cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Hubungan budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien di RS Ben Mari Malang: The correlation between patient safety culture and patient safety incident reporting at Ben Mari Hospital Malang Yanuar Imas Sekar Valentin; Achmad Dafir Firdaus; Sismala Harningtyas
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.464

Abstract

Pelayanan keperawatan yang aman memerlukan penerapan budaya keselamatan pasien yang kuat, namun pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan perilaku pelaporan insiden keselamatan pasien di RS Ben Mari Malang. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 perawat dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dan lembar observasi pelaporan insiden keselamatan pasien, kemudian dianalisis dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki budaya keselamatan pasien yang kuat (65,2%) dan sebagian besar responden (66,7%) pernah melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien. Ada hubungan yang bermakna antara budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien (p < 0,001). Penguatan budaya keselamatan pasien di lingkungan kerja keperawatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab perawat terhadap pelaporan insiden, sehingga mutu dan keamanan pelayanan keperawatan dapat terjaga. Safe nursing care requires the implementation of a strong patient safety culture; however, the reporting of patient safety incidents in hospitals remains relatively low. This study aimed to analyze the relationship between patient safety culture and patient safety incident reporting behavior at Ben Mari Hospital, Malang. The study employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 66 nurses, all of whom were included as participants using a total sampling technique. Data were collected using a patient safety culture questionnaire and an observation checklist for patient safety incident reporting, and were analyzed at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had a strong patient safety culture (65.2%), and most respondents (66.7%) had reported patient safety incidents. A statistically significant relationship was found between patient safety culture and patient safety incident reporting (p < 0.001). Strengthening patient safety culture in the nursing work environment plays an important role in enhancing nurses’ awareness and responsibility in incident reporting, thereby supporting the quality and safety of nursing care.
Hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Rumah Sakit Ben Mari Malang: Correlation between anxiety levels and hypertension among older adults at Ben Mari Hospital, Malang Septaria Cahyaningtya Arum; Reny Tri Febriani; Puguh Raharjo
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.465

Abstract

Kecemasan merupakan faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis lansia, termasuk peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan kejadian hipertensi pada lansia di Rumah Sakit Ben Mari Malang. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan potong lintang pada 60 lansia dengan diagnosis hipertensi yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety, sedangkan derajat hipertensi ditentukan berdasarkan klasifikasi tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan berat (65,0%) dan berada pada kategori hipertensi derajat 2 (55,0%). Lansia dengan kecemasan berat lebih banyak ditemukan pada kelompok hipertensi derajat 2 (55,0%) dibandingkan kategori lainnya. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kejadian hipertensi pada lansia (p < 0,001) dengan kekuatan hubungan yang tinggi (r = 0,838). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan berhubungan dengan derajat hipertensi pada lansia, sehingga pengelolaan aspek psikologis perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi pada populasi lanjut usia. Anxiety is a psychological factor that may influence physiological conditions in older adults, including elevated blood pressure. This study aimed to analyze the relationship between anxiety levels and the occurrence of hypertension among older adults at Ben Mari Hospital, Malang. A correlational study with a cross-sectional design was conducted among 60 older adults diagnosed with hypertension, selected using accidental sampling. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Rating Scale for Anxiety, while the degree of hypertension was determined based on blood pressure classification. The results showed that the majority of respondents experienced severe anxiety (65.0%) and were classified as having stage 2 hypertension (55.0%). Older adults with severe anxiety were more frequently found in the stage 2 hypertension group compared with other categories. Bivariate analysis demonstrated a statistically significant association between anxiety levels and the occurrence of hypertension among older adults (p < 0.001), with a high correlation coefficient (r = 0.838). These findings indicate that anxiety levels are associated with the degree of hypertension in older adults, suggesting that psychological factors should be considered as part of comprehensive hypertension management in the elderly population.
Hubungan sikap dan kepatuhan perawat terhadap penggunaan alat pelindung diri di instalasi rawat inap rumah sakit swasta di Malang: The relationship between nurses’ attitudes and compliance with the use of personal protective equipment in the inpatient unit of a private hospital in Malang Windi Astuti; Puguh Raharjo; Sismala Harningtyas
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.468

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan komponen penting dalam pencegahan infeksi di rumah sakit, khususnya pada perawat yang memiliki risiko tinggi terpapar agen infeksius. Kepatuhan perawat dalam menggunakan APD dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap perawat dengan kepatuhan penggunaan APD di instalasi rawat inap sebuah rumah sakit swasta di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sikap dan lembar observasi kepatuhan penggunaan APD, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki sikap positif terhadap penggunaan APD (91,7%) dan tingkat kepatuhan yang baik (75,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap perawat dan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,002; r = 0,534), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap perawat berhubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan APD. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari manajemen rumah sakit untuk memperkuat sikap positif perawat melalui edukasi, supervisi, dan penyediaan APD yang memadai guna meningkatkan keselamatan kerja dan mutu pelayanan keperawatan. The use of personal protective equipment (PPE) is a crucial component in infection prevention in hospitals, particularly for nurses who are at high risk of exposure to infectious agents. Nurses’ compliance with PPE use is influenced by various factors, one of which is attitude. This study aimed to analyze the relationship between nurses’ attitudes and compliance with PPE use in the inpatient wards of a private hospital in Malang. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 36 nurses selected using a total sampling technique. Data were collected through an attitude questionnaire and an observation checklist for PPE compliance, and analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most nurses had a positive attitude toward PPE use (91.7%) and demonstrated good compliance (75.0%). Statistical analysis revealed a significant relationship between nurses’ attitudes and PPE compliance (p = 0.002; r = 0.534), indicating a moderate positive correlation. This study concludes that nurses’ attitudes are significantly associated with PPE compliance. Therefore, continuous efforts by hospital management are needed to strengthen positive attitudes through education, supervision, and adequate PPE provision to improve occupational safety and the quality of nursing care
Hubungan self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi: The relationship between self-management and blood pressure in hypertension patients Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Diyah Astuti Nurfa'izah
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.470

Abstract

Self-management merupakan komponen penting dalam pengelolaan hipertensi untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-management dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2025 di tiga puskesmas di Kota Jayapura dengan jumlah sampel 80 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Self-management diukur menggunakan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) yang telah tervalidasi, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management kategori baik (47,5%), dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dominan pada kategori hipertensi derajat I (masing-masing 42,5% dan 38,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-management dan tekanan darah pada pasien hipertensi (p = 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-management berhubungan dengan tingkat tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga penguatan self-management melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan perlu dilakukan untuk mendukung pengendalian tekanan darah secara optimal. Self-management is a crucial component in hypertension management to maintain controlled blood pressure and prevent complications. This study aimed to analyze the relationship between self-management and blood pressure among hypertensive patients in Jayapura City. This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. The research was conducted from May to July 2025 at three community health centers in Jayapura City, involving 80 respondents selected using accidental sampling. Self-management was measured using the validated Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), while blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents had good self-management (47.5%), with systolic and diastolic blood pressure predominantly classified as stage I hypertension (42.5% and 38.8%, respectively). Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between self-management and blood pressure among hypertensive patients (p = 0.001). Self-management is significantly associated with blood pressure levels in hypertensive patients, highlighting the need for strengthening self-management through continuous education and support to achieve optimal blood pressure control.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA PENELITIAN HOSPITAL DISASTER PLAN: BIBLIOMETRIC ANALYSIS OF HOSPITAL DISASTER PLAN RESEARCH Ryryn Suryaman Prana Putra; Reski Dewi Pratiwi
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i2.475

Abstract

Bencana alam yang terjadi di seluruh dunia antara 2020 hingga 2024 menunjukkan peningkatan frekuensi dan intensitas, yang menyoroti pentingnya kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian terkait hospital disaster plan (HDP) melalui metode bibliometrik menggunakan data dari Scopus, yang mencakup publikasi yang diterbitkan antara 1 Januari 2013 hingga 31 Desember 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik kuantitatif, yang melibatkan pemilihan kata kunci spesifik "hospital disaster plan" untuk mengekstraksi jurnal yang relevan. Analisis ini mencakup evaluasi jumlah publikasi per tahun, distribusi penulis, afiliasi institusi, pemetaan kata kunci, serta identifikasi cluster utama penelitian untuk mengidentifikasi tren penelitian yang ada. Analisis menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel dan VOSviewer. Hasil menemukan sebanyak 40 artikel terkait kata kunci dalam kurun waktu dari 1 Januari 2013 hingga 31 Desember 2023. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi yang signifikan, dengan disaster planning dan hospital and disaster medicine sebagai dua kluster utama yang dominan. Hasil review mengungkapkan bahwa meskipun banyak rumah sakit telah mengembangkan rencana penanggulangan bencana, penerapan HDP yang efektif masih menghadapi tantangan, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan sumber daya. Pemetaan kata kunci mengidentifikasi hubungan antar topik yang saling terkait, menunjukkan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan HDP. Natural disasters occurring worldwide between 2020 and 2024 have shown a significant increase in both frequency and intensity, highlighting the importance of hospital preparedness in disaster response. This study aims to analyze the research trends related to the Hospital Disaster Plan (HDP) through bibliometric analysis using data from Scopus, covering publications published between January 1, 2013, and December 31, 2023. The methodology used in this study is quantitative bibliometric analysis, involving the selection of the specific keyword "Hospital Disaster Plan" to extract relevant journals. The analysis includes evaluating the number of publications per year, distribution of authors, institutional affiliations, keyword mapping, and identification of major research clusters to identify existing research trends. The analysis was conducted using Microsoft Office Excel and VOSviewer software. The results identified 40 articles related to the keyword within the period from January 1, 2013, to December 31, 2023. The findings indicate a significant increase in the number of publications, with disaster planning and hospital and disaster medicine as the two dominant research clusters. This study reveals that, despite the development of disaster plans in many hospitals, the effective implementation of HDP still faces challenges, particularly in developing countries with limited resources. The keyword mapping identifies the interrelationship between topics, demonstrating the importance of a multidisciplinary approach in HDP development.
Hubungan dukungan sosial dan stres ibu hamil usia dini di Puskesmas Totoli Kabupaten Majene: Social support and stress among adolesscent pregnant in Totoli public health center, Majene Regency Immawanti; Pattola; Imron Yamana; Wahida Munir; Lusiana
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.476

Abstract

Stres pada ibu hamil usia dini merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun sering disertai dengan ketidaksiapan fisik, psikologis, dan sosial sehingga meningkatkan risiko stres selama kehamilan. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tingkat stres pada ibu hamil usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan tingkat stres pada ibu hamil usia dini di wilayah kerja Puskesmas Totoli, Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 ibu hamil usia <20 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner multidimensional scale of perceived social support (MSPSS) dan Perceived Stress Scale (PSS), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial tinggi (63,2%) dan tingkat stres rendah (75,4%). Proporsi stres tinggi lebih banyak ditemukan pada ibu dengan dukungan sosial rendah dibandingkan ibu dengan dukungan sosial tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dan tingkat stres pada ibu hamil usia dini (p < 0,001). Penguatan dukungan keluarga dan lingkungan sosial penting dalam upaya pencegahan stres prenatal. Stress among adolescent pregnant women is a health concern that can negatively affect the well-being of both the mother and the fetus. Pregnancy at an age younger than 20 years is often accompanied by physical, psychological, and social unpreparedness, thereby increasing the risk of stress during pregnancy. Social support plays a protective role in reducing stress levels among adolescent pregnant women. This study aimed to analyze the relationship between social support and stress levels among adolescent pregnant women in the working area of Totoli Public Health Center, Majene Regency. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 57 pregnant women aged <20 years selected using a total sampling technique. Data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) and the Perceived Stress Scale (PSS), and analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had high social support (63.2%) and low stress levels (75.4%). High stress levels were more frequently found among mothers with low social support compared to those with high social support. Bivariate analysis indicated a significant relationship between social support and stress levels among adolescent pregnant women (p < 0.001). Strengthening family and social support is therefore important in preventing prenatal stress.
Hubungan peran ayah dengan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan: The relationship between paternal roles and stunting among children aged 12–36 months Risma Safira S; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Ririn Muthia Zukhra
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.478

Abstract

Stunting pada anak merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi, tetapi juga oleh pola pengasuhan dalam keluarga, termasuk keterlibatan ayah. Peran ayah dalam pemenuhan gizi, pengasuhan, dan pemantauan kesehatan anak berpotensi memengaruhi status gizi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran ayah dan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 108 anak usia 12–36 bulan yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Peran ayah diukur menggunakan kuesioner keterlibatan ayah, sedangkan status gizi anak dinilai berdasarkan indikator tinggi badan menurut usia (TB/U) sesuai standar WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (78,7%) dan mayoritas ayah memiliki peran yang baik dalam pengasuhan (91,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan (p = 0,003), di mana keterlibatan ayah yang baik berkaitan dengan risiko stunting yang lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelibatan ayah dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Stunting in children is a chronic nutritional problem influenced not only by inadequate nutrient intake but also by family caregiving practices, including paternal involvement. Fathers’ roles in nutritional provision, caregiving, and health monitoring may affect the nutritional status of young children. This study aimed to analyze the relationship between paternal roles and the incidence of stunting among children aged 12–36 months in the working area of Lima Puluh Subdistrict Primary Health Center, Pekanbaru City. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 108 children aged 12–36 months selected using a cluster random sampling technique. Paternal roles were measured using a father involvement questionnaire, while children’s nutritional status was assessed based on height-for-age (H/A) indicators according to WHO standards. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most children had normal nutritional status (78.7%) and the majority of fathers demonstrated good involvement in caregiving (91.7%). A significant relationship was found between paternal roles and the incidence of stunting among children aged 12–36 months (p = 0.003), where good paternal involvement was associated with a lower risk of stunting. These findings highlight the importance of engaging fathers in family-based stunting prevention efforts, particularly during the first 1,000 days of life.
Hubungan kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Simpang IV Sipin: The relationship between medication adherence and physical activity with the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients at Puskesmas Simpang IV Sipin Raja Dini Amanda; Dini Rudini; Yulia Indah Permata Sari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.479

Abstract

Kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2 yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 103 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner MARS-10, aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan kualitas hidup menggunakan Diabetes Quality of Life (DQOL). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat kategori tinggi, aktivitas fisik kategori sedang, dan kualitas hidup kategori baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p < 0,001; r = 0,65) serta antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p < 0,001; r = 0,75). Diperlukan upaya peningkatan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan penyakit secara optimal. Medication adherence and physical activity are important components in the management of type 2 diabetes mellitus that influence patients’ quality of life. This study aimed to analyze the relationship between medication adherence and physical activity with the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus at Simpang IV Sipin Primary Health Center, Jambi City. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 103 patients with type 2 diabetes mellitus selected using a purposive sampling technique. Medication adherence was measured using the MARS-10 questionnaire, physical activity was assessed using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), and quality of life was measured using the Diabetes Quality of Life (DQOL) instrument. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents had high medication adherence, moderate levels of physical activity, and good quality of life. There was a positive and significant relationship between medication adherence and quality of life (p < 0.001; r = 0.65), as well as between physical activity and quality of life (p < 0.001; r = 0.75). Continuous educational and supportive interventions are needed to promote optimal disease management.
Hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami ibu primipara dengan pemberian ASI di Puskesmas Pakuan Baru : Knowledge, attitudes, and support of husbands in relation to breastfeeding among primiparous mothers in the Pakuan Baru Health Center Lewina Munte; Sri Mulyani; Yulia Indah Permata Sari; Meinarisa; Muthia Mutmainnah
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.481

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal, dan ibu primipara merupakan kelompok yang rentan mengalami kegagalan menyusui akibat keterbatasan pengalaman serta dukungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan pemberian ASI pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru, Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 ibu primipara yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, infant feeding attitude scale (IIFAS) untuk sikap, kuesioner dukungan suami, serta kuesioner pemberian ASI eksklusif, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (50,0%), sikap positif (54,8%), dukungan suami yang mendukung (64,3%), dan memberikan ASI secara eksklusif (69,0%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pemberian ASI (p = 0,073), sedangkan sikap (p = 0,045; r = 0,312) dan dukungan suami (p = 0,032; r = 0,332) berhubungan signifikan dengan pemberian ASI. Intervensi peningkatan ASI eksklusif perlu difokuskan pada penguatan sikap positif ibu dan keterlibatan suami melalui pendekatan berbasis keluarga. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia remains suboptimal, and primiparous mothers are a vulnerable group for breastfeeding failure due to limited experience and support. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and husband’s support with breastfeeding practices among primiparous mothers in the working area of Pakuan Baru Primary Health Center, Jambi City. This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 42 primiparous mothers selected using a total sampling technique. Data were collected using a knowledge questionnaire, the Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS) to assess attitudes, a husband’s support questionnaire, and an exclusive breastfeeding questionnaire, and were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents had good knowledge (50.0%), positive attitudes (54.8%), supportive husbands (64.3%), and practiced exclusive breastfeeding (69.0%). Bivariate analysis revealed no significant relationship between knowledge and breastfeeding practices (p = 0.073), while attitudes (p = 0.045; r = 0.312) and husband’s support (p = 0.032; r = 0.332) were significantly associated with breastfeeding practices. Interventions to improve exclusive breastfeeding should therefore focus on strengthening positive maternal attitudes and increasing husband involvement through family-based approaches.
Pengaruh ekstrak etanol buah merah terhadap ekspresi VCAM-1, kadar IL-10, dan kelangsungan hidup mencit Swiss yang diinfeksi Plasmodium berghei ANKA: The effect of red fruit (Pandanus conoideus Lam.) ethanol extract on VCAM-1 expression, IL-10 levels, and survival of Swiss mice infected with Plasmodium berghei ANKA Zeth Roberth Felle; Demianus Tafor; Korinus Suweni
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.482

Abstract

Malaria berat, termasuk cerebral malaria, masih menjadi penyebab kematian utama di Papua yang menyumbang 89% kasus malaria nasional pada tahun 2022. Ekspresi Vascular Cell Adhesion Molecule-1 (VCAM-1) pada endotel mikrovaskular dan kadar sitokin antiinflamasi IL-10 merupakan dua parameter imunologis yang relevan dalam patogenesis malaria berat. Buah merah (Pandanus conoideus Lam.), tanaman endemik Papua dengan kandungan antioksidan tinggi, dilaporkan memiliki aktivitas imunomodulator pada model infeksi malaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol buah merah (EBM) terhadap ekspresi VCAM-1, kadar IL-10, dan kemampuan bertahan hidup mencit Swiss yang diinfeksi Plasmodium berghei ANKA, dengan membandingkan efek pemberian EBM sebelum dan setelah infeksi. Penelitian ini merupakan controlled laboratory experiment dengan rancangan post-test only control group design secara in vivo, menggunakan 60 ekor mencit jantan galur Swiss yang dialokasikan secara acak ke dalam empat kelompok: K1 (EBM sebelum infeksi), K2 (EBM setelah infeksi), K3 (kontrol negatif), dan K4 (klorokuin + EBM). Ekspresi VCAM-1 diukur menggunakan imunohistokimia dan kadar IL-10 menggunakan Sandwich ELISA pada D3, D6, dan D9 pascainfeksi; analisis statistik menggunakan ANOVA satu arah dan uji Tukey HSD. K2 menunjukkan nilai OD VCAM-1 lebih rendah dari K3 pada D3 dan D6 (p < 0,05), kadar IL-10 yang lebih tinggi secara bermakna sejak D3 (p = 0,0005), serta kematian paling lambat dan paling sedikit. K1 menunjukkan ekspresi VCAM-1 tertinggi dan kematian paling awal. Pemberian EBM setelah infeksi berkaitan dengan profil imunologis yang lebih menguntungkan dibandingkan pemberian sebelum infeksi pada model ini. Severe malaria, including cerebral malaria, remains a leading cause of death in Papua, which accounted for 89% of national malaria cases in 2022. Vascular Cell Adhesion Molecule-1 (VCAM-1) expression on microvascular endothelium and the anti-inflammatory cytokine IL-10 are two immunological parameters relevant to severe malaria pathogenesis. Red fruit (Pandanus conoideus Lam.), a plant endemic to Papua with high antioxidant content, has been reported to exhibit immunomodulatory activity in malaria infection models. This study aimed to determine the effect of red fruit ethanol extract (EBM) on VCAM-1 expression, IL-10 levels, and survival of Swiss mice infected with Plasmodium berghei ANKA, comparing the effects of pre- versus post-infection administration. A controlled laboratory experiment with a post-test only control group design was conducted in vivo using 60 male Swiss mice randomly allocated into four groups: K1 (EBM before infection), K2 (EBM after infection), K3 (negative control), and K4 (chloroquine + EBM). VCAM-1 expression was measured by immunohistochemistry and IL-10 levels by Sandwich ELISA on days 3, 6, and 9 post-infection; statistical analysis used one-way ANOVA and Tukey HSD. K2 showed lower VCAM-1 OD values than K3 on days 3 and 6 (p < 0.05), significantly higher IL-10 levels from day 3 (p = 0.0005), and the latest and fewest deaths. K1 showed the highest VCAM-1 expression and earliest mortality. Post-infection EBM administration was associated with a more favorable immunological profile compared to pre-infection administration in this model.