cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA BENGKEL CS KNALPOT SEMARANG DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Mayang Delima; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.214 KB)

Abstract

Dalam  usaha melayani kebutuhan pelanggan, bengkel CS Knalpot Semarang selalu ingin meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat bengkel CS Knalpot harus dapat mempertahankan pelanggan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jasa dan kepuasan konsumen bengkel CS Knalpot Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 pelanggan bengkel. Hasil kuesioner tersebut dianalisis dengan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA. Terdapat 5 dimensi yang diukur yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Berdasarkan hasil penelitian, usulan perbaikan yang diberikan kepada bengkel CS Knalpot adalah melakukan cat ulang pada dinding-dinding bengkel agar bengkel telihat lebih bersih, rutin melakukan kegiatan bersih-bersih dan penataan kembali knalpot maupun peralatan yang lain agar terlihat rapi, serta menambahkan fasilitas penunjang seperti ruang tunggu yang dilengkapi dengan TV, majalah, dan kipas angin sehingga konsumen tidak merasa bosan ketika menunggu perbaikan pada knalpot mobilnya. Abstract Customer Satisfaction Analysis in CS Knalpot Workshop Semarang using Service Quality (SERVQUAL) and Importance-Performance Analysis Method . In an effort to serve the needs of customer, CS Knalpot Semarang workshop always want to improve its quality. With so many competitors CS Knalpot workshop should be able to retain their customers. This research target is to know the quality of services workshop and customer satisfaction at CS Knalpot Semarang. This research did by spreading questionnaires to 30 workshop customers. The results of those questionnaires were analyzed using SERVQUAL and IPA method. There are 5 dimensions that measured are tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. According to the result of this research, the proposed improvements provided to CS Knalpot are to repainting the walls of the workshop to make it more cleaner, doing cleaning up activities routinely and rearrangement muffler or other equipment to make it look tidy, and also adding supporting facilities such as a waiting room which equipped with TV, magazines, and  fan so that the customers would not feel bored while waiting their car muffler repair.
PENGUKURAN KINERJA PENAGIHAN PIUTANG PELANGAN PT (PERSERO) PLN BERDASARKAN ANALISIS RASIO AKTIVITAS Tiara Anindita Kusumawardhani; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.715 KB)

Abstract

PT (Persero) PLN Distribusi Jateng DIY sebagai perusahaan pelayanan jasa penyediaan listrik memiliki 2 jenis produk yaitu Listrik Pintar dan Listrik Pasca Bayar. Penerapan sistem kredit pada produk pascabayar memicu munculnya piutang pelanggan oleh perusahaan. Sebagai salah satu elemen dari pendapatan perusahaan, agar piutang dapat terkumpul sesuai target dan waktu yang telah ditetapkan makan diperlukan pengelolaan yang baik dan benar. Berdasar laporan keuangan akhir tahun 2016 PT (Persero) PLN DJTY diperolah total piutang perusahaan Rp 64.020.863.740,00 dengan jumlah piutang yg belum tertagih mencapai Rp 8.141.764.043,00 melebih target awal Rp 5.426.370,00. Dengan demikan jumlah piutang yg belum tertagih hingga akhir tahun mencapai 12% sehingga pendapat perusahaan juga turut berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya lonjakan piutang akhir tahun dengan mengukur kinerja penagihan piutang berdasarkan analisis rasio aktivitas pada keuangan perusahaan. Hasil analisis dengan membandingkan rasio aktivitas dengan target awal perusahaaan, didaptakan bahwa perputaran piutang perusahaan dan periode penagihan rata – rata tidak mencapai target yang telah ditentukan sehingga dapat diidentifikasikan lonjakan piutang terjadi karena keterlambatan penagihan pada tahun 2016. Berdasarkan hasil perbandingan kemudian diidentifikasi faktor – faktor yang menjadi penyebab terjadinya keterlambatan penagihan, kemudian dari setiap faktor diperoleh usulan tindakan perbaikan yang dapat diterapkan perusahaan untuk meningkatkan efektivitas kinerja penagihan piutang.  ABSTRACTMEASUREMENT OF RECEIVABLES BILLING PERFORMANCE OF PT (PERSERO) PLN BASED ON ACTIVITY RATIO ANALYSIS. PT PLN (Persero) Distribution Central Java and DIY as an electrical energy service providers has 2 types of products namely Smart Electricity and Post-paid electricity. The Implementation of the credit systems on postpaid products triggered the emergence of customer receivables. As one of the elements of corporate income, for the receivables can be collected according to the amount target and time need a good and correct management. Based on the financial report, at the end of 2016 PT PLN (Persero) DJTY obtained total receivables amounting to Rp 64,020,863,740.00 with outstanding receivables amounting to Rp 8.141.764.043,00 exceeding the initial target of Rp 5.426.370,00. As a result, the amount of bad debts until the end of the year reached 12% so that the company's opinion also decreased. This study aims to analyze the causes of year-end account surge by measuring the performance of receivables billing based on the analysis of the ratio of activity on corporate finance. The results of the analysis by comparing the ratio of activity to the initial target of the company, it is claimed that the company's receivable turnover and the average billing period did not reach the predetermined target so that it can be identified the jump of accounts receivable occurred due to delays in billing in 2016. Based on the comparison result then identified the factors be the cause of the delay of billing, then from each factor obtained suggestions of corrective actions that can be applied company to improve the effectiveness of the collection of accounts receivable.
ANALISA PENYEBAB KEGAGALAN PROSES ANYAMAN PRODUK KARUNG PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) (Studi Kasus di PT. Poliplas Indah Sejahtera) Wenny Mahadmagandhy T; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Poliplas Indah Sejahtera merupakan perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan karung plastik. Proses produksi yang terjadi meliputi proses pembuatan benang, penganyaman, pemotongan dan penjahitan, pencetakan, penyegelan, dan pengepakan. Kegagalan yang terjadi pada PT. Poliplas Indah Sejahtera secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni cacat anyaman, cacat cetakan, dan cacat potong dan jahit. Hingga saat ini, pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat melalui angka persentase kegagalan yang terjadi selama bulan Mei sampai Juli 2011. Secara berurutan, persentase tersebut adalah 3,35%, 3,28%, dan 3,22%. Dalam penelitian ini digunakan metode Root Cause Analysis (RCA) untuk menemukan dan mengidentifikasi akar penyebab masalah dan mengeliminasi masalah atau kejadian. Teknik yang digunakan Fault Tree Analysis dan Barrier Analysis. Dengan fokus pada akar penyebab, diharapkan masalah yang muncul dapat diminimalisasi dan mampu memberi rekomendasi tindakan pencegahan kegagalan yang kemungkinan akan muncul sebelum terjadi. Sebagian besar kegagalan yang terjadi pada proses anyaman Mesin Circular Loom yang dikelompokkan menjadi tiga, yakni cacat karung sarang laba-laba, cacat karung merampang lusi, dan cacat karung merampang skoci.  Akar penyebab kesalahan atau kegagalan pada proses anyaman karung plastik selain dari fakor sparepart mesin yang sudah melampaui batas maksimal pemakaian juga karena tidak telitinya operator maupun maintenance dalam  menjalankan atau mengoprasikan mesin pada saat setting awal mesin ketika mesin akan mulai dijalankan. Dan untuk pencegahan yang dapat dilakukan adalah Kondisi mesin harus di cek sebelum proses produksi dimulai, SOP harus ditempel di ruang produksi untuk menghindari kesalahan prosedur operasi, Mengembangkan supplier bahan baku dan raw material yang terpercaya
PENGUKURAN KINERJA PENGADAAN DI PEMERINTAH KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN PROCUREMENT MATURITY MODEL Zainal Arifin; Susatyo Nugroho WP; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.865 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Semarang merupakan instansi yang menjalankan kegiatan pengadaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan infrakstruktur yang ada di Kota Semarang. Pengadaan yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk kelancaran peningkatan kualitas Kota Semarang. Oleh karena itu diperlukan pengukuran kinerja pengadaan di Pemerintah Kota Semarang agar bisa diketahui kinerja dari proses pengadaan yang terjadi. Banyaknya permasalahan yang terjadi dalam pengadaan Pemerintah Kota diindikasikan sebagai kurangnya efektifitas dan efisiensi pengadaan yang terjadi.  Procurement maturity model (PMM) merupakan instrument populer yang digunakan antara lain untuk menilai tingkat kematangan entitas yang mendukung suatu organisasi dan mengambil tindakan agar entitas tersebut dapat mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi. Maturity model banyak digunakan oleh berbagai organisasi untuk meningkatkan kinerja interkasi berbagai entitas yang ada didalam suatu organisasi dengan membandingkan current proctice dengan best practice. Kemampuan mengidentifikasikan secara jelas entitas yang masih mempunyai kinerja yang kurang menjadikannya mudah dalam mengambil langkah selanjutnya dalam meningkatkan kinerja pengadaan yang ada.   Abstract Procurement Performance Measurement In Semarang City’s Government Using Procurement Maturity Model - Semarang City’s Government is an agency that is running the procurement activities to improve the welfare and infrastructures in the city of Semarang. Effective and efficient procurement is needed to support the advance of Semarang city’s quality. Therefore we need a performance measurement Semarang city’s government procurement in order to note the performance of the procurement process that occurs. Many problems that occur in the procurement of Semarang city government indicated as a lack of effectiveness and efficiency of procurement that occurs. Procurement maturity model (PMM) is a popular instrument that is used for assess the maturity level of the entity that supports an organization and take action so that the entity can achieve a higher level of maturity. Maturity models are widely used for several organizations to increase performance interaction of entities within an organization by comparing current proctice with best practice. The ability of identifying an entity which has weak performance, makes it easier in taking another step in increasing the existence of procurement performance. 
Penilaian Resiko dan Perencanaan Jadwal Inspeksi Boiler dengan Metode Risk Based Inspection di PT Indonesia Power UBP Semarang Rifda Ilahy Rosihan; Diana Puspitasari Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boiler merupakan salah satu mesin yang penting dalam industri pembangkit listrik. Fungsi boiler yakni mengubah air menjadi uap yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi listrik. Boiler pada PT. Indonesia Power UBP Semarang diketahui seringkali mengalami kerusakan berupa kebocoran pipa. Akibat dari kebocoran pipa mengakibatkan timbulnya resiko berupa bahaya kebakaran dan mengakibatkan mesin tidak dapat beroperasi. Untuk mengurangi adanya kegagalan dan mengurangi tingkat resiko pada boiler dibutuhkan suatu perencanaan inspeksi yang melihat dari tingkat resikonya. Teknik penjadwalan inspeksi yang sesuai dengan kondisi boiler adalah Metode Risk Based Inspection. Resiko dapat diartikan dalam dua hal yakni kemungkinan kegagalan dan konsekuensi kegagalan. Kemungkinan kegagalan didasarkan pada jenis kerusakan yang terjadi pada peralatan. Karena boiler pada unit ini mengalami kerusakan berupa korosi thinning, maka dilakukan perhitungan berupa penjumlahan dari sembilan modul Technical Module Subfactor pada peralatan dengan melihat nilai dari laju korosi pada peralatan. Nilai kemungkinan kegagalan pada pipa adalah “1” Konsekuensi kegagalan didasarkan pada luas area yang terkena dampak akibat adanya kebocoran boiler. Perhitungan ini didasarkan pada sistem deteksi, sistem isolasi, tekanan, dan suhu pada peralatan. Pada pipa boiler, nilai konsekuensi kegagalannya adalah “C”. Hasil dari perhitungan konsekuensi dan kemungkinan kegagalan adalah peringkat resiko pada pipa boiler, yaitu medium risk. Setelah itu, menentukan rencana inspeksi yang optimal pada pipa boiler. Untuk menentukan perencanaan waktu inspeksi pada boiler menggunakan standar DNV (Det Norske Veritas). Jadwal inspeksi yang sesuai dengan tingkat resiko pada pipa dan standar DNV adalah 2 tahun. The Boiler is one of the important machines in the power plant. Boiler functions is turning water into steam which is then used to drive a turbine to produce electrical energy. Boiler at PT. Indonesia Power UBP Semarang known often suffered damage in the form of a pipe leak. As a result of leakage pipes result in a risk of fire hazard, and result in the machine cannot operate. To reduce the presence of failure and reduce the level risk of the boiler, it need inspection planning that viewed from the level of risk levels and equipment inquiries. Inspection scheduling techniques that comply with the conditions of the boiler is Risk Based Inspection method. Risk can be defined in two things, there are the possibility of failure and the consequences of failure. The possibility of failure based on the type of damage that occurs in the equipment. Because the boiler on these units suffered damage in the form of corrosion thinning, then carried out the calculation of the sums of nine modules Technical Module Subfactor on equipment by looking at the value of the rate of corrosion on equipment. The value of the possibility of failure on the pipe is “1” Consequence of failure based on the affected area due to the leakage of boilers. This calculation is based on a system detection, System isolation, pressure, and temperature on the equipment. On the pipe of the boiler, the consequences of failure are “C”. The result of the calculation of consequences and likelihood of failure is risk rank on the boiler pipes, that is medium risk. After that, determining optimal inspection plans on the boiler pipes. To determine the time planning of inspections on boilers by using DNV (Det Norske Veritas) standard. Inspection planning based on the level risk of the pipes and DNV standard is 2 years.
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MINAT PEMBELIAN SMARTPHONE DI KOTA SEMARANG Dwi Aprianto Nugroho; Sriyanto Sriyanto; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.874 KB)

Abstract

Preferensi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat pembelian smartphone merupakan hal penting bagi produsen. Pada era globalisasi ini, kebutuhan akan penggunaan smartphone juga semakin bertambah. Saat ini kebutuhan akan smartphone tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, melainkan juga digunakan untuk menunjang penampilan bagi penggunanya. Industri smartphone berlomba-lomba untuk memberikan inovasi dan kecanggihan terhadap produk yang dihasilkan Berbagai macam merek smartphone pun beredar di masyarakat dengan menawarkan bebagai kelebihan nya. Dengan adanya berbagai macam smartphone, maka pilihan untuk mendapatkan dan memiliki smartphone tersebut semakin beragam, oleh sebab itu untuk mengetahui seberapa besar minar pembelian terhadap smartphone maka diperlukan adanya preferensi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam penelitian ini menggunakan metode survey untuk mengetahui faktor-faktor mana yang mempengaruhi minat pembelian terhadap smartphone. Faktor-faktor yang diteliti antara lain yaitu product feature, brand name, price, social influence, product sacrifice, terhadap purchase intention. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa semua faktor-faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian terhadap smartphone namun faktor yang paling berpengaruh besar yaitu price dan product feature.ABSTRACTPreference factors that affect the interest of purchasing a smartphone is important for the manufacturer. In this era of globalization, the need for smartphone usage is also increasing. Currently the need for smartphones is not only used to communicate, but also used to support the appearance for its users. The smartphone industry is competing to provide innovation and sophistication to products that are manufactured by various brands of smartphones in the community with the offer of its many advantages. With a variety of smartphones, then the choice to get and have a smartphone is more diverse, therefore to find out how much interest in purchasing the smartphone then the necessary factors that influence it. In this study using survey methods to determine which factors affect the interest of the smartphone. Factors studied include product features, brand name, price, social influence, product sacrifice, to purchase intention. The results of this study found all of these factors are significant to the buying interest of the smartphone but the biggest factor such as price and product features.
REDISAIN LAYOUT PABRIK DAN POLA ALIRAN BAHAN (STUDI KASUS GARUDA BRASS – PATI) Manindo Simanjuntak; Nia Budi Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.849 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Garuda Brass, dimana masalah yang tampak adalah sering terjadinya cross movement (gerakan memotong), serta tidak adanya pola aliran bahan yang jelas pada lantai produksi. Dimana ini akan mempengaruhi jarak perpindahan material yang tidak efektif dengan semakin panjangnya jarak perpindahan dari komponen. Untuk itu dilakukan perbaikan dengan merancangan ulang layout pabrik serta pola aliran bahan. Yang diharapkan mampu mengurangi atau meniadakan proses cross movement serta mengurangi jarak perpindahan komponen. Redisain layout dilakukan dengan menggunakan metodologi Systematic Layout Planning (SLP) dan pola aliran bahan yang sesuai dengan rekomendasi layout adalah pola aliran bahan zig-zag atau S. Pada hasil akhir, terdapat rekomendasi layout pabrik dengan tolak ukur pengurangan jarak perpindahan komponen.
PENGUKURAN PRODUKTIFITAS PEKERJA BAGIAN FEEDING DENGAN METODE SAMPLING KERJA (Studi Kasus : PT. Nojorono Tobacco International, Kudus) Muhammad Dias Rizal Adianto; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.135 KB)

Abstract

PT. Nojorono adalah perusahaan rokok yang menyediakan produk akhir yang siap dipak (make to stock). Sistem produksi mengembangkan tingkat persediaan yang didasarkan pada order yang akan datang, sehingga resiko persediaan lebih besar dan perusahaan harus mencapai target yang tersedia. Salah satu masalah yang terjadi adalah pelaksanaan proses produksi tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan, biasanya proses produksi melewati batas waktu  kerja yang sudah direncanakan yaitu 07.00 – 15.00 (8 jam kerja). Terkadang pekerja harus lembur untuk mencapai target produksi hingga pukul 16.00 – 18.00 sehingga menambah biaya lembur untuk pekerja. Sehingga untuk mengoptimalkannya adalah dengan melakukan pengukuran produktivitas dengan metode Sampling Kerja dan pengolahan data yang dilakukan adalah meliputi penentuan prosentasi bekerja, uji kecukupan data, uji keseragaman data dan menghitung derajat ketelitian. Dari hasil pengolahan dan analisis data pada bagian inputan (feeding) di PT Najorono, dari semua pekerja yang diamati  dianggap tidak produktif. Kegiatan-kegiatan non produktif yang paling sering dilakukan oleh pekerja adalah menunggu. Faktor-faktor penyebab “menunggu” adalah kendala mesin trouble, karena proses produksi yang berurutan atau continous, menunggu karena proses produksi pada mesin membutuhkan waktu yang cukup lama. Terdapat beberapa usulan perbaikan yaitu: (a) Pekerja mempunyai inisiatif sendiri melakukan pekerjaan lain, (b) Pekerja harus fokus dalam melakukan pekerjaanya, (c) Pihak perusahaan selalu melakukan pengecekan alat transport (conveyor) dan sensor karena ketika keduanya terganggu maka akan mengakibatkan delay, (d) Memberikan pengawasan yang insentif kepada karyawannya agar produktivitasnya juga meningkat.  ABSTRACT [Title: Measurement Of Worker Productivity In The Feeding Section With The Work Sampling Method (Case Study: PT. Nojorono Tobacco International)]. PT. Nojorono is a tobacco company that provides ready-made final product (make to stock). The production system develops inventory levels based on future orders, so that inventory risks are greater and firms must achieve the targets available. One of the problems that occurs is the implementation of the production process is not in accordance with what has been planned, usually the production process beyond the planned working time of 07.00 - 15.00 (8 hours work). Sometimes workers have to work overtime to reach production targets until 16.00 – 18.00 hence increasing the overtime for workers. So to optimize it is to make productivity measurement by Sampling Work method and data processing done is covering the determination of work percentage, data sufficiency test, data uniformity test and calculate degree of accuracy. From the results of processing and data analysis on the input section (feeding) in PT Nojorono, of all workers observed considered unproductive. The most productive non-productive activities by workers are waiting. Factors that cause "wait" is a trouble machine trouble, because the production process sequentially or continuous, waiting because the production process on the machine takes quite a long time. There are several proposed improvements: (a) Workers have their own initiative to do other work, (b) Workers should focus on doing their work, (c) The company always checks the transport equipment (conveyor) and sensors because when both are disturbed it will result in delay , (d) Providing incentive supervision to employees to increase productivity.
PERANCANGAN FASILITAS DAN PERENCANAAN INVESTASI PEMBUATAN STASIUN KERJA PEWARNAAN BATIK CAP (Studi Kasus Pada UKM Batik di Kauman – Kota Pekalongan) Mega Inayati Rif’ah; Diana Puspitasari; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mendukung pertumbuhan dan perkembangan UKM, dan Batik merupakan produk kebudayaan (artefac) bangsa Indonesia yang telah diwariskan secara turun temurun sejak zaman dahulu. Pekalongan merupakan kota batik dan memiliki banyak industri kecil sejak dahulu. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, hasil produksi batik cap di Pekalongan mengalami kondisi increasing return to scale, yang artinya masih ada peluang untuk meningkatkan produksi batik melalui peningkatan efisiensi. Penelitian ini dilakukan di salah satu UKM Batik di Pekalongan, UKM Batik Sidoluhur. Saat ini UKM tersebut menggunakan jasa outsourcing untuk proses pewarnaan colet dan perintangan warna. Setelah diteliti ternyata hal ini mengakibatkan lamanya manufacturing lead time (MLT). Sehingga kemudian penelitian ini berusaha meningkatkan efisiensi proses produksinya dengan cara merancang stasiun kerja untuk proses pewarnaan colet dan perintangan warna serta menilai investasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun kerja yang dibutuhkan adalah seluas 128 m2, dan perencanaan investasi berdasarkan metode NPW menunjukkan nilai keuntungan investasi Rp 30.621.710, berdasarkan metode IRR tingkat pengembaliannya 19% (> BI Rate 5,75%), dan berdasarkan metode PP jangka waktu pengembalian nilai investasi ini adalah 2 tahun
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN MENERAPKAN SISTEM MANAGEMENT WAREHOUSE DI PT. SANDANG ASIA MAJU ABADI Leasytta Noerfajr; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.195 KB)

Abstract

Industri Teksil dan Produk Tekstil (TPT) sudah tumbuh menjadi satu dari sepuluh komoditi ekspor  terbesar di Indonesia. PT. Sandang Asia Maju Abadi adalah salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang tekstil yang berada di Semarang. Seiring dengan tumbuh kembangnya perusahaan ini, muncul beberapa permasalahan yang disebabkan oleh sistem penataan dan management yang ada di bagian warehouse.  Belum diterapkannya Warehouse Management System di PT. Sandang Asia Maju Abadi merupakan salah satu faktor munculnya banyak permasalahan di sistem pergudangan yang menimbulkan kerugian secara materi dan menimbulkan kerugian dari segi waste yang dihasilkan oleh perusahaan seperti pemborosan dari segi tempat, dan pemborosan waktu yang dibutuhkan oleh operator dalam mencari barang yang dibutuhkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka digunakan metode Warehouse Management System dengan mengusulkan untuk diterapkannya Standart Operating Procedure (SOP) penataan dengan menggunakan metode FIFO untuk memudahkan pendataan, usulan penerapan SOP Penamaan yang terstandar menggunakan Kartu Nama Barang dan Information Card  untuk memudahkan sistem pendataan terpadu, usulan diterapkannya alur keluar masuk barang di Warehouse PT. Sandang Asia Maju Abadi untuk memudahkan material handling serta mengurangi waste, serta dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap sistem penataan di Warehouse. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem management pergudangan untuk menciptakan warehouse yang lebih canggih dan otomatis sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja.    Abstract                (Proposed Warehouse Relocation Using Warehouse Management System at PT. Sandang Asia Maju Abadi ) Industrial textiles and textile products (TPT) has grown to become one of the ten largest export commodity in Indonesia. PT. Sandang Asia Maju Abadi is one of the major companies textiles that are in Semarang. Along with the growth of this company, there are some problems caused by the arrangement and management system  in the warehouse. This company not yet  implementation of warehouse management system in PT. Sandang Asia Maju Abadi  and it one of factor the emergence of many problems in warehousing systems, not only cause loss of material, but also losses of waste produced by companies such waste in terms of place, a waste of time needed by the operator in finding the required items and the other. To find the solution of these problems, PT. Sandang Asia Maju Abadi used the method of Warehouse Management System by implementing of Standard Operating Procedure (SOP) the arrangement using the FIFO method to facilitate data collection in, implementation of SOP Naming standardized Card Item and Information Card to facilitate an integrated data collection system, implementation of the flow of goods in and out at the Warehouse PT. Sandang Asia Maju Abadi to facilitate material handling and reducing waste, and carried out monitoring and periodic evaluation of the system arrangement in the Warehouse. It can improve the performance management system to create sustainability warehousing system more sophisticated and automated so that it can improve work productivity.

Page 61 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue