cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN ANEMIA SELAMA HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI Khairunnisa, Latifa; Wiyati, Putri Sekar; Adespin, Dea Amarilisa
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.622 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23800

Abstract

Latar Belakang Anemia selama hamil memberi pengaruh kepada ibu maupun janin yang dikandungnya. Janin dapat mengalami gangguan pertumbuhan intrauterin sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Sedangkan, ibu dapat mengalami peningkatan risiko perdarahan sebelum dan pada saat persalinan. Bahkan anemia dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya apabila ibu menderita anemia berat. Tujuan Menganalisis hubungan anemia selama hamil dengan berat badan lahir bayi di 6 puskesmas di Kota Semarang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian diambil dengan cara random sampling dari 6 wilayah puskesmas di Kota Semarang selama bulan Januari – Desember 2017 yang mengikuti penelitian 1000 HPK. Peneliti mengambil data dari buku KIA. Uji hipotesis dianalisis dengan uji Chi Square dan pembacaan dengan Fisher. Signifikansi apabila p < 0,05.  Hasil Terdapat 72 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi, 25 diantaranya mengalami anemia selama hamil dengan angka kejadian tertinggi pada kehamilan trimester III. Satu subjek penelitian melahirkan dengan berat badan lahir bayi kurang dari 2500 gram. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai p pada analisa hubungan anemia selama hamil dengan berat badan lahir bayi adalah 1,000 (p > 0,05) yang menunjukan hubungan yang tidak signifikan. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara anemia selama hamil dengan berat badan lahir bayi.Kata Kunci Anemia selama hamil, berat badan lahir bayi.
PERBANDINGAN PEMBERIAN BRODIFAKUM LD50 DAN LD100 TERHADAP PERUBAHAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI USUS HALUS TIKUS WISTAR Alfian Salahudin Al Ayoubi; Tuntas Dhanardhono; Sigit Kirana Lintang Bhima
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.089 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11353

Abstract

Background : Brodifacoum is an anticoagulant substance which usually used as pest control, but this substance has a poisoning effect the body. Brodifacoum is absorbed through gastrointestinal tract which can cause the disorder of blod clotting by slowing down the process of epoxide reductase of vitamin-K.Aim : To know the comparison of Histopathology Rattus norvegicus Intestine against brodifacoum administration LD50 and LD100.Methods :This study was an experimental study with post test only group design. The sample of this study are 27 Rattus norvegicus which given per oral administration of brodifacoum. Barthel Manja scores were used to assess changes in intestine Histopatology. Normal and desquamation are a minor damage, while erosion and ulcers are major damage. Non-parametric test of Mann-Whitney to the results are revealed significant if p <0.05.Results :On LD50, 2 rats died on days 3, 5 on day 5, and 2 rats terminated on day 7. In LD100 2 rats died on day 3, 2 on day 5, and 5 rats terminated on day 7. On LD50 groups there are 66,67% minor damage and 33,33% major damage, while in LD100 groups there are 55,56% minor damage and 44,44% major damage. Test non parametric Mann-Whitney in the control group with LD50 was found p = 0.269, in control group with LD100 was found p = 0106, then group with the LD50 and LD100 found p = 0.159.Conclusion :There are not significant differentiation of histopatology picture between LD50 and LD100 dose ( p = 0.159 )
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET DAN PENJELASAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI PELAKSANAAN METODE KANGURU PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH Yunanda Rizki Amalia; Adhie Nur Radityo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.431 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18654

Abstract

Latar belakang: Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab kematian neonatus di Indonesia.Perawatan metode kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk BBLR. Untuk menurunkan kejadian kematian neonatal perlu dilakukan usaha preventif melalui penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan ibu mengenai PMK pada BBLR. Penyuluhan menggunakan metode ceramah sudah sering dilakukan, sebaliknya pendekatan individu dengan menggunakan leaflet jarang dilakukan sehingga penelitian ini perlu dilaksanakan.Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian leaflet dan penjelasan terhadap pengetahuan ibu mengenai pelaksanaan metode kanguru pada BBLR.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok pretest posttest. Subjek penelitian merupakan ibu dari bayi dengan BBLR di RSUP Dr. Kariadi Semarang yang dipilih secara consecutive sampling dari bulan Maret hingga Mei 2016. Peneliti memberikan kuesioner yang telah diuji validitas sebagai pretest dan kemudain subjek diberikan leaflet dan penjelasan. Posttest dilakukan satu hari setelah subjek diberikan leaflet dan penjelasan.Hasil: Pengetahuan pre-intervensi bernilai minimal 5, median 8 dan maksimal 11, sedangkan skor minimal 10, median 16, maksimal 19 didapatkan pada post-intervensi. Diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) pada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian leaflet.Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan ibu mengenai PMK dan setelah penyuluhan menggunakan leaflet.
PENGARUH KONSELING BIDAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN MINAT MENJADI AKSEPTOR IUD POST PLASENTA DI KECAMATAN UNGARAN BARAT TAHUN 2016 Sari, Asa Mutia; Soeharto, Budi Palarto; Wulandari, Diah Rahayu
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.102 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18549

Abstract

Latar Belakang Laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu hamil sebagai calon akseptor keluarga berencana tentang metode KB pasca salin terutama IUD yang dapat segera dilakukan pasca melahirkan secara efektif dan efisien. Pengetahuan dan pemahaman yang baik dapat dipengaruhi dengan adanya konseling yang berkualitas antara klien dan bidan yang merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan program keluarga berencana di Indonesia.Tujuan Mengetahui pengaruh konseling bidan terhadap tingkat pengetahuan dan minat menjadi akseptor IUD post plasenta di Kecamatan Ungaran Barat Tahun 2016.Metode Penelitian ini menggunakan  pre eksperimental one group pretest-posttest design. Sebanyak 42 sampel diambil secara consecutive sampling dari ibu hamil yang melakukan konseling di tempat praktik bidan. Subyek diberi kuesioner pretest dilanjutkan dengan konseling, dan diberi kuesioner setelahnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil Rerata usia responden yaitu 26,33 ± 5,485 tahun, 30 responden dengan kehamilan pertama dan 12 responden kehamilan bukan pertama. Pengetahuan ibu tentang IUD pada pretest reratanya 5,79 ± 1,025 dan pada posttest reratanya 7,81 ± 1,065. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna setelah dilakukan konseling (p=0,000), serta minat antara pretest dan posttest dengan nilai perbedaan rata-rata (mean) sebesar 3,83 dan nilai p=0,000 (p<0,05).Kesimpulan Konseling berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan minat menjadi akseptor IUD Post Plasenta di Kecamatan Ungaran Barat.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C JANTAN YANG DIINDUKSI RIFAMPISIN Prasityvia Bakti Pratama; Akhmad Ismail; RB Bambang Witjahjo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.627 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24494

Abstract

Latar Belakang : Rifampisin menimbulkan efek samping diantaranya yaitu demam, mual, dan muntah. Rifampisin diduga dapat mempengaruhi sel hepar dengan adanya mekanisme stress oksidatif. Temulawak memiliki zat kurkumin dan fenol yang bermanfaat sebagai hepatoprotektif. Temulawak berpotensi mencegah kerusakan hepar yang disebabkan oleh paparan rifampisin.  Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dosis bertingkat terhadap gambaran mikroskopis hepar pada mencit balb/c jantan yang diinduksi rifampisin. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian True Experimental Laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel sebanyak 25 ekor mencit balb/c jantan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diadaptasi selama 7 hari, diberi pakan minum standar. Kelompok kontrol negatif tidak diberi perlakuan, kontrol positif dan perlakuan diberi rifampisin 7mg/grBB. Kelompok perlakuan setelah 5 jam diberi ekstrak temulawak dengan dosis P1 2mg/grBB; P2 4mg/grBB; P3 8mg/grBB. Perlakuan diberikan selama 14 hari. Pada hari ke 15, mencit diterminasi, diambil organ hepar, dan dilakukan pembuatan preparat histologi menggunakan pengecatan HE. Setiap preparat dibaca pada 5  lapangan pandang dan dinilai kerusakan sel heparnya menggunakan skor Manja Roenigk. Hasil : Rerata kerusakan sel hepar tertinggi pada kelompok kontrol positif. Uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,000). Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna (p< 0,05) antara K(+) dan K(-); K(+) dan P1, P2, P3 ; serta P1 dan P3. Simpulan : Pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) memberikan perbaikan terhadap gambaran mikroskopis hepar pada mencit balb/c jantan yang diinduksi rifampisin.Kata Kunci : ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza), sel hepar , degenerasi perenkimatosa, degenerasi hidropik, nekrosis, rifampisin
PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN ANALGETIK ETORICOXIB DENGAN NATRIUM DICLOFENAK TERHADAP RASA NYERI PASCA ODONTEKTOMI (IMPAKSI KELAS 1, MOLAR 3 RAHANG BAWAH) Taufiqurrachman Taufiqurrachman; Kuswartono Mulyo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.321 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i3.13093

Abstract

Background : Pain is a common complaint and frightening experience for patients post odontektomi so in need of process right and good. Diclofenak natrium analgesic drugs can not always be achieved the maximum in comparison with the type of drug that reaches the maximum etoricoxib appropriately and well.Objective : To determine the meaning of analgesic effect of etoricoxib with diclofenac natrium for pain odontektomi.Methods : This study is a quasi-experimental research design "post test only randomized controlled group design" with the double-blind technique. Samples in the two groups where each group numbered 16, namely the treatment group receive analgesic drugs etoricoxib 90 mg and control groups receive analgesic drugs diclofenak natrium 120 mg . Pain measured by VDS. Statistical test using unpaired tResults : The average score on the fifth day VDS results etoricoxib treatment group median 1 in the control group natrium diclofenak median 4 p = <0.001 for p <0.05, then conclude meaningful or significant differences. Gender, age, education, and experience no effect on the extraction of VDS score or not a confounding variables (p> 0.05).Conclusions : There are significant differences or significant postoperative pain between odontektomi VDS scores on etoricoxib 90 mg treatment group and control group diclofenak natrium 120 mg. Gender, age, education, and experience no effect on the extraction of VDS scores.
PENGARUH RANITIDIN TERHADAP DEGENERASI AKSON AKIBAT NEUROPATI NERVUS OPTIK (STUDI PADA TIKUS WISTAR DENGAN INTOKSIKASI METANOL AKUT) Armatussolikha, Herna Rizkia; Pudjonarko, Dwi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.892 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19373

Abstract

Latar Belakang: Kejadian keracunan minuman keras (Miras) oplosan di Indonesia menunjukkan angka yang cukup tinggi. Salah satu zat yang sering digunakan dalam minuman oplosan tersebut adalah metanol. Metanol sebenarnya tidak bersifat toksik, namun hasil metabolisme metanol bersifat toksik bagi tubuh. Salah satu dampak dari toksisitas metanol adalah masalah pada nervus optik yang dapat berakhir dengan kebutaan. Salah satu cara untuk menangani efek toksisitas metanol tersebut adalah dengan menggunakan ranitidin sebagai antidotum. Namun, pengaruh pemberian ranitidin terhadap derajat degenerasi akson nervus optik pada tikus wistar yang diintoksikasi metanol akut masih belum dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ranitidin terhadap degenerasi akson akibat neuropati nervus optik pada tikus Wistar dengan intoksikasi metanol akut.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post test only group design. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) kelompok yang terdiri atas: kelompok perlakuan, kelompok kontrol positif, dan kelompok kontrol negatif. Untuk analisis data digunakan uji Saphiro-wilk, Levene’s test,One Way Anova dan Post Hoc Benforroni.Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok yang diintoksikasi dengan metanol saja (kelompok kontrol positif) dengan kelompok yang diintoksikasi dengan metanol yang kemudian diberikan ranitidine (kelompok perlakuan) setelah 30 menit (p = 0.298) dan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif yang tidak diberi metanol maupun ranitidin dengan kelompok kontrol positif (p= 0.001).Kesimpulan: Ranitidin dosis 30 mg/kgbb yang diberikan 30 menit setelah intoksikasi metanol akut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kejadian degenerasi akson akibat neuropati nervus optik pada tikus wistar yang diintoksikasi metanol akut.
PENGARUH OLAHRAGA AERIAL YOGA TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER Rahmah Sadida; Maharani Maharani; Riski Prihatiningtias
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.625 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15814

Abstract

Latar belakang: Yoga mempunyai beberapa manfaat untuk kesehatan, namun perlu dipikirkan efek sampingnya. Posisi headstand pada yoga dapat meningkatkan tekanan intraokuler (TIO). Peningkatan TIO dapat menjadi faktor risiko terjadinya glaukoma. Tekanan intraokuler yang tinggi berkaitan dengan fluktuasi yang tinggi, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi TIO yaitu aktivitas dan olahraga. Kenaikan TIO yang singkat bukan merupakan hal yang berbahaya pada individu normal, namun dapat berbahaya apabila hal tersebut terjadi pada penderita glaukoma.Tujuan: Menganalisis pengaruh olahraga aerial yoga terhadap tekanan intraokuler.Metode: Observasional analitik dengan pendekatan Cohort di Oryza Gym dan Ading Yoga & Pilates Studio Semarang. Tiga puluh enam wanita peserta aerial yoga berusia 20-30 tahun yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian. Pengukuran TIO dilakukan sebelum dan setelah 60 menit melakukan aerial yoga menggunakan alat Tonopen XL. Perbedaan TIO sebelum dan sesudah olahraga dianalisis dengan uji Wilcoxon.Hasil: Rerata pengukuran TIO sebelum olahraga 19,34 ± 2,75 mmHg dengan nilai terendah 14 mmHg dan nilai tertinggi 25 mmHg. Rerata pengukuran TIO sesudah olahraga 16,92 ± 2,60 mmHg dengan nilai terendah 13 mmHg dan nilai tertinggi 22 mmHg. Tekanan intraokuler setelah olahraga lebih rendah dibanding TIO awal, dengan perbedaan bermakna (p= 0,000 ).Kesimpulan: Olahraga aerial yoga menurunkan TIO secara signifikan.
PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP VERTICAL JUMP MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Ardita Hartanti Pramudani; Endang Kumaidah; Hardian Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.849 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i4.22469

Abstract

Latar Belakang: Skipping adalah olahraga sederhana yang memiliki dampak terhadap kebugaran fisik. Vertical jump merupakan salah satu indikator kebugaran fisik yaitu daya ledak otot. Tinggi vertical jump sering dituntut dalam kinerja olahraga dan merupakan kemampuan yang sering di uji dalam tes kemampuan dasar untuk berolahraga.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap nilai vertical jump mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Metode: Penelitian ini quasi experimental dengan metode  pre-test dan post-test unequivalent group. Jumlah minimal subjek penelitian merupakan 26 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Karakteristik subjek penelitian yang diperoleh adalah usia, tinggi badan dan berat badan. Pengukuran vertical jump dilakukan dengan sargent jump test. Data kemudian diolah dengan uji Shapiro-Wilk.Hasil: Jumlah subjek penelitian yang di gunakan adalah 28 untuk mendapatkan distribusi jenis kelamin subjek yang sama, 7 wanita dan 7 pria pada masing-masing kelompok. Rerata skor vertical jump pada kelompok kontrol adalah 40,21 cm dan kelompok perlakuan 48,53 cm. Hasil uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk diperoleh data berdistribusi tidak normal untuk kedua kelompok. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p < 0,001.Kesimpulan: Latihan skipping berpengaruh terhadap vertical jump mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Kata Kunci: latihan, skipping, vertical jump.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI GARAM BERYODIUM PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA GEMBONG KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI Rini, Hesti Mustiko; Pramono, Dodik; Nugraheni, Arwinda
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.842 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18581

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya konsumsi garam beryodium di daerah yang dekat dengan pantai serta menjadi salah satu tempat endemis GAKY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi garam beryodium.Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang yang menjadi subjek penelitian yaitu semua ibu rumah tangga dengan metode Simple Random Sampling. Faktor yang mempengaruhi konsumsi garam beryodium dinilai melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di dalam kuesioner.  Hasil : Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 205 ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Hasil analisis uji hubungan didapatkan hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,04), pengetahuan (0,002), sikap (0,002) dengan tingkat konsumsi garam beryodium didapatkan hubungan yang signifikan. Sedangkan hasil analisis uji hubungan antara distribusi garam beryodium (p=0,999), harga garam beryodium (p=0,762), pendapatan keluarga (0,387) dan dengan konsumsi garam beryodium didapatkan hubungan yang tidak signifikan. Faktor yang berpengaruh dalam penelitian ini yaitu pendidikan, pengetahuan ibu dan sikap ibu dengan faktor yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu faktor pengetahuan (p=0,002).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu dengan tingkat konsumsi garam beryodium. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara distribusi garam beryodium, harga garam beryodium dan pendapatan keluarga per bulan dengan tingkat konsumsi garam beryodium. Faktor yang berpengaruh dalam penelitian ini yaitu pendidikan, pengetahuan ibu dan sikap ibu dengan faktor yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu faktor pengetahuan.

Page 65 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue