cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
Pemanfaatan Protein Pakan pada Domba Lokal Jantan yang Mendapat Pakan pada Siang dan Malam Hari (Dietary Protein Utilization in Local Rams Given Feed During the Day and Night) Sayekti, Ilham; Purbowati, Endang; Rianto, Edy
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.311 KB)

Abstract

ABSTRAKSuatu penelitian telah dilaksanakan dengan tujuan mengkaji pemanfaatan protein pada domba lokal jantan dengan perlakuan pemberian pakan siang dan malam hari. Materi yang digunakan dalam penelitian berupa 12 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan awal rata-rata 24,15 + 2,5 kg (CV=10,51%) dan umur sekitar 1 tahun. Pakan yang diberikan berupa pakan komplit berbentuk pelet. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah waktu pemberian pakan, yaitu pemberian pakan pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore (T1), pemberian pakan pada jam 6 sore sampai jam 6 pagi dan (T2), dan pemberian pakan selama 24 jam (T3). Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering (BK), pertambahan bobot badan harian (PBBH), kecernaan protein dan deposisi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter yang diamati tidak berbeda nyata (P>0,05). Rata-rata konsumsi BK,  PBBH, kecernaan protein, dan deposisi protein berturut-turut adalah 1.107,9 g, 103,8 g, 79,3% dan 60,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu pemberian pakan belum mampu meningkatkan pemanfaatan protein pakan pada domba lokal jantan.Kata kunci : domba lokal jantan; konsumsi bahan kering; pertambahan bobot badan harian; deposisi protein ABSTRACTA study was conducted to assess the utilization of protein in local ram being fed during the day and at night. The materials used in this study were 12 local rams with initial body weight of 24.15 + 2.5 kg (CV=10.51%) and age of 1-1,5 years. Feed was given in the form of pellet. This study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatments applied were feeding time, i.e. feeding time from 6 am to 6 pm (T1), feeding time from 6 pm to 6 am (T2), and feeding time for 24 hours a day (T3). The parameters observed were dry matter intake (DMI), average daily gain (ADG), protein digestibility, and protein deposition. The results showed that all the observed parameters were not significantly different (P>0,05). The averages of DMI, ADG, protein digestibility and protein deposition were 1.107,9g/day, 103,8g, 79,3%, 60,5%, respectively. It was concluded that feeding time had no effect on the utilization of dietary protein utilization in local rams.Key words: local ram; dry matter intake; average daily gain; protein deposition.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN TUBUH DOMBA LOKAL JANTAN (The effect of Different Feeding Time to Body Protein Content of Local Ram) Wibowo, Septrian Yusantyo; Purbowati, Endang; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.235 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk pendugaan protein tubuh domba lokal jantan yang diberikan waktu pemberian pakan yang berbeda. Materi yang digunakan adalah domba lokal jantan, bobot rata – rata24,12 kg ± 2,5 kg (CV=10,51%) dan umur satu tahun.Pakan yang diberikan berupa complete feedbentuk pelet dengan kandungan protein kasar(PK) sebesar 16,6% dan total digestible nutrients (TDN) sebesar 67,36% yang terdiri dari jerami gandum, bungkil kedelai, molases, tepung gaplek, bekatul dan mineral. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan yakni, T1(siang), T2(malam) dan T3 (siang dan malam) serta 4 ulangan.Parameter yang diamati pada penelitian adalah pertambahan komposisi kadar protein tubuh yang didapat menggunakan metode Urea Space. Pengambilan data dilakukan pada minggu awal dan akhir perlakuan dengan cara pengambilan darah pada menit ke-0 dan menit ke-12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu pemberian pakan pada siang dan malam hari tidak ada pengaruh nyata terhadap pertambahan protein tubuh domba yaitu dengan rerata pertambahan protein tubuh sebesar 0,55 kg, dikarenakan komposisi tubuh banyak dipengaruhi oleh perbedaan konsumsi pakan, umur dan genetik.Kata kunci : Domba lokal jantan; Protein tubuh; Complete feed; Waktu pemberian pakan ABSTRACT This research was aimed to estimate body protein of local ram fed at different feeding time. The materials used was twelve one year old local rams with average body weight of 24.12 kg (CV=10.51%). The feed given was formed as complete feed (pellets) with crude protein (CP) of 16,6% and total digestible nutrients (TDN) of 67,63%, consisting of wheat straw, soybean meal, molasses, cassava flour and bran. This research was used completely randomized design with 3 treatments and 4 replications. The Treatments wereT1 (day time feeding : 06.00-18.00), T2 (night time feeding : 18.00-06.00), and T3 (day and night), respectively.  Parameters observed in this research was body protein content which was measuredby using Urea Space methods. The data was collected at the first and last week of the experimental period. The results of this study indicated that different feeding time of the day and night did not show significant effect on the body proteins which was averaged of 0,55 kg. This study could be concluded that feeding time (day and/or night) had no effect on body protein development.Key words : Local Ram; Body protein;Complete feed;Feeding Time
PENGARUH LAMA PERIODE PEMBERIAN PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PADA BEBERAPA BAGIAN TUBUH AYAM PELUNG UMUR 1-11 MINGGU Widodo, Ardi; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.366 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama periode pemberian pakan terhadap laju pertumbuhan pada beberapa bagian tubuh ayam pelung umur 1-11 minggu. Materi yang digunakan adalah ayam pelung umur 1 minggu dengan jenis kelamin antara jantan dan betina tidak dibedakan (campuran) sebanyak 96 ekor dengan bobot badan 49,92+0,35 gram (CV 2,00 %). Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, tepung ikan dan konsentrat jadi ayam broiler CP 112. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu T1 = perlakuan dengan pemberian Protein Kasar (PK) 18% selama 3 minggu dan PK 15% selama 3 minggu; T2 = perlakuan dengan PK 18% selama 5 minggu dan PK 15% selama 5 minggu; dan T3 = perlakuan dengan PK 18% selama 7 minggu kemudian diberikan PK 15% selama 3 minggu dan masing-masing 8 ulangan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pergantian lama periode pemberian pakan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap lebar dada, panjang paha, panjang kaki dan panjang leher.Kata kunci : ayam pelung; lama periode pemberian pakan; laju pertumbuhan dada; paha; kaki; dan leher.ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of long periods of feeding on the rate of growth in some parts of the body Pelung chickens aged 1-11 weeks. The material used were 96 heads of 1 week old chickens Pelung unsex (mixed), body weight 49.92 ± 0.35 g (CV 2.00%). Feedstuffs used in this study were corn, rice bran, fishmeal and broiler concentrate so CP 112. Experimental design used was completely randomized design (CRD) with three treatments. T1 = treatment by administering Crude Protein (PK) 18% for 3 weeks and PK 15% for 3 weeks; T2 = treated with PK 18% for 5 weeks and PK 15% for 5 weeks, and T3 = 18% treated with PK for 7 weeks and then given PK of 15% for 3 weeks each of 8 replicates for each treatment. The results showed that the effect of change of length of feeding period did not affect significantly (P> 0.05) to the width of the chest, long legs, long legs, and a long neck.Keywords: Pelung chicken; long periods of feeding; growth rate; chest; thighs; legs; and neck.
AKTIVITAS AIR, TOTAL BAKTERI DAN DRIP LOSS DAGING ITIK SETELAH MENGALAMI SCALDING DENGAN MALAM BATIK (Water Activity, Bacterial Count and Drip Loss of Duck Scalded in Hot Wax) Saputra, Ginanjar Adi; Sarengat, Warsono; M. Abduh, Setya Budi
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.166 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas air, total bakteri dan drip loss daging itik yang mengalami scalding tambahan dengan lilin panas berbahan malam batik suhu 145ºC setelah scalding dengan air panas pada suhu 65ºC. Scalding dengan lilin panas dilakukan pada suhu 145ºC selama 30 detik (T1), 60 detik (T2), dan 90 detik (T3), tiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Daging itik tanpa scalding tambahan (T0) digunakan sebagai kontrol. Aktivitas air diukur dengan menggunakan aw meter, total bakteri dihitung dengan metode hitungan cawan dan drip loss dihitung pada suhu refrigerator. Rata-rata aktivitas air adalah 0,938 (T0); 0,939 (T1); 0,940 (T2); dan 0,939 (T3). Rata-rata total bakteri adalah 6,59 x 106 CFU/g (T0); 7,12 x 106CFU/g (T1); 9,00 x 106 CFU/g (T2) dan 7,48 x 106 CFU/g (T3). Rata-rata drip loss adalah 4,050% (T0); 4,236% (T1); 4,198% (T2) dan 4,078% (T3). Analisis ragam mengindikasikan bahwa perlakuan lama scalding tambahan dengan lilin panas tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap variabel yang diamati. Kata kunci: itik; scalding; lilin panas.   ABSTRACT This research was aimed to observe the water activity, the bacterial count and the drip loss of ducks scalded in hot wax at 145ºC after scalded in hot water. In-hot wax scalding treatments were carried out for 30 seconds (T1), 60 seconds (T2), 90 seconds (T3) in five replicates. Scalding in hot water only was applied as a treatment control (T0). Water activity by mean of aw meter and drip loss in refrigerated temperature were analyzed immediately after samples preparation whereas bacterial counts by plate count method was analyzed 8 h after. The average water activities were 0.938 (T0), 0.939 (T1), 0.940 (T2), and 0.939 (T3). The average bacterial counts were 6.59∙106 CFU/g (T0), 7.12∙106 CFU/g (T1), 9.00∙106 CFU/g (T2) and 7.48∙106 CFU/g (T3). The average drip losses were 4.050% (T0), 4.236% (T1), 4.198% (T2) and 4.078% (T3). Analysis of variance indicated that there were no effect (p>0.05) of in-hot wax scalding treatments on parameter observed. Keyword: duck; scalding; hot wax. 
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN PUYUH JANTAN UMUR 6 – 10 MINGGU (The Effect of Seaweed by Product (Gracilaria verrucosa) on Protein Efficiency of 6 – 10 Weeks Old Male Quail) Lestari, Ika Dian; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.963 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah rumput laut (Gracilaria verrucosa) terhadap efisiensi penggunaan protein puyuh jantan. Materi yang digunakan yaitu160 ekor puyuh jantan (Coturnix-coturnix japonica) umur 6 minggu dengan rata – rata bobot badan 120,92 ± 0,48 g.Pakan tersusun dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, Poultry Meat Meal (PMM), premix, minyak kelapa, dan rumput laut dengan PK 20% dan EM 2600 kkal/kg. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap(RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan, T0 : pakan mengandung 0% rumput laut; T1 : pakan mengandung 5% rumput laut; T2 : pakan mengandung 7,5% rumput laut; T3 : pakan mengandung 10% rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, Rasio Efisiensi Protein (REP), dan retensi nitrogen. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan limbah rumput laut sampai level 10% tidak menaikkan atau menurunkan efisiensi penggunaan protein puyuh jantan umur 6-10 minggu.Kata kunci :limbah rumput laut; puyuh jantan; efisiensi protein. ABSTRACT This research aimed to determine the effect of seaweed by product(Gracilaria verrucosa)on protein efficiency of male quail. The materials were six weeks old 160 male quail with average body weight 120,92 ± 0,48 g. Rations were used composed of yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, Poultry Meat Meal (PMM), premix, coconut oil, and seaweed with 20% protein and metabolizable energy 2600 kcal/kg. Experimental design was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications.There were T0: diets with 0% seaweed; T1: diets with 5% seaweed; T2: diets with 7,5% seaweed; T3: diets with 10% seaweed. The results showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on the protein consumption, Protein Efficiency Ratio (PER), and nitrogen retention. It could be concluded that 10% seaweed level did not increase or decrease on protein efficiency of 6-10 weeks old male quail.Keywords: seaweed by product;male quail; protein efficiency.
HUBUNGAN TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI DENGAN PENDAPATAN PADA PETERNAK ANGGOTA GABUNGAN KELOMPOK TANI TERNAK ITIK PURWADIWANGSA KOTA TEGAL Rajasa, Meina Sri; Sumarjono, Djoko; Eddy, Bambang Trisetyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.435 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknologi yang ada di Gapoktan Purwadiwangsa, Mengetahui apakah usaha yang dijalankan oleh peternak memperoleh keuntungan minimum dan apakan ada hubungan antara tingkat penerapan teknologi dengan pendapatan peternak Gapoktan Purwadiwangsa. Manfaatnya dari penelitian ini sebagai bahan rekomendasi bagi peternak maupun pemerintah setempat untuk mengembangkan usaha peternakan itik petelur di Kota Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode penentuan responden dilakukan dengan cara acak. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung kepada peternak. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan dilapangan. Data sekunder diperoleh dari buku-buku dari dinas Peternakan dan dari berbagai sumber dari Gapoktan. Analisis data menggunakan SPSS 17 dengan uji One Sampel t-test untuk membandingkan pendapatn peternak dengan UMR Kota Tegal serta dengan Regresi Berganda untuk menganalisis Hubungan antara pendapatan dengan tingkat penerapan teknologi Hasil penelitian menunjukkan penerapan teknologi yang ada di Gapoktan purwadiwangsa mayoritas peternak melakukan penerapan teknologi dengan baik, besarnya pendapatan peternak lebih dari UMR Kota Tegal yaitu sebesar Rp. 975.000,00, penerapan teknologi berpengaruh secara serempak (bibit, kandang, pakan, kesehatan ternak dan pasca panen) terhadap pendapatan (Sig < 0,05) sedangkan secara parsial hanya bibit dan pasca panen saja yang berpengaruh terhadap pendapatan.Kata Kunci : itik; pendapatan; penerapan teknologi.ABSTRACTThis study aims to determine the application of the technology in the Gapoktan Purwadiwangsa, Knowing whether a business carried on by farmers earn a minimum profit and whether there is a relationship between the level of technology adoption by farmers income Gapoktan Purwadiwangsa. The benefit of this research as a recommendation for farmers and local governments to develop a farm laying ducks in Tegal. The method used in this study is a survey method. Methods to determine respondents conducted by random. Methods of data collection are observation and interview methods directly to the farmers. Primary data were obtained from field observations. Secondary data were obtained from the books of the department of Animal Husbandry and from a variety of sources of Gapoktan. Data analysis using SPSS 17 to test One sample t-test to compare the UMR pendapatn Tegal breeders as well as with multiple regression to analyze the relationship between income level of technology implementation. The results demonstrate the applicability of the technology in the majority of farmers do Gapoktan purwadiwangsa well the application of technology, the amount of income breeders Tegal more than minimum wage is Rp. 975.000.00, simultaneously affect the application of technology (seeds, cages, feed, animal health, and post-harvest) on revenue (Sig <0.05), while only partially seeds and post-harvest only the effect on earnings.Keywords: ducks; income; application of technology.
PENGARUH TARAF PROTEIN DAN LISIN RANSUM TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI AYAM KAMPUNG (Effect of Dietary Protein and Lysine Level on the Production Performance of Native Chicken) Permana, Primasta Adi; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Atmomarsono, Umiyati
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.757 KB)

Abstract

ABSTRAK          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pemberian taraf protein dan lisin ransum yang sesuai terhadap performans ayam kampung. Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, presentase karkas, dan meat bone ratio. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dengan taraf protein sebagai faktor pertama dan taraf lisin sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan memiliki 4 ulangan dengan 10 ekor ayam pada tiap unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan adalah P1L1 (protein 17% + penambahan lisin 0,6% dari ransum), P1L2 (protein 17% + penambahan lisin 0,7% dari ransum), P1L3 (protein 17% + penambahan lisin 0,8% dari ransum), P2L1 (protein 14% + penambahan lisin 0,6% dari ransum), P2L2 (protein 14% + penambahan lisin 0,7% dari ransum), P2L3 (protein 14% + penambahan lisin 0,8% dari ransum). Perlakuan dimulai pada umur 1 hari hingga umur 12 minggu. Data dianalisis dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf probabilitas 5% jika ada pengaruh signifikan dari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh interaksi antara protein dan lisin ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, presentase karkas, dan meat bone ratio. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penambahan lisin sintesis dalam ransum tidak dapat memberikan pengaruh yang berbeda dalam performans ayam kampungKata kunci : protein ransum; lisin; performans produksi; ayam kampung ABSTRACT             This research aimed to examine level of dietary protein and lysine which is optimum for native chicken performance. Parameters measured were feed consumption, body weight gain, feed conversion, carcass percentage, and meat bone ratio. The research used completely randomized design in 2 x 3 factorial pattern with dietary protein level as the first factor and lysine level as the second factor. Each treatment had 4 replications with 10 heads per trial unit. Treatments applied were P1L1 (protein level 17% + lysine addition 0.6% of diet), P1L2 (protein level 17% + lysine addition 0.7% of diet), P1L3 (protein level 17% + lysine addition 0.8% of diet), P2L1 (protein level 14% + lysine addition 0.6% of diet), P2L2 (protein level 14% + lysine addition 0.7% of diet), P2L3 (protein level 14% + lysine addition 0.7% of diet). The treatment was started  to be offered from 1-day-old and completed when the chicken were 12-week-old. The data was analyzed using F test to determine the effect of treatment, continued with Duncan's multiple range test at 5% probability level if any significant effect was found. The results showed no effect of the interaction between dietary protein and lysine on feed consumption, body weight gain, feed conversion, carcass percentage, and meat bone ratio. Based on the results, it was concluded that lysine addition was not give significant effect on native chicken performance.Key words : dietary protein; lysine; production performance; native chicken
POTONGAN KOMERSIAL KARKAS DAN EDIBLE PORTION PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) YANG DIBERI PAKAN JERAMI URINASI DAN KONSENTRAT DENGAN LEVEL YANG BERBEDA Suryani, Ajeng Juwita; Adiwinarti, Retno; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.564 KB)

Abstract

Penelitian tentang edible portion dan commercial cut pada sapi Peranakan Ongole (PO) yang diberi pakan konsentrat dengan level yang berbeda telah dilaksanakan pada bulan Juli 2008 sampai dengan Oktober 2008. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Ternak Potong dan Kerja Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pakan yang diberikan untuk ternak dengan level konsentrat sedang (T1) dan tinggi (T2) terhadap besarnya bobot potongan komersial dan banyaknya edible portion yang dihasilkan.Materi yang digunakan adalah 8 ekor sapi PO yang berumur rata-rata 1,5 tahun dengan bobot badan awal rata-rata 297 + 26 kg (CV = 8,75%). Bahan pakan yang digunakan adalah jerami padi urinasi dan konsentrat (dedak padi dan ampas bir). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji F. Parameter yang diukur antara lain bobot potong, bobot karkas, bobot masing-masing potongan komersial, bobot edible portion karkas dan non karkas.Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata pada masing-masing perlakuan. Bobot potong 286,25 kg (T1) dan 290 kg (T2). Bobot karkas panas 157,80 kg (T1) dan 161,39 kg (T2). Bobot masing-masing potongan komersial adalah chuck 38,89 kg (T1) dan 38,02 kg (T2), shank 16,72 kg (T1) dan 15,62 kg (T2), rib 15,13 kg (T1) dan 17,37 kg (T2), plate 9,00 kg (T1) dan 9,90 kg (T2), sirloin 17,54 kg (T1) dan 12,77 kg (T2), shortloin 8,80 kg (T1) dan 12,22 kg (T2), flank 2,45 kg (T1) dan 3,11 kg (T2), round 42,49 kg (T1) dan 46,84 kg (T2). Persentase edible portion karkas 79,27 % (T1) dan 77,89 % (T2). Persentase edible portion non karkas 31,82 % (T1) dan 31,71 % (T2). Persentase edible portion total 57,23 % (T1) dan 56,73 % (T2). Kesimpulan yang diperoleh adalah pemberian konsentrat dengan level yang berbeda menghasilkan potongan komersial dan bobot total edible portion yang relatif sama.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A DAN E DALAM RANSUM TERHADAP DAYA TUNAS, DAYA TETAS, BOBOT TETAS DAN DAYA HIDUP DOC AYAM KEDU HITAM YANG DIPELIHARA IN SITU Pratiwi, Rosita Nor; Wahyuni, Hanny Indrat; Murningsih, Wisnu
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.237 KB)

Abstract

ABSTRAK The research aimed to examine the effect of vitamin A and E in the diet on the fertility, hatchability, hatching weight and Day Old Chicken (DOC) viability of kedu black chicken reared in situ. This research used 20 males and 100 females kedu black chicken, around 1 years old with average body weight of 2071.43 ± 41.03 kg and 1540,83±46,58kg, respectively. Completely Randomized Design (CRD) was used with 4 treatments and 5 replications. The treatments applied were T0 = basal diet, T1 = basal diet + vitamin E 20IU/100g, T2 = basal diet + vitamin A 2000IU/100g, T3 = basal diet + vitamin A 2000IU + vitamin E 20IU/100g. Basal diet was formulated with energy metabolism (EM) of = 2687,75 kkal/kg, crude protein (CP) = 17,62%, 12,68% crude fiber (CF), 3,66% ekstract eter (EE), Ca = 2,78%, P = 0,82%, vitamin A = 58333,33 IU/100gr, vitamin E = 2,05 IU/100gr. Parameters measured were fertility, hatchability, hatching weight, and DOC viability of kedu black chicken. The results showed that the addition of vitamin A and vitamin E in the diet did not significantly affect fertility, hatchability, hatching weight and DOC viability of kedu black chicken. The conclusion of this research was that addition of 2000 IU/100gr vitamin A dan 20 IU/100gr vitamin E and their combinations in the diet was not yet able to increase the fertility, hatchability, hatching weight and DOC viability of kedu black chicken.Keywords : kedu black chicken, vitamin A, vitamin E, fertility, hatchability, hatching weight.ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian vitamin A dan E dalam ransum terhadap daya tunas, daya tetas, bobot tetas dan daya hidup Day Old Chicken (DOC) ayam kedu hitam yang dipelihara in situ. Penelitian menggunakan 20 ekor pejantan dan 100 ekor betina ayam kedu hitam umur ± 1 tahun dengan bobot badan 2071,43±41,03kg dan 1540,83±46,58kg. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum basal, T1 = ransum basal+ vitamin E 20IU/100g, T2 = ransum basal+ vitamin A 2000IU/100g, T3 = ransum basal + vitamin A 2000IU + vitamin E 20IU/100g. Ransum basal disusun dengan kandungan EM = 2687,75 kkal/kg, PK = 17,62%, SK = 12,68%, LK = 3,66%, Ca = 2,78%, P = 0,82%, vitamin A = 58333,33 IU/100gr, vitamin E = 2,05 IU/100gr. Parameter yang diamati adalah daya tunas, daya tetas, bobot tetas, dan daya hidup DOC ayam kedu hitam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin A dan vitamin E pada ransum tidak berpengaruh nyata terhadap daya tunas, daya tetas, bobot tetas dan daya hidup DOC ayam kedu hitam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan vitamin A sebesar 2000 IU/100gr ransum dan vitamin E sebesar 20 IU/100gr ransum serta kombinasinya dalam ransum belum dapat meningkatkan daya tunas, daya tetas, bobot tetas dan daya hidup DOC ayam kedu hitam.Kata Kunci : ayam kedu hitam, vitamin A, vitamin E, daya tunas, daya tetas, bobot tetas.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. RUBRUM) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUBERTAS AYAM KAMPUNG Farid, Achmad; Suprijatna, Edjeng; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung dengan dosis yang berbeda pada fase pertumbuhan terhadap performans pubertas.  Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina sebanyak 100 ekor berumur 16 minggu ditempatkan dalam kandang bateray dibagi menjadi 20 unit percobaan.  Setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung.  Bahan pakan yang digunakan terdiri dari jagung giling, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, pollard, premiks dan tepung jahe merah.  Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yang terdiri dari 4 kelompok sebagai ulangan dengan perlakuan yaitu T0 = ransum tanpa penambahan tepung jahe merah; T1 = ransum + tepung jahe merah 0,25%; T2 = ransum + tepung jahe merah 0,5%; T3 = ransum + tepung jahe merah 0,75%; T4 = ransum + tepung jahe merah 1%.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performans pubertas.

Page 9 of 34 | Total Record : 340