cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIK PARASETAMOL PADA TIKUS WISTAR Faizurrahman Andi Kusuma; Endang Sri Sunarsih; Eva Annisaa
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.297 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14425

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan minyak goreng yang telah dipanaskan berulangkali banyak dilakukan di masyarakat untuk menekan pengeluaran biaya dalam memasak. Minyak goreng yang dipanaskan dan digunakan berulang akan membentuk suatu radikal bebas yang dapat menjenuhkan antioksidan endogen, yaitu gluthation. Parasetamol mempunyai efek analgesik dan antipiretik yang banyak digunakan masyarakat. Dalam metabolisme parasetamol, gluthation mempunyai peran yang penting.Tujuan : Mengetahui pengaruh minyak jelantah terhadap profil farmakokinetik parasetamol dalam darah tikus wistarMetode : True experimental dengan post test only control group design. Setelah diadaptasi dengan diet standar selama 7 hari, 14 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok K sebagai kelompok kontrol, dan kelompok P sebagai kelompok perlakuan. Kelompok K diberi diet standar dan kelompok P diberi diet minyak jelantah ad libitum selama 56 hari. Pada hari ke-57 semua tikus diberi parasetamol oral 12,5 mg/200gramBB. Pengambilan cuplikan darah dilakukan dari vena retroorbita pada menit ke-3, 5, 10, 20, 30, 40, 60, 90, 120, 180, 240, 300, dan 360. Kadar parasetamol dalam plasma diukur dengan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 242 nm.Hasil : Uji statistik dengan uji t tidak berpasangan menunjukkan perbedaan bermakna pada parameter Cl, Kel, t1/2e, Cmaks, AUC (p<0,05) dan menunjukkan perbedaan tidak bermakna pada parameter Ka,Vd, tmaks (p>0,05).Simpulan : Minyak jelantah dapat mempengaruhi profil farmakokinetik parasetamol dengan meningkatkan parameter t1/2e, Cmaks, AUC dan menurunkan parameter Cl, dan Kel.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN COTTON BUD DENGAN SERUMEN OBSTURAN Pivi Money Asri; Zulfikar Naftali; Dwi Marliyawati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.85 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20760

Abstract

Latar Belakang :  Sebagian besar masyarakat Indonesia membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Penggunaan benda asing pada liang telinga dapat mengganggu mekanisme self-cleaning berupa migrasi epithelial di liang telinga. Beberapa penelitan menyatakan penggunaan cotton bud berhubungan dengan kejadian serumen obsturan, namun penelitian-penelitian sebelumnya masih inkonsisten.Tujuan : Membuktikan hubungan kedalaman, frekuensi dan durasi penggunaan cotton bud dengan serumen obsturan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Penelitian ini melibatkan 69  sampel dewasa muda mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Diponegoro yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Data dikumpulkan dengan meggunakan kuisioner dan pemeriksaan fisik dengan otoscope. Analisis inferensial  menggunakan uji Fisher’s exact. Uji multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk mencari variabel dominan.Hasil : Analisis data menunjukan 14.5% sampel menderita serumen obsturan pada telinga kanan dan 8.7% sampel menderita serumen obsturan pada telinga kiri. Berdasarkan uji statistik didapatkan hubungan bermakna kedalaman penggunaan cotton bud  dengan serumen obsturan pada telinga kanan (p=0,012) dan telinga kiri (p=0,037). Terdapat hubungan bermakna frekuensi penggunaan cotton bud dengan serumen obsturan pada telinga kanan (p=0,001), namun tidak pada telinga kiri. Tidak terdapat hubungan bermakna durasi penggunaan cotton bud dengan serumen obsturan pada telinga kanan dan telinga kiri. Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna kedalaman dan frekuensi penggunaan cotton bud dengan serumen obsturan pada telinga kanan. Pada telinga kiri hanya variabel kedalaman yang memiliki hubungan bermakna dengan serumen obsturan.
PENGARUH PENDEKATAN BLENDED LEARNING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA NEGERI 9 SEMARANG TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL Ike Mega Puspita; Asih Budiastuti; Dodik Pramono
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.17 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i1.16242

Abstract

terkena infeksi  menular seksual, dilaporkan lebih dari 3 juta kasus  per  tahun. Masa remaja membutuhkan perhatian khusus dalam mencegah terjadinya infeksi menular seksual dan perlu adanya kesadaran tentang pencegahan dan penanganan untuk mengatasi kejadian infeksi menular seksual terutama pada remaja dengan cara memberikan pendidikan kesehatan Oleh karena itu, dengan berkembangnya teknologi, dikembangkan metode yang lebih efektif yaitu metode blended learning.Tujuan Membuktikan pengaruh pendekatan blended learning terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMA Negeri 9 Semarang tentang infeksi menular seksualMetode Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi-expeimental dengan rancangan pretest-posttest control group design.Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Semarang dengan mengambil 6 kelas yang berjumlah 210 subjek. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 2 kelasHasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap yang bermakna pada kelompok blended learning dan ceramah sebelum dan sesudah masing-masing diberikan penyuluhan dengan pendekatan blended learning dan ceramah (p=0,000) dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada kelompok kontrol untuk pengetahuan (p=0,152) dan sikap (p=0,315). Penelitian ini juga menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan ceramah untuk selisih pengetahuan (p=0,000) dan selisih sikap (p=0,001), terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan blended learning untuk selisih pengetahuan (p=0,000) dan selisih sikap (p=0,000), dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok ceramah dan blended learning untuk selisih pengetahuan (p=0,170). dan selisih sikap (p=0,527 ).Kesimpulan Terdapat pengaruh pendekatan blended learning terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMA Negeri 9 Semarang tentang infeksi menular seksual.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAN SERBUK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH Yola Eka Putri Kurniasari; Dwi Retnoningrum; Prasetyowati Subchan
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.092 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23400

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penderita diabetes melitus di seluruh dunia sangat tinggi dan cenderung meningkat setiap tahun termasuk di Indonesia. Penggunaan obat tradisional menjadi alternatif dan di rekomendasikan WHO mengingat obat-obat sintetik memiliki berbagai efek samping. Daun pepaya mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, komponenfenol, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid yang memiliki efek sebagai antidiabetes. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan serbuk daun pepaya terhadap kadar glukosa darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan post-test only control group design. Sampel adalah 15 ekor tikus wistar dibagi secara acak menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok pemberian ekstrak daun pepaya 200 mg/kgBB dan kelompok pemberian serbuk daun pepaya 200 mg/kgBB. Pemberian diberikan secara oral dengan sonde lambung sebanyak 1 kali sehari selama 14 hari. Hari ke 7 dan 14, dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan glukometer. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Kadar glukosa terendah pada pemberian ekstrak hari ke 14. Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dan serbuk daun pepaya pada hari ke 7 (p=0,009) dan antara kelompok kontrol dan esktrak serta kelompok ekstrak dan serbuk pada hari ke 14 (p=0.009). Simpulan: Terdapat penurunan glukosa yang bermakna pada pemberian ekstrak daun pepaya dengan dosis 200 mg/kgBB pada hari ke 7 dan 14,Kata Kunci: ekstrak daun pepaya, serbuk daun pepaya, flavonoid, alkaloid, kadar glukosa darah
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DENGAN KETOKONAZOL 2% SECARA IN VITRO Suci Guntari; Budhi Surastri; Helmia Farida
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.97 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18635

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Malassezia sp. Sering terjadi di daerah tropis karena kurangnya efektivitas obat antijamur, sehingga perlu antijamur alternatif. Penelitian ini menguji efek antijamur jahe merah. Senyawa alami ekstrak jahe merah ini diharapkan mampu mengatasi infeksi Malassezia sp..Tujuan  : Menguji efektivitas ekstrak jahe merah dibanding ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan Malassezia sp.Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan post test only control group design. Jumlah sampel 35 media MH yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Tiga kelompok diantaranya diberikan ekstrak jahe merah dengan konsentrasi berturut 83%, 90%, 95%, 1 kelompok berupa MH dengan ketokonazol 2% dan 1 kelompok berupa media MH tanpa substansi antijamur (kontrol positif), dilanjutkan dengan menanam Malassezia sp. 0,5 McFarland. Sampel diinkubasi selama 24-48 jam pada suhu 34o C. Analisis statistic menggunakan uji Kruskal- wallis dan dilanjutkan dengan uji post hoct Mann-whitney.Hasil : Pertumbuhan Malassezia sp. didapatkan pada kelompok kontrol positif dan tidak didapatkan pada kelompok yang mengandung ekstrak jahe merah dan ketokonazol.Uji Kruskal-wallis dilanjutkan dengan Mann-whitney menunjukkan perbedaan bermakna         (p= 0,000) antara kelompok kontrol positif dengan kelompok ekstrak jahe merah 83%,90%,dan 95% maupun kelompok ketokonazol 2% dan tidak ada perbedaan bermakna (p=1,000) diantara ekstrak jahe merah 83%, 90%, 95% dengan ketokonazol 2%.Kesimpulan : Ekstrak jahe merah memiliki efektivitas antijamur yang sama dengan ketokonazol 2%.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR TIKUS YANG TERPAPAR FLUFENAZIN DEKANOAT Jessica Yolanda Hadisusanto; Hermawan Istiadi; Widodo Sarjana AS
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.189 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14619

Abstract

Latar Belakang : Flufenazin dekanoat merupakan antipsikotik yang masih sering digunakan untuk mengobati penyakit skizofrenia, dimana jumlah penderitanya semakin meningkat setiap tahunnya. Obat injeksi ini diberikan secara kontinu untuk mengurangi gejala-gejala skizofren sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Namun, efek buruk flufenazin terhadap hepar juga tidak dapat diabaikan mengingat obat ini dipakai dalam waktu yang relatif lama. Ekstrak kulit manggis sebagai sumber antioksidan dapat mengurangi kerusakan hepar yang terjadi akibat metabolisme flufenazin dekanoat yang berlebihan.Tujuan : Mengidentifikasi efek pemberian ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap gambaran mikroskopis hepar tikus yang terpapar flufenazin dekanoat.Metode : Penelitian eksperimental murni dengan post test only control group design menggunakan 12 ekor tikus wistar jantan yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok K dan P. Kelompok K diberikan injeksi flufenazin dekanoat 2mg/kgbb/minggu. Kelompok P diberikan injeksi flufenazin dekanoat 2mg/kgbb/minggu dan ekstrak kulit manggis 120mg/hari.Perlakuan dilakukan selama 50 hari, lalu tikus diterminasi dan dilakukan pengamatan gambaran mikroskopis hepar tikus dengan kriteria Manja Roenigk.Hasil : Kelompok K menunjukkan sebagian besar hepar mengalami kerusakan berat yaitu nekrosis (45.8%), degenerasi hidropik (33.3%), dan degenerasi parenkimatosa (20.8%). Kelompok P menunjukkan sebagian besar hepatosit mengalami kerusakan ringan yaitu degenerasi parenkimatosa (55%), degenerasi hidropik (25%), normal (10%), dan nekrosis (10%). Uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara gambaran mikroskopis hepar tikus kelompok K dan P (p<0.05)Kesimpulan : Ekstrak kulit manggis memberikan efek protektif terhadap gambaran mikroskopis hepar tikus yang terpapar flufenazin dekanoat.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS ASETILKOLINESTERASE DARAH DENGAN FUNGSI MEMORI PADA PETANI KENTANG YANG TERPAPAR KRONIK PESTISIDA ORGANOFOSFAT DI DESA KEPAKISAN, BANJARNEGARA Irene Andriani Halim; Ainun Rahmasari Gumay; Yuriz Bakhtiar
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.247 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21275

Abstract

Latar Belakang : Sebagai negara agraris, angka penggunaan pestisida di Indonesia cenderung tinggi. Paparan kronik pestisida organosfosfat dapat menyebabkan gangguan fungsi memori, salah satu mekanismenya melalui inhibisi enzim asetilkolinesterase. Dari penelitian sebelumnya, fungsi memori yang terganggu dapat berupa memori spasial, memori visual, maupun memori jangka pendekTujuan : Mengetahui hubungan antara aktivitas asetilkolinesterase darah dengan fungsi memori, khususnya fungsi recall, pada petani yang terpapar kronik pestisida organofosfatMetode :Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang. Sampel adalah 33 petani kentang dengan paparan kronik pestisida organofosfat di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan data berupa data karakteristik, data aktivitas asetilkolinesterase darah, dan data fungsi memori mengguakan Memory Impairment Screen. Uji statistik menggunakan uji chi-square.Hasil : Dari 33 sampel , ditemukan 15 (45,5%) sampel mengalami keracunan ringan dan 18 (54,5%) sampel dalam kadar normal. Hasil pemeriksaan memori didapatkan  11 (33,3%) sampel dengan gangguan memori. Prevalensi kejadian gangguan memori lebih tinggi pada sampel yang mengalami keracunan ringan  dengan rasio prevalensi 3,18 (p=0.026)Simpulan : Terdapat hubungan bermakna antara aktivitas asetilkolinesterase darah dengan fungsi memori. Prevalensi kejadian gangguan memori lebih tinggi pada petani yang mengalami keracunan organofosfat.
UJI EFEKTIVITAS LARVISIDA REBUSAN DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI : STUDI PADA NILAI LC50, LT50, SERTA KECEPATAN KEMATIAN LARVA Alkhonsa Adibah; Edi Dharmana
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.661 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18539

Abstract

Latar Belakang Pengendalian hayati terhadap larva Aedes aegypti semakin banyak digunakan, salah satunya dengan daun sirih. Ekstrak daun sirih efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti tetapi pembuatannya cukup rumit untuk dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Penggunaan rebusan daun sirih sebagai larvisida belum pernah diteliti.Tujuan Membuktikan efektivitas larvisida rebusan daun sirih (Piper betle L.) terhadap larva Aedes aegypti.Metode Penelitian eksperimental menggunakan Post-Test Only Control Group Design. Jumlah sampel 700 ekor larva Aedes aegypti yang dibagi menjadi 7 kelompok dan diberi rebusan daun sirih dengan konsentrasi 0% untuk kelompok kontrol, dan konsentrasi 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, 1,6% untuk kelompok perlakuan. Tiap kelompok diulang empat kali. Jumlah larva yang mati diamati tiap 8 jam sampai 48 jam pengamatan. Uji statistik dilakukan analisis probit untuk menentukan nilai LC50 dan LT50. Dilakukan uji Kruskal-Wallis berulang dan uji korelasi Spearman dan Pearson.Hasil Nilai LC50 5,556% dan LT50 117,491 jam. Pada uji Kruskal-Wallis tidak terdapat perbedaan jumlah mortalitas larva yang bermakna antar kelompok penelitian. Pada uji korelasi antara konsentrasi dan jumlah mortalitas larva tidak didapatkan korelasi yang bermakna tetapi terdapat korelasi yang bermakna (p<0,05) pada jumlah mortalitas larva antar jam pengamatan hampir pada semua jam pengamatan. Tidak ada korelasi yang bermakna antara konsentrasi dan kecepatan kematian larva.Kesimpulan Meskipun memiliki nilai LC50 dan LT50, rebusan daun sirih belum dapat dikatakan efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DAN DISABILITAS AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN KUALITAS HIDUP : STUDI PADA PASIEN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL Nova Nasikhatussoraya; Ratih Vierda Octaviani; Hari Peni Julianti
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15561

Abstract

Latar Belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah yang umum dijumpai di masyarakat. Sebanyak 30-80% dari kasus NPB disebabkan karena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal. Penurunan kualitas hidup merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien NPB.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dan disabilitas aktivitas sehari-hari terhadap kualitas hidup pasien HNP lumbal.Metode : Penelitian ini menggunakan desain belah lintang dengan jumlah subjek sebanyak 25 pasien. Subjek tersebut dinilai dengan Visual Analogue Scale (VAS), Roland Morris Disability Questionnaire (RMDQ), dan kuesioner Short Form-36 (SF-36).Hasil : Rerata skor VAS adalah 5.84 ± 2.2, skor RMDQ adalah 13.88 ± 5.1, dan skor SF-36 total adalah 1512.2 ± 597.9. Korelasi negatif sangat kuat ditemukan antara intensitas nyeri dan kualitas hidup (r=-0.915, p=0.000) serta disabilitas dan kualitas hidup (r=-0.835, p=0.000). Intensitas nyeri berkorelasi secara signifikan dengan dimensi fungsi fisik (r=-0.823, p=0.000), fungsi peran akibat masalah fisik (r=-0.684, p=0.000), vitalitas (r=-0.709, p=0.000), kesehatan mental (r=-0.882, p=0.000), fungsi sosial (r=-0.549, p=0.004), nyeri badan (r=-0.664, p=0.000), dan persepsi kesehatan umum (r=-0.628, p=0.001). Intensitas nyeri memiliki korelasi negatif (r=-0.208, p=0.319), tetapi tidak signifikan terhadap fungsi peran akibat masalah emosi. Disabilitas berkorelasi secara signifikan dengan dimensi  fungsi fisik (r=-0.795, p=0.000), fungsi peran akibat masalah fisik (r=-0.637, p=0.001), vitalitas (r=-0.765, p=0.000), kesehatan mental (r=-0.691, p=0.000), nyeri badan (r=-0.674, p=0.000), and persepsi kesehatan umum (r=-0.589, p=0.002). Disabilitas juga berkorelasi negatif, tetapi tidak signifikan terhadap  fungsi peran akibat masalah emosi (r=-0.205, p=0.325) and fungsi sosial (r=-0.340, p=0.096)Kesimpulan : Intensitas nyeri dan disabilitas aktivitas sehari-hari secara signifikan berkorelasi dengan kualitas hidup pasien HNP lumbal
GAMBARAN PERESEPAN OBAT BETA BLOCKER PADA PASIEN GAGAL JANTUNG SISTOLIK YANG DIRAWAT JALAN DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Monica Destiani; Ilham Uddin; Pipin Ardhianto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.783 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21472

Abstract

Latar Belakang: Gagal jantung sistolik merupakan kegagalan jantung untuk memberikan suplai darah dalam memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dengan hipertrofi dinding ventrikel yang memiliki output terbatas karena ejeksi yang terganggu selama sistol dengan Fraksi Ejeksi (FE) £40%. Gagal jantung memiliki prevalensi yang terus meningkat dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup hingga kematian. Terdapat beberapa terapi medikamentosa untuk gagal jantung sesuai pedoman internasional. Beta blocker adalah salah satu obat yang direkomendasikan, namun penggunaannya sebagai terapi gagal jantung masih kurang dimanfaatkan.Tujuan: Mengetahui gambaran peresepan obat beta blocker pada pasien gagal jantung sistolik yang dirawat jalan di RSUP dr. Kariadi Semarang periode Juli 2016 hingga Juli 2017 dengan mengacu pada pedoman pengobatan gagal jantung.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data yang diambil adalah data sekunder dari rekam medis rawat jalan pasien gagal jantung sistolik di RSUP dr. Kariadi Semarang periode Juli 2016 hingga Juli 2017 dengan metode consecutive sampling. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dan didapatkan 115 sampel.Hasil: Terdapat 47 pasien (40,9%) yang memperoleh terapi obat beta blocker dan 68 pasien (59,1%) yang tidak mendapat obat beta blocker. Dari 47 pasien tersebut, sebanyak 41 pasien (87,23%) mendapatkan terapi yang sesuai indikasi. Beberapa alasan kelompok pasien yang tidak mendapatkan obat beta blocker yaitu 1 pasien bradikardia (1,47%), 1 pasien syok kardiogenik (1,47%), 1 orang asma (1,47%), 2 orang kongesti (2,94%), dan 63 pasien (92,64%) tidak diketahui alasannya.Kesimpulan: Pasien gagal jantung sistolik rawat jalan yang mendapatkan terapi beta blocker adalah 40,9%, dan 87,23% di antaranya mendapatkan terapi sesuai dengan indikasi, sementara 59,1% pasien tidak mendapatkan obat beta blocker.

Page 54 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue