cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN JUMLAH TRANSFUSI DENGAN KADAR TSH PADA THALASSEMIA Frederica Vania Agustina Hutahaen; Meita Hendrianingtyas
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18573

Abstract

Latar Belakang:Thalassemia adalah penyakit kelainan darah herediter dimana terjadi penurunan kadar Hb dan lisis eritrosit yang mengakibatkan anemia, sehingga penderita thalassemia membutuhkan transfusi berulang. Transfusi darah dapat menyebabkan iron overload yang dapat berujung pada komplikasi endokrin, salah satunya disfungsi tiroid terutama hipotiroidisme. Kadar TSH merupakan indikator yang sensitif untuk screening hipotiroid.Tujuan:Menganalisis hubungan antara jumlah transfusi darah dengan kadar TSH pada pasien thalassemia.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Sampel adalah serum darah 40 pasien thalassemia yang rutin menerima transfusi di PMI Semarang. Pemeriksaan kadar TSH serumdilakukan dengan TSH EIA Kit. Data jumlah transfusi dari awal diagnosis sampai penelitian ini dilakukan didapatkan melalui anamnesis. Hubungan antara jumlah transfusi dengan kadar TSH kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman.Hasil:Kadar TSH normal pada 30 subjek (75%) dan meningkat pada 10 subjects (25%). Rerata kadar TSH dari seluruh subjek adalah 5,52±5,39µU/mL sedangkan rerata jumlah transfusi adalah 147±97,77 kali. Kemudian hipotesis diuji menggunakan uji Spearman. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna diantara jumlah transfusi dengan kadar TSH (p=0,851).Kesimpulan:Tidak didapatkan hubungan antara jumlah transfusi dengan kadar TSH pada pasien thalassemia.
KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH SEBELUM DAN SESUDAH KAMPANYE PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA BIJAK DI SEBUAH RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI INDONESIA Catharina Catharina; V. Rizke Ciptaningtyas; Winarto Winarto; Endang Sri Lestari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.856 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25488

Abstract

Latar belakang : Penggunaan antibiotik yang tidak bijak merupakan penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik. Kampanye penggunaan antibiotik secara bijak merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik di kalangan tenaga medis. Tujuan : Mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik pada pasien kasus bedah di sebuah Rumah Sakit Pendidikan di Pulau Jawa (RS. A) sebelum dan sesudah kampanye penggunaan antibiotik secara bijak. Metode :  Penelitian merupakan quasy experimental one group pre-test and post-test dengan 68 sampel berupa catatan medik pasien kasus bedah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di RS. A. Data yang dibutuhkan untuk menilai kualitas penggunaan antibiotik didapat dari catatan medik, kemudian dilakukan review oleh Tim PPRA RS. A untuk menentukan kategori kualitas penggunaan antibiotik menurut Van der Meer dan Gyssens. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil : Penggunaan antibiotik bijak sebelum dan sesudah kampanye pada pasien kasus bedah di RS. A sebesar 8.7% dan 14%. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak sebelum dan sesudah kampanye adalah sebesar 91.3% dan 86%. Terdapat peningkatan penggunaan antibiotik bijak, namun tidak signifikan. Kesimpulan : Kualitas penggunaan antibiotik pada pasien kasus bedah di RS. A setelah kampanye penggunaan antibiotik mengalami peningkatan, namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan.Kata kunci : Kualitas Penggunaan Antibiotik, Pasien Bedah, Kriteria Van der Meer & Gyssen
PENGARUH PEMBERIAN DARK CHOCOLATE TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA MENCIT BALB/C JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Arinta Retno Anggi; Eka Chandra Herlina
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.292 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14243

Abstract

Latar belakang : Asap rokok merupakan senyawa radikal bebas yang dapat menyebabkan keadaan patologis pada tubuh, salah satunya dapat memberikan gangguan pada jumlah spermatozoa. Dark chocolate adalah salah satu makanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, kandungan flavonoidnya yang berfungsi sebagai antioksidan mampu menurunkan jumlah rantai radikal bebas pada oksidasi lipid.Tujuan : Membuktikan pemberian dark chocolate dengan dosis bertingkat dapat mempengaruhi jumlah spermatozoa pada mencit Balb/c jantan yang dipapar asap rokok.Metode : Penelitian ini menggunakan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 40 mencit Balb/c jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok K(-) adalah kelompok tanpa perlakuan. Kelompok K(+) hanya diberi paparan asap rokok. Kelompok P1 dipapar asap rokok dan diberi dark chocolate dosis 0,05 gram/hari. Kelompok P2 dipapar asap rokok dan diberi dark chocolate dosis 0,1 gram/hari. Kelompok P3 dipapar asap rokok dan diberi dark chocolate dosis 0,2 gram/hari. Perlakuan selama 28 hari, pada hari ke-29 semua mencit diterminasi dan diperiksa jumlah spermatozoanya.Hasil : Rerata jumlah spermatozoa adalah: Kelompok K(-)=22,9; Kelompok K(+)=4; Kelompok P1=11,5; Kelompok P2=19,6; Kelompok P3=20,6. Uji Oneway ANOVA didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok tersebut. Uji Post-Hoc didapatkan perbedaan bermakna antara K(-) dengan K(+), K(-) dengan P1, K(+) dengan P1, K(+) dengan P2, K(+) dengan P3, P1 dengan P2, dan P1 dengan P3.Kesimpulan : Pemberian dark chocolate dengan dosis 0,05 gram setiap hari selama 28 hari dapat meningkatkan jumlah spermatozoa pada Mencit Balb/c jantan yang dipapar asap rokok secara signifikan.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS, PERILAKU MEROKOK DAN ASUPAN ENERGI PADA MAHASISWA Rhory Defie; Enny Probosari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.26 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20694

Abstract

Latar Belakang Stress merupakan kondisi yang dialami oleh semua orang, termasuk mahasiswa. Stress merupakan salah satu alasan seseorang merokok. Perilaku merokok dan tingkat stress dapat menyebabkan asupan makanan berkurang, sehingga asupan energi juga berkurang.Tujuan Mengetahui faktor yang berpengaruh dengan asupan energi, mengetahui hubungan perilaku merokok terhadap asupan energi, mengetahui hubungan tingkat stress terhadap asupan energi dan mengetahui hubungan perilaku merokok dengan tingkat stress.Metode Observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas DiponegoroHasil Didapatkan hasil yang signifikan antara perilaku merokok terhadap asupan energi dengan p yaitu p=0,031. Sedangkan tingkat stress terhadap asupan energi tidak mendapatkan hasil yang signifikan dengan p yaitu p=0,120 dan tingkat stress terhadap perilaku merokok juga tidak mendapatkan hasil yang signifikan dengan p yaitu p=0,418.Kesimpulan Perilaku merokok mempengaruhi asupan energi pada mahasiswa yaitu seiring meningkatnya perilaku merokok maka asupan energi pada mahasiswa juga akan meningkat. Sedangkan tingkat stress tidak mempengaruhi asupan energi dan perilaku merokok.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SITUS JEJARING SOSIAL DENGAN DEPRESI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Stefani Pramudita Jaya; Natalia Dewi Wardani; Innawati Jusup
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.463 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15963

Abstract

Latar belakang: Situs jejaring sosial telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari termasuk mahasiswa tingkat akhir. Penggunaan situs jejaring sosial dapat memberikan dampak positif dan negatif. Beberapa studi terakhir menemukan bahwa penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Penelitian ini menganalisis hubungan intensitas penggunaan situs jejaring sosial dengan tingkat depresi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan situs jejaring sosial dengan tingkat depresi pada mahasiswa tingkat akhir.Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional dilakukan pada 211 mahasiswa/i tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Responden diberi informed consent, mengisi kuesioner demografi, Social Networking Time Use Scale (SONTUS), dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisis hubungan dilakukan dengan uji korelasi Cramer’s V dan Spearman.Hasil: Sebanyak 35,1% responden menggunakan situs jejaring sosial dengan intensitas rendah, 46,9% intensitas sedang, 17,1% intensitas tinggi, dan 0,9% intensitas sangat tinggi. Sebanyak 83,9% tidak mengalami depresi, 10,4% mengalami depresi ringan, 4,3% depresi sedang, 1,4% depresi berat. Korelasi positif signifikan ditemukan antara intensitas penggunaan situs jejaring sosial dengan tingkat depresi (p<0,001, rs=0,367), jenis kelamin (p<0,05, φc=0,242), dan jumlah uang saku per bulan (p<0,05, rs=0,118), serta antara jumlah uang saku per bulan dengan tingkat depresi (p<0,001, rs=0,227). Tidak ada hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan prestasi akademik dengan intensitas penggunaan situs jejaring sosial serta antara jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan prestasi akademik dengan tingkat depresi.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan situs jejaring sosial dengan tingkat depresi pada mahasiswa tingkat akhir.
HUBUNGAN ANTARA NILAI BONE MINERAL DENSITY DENGAN SKOR KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Hernanda Haudzan Hakim; Lusiana Batubara; Faizah Fulyani
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.618 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23331

Abstract

Latar belakang : Seiring dengan bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan nilai bone mineral density, sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan. Keluhan yang ditimbulkan antara lain adalah perubahan bentuk tubuh, nyeri kronik dan patah tulang. Keluhan-keluhan tersebut dapat mempengaruhi aktivitas lansia sehari-hari terutama pada aspek fisik, psikologis, sosial dan lingkungan, sehingga diperkirakan penurunan nilai bone mineral density ini juga akan berdampak pada kualitas hidup lansia. Tujuan : Mengetahui hubungan antara nilai bone mineral density dengan skor kualitas hidup pada lansia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Sampel dalam penelitian ini adalah 42 lansia wanita di berbagai posyandu lansia di Kota Semarang seperti Posyandu Lansia Cinde, Posyandu Lansia Tegalsari, Posyandu Lansia Mahoni, Posyandu Lansia Genuk, dan Posyandu Lansia Dewi Sartika. Pengambilan data bone mineral density dilakukan di Rumah Sakit Telogorejo Kota Semarang dengan menggunakan alat bone densitometry, sedangkan penilaian terhadap skor kualitas hidup dilakukan dengan menggunakan kuesinoer WHOQOL. Penelitian dilakukan selama periode Juni-September 2018. Hubungan antara bone mineral density dengan kualitas hidup diteliti dengan menggunakan analisis bivariat. Hasil : Rerata nilai bone mineral density pada lansia adalah 0,907±0,15 g/cm2 dan rerata skor kualitas hidup total adalah 294,79±43,60. Uji Shapiro-Wilk menunjukan sebaran data yang normal, sehingga dilakukan analisis korelasi menggunakan uji pearson. Hasil analisis menunjukan tidak terdapat korelasi bermakna (p>0,05) antara nilai bone mineral density dengan skor kualitas hidup pada lansia. Simpulan : Tidak ada hubungan antara nilai bone mineral density dengan kualitas hidup lansia secara keseluruhanKata kunci : Bone Mineral Density, Kualitas Hidup, WHOQOL.
UJI EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO Noor Jaipah; Indah Saraswati; Rebriarina Hapsari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.873 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18605

Abstract

Latar Belakang : Resistensi antibiotik terhadap Escherichia coli mulai meningkat karena menurunnya efektivitas obat antibakteri, sehingga perlu antibakteri alternatif. Penelitian ini menguji efek antibakteri biji pepaya. Senyawa alami ekstrak biji pepaya ini diharapkan mampu mengatasi resistensi antibiotik.Tujuan : Menguji efektivitas antimikroba ekstrak biji pepaya terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro.Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan post test only control group design. Jumlah sampel 35 media MHA yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan. Lima kelompok diantaranya diberikan ekstrak biji pepaya dengan konsentrasi berturut 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, 1 kelompok berupa media MHA dan suspensi Escherichia coli (kontrol positif), dan 1 kelompok lain berupa media MHA ditambah ekstrak biji pepaya konsentrasi 50% (kontrol negatif), dilanjutkan dengan menanam Escherichia coli 1x104 CFU. Sampel diinkubasi selama 18-24 jam pada suhu 37oC. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-wallis dilanjutkan uji post hoc Mann-whitney.Hasil : Pertumbuhan Escherichia coli  didapatkan pada kelompok 10%, 20% dan kontrol positif dan tidak didapatkan pada kelompok 30%, 40%, 50% dan kontrol negatif. Uji Kruskal-wallis dilanjutkan dengan Mann-whitney menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,003) antara kelompok 10%, 20% dan kontrol positif dengan kelompok 30%, 40%, 50% dan kontrol negatif.Kesimpulan : Ekstrak biji pepaya knsentrasi 30%, 40%, dan 50% memiliki efektivitas antimikroba terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro.
PERBEDAAN PENGLIAHATAN STEREOSKOPIS PADA PENDERITA MIOPIA RINGAN, SEDANG, DAN BERAT Farid Setiawan; Paramastri Arintawati; Fanti Saktini
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.467 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14427

Abstract

Latar belakang : Stereoskopis adalah tingkat tertinggi dari penglihatan binokuler. Gangguan dari penglihatan stereoskopis dapat menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan stereoskopis adalah kelainan refraksi. Miopia merupakan salah satu kelainan refraksi yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan diperkirakan dapat mempengaruhi penglihatan stereoskopis.Tujuan : Mengetahui apakah terdapat perbedaan penglihatan stereoskopis pada penderita miopia ringan, sedang, dan berat.Metode : Desain penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional dan dilaksanakan di klinik Instalasi Rawat Jalan Bagian Ilmu Kesehatan Mata RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Maret 2016 hingga Mei 2016. Subjek penelitian adalah penderita miopia ringan (n=16), miopia sedang (n=16), dan miopia berat (n=16). Penglihatan stereoskopis dinilai dengan menggunakan TNO stereotest dengan visus terbaik. Uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney.Hasil : Uji Kruskal-Wallis menunjukan terdapat perbedaan penglihatan stereoskopis yang bermakna antara penderita miopia ringan, sedang, dan berat. Penglihatan stereoskopis pada miopia sedang adalah 90 (60-480) detik busur, lebih buruk secara bermakna dibanding miopia ringan 60 (60-120) detik busur (p=0,006). Penglihatan stereoskopis pada miopia berat 120 (60-240) detik busur, juga lebih buruk secara bermakna dibanding miopia ringan (p=0,002). Tidak terdapat perbedaan penglihatan stereoskopis yang bermakna antara miopia sedang dan miopia berat (p=0,838).Kesimpulan : Terdapat perbedaan penglihatan stereoskopis yang bermakna antara penderita miopia ringan terhadap miopia sedang, dan miopia berat. Penglihatan stereoskopis pada miopia sedang dan berat lebih buruk secara bermakna dibanding miopia ringan.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN GEJALA DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN (STUDI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT AKHIR YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM MODUL TERINTEGRASI) Rirra Hayuning Handikasari; Innawati Jusuf; Andrew Johan
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.682 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20790

Abstract

Latar Belakang Survei di Indonesia menyatakan 97,4% masyarakat menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial memberikan dampak positif seperti membantu menjalin komunikasi dan mencari informasi tentang ilmu dan pendidikan. Penggunaan media sosial dapat dinilai intensitasnya melalui frekuensi dan durasi penggunaan menggunakan instrumen Social Networking Time Use Scale (SONTUS). Studi meta-analisis tahun 2016 menyatakan terdapat 20-30% mahasiswa kedokteran memiliki gejala depresi. Gejala depresi dapat diskrining menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Penelitian ini menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan derajat gejala depresi pada mahasiswa kedokteran.Tujuan Mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan derajat gejala depresi pada mahasiswa kedokteran.Metode Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dilakukan pada 207 mahasiswa/i tingkat akhir kurikulum modul terintegrasi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Instrumen yang digunakan: SONTUS dan BDI-II. Analisis data dengan uji korelasi Chi-Square dan Spearman.Hasil Responden sebesar 29,5% menggunakan media sosial dengan intensitas rendah, 45,4% intensitas rata-rata, 21,7% intensitas tinggi, dan 3,4% intensitas sangat tinggi. Akun media sosial yang paling banyak dimiliki responden yaitu Line (95,7%), Instagram (95,2%), dan Facebook (87,9%). Responden yang memiliki gejala depresi: 10,6% derajat ringan, 3,9% derajat sedang, dan 0,5% derajat berat. Korelasi positif signifikan ditemukan antara intensitas penggunaan media sosial dengan derajat gejala depresi (p<0,004, rs=0,199).Kesimpulan Intensitas penggunaan media sosial berhubungan dengan derajat gejala depresi pada mahasiswa kedokteran kurikulum modul terintegrasi.
PENGARUH PEMBERIAN MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN ODONTEKTOMI Shahumi Anun Petronowati; Gunawan Wibisono; Natalia Dewi Wardani
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.343 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i1.16244

Abstract

Latar belakang: Gigi impaksi merupakan gigi yang gagal erupsi secara utuh pada posisi yang seharusnya. Odontektomi merupakan tindakan pengangkatan gigi impaksi. Kecemasan sangat umum dialami oleh pasien saat kunjungan pasien ke dokter gigi. Penatalaksanaan kecemasan sendiri dapat dengan cara farmakologis dan non farmakologis. Musik merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk memicu relaksasi yang aman, murah, dan efektif. Dengan demikian dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pasien odontekomi.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pasien odontektomi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental klinis dengan non-randomized post test only control group design. Subjek sebanyak 32 dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kontrol dan perlakuan. Subjek diberi informed consent, mengisi data identitas subjek, pada kelompok perlakuan mengisi Zung Self-rating Anxiety Scale setelah mendengarkan musik klasik Mozart selama tindakan odontektomi berlangsung sedangkan pada kelompok kontrol tanpa mendengarkan musik. Analisis statistik menggunakan uji Saphiro Wilk.Hasil: Terdapat penurunan tingkat kecemasan pada kelompok perlakuan yang mendengarkan musik klasik Mozart, sedangkan kelompok kontrol tidak. Uji beda t tidak berpasangan antar kelompok menunjukan adanya perbedaan bermakna (p < 0,001).Simpulan: Terdapat pengaruh secara bermakna, tingkat kecemasan menurun pada kelompok perlakuan yang mendengarkan musik klasik Mozart.

Page 16 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue