cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
PEMBERIAN OROK - OROK (Crotalaria usaramoensis) PADA RANSUM BURUNG PUYUH PERIODE LAYER TERHADAP LEMAK ABDOMINAL DAN LEMAK TELUR Kayatun, Kuter Kaswaningrum Sri; Mulyono, Mulyono; Wahyono, Fajar
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.114 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research objective was to determine the extent of the effect of Crotalaria usaramoensis in the quail ration on abdominal and egg fat. The study was conducted on 18 November up to December 30, 2011 in Jamal Sari, District Mijen Semarang, Livestock and Food Science Laboratory of Nutritional Biochemistry Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this research were as many as 100 quail with 7-12 weeks of age, were given feed is concentrate, corn, fish meal, and Crotalaria usaramoensis (3%, 6%, 9%). The study design used was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, each replication consisted of five quail. T0 = ration without Crotalaria usaramoensis, T1 = ration with 3% Crotalaria usaramoensis, T2 = ration with 6% Crotalaria usaramoensis, T3 = ration with 9% Crotalaria usaramoensis. Parameters measured were ration consumption, egg production, abdominal fat, and egg fat. The data were statistically processed by analysis of the range and if there is a significant effect of treatment was continued multiple regions Duncan test at 5% level. The results showed that administration of Crotalaria usaramoensis (3%, 6%, 9%) in the quail ration layer period showed a significant effect on consumption, but had no effect on abdominal fat, egg fat, and egg production. The inference is that the provision of research Crotalaria usaramoensis for the purpose of egg quality (fat loss), which is best by giving 9%.Key words: Quail, Crotalaria usaramoensis, Abdominal and egg fat.ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian orok-orok (Crotalaria usaramoensis) pada ransum terhadap lemak abdominal dan lemak telur burung puyuh. Penelitian dilakukan pada 18 November sampai dengan 30 Desember 2011 di Dusun Jamal Sari, Kecamatan Mijen Kota Semarang, Laboratorium Ilmu Makanan Ternak dan Laboratorium Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah burung puyuh betina sebanyak 100 ekor dengan umur 7-12 minggu, pakan yang diberikan adalah konsentrat, jagung, tepung ikan, dan orok-orok (3%, 6%, 9%). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. T0 = ransum tanpa orok - orok, T1 = ransum dengan 3% orok - orok, T2 = ransum dengan 6% orok - orok, T3 = ransum dengan 9% orok - orok. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, lemak abdominal, dan lemak telur. Data diolah secara statistik dengan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian orok-orok (3%, 6%, 9%) pada ransum burung puyuh periode layer menunjukkan pengaruh nyata pada konsumsi, tetapi tidak berpengaruh pada lemak abdominal, lemak telur, dan produksi telur. Simpulan penelitian adalah bahwa pemberian orok-orok untuk tujuan kualitas telur (penurunan lemak) yang paling baik dengan pemberian 9%.Kata Kunci: Burung Puyuh, Orok-orok, lemak abdominal, dan lemak telur.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA TERHADAP KUALITAS KARKAS HASIL PERSILANGAN AYAM BANGKOK DAN AYAM ARAB Singarimbun, Jenne Ferlon; Mahfuds, Luthfi Djauhari; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.885 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan level protein berbeda terhadap kualitas karkas ayam hasil persilangan ayam bangkok dan ayam arab. Materi yang digunakan adalah 147 ekor ayam hasil persilangan ayam Bangkok dan ayam Arab unsex umur 1 hari dengan rata-rata bobot badan awal 34,7 ± 0,84 g, kandang baterai untuk tempat ayam, tempat pakan dan tempat minum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan level protein dan 7 ulangan, T1: starter 22% finisher 20%, T2: starter 19% finisher 17%, T3: starter 16% finisher 14% dengan energi metabolis starter 2800 kkal/kg dan finisher 2700 kkal/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot hidup T1, T2 dan T3 berturut-turut adalah 1339,86 g, 1121,29 g, dan 894,14 g. Rata-rata bobot karkas T1, T2 dan T3 adalah 903,29 g, 694,14 g, dan 538,71 g. Rata-rata perbandingan daging tulang T1, T2 dan T3 adalah 2,64, 2,41, dan 2,35. Rata-rata kadar protein daging T1, T2 dan T3 adalah 21,37%, 21,15%, dan 20,89%. Rata-rata kadar lemak daging T1, T2 dan T3 adalah 2,10%, 2,65%, dan 2,34%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan level protein berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap bobot hidup, bobot karkas. Pemberian pakan dengan level protein berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda (P>0,05) terhadap kadar protein daging dan kadar lemak daging. Kesimpulan yang diperoleh adalah kualitas karkas ayam hasil persilangan ayam bangkok dan ayam arab yang baik diperoleh dari level protein 22% starter dan 20% finisher.Kata Kunci : ayam persilangan, level protein, kualitas karkasABSTRACT This research was aimed to determined the effect of feeding with different protein levels on the carcass quality of crossbred of Bangkok and Arabic chicken. The material used 147 chickens from crosses Bangkok chicken and Arabic chicken (unsex) 1 day age with an average initial body weight of 34.7 ± 0.84 g, battery cages for chicken place, with feeding and watering. Experimental design used was completely randomized design (CRD) causist of 3 treatment protein levels and 7 replications, T1: 22% on starter and 20% on finisher, T2: 19% on starter and 17% on finisher, T3: 16% on starter and 14% on finisher with energy metabolic for starter was 2800 kcal/kg and finisher was 2700 kcal/kg. The results showed that the average live weight of T1, T2 and T3 was 1339,86 g, 1121,29 g, and 894,14 g. The average carcass weight of T1, T2 and T3 was 903,29 g, 694,14 g and 538,71 g. The average ratio of flesh bones on T1, T2 and T3 was 2,64, 2,41, and 2,35. The average protein content of meat on T1, T2 and T3 was 21,37%, 21,15%, and 20,89%. The average fat content of meat on T1, T2 and T3 was 2,10%, 2,65%, and 2,34%. The results of the analysis indicate that the range of feeding with different of protein levels was significant (P<0,05) on live weight, carcass weights. Feeding with different of protein levels did not impact different (P>0,05) on levels of meat protein and fat content of meat. Conclusion this research showed that quality of crossbred of Bangkok and Arabic chicken was good with the level of 22% protein on starter and 20% on finisher.Keywords : crossbred, protein level, carcass quality
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE POTONGAN KOMERSIAL KARKAS, KULIT DAN MEAT BONE RATIO AYAM BROILER (The Influence of the Use of (Sauropus androgynus) Powder on the Percentage of Commercial Pie Tjandrasa, Albert Nathanael; Sunarti, Dw; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.935 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh tepung daun katuk pada pertumbuhan ayam broiler yang dapat dilihat dari pertumbuhan bobot potongan komersial karkas, kulit dan perbandingan daging dan tulang, dengan harapan bobot daging dapat bertambah jika dibandingkan dengan ransum yang tidak menggunakan tepung daun katuk. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah ayam broiler umur 14 hari dengan jenis kelamin campuran (unsexed) sebanyak 100 ekor dengan bobot rata-rata 595,6 ± 143 gram, yang diproduksi oleh hatchery komersial di Semarang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan (T0= 0% tepung daun katuk dalam 100% ransum, T1= 3%, T2= 6%, T3= 9%) dan 5 ulangan. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian tepung daun katuk pada ransum tidak memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bagian dada, paha dan sayap, kulit dan perbandingan daging dan tulang.Kata Kunci:   tepung daun katuk; potongan komersial karkas; bobot kulit; perbandingan daging dan tulang; ayam broiler.ABSTRACTThe study aimed to determine the effect of Sauropus androgynus powder on the growth of broiler chickens which could be seen from the growth of a commercial piece of carcass weight, skin and flesh and bone comparisons, with the gained a better meat weight compared with rations without  use cinnamon leaf meal. The material used in this study were unsexed broiler chickens aged 14 days of 100 individuals with an average weight of 595.6 ± 143 grams, which was produced by a commercial hatchery in Semarang. The study used a completely randomized design with 4 treatments (T0= 0% sauropus androgynus flour in 100% ration, T1= 3%, T2= 6%, T3= 9%) and 5 replications. Based on the results of this study, Sauropus androgynus powder had no effect on the growth of the chest, thigh and wing, skin and meat bone ratio.Keywords:     sauropus androgynus powder; commercial pieces carcass; weight skin; meat bone ratio; broiler chickens.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN PT. ULTRA PETERNAKAN BANDUNG SELATAN (UPBS) DI KABUPATEN BANDUNG SELATAN Rahma, Ratih Ainur; Mardiningsih, Dyah; Eddy, Bambang Trisetyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.198 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompensasi, promosi, fasilitas, komunikasi dan pengembangan prestasi terhadap loyalitas tenaga kerja di perusahaan UPBS. Penelitian ini di lakukan pada bulan 24-26 April 2012 di perusahaan UPBS Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Selatan. Penelitian menggunakan seluruh karyawan perusahaan sebagai responden. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui keadaan perusahaan UPBS dengan menggambarkan lokasi penelitian. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi linier berganda dengan model persamaan Y= 20,601 + 0,521 X1 + 0,177 X2 + 0,146 X3 + 0,125 X4 – 0,105 X5. Koefisien determinasi (R2) dari hasil analisis regresi diperoleh nilai sebesar 0,441 artinya 44,1% variasi nilai loyalitas (Y) dapat dijelaskan oleh variasi yang terdapat pada kompensasi (X1), fasilitas (X2), promosi (X3), komunikasi (X4), dan pengembangan prestasi (X5) sedangkan 55,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kompensasi pada perusahaan UPBS mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap loyalitas tenaga kerja di perusahaan tersebut. Tingkat loyalitas termasuk dalam kategori sedang dengan rerata 73,88. Secara serempak kompensasi (X1), fasilitas (X2), promosi (X3), komunikasi (X4), dan pengembangan prestasi (X5) berpengaruh sangat nyata terhadap loyalitas (Y). Secara parsial kompensasi (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap loyalitas (Y), sedangkan fasilitas (X2), promosi (X3), komunikasi (X4), dan pengembangan prestasi (X5) tidak berpengaruh terhadap loyalitas (Y).ABSTRACT This study aims to determine how much influence compensation, promotion, facilities, communication and development achievements in the workforce loyalty UPBS company. The research was done in 24 to 26 April 2012 at the company UPBS District Pangalengan South Bandung regency. Research using the rest of the company as a respondent. Descriptive analysis is used to determine the state of the company UPBS by describing the research sites. The statistical analysis used the test multiple linear regression analysis using SPSS 16 for windows. Based on the calculations, the linear regression equation with the model equation Y = 20.601 + 0.521 + 0.177 X1 + X2 + X3 0.146 X4 0.125 - 0.105 X5. The coefficient of determination (R2) of the regression analysis obtained a value of 0.441 means that 44.1% variation in the value of loyalty (Y) can be explained by variations contained in the compensation (X1), facilities (X2), promotion (X3), communication (X4) and development achievements (X5), while 55.9% is explained by other variables not included in the model equations.The conclusion of this study that the company's compensation UPBS has the most significant effect on the loyalty of the workforce in the company. Loyalty levels included in the category with average 73.88. Simultaneously compensation (X1), facilities (X2), promotion (X3), communication (X4), and the development of achievement (X5) is very real effect on loyalty (Y). In partial compensation (X1) was highly significant effect on loyalty (Y), while the facilities (X2), promotion (X3), communication (X4), and the development of achievement (X5) had no effect on loyalty (Y).Key word : Loyality, Labors’, corporate PT. UPBS
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) (Effect of seaweed by product powder (Gracilaria verrucosa) fermented in the diet on physical Agustantikaningsih, Yelly Kening; Kismiati, Sri; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.653 KB)

Abstract

ABSTRAK           Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut (Glacilaria verrucosa) terfermentasi dalam ransum terhadap kualitas fisik telur puyuh. Puyuh yang digunakan strain Cortunix-cortunix japonica  sebanyak 160 ekor puyuh betina, umur 4 minggu dengan rata-rata bobot badan 112,82 ± 7,04 g. Penelitian menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0: ransum tanpa tepung limbah rumput laut ; T1: ransum dengan tepung limbah rumput laut tidak terfermentasi 10%; T2: ransum dengan fermentasi tepung limbah rumput laut 12,5%; T3: ransum dengan tepung limbah rumput laut terfermentasi 15%. Data yang diperoleh diolah dengan analisis ragam (Anova) dan uji F taraf 5%. Jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata maka dilanjutkan uji wilayah Ganda Duncan. Simpulan dari penelitian adalah penggunaan tepung limbah rumput laut terfermentasi dalam ransum sampai level 15% dapat meningkatkan tebal kerabang, tetapi tidak berpengaruh terhadap bobot telur, indeks kuning telur (IKT), haugh unit (HU) dan warna Yolk telur.Kata Kunci : puyuh; Glacilaria verrucosa; fermentasi; kualitas fisik telur ABSTRACT  This study was aimed to determined the effect of the use of seaweed powder by product (Glacilaria verrucosa) fermented in the ration on physical qualities of quail eggs. Quails were used Cortunix-cortunix japonica strain as much as 160 quails females, aged 4 weeks with an average body weight of 112.82 ± 7.04 g. This research used Completely Randomized Design (CRD) as it’s experimental design, with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of T0: ration without seaweed by product powder; T1: ration with seaweed by product powder fermented 10%; T2: ration with seaweed by product powder fermented 12,5%; T3: ration with seaweed by product powder fermented 15%. The data obtained were processed by analysis of variance (Anova) and F test level of 5%. If there is a real treatment effect then followed Duncan's Multiple range test. The results showed that treatment seaweed by product powder fermented until level 15% in the diet significantly improve the thick shell, but has no effect on egg weight, yolk index, Haugh Units (HU) and the color of egg yolk.Keywords: quail; Glacilaria verrucosa; fermentation; physical quality of eggs
TOTAL YEAST, pH, CITA RASA ASAM DAN CITA RASA ALKOHOL PADA ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN STARTER Saccharomyces cerevisiae PADA LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA Suyadi, Suyadi; Nurwantoro, Nurwantoro; Mulyani, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.868 KB)

Abstract

This study aimed to obtain scientific data influences yeast Saccharomyces cerevisiae or the ice cream to the total yeast, pH, acid taste and flavor of alcohol. This research was conducted at the Laboratory of Animal Products Technology Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. Experimental design used in this study was completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Treatment applied the long ripening starter Saccharomyces cerevisiae 1 hour (T1), 2 hours (T2), 3 hours (T3), 4 hours (T4) and 5 hours (T5). The data obtained were processed by analysis of variance, where there is the influence of the test followed by Duncan's Ganda Region. The results showed that the addition of starter Saccharomyces cerevisiae at curing 1-5 hours give real effect (P <0.05) increase in total yeast and and give the real effect (P <0.05) lower pH. It also gives effect to the sour taste and flavor of alcohol is increasing. It can be concluded that the addition of starter Saccharomyces cerevisiae with a long ripening 1-5 hours significantly affect the total yeast, pH, acid taste and alcohol.Keywords: total yeast, pH, acid taste and flavor of alcohol, ice creamABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh data secara ilmiah pengaruh ragi roti atau Saccharomyces cerevisiae pada es krim terhadap total yeast, pH, cita rasa asam dan cita rasa alkohol. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu lama pemeraman starter S. cerevisiae 1 jam (T1), 2 jam (T2), 3 jam (T3), 4 jam (T4) dan 5 jam ( T5). Data yang diperoleh diolah dengan analisis sidik ragam, apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter S. cerevisiae pada pemeraman 1- 5 jam memberikan pengaruh nyata (P<0,05) meningkatan total yeast dan dan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) menurunkan pH. Hal tersebut juga memberikan pengaruh terhadap cita rasa asam dan cita rasa alkohol yang semakin meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan starter S. cerevisiae dengan lama pemeraman 1- 5 jam berpengaruh nyata terhadap total yeast, pH,cita rasa asam dan alkohol.Kata kunci: total yeast, pH, cita rasa asam dan cita rasa alkohol, es krim
PENGARUH LAMA SCALDING DALAM LILIN PANAS TERHADAP KUALITAS KARKAS, KADAR LEMAK DAN SUSUT MASAK DAGING ITIK Nugroho, Agung; Abduh, Setya Budi M.; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.556 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas karkas, kadar lemak dan susut masak daging itik yang mengalami scalding dalam lilin panas (0 s, 30 s, 60 s, 90 s). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data kualitas daging dianalisis statistik menggunakan analisis  ragam pada taraf signifikasi 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila perlakuan berpengaruh, uji dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Adapun data kualitas karkas dianalisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scalding dalam lilin pada pencabutan bulu itik tidak berpengaruh terhadap nilai susut masak dan sobek kulit namun berpengaruh terhadap kadar lemak dan kecerahan. Scalding selama 30 detik dapat menurunkan kadar lemak sedangkan scalding hingga 60 detik belum memberikan efek warna gelap pada karkas.
TOTAL BAKTERI DAN pH SUSU AKIBAT LAMA WAKTU DIPING PUTING KAMBING PERANAKAN ETTAWA LAKTASI Swadayana, Asri; Sambodho, Priyo; Budiarti, C
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.495 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu diping puting terhadap total bakteri dan pH susu pada kambing PE laktasi. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Malang pada tanggal 23 Juli sampai dengan 23 Agustus 2011. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor kambing perah laktasi dengan kriteria kondisi sehat dan sedang dalam masa laktasi, kaporit (Calcium Hyphochloride) dan aquades. Peralatan yang digunakan timbangan digital, ember, gelas ukur, gelas pencelup untuk diping, stop watch, botol sampel, pH meter dengan skala 0-14 dengan kepekaan 0,1 dan termos serta plate count agar. Perlakuan yang diterapkan adalah T1 (Lama waktu diping 5 detik), T2 (Lama waktu diping 10 detik) dan T3 (Lama waktu diping 15 detik). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah total bakteri dan pH susu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu diping puting tidak menunjukkan perbedaan terhadap total bakteri dan pH susu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama waktu diping puting kambing perah laktasi selama 5 detik saja sudah mampu mengendalikan total bakteri dan mempertahankan pH susu.Kata Kunci : diping puting , total bakteri susu, pH susu
SUPLEMENTASI TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza) DAN Zn PROTEINAT TERHADAP KONSUMSI DAN PRODUKSI ENERGI SUSU PADA SAPI PERAH Sunaryati, Sunaryati; Muktiani, Anis; Achmadi, Joelal
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.859 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi temulawak dan Zn- proteinat terhadap konsumsi dan produksi energi susu pada sapi perah laktasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ekor sapi perah Frisian Holstein, pakan yang terdiri dari hijauan dan konsentrat, suplemen temulawak dan Zn proteinat. Rancangan percobaaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Pengelompokan dilakukan berdasarkan bulan laktasi dan produksi susu. Empat perlakuan yang diterapkan adalah: T0= Ransum kontrol tanpa penambahan temulawak dan Zn- proteinat, T1= Ransum+2% suplemen temulawak T2= Ransum+40 ppm seng proteinat, T3= Ransum+2%temulawak +40 ppm Zn- proteinat. Hasil penelitian menunjukkan bahawa suplementasi temulawak dan Zn proteinat tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi energi dan produksi energi susu. Rata-rata konsumsi energi per ekor per hari tiap perlakuan adalah T0=50,10 kkal, T1= 49,62 kkal, T2=48,76 kkal, T3=50,03 kkal. Rata-rata produksi energi susu yaitu T0=9,05 kkal, T1=7,96 kkal, T2=10,19 kkal, T3=9,88 kkal. Meskipun secara statistik tidak berbeda nyata terlihat bahwa suplementasi temulawak cenderung menurunkan produksi energi susu dibanding tanpa suplementasi temulawak (T1 vs T0 dan T3 vs T2), sedangkan suplementasi Zn proteinat berpengaruh meningkatkan produksi energi susu (T2 vs T0 dan T1). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan Zn proteinat menghasilkan produksi energi susu yang tertinggi.Kata kunci : temulawak, Zn-proteinat, konsumsi energi, produksi energi.ABSTRACKThis research was aimed to studythe effects of Zn proteinate and Curcuma xanthorrhiza suplementation on feed and energy production. This research used 16 dairy cows Fries Holland, concentrate feed and forages, C. xanthorhiza supplements, and Zn proteinate. Lactating dairy cows were arranged according to randomized block design with 4 treatments and 4 replications. Animal grouping was based on month of lactation and milk production. Four treatments were T0=Feed control without the addition of C. xanthoriza and Zn proteinate, T1= Feed+2% C. xanthorhiza suplement, T2=Feed+ 40 ppm Zn proteinate suplement, T3=Feed+2% C. xanthorhiza suplement+40 ppm Zn proteinate suplement. The results shows that the supplementation of C. xanthorhiza and Zn proteinat not give the real effect (P> 0.05) on energy consumption and energy production of milk. The average of energy consumption T0=50,10 kkal, T1= 49,62 kkal, T2=48,76 kkal, T3=50,03 kkal. The average of energy production T0=9,05 kkal, T1=7,96 kkal, T2=10,19 kkal, T3=9,88 kkal. Although not statistically significantly different look that C. xanthorhiza supplementation tended to reduce energy consumption and the production of milk (T1 vs T0 dan T3 vs T2), whereas Zn ptoteinate suplemention increased the energy production of milk (T2 vs T0 dan T1). It can be concluded that the addition of Zn proteinat produce the best milk energy productionKey word: Curcuma xanthorhiza, Zn proteinate, energy consumption, energy production.
KECERNAAN DAN FERMENTABILITAS HIJAUAN OROK-OROK SECARA IN VITRO SEBAGAI BAHAN PAKAN YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DENGAN JAGUNG MANIS (In Vitro Digestibility and Fermentability of Orok-orok Forage Yield in Intercropping System with Sweet Corn as Feed) Thanesya, Attria; Sumarsono, Sumarsono; Nuswantara, Limbang K.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.722 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan dan fermentabilitas dari hijauan orok-orok yang ditanam secara tumpangsari dengan jagung manis secara in vitro dengan perbedaan kepadatan dan pola tanam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan. Kepadatan (K) sebagai faktor pertama (6, 12, 18 tanaman/m2 diantara tanaman jagung) dan pola tanam (P) sebagai faktor kedua (1 dan 2 baris tanaman orok-orok diantara tanaman jagung, jarak tanam 100 x 25 cm). Parameter yang diamati adalah KcBK, KcBO, produksi VFA dan konsentrasi NH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola tanam satu maupun dua baris dan kepadatan yang semakin meningkat tidak menurunkan KcBK, KcBO, produksi VFA secara nyata, namun menurunkan konsentrasi NH3 (P<0,05). Rerata nilai KcBK pada penelitian adalah 44,63% ± 48,09%. Rerata KcBO 49,35% ± 52,07%. Rerata produksi VFA 126,26 mM ± 136,25 mM. Peningkatan kepadatan 6 ke 12 tanaman/m2 tidak menurunkan NH3 namun nyata (P<0,05) dan konsentrasi NH3 menurun dari kepadatan dari 12 ke 16 tanaman/m2. Rerata NH3 6,06 mM ± 7,06 mM. Simpulan dari penelitian ini adalah pola tanam tidak mempengaruhi kualitas nutrisi secara nyata dan peningkatan kepadatan sampai 12 tanaman/m2 tidak mempengaruhi nilai kecernaan dan fermentabilitas.Kata kunci: tumpangsari; kecernaan; produksi; in-vitro ABSTRACT This research was conducted to evaluate the digestibility and in-vitro fermentability of orok-orok forage yielded in intercropping with sweet corn within different densities. A Completely Randomized Block Design (CRBD) was applied in 3 x 2 factorial and 4 replications. The first factor was plant density factor (6, 12, 18 plants/m2) among corn crops and the second one was line number of orok-orok (1 and 2) among corn plants, spacing 100 cm x 25 cm. The digestibility of Dry Matter (DoDM), the Digestibility of Organic Materials (DoOM), the production of volatile fatty acids (VFA) and the concentration of ammonia (NH3) were measured on fodder of orok-orok. Different plant lines of orok-orok with increasing density did not influence the DoDO, DoDM, and VFA, the value were 44.63% ± 48.09%; 49,35% ± 52.07%; 126.26 mM ± 136,25 mM; but decreased (P<0,05) the concentration of NH3, average value was 6.06 mM ± 7.06 mM. It can be concluded that neither line number of orok-orok plant nor the plant density up to 12/m2 of orok-orok plant in an intercropped system with corn plant influenced their nutrional quality as well as digestability and fermentability.Keywords: intercropping; digestibility; production; in-vitro

Page 10 of 34 | Total Record : 340