cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS COST OF POOR QUALITY PROYEK PERBAIKAN AUXILIARY POWER UNIT (APU) PESAWAT UDARA Rahayu Eka Sulistiyani; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.167 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu anak bisnis dari PT ABC yang bergerak di bidang perbaikan pesawat udara atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, PT XYZ mengacu pada Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 145. Prinsip perusahaan dalam menjaga kualitas produknya dimana salah satunya yaitu jasa perbaikan engine/Auxiliary Power Unit (APU) pesawat udara adalah dengan konsisten menjalankan segala ketentuan, namun pada realisasinya masih banyak deviasi yang terjadi hingga seringkali jasa yang diberikan tidak sesuai spesifikasi yang justru menimbulkan kerugian. Maka pada penelitian ini, akan dikaji salah satu proyek perbaikan APU yang mengalami kegagalan hingga menimbulkan biaya perbaikan kualitas atau Cost of Poor Quality (COPQ) dan ditelusuri akar permasalahannya. Pada akhirny,a ditemukan bahwa total COPQ yang dihabiskan yaitu sebesar $103,174 atau 21,46% dari total revenue. Kemudian diperoleh bahwa ketidaksesuaian produk jasa disebabkan oleh material komponen yang tidak sesuai, human error, dan adanya proses yang terlewatkan. Abstract [Cost of Poor Quality Analysis for Auxiliary Power Unit Maintenance Project] PT XYZ is one of business unit owned by PT ABC which serve airplane Maintenance Repair, and Overhaul (MRO). In order to operate its business activity, PT XYZ refers to Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 145. Company principle for taking care of the good quality on its product which is service of maintenance for airplane engine/Auxiliary Power Unit (APU), perform all of the regulation consistently, but in the real case, there are many deviation happened that cause disadvantages. So in this research, Cost of Poor Quality (COPQ) and the root cause will be traced. Then finally, COPQ found is $103,74 or 21.46% of revenue and some unconformity of service caused by material, human error, and the passed process.
PENGKLASIFIKASIAN ITEM PEMBELIAN BERDASARKAN MODEL KRALJIC DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI FMEA-DEA Khaerani Suroya; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelian manajemen akan mempengaruhi proses bisnis perusahaan. Proses pembelian yang terjadi dalam suatu organisasi tidak hanya untuk kebutuhan produksi tetapi untuk semua kebutuhan demi kelangsungan organisas tersebut. Sekitar 62% biaya pengadaan yakni sekitar Rp. 10.653.540.4311,00 digunakan untuk pembelian bahan baku sedangkan sisanya untuk pembelian kebutuhan pendukung lainnya. Selain itu, biaya untuk pembelian bahan baku memiliki proporsi 53% dari total biaya produksi. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen yang efektif dari pembelian. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengelompokkan item pembelian dan membuat strategi untuk setiap item berdasarkan karakteristik item pembelian.Pembelian item pada penelitian diklasifikasikan berdasarkan pada model Kraljic dengan mempertimbangkan risiko pasokan dan dampak keuntungan. Metode yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah failure mode and effect analysis ( FMEA ) dan data envelopment analysis ( DEA ). Langkah pertama adalah pembobotan kriteria risiko pasokan dan dampak keuntungan menggunakan pendekatan FMEA untuk memperoleh nilai RPN. Kemudian membeli item diklasifikasikan berdasarkan risiko pasokan / dampak keuntungan tinggi dan risiko pasokan / dampak keuntungan rendah. Proses klasifikasi ini menggunakan metode DEA. Klasifikasi item pembelian, perusahaan dapat menyesuaikan strategi pembelian yang digunakan berdasarkan pada karakteristik item pembelian. ABSTRACT Purchasing management will affect the company's business processes. The purchasing process that occurs in an organization not only to the needs of production but for all the needs for the sake of the organization. In this case, CV. Aneka Ilmu also spends about 62% of procurement costs which is about Rp. 10.653.540.4311,00  for the purchase of raw materials and the rest to purchase other support need. Procurement cost to purchase raw material has proportion about 53%  from total production costs.Therefore, the need for effective management of purchase. One way that is done is to classify the purchasing items that purchases and made strategies for each item based on its characteristics.Purchasing  items on classified research based on the model by considering the Kraljic supply risk and profit impact. The method used in this classification is the failure mode and effect analysis (FMEA) and data envelopment analysis (DEA). The first step is the weighting of the criteria of supply risk and profit impact using FMEA approach to obtain the value of RPN. Then purchase items classified based supply risk / high profit impact and supply risk / low profit impact. This classification process uses DEA method. Classification of purchasing items, the company may adjust the purchase strategy is used based on the characteristics of the purchasing items.
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PEKERJA PADA BAGIAN PRODUKSI PENGOLAHAN KAYU DENGAN METODE JSA (JOB SAFETY ANALYSIS) PT. KHARISMA JAYA GEMILANG Hana Daryaningrum; Darminto Pujotomo; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.053 KB)

Abstract

Penyebab dasar terjadinya kecelakaan kerja adalah tidak adanya manajemen yang baik untuk menangani risiko-risiko bahaya kerja. Manajemen risiko keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk mengatasi masalah pada pengerjaan mesin, dimana manajemen risiko merupakan upaya pengelolaan dalam upaya mencegah risiko yang dapat terjadi. Pemilihan Job Safety Analysis merupakan salah satu teknik untuk mengidentifikasi risiko sebelum risiko tersebut terjadi pada suatu kegiatan yang sedang berjalan. JSA dapat digunakan untuk menghilangkan atau mencegah bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan ditempat kerja, membuat metode kerja yang lebih efektif. Dalam penggunaan JSA terdapat empat langkah tahapan pelaksaan : memilih pekerjaan, menguraikan pekerjaan, mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan tindakan pencegahan/mengembangkan solusi. Penelitian ini bertujuan : mengetahui gambaran risiko yang baik, melakukan penilaian risiko (keparahan, paparan, kemungkinan), menganalisis risiko-risiko yang ditemukan, mengevaluasi tingkat risiko berdasarkan nilai risiko, memberikan alternatif solusi untuk meminimalisir potensi bahaya. Hasil akhir penelitian adalah untuk mendapatkan rekomendasi proses pengambilan keputusan berdasar prioritas pengendalian risiko untuk mewujudkan zero accident pada bagian produksi. 
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS REPORT DENGAN MENETAPKAN STANDAR UNTUK MENGURANGI LEAD TIME MENGGUNAKAN KONSEP KAIZEN (Studi Kasus: PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia) Lutfia Zahra; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.878 KB)

Abstract

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia merupakan salah satu perusahaan otomotif di Indonesia yang mengedepankan mutu dan pelayanan terbaik terhadap pelanggannya. PT. TMMIN ini memproduksi mobil dan komponen – komponen mobil yang akan didistribusikan kedalam negeri dan luar negeri. PT. TMMIN bekerjasama dengan beberapa logistic partners untuk mendistribusikan produknya. Setiap logistic partner akan memberikan report per bulan yang berisikan kegiatan yang dilakukan selama satu bulan. Namun, masih terdapat beberapa masalah terkait report tersebut. Masalah yang ada diantaranya lead time tinggi, produktivitas menurun, dan waktu evaluasi terlambat. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki report yang sudah ada. Untuk memperbaiki dan mengurangi hal tersebut, maka perlu dilakukan penyusunan ulang format report yang akan diisi oleh logistics partner dengan menggunakan konsep PDCA pada Kaizen. Sehingga dapat meminimalisir penggunaan waktu untuk mengisi report dan dapat meningkatkan produktivitas. Hasil dari perubahan format report antara lain terdapat rekap report selama satu tahun, dihilangkannya data-data yang sudah tidak lagi diperlukan, pembuatan grafik berdasarkan penyebab masalah, penggabungan kategori-kateogir yang diteliti dalam pembuatan report genba patrol, dan penyeragaman pemberian poin akhir untuk setiap kategori. Setelah perubahan format, didapatkan nilai produktivitas report yang meningkat. Abstract [INCREASING REPORT PRODUCTIVITY BY SETTING STANDARDS TO REDUCE LEAD TIME USING THE CONCEPT OF KAIZEN (Case Study: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia)]. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia is one of the automotive companies in Indonesia that prioritizes quality and best service to its customers. PT. TMMIN manufactures cars and automobile components that will be distributed domestically and abroad. PT. TMMIN works with several logistic partners to distribute its products. Each logistic partner will provide a monthly report containing activities conducted over a month. However, there are still some issues related to the report. Problems include high lead times, decreased productivity, and late evaluation times. This research is done to improve the existing report. To improve and reduce it, it is necessary to reformulate the report format to be filled by logistics partner by using PDCA concept on Kaizen. So it can minimize the use of time to fill the report and can increase productivity. The results of the report format change include recap report for one year, the elimination of data that is no longer needed, the graphics based on the cause of the problem, the incorporation of the kateogir categories studied in the making of genba patrol report, and the uniformity of awarding the final points for each category . After the format changes, the report productivity value increased.
ANALISIS PERFORMANSI AKTIVITAS PROYEK MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT ( Studi Kasus Proyek Paket Pembangunan Jalan Boyolali – Kartosuro, Jawa Tengah, DPU Bina Marga ) Rheza Arista; Bambang Purwanggono; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jawa Tengah merupakan suatu instansi pemerintah yang bergerak untuk melakukan perencanaan, pengawasan, serta pengendalian proyek pembangunan sarana dan prasarana negara yang berada dalam provinsi Jawa Tengah. Namun dalam paparan Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) dana APBD dan APBN 2011 Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah ditemukan banyak keterlambatan penyelesaian akhir proyek. Hal ini disebabkan oleh penerapan manajemen proyek yang tidak tepat dalam segi biaya dan waktu karena perencanaan dan pengendalian biaya dan waktu masih dipisahkan. Dalam hal ini perlu diambil tindakan yang bertujuan dalam penyusunan aktifitas-aktifitas sehingga diperoleh Planned Value proyek, pengalokasikan sumber daya yang optimum, dilanjutkan bagaimana membuat perencanaan biaya mendatang. Pengendalian proyek dengan menggunakan metoda EVM dibutuhkan karena berguna sebagai early warning disaat terjadi deviasi dari Planned Value sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dalam proyek tersebut. Metode ini dipilih karena memudahkan dalam pengendalian tiga unsur kritis dalam manajemen proyek yaitu lingkup pekerjaan, waktu, dan biaya. Proyek yang dipilih dalam penerapan metode ini adalah Proyek Paket Pembangunan Jalan Boyolali – Kartosuro Jawa Tengah. Hasil dari perhitungan EVM menunjukkan adanya pembengkakan dari rencana biaya dan perkiraan keterlambatan dalam waktu penyelesaian. EVM juga menunjukkan adanya perkiraan pembengkakan biaya akhir proyek yang besar. Salah satu pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi kemungkinan keterlambatan proyek adalah dengan melakukan crashing karena dapat mereduksi waktu akhir penyelesaian proyek dan mengurangi besarnya pembengkakan biaya akhir proyek.
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL BERDASARKAN PENDEKATAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) PADA PERUSAHAAN PEMBUATAN KARDUS DI CV MITRA DUNIA PALLETINDO Normaria Mustiana Sirait; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.286 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko – risiko yang mungkin dalam perusahaan kemudian membuat matriks risiko untuk mengetahui risiko yang terparah untuk dijadikan prioritas dalam pengendalian. Penelitian ini dilakukan pada CV Mitra Dunia Palletindo dengan menggunakan pendekatan Enterprise Management Risk. (ERM) dengan memfokuskan pada risiko operasional perusahaan. Dari identifikasi risiko yang dilakukan, temuan dari penelitian menunjukan bahwa terdapat 32 risiko operasional yang mungkin terjadi dalam perusahaan. Risiko tersebut berasal dari adanya risiko sumber daya manusia, produktivitas, pengadaan bahan baku, pergudangan, risiko sistem, delivery, lingkungan, reputasi dan risiko penanganan limbah. Perhitungan penilaian setiap risiko didasarkan pada tingkat keparahannya dan tingkat peluang terjadinya. Dari perhitungan yang dilakukan dalam penelitian, dapat diketahui bahwa risiko yang perlu diprioritaskan untuk dikendalikan adalah mengenai penumpukkan buffer stock yang ada di gudang, ketidaksesuaian jumlah barang datang dan barang pesanan dari supplier dan penanganan kapasitas gudang.   Abstract [Title: Operational Risk Analysis Approach Based on Enterprise Risk Management (ERM) At the Company Manufacturing Cartons CV Mitra Dunia Palletindo] The objective of this study is to identify possible risks that may happen in a company, then creates a risk matrix so that we are able to determine the most severe risk to be the priority in managing the risk. This study was conducted at CV Mitra Dunia Palletindo, which uses the ERM (Enterprise Risk Management) approach, focusing on operational risk. From the risk identification, there are 32 findings referring to the operational matters, that could potentially harm the company. These risks are found in the scope of human resource, productivity, procurement, warehousing, system, delivery, environment, reputation, and waste handling. Calculation of any risk assessment is based on the severity and the level of chance occurrence. From calculations carried out in the research, it is known the risks that has to be prioritized and to be controlled later are buffer stock storage system inside the warehouse, mismatch between ordered amount and delivered amount from supplier, and warehouse capacity handling.
USULAN PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II UNTUK MENENTUKAN KEBIJAKAN PERAWATAN MILLING LINE (MESIN MILL 1) (Studi Kasus PT Kebon Agung Pabrik Gula Trangkil, Pati) Hery Setyanto; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Pabrik Gula Trangkil yang beroperasi pada musim tertentu, adanya jam henti giling sangat merugikan perusahaan karena membuat jadwal produksi mundur sehingga menambah biaya produksi. Perusahaan telah menerapkan maintenance yaitu dalam masa giling dengan preventive maintenance dan corrective maintenance, sedangkan luar masa giling berupa overhaul. Namun hingga saat ini masih mengalami kesulitan meminimalkan jam henti giling yang tinggi. Mesin yang berkontribusi terbesar terhadap jam henti giling pabrik adalah Mesin Mill 1 yang berada di dalam Sistem Milling Line. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) II karena memberikan usulan kebijakan perawatan berdasarkan modus-modus kegagalan dan konsekuensinya terhadap sistem. Dari analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) didapatkan 14 modus kegagalan, diantaranya dua modus memiliki resiko terbesar yaitu pinion shaft patah dan bearing top rol pecah. Hasil penelitian ini adalah usulan kebijakan perawatan untuk modus-modus kegagalan yang terdiri dari on-condition task (13 modus) dan no-scheduled maintenance (1 modus).   ABSTRACT            At  the Trangkil Sugar Cane Factory when operating in a particular season, the downtime is very detrimental to the company because it delays the production schedule and increases the production costs. The company has implemented a maintenance policy that is in on-production season with preventive maintenance and corrective maintenance, whereas the off-production season with overhaul. But until now still have difficulty in minimizing the high downtime. The machine that contribute the biggest downtime is Mill 1, located in Milling System Line. In this research, Reliability Centered Maintenance (RCM) II methodology is used to provide maintenance task based on the failure modes and their consequences for the system. From Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) analysis obtained 14 failure modes, two of them those have the highest risk are the pinion shaft fractures and broken top roll bearing. The results of this research are maintenance task proposed for failure modes which consisting of on-condition task (13 modes) and no-scheduled maintenance (1 mode). 
USULAN PERBAIKAN MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN METODE TRIZ DENGAN PENDEKATAN BIOMEKANIKA DI PT TAMBI UP TANJUNGSARI Lutvina Anggraeni; Susatyo Nugroho W. P
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.857 KB)

Abstract

Gejala muskolosketal merupakan gangguan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan discus invertebralis. Menggunakan postur yang baik saat bekerja dapat membantu mengurangi gejala muskolosketal. Pekerjaan di pabrik sebaiknya dapat dilakukan dengan postur pekerja yang baik, karena pekerjaan tersebut biasanya dilakukan secara berulang-ulang. PT Tambi UP Tanjungsari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan teh hijau. Urutan pengelolaan teh melalui mesin yaitu Withering trough, rotary panner, pendingin, roller, ECP, Rotary Drier, dan Ball Tea. Pada mesin pendingin pekerja melakukan pekerjaannya dengan cara yang kurang efisien, dan harus membungkuk lalu berdiri secara berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan gejala muskolosketal dan menurunkan produktivitas pekerja. Dengan demikian diperlukan perbaikan dan redesign mesin pendingin untuk memudahkan pekerja dan meningkatkan produktivitas. Redesign dilakukan menggunakan metode TRIZ dengan pendekatan biomekanika.  Dari metode TRIZ yang telah dilakukan maka dapat dihasilkan redesign mesin pendingin. Sedangkan melalui pendekatan biomekanika didapatkan nilai RULA untuk postur tubuh sebelum dan setelah redesign mesin pendingin. Abstract Symptoms of muscolosketal is the failure of muscles, nerves, tendons, ligaments, joints, cartilage, and discus invertebralis. Using good posture while working can help reduce the symptoms of muscolosketal. Work on the plant should be done with a good worker's posture, since the work is usually performed repeatedly. PT Tambi UP Tanjungsari is a company engaged in the management of green tea. The sequence management of tea through the machine i.e. Withering trough, rotary panner, reflux, roller, ECP, a Rotary Drier, Tea and Ball. On the engine coolant, the worker do his job in a way that is less efficient, and should be bent and then stood up repeatedly so that can cause the symptoms of muscolosketal then cousing lower worker productivity. Thus the required improvements and a redesign of the engine coolant to make workers and increase productivity. Redesign is done using the method of TRIZ and biomechanica approach. TRIZ method is used to generate redesign the engine coolant. Whereas through the approach of biomechanica obtained RULA’s value to posture before and after the redesign of the engine coolant. 
PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PROSES PERAKITAN DI DEPARTEMEN ASSEMBLING PT. BERKAT MANUNGGAL JAYA Paskarina Samosir; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.069 KB)

Abstract

PT. BMJ merupakan perusahaan yang memproduksi (merakit) genset dengan merk sendiri BMGS dan juga sebagai distribusi genset dengan merk MGS. PT. BMJ.  Dalam mencapai dan mempertahankan kinerja perusahaan telah menerapkan sertifikat kualitas yaitu sertifikat ISO 9001. Namun yang terjadi saat ini bahwa pada Assembling Department masih terdapat inefisiensi kerja yang mengakibatkan pemborosan waktu proses perakitan. Selain itu pada tahun 2014 terjadi repair (perbaikan) produk sebesar 12%. Hal tersebut disebabkan oleh pembagian tugas yang kurang tepat, prosedur kerja yang tidak jelas, kurangnya pengawasan dan tanggung jawab oleh seluruh bagian yang terlibat dalam proses perakitan genset di Assembling Department. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut maka akan dilakukan penyusunan SOP untuk peningkatan efisiensi kerja.Hasil penelitian yang dilakukan  maka SOP yang disusun sebanyak 7 SOP yakni, SOP Persiapan Tenaga Kerja dan Peralatan, Permintaan Material, Permintaan Panel Listrik, Assembling Silent Genset 20 KVA, dan Assembling Open Genset 1740 KVA, Inspeksi Open Genset1740 KVA, Finishing Product Open Genset 1740 KVA. Sedangkan dari yang ketujuh SOP terdapat 5 usulan perbaikan SOP yaitu, perubahan prosedur persiapan tenaga kerja dan peralatan dengan menghilangkan proses peminjaman peralatan, perubahan prosedur permintaan material dengan melakukan pemeriksaan material di gudang, perbaikan prosedur permintaan panel melalui departemen electrical, melibatkan departemen fabrikasi dalam proses assembling open genset dan assembling silent genset. 
DESAIN PERBAIKAN PROSES DISTRIBUSI DENGAN PRINSIP SUSTAINABLE MANUFACTURING (STUDI KASUS : CV. MUGIHARJO INDONESIA) Muhammad Syarifudin Zain; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.724 KB)

Abstract

Industri manufaktur saat ini dituntut untuk dapat fokus terhadap sustainble manufacturing. Fokus tersebut harus mencakup keseluruhan proses di dalam perusahaan, tidak hanya ada pada proses produksi saja. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah proses distribusi karena distribusi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumen dan mempunyai peranan yang cukup besar dalam menciptakan faedah suatu barang. Pemetaan proses untuk mengetahui kesesuaian proses yang dilakukan perusahaan terhadap prinsip sustainable manfacturing perlu dilakukan guna mengetahui titik mana yang perlu diperbaiki. Pemetaan tersebut dapat menggunakan Sustainable Value Stream Mapping. Pemetaan pada CV Mugiharjo yang merupakan perusahaan furnitur memberikan hasil yaitu terdapat beberapa masalah pada proses packaging dan stuffing. Fokus penelitian memilih stuffing karena memiliki masalah terbanyak yaitu dimulai dari performa ekonomi: efisiensi biaya buruk (28,1%), efisiensi waktu buruk (28,1%), kepuasaan pekerja buruk (46,47%), tingkat training buruk (0%), dan tingkat keselamatan buruk (36,84%). Permasalahan tersebut akan direduksi dengan investasi material handling. Stacker menjadi alternatif  karena memiliki ongkos material handling yang lebih rendah dari ongkos saat ini. Analisis investasi stacker dengan Net Present Value menghasilkan penghematan sebesar Rp 23.846.757,00 sedangkan dari performa perusahaan pada prinsip sustainable manufacturing, proses stuffing menghasilkan indikator ekonomi: efisiensi waktu yang baik (80%), efisiensi biaya yang baik (90%), efisinsi inventori yang baik (82%). Indikator lingkungan: efisiensi energi yang baik (80%). Indikator sosial: tingkat keselamatan baik (100%) dan tingkat training tetap buruk (25%).   ABSTRACTThe manufacturing industry is currently required to focus on sustainble manufacturing. The focus must cover the entire process within the company, not only in the production process. One important aspect that needs to be considered is the distribution process because distribution is one of the marketing activities that directly relate to consumers and has a large enough role in creating the benefits of an item. Mapping the process to find out the process suitability of the company towards the principle of sustainable manfacturing needs to be done in order to find out which points need to be improved. The mapping can use Sustainable Value Stream Mapping. Mapping on CV Mugiharjo which is a furniture company gives results that there are several problems in packaging and stuffing processes. The focus of the research chose stuffing because it has the most problems, starting from economic performance: poor cost efficiency (28.1%), bad time efficiency (28.1%), bad worker satisfaction (46.47%), bad training level (0% ), and poor safety level (36.84%). These problems will be reduced by material handling investments. Stacker is an alternative because it has material handling costs that are lower than the current cost. Stacker investment analysis with Net Present Value resulted in savings of Rp 23,846,757.00 while from the company's performance on the principle of sustainable manufacturing, the stuffing process produced economic indicators: good time efficiency (80%), good cost efficiency (90%), good efficiency inventory (82%). Environmental indicators: good energy efficiency (80%). Social indicators: good safety level (100%) and training level remains poor (25%).

Page 8 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue