cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Gambaran kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura: Overview of the incidence of anemia in pregnant women in Jayapura City Diyah Astuti Nurfa'izah; Juliawati; Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Theresia Pattipeme
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.414

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Jayapura. Meskipun program pemerintah berupa pemberian 90 tablet Fe telah dijalankan, prevalensi anemia masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura berdasarkan data rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Data diambil dari rekam medis ibu hamil yang mengalami anemia di lima Puskesmas di Kota Jayapura pada Januari–Desember 2023. Sampel berjumlah 104 ibu hamil yang dipilih dengan teknik quota sampling. Variabel yang dikaji mencakup usia, paritas, pendidikan, usia kehamilan, status gizi (berdasarkan LILA), dan derajat anemia. Berdasarkan hasil pengambilan data yang dilakukan pada lima Puskesmas di Wilayah Kota Jayapura mayoritas ibu hamil dengan anemia berada pada kelompok usia tidak berisiko (84,6%), berstatus multipara (41,4%), berpendidikan SMA (74%), dan berada pada trimester kedua kehamilan (60,6%). Sebagian besar memiliki status gizi baik (83,7%) dan mengalami anemia ringan (60,6%). Anemia ringan masih umum terjadi pada ibu hamil di Kota Jayapura meskipun sebagian besar memiliki status gizi baik. Diperlukan edukasi dan pemantauan rutin melalui pemeriksaan kehamilan (ANC) sejak trimester pertama untuk mendeteksi dan menangani anemia secara dini. The occurrence of anemia in pregnant women remains a public health problem in Indonesia, including in Jayapura City. Even though the government program of providing 90 Fe tablets has been implemented, the prevalence of anemia is still high. This study aims to describe the characteristics of anemia incidence in pregnant women in Jayapura City based on medical record data. This study is a quantitative descriptive study that describes the incidence of anemia in pregnant women. This study uses a quantitative descriptive design. Data were taken from medical records of pregnant women with anemia at five Community Health Centers in Jayapura City in January–December 2023. The sample consisted of 104 pregnant women selected using the quota sampling technique. The variables studied included age, parity, education, gestational age, nutritional status (based on LILA), and degree of anemia. Based on the results of data collection conducted at five Community Health Centers in Jayapura City, the majority of pregnant women with anemia were in the non-risk age group (84.6%), multiparous (41.4%), had a high school/vocational high school education (74%), and were in the second trimester of pregnancy (60.6%). Most of them had good nutritional status (83.7%) and had mild anemia (60.6%). Mild anemia is still common in pregnant women in Jayapura City even though most of them have good nutritional status. Regular education and monitoring through prenatal check-ups (ANC) from the first trimester is needed to detect and treat anemia early.
KARAKTERISTIK DAN KOMORBIDITAS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS: CHARACTERISTICS AND COMORBIDITIES OF CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS Dwi Cahyo Teguh Prasetya; Sri Manovita Pateda; Maimun Ihsan; Muhammad N. Syukriani Yusuf; Yuniarty Antu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i2.415

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi serius dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang. GGK sering dikaitkan dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik pasien GGK dan riwayat komorbiditas di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Penelitian deskriptif retrospektif dilakukan pada 272 pasien yang terdaftar di rumah sakit tahun 2023. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk variabel demografi dan penyakit penyerta.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (59,6%) dengan kelompok usia lansia (46–65 tahun, 61,4%). Sebagian besar pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga (35,3%) dan memiliki pendidikan terakhir SMA (40,8%). Hipertensi dan anemia merupakan kombinasi komorbiditas yang paling umum (16,9%). Pentingnya penyediaan layanan kesehatan yang mendukung deteksi dini dan manajemen penyakit penyerta pada pasien GGK. Chronic Kidney Disease (CKD) is a serious condition with a steadily increasing prevalence, particularly in developing countries. CKD is often associated with comorbidities such as hypertension, diabetes mellitus, and anemia. This study explores CKD patients' characteristics and comorbidity history at RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. A retrospective descriptive study was conducted on 272 patients registered at the hospital in 2023. Data were analyzed using frequency distribution for demographic variables and comorbidities. The results showed that most patients were male (59.6%) and belonged to the elderly age group (46–65 years, 61.4%). Most patients were housewives (35.3%) and had a high school education as their highest level of education (40.8%). A total of 43.4% of patients originated from Gorontalo City. Hypertension and anemia were the most common comorbidity combination (16.9%). Additionally, 17.9% of nephrolithiasis cases were identified in the comorbidity history of CKD patients in the 'other conditions' category. The importance of providing healthcare services that support early detection and management of comorbidities in CKD patients is highlighted.
Status kesehatan reproduksi, status gizi, dan perilaku merokok pada remaja di wilayah pesisir: Status of reproductive health, nutritional status, and smoking behavior among adolescents in coastal areas I Made Rai Sudarsono; Rasmaniar; Teguh Fathurrahman; Lena Atoy; Euis Nurlaela; Ahmad; Hasan
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.418

Abstract

Remaja merupakan kelompok populasi yang memiliki potensi untuk mencapai kesehatan optimal, namun sering kali menghadapi berbagai perilaku berisiko yang dapat memengaruhi kesehatan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesehatan dan perilaku kesehatan remaja yang tinggal di wilayah pesisir Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan pada bulan Januari–Februari 2024. Sampel terdiri dari 97 remaja yang dipilih secara acak menggunakan metode proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran status gizi dan anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki kesehatan reproduksi yang baik (89,3%) dan status gizi yang normal (69,1%). Namun, terdapat tantangan pada remaja laki-laki dengan prevalensi status gizi kurang sebesar 26,8%. Selain itu, 30,4% remaja perempuan mengalami anemia, dan 64,3% berada dalam kategori normal untuk status kekurangan energi kronik (KEK). Dari sisi perilaku merokok, semua remaja perempuan tidak merokok, sementara 24,4% remaja laki-laki termasuk perokok ringan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis komunitas diperlukan untuk meningkatkan status gizi dan mencegah anemia pada remaja, khususnya di wilayah pesisir. Pendekatan komprehensif yang melibatkan promosi kesehatan reproduksi, edukasi gizi, serta pengendalian perilaku merokok penting dilakukan untuk mendukung kesehatan optimal remaja sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.
Hubungan motivasi dan self-efficacy dengan tindakan pencegahan pengendalian infeksi perawat di ruang rawat inap rumah sakit: Relationship between motivation and self-efficacy with nurses' infection control prevention actions in hospital inpatient areas Khaerunisa Priwardani; Tatiana Siregar
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.423

Abstract

Healthcare-Associated Infections (HAIs) are among the major global health problems that significantly impact the quality of hospital services. Nurses play a vital role in implementing infection prevention and control (IPC) measures. This study aimed to examine the relationship between motivation and self-efficacy with nurses' IPC practices in hospital inpatient settings. A cross-sectional design with a quantitative approach was employed, involving 135 nurses from the inpatient wards of RSUD X Jakarta, who were selected through purposive sampling. Research instruments included a motivation questionnaire based on Herzberg's theory, the General Self-Efficacy Scale (GSES), and the IPC questionnaire developed by the Indonesian Ministry of Health (2017). Unadjusted analysis showed that motivation (p < 0.001; OR = 4.98; 95% CI: 2.37–10.45) and self-efficacy (p < 0.001; OR = 12.25; 95% CI: 5.43–27.62) were significantly associated with nurses' IPC practices in inpatient care. In addition, gender was also associated with IPC actions to a considerable extent (p = 0.028; OR = 0.36; 95% CI: 0.14–0.91). However, in the adjusted analysis using multivariate logistic regression, only self-efficacy (p < 0.001; OR = 9.00; 95% CI: 3.80–21.31) was found to influence the implementation of IPC significantly. Self-efficacy demonstrated a more decisive influence than motivation on nurses' IPC practices. Efforts to enhance self-efficacy should be integrated into hospital training programs and policies to improve the quality of care and patient safety.
Paparan malaria maternal dan bayi berat lahir rendah: studi kasus-kontrol di daerah endemik malaria Papua, Indonesia: Maternal malaria exposure and low birth weight: a case-control study in malaria-endemic Papua, Indonesia Masrif; I Rai Ngardita; Muhamad Sahiddin; Mustika Pramestiyani; Harlyanti Mashar; Itma Annah
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.431

Abstract

Malaria selama kehamilan merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya malnutrisi pada bayi. Hubungan malaria dan kejadian BBLR di daerah endemik tinggi malaria seperti Papua perlu dikaji sebagai upaya mengatasi kedua masalah kesehatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara paparan malaria selama kehamilan dan kejadian BBLR di Papua. Penelitian ini menggunakan desain case-control yang dilakukan tahun 2024 di Papua pada 21 puskesmas. Sampel penelitian berjumlah 288 responden, terdiri dari 96 kasus (BBLR) dan 192 kontrol (bayi dengan berat lahir normal) dipilih dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan rekam medis dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian jenis plasmodium yang paling banyak ditemukan adalah Plasmodium vivax (malaria tertiana) (45,9%) dan diikuti oleh Plasmodium falciparum (malaria tropika) (41,0%). Selama kehamilan paparan malaria paling banyak terjadi pada trimester kedua (39,3%). Kejadian malaria selama kehamilan (OR adjusted= 2,09; CI 95%: 1,14–3,84) dan tidak menggunakan kelambu anti nyamuk pada masa kehamilan (OR adjusted= 1,83; CI 95%: 1,09–3,08) merupakan faktor risiko BBLR. Selain itu, karakteristik usia ibu yang berada pada kategori berisiko juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian BBLR (OR adjusted= 2,18; CI 95%: 1,24–3,86). Paparan malaria selama kehamilan dan usia ibu yang berisiko merupakan faktor yang memengaruhi kejadian BBLR di Papua. Intervensi kesehatan masyarakat yang terfokus pada pencegahan malaria, seperti penggunaan kelambu berinsektisida, dan pengobatan antimalaria yang aman untuk mengurangi risiko BBLR di wilayah endemik tinggi malaria. Malaria during pregnancy is one of the primary risk factors for infant malnutrition. The association between malaria and LBW incidence in high malaria-endemic regions such as Papua needs further examination to address these two health issues. This study aims to evaluate the relationship between malaria exposure during pregnancy and LBW incidence in Papua. The study used a case-control design conducted in 2024 across 21 community health centers (puskesmas) in Papua. The sample consisted of 288 respondents, including 96 cases (LBW) and 192 controls (infants with normal birth weight), selected through simple random sampling. Data were collected through medical record reviews and structured interviews using questionnaires. Data analysis was performed using chi-square tests and multivariate logistic regression. The results showed that the most frequently identified Plasmodium species were Plasmodium vivax (tertian malaria) (45.9%), followed by Plasmodium falciparum (tropical malaria) (41.0%). Malaria exposure during pregnancy most commonly occurred in the second trimester (39.3%). Malaria during pregnancy (adjusted OR = 2.09; 95% CI: 1.14–3.84) and non-use of insecticide-treated bed nets during pregnancy (adjusted OR = 1.83; 95% CI: 1.09–3.08) were identified as risk factors for LBW. Additionally, maternal age in the high-risk category was significantly associated with LBW incidence (adjusted OR = 2.18; 95% CI: 1.24–3.86). Malaria exposure during pregnancy and high-risk maternal age were factors influencing LBW incidence in Papua. Public health interventions focused on malaria prevention, such as the use of insecticide-treated bed nets and safe antimalarial treatment, are essential to reduce LBW risk in high malaria-endemic regions.
Hubungan pola makan, pola tidur, dan aktivitas fisik terhadap nyeri haid pada siswi di Mlonggo Jepara: Correlation between eating habits, sleep quality, and physical activity with menstrual pain among female students at Mlonggo Jepara Melani Devita Sari; Rusnoto; Sri Siska Mardiana
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.432

Abstract

Nyeri haid (dismenore) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan, pola tidur, dan aktivitas fisik terhadap nyeri haid. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di MTS Mathalibul Huda Mlonggo Jepara. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 126 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai nyeri haid, Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola makan, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur aktivitas fisik, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola makan (r= 0,647; p= 0,001), pola tidur (r= 0,660; p= 0,001) da aktifitas fisik (r= 0,682; p= 0,001) dengan kejadian nyeri haid. Pola hidup memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat dismenore pada remaja putri, maka perlu adanya edukasi kesehatan yang komprehensif mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang, tidur yang berkualitas, serta pengelolaan aktivitas fisik secara tepat guna mengurangi keluhan nyeri haid. Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common reproductive health problem among adolescent girls and can interfere with daily activities. This study aims to determine the relationship between eating habits, sleep patterns, and physical activity with menstrual pain. This research used a quantitative design with a cross-sectional approach conducted at MTs Mathalibul Huda Mlonggo Jepara. The sample consisted of 126 respondents selected through purposive sampling technique. The research instruments included validated and reliable closed-ended questionnaires, namely Numeric Rating Scale (NRS) to assess menstrual pain, Food Frequency Questionnaire (FFQ) to measure eating habits, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality, and International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) to measure physical activity. Data were analyzed using Spearman’s Rho test with the assistance of SPSS. The analysis showed significant correlations between eating habits and menstrual pain (r= 0.647; p= 0.001), sleep patterns and menstrual pain (r = 0.660; p= 0.001), as well as physical activity and menstrual pain (r= 0.682; p= 0.001). The results indicated that all three variables had a significant positive correlation. Improved quality of eating habits, sleep patterns, and physical activity were associated with decreased intensity of menstrual pain. Lifestyle plays an important role in influencing the level of dysmenorrhea in adolescent girls, therefore, comprehensive health education is needed regarding the importance of balanced nutrition, good sleep hygiene, and appropriate physical activity management to help reduce menstrual pain complaints.
PENGEMBANGAN POS REMAJA SEBAGAI EDUKATOR KESEHATAN DI KAMPUNG KOYA TENGAH, KOTA JAYAPURA: DEVELOPMENT OF YOUTH HEALTH POST AS A HEALTH EDUCATOR IN KAMPUNG KOYA TENGAH, JAYAPURA CITY Muhamad Sahiddin; Zeth Roberth Felle; Ardhanari Hendra Kusuma
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan seperti perilaku seksual berisiko, penyalahgunaan zat, dan rendahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi. Di wilayah Papua, khususnya Kampung Koya Tengah, akses terhadap informasi dan layanan kesehatan remaja masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan POS Remaja sebagai sarana edukasi kesehatan yang berbasis komunitas dan sekolah, guna meningkatkan pengetahuan remaja terhadap isu-isu kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan penyakit tropis. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan edukatif yang melibatkan Puskesmas Koya Barat, SMPN 8 Koya Barat, dan aparat kampung, serta diakhiri dengan launching POS Remaja sebagai bentuk komitmen lintas sektor. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pre-test dan post-test serta observasi keaktifan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 21,26 poin setelah pelatihan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan. POS Remaja dapat dijadikan model layanan promotif-preventif berbasis komunitas untuk menjawab tantangan kesehatan remaja di wilayah dengan keterbatasan akses. Adolescents are a vulnerable age group facing various health issues, including risky sexual behavior, substance abuse, and low awareness of reproductive health. In Papua, particularly in Kampung Koya Tengah, access to accurate health information and adolescent-friendly health services remains limited. This community service program aimed to develop a Youth Health Post (POS Remaja) as a community- and school-based health education platform to enhance adolescent knowledge on health issues, particularly those related to tropical diseases. The activities included structured health education sessions involving the Koya Barat Health Center, SMPN 8 Koya Barat, and local village authorities, and concluded with a formal launching of the POS Remaja to establish cross-sectoral commitment. Evaluation was conducted using both quantitative and qualitative approaches through pre- and post-tests and participant observation. Results showed a significant improvement in knowledge, with an average increase of 21.26 points following the educational intervention. This program effectively improved adolescent health literacy and strengthened collaboration between educational institutions and healthcare services. The POS Remaja model may serve as a promotive-preventive strategy for addressing adolescent health challenges in areas with limited access to healthcare.
Hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah dasar: The relationship between breakfast habits and learning concentration in elementary school-aged children Pebriani; Fadliyana Ekawaty; Riska Amalya Nasution
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.436

Abstract

Kebiasaan sarapan pagi memiliki peran penting dalam menunjang konsentrasi belajar siswa, namun masih banyak siswa sekolah dasar yang melewatkan sarapan sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan tingkat konsentrasi belajar pada siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di SDN 13 Kota Jambi dengan jumlah sampel sebanyak 84 siswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan konsentrasi belajar diukur menggunakan Grid Concentration Test. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebiasaan sarapan dalam kategori cukup (63,1%) dan konsentrasi belajar dalam kategori cukup (51,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dan tingkat konsentrasi belajar (p = 0,000; r = 0,407). Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Breakfast habits play an important role in supporting students’ learning concentration; however, many elementary school students tend to skip breakfast before attending school activities. This study aimed to analyze the relationship between breakfast habits and learning concentration among elementary school students. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 84 students from SDN 13 Kota Jambi selected through proportionate stratified random sampling. Breakfast habits were measured using a breakfast habit questionnaire while learning concentration was assessed using the Grid Concentration Test. Data were analyzed using Kendall’s Tau test. The results showed that most students had fair breakfast habits (63.1%) and fair levels of learning concentration (51.2%). A statistically significant relationship was found between breakfast habits and learning concentration (p= 0.000; r= 0.407). A positive and significant relationship exists between breakfast habits and learning concentration among elementary school students.
Hubungan pengetahuan cara mengurangi rasa haus dengan kenaikan berat badan interdialitik pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis: Relationship between knowledge on how to reduce thirst and interdialytic weight gain in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis Apridelia Natasya Putri; Bayhakki; Erwin
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.441

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang progresif dan tidak reversibel, sehingga memerlukan terapi hemodialisis serta pembatasan asupan cairan. Salah satu indikator kepatuhan terhadap pembatasan cairan adalah Interdialytic Weight Gain (IDWG), yang dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien tentang pengendalian rasa haus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien mengenai cara mengurangi rasa haus dengan IDWG pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 73 pasien di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi IDWG. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki pengetahuan baik (44,0%) dan IDWG ringan (41,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dan kategori IDWG (p= 0,001). Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pengetahuan pasien, khususnya terkait pengendalian rasa haus, dalam mendukung kepatuhan terhadap pembatasan cairan pada pasien hemodialisis. Chronic kidney disease (CKD) is a progressive and irreversible decline in kidney function, requiring hemodialysis therapy and fluid intake restriction. One indicator of adherence to fluid restriction is Interdialytic Weight Gain (IDWG), which patients' knowledge of thirst management may influence may influence. This study aimed to examine the relationship between patients' knowledge of how to reduce thirst and IDWG among CKD patients undergoing hemodialysis. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used. A total of 73 patients were selected from Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru through purposive sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire and IDWG observation sheets. The data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most patients had good knowledge (44.0%) and experienced mild IDWG (41.1%). A significant relationship was found between patients' knowledge levels and IDWG categories (p= 0.001). These findings underscore the importance of enhancing patient knowledge, particularly regarding thirst control, to promote adherence to fluid restriction in hemodialysis patients.
Faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja kelas XI di SMA YPPK Taruna Dharma Kota Jayapura: Factors influencing sexual behavior in grade XI adolescents at YPPK Taruna Dharma Senior High School Jayapura City Fitri Dia Muspitha; Alda Gloria Thalia Thia; Kismiyati; Kristiyani Herda Rophi; Ester Rumaseb
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.443

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis dengan perubahan fisik dan psikologis yang memengaruhi perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual pada remaja kelas XI di SMA YPPK Taruna Dharma Kota Jayapura. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 71 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner valid dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku seksual remaja dengan peran orang tua (p=0,037), tingkat pengetahuan (p=0,042), sikap (p=0,037), dan pengaruh teman sebaya (p=0,008). Peran aktif orang tua sangat penting dalam pendidikan seksualitas, peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi, serta penguatan sikap positif remaja untuk mencegah perilaku berisiko. Penelitian ini merekomendasikan program intervensi berbasis sekolah yang melibatkan orang tua dan teman sebaya sebagai agen perubahan. Adolescence is a critical period with physical and psychological changes that affect sexual behavior. This study aims to analyze the factors that influence sexual behavior in grade XI adolescents at SMA YPPK Taruna Dharma, Jayapura City. The study employed a cross-sectional design with a sample of 71 students selected through purposive sampling. Data were collected using a valid questionnaire and analyzed using the chi-square test. The result showed a significant relationship between adolescent sexual behavior and the role of parents (p=0,037), level of knowledge (p=0,042), attitude (p=0,037), and peer influence ( p= 0,008). These findings underline the importance of the active role of parents in sexuality education, increasing reproductive health knowledge, and strengthening positive attitudes in adolescents to prevent risky behavior. This study recommends a school-based intervention program involving parents and peers as agents of change.

Page 11 of 15 | Total Record : 147