from overseas suppliers. Through field study, it is known that the company still often experience overstock and outstanding material. By using Root Causes Analysis method, it is known that the cause of the outstanding material is the delay of suppliers and the planning that does not match with reality. While the cause of overstock material is purchase order that is less than 5% of forecasting result. Based on the analysis. The case of the outstanding material can be minimized by using stock level while overstock material case can be minimized by using dynamis inventory approach to reduce days on hand value on CKD material.
Perancangan Strategi Bisnis dengan Menggunakan Matriks SWOT (Studi Kasus: Bank Jateng Pusat Semarang) Aditya Bonavasius Purba; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.321 KB)

Abstract

Pencapaian pertumbuhan kinerja produk bisnis Bank Jateng masih belum optimal. Hal ini ditandai dengan kredit mengalami kenaikan pertumbuhan pada 2012/2011 namun turun pada 2013/2012, sedangkan DPK (Dana Pihak Ketiga) terus mengalami penurunan pertumbuhan. Diduga hal ini terjadi karena semakin banyaknya bank-bank pesaing di Jawa Tengah yang memiliki modal investasi lebih besar dan jenis layanan produk bisnis lebih menarik, serta belum dimilikinya strategi bisnis yang tepat oleh Bank Jateng. Selama ini, pihak Bank Jateng belum memiliki tool yang digunakan untuk melakukan perencanaan strategis dalam menjalankan bisnisnya, sehingga perencanaan dan target hanya berpatokan kepada performansi Bank Jateng pada tahun sebelumnya.Penentuan mengenai strategi yang akan digunakan oleh Bank Jateng dilakukan dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal Bank Jateng. Kemudian, mengklasifikasikan hasil analisis tersebut kedalam Matriks SWOT untuk menghasilkan strategi-strategi alternatif. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui wawancara secara mendalam dan menyebarkan kuesioner kepada Wakil Kepala Bagian Tim Riset dan Kepala Sub Divisi Pengembangan Pemasaran Bank Jateng Pusat Semarang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 strategi turunan, yaitu Penetrasi Pasar, Pengembangan Pasar, Pengembangan Produk, Diversifikasi Konsentrik, dan Penciutan.  AbstractAchievement of Bank Jateng’s business product performance growth is still not optimal. It was characterized by the increasing credit growth in 2012/2011, but fell in 2013/2012, while the third party funds continued to decline. Allegedly, this happens due to the banks competitors increasing number in Central Java that have greater capital investment and more attractive business products services types, as well as the unavailability of right business strategy by Bank Jateng. For this time, Bank Jateng has not had the tools used to carry out strategic planning in running the business, so that targets and plans only stick to Bank Jateng’s previous performance.The strategy determination is done by analyzing both internal and external Bank Jateng’s environments. Then, classifying those analysis results into SWOT Matrix to generate alternative strategies. Data for this study were obtained by conducting in-depth interviews and distributing questionnaires to the Research Team Deputy Head and Marketing Development Sub Division Head of Bank Jateng Semarang. The result shows there are 5 derivative strategies, which are Market Penetration, Market Development, Product Development, Concentric Diversification, and Retrenchment.
ANALISIS RISIKO PROYEK KONSTRUKSI DENGAN IMPORTANCE INDEX DAN BOW TIE ANALYSIS L.Tobing, Yineka Oktaviyanti; Sari, Diana Puspita; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.997 KB)

Abstract

Industri konstruksi biasanya lebih berisiko dibandingkan dengan kegiatan bisnis lainnya karena rumitnya koordinasi berbagai kegiatan. Unsur inti dari keberhasilan proyek adalah untuk memenuhi waktu, biaya, dan kualitas sesuai target. Manajemen risiko merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen proyek. Salah satu proyek konstruksi yang sedang berjalan adalah pembangunan gedung baru Fakultas Psikologi Undip. Selama pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, terdapat beberapa kendala yang mengganggu kelancaran proyek seperti terjadinya perubahan desain, keterlambatan pengiriman material, dan desain yang direncanakan tidak dapat diaplikasikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis risiko dengan metode IMPI (Importance Index) yang menilai risiko dengan mempertimbangakan nilai frequency index dan severity index. Penilaian dilakukan oleh para ahli yang ahli proyek yakni owner, kontraktor, dan pengawas. Selanjutnya mengidentifikasi risiko berdasarkan sebab akibat terjadinya risiko tersebut dengan menggunakan metode bow tie analysis lalu digambarkan ke dalam bow tie diagram terhadap risiko yang tergolong  significant dan high. Indikator penilaian risiko menggunakan indikator pembangunan gedung pemerintah dengan 50 indikator. Dari 50 indikator risiko didapatkan 1 risiko significant dan 3 risiko high untuk dampak terhadap waktu, 2 risiko significant dan 2 risiko high untuk dampak biaya, dan  risiko significant untuk dampak kualitas.ABSTRACT [Construction Project Risk Analysis with Importance Index and Bow Tie Analysis] The construction industry is usually more risky than other business activities because of the complexity of coordination of various activities. The core element of project success is to meet time, cost, and quality on target. Risk management is an important part of project management. One of the ongoing construction projects is the construction of a new building Faculty of Psychology Undip. During the implementation of the development project, there are several obstacles that interfere with the smoothness of the project such as design changes, material delivery delays, and planned designs that can not be applied. Therefore, risk analysis is required by IMPI (Importance Index) method which assesses risk by considering the value of frequency index and severity index. Assessment is done by expert project experts ie owner, contractor, and supervisor. Furthermore identify the risk based on the cause of the occurrence of these risks by using the method of bow tie analysis and then described into the bow tie diagram against the risks of significant and high classified. Risk assessment indicators use government building construction indicators with 50 indicators. Out of 50 risk indicators, there were 1 significant risk and 3 high risk for impact on time, 2 significant risks and 2 high risk for cost impact, and 1 significant risk for quality impact.
ANALISA PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN DAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA MINIMARKET ALFAMART DAN INDOMARET SEMARANG Yedida Christa Pujianti; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. (Alfamart) dan PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) merupakan perusahaan waralaba swalayan yang menjual barang keperluan sehari-hari. Kedua minimarket ini memiliki beberapa kesamaan, dari tampilan gerai, barang yang dijual, promo yang ditawarkan, dan lokasi yang selalu berdekatan. Tingkat persaingan antara kedua minimarket ini sangat tinggi sehingga konsumen cenderung tidak loyal terhadap minimarket. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengukuran pengaruh loyalitas dari kepuasan pelanggan dan Customer Relationship Management (CRM). Berdasarkan hasil perhitungan dengan regresi linier berganda, didapatkan bahwa pada kedua minimarket kepuasan pelanggan tidak berpengaruh pada loyalitas pelanggan. Hal ini disebabkan karena pelanggan lebih loyal kepada produk bukan kepada minimarket. Selain alasan tersebut, karena tidak ada keistimewaan yang khas dari salah satu minimarket. Berdasarkan hasil pengolahan data, faktor-faktor pada CRM berpengaruh terhadap loyalitas sebesar 16,2% untuk Indomaret dan 28,3% untuk Alfamart. Faktor-faktor kepuasan mempengaruhi loyalitas sebanyak 7% untuk Indomaret dan 8,7% untuk Alfamart. Kepuasan dan CRM secara bersamaan mempengaruhi loyalitas sebanyak 19,3% untuk Indomaret dan 21,6% untuk Alfamart
ERGONOMIC ASSESMENT AREA GUDANG DAN PABRIK PADA PT. TIRTA INVESTAMA Rahadi Ferri Putranto; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.364 KB)

Abstract

Pada zaman yang modern ini, perhatian pada bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebenarnya sudah diterapkan melalui kebijakan – kebijakan yang bermacam –macam yang terdapat di banyak perusahaan, salah satu perusahaan yang memberikan perhatian pada bidang K3 adalah PT. Tirta Investama. Dalam menjalankan perusahaannya PT. Tirta Investama cabang Klaten ini memiliki beberapa target – target, yang salah satunya targetnya berupa zero accident. Dengan adanya pembahasan melalui Ergonomic Checklist  yang menyoroti mengenai penyimpanan dan penanganan material, aspek keamanan mesin produksi, penyempurnaan rancangan stasiun kerja, pencahayaan di tempat kerja, ruang kerja, bahaya – bahaya lingkungan kerja, fasilitas umum dan pengaturan organisasi  diharapkan dapat membantu menuju target zero accident tersebut.     Abstract The title of this research is Ergonomic Assesment at Warehouse and Factory Area in PT. TIRTA INVESTAMA. In this modern era, attention to the Health Safety and Environment has actually been applied through policies in many companies, one of the companies that pay attention to K3 is PT. Tirta Investama. As a company,  PT. Tirta Investama Klaten branch has several targets, one of  them is zero accident. With the discussion through the Ergonomic Checklist highlighting the materials storage and handling, Machine safety, workstation design, lighting, work space, hazardous substances and agents, public facilities and work organization are expected to help PT. Tirta Investama to reach  the target of zero accident.
FORMULASI STRATEGI BERSAING USEETV PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Reynanda Agung Dwiprakoso; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.612 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah berkembang dengan pesat dan semakin kompleks. Perusahaan yang tidak menghadirkan inovasi dan diferensiasi dari produknya akan tertinggal dari kompetitor di bidang yang sama. Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom memperkenalkan layanan IPTV di Indonesia dengan produk bernama UseeTV. IPTV merupakan kombinasi dari penyiaran, telekomunikasi dan internet. Untuk menggunakan layanan IPTV ini, calon pelanggan harus berlanggan telepon PSTN serta speedy minimal 512Kbps. Keutamaan yang ditawarkan dari UseeTV adalah layanan konten streaming digital seperti film, video musik karaoke, TV on Demand, Live Streaming Radio dan Radio on Demand sebagai keunikan produk serta keunggulan yang membedakannya dari televisi berbayar lainnya. Dengan berkembangnya industri pertelevisian berbayar di Indonesiadiharapkan UseeTV dapat memperoleh pangsa pasar yang baik. Pada tahun 2013 UseeTV regional Jawa Tengah Bagian Utara tidak dapat memenuhi target penjualan dari manajemen, hal tersebut dapat disebabkan oleh kurang efektifnya strategi pemasaran yang diterapkan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif strategi bisnis yang sesuai dengan kondisi faktor internal dan eksternal UseeTV sehingga dapat bersaing di dalam pasar televisi berbayar. Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dapat dijadikan acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi pemasaran. Analisis lingkungan ekternal dan internal tersebut digabungkan dengan analisis SWOT, kemudian dilakukan penetapan prioritas strategi dari hasil analisis SWOT dengan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).Dari hasil penelitian bahwa UseeTV  dapat melakukan strategi  pengembangan produk dan penetrasi pasar, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas serat optik sehingga dapat menhasilkan kualitas gambar yang baik dan tahan berbagai cuaca, melakukan pemasaran di perumahan-perumahan yang ada di Semarang dan sekitarnya, serta lebih meningkatkan pemasaran melalui digital marketing. AbstractCurrently technological development has grown rapidly and increasingly complex. Companies that don't bring innovation and differentiation of its products will be missed from the competitors in the same field. As Indonesia's largest telecommunication company, Telkom introducing IPTV service in Indonesia with a product called UseeTV. IPTV is a combination of broadcasting, telecommunications and the internet. To use IPTV service, prospective customers must subscribe to PSTN phones as well as speedy with minimum speed 512 Kbps. Virtue is offered from UseeTV is streaming digital content services such as movies, karaoke, TV on demand, Video on Demand, Live Streaming Radio and Radio on Demand as the uniqueness of the product and the excellence that sets it apart from other paid television. With the rise of paid television industry in Indonesia is expected to UseeTV can gain a good market share. In 2013 UseeTV northern part of the Central Java regional can not meet sales targets from management, it can be caused by a lack of effective marketing strategy is applied at this time. This research aims to formulate alternative business strategies that are in accordance with the conditions of the internal and external factors of UseeTV so that it can compete in the pay television market. Analysis of the external environment and internal environment referable to repairing major marketing strategy. Analysis of the external and internal environment combined with the SWOT analysis, then do the assignment of priority strategies of the SWOT with QSPM Matrix (Quantitative Strategic Planning Matrix).The research that useetv can do development strategy products and market penetratio,  it can be done by improving the quality of the optical fiber so it can produce good quality images hold various weather, do marketing on residences in semarang and surrounding, and further improve marketing via digital marketing.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI KAIN BATIK MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) (Studi Kasus PT. Iskandar Indah Printing Textile) Anastasia Margarette; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.143 KB)

Abstract

Kualitas suatu produk adalah salah satu faktor terpenting dalam dunia perindustrian. Salah satunya dalam perindustrian manufaktur. PT. Iskandar Indah Printing Textile adalah salah satu perusahaan manufaktur penghasil kain batik di Surakarta. Perusahaan selalu mencoba menjaga kualitas hasil produksi di pabriknya, namun kenyataannya tidak berjalan mulus. Setiap bulannya kain batik yang dihasilkan masih mengalami beberapa cacat pada setiap departemennya. Oleh karena itu maka diperlukan analisis pengendalian kualitas pada proses produksi kain batik yang ada dengan menggunakan metode Statistical Process Control. Metode ini digunakan untuk mengetahui cacat apakah yang sangat mempengaruhi produk kain batik, lalu dianalisis menggunakan peta kendali p dan akhirnya dianalisis menggunakan fishbone diagram. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data produksi dari bulan Juli hingga September 2016 dan penemuan 9 cacat selama proses produksi.Abstract[Quality cotrol analysis of batik fabric production process using Statistical Process Control (SPC) Method (Case Study: PT. Iskandar Indah Printing Textile] The quality of a product is one of the most important factors in the industrial world. One of them in the manufacturing industry. PT. Iskandar Indah Printing Textile is one of the manufacturing companies producing batik in Surakarta. The company has always tried to maintain the quality of production at the factory, but in fact didnt go smoothly. Each month batik that produced is still experiencing some defects in each department. Therefore, it is necessary analytical quality control in the production process of batik by using Statistical Process Control. This method is used to determine whether the defects that affect product batik and then analyzed using a p-Control Chart and finally analyzed using a fishbone diagram. In this study, the data used are the production data from July to September 2016 and the discovery of nine defects during the production process.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAAN DAN INTENSI PERILAKU KONSUMEN PENGGUNA SITUS ONLINE SHOP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Diponegoro) Qaanita Yuuha M; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini internet sudah banyak dijadikan untuk penjualan produk atau disebut juga e-commerce. Berbelanja melalui internet memberikan kemudahan bagi konsumen untuk langsung membandingkan produk, harga, informasi dan pelayanan antar toko online. Niat masyarakat sendiri masih rendah untuk berbelanja melalui internet. Oleh karena itu, salah satu masalah pada situs online shop adalah bagaimana mengubah pengunjung menjadi pembeli. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini mengacu pada jurnal yang disusun oleh Gounaris, S., Dimitriadis, S., & Stathakopoulos, V (2010). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasaan dan intensi perilaku konsumen pengguna layanan online shop. Kualitas layanan terdiri dari variabel informasi, user friendliness, interaksi dan aesthetic. Kepuasaan konsumen dibagi menjadi service encounter dan service process. Intensi perilaku yang diteliti mengenai word of mouth, purchase intention dan revisit. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel penelitian mahasiswa Universitas Diponegoro yang pernah berbelanja melalui online shop di jejaring sosial Facebook. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan software Amos 18.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasaan dan kepuasaan berpengaruh positif terhadap intensi perilaku konsumen. Namun, kualitas layanan tidak berpengaruh langsung terhadap intensi perilaku.   Nowadays internet has been used for selling product or e-commerce. Shopping through the Internet makes it easy for consumers to directly compare products, prices, information and services between the online store. Intention people to shop via internet is still low. For this reason, one of the problems on online shop is how to convert visitors into buyers. One of the solution is by improving the quality of service. This study refers to a journal compiled by Gounaris, S., Dimitriadis, S., & Stathakopoulos, V (2010). The purpose of this study is to examine the effects of service quality on customer satisfaction and behavioral intentions in the context of internet shopping. Service quality consists of information, user friendliness, interaction and aesthetic. Consumer satisfaction is divided into service encounter and service process. The examined of behavior intention about word of mouth, purchase intention and revisit. The sampling method that used in this study is purposive sampling with a sample of students from Diponegoro University that ever shopped via internet at social networking sites, facebook. Data analysis using Structural Equation Modelling (SEM) method with Amos 18.0 software. The results of this study indicate that service quality has a positive effect on satisfaction and consumer satisfaction have a positive influence on behavioral intentions. However, service quality does not directly effect on behavioral intentions.

Page 59 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue