cover
Contact Name
Zulfan Zainal
Contact Email
zulfanzainal@serambimekkah.ac.id
Phone
+6281360353540
Journal Mail Official
jnkti@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
Gedung H Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Jl. T. Imum Lueng Bata, Telp. 081360353540, Batoh – Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 26208342     EISSN : 26213052     DOI : https://doi.org/10.32672/xfbz0715
Core Subject :
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi adalah jurnal nasional yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Komputer Universitas Serambi Mekkah tahun 2018 dan telah Terakreditasi SINTA 5. Jurnal ini terbit sebanyak enam edisi dalam satu tahun yaitu setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember baik cetak (P-ISSN : 2620-8342) dan online (E-ISSN: 2621-3052). Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang Komputer dan Teknologi Informasi dengan scope Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Informasi, Jaringan Komputer, Elektronika dan Sistem Kontrol, Multimedia dan Pengolahan Citrat Digital serta bidang Komputer dan Informatika lainnya yang relevan. Artikel yang dikirimkan ke JNKTI dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Setiap artikel yang dipublikasi dalam jurnal ini akan direview terlebih dahulu dengan metode Peer-Review dan hanya artikel yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan. Artikel-artikel yang telah dipublikasikan oleh JNKTI juga sudah diindeks oleh beberapa lembaga indeksasi seperti Google Scholar, Garuda, CrossRef, BASE, Moraref dan SINTA. Bidang bidang fokus penelitian yang akan dipublikasi dalam jurnal ini antara lain : Bidang Rekayasa Perangkat Lunak Bidang Jaringan Komputer Bidang Multimedia dan Pengolahan Citra Digital Bidang Komputasi Bidang Sistem dan Teknologi Informasi Bidang Kecerdasan Buatan Multidisiplin ilmu lainnya yang relevan. Artikel ditulis sesuai Template JNKTI sebelum disumbit.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Optimalisasi Pencarian Penjadwalan Terbaik untuk Iterasi ke-N berbasis Algoritma Genetika S.N.M.P. Simamora
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/fxa1te28

Abstract

Abstrak - Salah satu kendala dalam pembuatan jadwal kegiatan yakni bila terjadi bentrok atau konflik antar kegiatan tersebut. Umumnya parameter yang konflik tersebut yakni user, waktu, dan peserta. Perihal ruang/ruangan bisa diantisipasi dengan penyediaan alokasi jumlah lebih besar atau sama dengan jadwal yang tersedia. Perbedaan user dan peserta berada pada level prioritas, misalkan dosen sebagai user dan mahasiswa sebagai peserta. Pertemuan dua atau lebih jadwal kegiatan yang diisi oleh variabel user, peserta dan/atau waktu jam kegiatan akan semakin kompleks seiring dengan jumlah tempat terbatas, sedangkan peserta dan/atau waktu jam kegiatan semakin banyak. Seperti sebelumya sudah disampaikan bahwa ada berbagai contoh persoalan yang ditemukan di lapangan seperti: kegiatan perkuliahan di kampus, jadwal rapat pimpinan atau pejabat tinggi sebuah lembaga; bahkan transportasi. Keragaman setiap variabel yang saling mempengaruhi pada jadwal kegiatan akan meningkatkan jumlah iterasi pencarian jadwal yang optimal. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian model-model pengujian dengan Algoritma Genetika untuk memperoleh pemilihan jadwal kegiatan yang optimal dari sejumlah iterasi yang diujicoba. Sampling kasus diambil dari kegiatan proses pembelajaran di suatu kampus dengan variabel dari tiga tabel populasi yakni: Dosen Pengajar matakuliah, Jadwal waktu perkuliahan, dan Nama Kelas perkuliahan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah perumusan masalah, pemilihan metode, pengumpulan data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Metode yang digunakan adalah pemrograman dengan pilihan bahasa pemrograman Python; beserta fungsi-fungsi pustaka yang dimilikinya, untuk menerapkan Algoritma Genetika. Adapun metode pemrograman yang digunakan adalah function method. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dibutuhkan minimal satu kali iterasi untuk mendapatkan jadwal yang lebih baik dengan melakukan optimalisasi parameter jadwal waktu perkuliahan. Dan disimpulkan bahwa sejumlah iterasi simulasi telah memperoleh hasil optimal dengan dipengaruhi oleh jumlah variasi jadwal waktu perkuliahan. Kata kunci: algoritma genetika; optimalisasi; penjadwalan; iterasi; metode fungsi; Abstract - One of the problems in making an activity schedule is when there is a clash or conflict between the activities. Generally, the conflicting parameters are users, time, and participants. Regarding place or room, it can be anticipated by providing an allocation of a larger or equal amount to the available schedule. The difference between users and participants is at the priority level, for example lecturers as users and students as participants. The intersection of two or more activity schedules filled with user, participant and/or activity time variables will be increasingly complex as the number of places is limited, while participants and/or activity time are increasing. As previously stated, there are various examples of problems found in the field such as: lecture activities on campus, meeting schedules for leaders or high-ranking officials of an institution; even transportation. The diversity of each variable that influences each other on the activity schedule will increase the number of iterations of searching for the optimal schedule. In this research, a series of testing models have been carried out with the Genetic Algorithm to obtain the selection of the optimal activity schedule from a number of iterations that have been tested. Case sampling was taken from learning process activities on a campus with variables from three population tables, namely: Lecturers, Lecture Schedule, and Class Name. The research methodology used is problem formulation, method selection, data collection, data analysis, and till to obtain research conclusions. The method used is programming with the Python programming language; along with the library functions it has, to implement the Genetic Algorithm. The programming method used is the function method. The results of the study obtained that it takes at least one iteration to get a better schedule by optimizing the parameters of the lecture schedule. And it is concluded that a number of simulation iterations have obtained optimal results influenced by the number of variations in the lecture schedule. Keywords: genetic algorithm; optimization; scheduling; iteration; function method;
Analisis Sistem Pengembangan Game pada Industri Game Digital Yuda Fahreza; Umi Chotijah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/cebj4f77

Abstract

Abstrak - Industri game merupakan salah satu sektor industri digital yang berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Perkembangan teknologi komputer, internet, dan perangkat mobile telah meningkatkan minat masyarakat terhadap permainan digital sekaligus membuka peluang besar bagi pengembang game. Sistem pengembangan game merupakan proses terstruktur yang melibatkan berbagai tahapan mulai dari perencanaan konsep, desain, produksi, pengujian, hingga distribusi game. Dalam proses tersebut, berbagai teknologi seperti game engine, pemrograman komputer, desain grafis, serta kecerdasan buatan digunakan untuk menghasilkan permainan yang menarik dan interaktif. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep sistem pengembangan game, tahapan dalam pengembangan game, teknologi yang digunakan, serta faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya minat terhadap bidang pengembangan game. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur dari berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, kemudahan penggunaan game engine, serta pertumbuhan industri game global menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap sistem pengembangan game. Kata Kunci: Pengembangan Game; Game Engine; GDLC; Industri Game; Teknologi Game; Abstract - The gaming industry is one of the digital industry sectors that has grown rapidly in recent decades. Advances in computer technology, the internet, and mobile devices have increased public interest in digital games and opened up significant opportunities for game developers. A game development system is a structured process that involves various stages, from concept planning and design to production and testing, to distribution. In this process, various technologies such as game engines, computer programming, graphic design, and artificial intelligence are used to produce engaging and interactive games. This article aims to explain the concept of a game development system, the stages in game development, the technologies used, and the factors that have led to the increasing interest in the field of game development. The research method used in this article is a literature review of various journals, books, and relevant scientific sources. The results indicate that technological developments, ease of use of game engines, and the growth of the global gaming industry are the main factors contributing to the increasing interest in game development systems. Keywords: Game Development; Game Engine; GDLC; Game Industry; Game Technology;
Perbandingan Algoritma FP-Growth dan Apriori untuk Menganalisis Pola Pembelian Konsumen Noviyanti Patak Lembang; Alter Lasarudin; Wahyudin Hasyim
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/n5gaj075

Abstract

Abstrak - Pemamfaatan data transaksi penjualan berperan penting dalam mengungkap pola pembelian konsumen yang mendukung pengambilan keputusan usaha, namun pada praktiknya masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh Usaha Kecil dan Menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan serta membandingkan algoritma FP-Growth dan Apriori dalam menganalisis pola pembelian konsumen pada UKM Mart Koperasi Wanita Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan teknik Association Rule Mining terhadap data transaksi penjualan periode Januari hingga Desember 2024, dengan jumlah data awal sebanyak 9305 transaksi dan setelah proses pembersihan diperoleh 7972 transaksi yang terdiri dari dua atribut. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi RapidMiner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma FP-Growth menghasilkan 55 aturan asosiasi dengan waktu pemrosesan yang 1 detik, sedangkan algoritma Apriori menghasilkan 57 aturan asosiasi dengan waktu pemrosesan 4 detik. Penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma FP-Growth lebih efektif digunakan dalam mengidentifikasi pola pembelian konsumen sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran dan pengelolaan persediaan. Kata kunci : Data Mining; Association Rule Mining; FP-Growth; Apriori; Pola Pembelian Konsumen; Abstract - Utilization Sales transaction data plays an important role in revealing consumer purchasing patterns that support business decision-making, but in practice it is still not optimally utilized by Small and Medium Enterprise. This study aims to apply and compare the FP-Growth and Apriori algorithms in analyzing consumer purchasing pattern at UKM Mart Koperasi Wanita Kasih Ibu. This study uses a quantitative approach with the technique of Association Rule Mining the analysis used sales transaction data from January to Desember 2024, with an initial data set of 9,305 transactions and after the cleaning process, 7,972 transactions consisting of two attributes were obtained. Data analysis was performed using the RapidMiner application. The results showed that the FP-Growth algorithm generated 55 association rules with a processing time of 1 second, while the Apriori algorithm generated 57 association rules with a processing time of 4 seconds. This study indicates that the FP-Growth algorithm is more effective in identifying consumer purchasing patterns as a basic for developing marketing strategies and inventory management. Keywords: Data Mining; Association Rule Mining; FP-Growth, Apriori; Consumer Purchasing Patterns;
Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Merdeka Mengajar di Kabupaten Muara Enim dengan Menggunakan Metode System Usability Scale Cindy Destyana Putri; Evi Yulianti; M Fadhiel Alie
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/wsswsr75

Abstract

Abstrak - Penggunaan teknologi dalam pendidikan, seperti aplikasi Merdeka Mengajar, menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun, implementasinya tidak terlepas dari tantangan, seperti kesulitan penginputan data, pengoperasian aplikasi, serta keterbatasan infrastruktur teknologi di sekolah. Para guru di Kabupaten Muara Enim menghadapi permasalahan serupa, sehingga penting untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna guna mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode System Usability Scale (SUS) untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi Merdeka Mengajar. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form, observasi langsung, dan studi pustaka. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, di mana seluruh guru di Kabupaten Muara Enim dijadikan responden penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat usabilitas aplikasi Merdeka Mengajar, mengidentifikasi kendala yang dihadapi pengguna, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan aplikasi. Hasil skor yang diperoleh adalah 81,19 yang di mana hasil tersebut kategori baik. Hasil yang diharapkan adalah masukan berharga bagi pengembang aplikasi dan pihak sekolah dalam meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi untuk mendukung proses. Kata Kunci: Analisis; Merdeka Mengajar; System Usability Scale; Abstract - The use of technology in education, such as the Merdeka Mengajar application, is an important part of supporting teaching and learning activities. However, its implementation is not without challenges, such as difficulties in data input, application operation, and limited technological infrastructure in schools. Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim faces similar problems, so it is important to evaluate the level of user satisfaction in order to optimize the use of this application. This study uses the System Usability Scale (SUS) method to measure the level of user satisfaction with the Merdeka Mengajar application. Data were collected through a Google Form-based questionnaire, direct observation, and literature study. The sampling technique used was saturated sampling, where all teachers at Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim were used as research respondents. This study aims to obtain an overview of the level of usability of the Merdeka Mengajar application, identify obstacles faced by users, and provide recommendations for improving the application. The expected results are valuable input for application developers and schools in increasing the effectiveness of using applications to support the learning process. Keyword: Analysis; Independent Teaching; System Usability Scale;
Sistem Informasi Penjadwalan Daftar Acara Siaran pada Radio Republik Indonesia Gorontalo Berbasis Web Dian Lestari R; Wahyudin Hasyim; Hilmansyah Gani
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/fe1db320

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dilakukan di Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo, yang bertujuan untuk Membangun sistem informasi penjadwalan daftar acara siaran. Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo masih menerapkan metode manual menggunakan Microsoft Excel dalam penyusunan jadwal siaran, yang sering menimbulkan berbagai kendala seperti keterlambatan penyampaian informasi, kesalahan dalam pencatatan, serta kurang efisien ketika terjadi perubahan jadwal secara tiba-tiba. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membangun sistem informasi penjadwalan acara siaran berbasis web agar proses pengelolaan menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Prototype dengan memanfaatkan bahasa pemrograman PHP, framework Laravel, dan MySQL sebagai basis data. Pemodelan sistem dibuat menggunakan Unified Modeling Language (UML), dan pengujian dilakukan dengan pendekatan Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dihasilkan mampu mempermudah proses administrasi jadwal siaran, mempercepat pembaruan data, serta meminimalkan kesalahan manusia. Implementasi sistem ini memungkinkan penyajian informasi jadwal secara real-time dan lebih terorganisir, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan penyiaran di RRI Gorontalo. Kata kunci : Sistem Informasi Penjadwalan Siaran; Web; RRI Gorontalo; Prototype; Laravel; Abstract - This research was conducted at Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo, aiming to develop a broadcast scheduling information system. RRI Gorontalo still employs manual methods using Microsoft Excel to prepare broadcast schedules, which often lead to various challenges such as delays in information delivery, errors in recording, and inefficiency when sudden schedule changes occur. Based on these challenges, this research aimed to design and build a web-based broadcast scheduling information system to accelerate the management process, integrate it, and make it more accessible to stakeholders. The system development method used was a prototype, utilizing the PHP programming language, the Laravel framework, and MySQL as the database. The system was modeled using Unified Modeling Language (UML), and testing was conducted using a black-box testing approach. The results showed that the resulting system streamlined the broadcast schedule administration process, accelerated data updates, and minimized human error. Implementation of this system enabled the presentation of schedule information in real time and in a more organized manner, thus contributing to improving the quality of broadcasting services at RRI Gorontalo. Keywords: Information System; Broadcast Scheduling Web; RRI Gorontalo Prototype; Laravel;
ESP32-Based IoT Hydroponic Monitoring: Telemetry Latency and Threshold Alert Evaluation Siti Aisyah; Alexius Ulan Bani; Yoga Listi Prambodo
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/hwvzpz38

Abstract

Abstract - This study presents an ESP32-based Internet of Things (IoT) monitoring system for wick hydroponics designed to improve the reliability of remote nutrient-solution supervision in lettuce cultivation. Existing IoT hydroponic studies commonly emphasize real-time visualization but often provide limited explanation of how telemetry latency, signal fluctuations, and alert-triggering mechanisms affect monitoring reliability and notification consistency. To address this gap, the proposed system integrates pH, electrical conductivity (EC), total dissolved solids (TDS), nutrient-solution temperature, and ambient temperature–humidity sensing with on-device signal conditioning using a 60 s moving-average approach before cloud transmission and threshold evaluation. The scientific contribution of this work lies in the implementation and evaluation of a deterministic threshold-based alert pipeline operating on a processed monitoring stream rather than raw sensor readings, thereby reducing false alerts caused by transient fluctuations. The system was evaluated during a 30-day wick hydroponic cultivation trial. Experimental results showed that telemetry updates were remotely displayed with an average end-to-end delay of approximately 2 s, while threshold violations generated mobile and email notifications with an average response time of about 5 s. Alerts were consistently triggered when pH exceeded 6.5 and EC dropped below 0.8 mS/cm. These findings demonstrate that the proposed monitoring architecture provides responsive telemetry delivery and stable alert behavior suitable for practical near-real-time hydroponic supervision. Keywords: wick hydroponics; ESP32; Internet of Things; telemetry performance; threshold-based alerts system;   Abstrak - Penelitian ini memaparkan sistem pemantauan Internet of Things (IoT) berbasis ESP32 untuk hidroponik sumbu, yang dirancang untuk meningkatkan keandalan pengawasan larutan nutrisi jarak jauh dalam budidaya selada. Studi hidroponik IoT yang ada umumnya menekankan visualisasi waktu nyata, namun seringkali memberikan penjelasan terbatas mengenai bagaimana latensi telemetri, fluktuasi sinyal, dan mekanisme pemicu peringatan memengaruhi keandalan pemantauan serta konsistensi pemberitahuan. Untuk mengatasi kesenjangan ini, sistem yang diusulkan mengintegrasikan sensor pH, konduktivitas listrik (EC), total padatan terlarut (TDS), suhu larutan nutrisi, serta suhu dan kelembapan lingkungan dengan pengkondisian sinyal pada perangkat menggunakan pendekatan rata-rata bergerak 60 detik sebelum transmisi ke cloud dan evaluasi ambang batas. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini terletak pada implementasi dan evaluasi alur kerja peringatan berbasis ambang batas deterministik yang beroperasi pada aliran pemantauan yang telah diproses, bukan pada pembacaan sensor mentah, sehingga mengurangi peringatan palsu yang disebabkan oleh fluktuasi sementara. Sistem ini dievaluasi selama uji coba budidaya hidroponik sumbu selama 30 hari. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pembaruan telemetri ditampilkan secara jarak jauh dengan penundaan end-to-end rata-rata sekitar 2 detik, sementara pelanggaran ambang batas menghasilkan notifikasi seluler dan email dengan waktu respons rata-rata sekitar 5 detik. Peringatan secara konsisten dipicu ketika pH melebihi 6,5 dan EC turun di bawah 0,8 mS/cm. Temuan ini menunjukkan bahwa arsitektur pemantauan yang diusulkan mampu memberikan pengiriman data telemetri yang responsif serta perilaku peringatan yang stabil, sehingga cocok untuk pengawasan hidroponik secara praktis dalam waktu nyaris real-time. Kata kunci: hidroponik sumbu; ESP32; Internet of Things; kinerja telemetri; sistem peringatan berbasis ambang batas;
Pengembangan Jaringan Lokal SMAN 2 Singaparna Menggunakan Metode Network Development Life Cycle dan Manajemen Bandwidth Febri Gumelar; Delisa Jahro; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/qfdn9f43

Abstract

Abstrak - Pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer (Computer Based Test/CBT) di SMAN 2 Singaparna mengalami kendala berupa penumpukan lalu lintas data (delay tinggi) dan ketidakefisienan operasional akibat prosedur bongkar-pasang router secara fisik untuk mengisolasi jaringan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengembangkan infrastruktur jaringan lokal sekolah yang lebih permanen, aman, dan stabil. Metode penelitian yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahap analisis, perancangan, hingga protoype. Perancangan segmentasi logik menggunakan Virtual Local Area Network (VLAN) disimulasikan melalui Cisco Packet Tracer, sementara manajemen lalu lintas data dikonfigurasi pada perangkat router MikroTik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi VLAN berhasil memisahkan broadcast domain antara siswa dan fasilitas guru. Selain itu, penerapan Simple Queue dan Firewall Filter Rules pada MikroTik mampu menjamin ketersediaan bandwidth ujian dan memblokir akses internet umum bagi siswa, sambil tetap mempertahankan koneksi lokal ke Server CBT. Pengembangan ini terbukti mampu mengeliminasi rutinitas isolasi fisik perangkat, meningkatkan proyeksi Quality of Service (QoS), serta menciptakan arsitektur jaringan yang efisien. Kata kunci : CBT; Firewall; Manajemen Bandwidth; NDLC; VLAN;   Abstract - The implementation of the Computer-Based Test (CBT) at SMAN 2 Singaparna encountered challenges such as data traffic congestion (high delay) and operational inefficiency due to the physical plugging and unplugging of routers to isolate the student network. This study aims to evaluate and develop a more permanent, secure, and stable local network infrastructure. The research methodology utilized is the Network Development Life Cycle (NDLC), covering the analysis, design, and prototyping phases. Logical segmentation using Virtual Local Area Network (VLAN) was simulated via Cisco Packet Tracer, while data traffic management was configured on a MikroTik Router. The results indicate that VLAN implementation successfully separated the broadcast domains between students and teachers. Furthermore, the application of Simple Queue and Firewall Filter Rules on MikroTik ensured bandwidth availability for exams and blocked general internet access for students, while maintaining local connections to the CBT Server. This development is proven to eliminate the routine of physical device isolation, improve the projected Quality of Service (QoS), and create an efficient network architecture Keywords: Bandwidth Management; CBT; Firewall; NDLC; VLAN;
Analisis Quality of Service dan Manajemen Bandwidth pada Jaringan Wi-Fi Madrasah Aliyah Negeri 2 Ciamis Rafli Deas Eka Putra; Syahrul Rifat Firdaus; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/qdnxbt57

Abstract

Abstrak - Akses internet yang stabil telah menjadi tulang punggung yang sangat penting bagi operasional pendidikan modern. Di MAN 2 Ciamis, infrastruktur Wi-Fi 100 Mbps sering mengalami ketidakstabilan yang signifikan selama jam-jam puncak penggunaan (jam sibuk). Penelitian ini mengevaluasi kondisi jaringan eksisting dan mengusulkan pendekatan struktural untuk memastikan distribusi bandwidth yang adil. Mengikuti kerangka kerja Network Development Life Cycle (NDLC), studi ini berfokus pada tahap analisis dan desain. Data primer diperoleh melalui observasi dan perekaman lalu lintas jaringan menggunakan perangkat lunak Wireshark di tiga titik lokasi utama. Metrik kinerja dievaluasi melalui kriteria Quality of Service (QoS) yaitu throughput, delay, jitter, dan packet loss berdasarkan standar TIPHON. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun delay (3,86 - 15,58 ms), jitter (< 0,01 ms), dan packet loss (0,009% - 0,33%) berada dalam rentang Sangat Bagus, throughput jatuh secara signifikan di bawah 1 Mbps akibat dominasi pengguna tertentu. Sebagai dampaknya, penelitian ini menghasilkan usulan desain manajemen lalu lintas data yang menggabungkan Hierarchical Token Bucket (HTB) untuk prioritas jalur dan Per Connection Queue (PCQ) guna menerapkan batas adil 2 Mbps per siswa. Implementasi rancangan ini diproyeksikan mampu menghilangkan monopoli bandwidth, sehingga menyediakan lingkungan jaringan yang andal dan merata untuk mendukung kegiatan akademik secara efektif. Kata kunci : Manajemen Bandwidth; Wi-Fi; QoS; NDLC; HTB;   Abstract - Stable internet access has become a highly critical backbone for modern educational operations. At MAN 2 Ciamis, the 100 Mbps Wi-Fi infrastructure frequently experiences significant instability during peak usage hours. This research evaluates the existing network conditions and proposes a structural approach to ensure fair bandwidth distribution. Following the Network Development Life Cycle (NDLC) framework, this study focuses on the analysis and design stages. Primary data was obtained through observation and network traffic recording using Wireshark software at three main location points. Performance metrics were evaluated using Quality of Service (QoS) criteria, namely throughput, delay, jitter, and packet loss, based on TIPHON standards. The analysis results show that although delay (3.86 - 15.58 ms), jitter (< 0.01 ms), and packet loss (0.009% - 0.33%) are in the Excellent range, throughput drops significantly below 1 Mbps due to bandwidth dominance by specific users. As a result, this research produces a proposed data traffic management design combining Hierarchical Token Bucket (HTB) for route prioritization and Per Connection Queue (PCQ) to enforce a fair limit of 2 Mbps per student. The implementation of this design is projected to eliminate bandwidth monopoly, thereby providing a reliable and equitable network environment to effectively support academic activities. Keywords: Bandwidth Management; Wi-Fi; QoS; NDLC; HTB;
Implementasi Algoritma Apriori untuk Analisis Pola Kombinasi Produk Makanan dan Minuman pada Element Street Coffee Muhamad Davin Tanzila Ramdani; Nanda Lutfi Rizqiyanto; Khilal Arlisna Rahmadani; Ahmad Zidan Nur Rizqi; Muhammad Arifin
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/fa717t56

Abstract

Abstrak - Pertumbuhan bisnis coffee shop yang pesat di Indonesia mendorong kebutuhan pengelolaan data transaksi secara cerdas guna mendukung pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Apriori dalam kerangka Market Basket Analysis untuk menganalisis pola kombinasi produk makanan dan minuman pada Element Street Coffee, Kodim, Semarang. Data yang digunakan berjumlah 4.790 baris yang tervalidasi menjadi 2.314 transaksi unik mencakup 40 jenis produk, terdiri dari 24 varian minuman dan 16 pilihan makanan, selama periode 30 September 2025 hingga 17 April 2026. Praproses data meliputi seleksi, normalisasi nama produk, transformasi ke format transaction basket, serta pemisahan 1.549 transaksi multi-item (66,9%) sebagai basis analisis. Parameter minimum support ditetapkan 2% (31 transaksi) dan minimum confidence 20% melalui pendekatan eksperimen iteratif. Penerapan algoritma menghasilkan 18 frequent 1-itemset, 21 frequent 2-itemset, dan 15 association rules yang terevaluasi. Kopsu Caramel (28,73%) dan Coffee Latte (28,08%) mendominasi sebagai produk paling sering dibeli. Meskipun kombinasi Coffee Latte dan Kopsu Caramel mencatat support tertinggi (7,23%), nilai lift di bawah 1 (0,8962) menunjukkan independensi statistik antar keduanya. Rules dengan nilai lift tertinggi ditemukan pada Creamy Latte mengarah ke Kopsu Caramel (lift=1,0211) dan Dimsum (4) mengarah ke Coffee Latte (lift=1,013), mengindikasikan preferensi pembelian lintas kategori yang genuine. Temuan penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar strategi bundling menu, cross-selling, penempatan produk, dan efisiensi manajemen stok bagi manajemen Element Street Coffee. Kata kunci : Algoritma Apriori; Association Rules; Data Mining; Market Basket Analysis; Pola Kombinasi Produk;   Abstract - The rapid growth of the coffee shop business in Indonesia drives the need for intelligent transaction data management to support strategic decision-making. This study implements the Apriori algorithm within a Market Basket Analysis framework to analyze food and beverage product combination patterns at Element Street Coffee, Kodim, Semarang. The dataset consists of 4,790 rows validated into 2,314 unique transactions covering 40 product types—24 beverage variants and 16 food options—during the period of September 30, 2025 to April 17, 2026. Data preprocessing included selection, product name normalization, transformation into transaction basket format, and isolation of 1,549 multi-item transactions (66.9%) as the analytical basis. A minimum support of 2% (31 transactions) and minimum confidence of 20% were established through iterative experimentation. Application of the algorithm yielded 18 frequent 1-itemsets, 21 frequent 2-itemsets, and 15 evaluable association rules. Kopsu Caramel (28.73%) and Coffee Latte (28.08%) dominated as the most frequently purchased products. Although the Coffee Latte and Kopsu Caramel combination recorded the highest support (7.23%), a lift value below 1 (0.8962) indicates statistical independence between the two. Rules with the highest lift values were found in Creamy Latte to Kopsu Caramel (lift=1.0211) and Dimsum (4) to Coffee Latte (lift=1.013), indicating genuine cross-category purchasing preferences. These findings are recommended as the basis for menu bundling strategies, cross-selling, product placement, and inventory management efficiency for Element Street Coffee management. Keywords: Apriori Algorithm; Association Rules; Data Mining; Market Basket Analysis; Product Combination Pattern;
Rancang Bangun Manajemen Jaringan Komputer Berbasis VLAN dan Quality of Service Menggunakan Metode HTB pada SMAN 11 Tasikmalaya Muhammad Nur Robbany; Amman Abdullah Rosyid; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/abcwm554

Abstract

Abstrak - SMAN 11 Tasikmalaya masih menggunakan jaringan Wi-Fi dasar tanpa segmentasi pengguna dan tanpa pengaturan bandwidth yang terstruktur. Kondisi aktual yang ditemukan adalah koneksi Wi-Fi ruang guru terasa lambat, access point ruang BK belum memperoleh akses internet, serta belum tersedia pemisahan akses untuk siswa, guru, kepala sekolah, staf, dan tamu. Penelitian ini bertujuan merancang segmentasi akses dan manajemen bandwidth jaringan sekolah berbasis Virtual Local Area Network (VLAN) dan Quality of Service (QoS) menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB). Metode penelitian menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC), meliputi analisis kebutuhan, perancangan, simulasi, pengujian, evaluasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa blueprint topologi jaringan, pembagian VLAN, skema IP, dan rancangan queue tree HTB yang divalidasi melalui simulasi GNS3. Pengujian menunjukkan setiap VLAN dapat terhubung ke gateway dan jaringan luar simulasi, sedangkan validasi HTB menunjukkan alokasi bandwidth dan prioritas pengguna telah diterapkan sesuai rancangan. Rancangan ini menjadi dasar implementasi jaringan sekolah yang lebih terstruktur, terkontrol, dan sesuai kebutuhan operasional pembelajaran maupun administrasi. Kata kunci : VLAN; QoS; HTB; Manajemen Jaringan; Sekolah;   Abstract - SMAN 11 Tasikmalaya still uses a basic Wi-Fi network without user segmentation and structured bandwidth control. The actual conditions identified include slow Wi-Fi access in the teachers room, an access point in the counseling room that is not yet connected to the internet, and the absence of access separation for students, teachers, the principal, staff, and guests. This study aims to design school network access segmentation and bandwidth management based on Virtual Local Area Network (VLAN) and Quality of Service (QoS) using the Hierarchical Token Bucket (HTB) method. The research method follows the Network Development Life Cycle (NDLC), consisting of needs analysis, design, simulation, testing, evaluation, and documentation. The results include a network topology blueprint, VLAN segmentation, IP addressing scheme, and HTB queue tree design validated through GNS3 simulation. The testing results show that each VLAN can reach its gateway and the external simulated network, while HTB validation shows that bandwidth allocation and user priority have been applied according to the design. This design can be used as a basis for implementing a more structured, controlled, and operationally suitable school network. Keywords: VLAN; QoS; HTB; Network Management; School;