cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN SUSTAINABILITAS UKM DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN (Studi Kasusdi Ukm Saud Efendy Batik, Laweyan-Solo) Septiana Puji Lestari; Sri Hartini; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Saud Effendy merupakan salah satu UKM yang berada di kawasan kampoeng batik Laweyan. Proses produksi pada Saud Effendy Batik menggunakan lilin, bahan pewarna yang melibatkan bahan-bahan kimia. Dengan banyaknya penggunaan zat pencemar tanpa melalui proses pengolahan menyebabkan turunnya kualitas lingkungan. Pada SE Batik upaya pengurangan dampak dengan menggunakan kembali limbah lilin, namun limbah cair masih dibuang begitu saja. Sehingga menyebabkan aliran air yang tercemar, merusak tatanan kehidupan air, merusak ketersediaan air untuk kepentingan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat eko efisiensi proses produksi batik. Untuk selanjutnya memberikan usulan rancangan pengolahan limbah mandiri. Kemudian membandingkan dampak lingkungan sebelum dan sesudah adanya usulan rancangan pengolahan limbah. Dari hasil LCA didapatkan eco cost sebesar  Rp. 275.777.954,00. Dari perhitungan Cost Benefit Analysis untuk net value menunjukkan nilai profit ekonomi yang sangat tinggi berkisar Rp 1.129.377.644,00. UKM Saud Effendy batik memiliki tingkat eko efisiensi sebesar 75,6 %. Usulan rancangan pengolahan limbah mandiri dapat menurunkan eco cost sebesar Rp. 54.011.212,00. Hasil eko efsiensi setelah adanya usulan pengolahan limbah sebesar 81 %..
Pengukuran Kinerja Pengadaan Barang/Jasa dengan Menggunakan Indonesia Procurement Maturity Model di Unit Layanan Pengadaan Universitas Diponegoro Ilahiyyah, Eka Nurul; Pujotomo, Darminto; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.725 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah pengukuran kinerja pengadaan barang/jasa dengan menggunakan Indonesia Procurement Maturity Model di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Universitas Diponegoro (Undip). Universitas Diponegoro adalah salah satu institusi dibawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang salah satu kegiatannya melakukan pengadaan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan kampus. Pengadaan barang/jasa yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk kelancaran pelayanan pendidikan yang diberikan oleh Undip. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran kinerja dari proses pengadaan yang terjadi dengan mengukur tingkat kematangan ULP Universitas Diponegoro. Indonesia Procurement Maturity Model (IPM2) adalah salah satu instrumen pengukuran tingkat kematangan yang ditetapkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) melalui bidang pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia sebagai langkah pendampingan kepada ULP untuk melakukan penilaian diri terhadap tingkat kematangannya. Setelah dilakukan pengukuran tingkat kematangan maka dapat dilihat di variabel mana yang kira-kira dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kinerja. Metode untuk pemilihan rekomendasi yang digunakan adalah metode Delphi.  Abstract The title of this research is measuring the procurement performance using Indonesia Procurement Maturity Model at Unit Layanan Pengadaan (ULP) Universitas Diponegoro (Undip). Diponegoro University is the one of institutions under the Ministry of research technology and education that has the activities named procurement to fulfill the needs of existing facilities and infrastructure in campus environment. Procurement of goods / services should be effective and efficient for the education services provided by Undip. Therefore, the measurement of procurement process performance required by measuring the maturity level ULP Diponegoro University. Indonesia Procurement Maturity Model (IPM2) is one of the instruments measuring the maturity level set by LKPP (Institute for Government Procurement Policy Services) through the fields of development and human resource development as a step assistance to the ULP to self-assessment of the level of maturity. After measuring the maturity level it can be seen in which Variabelts can be roughly enhanced to improve performance. The method for the selection of recommendation used is the Delphi method.
PENENTUAN HARGA SIKAT GIGI BERBAHAN LIMBAH KAYU DENGAN METODE ABILITY AND WILLINGNESS TO PAY (Studi Kasus : Hotel di Semarang dan Yogyakarta) Dwi Yuni Setiawati; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.397 KB)

Abstract

Plastik telah dikenal luas dalam kehidupan manusia, akan tetapi penggunaan plastik yang berlebihan tanpa ada pengolahan limbah plastik yang baik dapat menyebabkan dampak lingkungan negatif. Salah satu penyumbang sampah plastik adalah sikat gigi. Sikat gigi yang diganti 3-4 bulan sekali berbeda dengan hotel yang menyediakan sikat gigi plastik sekali pakai. Jika 17 hotel memiliki 30 kamar maka jumlah kebutuhan sikat gigi plastik sekali pakai yaitu sebesar 510 buah, belum lagi jumlah tamu hotel yang mempengaruhi kebutuhan sikat gigi plastik. Akan tetapi harga yang relatif mahal menyebabkan produk ramah lingkungan masih belum diminati konsumen. Untuk itu dalam menentukan harga produk ramah lingkungan perlu kesesuaian antara kemampuan dan kemauan membayar konsumen. Dari hasil perhitungan nilai ATP rata-rata yang didapatkan yaitu sebesar Rp 2.216 dan nilai WTP rata-rata yaitu sebesar Rp 1.109. Penentuan harga berdasarkan ATP dan WTP untuk harga sikat gigi kayu yaitu sebesar Rp 1.100 dengan presentase responden 56,52% yang mampu dan mau membayar dengan harga tersebut. AbstractPlastic has been widely known in human life, but the excessive use of plastic without any good plastic waste processing can cause negative environmental impacts. One contributor to the waste plastic is a toothbrush. Brush teeth are replaced 3-4 months in contrast to hotels that provide disposable plastic toothbrush. If the hotel has 30 rooms 17 then the number needs disposable plastic toothbrush in the amount of 510 pieces, not to mention the number of hotel guests that affect the needs of a plastic toothbrush. However, the price is relatively expensive cause of environmentally friendly products consumers demand remains. For that in determining the price of environmentally friendly products need to fit between the ability and willingness of consumers to pay. From the calculation of the average ATP value obtained in the amount of USD 2,216 and average WTP value that is equal to Rp 1,109. Pricing based on the ATP and WTP for the wooden toothbrush price of Rp 1,100 with a percentage of 56.52% of respondents were able and willing to pay the price.
APLIKASI UNTUK MENGHITUNG SWAT DENGAN METODE PARTICIPATORY DESIGN (PD) Faiz Hanif Kurniawan; Sriyanto Sriyanto; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.838 KB)

Abstract

Pengukuran beban kerja mental merupakan salah satu bidang kajian untuk beberapa mata kuliah peminatan Human Integrated System. Dari sekian banyak metode penghitungan beban kerja, salah satunya adalah metode Subjective Workload Assessment Technique(SWAT). SWAT merupakan metode yang digunakan untuk menganalisa beban kerja mental yang dimiliki oleh seseorang ketika melakukan sebuah pekerjaan ataupun aktivitas. SWAT menggunakan penskalaan secara subjektif yang digunakan untuk menghitung beban kerja seseorang dengan melihat 3 faktor penting, yakni : (1) waktu, (2) mental, dan (3) psikologis. Penghitungan metode SWAT masih dilakukan secara manual dibeberapa instansi pendidikan, hal ini sangat memakan waktu serta tidak efektif. Sebenarnya, sudah terdapat sebuah aplikasi untuk menghitung SWAT, namun aplikasi ini terakhir dikembangkan tahun 1988 sehingga menyebabkan beberapa masalah sehingga sudah tidak relevan digunakan. Maka dari itu, diperlukan sebuah aplikasi baru yang dapat mempermudah perhitungan SWAT serta dapat menghilangkan permasalahan yang ditimbulkan oleh aplikasi sebelumnya. Aplikasi SWATez merupakan sebuah aplikasi yang dirancang menggunakan Microsoft Office Excel yang dapat membantu menyelesaikan perhitungan SWAT, aplikasi ini berbentuk aplikasi desktop, mobile, dan berbasis web sehingga dapat digunakan dan diakses dimana saja. Pengembangan aplikasi ini menggunakan metode Participatory Design(PD). Participatory Design adalah sebuah pendekatan desain Software yang menggunakan partisipasi orang-orang dalam pengembangan sistem, dan pendapat mereka digunakan sebagai tujuan dan dasar pengembangan. Para partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa peminatan Human Integrated System Teknik Industri Universitas Diponegoro. Dengan adanya aplikasi SWATez ini, dapat menyelesaikan permasalahan perhitungan metode SWAT dilingkungan teknik industri universitas ABSTRACT [Application Design for Measuring SWAT with Participatory Design (PD)] Mental workload measurement is one of focus study in Human Integrated System specialization. There are many methods for measuring mental workload, one of them is Subjective Workload Assessment Technique (SWAT). SWAT is used to measure mental workload at people’s activities or work. SWAT use subjective approach to measure mental workload with 3 factors : (1) Time, (2) Effort, and (3) Psychology. Measuring SWAT is done with manual approach in many of educational institutions, this method is time consuming and ineffective. In fact, there is already  an application for measuring SWAT, but its last development in 1988 cause many problems for nowaday use. Therefore, we need new application that not only help measuring SWAT method, but also fix the problems caused by latest application. SWATez app is an application designed with Microsoft Office Excel to help measuring SWAT Method. This app is available in Desktop, mobile, and web-based version, making SWATez literally useable anywhere and anytime. This app is developed with Participatory Design (PD) method. Participatory Design is software design  approach that use users’ participation to help develop the system, their opinion is highly valued and used as the research’s goal and  foundation. The participants of this research are recruited from Students of  Industrial Engineering Diponegoro University that have taken Specialization in Human Integrated System. With SWAtez app, it is hoped that the measuring problem in industrial engineering diponegoro university will be solved
ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG PESAWAT TERBANG TERHADAP PELAYANAN BANDARA DENGAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) DAN ANALISIS DIAGONAL (SK. Di PT Angkasa Pura I (Persero) – Bandara Ahmad Yani Semarang) Annisa Maulidya; Herry Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu Bandara Internasional yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero). Saat ini Bandara Ahmad Yani mengalami peningkatan frekuensi penerbangan. Seiring dengan itu muncul berbagai keluhan dari penumpang dan pengguna jasa bandara ini terkait pelayanan yang diberikan oleh pengelola bandara di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks kepuasan penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa bandara dan menganalisis kinerja atribut pelayanan bandara yang dikaitkan dengan tingkat efisiensi pelayanannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari penyebaran kuesioner kepada penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa Bandara Ahmad Yani Semarang. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Analisis Diagonal. Hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan besarnya  indeks kepuasan penumpang adalah 57,71%. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa Bandara Ahmad Yani Semarang merasa cukup puas atas pelayanan yang diberikan oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara. Akan tetapi, dari hasil analisis diagonal untuk tingkat kinerja atribut pelayanan bandara yang ada saat ini menunjukkan bahwa pelayanan bandara yang diberikan oleh pengelola bandara masih belum sesuai dengan harapan para penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa bandara ini. Atribut-atribut pelayanan yang ada saat ini secara keseluruhan berada di bawah garis efisiensi, yang artinya pelayanan yang diberikan saat ini masih bersifat under service.   ABSTRACT Ahmad Yani Airport Semarang is one of international airports which is maintained by PT. Angkasa Pura I (Persero). Currently Ahmad Yani Airport has increased the frequency of flights. Along with that, there is a variety of complaints from passengers and airport service users regarding the services provided by the airport management at Ahmad Yani Airport in Semarang. Purposes of this research are to know the number of airport customer satisfication index as the user of airport service and to analyze the performance of airport service attribute which is related to the number of service efficiency. Data that used in this research is primer data, these data based on questionaire which is given to airplane’s passengers as the user of Ahmad Yani Airport’s service. Methods that used in this research are Customer Satisfaction Index (CSI) and Diagonal Analysis. The result of Customer Satisfaction Index (CSI) show that the number of customer satisfication index is 57,71%. These data show that overall of airplane passenger as the user of Ahmad Yani Airport’s service was felt quite satisfied to the service which was given by PT. Angkasa Pura I (Persero) as airport developer. Thus, based on diagonal analysis for the level of airport service atrribute’s performance in this recent time show that airport service which is offered by airport developer still not fulfills the expectation of airplane passengers as the user of airport service. Until now, the overall of service attributes in Ahmad Yani Airport still on below efficiency level, which mean the service that given by Ahmad Yani Airport recently is still under service.
Perancangan Rute Distribusi Beras Sejahtera Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization (Studi Kasus di BULOG Kabupaten Semarang Freddy Bachtiar Silaban; Hery Suliantoro; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.001 KB)

Abstract

Kegiatan pendistribusian memiliki peranan yang sangat penting dalam supply chain. Distribusi merupakan kegiatan mengirimkan barang atau produk dari supplier atau produsen ke konsumen. BULOG subdivre Semarang bertanggungjawab dalam mendistribusikan beras sejahtera dari gudang ke titik-titik distribusi yang tersebar di 19 kecamatan yang ada.  Dalam proses distribusi beras sejahtera yang dilakukan BULOG subdivre Semarang dibutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan belum adanya perancangan rute distribusi sehingga jarak distribusi yang ditempuh  tidak optimal dan penggunaan kendaraan yang tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute distribusi beras sejahtera dengan mengoptimalkan jarak yang dilalui dan juga penggunaan kendaraan menggunakan algoritma Ant Colony Optimization. Ant Colony Optimization adalah suatu metode optimasi metaheuristik yang mengadopsi perilaku koloni semut dalam mengambil makanan ke sarangnya. Ant Colony Optimization mengoptimalkan jarak antara titik distrbusi yang satu dengan yang lain berdasarkan intensitas feromon pada masing-masing titik distribusi. Metode lama yang diterapkan PERUM BULOG subdivre Semarang membutuhkan jarak tempuh sejauh 1100,4 km dengan jumlah truk sebanyak 24 truk dan biaya distribusi sebesar Rp. 58.142.204,00. Rute yang dibentuk algoritma Ant Colony Optimization membutuhkan jarak tempuh sejauh 966,2 km dengan jumlah truk sebanyak 12 truk dan biaya distribusi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 30.939.232,00. Dengan menerapkan rute  hasil algoritma Ant colony optimization diperoleh pengurangan jarak sebesar 12%, penghematan biaya sebesar 47%, dan penghematan penggunaan truk sebesar 50% untuk sekali proses distribusi.  Abstract               Distribution activity has a very important role in the supply chain. Distribution is an activity to send the goods or products from the supplier or manufacturer to the consumer. PERUM BULOG in Semarang district is responsible for distributing beras sejahtera from warehouses to distribution points spread over 19 districts. The distribution process that PERUM BULOG Semarang district apllied to distribute beras sejahtera takes enormous costs and time. This is due to the lack of distribution design from PERUM BULOG Semarang district so the distribution distance is not optimal and ineffective use of vehicles. This research aims to design  beras sejahtera distribution route by optimizing the distance to be traversed and also the use of vehicles using Ant Colony Optimization algorithms. Ant Colony Optimization is a metaheuristic optimization method which adopts the behavior of ant colonies in taking food to the nest. Ant Colony Optimization optimize the distance between points distribution one with the other distribution points based on the intensity of the pheromone that exist at each distribution point. From the old method that applied PERUM BULOG Subdivre Semarang requires 1100.4 km distance,  24 trucks and distribution costs Rp . 58,142,204.00 . From Ant Colony Optimization algorithm requires a distance of 966.2 km, 12 trucks and distribution costs needed is Rp . 30,939,232.00 . By applying these Ant colony optimization algorithm results obtained distance reduction of 12% , the cost savings of 47% , and savings of 50% use of the truck to a distribution process
PENINGKATAN KUALITAS PADA LAYANAN PEMASANGAN ASTINET DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (Studi Kasus : PT. Telkom Divisi Regional II Jabodetabek) Ferastra, Kelvin; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.09 KB)

Abstract

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT. Telkom) merupakan salah satu BUMN penyelenggara layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai 70% dari jumlah penduduk di Indonesia. PT. Telkom menyediakan layanan Access Service Dedicated to Internet atau ASTINet untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atas layanan internet yang dapat diandalkan. ASTINet memiliki kecepatan bervariasi dari 1 Mbps hingga 1 Gbps dengan rasio bandwith 1:1. PT. Telkom ingin menjaga tingkat kepuasan pelanggan, salah satu caranya adalah melalui kebijakan 14 Days Service dimana seluruh aktivitas pemasangan ASTINet akan diselesaikan dalam 14 hari kerja. Namun di dalam prakteknya, masih terdapat keterlambatan dalam pemasangan sehingga dapat dinilai bahwa kebijakan 14 Days Service belum dapat diterapkan dengan baik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis menggunakan metode New 7 Tools untuk menganalisis secara kualitatif penyebab keterlambatan pada pemasangan layanan ASTINet sehingga akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan yang akan diterapkan oleh perusahaan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja berpengaruh paling besar terhadap keterlambatan proses pemasangan ASTINet. Abstract. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT. Telkom) is one of the state-owned enterprises that provide the biggest communication service in Indonesia with the number of customers reaching 70% of the entire population in Indonesia. PT. Telkom provide Access Service Dedicated to Internet or ASTINet service to fulfill the needs of the company for reliable internet services. ASTINet speed varies from 1 Mbps to 1 Gbps with 1:1 bandwith ratio. PT. Telkom aim for customer satisfaction, therefore they apply 14 Days Service policy where all the installation activities will be completed within 14 working days. However in practice, the installation delay still exists, it can be assessed that the policy has not been properly implemented. This study uses New 7 Tools method to analyze the cause of installation delay qualitatively so it will be useful in making decision regarding the policy that the company will apply. The result of data processing shows that labor play the most influential factor to ASTINet installation delay.
ANALISIS HUBUNGAN STRATEGI PEMBELIAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SERTA KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus di Industri Hotel Bintang 1-5 di Kota Semarang) Dwi Megah Purnamasari; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply Chain Management pada industri perhotelan menjadi salah satu ujung tombak dalam proses bisnisnya. Rantai pasok yang ada pada industri perhotelan dibagi dalam beberapa jenis, sesuai dengan masing-masing bagian dalam organisasi hotel. Diperlukan adanya proses bisnis dalam rantai pasok yang maksimal untuk mencapai kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan dalam industri hotel. Persaingan dalam perhotelan untuk memikat pelanggan tentu dipengaruhi oleh bagaimana hotel memberikan pelayanan serta fasilitas yang disediakan. Dengan persaingan tersebut para manajemen hotel sedemikian rupa membuat strategi dalam proses penerapan rantai pasok.Penelitian ini mengidentifikasikan faktor apa saja yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap hubungan antara strategic pembelian dan kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan software SmartPLS, maka dapat dilihat bagaimana hubungan kedua variable tersebut sehingga dapat dilihat faktor apa yang mempengaruhi secara signifikan.Dari hasil studi kasus di hotel berbintang di kota semarang dengan pengolahan data menggunakan PLS didapatkan hasil dimana strategi pembelian yang baik ditingkatkan dengan komunikasi yang baik kemudian dilanjutkan dengan kualitas layanan yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan. ABSTRACTSupply Chain Management in the hospitality industry being one of the spearheads in the business process. Existing supply chain in the hospitality industry is divided into several types, according to their respective sections in the hotel organization. Required the business processes in the supply chain to achieve maximum financial performance and non-financial customer satisfaction in the hotel industry. Competition in hospitality to lure customers would be affected by how the hotel provides services and amenities provided. With the competition of the hotel management strategy in such a way as to make the application of supply chain processes.This study identifies the factors that influence directly or indirectly on the relationship between strategic purchasing and financial performance and non-financial customer satisfaction. By using SmartPLS software, it can be seen how the relationship between the two variables so that it can be seen what factors influence significantly.From the results of the case studies in five-star hotel in the city of Semarang with data processing in which the results obtained using the PLS good purchasing strategy enhanced by good communication followed by good service quality so as to improve financial performance and non-financial customer satisfaction
HARMONISASI INDIKATOR KINERJA UNDIP (IKU) DENGAN KRITERIA WORLD CLASS UNIVERSITY QS WORLD RANKINGS Pratiwi, Dienda Arum; Purwanggono, Bambang; Bakhtiar, Arfan
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.813 KB)

Abstract

Indikator Kinerja Undip (IKU) sebagai bagian penting dari rencana strategis Undip yang berfungsi sebagai parameter pengukur keberhasilan Undip selama satu periode kepemimpinan dinilai belum efisien terlihat dari terus menurun nya peringkat Undip baik secara nasional maupun internasional. Dengan semakin meningkatnya persaingan antara universitas, Undip harus mampu menunjukan daya saing baik nasional maupun global salah satu nya dengan menjadi World Class University (WCU). Namun selama ini IKU belum pernah dibandingkan dengan kriteria penilaian World Class University. Melihat hal tersebut, maka penelitian ini hendak melakukan harmonisasi IKU dengan salah satu kriteria penilaian WCU yang telah diakui secara internasional, yaitu QS World University Ranking dengan pendekatan Delphi dan menentukan bobot kepentingan dari tiap kriteria penilaian QS World University Ranking dengan metode AHP. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 15 Indikator Kinerja Undip yang tidak selaras dengan QS, serta terdapat 17 sub-kriteria QS yang tidak selaras dengan IKU. Kriteria Internationalization menjadi kriteria dengan bobot tertinggi dibandingkan dengan 13 kriteria penilaian QS lainnya. Rekomendasi yang diusulkan yaitu melakukan pengelompokan indikator menjadi indikator prioritas dan non-prioritas.  Abstract Harmonization of Undip Performance Indicators to World Class University QS World Ranking Criteria – Undip Performance Indicators is an important parts of the Undip strategic plan which has a function as an Undip success parameter over a period of leadership is considered inefficient yet seen from continue to decline Undip’s rank both national and internationally. With increased competition between universities, Undip must be able to demonstrate the competitiveness both nationally and globally one of them to become a World Class University (WCU). However, during this Undip Performance Indicators has never been compared with the assessment criteria of World Class University. Seeing this, the research is going to harmonize Undip Performance Indicators  with one WCU assessment criteria which have been recognized internationally, QS World University Ranking by Delphi approach and determine the importance weight of each assessment criteria of QS World University Ranking by AHP method. Based on research, there are 15 Undip Performance Indicators that are not aligned with the QS, and there are 17 sub-criteria QS are not aligned with the Undip Performance Indicators. Internationalization is the assestment criteria with the highest weight in comparison with 13 other QS assessment criteria. The proposed recommendation is to do the grouping indicators into indicators of priority and non-priority.
PENGARUH AKTIVITAS R&D INTERNAL TERHADAP AKUMULASI ORGANIZATIONAL TECHNICAL KNOWLEDGE DENGAN PERAN MEDIASI ABSORPTIVE CAPACITY UNTUK MEMBANGUN KAPABILITAS INOVASI INDUSTRI ELEKTRONIK Yohana Aeria Damyana; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.024 KB)

Abstract

Inovasi adalah sarana bagi industri elektronik untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, di tengah lingkungan yang cepat berubah dengan segala kompleksitasnya. Program 7AT sebagai usaha agar PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) menjadi knowledge enterprise, akan mempercepat proses inovasi, dengan pengelolaan organizational technical knowledge yang baik. Organizational technical knowledge akan berperan dalam kapabilitas inovasi dengan baik apabila terdapat aktivitas R&D internal yang mendukung dan absorptive capacity sebagai mediator. Penelitian ini meninjau pengaruh organizational technical knowledge terhadap kapabilitas inovasi, pengaruh aktivitas R&D terhadap organizational technical knowledge, serta peran absorptive capacity sebagai mediator. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner terhadap 130 karyawan PT. Hartono Istana Teknologi. Pengolahan data dilakukan dengan metode SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absorptive capacity memediasi hubungan antara aktivitas R&D dan organizational technical knowledge sebesar 51%, dan organizational technical knowledge mempengaruhi kapabilitas inovasi sebesar 64%.  AbstractInnovation is a way for the electronics industry to create a sustainable competitive advantage, in the midst of a rapidly changing environment with all its complexity. 7AT program as an effort for PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) into enterprise knowledge, will accelerate the innovation process, with good organizational technical knowledge management. Organizational technical knowledge will be instrumental in innovation capabilities properly if there is an internal R & D activities that support and absorptive capacity as a mediator. This study reviewed the organizational technical knowledge influence to innovation capability, the influence of R & D activities to organizational technical knowledge, as well as the role of absorptive capacity as a mediator. The study was conducted by distributing questionnaires to 130 employees of PT. Hartono Istana Teknologi. Data processing was conducted using SEM. The results showed that the absorptive capacity mediate the relationship between R & D activities and organizational technical knowledge by 51%, and organizational technical knowledge affect innovation capabilities by 64%.

Page 9 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue