cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,254 Documents
ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus di PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Cabang Daan Mogot Jakarta Sari Veronica Jantitya; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.899 KB)

Abstract

PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk merupakan perusahaan bergerak dibidang jasa yaitu perbankan dengan tujuan menciptakan manajemen yang kuat dan professional. Demi terwujudnya tujuan tersebut, tentunya ditunjang dengan sumber daya yang ada. Salah satunya adalah karyawan pada PT. Bank Mandiri (Persero),Tbk Cabang Daan Mogot Jakarta yang selalu dituntut untuk meningkatkan kinerja dalam pekerjaannya. Tetapi masih ada ditemukan kinerja karyawan yang tidak sesuai dengan ekspektasi sebesar 55% dan kurangnya disiplin kerja pada pegawai dilihat dari absensi yang mempunyai rata-rata diatas sebesar 20%. Disisi lain adanya motivasi dan pengembangan karier juga memberikan pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan. Tujuan dalam penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui pengaruh baik secara individual maupun simultan antara disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier, mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan serta memberikan rekomendasi kepada perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah uji regresi linear berganda dengan berbasis OLS (Ordinary Least Square) dengan α= 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil yang ditemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan baik secara individual maupun simultan antara disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier terhadap kinerja karyawan. Dari ketiga variabel tersebut yang paling berpengaruh ialah disiplin kerja sebesar 0,631. ABSTRACTPT. Bank Mandiri (Persero) Tbk is a company that is engaged in banking services with the aim of creating a strong and professional management. For the realization of that goal, of course, supported by the available resources. One of them is an employee of PT. Bank Mandiri (Persero),Tbk Branch Jakarta Daan Mogot is always required to improve performance on the job. But still there is found the performance of employees who are not in line with expectations at 55% and the lack of discipline of working on employee absenteeism have seen an average of over 20%. On the other hand the motivation and career development also give a great influence on employee performance. The purpose of this study was conducted to determine the effect, either individually or simultaneously between labor discipline, motivation and career development, determine which variables is the most dominant influence and provide recommendations to the company. The method used in this study is to test multiple linear regression based on OLS (Ordinary Least Square) with α = 0.05 and 95% confidence level. Based on the results found that there is a positive and significant relationship, either individually or simultaneously between labor discipline, motivation and career development on employee performance. Of these three variables is the most influential work discipline of 0.631. 
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING SEBAGAI PELENGKAP PEMBELAJARAN SMA NEGERI 2 SEMARANG (STUDI KASUS : MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA) Yoga Satria; Singgih Saptadi; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.565 KB)

Abstract

Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan melalui banyak media antara lain komputer hingga perangkat bergerak seperti laptop, tablet PC, atau smartphone, dengan harapan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. SMA Negeri 2 Semarang merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan Sistem Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2003, didalamnya terdapat Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olah raga (MPPJO). Hasil yang didapatkan dari cara pembelajaran MPPJO saat ini dirasa belum maksimal oleh guru pengampu, maka dari itu dirancang pelengkap pembelajaran melalui media smartphone (mobile learning). Pembuatan media belajar dirancang sesuai dengan taksonomi kognitif bloom yang mencakup aktivitas mengingat hingga evaluasi. Taksonomi kognitif bloom disesuaikan dengan kompetensi dasar MPPJO, kemudian dilakukan proses analisis kebutuhan untuk mengetahui konten yang akan dimuat, selanjutnya adalah proses perancangan aplikasi kemudian dilakukan uji coba ke calon pengguna dan diuji tingkat usabilitasnya menggunakan kuesioner computer system usability questionnaire (CSUQ). Hasil dari pengujian tersebut didapatkan skor setiap aspek usabilitas antara lain yaitu : kegunaan sistem 6.17, kualitas informasi 6.11, kualitas tampilan antar muka 5.83, dan total kepuasan pengguna 6.3 dengan hasil tersebut tingkat usabilitas aplikasi mobile learning MPPJO mendapatkan rata-rata skor 6.09 dari skala 7 sehingga dapat dikatakan bahwa aplikasi memiliki tingkat usabilitas yang cukup dan dapat diterapkan pada SMA Negeri 2 Semarang.AbstractTeaching and learning activities can be done through many media such as computers to mobile devices such as laptops, tablet PCs, or smartphones, with  expectation to increase learners' learning interest. SMAN 2 Semarang is one of the educational institutions that implements the National Education System number 23 of 2003, in which there are subjects of Physical Education and Sport (MPPJO). The teacher felt that their students result is not good enough with  MPPJO current learning method, so this research will develop complementary learning through the smartphone media (mobile learning). To create learning media, the application designed accordance to cognitive bloom taxonomy that includes remembering activities up to evaluation. The cognitive bloom taxonomy is adjusted to the basic competency of MPPJO, then the requirement analysis process is needed to find out the content to be included in the application. Next is the process of designing the application and after the design is completed, the application then tested to the prospective user and the level of application usability tested using the questionnaire computer usability questionnaire system (CSUQ), the results of the test revealed scores of each aspect of usability such as: The quality of information 6.11, the interface quality 5.83, and the user satisfaction 6.3 with the result the usability level of MPPJO mobile learning applications get an average score of 6.09 from scale 7 so it can be said that the application has a sufficient level of usability and can be applied to SMAN 2 Semarang.
PENGGUNAAN PEWARNA ALAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN EKO-EFISIENSI PRODUK BATIK (Studi Kasus: IKM batik Larissa Pekalongan) Tri Setyo Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ratusan IKM batik telah berkembang pesat di Kota Pekalongan, salah satunya adalah IKM Batik Larissa. Ratusan IKM batik tersebut diindikasikan menjadi penyebab pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Pekalongan. Pencemaran tersebut disebabkan oleh penggunaan bahan kimia dalam proses pewarnaan. Oleh sebab itu penggunaan pewarna kimia tersebut perlu dikurangi.  Penggunaan pewarna kimia dapat diganti dengan zat pewarna alternatif seperti penggunaan kayu mahoni yang dinilai lebih ramah lingkungan dan  dapat meningkatkan eko-efisiensi produk. Tingkat eko-efisiensi dapat diukur dengan menggunakan metode LCA (Life Cycle Assessment) yang diolah dengan software SimaPro. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan yang timbul dari penggunaan material penyusunnya. Metode LCA tersebut menghasilkan nilai eco-costs yang dapat menjadi input dalam perhitungan nilai eko-efisiensinya. Penelitian ini bermaksud mengkaji penggunaan bahan pewarna kimia dan alam. Dari hasil pengolahan metode LCA, diperoleh nilai eco-costs untuk batik pewarna alam lebih besar dari kimia yaitu Rp 201.113,52 dan Rp 188.028,32. Namun, eko efisiensi batik cap pewarna alam lebih tinggi yaitu 96,55% sedangkan pewarna kimia 68,74%. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan kayu mahoni yang merupakan kayu keras dan sangat berdampak pada kelestarian alam. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengkaji penggunaan pewarna alam yang berasal dari kulit buah atau daun dari tanaman.   ABSTRACT Hundreds of IKM batik has grown rapidly in Pekalongan, one of them is Batik Larissa. They were indicated to be the cause of environmental pollution that occurred in Pekalongan and it caused by the use of chemicals in the dyeing process. Therefore, it should be reduced and have to replaced with some alternatives such as the use of mahogany that considered more environmentally friendly and can improve the eco-efficiency of products. The level of eco-efficiency can be measured by using the method of LCA (Life Cycle Assessment)  in SimaPro software. This method is used to evaluate the environmental impacts from the use of the constituent materials. Besides that, it produces a value of eco-costs that can be input in the calculation of the value of eco-efficiency. This research intends to study the use of chemical and natural dyes. From the results of LCA method, eco-costs value for batik that use natural dyes is greater than the chemical dyes, with Rp 201,113.52 for natural dyes and Rp 188,028.32 for chemical dyes. However, the value of eco-efficiency for batik with natural dyes higher at 96.55% than chemical dyes at 68.74%. It is cause due to the use of mahogany wood that have hard contour and it affects the preservation of nature. Therefore, further research needs to examine the use of natural dyes derived from the skin of the fruit or the leaves of plants.  
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN POLA KEMITRAAN (Studi Kasus di CV. MUSTIKA Semarang) Yaniar Fatkhul Firdaus; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.39 KB)

Abstract

Dalam upaya pemenuhan protein hewani dan peningkatan pendapatan peternak, maka pemerintah dan peternak telah berupaya mendayagunakan sebagian besar sumber komoditi ternak yang dikembangkan, diantaranya adalah ayam pedaging.Perkembangan populasi ternak ayam broiler tidak terlepas dari permasalahan yaitu aspek pasar dan penyediaan sarana produksi yang tidak seimbang dengan harga jual produksi, sehingga membuat peternak takut mengambil resiko untuk mengembangkan usaha peternakan ayam broiler dengan skala produksi lebih besar. Pola kemitraan merupakan suatu bentuk kerja sama antara pengusaha dengan peternak dari segi  pengelolaan usaha peternakan.  Dalam kemitraan pihak pengusaha dan peternak harus mempunyai posisi yang sejajar agar tujuan kemitraan dapat tercapai dimana dalam hal perhitungan tentang biaya produksi diatur sepenuhnya oleh perusahaan yang disepakati bersama oleh peternak.  CV Mustika Semarang bergerak dalam bidang penjualan ayam pedaging. Perusahaan ini bekerjasama dengan peternak ayam dengan sistem kemitraan.Analisis finansial diperlukan untuk mengetahui kelayakan suatu usaha.Keberlanjutan usaha peternakan ini ditentukan oleh gambaran finansial usaha, sebab kemampuan suatu usaha peternakan dalam mengembangkan modal terukur dalam parameter investasi.      
ANALISIS PENYEBAB CACAT PRODUKSI ROMA KELAPA PADA MESIN OVEN DENGAN METODE FAILURE MODES EFFECTS ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS PADA PT. MAYORA INDAH Tbk) Pangaribuan, Bonita Melinda; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.13 KB)

Abstract

PT Mayora Indah Tbk merupakan salah satu industri makanan dan minuman yang senantiasa menghasilkan produk yang ekonomis, berkualitas serta menghasilkan keuntungan yang optimal dengan biaya produksi yang minimum. Salah satu produk unggulan PT Mayora Indah Tbk adalah Biskuit Roma Kelapa namun, pada periode November sampai Desember 2016 terdapat banyak cacat pada proses produksi Biskuit Roma Kelapa yang mengakibatkan target yang telah dibuat tidak dapat dipenuhi pada saat itu. Cacat yang terjadi menyebabkan overtime pada periode November sampai Desember 2016 terjadi sebesar 12.8% sehingga, terjadi peningkatan biaya produksi dan menurunkan profit perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada proses central kitchen sampai mesin oven produksi Biskuit Roma Kelapa dengan menggunakan metode Failure Modes Effects Analysis (FMEA) dan dengan menggunakan metode 5W+1H. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah jenis cacat yang paling dominan pada proses produksi merupakan dimensi tidak standar sebesar 46.8% yang paling besar disebabkan oleh pipa cairan HE error, oleh sebab itu usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan memasang inferter pada pipa cairan HE, memberikan warning terkait dengan standar operasionak agar adonan memenuhi spesifikasi, menyediakan fasilitas penunjang berupa kursi kepada operator, mengatur tekanan aliran cairan yang melewati pipa cairan serta menyusun dan melaksanakan proses preventive maintenance secara konsisten. Abstract [Defect Cause Analysis Roma Kelapa Production on Oven Machine with Failure Modes Effects Analysis, Case Study: PT. Mayora Indah Tbk.] PT Mayora Indah Tbk is one of the food and beverage industries that always produce products that are economical, quality and produce optimal profits with minimum production costs. One of the flagship products of Mayora is Roma Kelapa Biscuits but, in the November to December 2016 period there were many reejcts which resulted in the targets being made could not be fulfilled at that time. The project that caused overtime in that period was 12.8% so that there was an increase in production costs and a decrease in company profits. This research is focused on the central kitchen process until the oven machine produces Roman Coconut Biscuits using the Failure Modes Effects Analysis (FMEA) method and using the 5W + 1H method. The results obtained from this study are the most dominant types of defects in the production process is the non-standard dimensions of 46.8% which is the biggest due to the pipe HE error, therefore the proposed improvement is to put an inferter on the HE liquid pipe, giving a warning related to the operational standard so that the dough meets the specifications, provides supporting facilities in the form of seats to the operator, regulates the flow pressure of the liquid passing through the liquid pipe and prepares and carries out a preventive maintenance process consistently.
ANALISIS MODEL LAYANAN PADA AIRLINE INDUSTRY MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS (Studi Kasus: PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang) Rayana Andari Bardijan; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Garuda Indonesia merupakan maskapai yang paling unggul dibandingkan dengan maskapai lainnya. Namun, pada kenyataannya PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang belum mampu memenuhi target profit (route result) yang telah ditetapkan perusahaan induk. Dalam pencapaian profit banyak hal yang harus dipertimbangkan diantaranya yaitu harga, net revenue dan biaya operasional yang dikeluarkan. Berdasarkan studi literatur, model sistem yang sesuai adalah dengan mengimplementasikan model sistem dinamik karena sistem penerbangan yang diteliti sangat dinamis oleh perubahan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun suatu skenario kebijakan dengan menggunakan pendekatan sistem dinamis untuk mengetahui indikator-indikator apa saja yang harus dikembangkan agar PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang dapat mencapai target profit (route result).  Adanya kondisi tersebut dilakukan beberapa skenario kebijakan, yaitu adjustment cost, adjustment harga tiket dan penggabungan adjustment cost dan adjustment harga tiket. Model sistem dinamis yang dibuat disimulasikan untuk mengetahui kebijakan yang paling baik dan paling cepat mencapai target profit  PT Garuda Indonesia selama masa periode 5 tahun kedepan setalah tahun 2012. Kebijakan terpilih adalah adjustment cost dan harga tiket, dengan menggunakan kebijakan ini profit dapat dicapai pada bulan ke-10.  ABSTRACTPT Garuda Indonesia is the most superior as compared to other airlines. However, in reality PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang has not been able to meet the profit target (route result) that were set by the parent company. In the achievement of profit many things to consider such as the price, net revenue and operating costs that issued. Based on the study of literature, the corresponding system model is to implement a model of system dynamic because aviation system is very dynamic by changing of the time. This study aimed to develop a policy scenarios using a systems dynamic approach to determine what indicators should be developed so that PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang can achieve the profit target (route result). The existence of these conditions was some policy scenarios, cost adjustment, ticket prices adjustment and merger costs adjustment and ticket prices adjustment. System dynamic models made simulated to determine the best policy and the fastest to reach the target profit of PT Garuda Indonesia during the period of 5 years after 2012. The selected policy is the adjustment cost and price of tickets, using this policy profit can achieved in the 10th.
ANALISIS STRATEGI MITIGASI RESIKO PADA SUPPLY CHAIN CV SURYA CIP DENGAN HOUSE OF RISK MODEL Yoana Ellen Pertiwi; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.718 KB)

Abstract

Dalam aktivitas supply chain selalu berpotensi untuk timbul risiko, oleh sebab itu manajemen resiko sangat diperlukan untuk penanganan resiko. Pada perusahaan yang memproduksi mesin cetak plastic seperti CV Surya CIP, dalam aktivitas supply chain nya memiliki peluang untuk timbul resiko. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi berbagai resiko yang terjadi di CV Surya CIP beserta penyebabnya, menentukan nilai severity dan occurance dari setiap resiko yang terjadi dan menentukan strategi mitigasi resiko yang tepat untuk menanggulanginya. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah House of Risk Model dengan menggunakan matriks Agregat Risk Potential (ARP) yang dapat mengidentifikasi bobot penyebab dan mitigasi resiko yang paling besar. Metode ini terdiri dari 2 fase yaitu fase pertama untuk mengidentifikasi risiko dan agen risiko, yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta penghitungan nilai ARP. Sedangkan fase kedua yaitu penanganan risiko. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 kejadian resiko dan 31 agen resiko,  yang berpotensi terjadi di CV Surya CIP. Dari hasil tersebut kemudian terpilih 2 agen resiko yang menjadi penyebab utama munculnya kejadian resiko yaitu  A3 (Kelangkaan bahan baku), A17 (Kualitas bahan baku buruk) dan A28 (Konsumen tidak bisa membayar order). Strategi mitigasi resiko yang digunakan untuk menangani kedua agen resiko tersebut adalah mengembangkan SOP untuk tahap seleksi supplier.  AbstractAnalysis of Risk Mitigation Strategies on CV Surya CIP’s Supply Chain Using House of Risk Model.  In the supply chain activities  always has the potential of risk,  therefore risk management is necessary for handling the risks. At the company that produces plastic molding machine such as CV Surya CIP, in its supply chain activities have a chance to arise risks. The purpose of this study is to identify the various risks that occur in the CV Surya CIP and its causes, severity and determine the value of occurance of any risks incurred and determine appropriate risk mitigation strategies to mitigate them. The method used in this study is the House of Risk Model using matrix Aggregate Risk Potential (ARP), which can identify the causes and mitigation weights greatest risk. This method consists of two phases: the first phase to identify risks and risk agency, which then measuring the severity level and occurance as well as the calculation of the value of ARP. While the second phase which is handling the risks. The results showed that there were 17 occurrences of risk and 31 agents of risk, which could potentially occur in CV Surya CIP. From these results then elected two agencies risk becoming major cause of the incident, they are the risk of A3 (scarcity of raw materials), A17 (poor quality of raw materials) and A28 (Consumers can not pay order). Risk mitigation strategies used to deal with the risk of both agencies is to develop SOPs for supplier selection phase
PENENTUAN STRATEGI BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN McKINSEY MATRIX PADA PT WAHYU KENCANA ABADI Hapsari Prawitasari Putri Anjani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.691 KB)

Abstract

ABSTRAKSPersaingan pasar tentunya tidak dapat dihindari mengingat banyaknya perusahaan sejenis yang bermunculan. Untuk itu perusahaan ingin mengetahui daya tarik pasar sehingga mampu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi pesaing tersebut.PT Wahyu Kencana Abadi dituntut untuk mampu mengantisipasi reaksi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Indikator variabel internal meliputi: pangsa pasar, profitabilitas relatif dibanding kompetitor, tim manajemen, biaya tenaga kerja, akses ke saluran distribusi, sumber finansial yang dimiliki, kapabilitas riset dan pengembangan, teknologi produksi yang dimiliki, tingkat kefokusan ke konsumen ataupun target konsumen, spesialisasi industri yang dimiliki dan dikembangkan. Sedangkan indikator variabel eksternal meliputi: besaran pasar, pertumbuhan pasar, profitabilitas pasar, peluang pasar, ada tidaknya regulasi pemerintah, peluang melakukan diferensiasi di pasar tersebut, pola kebutuhan pasarnya, tingkat entry barrier yang dimiliki pasar, struktur distribusi di pasar tersebut.Dalam matriks GE-McKinsey, dengan dua sumbu yaitu daya tarik industri (eksternal) pada sumbu horisontal dan kekuatan bisnis (internal) pada sumbu vertikal. Unit bisnis PC,LCD,Notebook dan Printer berada pada kolom selectivity dengan range skor faktor internal 4-5,5 sedangkan faktor eksternal range skor 3-5. Unit bisnis software berada pada kolom leadership dengan skor faktor internal dan eksternal sebesar 6,86 dan 7,3.Perusahaan melakukan strategi meningkatkan modal, meningkatkan pemasaran untuk meningkatkan daya tarik industri dan meningkatkan penjualan.  ABSTRACTMarket competition certainly can’t be avoided given the number of similar companies that have sprung up. Therefore, the company wants to know the market appeal so as to implement the right strategy to deal with the competitors.PT Wahyu Kencana Abadi is required to anticipate the reaction of the internal and external environments. Indicators of internal variables including: market share, profitability relative to competitors, team management, labor costs, access to distribution channels, financial resources owned, research and development capabilities, production technology owned, consumer target, industrial specialization owned and developed. While indicators of external variables include: the amount of market, market growth, market profitability, market opportunities, presence or absence of government regulation, the opportunity to differentiate in the market, the market demand patterns, levels of which are owned market entry barrier, the structure of distribution in those markets.In the GE-McKinsey matrix, with two axes, namely the attractiveness of the industry (external) on the horizontal axis and the strength of the business (internal) on the vertical axis. PC business unit, LCD, Notebook and printer is in column selectivity with a range of internal factor scores range from 4 to 5.5, while external factors score 3-5. Software business unit leadership is in the field with a score of internal and external factors of 6.86 and 7,3.Perusahaan pursuing a strategy to raise capital, improve marketing to increase the attractiveness of the industry and boost sales. 
PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI CV ISTANA KAYU SUKSES MAKMUR SEMARANG Hary Utama Kurniawan; Susatyo Nugroho W. P
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.739 KB)

Abstract

Penerapan produksi bersih pada industri kayu dapat mengurangi dampak negatif ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan produksi bersih di salah satu industri kayu yaitu pada CV. Istana Kayu Sukses Makmur Semarang. Metode yang digunakan adalah observasi, perhitungan dengan menggunakan carbon calculator dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa dampak dalam proses pengerjaan. Pada CV. Istana Kayu Sukses Makmur didapatkan penggunaan listrik perbulan sebesar $925/bulan, penggunaan bahan bakar $270/bulan dan total penggunaan kayu sebanyak 57,6 ton/bulan. Secara keseluruhan penghematan yang dilakukan adalah penggunaan chip sisa potongan kayu yang digunakan sebagai bahan bakar untuk pengeringan kayu yang masih basah. Sehingga chip kayu sisa pemotongan kayu tidak terbuang sia -sia. Chip kayu tersebut juga dapat dijual kepada perusahaan kecil untuk didaur ulang kembali sehingga menjadi pemasukan buat perusahaan. Pada penggunaan listrik dapat dilakukan penghematan dengan cara mengganti lampu LED dan menggunakan AC hemat energi. ABSTRACTOppurtunity of Clean Production Application in CV. Istana Kayu Suk ses Mak mur Semarang. Implementation of production in the wood industry can reduce negative impact on the environment. This study aims to analyze the net production in one of the wood industry that is on the CV. Wood Palace Success Mak mur Semarang. The method used is observation, calculation by using carbon calculator and interview. The results show some things in the process of work manship. At CV. The Wood Palace of Success Mak mur obtained monthly electricity usage of $ 925 / month, fuel usage of $ 270 / month and total wood usage of 57.6 tons / month. Overall savings made were the use of scrap wood scrap chips used as fuel for wet wood drying. So the remaining wood chips of wood pieces are not wasted. Wood chips can also be sold to small companies to be recycled to become revenue for the company. On the use of electricity can be done by usin g LED lights and use energy-efficient air conditioners.
Usulan Perancangan Fasilitas Kerja untuk Mengurangi Muscolotal Disorder pada Pekerja Pembuat Jeli Rumput Laut (Studi Kasus pada UKM Padepokan Suket Segoro, Ketileng – Semarang) Bayu Adi Taufan; Purnawan Adi Wicaksono; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padepokan Suket Segoro yang berlokasi di Ketileng Semarang merupakan sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) memproduksi minuman jeli rumput laut. Di tempat ini terdapat postur kerja yang tidak ergonomis yaitu pada saat pemindahan kontainer yang berisi jeli. Hasil Nordic Body Map menunjukkan bahwa 100% mengalami nyeri pada otot pinggang mereka, sebanyak 85,7% mengeluhkan rasa nyeri muncul pada punggung dan leher, sementara sebanyak 71,4% mengalami keluhan pada bahu kanan, bahu kiri dan tangan. Selain untuk mengangkat kontainer berisi jeli, sebuah alat juga diperlukan untuk memindahkan peralatan lain pada saat melakukan proses produksi diluar rumah produksi. Perancangan dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan pekerja terhadap alat bantu, menghitung gaya kompresi yang muncul dan menghitung nilai REBA yang muncul pada postur awal, kemudian dengan menggunakan analisa ergonomi REBA di analisa postur tubuh akhir yang muncul pada alat usulan. Dan dengan bantuan software CATIA, dilakukan visualisasi terhadap alat hasil perancangan akhir. Hasil analisis REBA terhadap postur awal para pekerja menghasilkan nilai 9 untuk dua postur kerja yang diamati, yaitu pengangkatan kontaier dengan dua pekerja dan pengangkatan kontainer dengan satu orang pekerja.hal ini berarti tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah cedera pada pekerja, Setelah dilakukan perancangan didapatkan hasil akhir REBA turun menjadi 2 yang untuk masing-masing postur yang diamati, dalam tabel keputusan REBA hal ini berarti belum perlu dilakukan tindakan karena postur pekerja cenderung aman. Hasil perhitungan biomekanika pada postur awal menunjukan adanya gaya kompresi berlebihan yang muncul pada bagian perut pekerja yaitu sebesar 1104.203 N pada postur pengangkatan dengan satu orang pekerja dan 1877.696 N pada postur pengangkatan dua orang pekerja. Pada postur akhir kedua gaya ini berhasil di eliminasi dan dikonversi menjadi gaya dorong sebesar  untuk postur kerja dengan metode 1 dan  untuk postur kerja dengan metode 2.  Located at Ketileng Semarang, Padepokan Suket Segoro is a small and medium Industry (UKM) which produces seaweed Jelly drink. There is an irrelevant ergonomics working posture when moving a container fully loaded with seaweed jelly glasses. The result of Nordic body Map shows that 100% workers suffer illness in their waist muscle, as much as 85.7% workers suffer pain appears in their back and neck, while 71.4% workers feel uncomfortable on their right and left shoulders including hands. Not only to lift and move the containers, a tool to help workers is also needed to move other facilities when the production is held out from the production house. The design process starts from identifying the workers’ need of an assistant tool; calculating the compression force and analyzing REBA score for current postures. Biomechanical analyses on both current and final postures are needed for the next step, continued by REBA analysis for final postures. At the end, software called CATIA will be used to visualize the final to the proposed tool as well as the postures. REBA analysis on current postures generate the score 9 on REBA score on both 2 postures of lifting. These mean an action needs to be done to prevent injuries. REBA score for final posture with proposed tool reduced drastically from 9 to 2. The score 2 on REBA Decision table means there is no necessary to do an action for these postures because it is safe. The result of biomechanical calculation on current postures shows there is a compression force appears on workers’ stomach (1104.203 N on a single lifting and 1877.696 on double lifting). The final postures convert from lifting to pushing, this also leads the elimination of compression force, but pushing force appears for 254.86 N for the first method and 296.736 for the second method. 

Page 62 of 126 | Total Record : 1254


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 2 (2026): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2026 Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue